PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Agustus - Oktober e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Pendapatan Grab Bike di Kabupaten Mamuju Rini Asri1*. Yati Heryati2. Supriadi3 Email Korespondensi : riniasri999@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Mamuju. Indonesia1*,2,3 Abstract The rise in fuel prices has significantly increased operational costs for public transportation, particularly affecting online ride-hailing services such as Grab Bike in Mamuju Regency. This study aims to analyze the impact of fuel price increases on the income of Grab Bike drivers. A quantitative approach was employed using primary data collected through questionnaires distributed to a sample of 95 drivers, determined using the Slovin formula and purposive sampling. Data analysis included instrument validity and reliability testing, partial t-test, simple linear regression, correlation analysis, and the coefficient of determination (RA). The results indicate that fuel price increases have a significant effect on driver income, with a t-value of 362 exceeding the critical t-table value of 1. 66159 and a significance level of 0. < 0. The correlation coefficient (R) of 0. 825 demonstrates a very strong relationship, while the RA value of 78. 1% shows that variations in driver income are largely explained by changes in fuel prices, with 21. 9% influenced by other factors. These findings highlight the critical role of fuel price fluctuations in shaping the economic sustainability of Grab Bike drivers, suggesting the need for further investigation into external factors affecting online transportation income. Keywords: Fuel price. Grab bike. Driver income. Online transportation. Mamuju This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Sejarah perekonomian Indonesia tidak pernah lepas dari perdebatan mengenai dua hal mendasar: kelayakan pemberian subsidi dan persoalan kesejahteraan masyarakat. Salah satu isu yang paling menonjol adalah subsidi pada Bahan Bakar Minyak (BBM). BBM memiliki peran vital karena keberadaannya sangat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional sekaligus kehidupan sehari-hari Hampir setiap lapisan masyarakat memanfaatkan BBM, terutama sebagai bahan bakar kendaraan yang menunjang mobilitas harian. Dalam upaya menjaga keterjangkauan harga, pemerintah menerapkan kebijakan subsidi terhadap beberapa jenis BBM yang disalurkan melalui PT Pertamina sebagai perusahaan milik negara. Kebijakan ini dimaksudkan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan energi mereka dengan biaya yang lebih ringan. Namun, di sisi lain, kenaikan harga BBM tetap membawa dampak yang luas, baik bagi biaya hidup masyarakat maupun bagi aktivitas ekonomi secara umum. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 284 BBM merupakan energi utama yang menopang berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga produksi barang kebutuhan sehari-hari. Permintaan transportasi yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat juga memunculkan peluang usaha baru. Salah satunya adalah hadirnya perusahaan transportasi berbasis aplikasi, yakni Grab, yang melalui layanan Grab Bike menawarkan jasa angkutan darat dengan kendaraan bermotor roda dua. Berdasarkan data yang diperoleh dari para pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju, kondisi terkait pendapatan dan dampak kenaikan harga BBM dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1 Data Pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju No. Tahun Pengemudi Grab Bike Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa dalam kurun waktu empat tahun terakhir jumlah pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju mengalami fluktuasi. Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 137 pengemudi Grab Bike. Kemudian, pada tahun 2020 jumlah tersebut mengalami penurunan hingga tersisa 92 orang. Namun, pada tahun 2021 jumlah pengemudi kembali meningkat menjadi 113 orang, dan pada tahun 2022 terjadi peningkatan yang lebih besar, yakni mencapai 125 orang. Data ini menunjukkan bahwa meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan, justru muncul pelaku usaha baru di sektor transportasi daring. Kehadiran Grab Bike membawa inovasi dalam layanan transportasi darat berbasis kendaraan roda dua, yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan ojek konvensional. Melalui aplikasi online, konsumen dapat lebih mudah mengakses layanan transportasi ini. Berdasarkan hasil observasi di lima titik kumpul, sejumlah pengemudi ojek pangkalan menyatakan bahwa setelah beralih menjadi pengemudi Grab Bike, pendapatan mereka cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena jangkauan konsumen menjadi lebih luas berkat sistem aplikasi, di samping keuntungan lain yang diberikan perusahaan, seperti program bonus untuk mitra Sejalan dengan pendapat Samuelson & Nordhous . 2:157, dalam Jati, 2019:. , kondisi ekonomi seseorang dapat diukur melalui konsep pendapatan, yaitu jumlah total uang yang diterima individu atau rumah tangga dalam periode Kehadiran Grab Bike di Mamuju tidak hanya memberi peluang kerja baru bagi masyarakat, tetapi juga menawarkan alternatif layanan transportasi yang lebih praktis bagi konsumen. Meski demikian, kenaikan harga BBM tetap berpengaruh pada tingkat pendapatan pengemudi, karena biaya operasional yang dikeluarkan semakin Di sisi lain, tingginya kebutuhan Grab terhadap mitra pengemudi membuka peluang bagi masyarakat Mamuju untuk bergabung. Berdasarkan keterangan dari Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 285 Kantor Grab Mamuju, jumlah pengemudi Grab Bike mencapai 125 orang. Profesi ini kini menjadi salah satu mata pencaharian baru di Kabupaten Mamuju. masyarakat menjadikannya pekerjaan utama, sementara yang lain memilihnya sebagai pekerjaan sampingan. Fleksibilitas waktu, keterampilan dasar mengendarai sepeda motor atau mobil, serta kemudahan dalam memenuhi syarat administrasi membuat profesi pengemudi Grab semakin diminati. Berdasarkan data yang diperoleh dari pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju, perkembangan jumlah pengemudi dapat dilihat lebih lanjut pada tabel Tabel 2 Data Pendapatan Pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju Pendapatan No. Nama Hari/Tanggal Sebelum BBM Naik Sesudah BBM Naik Muhlis Sabtu, 29 Juli 2023 Najamuddin Sabtu, 29 Juli 2023 000 Ae 90. Abd. Rasyid Sabtu, 29 Juli 2023 250. 000 Ae 300. Muh. Indra Sabtu, 29 Juli 2023 100. 000 Ae 200. Akbar Sabtu, 29 Juli 2023 150. 000 Ae 200. Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa pendapatan para driver Grab Bike di Kabupaten Mamuju mengalami penurunan setelah adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Misalnya. Bapak Muhlis yang sebelumnya memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp120. 000,00 per hari, kini hanya memperoleh sekitar Rp100. 000,00. Hal serupa juga dialami oleh Bapak Najamuddin, yang semula memiliki pendapatan bersih Rp100. 000,00 per hari, menurun menjadi Rp70. 000,00AeRp90. 000,00. Bapak Abd. Rasyid mengalami penurunan paling signifikan. dari pendapatan bersih Rp250. 000,00AeRp300. 000,00 per hari sebelum kenaikan BBM, kini hanya tersisa sekitar Rp150. 000,00. Sementara itu. Bapak Muh. Indra yang sebelumnya dapat menghasilkan Rp100. 000,00AeRp200. 000,00 per hari, setelah kenaikan BBM pendapatannya cenderung stagnan di kisaran Rp100. 000,00. Demikian pula Bapak Akbar Rp150. 000,00AeRp200. 000,00, pendapatannya relatif stabil di angka Rp150. 000,00, meski ruang kenaikan menjadi lebih terbatas. Fakta ini memperlihatkan bahwa kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap penurunan pendapatan para pengemudi Grab Bike. Kondisi ini terjadi karena meningkatnya biaya operasional yang harus ditanggung driver, sementara tarif perjalanan tidak serta-merta menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penulis memilih judul penelitian AuPengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak Terhadap Pendapatan Grab Bike di Kabupaten MamujuAy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 286 mana kenaikan harga BBM memengaruhi tingkat pendapatan pengemudi Grab Bike di wilayah tersebut. Tinjauan Pustaka Bahan Bakar Minyak (BBM) Berdasarkan Pasal 1 ayat . Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, minyak bumi didefinisikan sebagai hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berbentuk fasa cair atau padat. Definisi ini mencakup aspal, lilin mineral atau ozokerit, dan bitumen yang diperoleh melalui proses penambangan, tetapi tidak termasuk batubara maupun endapan hidrokarbon padat lain yang dihasilkan dari kegiatan di luar usaha minyak dan gas bumi. Lebih lanjut. Pasal 1 ayat . menjelaskan bahwa gas bumi adalah hasil proses alami berupa hidrokarbon dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berbentuk fasa gas yang diperoleh dari penambangan migas. Sementara itu, menurut Pasal 1 ayat . Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah bahan bakar yang berasal dari minyak bumi, baik langsung maupun hasil olahannya. Dengan demikian. BBM memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Pengertian Pendapatan Menurut Samryn . , pendapatan adalah kenaikan aktiva atau pengurangan kewajiban yang timbul dari penyerahan barang atau jasa dalam rangka kegiatan komersial perusahaan. Pendapatan juga dapat dipahami sebagai total penerimaan usaha dalam jangka waktu tertentu. Butarbutar . mendefinisikan pendapatan sebagai hasil yang diperoleh seseorang sebagai imbalan atas usaha yang dilakukan. Senada dengan itu. Baridwan . menyatakan bahwa pendapatan . merupakan aliran masuk aktiva atau pelunasan utang suatu badan usaha selama periode tertentu, yang bersumber dari penyerahan barang, pemberian jasa, atau aktivitas utama usaha. Dari berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendapatan adalah hasil atau imbalan, baik berupa uang maupun bukan uang, yang diperoleh seseorang atau perusahaan dari suatu kegiatan usaha dalam periode tertentu. Teori dan Hukum Permintaan Menurut Gilarso . , dalam ilmu ekonomi istilah permintaan . merujuk pada hubungan antara jumlah suatu barang yang ingin dan mampu dibeli konsumen dengan tingkat harga barang tersebut, dalam jangka waktu tertentu, dengan asumsi kondisi lain tetap sama . eteris paribu. Ramadani . menambahkan bahwa hukum permintaan menjelaskan adanya hubungan negatif antara harga dengan jumlah barang yang diminta. Artinya, apabila harga naik, jumlah barang yang diminta akan menurun. sebaliknya, apabila harga turun, jumlah barang yang diminta akan meningkat. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 287 Dengan kata lain, hukum permintaan menyatakan: AuSemakin rendah harga, semakin besar jumlah barang yang diminta. dan semakin tinggi harga, semakin kecil jumlah barang yang diminta. Ay Hukum ini berlaku dengan asumsi faktor-faktor lain dianggap tetap. Perilaku Konsumen Menurut Rambi . , perilaku konsumen adalah studi mengenai bagaimana individu, kelompok, maupun organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan membuang barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Perilaku ini tidak hanya mencakup produk nyata, tetapi juga jasa maupun ide. Victor et al. menegaskan bahwa model ekonomi tentang perilaku konsumen didasarkan pada asumsi rasionalitas, yaitu konsumen dianggap selalu membuat keputusan pembelian yang rasional demi memperoleh kepuasan maksimal. Pengertian Harga Harahap . 2:10Ae. menjelaskan bahwa harga merupakan aspek penting dalam setiap proses produksi, terutama terkait penentuan harga jual barang atau jasa yang ditawarkan produsen. Dalam arti sempit, harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan konsumen untuk memperoleh suatu produk atau jasa. Sejalan dengan itu. Dedi Purwana dan Nur Hidayat menekankan bahwa harga adalah salah satu unsur paling fleksibel dalam bauran pemasaran . arketing Harga yang tidak ditentukan dengan tepat dapat mengakibatkan produk tidak laku di pasaran. Oleh karena itu, pelaku usaha harus mampu menetapkan harga minimum yang sesuai bagi konsumen, dengan mempertimbangkan tujuan bisnis dan kondisi pasar. Metode Analisis Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Mamuju dengan lokasi yang dipilih berdasarkan data dan informasi terkait pengemudi ojek online Grab Bike yang menjadi objek penelitian. Lokasi pengumpulan data dipusatkan di Kantor Grab yang beralamat di BTN Graha Mandala serta di beberapa titik kumpul pengemudi Grab di sekitar Kabupaten Mamuju. Kegiatan penelitian berlangsung sejak bulan Juni 2024 hingga Oktober 2024. Jenis penelitian ini menggunakan data kuantitatif. Menurut Sugiyono . , data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan melalui proses scoring. Data kuantitatif cenderung tertata dengan rapi, sehingga lebih mudah diolah, dibaca, dan dianalisis. Dalam penelitian ini, data kuantitatif diperoleh dari jumlah populasi, sampel penelitian, perhitungan kuesioner, serta hasil pengolahan data penelitian. Sumber data mengacu pada pendapat Sinambela . 1:185Ae. yang membedakan antara data primer dan data Data primer merupakan data asli yang diperoleh langsung dari responden melalui penyusunan instrumen penelitian berupa kuesioner yang kemudian diisi oleh pengemudi Grab Bike dan diolah secara mandiri untuk Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 288 menjawab permasalahan penelitian. Sementara itu, data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak lain, baik yang sudah diolah maupun dipublikasikan, seperti struktur organisasi, jumlah pengemudi Grab Bike, serta literatur berupa informasi dari media cetak maupun daring. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu observasi, dokumentasi, studi kepustakaan, dan kuesioner. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung aktivitas pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data dari laporan dan dokumen resmi Kantor Grab. Studi kepustakaan dilakukan dengan menelaah referensi buku, jurnal, skripsi, dan sumber lain yang relevan dengan variabel Adapun kuesioner disusun dengan menggunakan skala Likert, mulai dari skala 1 . angat setuj. hingga skala 5 . angat tidak setuj. , yang diedarkan kepada pengemudi Grab Bike untuk mengukur variabel kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pendapatan. Uji keabsahan data dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas terhadap instrumen penelitian. Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui tingkat konsistensi instrumen dengan bantuan program statistik SPSS. Selanjutnya, analisis regresi linear sederhana digunakan sebagai alat prediksi untuk melihat hubungan antara variabel independen (X), yaitu kenaikan harga BBM, dengan variabel dependen (Y), yaitu pendapatan Grab Bike. Selain itu, uji t atau uji parsial digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variabel kenaikan harga BBM terhadap pendapatan pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju. Hasil dan Pembahasan Letak Geografis Kabupaten Mamuju secara astronomis terletak antara 1A38Ao110AoAo Ae 2A54Ao552AoAo Lintang Selatan dan 110A54Ao47AoAo Ae 130A5Ao35AoAo Bujur Timur, yang menempatkannya di bagian selatan garis khatulistiwa. Wilayah ini memiliki batas-batas administratif yang jelas, yakni di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Mamuju Tengah, di sebelah timur dengan Provinsi Sulawesi Selatan, di sebelah selatan dengan Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa, serta di sebelah barat berbatasan langsung dengan Selat Makassar. Secara keseluruhan. Kabupaten Mamuju memiliki luas wilayah 4. 954,57 kmA yang terbagi ke dalam 11 kecamatan. Meskipun memiliki wilayah yang cukup luas, hingga pertengahan tahun 2013 akses transportasi masyarakat masih relatif terbatas. Kehadiran Grab Bike sejak pertengahan tahun 2014 kemudian menjadi salah satu alternatif transportasi modern yang praktis, cepat, efisien, serta berbasis aplikasi daring, sehingga memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat di Kabupaten Mamuju. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 289 Demografi Responden Tabel 3 Demografi Responden Penelitian Grab Bike di Kabupaten Mamuju Karakteristik Usia Pendidikan Pengeluaran BBM per Bulan Pendapatan Bulanan Kategori Jumlah . Persentase (%) 18 Ae 30 tahun 33,68 31 Ae 40 tahun 50,53 41 Ae 65 tahun 15,79 SD/Sederajat 6,31 SMP/Sederajat 11,58 SMA/Sederajat 43,16 Sarjana (S. 38,95 Rp300. 000 Ae Rp700. 4,21 Rp800. 000 Ae Rp1. 17,89 Rp1. 000 Ae Rp1. 37,90 > Rp1. 40,00 Rp1. 000 Ae Rp2. 10,53 Rp3. 000 Ae Rp4. 51,58 Rp5. 000 Ae Rp6. 21,05 > Rp6. 16,84 Berdasarkan Tabel 4. 1, karakteristik responden penelitian yang berjumlah 95 orang pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju menunjukkan variasi yang cukup beragam. Dari segi usia, mayoritas responden berada pada kelompok 31Ae40 tahun sebanyak 48 orang atau sekitar 50,53%. Kelompok usia ini dapat dikategorikan sebagai usia produktif dengan tingkat mobilitas tinggi. Sementara itu, responden berusia 18Ae30 tahun berjumlah 32 orang . ,68%) dan sisanya berusia 41Ae65 tahun sebanyak 15 orang . ,79%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju berasal dari kelompok usia produktif yang relatif masih memiliki stamina tinggi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi aplikasi daring. Dilihat dari tingkat pendidikan, responden terbanyak adalah lulusan SMA atau sederajat, yakni sebanyak 41 orang . ,16%). Kemudian, 37 orang . ,95%) merupakan lulusan sarjana (S. , sedangkan lulusan SMP sebanyak 11 orang . ,58%), dan lulusan SD atau sederajat sebanyak 6 orang . ,31%). Hal ini mengindikasikan bahwa profesi sebagai pengemudi Grab Bike tidak hanya diminati oleh kalangan menengah bawah, tetapi juga oleh lulusan perguruan tinggi yang mungkin menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan. Dari aspek pengeluaran BBM per bulan, responden terbanyak berada pada kategori pengeluaran lebih dari Rp1. 000 per bulan, yaitu sebanyak 38 orang . ,00%). Disusul oleh kategori Rp1. 000AeRp1. 000 dengan 36 orang . ,90%). Sementara itu, 17 orang . ,89%) menghabiskan Rp800. 000AeRp1. 000, dan hanya 4 orang . ,21%) yang pengeluarannya relatif kecil, yakni Rp300. 000AeRp700. Data ini menggambarkan bahwa sebagian besar pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju harus mengalokasikan biaya operasional BBM dalam jumlah cukup besar, yang tentunya sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga BBM. Selanjutnya, dari sisi pendapatan bulanan, sebagian besar responden memiliki penghasilan antara Rp3. 000AeRp4. 000 sebanyak 49 orang . ,58%). Sebanyak 20 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 290 orang . ,05%) berpendapatan Rp5. 000AeRp6. 000, dan 16 orang . ,84%) berpenghasilan di atas Rp6. Hanya 10 orang . ,53%) yang berpendapatan relatif rendah, yakni Rp1. 000AeRp2. 000 per bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun biaya operasional cukup tinggi, profesi pengemudi Grab Bike tetap mampu memberikan pendapatan yang layak, bahkan bagi sebagian besar responden mampu menghasilkan penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Mamuju. Secara keseluruhan, gambaran demografi responden penelitian ini memperlihatkan bahwa pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju mayoritas berasal dari kelompok usia produktif, memiliki latar pendidikan menengah hingga tinggi, dengan pengeluaran operasional BBM yang cukup besar, namun tetap memperoleh pendapatan yang dapat dikategorikan layak. Hal ini menguatkan relevansi penelitian terkait dampak kenaikan harga BBM terhadap pendapatan pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju. Uji Deskriptif Uji deskriptif dilakukan untuk melihat gambaran umum tanggapan responden terhadap variabel kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pendapatan pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju. Data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis berdasarkan kategori skala Likert, meliputi sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Pada variabel kenaikan harga BBM (X), tanggapan responden menunjukkan kecenderungan tinggi pada kategori setuju hingga sangat setuju. Pada pernyataan X1. yang menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM membuat pengemudi Grab Bike tidak mendapatkan keuntungan, sebanyak 62,10% responden menyatakan setuju, sedangkan 27,37% menyatakan sangat setuju. Hanya 10,53% responden yang kurang setuju. Rata-rata skor sebesar 4,17 menunjukkan bahwa mayoritas responden merasakan penurunan keuntungan akibat kenaikan harga BBM. Selanjutnya, pada pernyataan X1. 2 mengenai kenaikan harga BBM yang tidak membuat pelanggan tertarik dengan promo aplikasi Grab Bike, 56,84% responden menyatakan setuju dan 38,95% sangat setuju. Hanya 4,21% responden yang kurang setuju. Dengan rata-rata skor 4,35, hal ini mengindikasikan bahwa promosi dari aplikasi tidak cukup efektif dalam mengimbangi dampak kenaikan harga BBM. Pada pernyataan X1. 3, responden menilai bahwa penetapan tarif yang tinggi tidak membuat harga BBM menurun dari waktu ke waktu. Sebanyak 62,10% responden setuju dan 33,68% sangat setuju, sementara hanya 4,21% yang kurang setuju. Rata-rata skor 4,29 memperkuat persepsi bahwa tarif tinggi tidak berdampak pada harga BBM yang tetap Kemudian, pernyataan X1. 4 mengenai kenaikan harga BBM yang tidak menjamin penerimaan pengemudi meningkat mendapat tanggapan 54,74% setuju, 36,84% sangat setuju, dan 8,42% kurang setuju. Nilai rata-rata skor 4,28 menunjukkan bahwa meskipun harga BBM naik, hal itu tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan pengemudi. Terakhir, pada pernyataan X1. 5 bahwa kenaikan harga BBM membuat pengemudi mencapai keuntungan yang ditargetkan, mayoritas responden tetap memberikan penilaian positif dengan 56,84% setuju dan 43,16% sangat setuju. Skor rata-rata 4,43 menegaskan bahwa meskipun terdapat kenaikan harga BBM, sebagian pengemudi masih mampu menyesuaikan diri untuk mencapai target pendapatan melalui intensitas kerja atau strategi operasional yang lebih baik. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 291 Sementara itu, untuk variabel pendapatan Grab Bike (Y), tanggapan responden juga menunjukkan kecenderungan tinggi pada kategori setuju dan sangat setuju. Pada pernyataan Y1. 1 bahwa mengemudi Grab Bike memengaruhi penghasilan bulanan, sebanyak 52,63% responden sangat setuju dan 24,21% setuju, sementara 23,16% kurang Rata-rata skor 4,29 menunjukkan bahwa profesi ini benar-benar berkontribusi pada penghasilan bulanan. Pada pernyataan Y1. 2 mengenai pekerjaan pengemudi yang ditentukan oleh jarak dan waktu, 41,05% responden sangat setuju, 35,79% setuju, dan 23,16% kurang setuju, dengan rata-rata skor 4,18. Hal ini menandakan bahwa jarak tempuh dan durasi kerja menjadi faktor penting yang menentukan pendapatan harian maupun Pernyataan Y1. 3 tentang kontribusi pekerjaan Grab Bike dalam meringankan biaya pendidikan memperoleh 62,10% setuju dan 37,89% sangat setuju. Tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju, dengan rata-rata skor 4,38. Artinya, pendapatan dari Grab Bike dianggap cukup membantu pemenuhan biaya pendidikan Pada pernyataan Y1. 4 mengenai pendapatan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, 55,79% responden setuju dan 40,00% sangat setuju, hanya 4,21% yang kurang setuju. Dengan skor rata-rata 4,36, terlihat bahwa mayoritas pengemudi mengandalkan pendapatannya dari Grab Bike untuk kebutuhan rumah tangga seharihari. Terakhir, pernyataan Y1. 5 mengenai meningkatnya permintaan pelanggan yang menambah penghasilan pengemudi mendapat tanggapan paling positif. Sebanyak 52,63% responden sangat setuju, 43,16% setuju, dan hanya 4,21% kurang setuju, dengan skor rata-rata tertinggi yaitu 4,48. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen yang tinggi benar-benar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan Secara keseluruhan, hasil uji deskriptif ini memperlihatkan bahwa kenaikan harga BBM memberikan dampak yang nyata terhadap keuntungan dan pendapatan pengemudi Grab Bike. Walaupun beban operasional meningkat, pengemudi masih dapat menyesuaikan diri untuk menjaga target pendapatan, terutama ketika terjadi peningkatan permintaan pelanggan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa faktor eksternal berupa kenaikan harga BBM dan faktor permintaan pelanggan menjadi variabel utama yang menentukan fluktuasi pendapatan pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju. Hasil Uji SPSS Dalam penelitian ini digunakan empat jenis pengujian statistik yang dianggap relevan, yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linear sederhana, serta uji koefisien korelasi dan determinasi. Uji Validitas Uji validitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pernyataan dalam kuesioner mampu mengukur variabel penelitian. Kriteria pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai r-hitung dengan r-tabel. Jika nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel, maka butir pernyataan dinyatakan valid, sedangkan jika lebih kecil maka dinyatakan tidak Tabel berikut menyajikan hasil uji validitas: Tabel 4 Hasil Uji Validitas No Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan X1. 0,375 0,1698 Valid X1. 0,667 0,1698 Valid X1. 0,855 0,1698 Valid Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 292 No Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan X1. 0,612 0,1698 Valid X1. 0,807 0,1698 Valid Y1. 0,842 0,1698 Valid Y1. 0,871 0,1698 Valid Y1. 0,721 0,1698 Valid Y1. 0,743 0,1698 Valid 10 Y1. 0,782 0,1698 Valid Berdasarkan hasil pengujian, seluruh item pernyataan memiliki nilai r-hitung > r-tabel . ,1. Dengan demikian, semua item dalam kuesioner dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi instrumen penelitian dalam mengukur suatu variabel. Pengujian dilakukan dengan melihat nilai CronbachAos Alpha. Instrumen dinyatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,60 (Ghozali, 2012:. Tabel 5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Batas Keterangan Kenaikan Harga BBM (X) 0,643 0,60 Reliabel Pendapatan Grab Bike (Y) 0,775 0,60 Reliabel Hasil ini menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,60, sehingga instrumen penelitian dapat dinyatakan reliabel atau konsisten. Uji Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen kenaikan harga BBM (X) terhadap variabel dependen pendapatan Grab Bike (Y). Jumlah responden penelitian adalah 95 orang dengan dua variabel, sehingga diperoleh nilai t-tabel sebesar 1,66159 . f = N Ae k Ae 1 = 95 Ae 1 Ae 1 = . Tabel 6 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana (Uji . Unstandardized Coefficients (B) Model (Constan. Std. Error Standardized Coefficients (Bet. Sig. 9,141 2,888 3,165 0,002 Kenaikan Harga BBM 0,583 (X) 0,134 0,412 4,362 0,000 Dari tabel di atas, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y=9,141 0,583X e Interpretasi: Nilai konstanta sebesar 9,141 menunjukkan bahwa jika variabel kenaikan harga BBM dianggap konstan . , maka pendapatan pengemudi Grab Bike berada pada angka 9,141 satuan. Koefisien regresi sebesar 0,583 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan harga BBM akan meningkatkan pendapatan pengemudi Grab Bike sebesar 0,583 satuan, dengan asumsi variabel lain konstan. Nilai signifikansi . ,000 < 0,. dan t-hitung . ,362 > 1,66. menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengemudi Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 293 Grab Bike di Kabupaten Mamuju. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima (H1 diterima. H0 ditola. Koefisien Korelasi (R) dan Determinasi (RA) Uji korelasi dilakukan untuk melihat keeratan hubungan antara variabel X dan Y. Sedangkan uji determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Tabel 7 Hasil Koefisien Korelasi (R) dan Determinasi (RA) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,825 0,781 0,732 1,896 Hasil uji korelasi menunjukkan nilai R = 0,825, yang termasuk dalam kategori hubungan sangat kuat antara kenaikan harga BBM dan pendapatan Grab Bike. Sementara itu, nilai R Square = 0,781 berarti bahwa kenaikan harga BBM mampu menjelaskan variasi pendapatan pengemudi Grab Bike sebesar 78,1%, sedangkan sisanya 21,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Pembahasan Pembahasan hasil penelitian ini merupakan penjelasan terhadap temuan data yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara variabel independen dan variabel dependen, yaitu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap pendapatan pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, dengan nilai t-hitung 4,362 lebih besar dari t-tabel 1,66159. Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga BBM berpengaruh nyata terhadap pendapatan pengemudi Grab Bike. Kenaikan harga BBM secara langsung meningkatkan biaya operasional yang harus ditanggung pengemudi. Karena sebagian besar penghasilan mereka digunakan untuk pembelian bahan bakar, kenaikan harga menyebabkan pengeluaran meningkat, sehingga pendapatan bersih menurun. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pengemudi untuk menyesuaikan tarif layanan, karena tarif ditentukan oleh perusahaan Grab, bukan oleh pengemudi secara individu. Akibatnya, dampak kenaikan BBM lebih banyak ditanggung oleh pengemudi, bukan dialihkan kepada Jika kenaikan harga BBM tidak diimbangi dengan penyesuaian tarif layanan, maka pengemudi Grab Bike akan mengalami penurunan pendapatan bersih. Sebagian pengemudi mungkin mencoba mengurangi jam kerja atau mencari alternatif pekerjaan lain untuk menutupi kekurangan pendapatan. Dalam kondisi tertentu, upaya mitigasi dapat dilakukan, misalnya melalui pemberian subsidi, insentif khusus, atau pengoptimalan rute perjalanan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Apabila kenaikan harga BBM hanya bersifat sementara, maka dampaknya mungkin dapat disesuaikan dalam jangka Namun, jika kenaikan bersifat permanen, perusahaan penyedia layanan transportasi daring perlu mempertimbangkan perubahan struktur tarif dan model bisnis agar pendapatan pengemudi tetap terjaga. Dengan demikian, dampak kenaikan harga BBM terhadap pendapatan pengemudi merupakan kombinasi dari faktor meningkatnya biaya operasional, kebijakan tarif, serta perubahan pola permintaan pengguna jasa Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 294 Lebih lanjut, hasil uji korelasi memperlihatkan nilai R sebesar 0,825, yang termasuk dalam kategori hubungan sangat kuat antara kenaikan harga BBM dan pendapatan pengemudi Grab Bike. Nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 78,1% menunjukkan bahwa variasi pendapatan pengemudi Grab Bike dapat dijelaskan oleh kenaikan harga BBM, sementara sisanya 21,9% dipengaruhi faktor lain seperti kebijakan tarif perusahaan, intensitas permintaan layanan, atau faktor eksternal lain seperti kondisi ekonomi daerah. Hubungan ini dapat dikatakan bersifat negatif, artinya semakin tinggi harga BBM, semakin rendah pendapatan bersih yang diterima pengemudi, kecuali terdapat penyesuaian kebijakan tarif atau kompensasi tambahan dari perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan teori yang dikemukakan oleh Kamal . yang menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak memiliki dampak luas terhadap perekonomian, termasuk terhadap pendapatan pekerja sektor transportasi. Penelitian ini juga sejalan dengan temuan Hersi Andani. Supiyan, dan Zainal Aqli . yang menemukan pengaruh signifikan kenaikan harga BBM terhadap pendapatan pengemudi Grab Bike di Kota Palangka Raya. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa kenaikan harga BBM berimplikasi langsung terhadap kesejahteraan pengemudi transportasi daring, termasuk di Kabupaten Mamuju. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbukti berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengemudi Grab Bike di Kabupaten Mamuju. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari batas 0,05, serta nilai t-hitung 4,362 yang lebih besar dari t-tabel 1,66159. Dengan demikian, kenaikan harga BBM berimplikasi nyata terhadap menurunnya pendapatan bersih pengemudi. Selain itu, hasil penelitian juga memperlihatkan adanya korelasi yang sangat kuat antara kenaikan harga BBM dan pendapatan pengemudi Grab Bike, dengan nilai korelasi sebesar 0,825. Nilai R Square sebesar 0,781 atau 78,1% mengindikasikan bahwa variasi pendapatan pengemudi Grab Bike dapat dijelaskan oleh kenaikan harga BBM, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Berdasarkan kesimpulan tersebut, terdapat beberapa saran yang dapat Penyesuaian tarif layanan agar lebih mencerminkan kenaikan biaya bahan bakar penting dilakukan untuk menjaga kestabilan pendapatan pengemudi, meskipun perlu dipastikan agar kenaikan tarif tetap dalam batas wajar sehingga tidak menurunkan minat pelanggan. Pihak penyedia layanan juga dapat mempertimbangkan pemberian bonus atau insentif berbasis performa bagi pengemudi yang mencapai target tertentu, sehingga motivasi dan pendapatan mereka tetap terjaga. Selain itu, dukungan berupa pelatihan pengelolaan biaya operasional dan strategi efisiensi penggunaan BBM juga sangat relevan. Misalnya, melalui edukasi tentang teknik berkendara yang hemat energi, seperti menghindari akselerasi maupun pengereman mendadak, sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dampak negatif kenaikan harga BBM terhadap pendapatan pengemudi Grab Bike dapat diminimalkan, sekaligus mendukung keberlanjutan layanan transportasi daring di Kabupaten Mamuju. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8 . | 295 Daftar Pustaka