Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika p - ISSN 2654-4539 e Ae ISSN 2654-8720 Vol. 3 No. Mei 2021 Page 120 of 131 Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Materi Bilangan Real Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Bagi Peserta Didik Kelas X APHP-3 Semester Gasal SMK Negeri 2 Slawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Rusmiasih Guru SMK Negeri 2 Slawi Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemui dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika di SMK Negeri 2 Slawi kelas X APHP3. Pada kondisi awal, proses pembelajaran matematika berjalan kurang optimal. Siswa tampak kurang antusias untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan tidak mengalami pembelajaran bermakna dan hal ini berujung pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar materi bilangan real pada siswa kelas X APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi semester gasal tahun pelajaran 2019/2020. Sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas X APHP-3 sejumlah 30 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap pelaksanaan satu siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Alat pengumpulan data berupa soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa pada materi bilangan real dan lembar pengamatan yang berisi hasil pengamatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran materi bilangan real berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar materi bilangan real pada siswa kelas X APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Prosentase aktivitas belajar meningkat dari 65,83% pada siklus I menjadi 80,83% pada siklus II dan prosentase ketuntasan hasil belajar klasikal meningkat dari 63,33% pada siklus I menjadi 90,00 % pada siklus II. Kata Kunci : teams games tournament, aktivitas belajar, hasil belajar, materi bilangan real PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memliki kekuatan spriritual keagamaa, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang-Undang No. Tahun 2003 pasal 1 ayat . Sesuai mengembangkan potensi peserta didik adalah proses pembelajaran yang berbasis aktivitas dimana peserta didik berperan secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru. Matematika salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada pendidikan dasar dan menengah. Dalam pedoman terdapat elemen perubahan pada menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran, pendidik hendaknya menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan Pengajaran ini dimulai dari hal-hal konkret dan dilanjutkan ke hal Pembelajaran diarahkan agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta memiliki sikap kegunaannya dalam kehidupan. Matematika merupakan mata pelajaran yang memerlukan cara berpikir keras sehingga guru hendaknya menggunakan strategi pembelajaran yang menyenangkan agar dapat menurunkan ketegangan Akan dilaksanakan secara konvensional dimana peserta hanya menerima saja apa yang disampaikan oleh pendidik, urutan penyajian bahan dimulai dari abstrak ke konkret perkembangan kognitif peserta didik yang masih di tingkat rendah. Kelemahan tersebut selaras dengan anggapan bahwa matematika itu Anggapan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah matematika yang dialami peserta didik membosankan dan tidak Peserta cenderung bosan jika pelajaran matematika hanya berupa menulis dan mengerjakan soal yang Selain itu, suasana kelas yang tegang dan terlalu serius terhadap pembelajaran matematika. Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap kelas X APHP-3 cenderung pasif dalam proses Ketergantungan peserta didik masih tinggi terhadap menyebabkan proses pembelajaran berlangsung satu arah dan peserta didik masih ragu dan takut untuk menyampaikan pendapat maupun pertanyaan kepada guru. Kenyataan ini menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu perlu dikembangkan model melibatkan peserta didik secara lebih aktif baik secara fisik maupun mental agar peserta didik tertarik dengan mata pelajaran matematika sehingga dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. Bukti bahwa hasil belajar peserta didik masih rendah dapat dilihat dari nilai ulangan harian . es formati. yang diperoleh peserta Jumlah peserta didik kelas X APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi di awal Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020 adalah 30 peserta didik, peserta didik yang telah mencapai KKM sebanyak 14 siswa atau 46,67 % sedangkan sisanya sebanyak 16 siswa atau 53,33 % belum mencapai KKM. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa sebesar 80 dan terendah 50 dengan rerata 65,33. Padahal KKM mata pelajaran matematika untuk SMK Negeri 2 Slawi adalah 75, maka rerata peserta didik tersebut belum KKM ditetapkan oleh sekolah. Data menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar secara klasikal 46,67 % . ondisi awa. yang berarti hasil belajar peserta didik masih di baeah criteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan sebesar 80 % . ondisi idea. dari jumlah peserta didik di kelas tersebut yang mencapai nilai hasil belajar individual Ou 75. Oleh karena itu terjadi kesenjangan ketuntasan hasil belajar antara kondisi awal dengan kondisi ideal 80% - 46,67% = 53,33 %. Hal ini yang menjadi perhatian peneliti pemecahannya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournamen. Pada penelitian ini akan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournamen. yang berisi game akademik yang diharapkan mampu mendorong semua anggota kelompok untuk terlibat dalam pengerjaan tugas Dalam TGT, setiap peserta didik ditempatkan dalam satu kelompok yang terdiri dari rendah, sedang dan tinggi (Huda, 211:. Melalui pembelajaran tersebut, peserta didik yang berkemampuan rendah dapat berperan aktif dalam pembelajaran melalui kelompoknya. Bertolak tersebut di atas maka peneliti AuPeningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Bilangan Real Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Bagi Peserta Didik Kelas X APHP3 Semester Gasal SMK Negeri 2 Slawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Ay Rumusan Masalah Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan di atas, dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Bagaimanakah keaktifan peserta didik kelas X APHP-3 semester gasal SMK Negeri 2 Slawi tahun pelajaran 2019/2020 pada saat mengikuti pembelajaran materi bilangan real kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT)? Bagaimanakah peningkatan hasil belajar materi bilangan real Teams Games Tournament (TGT) bagi peserta didik kelasX APHP-3 semester gasal SMK Negeri 2 Slawi tahun pelajaran 2019/2020 ? Seberapa aktivitas dan hasil belajar klasikal materi bilangan real pada siswa kelas X APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi semester gasal tahun 2019/2020 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) ? belajar siswa merupakan unsur dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berpikir sebagai suatu rangkaian (Sardiman, 2001: . Belajar yang berhasil harus melalui berbagai macam aktifitas, baik aktifitas fisik maupun sesuatu, bermain maupun bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya Siswa yang memiliki aktifitas psikis . adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau banyak berfungsi dalam rangka Keaktifan kegiatan belajar tidak lain adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Mereka aktif persoalan atau segala sesuatu yang mereka hadapi dalam proses Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aktif berarti giat . Keaktifan diartikan sebagai hal atau keadaan dimana siswa dapat aktif. Rousseau (Sardiman, menyatakan bahwa setiap orang yang belajar harus aktif sendiri, tanpa ada aktifitas proses pembelajaran tidak Thorndike mengemukakan keaktifan belajar siswa dalam belajar dengan hukum Aolaw of exerciseAo-nya menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya latihan-latihan dan Mc Keachie prinsip keaktifan mengemu kakan bahwa individu merupakan Aumanusia belajar yang aktif selalu ingin tahuAy (Dimyati, 2009:. Segala pengetahuan harus diperoleh dengan pengamatan sendiri, pengalaman sendiri, penyelidikan sendiri dengan Tujuan Penelitian Tujuan penelitian tindakan kelas ini Untuk mengetahui peningkatan keaktifan peserta didik kelas X APHP-3 semester gasal SMK Negeri 2 Slawi tahun pelajaran 2019/2020 pada saat mengikuti pembelajaran materi bilangan real Teams Games Tournament (TGT) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar materi bilangan real Teams Games Tournament (TGT) bagi peserta didik kelas X APHP-3 semester gasal SMK Negeri 2 Slawi tahun pelajaran 2019/2020 Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan aktivitas dan hasil belajar klasikal materi bilangan real bagi siswa kelas XAPHP-3 SMK Negeri 2 Slawi semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 pembelajaran kooperatif tipeTeams Games Tournament (TGT). Kajian Teori Keaktifan Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan Keaktifan fasilitas yang diciptakan sendiri, baik secara rohani maupun teknik. Salah satu penilaian proses pembelajaran adalah melihat sejauh mana keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Nana Sudjana . menyatakan keaktifan siswa dapat dilihat dalam hal : . turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. terlibat dalam pemecahan masalah. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan . Melaksanakan diskusi kelompok seuai dengan petunjuk . Menilai kemampuan hasil-hasil . Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang . Kesemapatan menggunakan atau menerapkan apa yang diperoleh dalam menyelesaikan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan keaktifan siswa dapat dilihat dari berbagai hal seperti memperhatikan . isual activitie. , mendengarkan, berdiskusi, kesiapan siswa, bertanya, keberanian siswa, mendengarkan, memecahkan soal . ental activitie. Materi Bilangan Real Salah satu materi yang dianggap sulit oleh peserta didik kelas X adalah materi bilangan real. Materi ini terdiri dari bilangan berpangkat, bentuk akar dan . Sifat-sifat bilangan berpangkat . antara lain : a n = a m n = a mOen . ) = a a Oen = . Sifat-sifat bilangan bentuk akar antara lain : p = b pa ab = a b a c C b c = ( a C . c a c b c a c Oeb c a c b c a c Oeb c . Sifat-sifat logaritma antara lain: log b log c= log( ax. EbE a log b Oe a log c = a log E E EcE log b = n. = b a log b m = . a log b log b. log c. log d = log d a log b = x Metode TGT (Teams Games Tournamen. Pengertian Model TGT Model kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournamen. adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang melibatkan aktivitas seluruh peserta didik tanpa harus ada perbedaan Semua peserta didik akan kelompoknya sebagai juara sehingga akan ada banyak aktivitas belajar materi bilangan real dalam proses belajar Robert Slavin . menyatakan bahwa Teams Games Tournament pada mulanya diciptakan oleh John Hopkins dikembangkan oleh Davis De vries dan Keith Edwards. Model TGT adalah suatu model pembelajaran yang didahului pembelajaran oleh guru dan diakhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta didik. Setelah itu, peserta didik pindah ke kelompok masing-masing menyelesaikan pertanyaan Ae masalahmasalah yang diberikan oleh Sebagai ganti dari tes tertulis, setiap peserta didik akan bertemu seminggu sekali pada meja turnamen dengan tiga rekan dari kelompok lain untuk kelompoknya dengan kelompok lain Au (Nur Asma, 2006:. Slavin menyatakan AuSecara umum. TGT sama saja , dengan STAD, kecuali satu hal : TGT akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan akademik individu, dimana para peserta didik berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim yang lain yang kinerja akademik merekaAy. Sejalan dengan pendapat Miftahul Huda . menyatakan : AuTGT mirip dengan STAD dalam hal komposisi kelompok, format Bedanya jika STAD fokus pada komposisi kelompok berdasarkan kemampuan ras. TGT umumnya fokus hanya pada level kemampuan saja. Selain itu STAD, digunakan adalah kuis, maka dalam TGT istilah tersebut biasanya berganti menjadi game akademikAu. Model kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournamen. adalah berbasis sosial dimana peserta rendah, sedang dan tinggi dikelompokkan menjadi satu kelompok kemudian para peserta didik berlomba dalam game kelompoknya dengan wakil kelompok yang lain yang kinerja akademik sebelumnya setara seperti mereka. Game akademik adalah suatu permainan yang dirancang untuk menciptakan perlombaan atau kompetisi antar peserta didik terkait pemahaman peserta didik atas materi yang telah dipelajari. METODE PENELITIAN Setting Penelitian TempatPenelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Slawi. Jalan Jenderal Ahmad Yani Slawi Kabupaten Tegal telepon . 491284 Waktu Penelitian Kegiatan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Slawi pada semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 pada bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan November 2019. Adapun jadwal kegiatan penelitian dalam tabel berikut : Tabel 1: Jadwal kegiatan Kegiatan Agt 19 kooperatif tipe TGT (TeamsGames Tournamen. materi bilangan real untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Sumber Data Penelitian ini menggunakan sumber data yaitu : Sumber Data Primer Sept19 Okt19 Nov19 Mingguke 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Perencanaan Tindakan PraSiklus Siklus I Siklus II Pengamatan Siklus I Siklus II Refleksi Siklus I Siklus II Penyusunan Laporan PTK Subjek dan Objek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah peserta didik kelas X APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 30 peserta didik dengan rincian tidak ada peserta didik putra . dan putri 30 peserta didik. Peserta didik kelas APHP-3 penelitian didasarkan pertimbangan masih rendahnya aktivitas dan hasil belajar pada kelas tersebut. Dengan criteria ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan pada tahun pelajaran 2019/2020 sebesar 80%. Sedangkan objek penelitian adalah pada kelas X APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020 Sumber data primer yang dikumpulkan dari hasil belajar peserta didik materi bilangan real yang berupa nilai tes yang telah dikerjakan peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder diperoleh dari hasil observasi yang telah dilakukan oleh teman sejawat . selamat indakan Teknik Pengumpulan Data Dalam menggunakan 2 macam yaitu teknik tes dan teknik observasi. Teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada materi bilangan real yang berupa nilai tes saat prasiklus, siklus I maupun siklus II dan teknik observasi aktivitas peserta didik selama proses kegiatan pembelajaran materi bilangan real berlangsung baik saat prasiklus, siklus I maupun siklus II. Alat Pengumpulan Data Alat meliputi butir soalt es yang mengetahui hasil belajar peserta didik pada materi bilangan real saat prasiklus, siklus I maupun siklus II. Sedangkan lembar pengamatan berisi hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung sebagai alat untuk mengetahui aktivitas peserta didik selama proses bilangan real berlangsung baik saat prasiklus, siklus I maupun siklus II. Validasi Data Validasi data digunakan untuk memperoleh data hasil penelitian yang valid dan akurat. Data primer yang berupa hasil tes divalidasi dengan cara melakukan validasi butir soal dengan cara menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan kompetensi dasar. Sedangkan data sekunder yang berupa hasil observasi dan refleksi yang dilakukan secara kolaboratif untuk memperoleh informasi yang akurat dan dikritisi dalam tahap Analisis Data Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa hasil ulangan harian materi bilangan real yang dianalisis menggunakan diskripsi membandingkan nilai tes awal . langan pertam. dan tes antar siklus dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Dari hasil ulangan harian dianalisis nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rerata keas, banyak peserta didik yang tuntas, banyak peserta didik yang belum tuntas dan ketuntasan Semua hasil analisis tersebut dsajikan dalam bentuk tabel dan grafik sehingga lebih menarik dan mudah dibaca. Data kualitatif berupa data informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang langkah-langkah yang dilakukan peneliti selama melaksanakan kegiatan belajar pembelajaran kooperatif tipe TGT (TeamsGames Tournamen. Informasi juga dilaukan untuk memotret aktivitas peserta didik selama pembelajaran. Teknik Analisis Data Penelitian tindakan kelas ini mengumpulkan dua jenis data untuk selanjutnya dua data tersebut Analisis kedua data tersebut antara lain: Data Hasil Belajar Hasil belajar yang diukur dengan instrument tes hasilnya kemudian dianalisis untuk diketahui jumlah nilai masing-masing peserta didik, nilai tertinggi, nilai terendah, nilai rata-rata dan ketuntasan belajar Data Hasil Observasi Hasil observasi terhadap aktivitas dan perilaku peserta didik dalam pembelajaran Cooperative Learning diukur dengan menggunakan lembar Hasil observasi kemudian dianalisis untuk diketahui jumlah skor perolehan semua indicator observasi dan dipresentasikan. Hasil presentase selanjutnya ditetapkan kriterianya. Terdapat empat criteria aktivitas peserta didik dalam pembelajaran pada penelitian ini sebagaimana ditunjukkan pada tabel sebagai berikut: Kriteria Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik KriteriaAktivit Persentase Peseradidik 80,00 SangatAktif 100,00 70,00 - 79,75 Aktif 60,00 - 69,75 Kurang Aktif < 60,00 Tidak Aktif HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Deskripsi Kondisi Awal Pada kondisi awal, peneliti melaksanakan pembelajaran dengan metode ceramah yang dilanjutkan Pembelajaran ceramah ini mengakibatkan hasil belajar pesertadidik rendah, aktivitas dalam pembelajaran pun rendah. Sebagai alternatif pemecahan masalah terhadap rendahnya aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran materi bilangan real pada peserta didik kelasX APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi semester gasal 2019/2020 digunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipeTGT (TeamsGames Tournamen. Hasil akhir observasi terhadap aktivitas peserta didik dalam pembelajaran, diperoleh data bahwa rata-rata aktivitas peserta didik pada pembelajaran kondisi awal adalah sebesar46,67%. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik dalam pembelajaran tersebut masih rendah atau peserta didik tidak aktif dalam Rendahnya aktivitas peserta didik dalam pembelajaran kecenderungan hasil belajar yang juga rendah. Analisis nilai tes hasil belajar pembelajaran matematika tersebut diperoleh hasil belajar yang diperoleh peserta didik belum merata seperti ditunjukkan pada indicator ketuntasan belajar klasikal yang baru mencapai 14 peserta didik atau 46,67 Sehingga upaya menggunakan pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament. layak untuk digunakan dalam melakukan penelitian tindakan kelas ini. Deskripsi Siklus I Siklus I dilaksanakan pada bulan September 2019 masingmasing 2 jam pelajaran tiap pertemuan , dengan alokasi waktu setiap 1 jam pelajaran selama 45 Siklus I sebanyak 3 kali pelaksanaan sebagai berikut : TatapMu Hari/ Tanggal JumAoat, 2 Jam 13 Sep JumAoat, 2 Jam 20 Sep JumAoat, 2 Jam 27 Sep Perte- Aloka Waktu Ruan Kelas APH P-3 APH P-3 APH P-3 Hasil akhir observasi terhadap aktivitas peserta didik dalam pembelajaran diperoleh data bahwa rata-rata aktivitas peserta didik pada pembelajaran siklus I adalah sebesar 65,83 %. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik dalam pembelajaran tersebut masih rendah dan peserta didik masih kurang aktif dalam pembelajaran. Rendahnya aktivitas peserta didik dalam pembelajaran tersebut berdampak terjadinya kecenderungan hasil belajar yang juga rendah. Peserta didik mulai antusias dan pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari analisis lembar pengamatan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament. sebesar 65,83 . ktif dibandingkan dengan kondisi awal yaitu sebesar 46,67% ( kurang aktif ) dan juga ditunjukan dari rata-rata perilaku peserta didik mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 46,66 % ( tidak aktif ) menjadi 70,00 %( aktif ) pada siklus Dilihat dari sisi proses dan hasil belajar yang diperoleh peserta didik peningkatan nilai hasil belajar peserta didik berupa nilai rata-rata sebesar 71,33 apabila dibandingkan dengan kondisi awal sebesar 65,33. 2 jam 2 jam JumAoat, 11 Oktober JumAoat, 18 Oktober APHP3 APHP3 Hasil terhadap aktivitas peserta didik dalam pembelajaran diperoleh data bahwa rata-rata aktivitas peserta didik pada pembelajaran siklus II adalah 80,83 % kategori Aktif. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik dalam pembelajaran tersebut sudah aktif dan ini sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dilihat dari sisi proses dan hasil belajar yang diperoleh peserta didik peningkatan nilai hasil belajar peserta didik berupa nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 90,00 % apabila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya sebesar 63,33 % pada siklus I. Pembahasan Antar Siklus Deskripsi data hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan baik pada kondisi awal maupun kedua siklus sebagaimana diuraikan pada deskripsi di atas dapat disampaikan perbandingan hasil penelitian antar siklus sebagai berikut : Deskripsi Siklus II Siklus II dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 masing-masing 2 jam pelajaran tiap pertemuan, dengan alokasi waktu setiap 1 jam pelajaran selama 45 menit. Siklus II sebanyak 3 kali pertemuan dengan jadwal, sebagai berikut : Hasil Observasi Aktivitas Belajar Aktivitas peserta didik dalam menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik, hasil-hasil pengamatan aktivitas peserta didik Tabel 6. Jadwal Pelaksanaan Siklus II dicatat dan perbandingkan antar Pertemuan Alokasi Tatap Muka Ruang pengamatan. Peningkatan aktivitas KeWaktu Hari/Tanggal Kelas peserta didik terbesar diperoleh pada JumAoat, 4 2 jam Oktober APHP- mendengarkan penjelasan dariguru, dimana pada kondisi awal sebesar 66,67%, pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 76,67 % dan pada siklus II menjadi 83,33%. Pada indikator peserta didik menanyakan hal-hal yang belum dipahami , dimana pada kondisi awal 40,00 %, pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 66,67 % dan siklus II menjadi 76,66 %. Pada indikator peserta didik mau menjawab pertanyaan dari guru, dimana pada kondisi awal hanya 33,33 %, pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 50,00% dan siklus II menjadi 73,33 %. Pada indikator peserta didik aktif mengerjakan tugas-tugas dari guru, dimana pada kondisi awal hanya 46,66 %, pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 70,00 % dan siklus II menjadi 90,00 Secara rinci peserta didik observasi aktivitas peserta didik yang dilanjutkan dengan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil bilangan real dapat diambil simpulan sebagai berikut: Model pembelajaran kooperatif TGT (Teams Games Tournament. meningkatkan aktivitas peserta didik kelas X APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 dalam kompetensi bilangan real hal ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas peserta didik dari kondisi awal 46,67 % kategori tidak aktif, pada siklus I sebesar 65,83% meningkat di siklus II dengan ratarata aktivitas sebesar 80,83 % termasuk dalam kategori aktif. Hasil Observasi Nilai Tes Hasil Belajar Peserta Didik . Model pembelajarankooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament. terbukti dapat meningkatlan hasil belajar peserta didik kelas X APHP-3 SMK Negeri 2 Slawi semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 pada pembelajaran matematika kompetensi bilangan real hal ini ditandai dengan meningkatnya hasil belajar dari kondisi awal dengan presentase ketuntasan belajar46,67% menjadi 63,33 % pada siklus I dan 90,00% pada siklus II. Penilaian hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran diobservasi menggunakan tes tertulis, hasil-hasil Peningkatan hasil belajar peserta didik diperoleh pada kondisi awal nilai rata-rata 65,33 dengan jumlah peserta didik tuntas 14, pada siklus I nilai rata-rata 71,33 dengan jumlah pesertadidik tuntas 19, pada siklus II nilai rata-rata 88,50 dan jumlah pesertadidik tuntas berjumlah 27. Secara rinci besarnya peningkatan nilai hasil belajar peserta didik pada setiap siklusnya Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan pada bab DAFTAR PUSTAKA