JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DALAM MENGATASI KEMACETAN DI KUTA Emma Ratna Sari Moedy Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta Ae Denpasar email: emmamoedy@gmail. Abstak-Dasar hukum pengelolaan pariwisata menjadi pijakan bagi pelaksanaan pengelolaan daerah wisata, tata ruang dan transportasi yang dapat menunjang suatu daerah wisata. Peran pemerintah dalam mengembangkan pariwisata secara garis besarnya adalah menyediakan infrastruktur . idak hanya dalam bentuk fisi. , memperluas berbagai bentuk fasilitas, kegiatan koordinasi antara aparatur pemerintah dengan pihak swasta, pengaturan, dan promosi umum ke daerah lain maupun ke luar negeri. Pemerintah mempunyai otoritas dalam pengaturan, penyediaan, dan peruntukan berbagai infrastruktur yang terkait dengan kebutuhan Tidak hanya itu, pemerintah bertanggung jawab dalam menentukan arah yang dituju perjalanan pariwisata. Kebijakan yang ditempuh pemerintah merupakan panduan bagi stakeholder yang lain di dalam memainkan peran masing-masing. Saat ini pelayanan transportasi publik belum dapat memberikan jaminan pelayanan yang baik. Persentase pengguna transportasi publik sangatlah sedikit, bahkan kurang dari angka 3%. Sebagian terbesar para pengguna jalan menggunakan transportasi pribadi, terutama sepeda motor yang kepemilikannya melampaui Pengenalan dan pengembangan transportasi publik massal melalui Bus Rapid Transit (BRT) yang diberi label Trans Sarbagita adalah salah satu bentuk upaya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas melalui penyediaan palayanan transportasi publik yang lebih baik. Dampaknya adalah akan makin banyak/luas wilayah yang dapat dilayani oleh transportasi Saat ini wilayah-wilayah yang tidak terlayani akan tetap menghasilkan pengguna transportasi pribadi dan akan selalu menjadi sumber kemacetan. Kata kunci: pelayanan publik, kebijakan publik ABSTRACT-The legal basis of tourism management becomes the basis for the implementation of the management of tourist areas, spatial planning and transportation that support a tourist area. The role of the government in developing tourism in outline is to provide infrastructure . ot only in physical for. , expand various forms of facilities, coordinate activities between government officials and the private sector, regulate and promote the general to other regions and abroad. The government has the authority to regulate, supply and designate various infrastructures related to tourism needs. Not only that, the government is responsible for determining the direction of tourism travel. The policy adopted by the government is a guide for other stakeholders in playing their respective roles. At present public transportation services have not been able to guarantee good services. The percentage of users of public transportation is very small, even less than 3%. The majority of road users use private transportation, especially Emma Ratna Sari Moedy JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 motorcycles whose ownership exceeds 70%. The introduction and development of mass public transportation through Bus Rapid Transit (BRT) labeled Trans Sarbagita is one form of efforts to overcome traffic congestion through the provision of better public transportation services. The impact is that more and more areas will be served by public transportation. At present unserved areas will continue to produce private transportation users and will always be a source of traffic key word:public services, good governance kemacetan yang semakin parah sebagai efek Pendahuluan Bali sebagai destinasi wisata favorit dari makin meningkatnya angka kunjungan Indonesia dan dunia memiliki cukup banyak wisatawan ke Kuta, maka diperlukan usaha tempat-tempat untuk menata kembali kawasan Kuta, baik dari segi tata ruang, transportasi . tamanya destinasi wisata paling favorit bagi para transportasi publi. dan kepariwisataannya. Pengelolaan tata ruang dilakukan, utamanya untuk pembangunan jalan baru akan banyak wisatawan untuk mengunjungi Pulau Bali mengalami kendala. Tingginya biaya untuk khususnya ke wilayah Kuta, membuat akses jalan menuju dan keluar dari Kuta sering tantanganyang tidak mudah, apalagi bagi kali macet. Dinas Infokom dan Perhubungan daerah Kuta dengan bangunan fisik yang Provinsi Bali, menyebutkan bahwa jumlah Kuta Tingginya Hal kendaraan bermotor di Pulau Bali mencapai 5,1 juta unit. Dari jumlah itu yang terdeteksi dilakukan adalah pembenahan tranportasi bernomor polisi Bali hanya sebanyak 3 juta publik, sebagai bagian dari pelayanan Dari angka 2,1 juta kendaraan bermotor menyebutkan public services menjadi salah Bali Alwi Hasyim Batubara satu ukuran dalam penerapan kinerja good wisatawan yang datang mengunjungi Bali governance karena memiliki indikator yang . ttp://suaradewata. com/read/2016/04/01/20 jelas kemanfaatannya oleh semua pihak baik 1604010011/Di-Bali-Kendaraan-Bermotor- itu negara hadir sebagai pelayan masyarakat Capai-5-Juta-Unit. termasuk pula publik secara umum, karena Upaya guna mengantisipasi masalah muara dari segala kegiatan dan program Emma Ratna Sari Moedy JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 pemerintah daerah tercermin pada seberapa Perihal faktor kualitas dan kuantitas baik kualitas pelayanan yang diberikannya transportasi publik menjadi perlu dikaji jika untuk masyarakat . ttp://repository. ingin mengatasi makin tingginya kepadatan /bitstream/123456789/17995/1/adkmei2006- lalu-lintas di daerah wisata Kuta. Daerah 3 . pdf,diakses 8 Desember 2. Kuta yang bukan hanya destinasi wisata Acuan menyusun serta menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang internasional,seharusnya dapat diterapkan oleh Pemerintahan Daerah transportasi publik berskala internasional Provinsi Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota sebagai salah satu ukuran kinerja Pemda tercantum pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang petunjuk teknis penyusunan dan penetapan standar pelayanan minimal berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor Tahun Pedoman Penyusunan Penerapan Standar Pelayanan Minimal, yang meliputi: . Jenis pelayanan dasar yang berpedoman pada SPM, . Indikator dan nilai SPM, . Batas waktu pencapaian SPM. Saat ini telah ada transportasi publik Salah satu ukuran dalam melihat kinerja pemerintah adalah dengan melihat pada kualitas pelayanan publik. Selama ini kinerja pemerintah dikaitkan dengan birokrat yang mana mengejar protected job security, guna mendapatkan bayaran bulanan yang teratur dan pensiun yang cukup nyaman ketimbang sumber daya manusia berdedikasi yang menghadirkan public goods berkualitas. Memiliki etos bekerja yang sangat hati-hati, membuta pada peraturan, hanya bekerja di tantangan (Muhammad: 2008, . Konsep yang beroperasi di sekitaran Kuta namun New dapat beroperasi maksimal karena teknik-teknik yang dilaksanakan pada sektor masih minimnya penumpang. Keengganan privat ke dalam sektor publik sebagai upaya masyarakat beralih dari transportasi pribadi untuk dapat meningkatkan ke transportasi publik disebabkan oleh faktor kenyamanan, keamanan, konektifitas yang Ingraham dinilai masih rendah, ketidaktepatan jadwal kuncinya sebenarnya pada pengembangan keberangkatan, dan biaya tinggi tranportasi kapasitas manajemen organisasi sebagai Emma Ratna Sari Moedy Public Management efisiensi dan Kneedler JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 kunci penjelas untuk kinerja (Muhammad: juga tujuan adalah potensi keberhasilan 2008, 3-. Dengan semakin menurunnya implementasi (Widodo, 2013: . kepercayaan publik pada pemerintah, terlihat dari sikap warga negara yang tidak percaya pemerintah karena kinerjanya yang buruk. Dalam berbasis Dynamic Policy Analysis, kebijakan publik dirancang dengan mendasarkan diri Dibutuhkan dedikasi pada kebijakan yang telah ditetapkan. Keberhasilan terhadap kebijakan bukan hanya tentang jumlah, keahlian atau pengetahuaan pelaksana dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya, namun juga kemauan pelaku kebijakan di dalam pelaksanaan kebijakan. Kemauan, keinginan dan kecendrungan pelaku kebijakan dalam melaksanakan kebijakan dengan sungguhsungguh melakukan pemikiran ulang atas desain kebijakan publik yang telah ada. Dibutuhkan alternatif kebijakan yang kreatif dan adaptif terhadap perubahan lingkungan kebijakan secara tepat dan cepat serta pelibatan aktif publik dalam mendefinisikan suatu masalah. Konsep ini bersangkutan dengan sinergitas analisis kebijakan dengan publik, privat, dan pemerintah (Indiahono, 2009: 56 dan . Penerimaan terhadap standar dan II. Tinjauan Kebijakan mengatasi Undang-undang ini dibuat salah satunya Kemacetan dan Pelayanan Transportasi Publik di Kuta integral dari pembangunan nasional yang Persoalan kemacetan yang mengiringi pesatnya pertumbuhan lokasi wisata pantai Kuta, dapat dianalisis dari aspek: Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia terpadu, berkelanjutan, dan bertanggung Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 dilakukan secara sistematis, terencana. Nomor perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat, kelestarian dan mutu lingkungan hidup, serta kepentingan nasional. Emma Ratna Sari Moedy JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 Peraturan Daerah Provinsi ISSN: 2620-5173 Daerah untuk lebih diarahkan kepada upaya Tingkat I Bali Nomor 16 Tahun 2009 pelestarian budaya dan lingkungan hidup. tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2009 Nomor 16. Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali Nomor . Dalam Pasal 22 dari Perda ini mengatur tentang Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi Darat. Selanjutnya pada ada pasal 25 diatur tentang: perda ini disebutkan tentang Kawasan desa/kelurahan pengembangan secara bertahap sistem terpadu angkutan umum dalamnya terdapat potensi daya tarik massal antar kota dan Kawasan Metropolitan ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas pariwisata serta aktivitas sosial budaya pusat-pusat pariwisata secara terbatas serta aktivitas Emma Ratna Sari Moedy kawasan pariwisata yang telah ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas namun pengembangannya sangat dibatasi pengembangan kebijakan untuk khusus pariwisata dalam bentuk mendukung perwujudan kepariwisataan, menekan pemanfaatan terminal di dalamnya terdapat potensi daya tarik sosial budaya masyarakat yang saling maupun kawasan perdesaan. wilayah administrasi desa/kelurahan yang antar kota, kawasan perkotaan KDTWK, berada dalam geografis satu atau lebih terpadu dan terintegrasi baik adalah kawasan strategis pariwisata yang Sarbagita menggunakan energi terbarukan. Kawasan Daya Tarik Wisata Khusus, . Pengembangan angkutan umum strategis pariwisata yang berada dalam kualitas pelayanan angkutan umum Pariwisata didefinisikan sebagai kawasan Peningkatan Dasar menjadi pijakan penting bagi pelaksanaan pengelolaan daerah wisata, tata ruang, dan JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 transportasi yang menunjang suatu daerah besar menjadikan pembangunan transportasi Pemerintah memiliki peran dalam publik ini harus diperjuangkan. pengembangan pariwisata. Peran pemerintah di dalam mengembangkan pariwisata secara garis besar adalah menyediakan infrastruktur . idak saja dalam bentuk fisi. , memperluas berbagai bentuk fasilitas-fasilitas, kegiatan koordinasi antar aparatur pemerintah dengan pihak swasta, pengaturan sekaligus promosi umum ke daerah lain maupun ke luar negeri. Pemerintah pengaturan, penyediaan, dan peruntukan berbagai infrastruktur yang terkait dengan Tidak menentukan arah yang dituju perjalanan Kebijakan stakeholder yang lain di dalam memainkan peran masing-masing. Pemerintah sejauh mungkin bisa mengikutsertakan masyarakat setempat dan stakeholder lainnya dalam perencanaan dan pengembangan. Sudah saatnya Bali memiliki sistem transportasi publik berkelas internasional, agar cocok dengan citra Bali di dunia Kalkulasi ekonomis pembangunan transportasi publik berkelas internasional memang memerlukan biaya yang sangat Namun, kemanfaatannya yang sangat Sebelumnya. Gubernur Bali I Made Mangku Pastika Lokakarya Pengembangan Transportasi Perkotaan, 20 November pengembangan transportasi publik menjadi keniscayaan bagi sebuah kota metropolitan yang kebanyakan tersandera terkait masalah Pengembangan transportasi oleh pemda sering terhambat oleh kebutuhan investasi yang cukup besar. Pemprov Bali Rp60,3 miliar pada tahun-tahun mendatang untuk pengembangan transportasi publik. Adapun pada 2015, kebutuhannya lebih kecil, yaitu Rp54,6 miliar. Perbandingan kebutuhan investasi di Surabaya untuk pengembangan transportasi publik mencapai Rp6,42 triliun pada 2014 sampai 2016. Sementara itu. Pemkot Surabaya sendiri hanya mampu menyediakan pembiayaan sebesar Rp2,74 triliun. Provinsi Bali memiliki persoalan Untuk transportasi darat, bila dilihat dari skala makro, ada dua kondisi umum yang perlu mendapatkan perhatian. Pertama adalah yang terkait dengan kondisi lalu lintas . dan kedua adalah kondisi Emma Ratna Sari Moedy JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 Saat ini pelayanan Sehingga transportasi publik menjadi transportasi publik belum dapat memberikan pilihan utama selain kendaraan pribadi, jaminan pelayanan yang baik. Persentase sekaligus membudayakannya di tengah- pengguna transportasi publik sangat sedikit, tengah masyarakat. Transportasi publik yang bahkan kurang dari 3%. Sebagian terbesar telah ada dapat dimaksimalkan pelayanan, transportasi pribadi, terutama sepeda motor terjangkau, aksesabilitas, dan keamanannya sehingga orang tertarik menggunakannya. Pengenalan Masalah kemacetan sudah mengakar transportasi publik massal melalui Bus di daerah pariwisata. Penyebabnya sangat Rapid Transit (BRT) yang diberi label Trans kompleks sehingga dibutuhkan penanganan Sarbagita adalah salah satu bentuk upaya yang komprehensif jadi tidak hanya diatasi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dari satu sisi saja. Sinergi pemerintah, melalui penyediaan pelayanan transportasi swasta dan masyarakat sangat dibutuhkan publik yang lebih baik (Bisnis: 2. agar dunia transportasi Bali ke depan harus Dampaknya adalah akan makin banyak atau dapat memberijaminan terhadap kelancaran, luas wilayah yang dapat dilayani transportasi kepastian, kenyamanan, keterjangkauan, dan Saat ini wilayah-wilayah yang tidak keselamatan yang lebih baik. Hal ini hanya terlayani akan tetap menghasilkan pengguna akan dicapai apabila konsep perencanaannya transportasi pribadi dan akan selalu menjadi benar, pelaku-pelaku . bersatu sumber kemacetan. Pemerintah harus segera padu, kebijakan pemerintah mendukung, menyediakan investasi dalam transportasi ketaatan masyarakat tinggi dan penerapan Jika pilihan untuk bertransportasi enforcement yang tegas. Kontinuitas dan cukup banyak dan terjangkau maka secara keterpaduan antarmoda transportasi juga merupakan bagian yang menjadi syarat untuk menjadikan tingkat kualitas yang lebih Dengan demikian akan dapat dicapai transportasi publik termasuk di daerah efektivitas dan efisiensi yang pada akhirnya akan dapat mendukung upaya mengatasi Pemerintah berperan mengedukasi masyarakat akan pentingnya transportasi Emma Ratna Sari Moedy Persoalan menyangkut lalu lintas JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 cerminandari wajah Bali sebagai destinasi Alternatif terbaik di dalam mengatasi wisata dunia. Bali harus belajar dari daerah kemacetan tersebut dapat menjadi sebuah lain di Indonesia, maupun kota-kota besar di transportasinya, tentu saja diadaptasi dengan elemen stakeholders mulai dari pemerintah kondisi sosial budaya masyarakat Bali, sebagai pengambil kebijakan, pelaku usaha sehingga mampu menentukan alternatif pariwisata, wisatawan, masyarakat lokal dan yang baik pengadaan transportasi publik, investor tentu dengan tetap mempertahankan khususnya di daerah rawan kemacetan budaya dan kearifan lokal Bali. Kuta. DAFTAR PUSTAKA