Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Digitalisasi Sistem Daycare sebagai Solusi Penguatan Layanan Pengasuhan di Daycare Citra Iman Vitriani 1. Edi Ismanto*2. Ajeng Safitri3 Pendidikan Informatika. Universitas Muhammadiyah Riau Psikologi Islam. Universitas Muhammadiyah Riau email: vitriani@umri. id, edi. ismanto@umri. id, ajengsafitri@umri. Abstract This community service program aims to implement a digital daycare system as an effort to improve the quality of childcare services at Daycare Citra Iman. The implementation stages included needs analysis, system design, web/mobile-based application development, caregiver training, as well as system deployment and evaluation. The needs assessment revealed that documentation of child development, attendance recording, and communication with parents were previously conducted manually, leading to irregular record-keeping and delays in information delivery. The developed digital daycare system integrates features such as attendance tracking, daily activity logs, documentation uploads, health notes, and a parent information dashboard. Training provided to 13 caregivers resulted in a significant increase in digital literacy, as reflected in the improvement of pre-test scores . Ae. to post-test scores . Ae. System implementation contributed to enhanced workflow efficiency, improved documentation accuracy, and more effective communication between the daycare and parents. Overall, the digitalization initiative has strengthened the governance of childcare services at Daycare Citra Iman, elevated the digital competencies of caregivers, and established a replicable model for other childcare institutions seeking to adopt sustainable digital transformation. Keywords: Daycare Digitalization. Childcare Information System. Digital Transformation. Caregiver Digital Literacy. Enhancement of Childcare Services. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan digitalisasi sistem daycare sebagai upaya peningkatan kualitas layanan pengasuhan di Daycare Citra Iman. Proses pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi digital berbasis web/mobile, pelatihan guru asuh, serta implementasi dan evaluasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses dokumentasi perkembangan anak, absensi, dan komunikasi dengan orang tua sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan ketidakteraturan pencatatan dan keterlambatan informasi. Sistem daycare digital yang dikembangkan memuat fitur absensi, catatan harian, dokumentasi kegiatan, catatan kesehatan, dan dashboard informasi orang tua. Pelatihan yang diberikan kepada 13 guru asuh menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor pre-test dari rentang 57Ae66 menjadi 81Ae92 pada post-test. Implementasi sistem juga meningkatkan efisiensi alur kerja pengasuhan, akurasi pendokumentasian, serta efektivitas komunikasi antara daycare dan orang Secara keseluruhan, digitalisasi terbukti mampu memperkuat tata kelola layanan pengasuhan di Daycare Citra Iman, meningkatkan literasi digital tenaga pengasuh, serta menyediakan model yang dapat direplikasi oleh lembaga pengasuhan lainnya dalam mengadopsi transformasi digital secara Kata Kunci: Digitalisasi Daycare. Sistem Informasi Pengasuhan. Transformasi Digital. Literasi Digital Pengasuh. Peningkatan Layanan Pengasuhan. PENDAHULUAN Pelayanan pengasuhan anak usia dini di daycare memegang peranan penting dalam mendukung perkembangan kognitif, sosial, https://doi. org/10. 37859/jpumri. dan emosional anak. Tantangan operasional seperti pencatatan aktivitas anak, manajemen staf, komunikasi dengan orang tua, serta administrasi yang belum terstruktur masih p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 sering ditemukan di berbagai lembaga Kondisi ini berdampak pada efektivitas layanan dan kualitas pengasuhan yang diberikan kepada anak . Selain itu, lembaga pengasuhan untuk meninjau kembali sistem layanan yang digunakan, agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan orang tua dan anak . Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan signifikan pada sektor pendidikan anak usia dini dan layanan pengasuhan. Teknologi meningkatkan kualitas komunikasi antara pengasuh dan orang tua, mendukung pendokumentasian perkembangan anak secara lebih sistematis, serta memperkuat manajemen layanan secara keseluruhan . Berbagai studi juga menunjukkan bahwa integrasi teknologi pembelajaran dan sistem pendukung digital membantu tenaga pendidik dan pengasuh dalam menyesuaikan metode pengasuhan, memperbaiki alur transparansi pelaporan kepada orang tua . Digitalisasi dalam layanan daycare mencakup pengembangan sistem informasi manajemen anak, aplikasi komunikasi orang tua, modul absensi dan kesehatan, serta Implementasi digitalisasi terbukti dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperbaiki akurasi pencatatan pada lembaga pengasuhan anak . Laporan industri terbaru menunjukkan bahwa penggunaan childcare management software terus meningkat karena manfaat nyata dalam penjadwalan, billing, laporan kepatuhan, serta peningkatan keterlibatan keluarga dengan layanan daycare . Selain itu, perkembangan kajian terkait digital play dan penggunaan teknologi dalam pendidikan anak usia dini menegaskan bahwa teknologi yang diterapkan secara tepat dapat memberikan nilai tambah pada proses pembelajaran dan pengasuhan anak . Berdasarkan kegiatan pengabdian ini merancang dan menerapkan digitalisasi sistem daycare pada Daycare Citra Iman untuk memperkuat Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 manajemen layanan, meningkatkan kualitas dokumentasi perkembangan anak, serta mempercepat komunikasi orang tuaAe Implementasi ini mencakup identifikasi kebutuhan, pengembangan fitur inti, sosialisasi tenaga pengasuh, hingga evaluasi dampak awal pada pelayanan. Program digitalisasi ini diharapkan mampu memberikan alur layanan yang lebih efisien, transparan, dan terstandar sesuai kemajuan teknologi terkini . Ae. METODE PENGABDIAN Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan pendampingan teknologi yang pengasuhan di Daycare Citra Iman. Metode pelaksanaan disusun secara sistematis, dimulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi hasil. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa proses digitalisasi sejalan dengan rekomendasi penelitian terbaru mengenai pengembangan sistem transformasi digital pada layanan pendidikan anak usia dini . Ae. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian di tampilkan pada Gambar 1. Gambar 1. Metode Pengabdian https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Analisis Kebutuhan penggunaan . , . Tahap awal dilakukan melalui observasi langsung terhadap alur operasional daycare serta wawancara dengan pengelola dan guru Analisis ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan anak, absensi, catatan kesehatan, serta mekanisme komunikasi dengan orang tua. Pendekatan ini mengikuti prinsip user-centered needs assessment yang menekankan pentingnya menggali kebutuhan dan hambatan pengguna sebelum merancang . Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar proses masih dilakukan secara manual sehingga keterlambatan distribusi informasi. Pelatihan Guru Asuh dan Pengelola Perancangan Sistem Digital Daycare Setelah sistem diuji dan pelatihan diberikan, digitalisasi mulai diterapkan dalam aktivitas harian daycare. Tim PKM memberikan pendampingan intensif selama menyelesaikan kendala teknis, memantau penggunaan, dan menyesuaikan fitur apabila Pendekatan pendampingan ini keberhasilan implementasi teknologi baru dan meningkatkan tingkat penerimaan pengguna . , . Berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan, tim menyusun rancangan sistem digital yang sesuai dengan konteks operasional Daycare Citra Iman. Perancangan meliputi struktur fitur, alur navigasi, hak akses pengguna, dan mekanisme penyimpanan data. Desain awal dituangkan dalam bentuk flowchart, diagram proses, dan mockup antarmuka. Proses ini dilakukan secara iteratif sambil melibatkan rekomendasi penelitian mengenai pentingnya partisipasi pengguna dalam desain sistem informasi layanan anak . , . Pengembangan Sistem Digital Tahap berikutnya adalah pengembangan sistem daycare berbasis web/mobile yang dokumentasi foto, catatan kesehatan, dan kanal komunikasi dengan orang tua. Pembangunan menggunakan model iteratif sehingga setiap versi dapat diuji dan diperbaiki berdasarkan masukan pengguna. Integrasi database dilakukan untuk memastikan data tersimpan secara aman, terstruktur, dan mudah diakses. Model ini mengikuti tren pengembangan sistem daycare modern yang menekankan fleksibilitas, keamanan data, dan kemudahan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Pelatihan diberikan kepada guru asuh dan pengelola daycare agar mereka mampu mengoperasikan sistem secara mandiri. Materi pelatihan mencakup penggunaan fitur harian, cara menginput data anak, prosedur dokumentasi kegiatan, serta praktik menjaga keamanan data digital. Pelatihan melibatkan demonstrasi langsung, simulasi penggunaan, dan diskusi kasus. Pendekatan ini mengikuti temuan penelitian yang menekankan pentingnya peningkatan literasi digital tenaga pengasuh dalam mendukung keberhasilan adopsi sistem digital di layanan anak usia dini . Implementasi dan Pendampingan Evaluasi Pelaksanaan Evaluasi kuesioner kepuasan pengguna, wawancara terstruktur, dan analisis kelengkapan data harian sebelum dan sesudah digitalisasi. Kuesioner diberikan kepada guru asuh dan orang tua untuk menilai kemudahan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Evaluasi mengacu pada metode user digunakan dalam penelitian teknologi pendidikan dan pengasuhan anak . Ae . HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Daycare Citra Iman berhasil menghasilkan sistem daycare digital yang p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 secara signifikan mendukung efisiensi layanan pengasuhan. Daycare Citra Iman memiliki 13 guru asuh yang terlibat dalam proses observasi, perancangan, pelatihan, hingga implementasi sistem. Keterlibatan langsung para guru asuh berperan penting dalam memastikan sistem digital benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional harian. Hasil Analisis Kebutuhan Observasi awal menemukan bahwa aktivitas pencatatan masih dilakukan secara manual, termasuk absensi anak, laporan Guru membutuhkan sistem yang sederhana, cepat, dan bisa diakses melalui perangkat mobile. Permasalahan seperti risiko kehilangan data, format pencatatan yang bervariasi, dan keterlambatan distribusi informasi menjadi dasar perlunya digitalisasi. Temuan ini kemudian diterjemahkan menjadi rancangan fitur yang relevan dan responsif. Tampilan Awal Sistem Kemudahan Akses Pada tampilan login (Gambar . , sistem menampilkan antarmuka sederhana yang memungkinkan pengguna memilih peran sebelum masuk ke dashboard. Penyederhanaan tampilan ini membantu guru asuh yang bekerja secara mobile, sehingga proses autentikasi dapat dilakukan lebih cepat dan tidak mengganggu kegiatan Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Kepraktisan tampilan login ini menjadi poin penting karena digunakan setiap hari sebelum guru asuh memulai kegiatan Dashboard Sistem Daycare Dashboard (Gambar dirancang sebagai pusat kendali untuk guru asuh dan pengelola. Di dalamnya terdapat menu absensi anak, input laporan harian, unggah foto dokumentasi, rekam kesehatan, hingga fitur komunikasi dengan orang tua. Gambar 3. Tampilan Dashboard Sistem Struktur navigasi yang terorganisasi memudahkan guru asuh berpindah antar fitur tanpa kesulitan. Selama pengujian, guru asuh menyatakan bahwa dashboard terasa familiar dan tidak membingungkan menggunakan sistem digital. Penggunaan Fitur Laporan Harian Absensi Fitur absensi digital memberikan peningkatan efisiensi yang signifikan. Guru asuh hanya perlu menekan satu tombol untuk menandai kehadiran anak. Fitur laporan harian memungkinkan dokumentasi kegiatan disimpan secara otomatis ke dalam basis data dan dapat dibagikan kepada orang tua pada hari yang sama. Perubahan ini menggantikan metode lama yang memerlukan penulisan manual dan pelaporan tidak terstruktur. Hasil Pelatihan Pengelola Gambar 2. Tampilan Login Sistem Daycare Guru Asuh Pelatihan penggunaan sistem digital diberikan kepada seluruh 13 guru asuh dan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 pengelola Daycare Citra Iman. Untuk menilai efektivitas pelatihan, dilakukan pengukuran tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert 1Ae5 yang mencakup empat aspek: . pemahaman fitur sistem, . kemampuan melakukan input data, . pemahaman keamanan data digital, dan . kenyamanan menggunakan sistem dalam aktivitas harian. Pada Gambar 3 terlihat suasana pelatihan. Gambar 3. Kegiatan elatihan Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih memiliki tingkat pemahaman rendah hingga sedang dengan nilai rata-rata 2,38. Guru asuh terutama mengalami kesulitan pada aspek input data dan penggunaan menu dokumentasi harian. Setelah sesi pelatihan melalui demonstrasi langsung, simulasi penggunaan, serta pendampingan praktik, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata 4,41. Tabel 1 menampilkan hasil pre-test dan post test. Tabel 1. Hasil Pre-test dan Post-test Pelatihan Sistem Digital Daycare Peserta Guru 1 Guru 2 Guru 3 Guru 4 Guru 5 Guru 6 Guru 7 Guru 8 Guru 9 Guru 10 Guru 11 Guru 12 Guru 13 Skor Pre-test Skor Post-test Pelatihan yang diberikan kepada 13 guru asuh Daycare Citra Iman menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Berdasarkan hasil pengukuran melalui prehttps://doi. org/10. 37859/jpumri. Kenaikan Kategori Peningkatan Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi test dan post-test pada Tabel 1, seluruh peserta mengalami peningkatan skor dengan kenaikan antara 24 hingga 30 poin. Ratarata nilai pre-test berada pada kategori Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 AucukupAy dengan skor rata-rata 55,3, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 84,1 yang termasuk kategori AubaikAesangat baikAy. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek kemampuan input data harianAinaik dari 2,15 menjadi 4,50Aimenunjukkan bahwa kepercayaan diri guru asuh dalam mengoperasikan sistem. Peserta juga menyatakan bahwa penggunaan sistem digital membantu mempercepat pencatatan kegiatan anak dan mempermudah proses pelaporan kepada orang tua. Selain itu, lebih dari 90% peserta menilai bahwa tampilan antarmuka sistem mudah dipahami dan dapat digunakan tanpa hambatan berarti selama Gambar 2 menampilkan grafik peningkatan skor pre-test dan post-test untuk 13 guru asuh di Daycare Citra Iman. Gambar 2. Grafik Peningkatan skor Pre-test dan Post-test Secara menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan kompetensi teknis serta kesiapan guru asuh dalam mengadopsi sistem digital sebagai bagian dari layanan pengasuhan sehari-hari di Daycare Citra Iman. Implementasi Sistem dalam Kegiatan Harian Penerapan memberikan dampak positif yang nyata, antara lain: Efisiensi waktu pada proses pencatatan dan pelaporan. Keamanan data meningkat karena seluruh catatan tersimpan pada basis data yang terstruktur. Transparansi layanan karena orang tua menerima laporan lengkap setiap hari. Setelah diterapkan secara bertahap. Guru asuh menggunakan sistem untuk absensi harian, pencatatan kegiatan anak, dan pelaporan kepada orang tua. Tim PKM melakukan pendampingan intensif pada minggu awal untuk memastikan tidak ada hambatan teknis yang signifikan. Pendekatan ini membantu guru asuh beradaptasi dengan cepat dan meminimalkan kesalahan Secara keseluruhan, hasil implementasi menunjukkan bahwa digitalisasi mampu menjawab kebutuhan operasional Daycare Citra Iman dan meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap kualitas pengasuhan. Dampak Digitalisasi Layanan Daycare SIMPULAN Profesionalitas layanan meningkat daycare sebagai lembaga yang modern dan berbasis data. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Kegiatan pengabdian AuDigitalisasi Sistem Daycare sebagai Solusi Penguatan Layanan Pengasuhan di Daycare Citra ImanAy telah terlaksana dengan baik melalui tahapan yang meliputi analisis kebutuhan, aplikasi, pelatihan guru asuh, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa proses dokumentasi komunikasi dengan orang tua masih dilakukan secara manual, sehingga rentan terhadap ketidakteraturan pencatatan dan keterlambatan distribusi informasi. Kondisi tersebut menegaskan perlunya solusi digital yang terstruktur dan mudah dioperasikan. Implementasi sistem daycare digital memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan kualitas layanan Fitur-fitur seperti pencatatan perkembangan harian, absensi, unggahan dokumentasi, serta komunikasi langsung antara guru asuh dan orang tua terbukti membantu mempercepat alur kerja dan meningkatkan keteraturan dokumentasi. Pelatihan yang diberikan kepada 13 guru asuh juga berjalan efektif. Peningkatan pemahaman peserta terlihat jelas melalui hasil pre-test dan post-test, di mana skor awal berada pada rentang 57Ae66 dan meningkat menjadi 81Ae92 setelah pelatihan. Temuan kemampuan literasi digital guru asuh mengoperasikan sistem secara mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menghasilkan sistem daycare digital yang fungsional, peningkatan kompetensi tenaga pengasuh, serta perbaikan tata kelola data yang lebih aman, cepat, dan akurat. Digitalisasi terbukti memperkuat kualitas layanan pengasuhan dan meningkatkan transparansi komunikasi antara pihak daycare dan orang tua. Program ini diharapkan menjadi model transformasi digital yang dapat direplikasi oleh lembaga pengasuhan anak lainnya secara bertahap dan berkelanjutan. https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada Direktorat Riset. Teknologi. Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kemdiktisaintek Universitas Muhammadiyah Riau sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Daycare Citra Iman yang sudah menjadi mitra pengabdian dan sangat mendukung dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA