Hayati: Journal of Education Vol. No. 1, 2025 e-issn____________(Onlin. https://jurnal. id/index. php/hayati/index Dampak Pameran Interaktif Microbial-Art dalam Memperkenalkan Mikrobiologi Dasar kepada Masyarakat di Jawa Barat. Indonesia The Impact of Microbial-Art Interactive Exhibition on Public Understanding of Microbiology in West Java. Indonesia Nurul Nisa Primadiaty1. Safira Prisya Dewi2. Shifa Hustima Sahara3. Syadza Hanifah4 E-mail Korespondensi : nurulnisap@unimed. 1Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Medan. North Sumatra. Indonesia 2,3,4 Microartmunity (Inisiatif Independe. Bandung. West Java. Indonesia Info Article |Submitted: 10 June 2. Revised: 24 July 2. Accepted: 3 August 2. Published: 3 August How to cite: Nurul Nisa Primadiaty, etc. AuDampak Pameran Interaktif MicrobialArt dalam Memperkenalkan Mikrobiologi Dasar kepada Masyarakat di Jawa Barat. IndonesiaAy. Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025, hlm. ABSTRACT The lack of public understanding of microorganisms is due to limited access to information and a negative reputation among the public. One of the approaches to introduce basic microbiology was through interactive exhibitions, bridging microbiology and art. However, there were few reports on the Indonesia Microbial-Art interactive exhibition. Therefore, this study aims to explore the impact of the fusion microbial art interactive exhibition on the public's basic microbial understanding and to study its potential for long-term This study was conducted by descriptive qualitative approach using thematic analysis based on two exhibition guestAos testimonials that had been organized by Microartmunity, a community that focuses on fusion art and microbiology. In total, there were 92 participants from various academic backgrounds who gave the testimonials. These testimonials were then categorized into four themes: creativity, education, acceptance, and future expectations. Based on the results, 32% of respondents hoped for the continuation of Microbial Art interactive exhibition, including future exhibitions, workshops, the extended presence of the Microartmunity community, and collaborations with relevant stakeholders. The interactive microbial art exhibition also received a positive response from the public, with a response rate of 26%. It suggests that art had an interesting role in delivering scientific information. The public enthusiasm highlights a huge interest in fusion art-science exhibitions. In conclusion, interactive microbial art exhibitions have the potential to be an educational tool in the future. Keyword: microbial art. interactive exhibition. ABSTRAK Pemahaman masyarakat umum terhadap mikroorganisme masih minim karena akses pembelajaran yang terbatas dan stigmanya yang negatif. Salah satu cara untuk menyampaikan edukasi mikroorganisme agar lebih mudah disampaikan kepada masyarakat umum adalah melalui pameran interaktif sebagai bentuk kolaborasi antara mikrobiologi dan seni. Namun, pameran interaktif ini masih terbatas di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana dampak pameran interaktif microbial art terhadap pemahaman mikroorganisme dasar serta potensi keberlanjutannya di masyarakat. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan metode analisis tematik berdasarkan testimoni pengunjung terhadap dua pameran . yang diselenggarakan oleh Microartmunity, yaitu komunitas yang bergerak di bidang seni dan mikrobiologi. Secara keseluruhan, terdapat 92 partisipan dari berbagai latar belakang pendidikan yang memberikan testimoni. Hasil testimoni tersebut kemudian dikategorikan menjadi kreativitas, edukasi, penerimaan, dan harapan. Berdasarkan hasil testimoni pengunjung, sebanyak 32% pengunjung berharap adanya keberlanjutan dari pameran interaktif Microbial Art, baik berupa pameran, kegiatan workshop, eksistensi komunitas Microartmunity, maupun kolaborasi bersama stakeholders. Pameran ini juga mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat dengan persentase 26%. Hal ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi cara yang menarik dalam menyampaikan informasi ilmiah. Antusiasme pengunjung juga mengindikasikan adanya minat This work is licensed under CC BY-SA 4. yang tinggi terhadap pameran dengan konsep fusion art-science. Dengan demikian, pameran interaktif Microbial Art ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana edukasi di masa depan. Kata Kunci: microbial art. pameran interaktif. Pendahuluan Informasi mengenai pameran fusion seni dan sains di Indonesia masih Fusion seni dan sains . rt scienc. merupakan perpaduan antara ekspresivitas dari bidang seni dengan pendekatan analitis dari bidang sains dan teknologi (Kyomugisha, 2. Sebelum awal abad ke-19, seni telah menjadi cara utama untuk memvisualisasikan sains, mulai dari gambar-gambar botani hingga sketsa hidrologi karya oleh Leonardo da Vinci. Dengan demikian, pada tahun 1800an, muncul fotografi yang menggantikan seni sebagai ilustrator utama dalam sains. Pemahaman sering menjadi penyebab misinformasi ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat umum. Sebagai contoh, penelitian Nasir et al. , . pada masa pandemik menunjukkan sebanyak 27,7% responden percaya bahwa virus SARSCoV-2 merupakan senjata biologis dari suatu negara tertentu, dan 36,2% percaya bahwa menjemur uang atau barang selama 30 menit di bawah sinar matahari dapat membunuh virus. Oleh sebab itu, kemampuan seni untuk berkomunikasi dengan masyarakat dapat memberikan keuntungan bagi sains dalam membuat solusi, menjadi lebih mudah dibaca dan menarik bagi masyarakat luas (Levy, 2. Saat ini, kolaborasi antara dunia seni dan sains sudah berkembang pesat dan mulai menjadi metode penelitian baru. Kreativitas dari para seniman dapat menghasilkan teknik, material, dan pendekatan baru yang digunakan dalam laboratorium, sebaliknya metode eksperimental di laboratorium dapat memberikan inspirasi ide-ide baru di studio seni. Keuntungan adanya kolaborasi seni dan sains dapat meningkatkan kreativitas, menciptakan solusi inovatif, dan memudahkan penyebaran informasi atau ide-ide ilmiah baru kepada masyarakat luas (Kyomugisha, 2. Salah satu fusion seni dan sains adalah microbial art. Penemuan pertama microbial art dilakukan oleh Alexander Fleming pada tahun 1900-an, memanfaatkan berbagai jenis strain bakteri sebagai media melukis. Seiring dengan aplikasi microbial art yang semakin berkembang pesat, berbagai organisasi dunia mulai mewadahi ide-ide tersebut. Terdapat dua organisasi besar di dunia, yaitu American Society for Microbiology (ASM) dan Federation of European Microbiological Societies, yang rutin mengadakan kontes Microbial-Art, di mana ilmuwan, pekerja seni, dan pelajar berkolaborasi pada kegiatan ini (Rodryguez et , 2. Microbial art berkembang dari kompetisi menjadi exhibition . Pameran microbial art telah banyak diselenggarakan di berbagai belahan dunia, misalnya pameran tunggal Jacques Chirac di Prancis pada tahun 2022, yang bertajuk Microbial Worlds (Sortiraparis, 2. Media display yang digunakan ikut 108 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. berkembang dengan memadukan instalasi yang interaktif hingga performa panggung, namun masih dalam kaidah mikrobiologi (Rodryguez et al. , 2. Dengan berkembangnya media sosial, masyarakat awam sering kali mengalami kesalahpahaman informasi mengenai peran mikroorganisme dalam kehidupan sehari-hari, yang menimbulkan fear mongering dan dipandang negatif bagi kebanyakan orang . ernjak et al. , 2. Sementara itu, mikroba sangat penting bagi kesehatan dan kelangsungan hidup kita, serta fungsi biosfer dan seluruh planet (Timmis & Hallsworth, 2. Meskipun para peneliti telah membagikan informasi dengan baik kepada sesama ilmuwan, sering kali informasi tersebut gagal tersampaikan kepada masyarakat umum (Hunter, 2. Selain itu, tidak mudah juga untuk menyampaikan ide-ide ilmiah kepada masyarakat awam yang memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki latar belakang dalam bidang Salah satu inisiatif yang diluncurkan adalah International Microbiology Literacy Initiative (IMiLI) oleh Prof. Kenneth Timmis pada tahun 2019. Terobosan ini bertujuan untuk membangkitkan ketertarikan penerima informasi mikrobiologi melalui metode penggabungan sains . dan seni, dengan menekankan pada kegembiraan, keterlibatan, dan pemberdayaan (Timmis et al. , 2. Pembelajaran dengan seni juga dapat meningkatkan daya kreatif dan keingintahuan masyarakat (Braund & Reiss, 2. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Rosin et al. , . di mana seni dan kreativitas pada acara AoGuerilla ScienceAos SensoriumAo dapat meningkatkan minat partisipan, khususnya yang tidak memiliki latar belakang sains. Dari keseluruhan partisipan, terdapat 58% yang mendukung keberlanjutan acara, mengindikasikan pengalaman positif bagi peserta AoGuerilla ScienceAos SensoriumAo. Di Indonesia, permasalahan yang terjadi adalah kurangnya penyelenggaraan pameran bertema microbial art. Pada tahun 2023-2024, tercatat dua pameran yang dilakukan, di antaranya oleh SITH ITB sebagai lembaga pendidikan formal (Nindita, 2. , dan Microartmunity sebagai komunitas independen (Microartmunity, 2. Laporan mengenai dampak pameran microbial art kepada masyarakat di Indonesia hampir tidak ada. Oleh karena itu, kami mengajukan identifikasi masalah pada penelitian ini sebagai berikut: . Bagaimana dampak pameran interaktif microbial art kepada masyarakat di sekitar Jawa Barat. Indonesia, . Bagaimana potensi pameran interaktif microbial art sebagai media penyampaian informasi ilmiah kepada masyarakat di masa depan. Kami berharap, temuan ini bermanfaat sebagai inspirasi bagi lembaga pendidikan yang bersangkutan dalam upaya pengembangan sarana edukasi mikrobiologi di masa mendatang. Metode Penelitian Metode penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini merupakan pengunjung dari dua pameran yang bertajuk AoLiving in 109 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. Harmony with MicrobesAo (Desember 2023. Bandung Creative Hub. Bandung. Jawa Bara. dan AoFungi: Maestro of MagicAo (Desember 2024. Kyomi Space. Bandung. Jawa Bara. (Gambar . Kedua pameran ini dipilih karena aksesnya yang terbuka untuk masyarakat umum sehingga latar berlakang subjek yang diperoleh lebih beragam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan penyebaran kertas testimoni dan form online. Testimoni dari pameran microbial art tersebut menghasilkan 92 data yang kemudian dilakukan analisis data kualitatif dengan metode tematik. Partisipan yang memberikan testimoni merupakan masyarakat Jawa Barat, baik perempuan maupun laki-laki, dengan rentang usia 18 Ae 50 tahun. Meskipun penyebaran jenis kelamin tidak diketahui, sebagian besar partisipan merupakan mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang bervariasi, yaitu seni rupa, arsitek, mikrobiologi, biologi, teknik, dan lain-lain. Metode tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola atau tema berulang yang menjadi indikasi dampak terhadap masyarakat. Berdasarkan (Taroreh, 2. , metode tematik diawali dengan pembacaan dan pemahaman isi testimoni. Kemudian, dilanjutkan dengan penyusunan kode . berdasarkan makna kalimat dalam testimoni. Penyusunan kode dilakukan melalui dua tahap, yaitu pengkodean terbuka . pen codin. dan dilanjutkan dengan pengkodean aksial . xial codin. (Febriandiela & Fitrisia, 2. Setelah kode ditentukan, data dikelompokkan menjadi tema berdasarkan relevansi antarkode (Naeem et al. Tema divalidasi secara investigator triangulation, di mana dilakukan pembacaan ulang dan diskusi bersama penulis hingga didapatkan kesepakatan (Carter et al. , 2. Analisis dampak pameran interaktif microbial art terhadap masyarakat diolah menggunakan software Microsoft Excel. Gambar 1. Kegiatan Indonesia. exhibition oleh Microartmunity. Bandung. Jawa Barat, 110 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. Hasil dan pembahasan 1 Penyusunan Kode dan Penentuan Tema Pada Testimoni Pemahaman isi testimoni merupakan tahapan awal yang penting dalam melakukan analisis tematik. Setelah itu, penyusunan kode dilakukan terhadap kalimat yang diperoleh dari testimoni melalui open coding, seperti contoh pada Tabel 1. Dalam teknik ini, penetapan kode tidak dilakukan secara awal, melainkan kode dikembangkan secara bertahap sepanjang proses penyusunan (Maguire & Delahunt, 2. Pada penelitian ini, ditemukan sekurangnya 18 kode dari 92 testimoni (Tabel . Tabel 1. Contoh penyusunan open coding dari testimoni Feedback Interesting to say the least! Keep up the good work. Good luck! Be the best! Keren! Sukses selalu! Semangat terus kakak-kakak! Karyanya bagus-bagus sekali! Semoga sukses terus, ya! Keren ABIS! Selamat ya, untuk exhibition-nya! Karyanya lucu-lucu banget. I'm in love with the spore painting! Ditunggu exhibition selanjutnya. Event-nya keren banget. Semoga makin sukses dan makin banyak Keren banget Microart! Sukses Pameran yang lucu! Fun experience mengenal mikroba. Sukses terus! Semoga bisa collab sama anak FSRD. 111 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. Open coding Memberikan apreasiasi atas karya yang ditampilkan. Harapan untuk masa depan. Harapan untuk masa depan. Menumbuhkan rasa tertarik setelah melihat karya. Menumbuhkan rasa tertarik setelah melihat karya. Mengharapkan eksistensi komunitas yang berkelanjutan. Mengapresiasi keberlangsungan Menambah pengalaman dan wawasan baru. Ditunggu workshop ke-2,3,4,5,6,7 Sukses buat kolaborasi untuk berbagai skateholder. Keren banget kamu udah bikin pameran! Aku suka semua karyanya, terutama yang rabbit! Next, bikin chocolate factory, kaya Willy Wonka. Sabi mungkin selain di capet, bisa buat art di agar miring juga. Keren dan ngga expect kalau halhal kecil bisa sekeren ini. Eh, beneran di luar nurul banget, keren dan kagum. Sukses terus. Sekeren mungkin, kak! Ngga nyangka bakteri bisa jadi kaya Pamerannya keren banget! Informatif, insightful, fun! Keep up the good work. Semangat, dan terima kasih. Mengharapkan karya dan kegiatan yang berkelanjutan. Menunjukkan minat khusus pada satu karya. Saran dan masukan untuk Memberikan apreasiasi atas karya yang ditampilkan. Memberikan apreasiasi atas karya yang ditampilkan. Memberikan apreasiasi atas karya yang ditampilkan. Mendapatkan informasi dan pengetahuan baru. Hasil dari open coding dikerucutkan dengan cara menyatukan kode yang memiliki kesamaan makna ke dalam satu kategori atau tema. Berdasarkan penyusunan kode yang telah dilakukan, terdapat lima tema yang ditemukan, yaitu pola pikir kreatif, nilai edukasi, penerimaan masyarakat, harapan masa depan, dan tidak terdampak (Tabel . Tabel 2. Penyusunan axial coding dan penentuan tema Kode/Label Menumbuhkan rasa tertarik setelah melihat karya Tema/Kategori Contoh isi testimoni Karyanya lucu-lucu banget. I'm in love Memantik Pola with the spore painting. Pikir Kreatif 112 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. Menunjukkan minat khusus pada satu Aku suka semua karyanya, terutama yang rabbit. Mendapatkan inspirasi baru dari Unik banget! Bisa nyambung juga, ya, biologi sama seni. Menunjukkan minat dan penilaian pada Karya-karya yang dihasilkan pada jujur, jadi penyampaian deskripsi dan visualnya bisa tersampaikan dengan Menumbuhkan inspirasi dan ide yang baru dari karya Karyanya bagus-bagus Mendapatkan informasi dan pengetahuan baru Jadi tau kalo cacao punya ragi juga. a non saintis, baru tau juga kalau mikroba ada warna. Memberikan apresiasi atas kegiatan yang Seru, menarik, dan menyenangkan. Mengapresiasi Secara keseluruhan sudah baik dan sangat recommend. Menambah Kolaborasi ilmu lintas Ngebantu banget buat tugas kuliah wawasan dan game saya. Menambah Fun experience mengenal mikroba. pengalaman dan wawasan baru Informasi yang diberikan tepat Memberikan apresiasi atas karya yang Penerimaan di Masyarakat Memang ini yang aku butuh. Beneran di luar nurul banget, keren dan kagum. Mengharapkan karya Ditunggu workshop ke 2,3,4,5,6,7 dstdan kegiatan yang Sukses buat kolaborasi untuk Harapan untuk berbagai skateholder. Saran dan masukan Next promo-nya masa depan untuk keberlanjutan digencarkan agar pengunjungnya lebih banyak. 113 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. Mengharapkan kelanjutan pameran ke depannya Ditunggu pameran-pameran lainnya! Harapan untuk masa Semoga makin banyak acara pameran edukasi seperti ini. Mengharapkan eksistensi komunitas yang berkelanjutan Semoga bisa jadi komunitas yang keren dan educative. Informasi belum tersampaikan dengan Tidak IPA itu BUKAN. Tema pertama adalah pola pikir kreatif, dimana sebagian pengunjung memberikan penilaian terhadap sebuah karya dan menunjukkan adanya rasa ketertarikan terhadap unsur kreatif. Ditemukan beberapa tulisan senada yang mengindikasikan terjadinya transformasi pola pikir menjadi kreatif, ditandai dengan tumbuhnya inspirasi dan ide baru. Beberapa contoh kalimat dari ekspresi tersebut antara lain: AuFirst time melihat karya seni yang unik. Ga expect,Ay AuUnik banget! Bisa nyambung juga ya biologi sama seni,Ay dan AuKaryanya bagus-bagus dan menginspirasi. Ay Respons pengunjung menunjukkan bahwa pameran interaktif dapat memantik ide dan Pengunjung tidak hanya menikmati tampilan visual, namun juga terdorong untuk berpikir, dan merasakan sesuatu yang membangkitkan serta memperluas cara pandang. Menurut (Zheng et al. , 2. , pameran interaktif yang dilakukan dalam museum dapat memberikan pengalaman pembelajaran baru yang menarik bagi anak-anak. Dengan demikian, cara pembelajaran ini sangat membantu untuk menstimulasi kreativitas mereka. Tema kedua yang ditemukan adalah nilai edukasi. Testimoni pengunjung menunjukkan bahwa informasi ilmiah dari pameran interaktif berhasil tersampaikan dengan baik, hal ini terlihat dari kalimat seperti: Au. As a non saintis baru tahu juga kalau mikroba ada warna,Ay AuIt's educative, the combination of science and art,Ay dan AuBener-bener baru tahu kalo mikroba tuh bisa dijadiin karya seni. Ay Kalimat-kalimat tersebut mengindikasikan bahwa pameran memiliki probabilitas yang tinggi dalam menyampaikan informasi ilmiah melalui kolaborasi sains . dan seni. Temuan lainnya yang menarik adalah terbukanya peluang kolaborasi lintas disiplin ilmu, seperti komentar AuNgebantu banget buat tugas kuliah game saya. Ay Di beberapa negara, kegiatan pameran interaktif maupun workshop tentang microbial art dapat memudahkan pelajar dalam memahami mikrobiologi. 114 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. Misalnya. MICROVERSE: The unseen majority di Ekuador yang memamerkan karya multidisiplin sains, seni, dan teknologi. Kemudian, kegiatan membuat microbial petri dish art yang berkolaborasi dengan University of Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pulau Pinang Kampus Bertam (Rodryguez et al. Sulaiman et al. , 2. Tema ketiga adalah penerimaan masyarakat. Pengunjung memberikan apresiasi baik atas pengalaman yang diperoleh selama kegiatan terhadap komunitas, keberlangsungan acara, maupun karya yang Karya-karya yang ditampilkan pada pameran ini mendapatkan penilaian positif bahkan membangkitkan rasa kagum, seperti AuBeneran di luar nurul banget keren dan kagum. Ay Beberapa pengunjung merasakan bahwa pameran ini layak untuk disebarluaskan pada khalayak umum, seperti pada kalimat AuSecara keseluruhan sudah baik dan sangat Ay Terdapat temuan menarik yang mengindikasikan penyampaian informasi tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, misalnya pada kalimat AuMemang ini yang aku butuh. Ay Hal ini menunjukkan bahwa pameran tidak hanya berhasil menyampaikan pesan edukatif, namun juga membangun keterlibatan emosional, penerimaan, dan estetika bagi Hal ini sebagaimana disimpulkan oleh (Frankel et al. , 2. munculnya microbial art khususnya bacterial art meningkatkan keterlibatan publik dengan sains. Beberapa acara seperti kontes seni agar ASM (American Society for Microbiolog. menarik perhatian individu dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi dan mengapresiasi keindahan microbial art. Microbial art melibatkan seni sebagai bahasa universal. Seni memungkinkan ide-ide kompleks dikomunikasikan dengan cara yang mudah dipahami, menumbuhkan keterlibatan emosional dan penerimaan antara audiens yang beragam, serta pengalaman estetika secara keseluruhan (Frankel et al. , 2. Tema keempat adalah harapan untuk masa depan. Dari temuan penelitian ini, terdapat banyak harapan dari masyarakat untuk keberlanjutan edukasi masyarakat awam mengenai mikroba, namun melalui model pameran interaktif. Contohnya terdapat pada temuan kalimat: AuSemoga makin banyak acara pameran edukasi seperti iniAy dan AuAyo, kenalin mikroba lain ke orang awam. Ay Kode lain dengan jumlah yang tinggi adalah harapan untuk eksistensi komunitas, dan saran membangun seperti usulan kerja sama dengan stakeholders. Harapan masyarakat terhadap keberlanjutan edukasi mikroba dan eksistensi komunitas menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menyampaikan pengetahuan ilmiah kepada Penelitian oleh (Rahmawati et al. , 2. mengenai Museum Edukasi menekankan bahwa kampanye edukasi dan kolaborasi dengan media serta stakeholder dapat meningkatkan pemahaman masyarakat. Pendekatan ini 115 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. serupa dengan temuan (Romizal et al. , 2. , menunjukkan bahwa pameran pendidikan yang dikelola dengan strategi interaktif mampu meningkatkan minat belajar peserta, terutama jika didukung dengan keterlibatan aktif dari komunitas dan kolaborasi dengan stakeholders. Temuan ini sejalan dengan penelitian pengabdian masyarakat oleh (Widyanti & R, 2. , yang menunjukkan bahwa edukasi berbasis media interaktif seperti pop-up book dan video dapat meningkatkan pemahaman awam secara signifikan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan komunitas edukatif melalui pengabdian kolaboratif, dan dialog terbuka bersama berbagai pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, literatur ini memperkuat pentingnya peran pameran edukatif interaktif dan kolaboratif dalam mendukung keberlanjutan literasi mikrobiologi di masyarakat. Tema kelima, yaitu yang tidak terdampak. Dari 92 testimoni terdapat 2 suara yang belum terdampak oleh pameran interaktif ini. Kedua responden tidak menyatakan alasan secara eksplisit, akan tetapi, latar belakang yang berasal dari non-sains diasumsikan menjadi alasan utama. Asumsi lain adalah kemungkinan kurangnya relevansi pribadi atau unsur budaya antara karya yang disuguhkan dengan pengunjung seperti laporan Rosin et al. Setelah ditelaah lebih dalam, sebagian testimoni memiliki dua kode yang sama. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat mengembangkan temuan ini dengan membuat matriks jejaring untuk melihat korelasi antar tema yang muncul. 2 Dampak Pameran Interaktif Terhadap Masyarakat Dampak pameran interaktif microbial art terhadap masyarakat dapat dilihat pada Gambar 2. Hasil menunjukkan bahwa AoHarapan masa depanAo merupakan kelompok tema yang memiliki persentase paling besar, yang mencapai 32%. Angka ini menunjukkan bahwa sebanyak 29 dari 92 orang yang memiliki harapan adanya keberlanjutan dari pameran ini (Gambar . , baik itu dalam bentuk pameran maupun kegiatan lain yang mengusung tema serupa, dan eksistensi komunitas Microartmunity. Harapan masyarakat membuka potensi bagi komunitas Microartmunity untuk mengembangkan kegiatan lain yang bervariasi dalam menyampaikan informasi ilmiah melalui fusion microbial art. Bentuk kegiatan yang disarankan berdasarkan testimoni adalah workshop atau kolaborasi lainnya bersama stakeholders. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan aktivitas dari Microartmunity. 116 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. Gambar 2. Hasil persentase kelompok tema Dampak terhadap pola pikir kreatif dan penerimaan masyarakat memiliki persentase yang berimbang, yaitu 25% dan 26% secara berturutturut. Sebanyak 23 orang memiliki ketertarikan dan penilaian terhadap karya serta mendapatkan inspirasi baru dari karya yang dinikmatinya. Sementara itu, terdapat 24 orang yang memberikan respons positif sebagai penerimaan pembelajaran baru di masyarakat. Hal ini menarik untuk ditelaah, karena masyarakat umum lebih mudah menerima informasi ilmiah yang dikemas dalam kesenian. Penemuan ini sejalan dengan laporan Braund & Reiss, . bahwa pembelajaran melalui seni dapat membantu proses transfer ilmu sains yang lebih baik. Hal ini karena visualisasi melalui seni dapat menyederhanakan informasi yang kompleks dan mentransformasikan mikroorganisme menjadi lebih nyata, sehingga dapat menjembatani jarak antara pengetahuan ilmiah yang dimiliki ilmuwan terhadap pemahaman masyarakat umum (Rodryguez et al. , 2025. Zhu & Goyal, 2. 117 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. Gambar 3. Diagram frekuensi kelompok tema Nilai edukasi menjadi catatan untuk dieksplorasi lebih lanjut. Hal ini dikarenakan presentasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan tiga kategori lainnya. Hal ini mungkin dikarenakan kurangnya inter-aktivitas selama pameran berlangsung antara pengunjung dan artist yang terlibat. Temuan pada kategori AoHarapan masa depanAo bisa dijadikan solusi untuk memprioritaskan nilai edukasi, seperti mengadakan workshop microbial art yang suasananya lebih intens. Hal ini memiliki potensi untuk mendorong transfer ilmu yang lebih optimal. Kegiatan workshop mendorong peserta untuk aktif dalam berdiskusi, pemecahan masalah, dan membangun kerja Sehingga melalui kegiatan ini, terjadi pertukaran ide antar peserta, meningkatkan daya ingat dan pemahaman visual serta motivasi intrinsik peserta dalam memahami mikrobiologi, dan membangun komunikasi ilmiah (Rodryguez et al. , 2. Menurut laporan Azagra-Caro & Pavone, . hal ini akan memberikan dampak panjang kepada masyarakat dalam meningkatkan literasi sains, khususnya dalam bidang mikroba. Selain itu, pembelajaran dalam bentuk seni pameran interaktif akan membantu masyarakat untuk mengelaborasikan pemikiran ilmiah dalam tiap pengambilan keputusan. Penutup Pameran interaktif microbial art memberikan dampak nyata dalam menyampaikan informasi mengenai mikroorganisme kepada masyarakat, khususnya dalam empat aspek utama: mendorong pola pikir kreatif, menambah ilmu dan wawasan, memperoleh penerimaan positif dari pengunjung, serta 118 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 1, 2025. membangkitkan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa Temuan ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jembatan yang efektif dalam mengomunikasikan konsep mikrobiologi dasar secara menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Secara khusus, metode kolaboratif antara seni dan sains yang diterapkan dalam pameran ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat secara aktif. Tingginya persentase harapan masyarakat . %) terhadap keberlanjutan kegiatan ini mencerminkan potensi besar dari pendekatan microbial art untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dalam bentuk pameran interaktif maupun program edukatif lainnya. Ke depan, pendekatan ini dapat dijadikan salah satu model strategis dalam komunikasi sains yang adaptif dan kontekstual, terutama dalam meningkatkan literasi sains di tingkat lokal dan regional di Indonesia. Saran Pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas subjek penelitian ke luar Jawa Barat. Studi lanjutan dapat menggunakan metode campuran untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam seperti mengkaji korelasi antar tema dengan melakukan analisis matriks. Keberlanjutan kegiatan berbasis microbial art disarankan aktif melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik antar komunitas maupun stakeholders lainnya untuk membuka peluang baru dan manfaatnya untuk masyarakat. Ucapan Terimakasih Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bandung Creative Hub. Bandung. Jawa Barat dan Kyomi Space. Bandung. Jawa Barat, yang telah memfasilitasi pameran interaktif ini. Daftar Pustaka