Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 Perencanaan Keuangan dan Pengelolaan Arus Kas sebagai Dasar Investasi Produktif bagi Anggota Kelompok Sadar Wisata di Kampung 7 Muara Kecamatan Bojongsari Kota Depok Hadi SupratiktaA*. Sri Retnaning SampurnaningsihA. Galylia Aryanita DarmawanA. Akhmad SuburA. Dini NovianiAA. Lutfi FaisalA. Muchamad Rizki MulyaA Progam Studi Magister Manajemen. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia Email : dosen01366@unpam. id A dosen00469@unpam. id A aryanitadarmawan@gmail. com A, akhmadsubur17@gmail. com A, noviandini04@gmail. com AA, lutfi. faisal8@gmail. com A. Rizkitr21@gmail. com A ABSTRAK Pengembangan pariwisata yang berfokus pada komunitas memerlukan dukungan manajemen keuangan yang kuat agar usaha tersebut dapat bertahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini ditujukan untuk memberikan pemahaman praktis tentang perencanaan keuangan dan pengelolaan arus kas kepada anggota Kelompok Sadar Wisata di Desa 7 Muara. Kecamatan Bojongsari. Kota Depok. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif dengan teknik ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pelatihan praktis. Kegiatan tersebut berlangsung pada 25 Mei 2025 dan melibatkan 30 peserta dari pelaku UMKM pariwisata setempat. Hasil kegiatan menunjukkan kemajuan pemahaman peserta tentang konsep dasar perencanaan kas, pencatatan penerimaan dan pengeluaran usaha, serta strategi investasi jangka panjang. Pengaruh baik dari aktivitas ini adalah terbentuknya dasar yang kokoh untuk pengembangan usaha pariwisata yang berkelanjutan di Kampung 7 Muara. Kata Kunci : Perencanaan Keuangan. Pengelolaan Arus Kas. Investasi Produktif. Kelompok Sadar Wisata. UMKM ABSTRACT Community-focused tourism development requires strong financial management support for the business to survive. This Community Service (PKM) activity is intended to provide a practical understanding of financial planning and cash flow management to members of the Tourism Awareness Group in 7 Muara Village. Bojongsari District. Depok City. The approach applied is qualitative with interactive lecture techniques, group discussions, and practical The activity took place on May 25, 2025 and involved 30 participants from local tourism MSME actors. The results of the activity showed progress in participants' understanding of the basic concepts of cash planning, recording business income and expenses, and long-term investment strategies. The positive impact of this activity is the formation of a solid foundation for the development of sustainable tourism businesses in Kampung 7 Muara. Keywords: Financial Planning. Cash Flow Management. Productive Investment. Tourism Awareness Group. UMKM https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. PENDAHULUAN Kampung Wisata 7 Muara di Bojongsari. Kota Depok, adalah salah satu tempat wisata berbasis komunitas dengan potensi besar untuk kemajuan. Sebagai bagian dari usaha pemberdayaan masyarakat setempat, pengembangan pariwisata di daerah ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi, tetapi juga untuk melindungi budaya dan lingkungan sekitar. Namun, dalam prosesnya, pelaku bisnis pariwisata di Kampung 7 Muara tetap menghadapi beragam tantangan, terutama terkait dengan pengelolaan keuangan yang profesional. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif . , sektor pariwisata di Indonesia memiliki kontribusi sekitar 4,05% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Kontribusi ini menyoroti potensi besar sektor pariwisata dalam mendorong perkembangan ekonomi, terutama di tingkat lokal. Akan tetapi, untuk meraih potensi itu, diperlukan manajemen yang profesional, termasuk dalam hal keuangan. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. Kampung 7 Muara kini terdiri dari beragam pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi di sektor kuliner, kerajinan, dan layanan wisata. Walaupun mempunyai semangat besar dan dukungan komunitas yang kokoh, mayoritas anggota Pokdarwis masih mengatur keuangan usaha dengan cara yang sederhana dan belum menerapkan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang benar. Masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Kampung 7 Muara antara lain: . rendahnya pemahaman mengenai perencanaan keuangan jangka panjang, . pencatatan keuangan yang tidak teratur, . tidak adanya pemisahan antara keuangan pribadi dengan usaha, . kurangnya wawasan tentang strategi investasi yang menguntungkan, dan . belum optimalnya penggunaan teknologi dalam pengelolaan keuangan. METODE Kegiatan PKM ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pelatihan praktis. Pendekatan ini diambil agar peserta tidak hanya mendapatkan informasi secara pasif, tetapi juga berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar dan dapat langsung menerapkan materi yang telah Waktu dan Lokasi Kegiatan berlangsung pada 25 Mei 2025 di Kampung Wisata 7 Muara. Kecamatan Bojongsari. Kota Depok. Pemilihan tempat di desa wisata bertujuan untuk menghasilkan suasana yang akrab bagi peserta dan mempermudah akses. Peserta Peserta dalam kegiatan ini adalah anggota Kelompok Sadar Wisata Kampung 7 Muara yang terdiri dari 30 orang, meliputi pelaku UMKM di sektor kuliner, kerajinan, dan layanan wisata. Peserta ditentukan berdasarkan saran dari ketua Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. Pokdarwis dengan memperhatikan tingkat dedikasi dan potensi pengembangan Gambar 1. 1 sesi tanya jawab Langkah-langkah Kegiatan Kegiatan PKM dilakukan melalui beberapa tahap dimulai dari tahap persiapan yang terdiri dari koordinasi dengan ketua Pokdarwis dan pihak terkait, penyusunan materi pelatihan, persiapan alat dan bahan, serta survei lokasi dan pemetaan kebutuhan Langkah berikutnya adalah aksi yang dimulai dengan sambutan oleh Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Pamulang, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai perencanaan keuangan dan manajemen arus kas, sesi diskusi dan tanya jawab, pelatihan praktis pencatatan keuangan, serta penyusunan strategi investasi yang produktif. Kegiatan tersebut diakhiri dengan evaluasi yang mencakup pengamatan langsung selama acara, diskusi dalam tim pelaksana, pengumpulan masukan dari peserta, dan penyusunan rencana tindak Gambar 1. 2 sesi pemaparan materi oleh pemateri https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. Materi untuk Pelatihan Materi pelatihan mencakup berbagai aspek krusial dalam manajemen keuangan UMKM, yaitu konsep dasar perencanaan keuangan untuk UMKM, teknik pencatatan pendapatan dan pengeluaran usaha, pengelolaan arus kas harian, mingguan, dan bulanan, strategi investasi produktif berdasarkan skala usaha, pemanfaatan teknologi untuk manajemen keuangan, serta studi kasus pengelolaan keuangan UMKM yang sukses yang dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi peserta dalam mengembangkan usaha mereka HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM melibatkan 30 peserta yang merupakan anggota aktif Kelompok Sadar Wisata Kampung 7 Muara, dengan rincian 60% dari pelaku usaha kuliner, 25% di sektor kerajinan, dan 15% yang menawarkan jasa wisata. Sebagian besar peserta . %) telah mengelola usaha selama 2-5 tahun, sedangkan untuk tingkat pendidikan, 45% peserta memiliki pendidikan SMA/sederajat, 35% merupakan lulusan SMP, 15% adalah sarjana, dan 5% adalah lulusan SD. Variasi tingkat pendidikan ini memengaruhi cara penyampaian materi, sehingga tim PKM mengaplikasikan bahasa yang mudah dipahami serta banyak contoh praktis. Berdasarkan diskusi dan pengamatan, keadaan awal pengelolaan keuangan peserta menunjukkan bahwa 80% peserta masih melakukan pencatatan keuangan secara manual dengan cara yang sangat dasar, bahkan 30% di antaranya tidak mencatat sama sekali. Hampir semua partisipan . %) belum memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha, sebagian besar partisipan . %) hanya merencanakan keuangan untuk kebutuhan harian atau mingguan, dan sebanyak 90% partisipan belum paham konsep investasi produktif serta lebih suka menyimpan keuntungan dalam bentuk tabungan biasa Gambar 1. 3 Tim Kelompok bersama ketua dan pelaku UMKM Kampung 7 muara Kecamatan Bojongsari. Kota Depok serta dosen pembimbing Universitas Pamulang Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Hamsinah. Si. , sebagai Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Pamulang, mengungkapkan penghargaan terhadap semangat peserta dan menekankan pentingnya kerjasama antara akademisi dan masyarakat untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Materi inti disajikan oleh Galylia Aryanita Darmawan dengan dukungan tim PKM lainnya melalui metode interaktif dan studi kasus riil dari UMKM yang telah sukses menerapkan manajemen keuangan yang efektif. Sesi pertama membahas dasar-dasar perencanaan keuangan bagi UMKM, di mana peserta dikenalkan pada pentingnya memiliki tujuan keuangan yang spesifik, penentuan target penjualan bulanan dan tahunan, perencanaan modal kerja, penyusunan anggaran operasional, serta pengidentifikasian sumber pendanaan Respon dari peserta sangat baik, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai cara menetapkan target yang realistis sesuai dengan kondisi usaha masing-masing. Materi kedua menekankan pentingnya pengelolaan arus kas dalam operasional UMKM, di mana peserta belajar teknik sistematis untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, membuat format pencatatan yang sederhana, mengkategorikan jenis pemasukan dan pengeluaran, menganalisis pola arus kas bulanan dan harian, mengidentifikasi periode cash flow positif dan negatif, serta strategi untuk mengatasi masalah likuiditas. Pada sesi ini, peserta diminta untuk melakukan pencatatan dengan menggunakan format yang telah disediakan dan hasilnya menunjukkan bahwa peserta mulai menyadari pentingnya pencatatan yang teratur dan sistematis Sesi ketiga membahas strategi investasi produktif yang cocok dengan skala dan karakteristik UMKM pariwisata, mencakup konsep dasar investasi untuk UMKM, jenis-jenis investasi produktif seperti alat, pelatihan dan promosi, analisis kelayakan investasi sederhana, sumber pendanaan investasi, dan pengelolaan risiko investasi. Peserta menunjukkan minat yang besar terhadap topik ini, terutama berkaitan dengan rencana pengembangan sarana wisata dan perbaikan kualitas produk. Sesi terakhir menyampaikan beragam aplikasi dan teknologi yang mendukung pengelolaan keuangan UMKM, seperti aplikasi pembukuan sederhana, platform pembayaran digital, sistem inventaris berbasis aplikasi, serta penggunaan media sosial untuk promosi. Walaupun beberapa peserta masih menghadapi kendala dalam memakai teknologi, mereka menunjukkan niat untuk belajar dan berusaha. Semangat peserta sangat besar saat kegiatan berlangsung, terlihat dari tingkat kehadiran yang mencapai 93,3% . dari 30 peserta hadir lengka. , partisipasi aktif dalam diskusi dengan rata-rata 8-10 pertanyaan per sesi, antusiasme dalam praktik pencatatan keuangan, dan komitmen 85% peserta untuk menerapkan materi yang telah dipelajari dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Evaluasi dilakukan dengan cara observasi langsung, tanya jawab, praktik langsung, dan umpan balik verbal yang menunjukkan peningkatan pemahaman konsep serta respons positif dari peserta. Kegiatan PKM ini berdampak positif dengan meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya pengelolaan keuangan yang profesional untuk keberlanjutan usaha, https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. mengubah pola pikir dari mindset "yang penting usaha jalan" menjadi "usaha harus dikelola dengan baik", komitmen untuk mulai menerapkan sistem pencatatan dan perencanaan keuangan, serta memperkuat jaringan antara pelaku UMKM dan Namun, tantangan yang dihadapi termasuk variasi tingkat literasi yang membutuhkan pendekatan yang fleksibel, keterbatasan teknologi pada sebagian peserta, kebiasaan lama dalam pengelolaan keuangan yang memerlukan waktu dan konsistensi untuk diubah, serta kurangnya modal untuk melaksanakan rencana KESIMPULAN DAN SARAN Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema "Perencanaan Keuangan dan Pengelolaan Arus Kas sebagai Dasar Investasi Produktif untuk Anggota Kelompok Sadar Wisata di Kampung 7 Muara" telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan mencapai sasaran yang telah ditentukan. Seluruh fase kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, dengan tingkat keterlibatan peserta yang tinggi mencapai 93,3% dan terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang konsep perencanaan keuangan, manajemen arus kas, dan strategi investasi yang produktif. Peserta kini menyadari betapa pentingnya pengelolaan keuangan secara profesional dan menunjukkan kesungguhan untuk menerapkan materi yang telah dipelajari, sehingga kegiatan ini telah membangun dasar yang kokoh untuk pengembangan usaha wisata yang berkelanjutan di Kampung 7 Muara serta berkontribusi dalam memperkuat kapasitas manajerial Kelompok Sadar Wisata. Berdasarkan hasil kegiatan dan evaluasi yang dilakukan, disarankan agar peserta PKM tetap konsisten menjalankan sistem pencatatan keuangan yang sudah dipelajari, mulai memisahkan keuangan pribadi dari usaha, menyusun rencana keuangan jangka menengah dan panjang, serta proaktif mencari informasi mengenai sumber pembiayaan alternatif dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha. Kelompok Sadar Wisata disarankan untuk melakukan pertemuan berkala guna berbagi pengalaman penerapan, membentuk komunitas belajar, mengundang pembicara dari luar, mengembangkan sistem pemantauan dan evaluasi internal, serta menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan untuk memperoleh pembiayaan. Pemerintah daerah diharapkan untuk mendukung program pelatihan lebih lanjut, memfasilitasi akses ke dana bagi UMKM, mengembangkan infrastruktur pariwisata, mempromosikan Kampung 7 Muara sebagai destinasi wisata utama, serta menyediakan bantuan teknis yang Universitas Pamulang disarankan untuk meneruskan program PKM dengan menekankan pada aspek lain seperti pemasaran dan teknologi, memperluas program magang bagi mahasiswa, melakukan penelitian lebih lanjut tentang efek kegiatan PKM, menjalin kemitraan jangka panjang dengan komunitas pariwisata, dan menggabungkan kegiatan PKM ke dalam kurikulum mata kuliah. Untuk kegiatan PKM berikutnya, disarankan untuk mengembangkan modul pelatihan yang lebih Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. menyeluruh, menyediakan pendampingan setelah pelatihan, memanfaatkan teknologi yang lebih interaktif, melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, dan mengembangkan sistem evaluasi yang lebih terstruktur agar dampak positif kegiatan PKM dapat berlanjut dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi lokal di Kampung 7 Muara. DAFTAR PUSTAKA