Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 PENGARUH KURIKULUM MARDEKA BELAJAR TERHADAP MINAT SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Linda Dwi Saputri1. Flesia Welly Ferianti2. Wahyu Septiadi3 1,2,3 Dosen Pendidikan Matematika Pendidikan Matematika. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Melawi dwisaputrilinda@gmail. com1, flesiawellyferianti@gmail. com 2 , wahyuseptiadi88@gmail. com 3, 1, 2, 3 Corresponding author : dwisaputrilinda@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurikulum mardeka belajar terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP Setya Budi berjumlah 53 siswa dengan 2 kelas. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Data dianalisis menggunakan analisis regresi. Sebelum dilakukan uji regresi, maka dilakukan uji normalitas dan uji linearitas. hasil penelitian diperoleh bahwa kurikulum mardeka belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran matematika. Kata Kunci: Kurikulum mardeka. Minat belajar. Abstract: This research aims to determine the effect of the freedom to learn curriculum on students' interest in learning in mathematics. The method used is a quantitative method. The subjects in this research were 53 grade 7 students at Setya Budi Middle School in 2 classes. The techniques used to collect data are questionnaires. Data were analyzed using regression analysis. Before the regression test is carried out, a normality test and linearity test are carried out. The research results showed that the freedom to learn curriculum had a significant influence on students' interest in learning in mathematics. Keywords: Freedom curriculum, interest in learning PENDAHULUAN Kurikulum yang digunakan di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Mardeka Belajar. Penerapan kurikulum merdeka belajar terjadi secara bertahap dan tidak mengharuskan sekolah untuk langsung menerapkannya melainkan memberikan kebebasan bagi sekolah untuk menerapkan atau tidak menerapkan kurikulum merdeka jika keadaan sekolah dari aspek guru, tenaga pendidik, sarana, dan prasarana belum siap. Kurikulum Merdeka Belajar adalah sebuah konsep kurikulum yang menuntut siswa untuk memiliki kemandirian. Kemandirian yang dimaksud yaitu tiap-tiap peserta didik diberikan kebebasan guna mengakses ilmu yang diperoleh dari pendidikan formal maupun non-formal. Seperti pernyataan dari Putri Sayekti & Al- Hamidiyah Jakarta, . bahwa setiap siswa memiliki keahliannya pada bidangnya masing-masing, dengan begitu siswa dibebaskan dalam mencari ataupun memilih bidang apa saja yang Kurikulum karakteristik yang mampu memberikan dukungan pada pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis projek, pembelajaran yang terfokus pada materi esensial dan pembelajaran berdiferensiasi (Jojor & Sihotang, 2022: 5. Melalui karakteristik tersebut mampu memberikan guru ruang untuk melakukan pembelajaran yang menarik bagi siswa sehingga munculnya minat siswa dalam proses Hal ini dikarenakan minat adalah aspek pertama yang memiliki efek sangat besar pada kegiatan dan keberhasilan dalam belajar. Hal ini sajalan dengan pendapat Fuad &Zuraini . menyatakan bahwa peran minat sangat krusial selama proses belajar mengajar, jika peserta didik tidak mempunyai minat dalam dirinya dan tidak ada pula perhatian yang cukup pada apa yang sedang dipelajari, hal itu membuat peserta didik sulit untuk tekun dan mendapatkan hasil yang maksimal pada proses belajarnya. Minat belajar adalah ketertarikkan siswa dalam proses pembelajaran dimana siswa memiliki keinginan untuk memperhatikan dan telibat aktif dalam kegiatan belajar (Simbolon, 2019: . Jika siswa memiliki ketertarikan dalam kegiatan belajar, maka siswa tersebut memiliki minak yang berdampak besar Dimana siswa akan lebih mudah memahami materi dengan baik (Sihaloho dkk, 2021: . Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 Menurut laporan survey Pendidikan oleh Lembaga UNICEF tentang minat belajar siswa yaitu hanya sekitar 60% siswa di Indonesia yang memiliki minat belajar tinggi, sebanyak 26% siswa menunjukkan minta belajar rendah, sedangkan 14% lainnya menunjukkan minat belajar yang sangat rendah. Laporan ini merepresentasikan jika masih terdapat 40% siswa di Indonesia yang memiliki minat belajar rendah. Hal ini menyebabkan mereka kurang tertarik untuk belajar dan mengakibatkan rendahnya tingkat kelulusan siswa di sekolah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kurikulum mardeka belajar terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Setya Budi tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 dengan jumlah 53 siswa dengan 2 kelas. Isntrumen yang digunakan adalah angket kurikulum mardeka belajar dan angket minat belajar. Angket diuji coba dan dilakukan uji validasi serta uji relibalitas menggunakan aplikasi SPSS. Hasil uji validasi angket kurkulum belajar diperoleh 11 pertanyaan yang valid dan hasil uji validasi angket minat belajar diperoleh 34 pernyataan yang valid. Kemudian hasil uji reliabilitas angket kurikulum mardeka belajar dan angket minat belajar diperoleh nilai CronbachAos Alpha > r tabel sehingga disimpulkan bahwa angket dinyatakan reliabel Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi dengan melakukan uji prasayarat yaitu uji normalitas, uji linieritas menggunakan program software SPSS versi 22. HASIL DAN PEMBAHASAN Angket yang dibuat menggunakan skala likert, dengan 4 alternatif jawaban yaitu, selalu, sering, kadang-kadang dan tidak pernah. Sebelum mengisi angket, peneliti menjelaskan tentang petunjuk pengisian angket, kemudian peneliti meminta responden untuk mengisi angket yang telah dibagikan, yang diawali dengan mengisi identitas responden kemudian dilanjutkan dengan pengisian angket. Setelah angket disebar dan semua respon mengisi angket, kemudian peneliti menganalisis data. Uji Prasyarat Analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linieritas dan uji regresi Uji normalitas dengan menggunakan program software SPSS versi 22. 0 untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Hasil perhitungan uji normalitas disajikan dalam tabel Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan uji Kolmogorov Smirnov pada tabel di atas diperoleh bahwa nilai Asymp sig 2tailled . pada variabel kurikulum mardeka dan variabel minat belajar siswa. Segingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi Selanjutnya dilakukan uji linieritas yang berguna untuk melihat bagaimana hubungan antara variabel S dengan variabel Y. Uji linieritas merupakan prasyarat untuk melakukan uji regresi Hasil uji linieritas dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Hasil Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurikulum mardeka belajar terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran matematika pada kelas VII SMP Setya Budi, maka peneliti menyebarkan angket minat belajar kepada 53 siswa dengan 2 kelas/rombel. Angket yang diberikan ada dua yaitu angket kurikulum mardeka dan angket minat Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 Resi Total Dependent Variable: Kurikulum Merdeka Predictors: (Constan. Minat Belajar Gambar 1. Grafik Uji Linieritas Berdasarkan grafik di atas diperoleh bahwa titik membentuk garis lurus dari bawah ke atas, yang berarti ada hubungan antara variabel kurikulum mardeka dan variabel minat belajar siswa. Kemudian dilakukan uji regresi sederhana untuk melihat bagaimana pengaruh kurikulum mardeka belajar terhadap minat belajar siswa. Hasil uji regresi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Uji garis persamaan regresi menjelaskan bahwa koefisien pada baris persamaan regresi pada kolom B sebesar -3,213 Dari sini dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi adalah adalah YAo = -3,213 0,388X. Sehingga dapat dikatakan bahwa arah dari variabel kurikulum mardeka berpengaruh signifikan terhadap variabel minat belajar. Hasil dilihat dari tabel di bawah ini: Tabel 4. Garis Persamaan Regresi Coefficientsa Standard Tabel 2. Uji Regresi Sederhana Model Summary Adjusted Std. Error of Model Square R Square the Estimate Predictors: (Constan. Minat Belajar Berdasarkan tabel 2 terdapat R square yang menunjukkan persentase pengaruh variabel terikat terhadap variabel bebas, yaitu 0,729 yang berarti sebanyak 72,9% variasi. Maka dapat disimpulka bahwa pengaruh kurikulum mardeka belajar terhadap minat belajar siswa sebesar 79,2% dari 53 sampel. Pengujian signifikansi dengan uji F diperoleh bahwa dari nilai F 137. melihat tabel distribusi F diperoleh nilai signifikansi yaitu < 0,001 yang dimana lebih kecil dari 0,05. Dapat diartikan minat belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kurikulum mardeka pada mata Pelajaran matematika. Tabel 3. Pengujian Signifikansi dengan Uji F ANOVAa Sum of Model Squares 1 Regr Mean Square Sig. 120 <,001b Unstandardized Coeffici Coefficients Sig. Std. Model 1 (Const Error Beta <,001 Dependent Variable: Kurikulum mardeka Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistik menggunakan SPSS diperoleh nilai Fhitung sebesar 120 dengan nilai signifikansi <0,001. Dimana jika nilai signifikansi F < 0,005 maka hal tersebut mendeskripsikan bahwa variabel Kurikulum mardeka secara signifikan berpengaruh terhadap variabel minat belajar. Kemudian hasil perhitungan yang sebelumnya didapatkan persamaan regresi sederhana yaitu YAo = -3,213 0,388X dari persamaan tersebut diketahui bahwa dengan adanya kurikulum mardeka meningkatkan minat belajar siswa khususnya pada mata Pelajaran Matematika. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi diatas didapatkan nilai yaitu 0,729 Yang berarti kurikulum mardeka berpengaruh sebesar 72,9% terhadap miar belajar siswa, dan 21,7 % sisanya dipengaruhi oleh faktor yang lainnya Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 4 . Januari 2024 diluar variabel penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kurikulum mardeka berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran matematika di SMP Setya Budi Nanga Pinoh. Sedemikian sehingga, secara tersirat minat belajar siswa bisa dipengaruhi oleh kurikulum yang diterapkan di sekolah. Penelitian ini senada dengan hasil penelitian Pangkey & Merentek . bahwa pelaksanaan kurikulum mardeka mempengaruhi minat siswa dalam belajar. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka ditekankan pada pemberian berbasis projek, materi pembelajaran Dimana pada tiga karakteristik pembelajaran kurikulum merdeka tersebut secara teoritis dan praktis yang telah dijelaskan dan dipaparkan, memiliki keterkaitan dengan minat belajar siswa. Pada uji koefisien determinasi dari penelitian ini dihasilkan pembelajaran kurikulum merdeka memiliki pengaruh pada minat belajar PPKn sebesar 0,490 atau 49% dimana nilai tersebut berada pada kategori moderat atau sedang. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan peneliti diperoleh kesimpulan bahwa kurikulum mardeka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran matematika. Hal ini dilihat dari koefisien determinasi didapatkan nilai sebesar 0,729 artinya kurikulum mardeka berpengaruh sebesar 72,9% terhadap minat belajar siswa dan sisanya 27,1 % dipengaruhi oleh faktor yang lainnya. Kemudian dilihat dari nilai F hitung sebesar 137. 120 dengan taraf signifikansi sebesar < 0,001 yang mendeskripsikan bahwa kurikulum mardeka berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada mata Pelajaran matematika di SMP Setya Budi. Saran