Moluccas Health Journal. Vol. 06 No. 3 (Agustus, 2. No. Hal 65-68 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Optimalisasi Peran Ibu Dalam Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Anggota Keluarga Melalui Penerapan Pendidikan Kesehatan Supriyatni Kartadarma1. Diah Adni Fauziah2. Fitri Apriliani3* 1,2,3Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Bhakti Kencana. Jl. Soekarno Hatta. Indonesia DATA OF ARTICLE: Received : 29 July 2024 Reviewed : 12 Agustus 2024 Revised : 19 Agustus 2024 Accepted : 26 Agustus 2024 *CORRESPONDENCE: nugrahaqiqi19@gmail. Abstrak Diantara satu dari sepuluh penyakit pernapasan yang paling umum terjadi di Indonesia adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Pendidikan Kesehatan penting dilakukan agar orangtua mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan ISPA pada anak sehingga orangtua dapat melakukan tindakan pencegahan pada anak yang mengalami ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran orangtua khususnya ibu tentang ISPA dan melihat lebih jauh implementasi ISPA melalui Pendidikan Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan menggunakan kerangka kerja analitik deskriptif. Partisipasi dalam penelitian ini hanya menyertakan para ibu yang memiliki anak berusia antara 0 hingga 5 tahun Sample dalam penelitian ini mencakup 33 responden yang dipilih dengan menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Analisa data menggunakan Analisa univariat. Temuan-temuannya menunjukkan bahwa sebagian besar ibu . ,6%) secara efektif membantu mengurangi risiko infeksi saluran pernafasan pada orang yang dicintai melalui penerapan Pendidikan Kesehatan. Menentukan pengaruh ibu sebagai pengasuh dalam pencegahan infeksi saluran pernafasan akut di antara anggota keluarga melalui penerapan Pendidikan Kesehatan supaya frekuensi ISPA pada balita akan menurun. Kata Kunci: Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Pendidikan Kesehatan PENDAHULUAN Latar Belakang Infeksi mikroba seperti bakteri, virus, atau riketsia dapat menyebabkan peradangan akut pada saluran pernafasan bagian atas dan bawah yang dikenal sebagai infeksi salyran pernafasan akut (ISPA). Perdangan ini dapat terjadi sendiri atau bersamaan dengan peradangan parenkim paru. Ada tiga factor yang dapat mempengaruhi atau menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Faktorfaktor tersebut antara lain keberadaan kuman, yang dapat mencakup lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia: kondisi daya tahan tubuh yang dapat dipengaruhi oleh factor-faktor seperti status gizi dan imunisasi. kondisi lingkungan, seperti rumah yang berventilasi buruk, lembab, basah dan padat. dan kualitas udara yang dapat dipengaruhi oleh factor-faktor seperti peningkatan polutan dalam ruangan seperti asap rokok, asap dapur, dan penggunaan obat nyamuk baka. Angka kejadian infeksi salyran pernafasan akut (ISPA) cukup tinggi di Indonesia. Diantara sepuluh penyakit yang paling banyak diderita di Indonesia pada tahun 2019, menurut Survei Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) adalah gangguan pernafasan. ISPA memengaruhi saluran nafas di atas laring, sementara Sebagian besar gangguan ini pada akhirnya bermanifestasi di saluran nafas bagian atas dan bawah. Pada kebanyakan kasus, durasi 14 hari dikaitkan dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), yang berdampak pada faring, saluran hidung, dan paru-paru. Pasien dengan ISPA yang termasuk Vol 6 No 3 Agutus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 06 No. 3 (Agustus, 2. No. Hal 65-68 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index dalam daftar prevalensi RISKESDAS 2018 memiliki prevalensi 6%, dan data yang sama mengungkapkan bahwa pasien dengan ISPA yang melakukan pemeriksaan secara rutin. Strategu sangatlah penting untuk memprioritaskan pencegahan dan pengendalian infeksi karena banyaknya bahaya yang terkait dengan penyakit ISPA. Penting bagi orang tua untuk mengetahui mekanisme penularan bakteri penyebab ISPA, karena manajemen infeksi adalah komponen kunci dalam mengurangi efek infeksi yang berpotensi berbahaya. Meskipun ada banyak temapat yang dapat dituju oleh orang tua untuk mendapatkan informasi, namun sangat penting bahwa orang yang tepat dengan keahlian yang tepat memberikan pengetahuan tersebut kepada anak-anak mereka. Hal ini memerlukan peran serta keluarga dalam penanganannya. Tujuan Penelitian (Opsiona. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ibu dalam pencegahan infeksi saluran pernafasan akut pada anggota keluarga melalui penerapan Pendidikan Kesehatan. METODE Pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Ibu yang memiliki anak berusia antara 0 hingga 5 tahun menjadi populasi penelitian ini. Dengan menggunakan pengambilan sampel secara tidak sengaja, penelitian ini menarik sampel sebanyak 33 partisipan. Kuesioner dikirimkan untuk mengumpulkan data dan analisis univariat digunakan untuk menganalisis hasilnya. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pendidikan Responden Dalam Pencegahan ISPA Pada Anggota Keluarga Melalui Penerapan Pendidikan Kesehatan Pendidikan Responden Rendah Sedang Tinggi Frekuesi 9,09 Berdasarkan temuan penelitian, mayoritas responden . ,6%) memiliki tingkat pendidikan sedang. Sebagian kecil responden memiliki Pendidikan rendah (SD-SMP) sebanyak 9,09% Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden Dalam Pencegahan ISPA Pada Anggota Keluarga Melalui Penerapan Pendidikan Kesehatan Pekerjaan Responden Swasta Wiraswasta Buruh Lepas Tenaga Honor IRT Frekuesi 12,12 12,12 9,09 39,39 Menurut hasil penelitian, bahwa mayoritas responden memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yaitu 39,39%, pekerjaan yang paling minoritas pada responden yaitu sebagai tenaga honor sebanyak 9,09%. Vol 6 No 3 Agutus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 06 No. 3 (Agustus, 2. No. Hal 65-68 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index Tabel 3. Distribusi Frekuensi Peran Ibu Dalam Pencegahan ISPA Pada Anggota Keluarga Melalui Penerapan Pendidikan Kesehatan Peran Ibu Baik Cukup Kurang Frekuesi 27,27 12,12 Menurut temuan penelitian, mayoritas ibu . epatnya 60,6%) memainkan peran penting dalam menjaga anak-anak mereka tetap sehat dengan menangkal penyakit pernafasan pada anggota keluarga melalui penerapan Pendidikan Kesehatan. Sebagian kecil ibu . ,12%) mempunyai peran yang kurang dalam pencegahan ISPA pada anggota keluarga melalui penerapan Pendidikan Kesehatan. PEMBAHASAN Sebagian besar ibu mempunyai peran yang penting untuk melindungi orang yang dicintai agar tidak terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut melalui penerapan Pendidikan Kesehatan. Ibu dari hasil tersebut mencerminkan bahwa responden sudah memahami dan mempunyai peranan penting dalam Kesehatan anggota Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ibu merupakan seorang perempuan yang menjadi ibu atau pernah menjadi ibu. Purandina dkk. menyatakan bahwa ibu memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan mentalitas anak mereka dengan menjadi teladan perilaku yang baik dan mengajari mereka tentang kualitas-kualitas penting. Posisi social seseorang, seperti pasanganan, istri, anak, orang tua, dan sebagainya, menentukan perilaku yang dianggap sesuai untuk peran tersebut. Untuk memberikan pemantauan anak yang akurat, partisipasi ibu dalam perkembangan anak sangatlah penting. Dalam sebuah keluarga, ibu harus bertindak sebagai guru dan teladan bagi anak-anak mereka. Karena itu, semua orang dalam keluarga akhirnya bergantung pada ibu. Para ibu memeiliki peran penting sebagai pembimbing atau kerabat lainnya. Keluarga adalah unit dasar dari masyarakat, yang tinggal Bersama di rumah, yang ditandai dengan saling ketergantungan dan interaksi di antara para anggotanya. Keterlibatan proaktif anggota keluarga memainkan peran penting dalam perawatan individu dengan ISPA, karena penyakit ini mempengaruhi lazim terjadi di masyarakat dan rumah tangga, sehingga membutuhkan keterlibatan yang signifikan dari orang tua, terutama karena balita merupakan kelompok demografi yang paling terdampak. Temuan ini konsisten dengan hasil yang dilaporkan Sukarto . yang menemukan bahwa partisipasi orang tua dalam pencegahan ISPA berhubungan dengan penurunan risiko kekambuhan ISPA pada balita. Notoatmodjo . menegaskan bahwa sikap merupakan predisposisi untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motiasi tertebntu. Peran sikap dan pengetahuan bukanlah suatu Tindakan . vert respons. atau aktivitas, tetapi lebih merupakan kecenderungan untuk berperilaku atau respon terselubung, prestasi, dan sentiment terhadap suatu hal. Media promosi Kesehatan yang efektif menyampaikan informasi Kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman audiens target, sehingga memfasilitasi kemauan dan kemampuan untuk memodifikasi perilaku dalam menanggapi pesan tentang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki peran yang signifikan dalam menghindari infeksi saluran pernafasan akut di antara anggota keluarga dengan menerapkan Pendidikan Kesehatan. Penelitian lebih lanjut mengenai korelasi antara kesadaran dan keterlibatan ibu dengan prevalensi infeksi saluran pernafasan akut disarankan untuk dilakukan oleh para peneliti di masa depan. Vol 6 No 3 Agutus 2024 Moluccas Health Journal. Vol. 06 No. 3 (Agustus, 2. No. Hal 65-68 ISSN 2810 - 0034 (Ceta. ISSN 2686 - 1828 (Onlin. https://w. id/index. php/mhj/index REFERENSI