Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Pembiasaan Keagamaan di MTs Hasyim AsyAoari Bojong Azmiyatul Islachi1. Esatul Fitri Mufariya1*. Neli Maulidiyah1. Faizin1 Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal. Indonesia *Corresponding Email: esatulfitri@gmail. Abstract Character education for students at the high school level is currently experiencing a decline. This is not unrelated to the unusual environment they encounter every day. if they are accustomed to associating with friends and a negative environment, the character that emerges will also be negative. especially in this highly advanced era, where numerous negative influences may easily affect students, whether through social interactions or access to harmful websites via This is concerning because they are the future leaders of the nation, who should possess character traits aligned with religious teachings and the Pancasila principles, not those who indulge in alcohol or engage in immoral behavior. This study aims to investigate character development through religious activities at MTs Hasyim AsyAoari Bojong. The research employs a case study approach. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that: these religious activities have a significant impact on students' character, enabling them to become disciplined, responsible, honest, obedient individuals, and ultimately better people. Keywords: Character. Religious Activities. Education Abstrak Pendidikan karakter siswa pada tingkat Sekolah dewasa ini mengalami penurunan. Hal-hal tersebut tidak lepas dari lingkungan yang tidak biasa setiap hari, jika mereka terbiasa berkumpul dengan teman dan lingkungan yang buruk maka karakter yang muncul adalah karakter yang buruk juga, apalagi diera yang serba canggih seperti sekarang ini banyak hal-hal negatif yang mungkin saja dengan mudah mempengaruhi siswa entah dari pergaulan maupun situs-situs negatif yang mudah diakses melalui gadged, tentunya hal ini mengkhawatirkan karena mereka adalah penerus masa depan bangsa yang harus memiliki karakter yang sesuai dengan ajaran agama dan pancasila, bukan yang suka minuman keras, dan melakukan asusila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter melalui kegiatan keagamaan di MTs Hasyim AsyAoari Bojong. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kegiatan pembiasaan keagamaan ini sangat berpengaruh pada karakter siswa, dimana siswa mampu menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, jujur, patuh dan tentunya menjadikan siswa pribadi yang lebih baik lagi. Kata Kunci: Karakter. Kegiatan Keagamaan. Pendidikan Pendahuluan Pendidikan merupakan aspek yang penting dalam suatu bangsa. Dengan pendidikan yang berkualitas dapat membawa bangsa tersebut menjadi bangsa yang maju. Pendidikan sebagai alat untuk mendewasakan seseorang agar lebih baik kedepannya. Pada dasarnya pendidikan merupakan hak bagi setiap warga Negara Indonesia. Sebab pendidikan berperan penting dalam memajukan sebuah peradaban bangsa. Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam kualitas sumber daya manusia, baik secara intelektual. Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 psikologi maupun aspek sosial. Kesadaran akan pentingnya pendidikan mendorong semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan dapat terlaksana berkat adanya aktvitas belajar mengajar. Lingkup yang sempit dari pendidikan adalah pengajaran dikelas, yang mana hal tersebut ditandai dengan adanya interaksi antara pendidik dan peserta didik, metode atau media yang digunakan dan lingkungan kelas yang terarah pada pencapaian tujuan pengajaran. Pendidikan adalah tahapan-tahapan kegiatan mengubah sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang melalui upaya pembelajaran dan pelatihan. Pendidikan merupakan pilar tegaknya suatu bangsa. Melalui pendidikanlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat. Dalam era ini, pendidikan bukan hanya terpaku dalam faktor intelektual yang dimiliki sesorang saat menempuh pendidikan namun juga harus diintegrasikan dengan faktor lain seperti halnya sikap, perilaku, dan karakter. Masalah pendidikan di Indonesia sangatlah kompleks karena di semua aspeknya terdapat persoalan yang perlu diselesaikan. Dekadensi moral telah merajalela dalam dunia pendidikan sehingga menjadi potret buram dalam dunia pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari maraknya perkelahian antarpelajar, banyaknya kasus narkoba yang menjerat siswa, siswa yang menunjukkan sikap kurang hormat kepada orang dewasa, kasus menyontek yang sudah menjadi kebiasaan. Persoalan budaya dan karakter bangsa saat ini menjadi sorotan tajam masyarakat. Yang menjadi sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, seperti yang telah jelaskan dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Tujuan pendidikan ini sebagai media meningkatkan kemampuan-kemampuan mereka serta menambah ilmu pengetahuan dalam pandangan Islam pendidikan diartikan sebagai penanaman perilaku atau akhlak yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam sehingga dapat membentuk kehidupan sesuai dengan ajaran Islam. 3 Tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam undang-undang menjelaskan bahwa di dalam pendidikan dijelaskan bahwa aqidah dan akhlak dijadikan sebagai landasan pendidikan melalui setiap mata pelajaran hal ini dianggap penting dan Nur Mustafa. Mukhyar Buchari. Strategi Pembelajaran, (Pekanbaru: cendekia Insani, 2. , hlm. Utomo. AuPeran Pembelajaran Sejarah dalam Penanaman Nilai Karakter Religius dan Nasionalisme di MAN TemanggungAy. Vol. Jurnal Paramitha, 2017, hlm, 23. Umar. Bukhari. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2. , hlm, 25. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 mendasar karena tujuan pendidikan nasional pada intinya adalah membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia mengakui serta mengimani adanya Tuhan Yang Maha Esa disinilah pentingnya fungsi dan peranan nilai-nilai aqidah atau akhlak dalam mencapai maksud dan tujuan yang esensi dari pendidikan nasional. 4 Namun belakangan ini pendidikan karakter Indonesia semakin memudar, sistem pendidikan dilihat seakan-akan tidak mampu menjadi alat untuk menciptakan manusia Indonesia yang cerdas baik secara spiritual sosial maupun intelektual padahal karakter yang dimiliki suatu bangsa sangat menentukan keberadaan bangsa tersebut di mata dunia karakter bangsa merupakan pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karakter itu ibarat Landasan atau pondasi yang dibutuhkan dalam membangun bangsa yang kuat bangsa yang memiliki jati diri dan karakter kuat yang mampu menjadikan dirinya sebagai bangsa besar yang bermartabat dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain apabila sebuah bangsa kehilangan karakter bangsanya maka bangsa tersebut akan mudah dikendalikan oleh bangsa lain dan akan susah untuk Mandiri. Strategi penanaman nilai-nilai karakter religius dan karakter kebangsaan sangat diperlukan karena banyaknya sikap dan perilaku . tidak baik di kalangan lain lunturnya nilai-nilai kejujuran yang terjadi di kalangan siswa, fenomena ma- raknya tawuran antarsiswa juga mengindi- kasikan lunturnya pengamalan nilai-nilai Pancasila khususnya sila kedua yang me- ngandung makna bahwa rakyat Indonesia diharapkan dapat menjadi manusia yang beradab sesuai dengan asas-asas dan nilai- nilai luhur Pancasila. Penguatan pendidikan karakter di era sekarang merupakan hal yang penting untuk dilakukan mengingat banyaknya peristiwa-peristiwa yang menunjukkan terjadinya krisis moral baik di kalangan anak-anak remaja maupun orang tua, oleh karena itu penguatan pendidikan karakter perlu dilaksanakan sedini mungkin dimulai dari lingkungan keluarga sekolah dan meluas ke dalam lingkungan masyarakat salah satu upaya untuk memperkuat karakter bangsa yaitu dengan menerapkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah Anita Nur Arifah. AuImplementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Pembiasaan Keagamaan Pada Peserta Didik di SD Muhamadiyah Purwokerto UtaraAy, (Purwokerto: 2. , hlm, 5. Marzuki Marzuki and Pratiwi Istifany Haq. AoPenanaman Nilai-Nilai Karakter Religius Dan Karakter Kebangsaan Di Madrasah Tsanawiyah Al Falah Jatinangor SumedangAo. Jurnal Pendidikan Karakter, 9. , pp. 84Ae94 . doi:10. 21831/jpk. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 dalam skala nasional pelaksanaan pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah namun juga harus mendapatkan dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat pendidikan karakter berusaha menanamkan berbagai kebiasaan-kebiasaan baik kepada para siswa agar bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Salah satu program penguatan pendidikan karakter yang sudah berjalan di era sekarang ini adalah program kegiatan keagamaan. Dimana kegiatan ini dimaksudkan agar manusia mampu menjadi manusia yang memiliki karakter islami sejak dini. Oleh karena itu, sudah banyak sekali sekolah yang menerapkan hal tersebut sebagai kegiatan wajib. Baik itu di tingkat PAUD sampai Universitas, kegiatan keagamaan sudah sangat tersebar luas dan mampu dirasakan manfaatnya. MTs Hasyim AsyAoary Bojong merupakan salah satu Madrasah Tsanawiyah yang juga menerapkan kegiatan keagamaan rutin dan ketat dalam proses pembelajarannya. MTs Hasyim AsyAoari terletak di Desa Bojong. Kabupaten Tegal, tepatnya de sebelah Masjid An Nur Bojong. Kegiatan keagamaan yang diterapkan disini meliputi kegiatan sholat dhuha dan solat dhuhur berjamaah, pembacaan Asmaul Husna, pembacaan dan hafalan suratsurat pendek, tahlil, peringatan hari besar islam, dan lain sebaginya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penanaman pendidikan karakter siswa melalui kegiatan pembiasaan keagamaan di MTs Hasyim AsyAoari Bojong Kabupaten Tegal. Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini yaitu, diharapkan penelitian ini mampu memberikan kontribusi terhadap dunia keilmuan secara umum dan khusnya dalam wacana akademis. Penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi rujukan bagi perkembangan Pendidikan karakter siswa. Metode Penelitian Dalam penelitian kualitatif, kualitas riset sangat tergantung pada kualitas dan kelengkapan data yang dihasilkan. Pertanyaan yang selalu diperhatikan dalam TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 pengumpulan data adalah apa, siapa, dimana, kapan, dan bagaimana. 6 Penelitian kualitatif bertumpu pada triangulation data yang dihasilkan dari tiga metode: interview, participan to observation, dan telaah catatan organisasi . ocument record. Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data lazimnya menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Juga tidak diabaikan kemungkinan menggunakan sumbersumber non-manusia . on-human source of informatio. , seperti dokumen, dan rekaman . yang tersedia. Pelaksanaan pengumpulan data ini juga melibatkan berbagai aktivitas pendukung lainnya, seperti menciptakan rapport, pemilihan informan, pencatatan data/informasi hasil pengumpulan data. Karena itu dalam bagian ini akan dibahas secara berturut-turut. Penciptaan rapport. Pemilihan informan. Pengumpulan data dengan metode observasi, dokumentasi, wawancara, pengumpulan data dari sumber nonmanusia dan Pencatatan data/ informasi hasil pengumpulan data. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pendidikan karakter adalah bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik dan diperuntukan bagi generasi selanjutnya. Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnan individu secara terusmenerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik observasi secara langsung dan teknik Metode Dokumentasi juga digunakan dalam penelitian ini yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Jenis penelitian ini termasuk field research. Penulis melakukan penelitian dalam rangka memperoleh dan mengumpulkan data yang bersumber dari obyek penelitian, dalam hal ini adalah MTs. Hasyim AsyAoari Bojong. Subjek Penelitian ini yaitu MTs. Hasyim AsyAoari Bojong, dimana sumber data primer tersebut digali langsung dari MTs. Hasyim AsyAoari Bojong, dengan melakukan pengamatan dan wawancara dengan pihak pengelola, pihak pengajar, siswa serta kegiatannya. Dimyati. Metodologi Penelitian Pendidikan & Aplikasinya pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), (Jakarta: kencana prenada media group,2. , hlm, 13. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 Implementasi Kegiatan Keagamaan di Mts Hasyim AsyAoari Bojong Pendidikan karakter adalah bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik dan diperuntukan bagi generasi selanjutnya. Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnan individu secara terusmenerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Pendidikan karakter yang ditanamkan di MTs. Hasyim Asy'ari melalui kegiatan keagamaan bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, terutama untuk pembentukan karakter yang berhubungan dengan jiwa kerohanian siswa. Pendidikan karakter ini juga perlu dilengkapi dengan pendidikan seks sejak dini dalam tinjauan psikologis agar siswa memiliki pemahaman yang utuh tentang diri mereka dan mampu menghadapi perkembangan fisik dan mental dengan sehat. Dengan demikian mampu membentuk moralitas yang baik sesuai dengan visi misi MTs Hasyim AsyAoari yaitu: Visi Madrasah AyTerdidik berdasarkan iman dan taqwa berkemampuan ilmiyah amaliyahAy. Misi Madrasah Au Menyelenggarakan Pendidikan Islam Yang Bercirikan Ahlu Sunnah Wal JamaAoah. Memberikan Pembelajaran Dan Bimbingan Secara Efektif. Sehingga Setiap Siswa Berkembang Secara Optimal. Menumbuhkan Penghayatan Terhadap Ajaran Islam Sehingga Menjadi Sumber Kearifan Dalam Bertindak. Menyiapkan Generasi Umat Islam Yang Berilmu. Menyiapkan Calon Ilmuwan Yang Islami. Selain itu tujuan utama dari kegiatan keagamaan ini adalah untuk membentuk siswa yang berakhlakul karimah menuju madrasah yang bermartabat, sebab seperti yang kita ketahui bahwa diera yang serba canggih seperti sekarang ini banyak hal negatif yang bisa saja dengan mudah mempengaruhi siswa. Contohnya dari pergaulan siswa dan juga dari gadget yang mana sekarang banyak situs-situs berbahaya yang mudah diakses yang tentunya akan berpengaruh pada karakter siswa, melalui kegiatan keagamaan ini diharapkan dapat membentengi siswa agar tidak lepas dari jalan agama terutama dengan yang berkaitan dengan Ahlussunah waljamaAoah. Sebagai bentuk aplikasi dan pengembangan pembelajaran kegiatan keagamaan untuk siswa di MTs Hasyim AsyAoari mempunyai program kegiatan keagamaan yang dilakukan Mokhamad Miptakhul Ulum. AoPendidikan Seks Sejak Dini Menurut AbdullAh Naih AoUlwan (Analisis Psikologis Dan Sosiologi. Ao. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 10. , pp. 221Ae30, doi:10. 26618/equilibrium. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 untuk menunjang pembentukan akhlak siswa dengan dilaksanakan secara berkala. Adapun kegiatan-kegiatan keagamaan yang di lakukan diantaranya adalah : Sholat Dhuha dan sholat Dhuhur berjamaah Sholat dhuha berjamaah merupakan agenda rutin setiap harinya yang dilakukan tepat setelah siswa berangkat sekolah dan sebelum pembelajaran dimulai. Sedangkan sholat dhuhur dilaksanakan pada istirahat kedua, tepat setelah kumandang adzan dhuhur. Jadi, waktu istirahat kedua siswa digunakan secara efektif untuk melaksanakan sholat dhuhur. Hal ini sangat meminimalisir kemungkinan tidak melaksanakan sholat dhuhur ketika samapi di rumah. Sholat dhuha dan dhuhur berjamaah ini diwajibkan bagi siswa seluruh staf Mts Hasyim AsyAoari. Jika ada siswa atau guru yang berhalangan, tetap mengikuti namun di shaf yang belakang. Membaca Asmaul Husna dan Juz Amma Pembacaan Asmaul Husna dan juz Amma dilakukan setelah sholat dhuha. Biasanya dilakukan secara bergantian atau bahkan berurutan. Dipimpin langsung oleh imam, sehingga ketika membaca surat-surat pendek benar-benar dipastikan sesuai dengan ilmu Hafalan Surat-surat pendek (Juz Amm. Kegiatan keagamaan ini sudah berjalan cukup lama. Dilakukan setiap hari sabtu di kelas yang dibimbing oleh Wali Kelas masing-masing. Adanya tarikan hafalan juz amma ini diharapkan mampu menjadi bekal para siswa agar nantinya ketika lulus dari MTs, bukan hanya ijazah yang mereka bawa tetapi juga hafalan yang bisa bermanfaat Tahlil Pembacaan tahlil ini dilaksanakan setiap Jumat kliwon setelah sholat dhuha. Kegiatan ini mengajarkan siswa untuk senantiasa terbiasa dengan kalimat-kalimat dzikir pada tahlil serta agar terbiasa bias memimpin di depan. Kegiatan ini dipermudah dengan adanya buku saku yang berisi semua panduan yang dibutuhkan untuk kegiatan rutin keagamaan di mts. Misalnya seperti tahlil, juz amma, hadist arbain Nawawi, doa-doa sehari-hari dan masih banyak lagi. Peringatan Hari Besar Islam dan sejenisnya TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang dimasyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Setiap tahunnya umat islam memperingati Maulid Nabi ini sebagai ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW, dengan cara menyanjung Nabi, mengenang, memuliakan dan mengikuti perilaku yang terpuji dari diri Rasulullah SAW. Sama halnya dengan yang lain, peringatan Maulid Nabi di MTs Hasyim AsyAoari ini menjadi agenda setiap tahunnya. Dilaksanakan setiap pagi setelah sholat dhuha di bulan mulud. Peringatan ini biasanya selama 12 hari, diisi dengan pembacaan Maulid DibaAoi. biasanya ketika puncak peringatan yaitu pada hari ke-12 atau orang jawa menyebutnya dengan AubadaAy. MTs Hasyim AsyAoari akan melaksanakan maulid nabi sekaligus pengajian yang diisi mouidhotul khasanah oleh perwakilan komite sekolah dan ustadz-uztadz setempat. Pembacaan dan Hafalan Hadist arbain Nawawi Kegiatan keagamaan membaca dan menghafal hadist arbain Nawawi ini, selain untuk mengenalkan siswa tentang hadits-hadits nabi juga dimaksudkan agar siswa tidak sekadar tahu isinya saja, melainkan juga memahami arti dan sejarahnya. Pembacaan hadist arbain Nawawi ini dilakukan secara Bersama-sama setelah solat dhuhur berjamaah dan dzikir setelah sholat. Adapun untuk hafalan hadist arbain Nawawi ini dilakukan sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Semua kegiatan tersebut sangat berdampak baik pada akhlak dan karakter siswa. Selain mengajarkan siswa untuk senantiasa disiplin yaitu implementasinya ketika mereka harus berangkat awal untuk melaksanakan sholat dhuha, dan tanpa dioprak-oprak melaksanakan sholat dhuhur berjamaah. Tetapi juga mengajarkan siswa untuk bersikap jujur, bertangung jawab dan rajin. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa contoh kegiatan, dimana sedikit sekali siswa yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diajarkan tanggung jawab dan sikap jujur bahwa di pundak mereka memiliki kewajiban melaksanakan kegiatan tersebut. Dalam wawancara yang kami lakukan ke Pembina keagamaan pun menyebutkan bahwa adanya kegiatan keagamaan ini memberi pengaruh besar ketika siswa di rumah. Menurut salah satu wali siswa, mengatakan bahwa anaknya semakin rajin dalam melaksanakan sholat dhuha. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 Karakter yang ditanamkan dalam diri siswa pada lingkungan madrasah yaitu datang kemadrasah tepat waktu, menghormati semua orang yang ada di madrasah, mengikuti peraturan madrasah, mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, berbicara sopan santun terhadap guru, menyapa ketika bertemu baik di lingkungan madrasah maupun luar Kesimpulan Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan keagamaan sangat berpengaruh dan bermanfaat dalam meningkatkan karakter dan akhlak siswa. Kegiatan yang menunjang peningkatan karakter siswa tersebut yaitu Sholat Dhuha dan sholat Dhuhur berjamaah. Membaca Asmaul Husna dan Juz Amma. Hafalan Surat-surat pendek (Juz Amm. Tahlil . Peringatan Hari Besar Islam dan sejenisnya. Pembacaan dan Hafalan Hadist arbain Nawawi. Karakter yang ditanamkan dalam diri siswa pada lingkungan madrasah yaitu datang ke madrasah tepat waktu, menghormati semua orang yang ada di madrasah, mengikuti peraturan madrasah, mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, berbicara sopan santun terhadap guru, menyapa ketika bertemu baik di lingkungan madrasah maupun luar Adanya kegiatan keagamaan ini bermanfaat pada kedisiplinan, sikap dan tanggung jawab siswa. Walaupun beberapa masih ada yang melanggar, namun kegiatan ini berjalan dengan baik dan mampu menarik antusiasme siswa. Daftar Pustaka