Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia ISSN: 2827-9956 Volume 4 Nomor 1 Analisis Pembelajaran Media Youtube Pada Kanal Mau Tau Banget Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Vero Thessalonica verothessalonica9@gmail. Universitas Pendidikan Ganesha I Nyoman Sudiana sudiana@undiksha. Universitas Pendidikan Ganesha I Wayan Wendra wayan_wendra@yahoo. Universitas Pendidikan Ganesha Abstract This research aims to describe . the steps of using YouTube media on the "Mau Tau Banget" channel in teaching students to write exposition texts, . the obstacles faced by teachers and students in teaching students to write exposition texts, and . the learning outcomes of writing exposition texts after using YouTube media on the "Mau Tau Banget" channel in the teaching process. This research uses a qualitative descriptive research design. The research subjects are the Indonesian Language teacher of class Vi F. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The data in this research are analyzed descriptively qualitatively. The results of this research show . the steps include three activities, namely the opening, core, and closing activities during the implementation of teaching exposition texts. The obstacles found by the teacher indicate several challenges faced by the Indonesian Language teacher in terms of students' abilities to listen and create exposition texts, students' focus on learning exposition texts is still lacking, and the use of time is not yet effective. The learning outcomes provide an overview of the extent of students' abilities in writing exposition texts using YouTube media on the "Mau Tau Banget" channel, seen from the students' work assessed by the teacher, ordered according to their abilities, starting from the highest to the lowest scores. The suggestion of this research is that Indonesian Language teachers should maintain the effectiveness of using YouTube media in teaching. Keywords: Media. YouTube. Learning. Exposition Texts PENDAHULUAN Pendidikan merupakan peranan penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang lebih bermutu. Untuk melaksanakan peran penting pendidikan tersebut pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Riste. berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Usaha tersebut dapat dilihat dengan diadakannya pengembangan metode mengajar, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar, pengadaan peralatan yang dapat menunjang pengajaran dan sistem Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra administrasi yang lebih teratur. Pendidikan sekolah merupakan amanah untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dilakukan secara sistematis, praktis,dan berjenjang. Era Revolusi Industri 4. 0 merupakan revolusi industri yang mengubah pola pikir manusia serta cara kerjanya menggunakan teknologi otomatisasi dengan tingkat efektivitas dan efisiensi waktu bisa meningkat. Pada bidang pendidikan. Fisk . menjelaskan bahwa visi baru pembelajaran mendorong siswa untuk mempelajari tidak hanya keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan, tetapi juga untuk mengidentifikasi sumber untuk mempelajari keterampilan dan pengetahuan tersebut. Tentunya revolusi industri 4. 0 memberikan inovasi dengan munculnya teknologi pendidikan yang diharapkan memudahkan siswa dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. Dalam pembelajaran teks eksposisi sebelumnya masih terdapat kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa, yakni dalam hal memahami ciri-ciri, struktur serta kaidah kebahasaan teks eksposisi dalam membuat sebuah teks eksposisi. Hal inilah yang kemudian mendorong guru untuk menciptakan suasana pembelajaran baru dengan menggunakan sebuah model pembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi siswa agar antusias dalam mengikuti Proses belajar mengajar memerlukan media pembelajaran guna membantu siswa agar lebih mudah untuk memahami materi pembelajaran. Media pembelajaran yang variatif tentunya mendorong siswa agar selalu bersemangat dalam proses pembelajaran. Peran media pembelajaran sangat mempengaruhi hasil akhir atau evaluasi kegiatan belajar mengajar bagi guru maupun siswa. Peran media pembelajaran dalam proses pembelajaran merupakan satu kesatuan yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan Menurut Daryanto . , media pembelajaran merupakan media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran membantu menciptakan interaksi antara guru dengan siswa, artinya guru mampu menyampaikan materi dengan baik serta siswa menerima dengan baik materi yang diberikan ketika pembelajaran berlangsung (Putra, 2013:. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi melalui YouTube sebagai media pembelajaran. Kanal YouTube Mau Tau Banget merupakan Kanal YouTube yang mengunggah berbagi konten Video edukasi pengetahuan yang mengandung fakta serta gagasan. Kanal YouTube Mau Tau Banget adalah kanal YouTube yang YouTube memiliki 49,8 ribu subscriber yang bergabung pada 3 Juli 2016. Kanal YouTube Mau Tau Banget menyajikan konten menarik seputar cerita dan peristiwa dunia dan sejarah unik pengetahuan dan Pendidikan yang mengandung fakta dan gagasan di dalam setiap video. Unggahan video dari Kanal YouTube Mau Tau Banget dapat dijadikan untuk referensi sebagai media pembelajaran di sekolah, salah satunya yaitu teks eksposisi. Unggahan video dari Kanal YouTube Mau Tau Banget memuat berbagai unggahan video seperti peristiwa dunia, sejarah, dan Pendidikan juga disajikan dalam kanal YouTube ini. Hughes . berpendapat bahwa seorang guru harus mampu memasuki dunia siswa dengan cara mengaitkan apa yang diajarkan dengan sebuah peristiwa yang mereka alami. Untuk dapat memasuki dunia siswa, seseorang guru harus mempunyai banyak strategi serta media pembelajar yang kreatif dan tidak membosankan. Dengan memanfaatkan media Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra YouTube tentunya membuat pembelajaran menjadi variatif dan tentunya mendorong siswa agar selalu bersemangat dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Singaraja, yakni Komang Gurianta. Pd bahwa hasil belajar materi pembelajaran teks eksposisi dengan memanfaatkan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ini tergolong baik, yaitu diantaranya adalah . akan menumbuhkan daya imajinasi yang tinggi kepada setiap siswa-siswa yang menonton video dari media YouTube tersebut. menginspirasi siswa dalam sebuah cerita berdasarkan apa yang dilihat, didengarkan, dan dipikirkan. menanamkan norma-norma kehidupan yang positif bagi siswanya serta menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ini memudahkan guru menerapkan pembelajaran dan siswa mudah memahami pembelajaran yang terdapat pada kelas Vi Flamboyan. Siswa sangat tertarik dengan media media YouTube pada kanal Mau Tau Banget yang ditayangkan. Kurniawan dkk . menyatakan media audio-visual merupakan sarana . yang mampu menampilkan gambar dan suara secara bersamaan. Melalui media ini seorang tidak hanya melihat atau mengamati sesuatu melainkan mampu mendengar segala sesuatu yang Hal ini juga pentingnya dikaji langkah-langkah penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget karena hasil pembelajaran dari media video ini yang digunakan guru sangat efektif bagi siswa dan tentunya dapat menjadi panutan untuk tenaga pendidik lainnya agar mampu menggunakan media pembelajaran yang kreatif. SMP Negeri 4 Singaraja dipilih peneliti sebagai lokasi penelitian, berawal dari observasi yang dilakukan peneliti. Informasi yang didapatkan bahwa selama pembelajaran siswa masih kurang dalam keterampilan menulis, khususnya menulis teks eksposisi. Ada beberapa penyebab siswa kurang terampil dalam menulis, yaitu kurangnya minat dan pemahaman siswa dalam menulis. Selain itu,adanya keterbatasan ruang dan waktu selama pembelajaran jarak jauh sehingga guru tidak bisa menjelaskan lebih detail mengenai 6 menulis teks eksposisi . Siswa juga masih kesulitan dalam menulis teks eksposisi karena kurang menguasai teknik penulisan yang sesuai dengan kaidah dan isi bahasan. Untuk itu guru menggunakan YouTube sebagai media pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai macam video yang dapat ditampilkan sebagai bahan ajar teks eksposisi untuk mempermudah siswa dalam mengemukakan gagasan dan fakta-fakta saat menulis teks eksposisi. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mendeskripsikan pemanfaatan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi F SMP Negeri 4 Singaraja. METODE Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam suatu penelitian memerlukan perencanaan dan perancangan guna penelitian dapat berjalan dengan lancar dan sistematis. Menurut Wendra . rancangan penelitian dapat diartikan sebagai strategi mengatur latar . penelitian agar peneliti memperoleh data yang tepat . sesuai dengan karakter variabel dan tujuan penelitian. Menurut Sukardi . penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra dengan apa adanya dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Singaraja ini bertempat di Jalan Srikandi. Sambangan. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng. Bali. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah favorit yang ada di Singaraja, sebab lokasi sekolah yang strategi dan berada di pusat kota sekolah ini memiliki jumlah siswa yang terbilang banyak. Sumber Data Sumber data pada penelitian ini berasal dari subjek dan objek penelitian. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas Vi Flamboyan, yakni Komang Gurianta. Pd. Adapun objek penelitian ini adalah langkah-langkah penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja, kendala- kendala yang dialami guru dan siswa saat menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja dan hasil belajar menulis teks eksposisi setelah menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan data yang diinginkan. Hal tersebut bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dikaji dalam penelitian. Metode penelitian ini menggunakan yang meliputi metode observasi dan metode wawancara. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian dirancang sesuai dengan metode pengumpulan data yang Dalam penelitian ini digunakan tiga instrumen penelitian, yaitu instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga model, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi data. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode observasi, wawancara serta dokumentasi yang berhubungan dengan judul penelitian yaitu AuAnalisis Pemanfaatan Media YouTube Pada Kanal Mau Tau Banget dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas Vi SMP Negeri 4 SingarajaAy. Peneliti memperoleh bab ini dibahas mengenai tiga hal pokok, yaitu : . Langkah-langkah penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja . Kendala- kendala apa saja yang dialami guru dan siswa saat menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja . Hasil belajar setelah menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi kelas Vi SMP Negeri 4 Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra Singaraja. Setelah dipaparkan seluruh hasil penelitian, kemudian diuraikan pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut Langkah-Langkah penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja Langkah-langkah penggunaan media video penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ini di kelas Vi Flamboyan, menggunakan pembelajaran pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013. Pendekatan saintifik terdiri lima langkah. Langkah tersebut biasa disingkat 5M, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Langkahlangkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkahlangkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Daryanto . Pembelajaran dengan penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dilaksanakan melalui tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, inti, dan kegiatan penutup. Berikut akan dipaparkan ketiga kegiatan dalam pembelajaran teks eksposisi dengan menggunakan YouTube pada kanal Mau Tau Banget. Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan, pendahuluan ada beberapa hal yang dilakukan guru yaitu, guru dan siswa mengucapkan salam, berdoa, mengecek kehadiran siswa, menyampaikan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Dengan kegiatan ini, guru membentuk karakter siswa untuk bertakwa dan karakter peduli kebersihan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan Inti Pada kegiatan inti, pembelajaran teks eksposisi media YouTube pada kanal Mau Tau Banget yang terdiri dari beberapa kegiatan. vaitu menyimak, mendiskusikan, dan Berikut paparan kegiatan tersebut. Pertama. Menyimak. Pada kegiatan menyimak, guru menayangkan dan mencermati video media YouTube pada kanal Mau Tau Banget. Video yang ditayangkan oleh guru berjudul "Kenapa Kita Harus Menyapa?" dan AuKenapa Otak Kita Sering Lupa?Ay. Siswa diminta untuk mencermati video tersebut agar dapat memahami pengertian, ciri, struktur, serta kaidah kebahasaan teks 46 eksposisi terkait materi dalam pembelajaran. Melalui menyimak siswa akan mendapatkan pemahaman mengenai materi yang diajarkan. Setelah kegiatan menyimak, yang kedua adalah mendiskusikan. Pada kegiatan Kemudian masing-masing siswa diminta guru untuk menentukan dan menjelaskan pengertian, ciri, struktur, serta kaidah kebahasaan teks eksposisi yang ada dalam video yang telah ditayangkan. Kegiatan ini dilakukan oleh guru dan siswa. Pada tahap ini siswa diminta juga membuat sebuah teks eksposisi sebagai hasil kerja Kegiatan yang terakhir yaitu mengkomunikasikan. Ini merupakan kegiatan terakhir Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra dalam proses penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget. Setelah siswa selesai diminta membuat sebuah teks eksposisi sebagai 47 hasil kerja siswa. Kemudian guru meminta siswa untuk menyampaikan apa yang sudah dibuat. Setiap siswa diminta maju ke depan kelas secara bergantian menyampaikan dan membacakan teks eksposisi yang sudah dibuat. Setelah masing-masing siswa menyampaikan hasil kerjanya, kemudian guru memberikan kritik, saran, serta penilaiannya terhadap hasil kerja teks eksposisi yang siswa buat. Kegiatan Penutup Pada kegiatan penutup, guru menanyakan kesulitan vang dihadapi oleh siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari. Hal tersebut dilakukan oleh guru untuk mengetahui kesulitan Siswa. Pada kegiatan penutup, guru juga meminta siswa untuk memberikan kesimpulan terkait dengan materi yang siswa dapatkan. Langkah ini siswa dianjurkan menarik kesimpulan dalam penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget agar siswa lebih paham dengan materi yang telah dipelajari. Kegiatan menyimpulkan ini akan membantu siswa dalam mengingat kembali materi yang telah mereka pelajari dan juga untuk mengetahui seberapa jauh siswa memahami materi yang guru berikan. Kegiatan penutup pada umumnya menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pembelajaran. Senada dengan hal tersebut. Kemendikbud . alam Widyastanto,2004:. menyatakan bahwa kegiatan penutup menjadi bagian dari proses pelaksanaan 48 pembelajaran yang diukur dengan indikator berupa serangkaian kegiatan yang meliputi guru bersama peserta didik atau sendiri membuat rangkuman atau simpulan pembelajaran, melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Kendala-kendala yang dialami oleh guru dan siswa yang dialami guru saat menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru bahasa Indonesia 49 yang mengajar di kelas Vi Flamboyan SMP Negeri 4 Singaraja, diperoleh data mengenai kendalakendala yang dialami oleh guru dan siswa yang dihadapi guru saat menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget. Di dalam kegiatan pembelajaran, guru selalu mengoptimalkan dan meningkatkan minat belajar siswa. Keberhasilan belajar juga dipengaruhi oleh cara guru dalam menggunakan strategi pembelajaran. Namun, dalam penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi guru mengalami suatu kendala. Berikut terdapat tujuh pertanyaan kepada guru terkait kendala-kendala yang dialami oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran ketika guru menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Tabel 1. Hasil Wawancara No. Pertanyaan Jawaban Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra Apakah ada kendala bapak saat menyiapkan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi? Adakah menerapkan penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi? Tidak ada, karena dalam menyiapkan video tersebut hanya mencari lewat YouTube dan mengunggah video tersebut menggunakan telepon genggam lalu menyimpannya di laptop. Tidak ada, karena penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi sangat membantu dalam proses pembelajaran teks eksposisi. Adakah kendala yang disebabkan oleh siswa saat bapak menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks Adakah kendala dari segi fasilitas sekolah saat bapak menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks Ada. Salah satunya yaitu siswa kesulitan dalam penggunaan bahasa, kurangnya kosakata baku yang dimiliki oleh beberapa siswa. Apa saja kesimpulan bapak saat menerapkan penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget Apa saja kelebihan dan kekurangan yang bapak temukan saat bapak menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi?Ay Adakah perbedaan yang bapak temukan pada saat kegiatan belajar mengajar menggunakan metode ceramah atau modul dengan pada saat bapak menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi?Ay. Pertama, penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi dapat memudahkan siswa untuk memahami materi secara audiovisual, serta sebagai media pembelajaran yang inovatif bagi siswa yang dapat mengurangi kejenuhan siswa dan pembelajaran teks eksposisi. kelebihannya yaitu media YouTube pada kanal Mau Tau Banget sebagai media pembelajaran interaktif. Setelah penggunaannya, 54 memudahkan siswa untuk memahami materi karena media ini secara audiovisual yang lebih memudahkan siswa memahami materi pembelajaran teks eksposisi dan Adapun kekurangannya yaitu masih banyak siswa yang belum memiliki handphone atau laptop sehingga sulit bagi siswa untuk mengakses dan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ini dalam pembelajaran dirumah nanti. Perbedaannya yaitu penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi dapat memudahkan siswa untuk memahami materi. Dengan 55 penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget memudahkan siswa memahami materi karena pemaparan materi disajikan dengan jelas. Siswa lebih semangat belajar, menumbuhkan kreativitas siswa dalam pembelajaran teks eksposisi. Tidak ada, karena pada saat menerapkan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ini hanya memerlukan laptop, proyektor dan speaker, fasilitas berupa proyektor sudah disediakan disetiap kelas, laptop serta speaker sudah saya persiapkan sebelum pembelajaran dimulai Jawaban pertanyaan nomor 1 menggambarkan bahwa penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi tidak mengalami kendala dari Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra aspek guru, guru memiliki kemampuan dalam mengelola pembelajaran dengan menyiapkan media yang tepat. Nur'aeni . , menyatakan bahwa kompetensi pedagogik meliputi kemampuan untuk 50 mengetahui isi mata pelajaran, karakteristik peserta didik, cara belajar peserta didik, cara mengajar yang efektif, mempersiapkan rencana pembelajaran yang efektif, dan mengembangkan program belajar yang didasarkan buku teks, buku pedoman, dan bahan belajar yang lainnya. Guru sudah memahami dan menguasai untuk menyiapkan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi. Selanjutnya. Jawaban pertanyaan nomor 2 menggambarkan bahwa penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi tidak mengalami kendala dari aspek guru, karena guru telah memahami pembelajaran serta media yang digunakan. Kompetensi yang dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik, kepribadian social dan Hal itu dapat diartikan, guru telah memiliki salah satu kompetensi tersebut yang artinya kemampuan mengelola pembelajaran. Yasin . 1:164-. menyatakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan seorang pendidik dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Salah satunya mampu merencanakan pengelolaan pembelajaran, seperti merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, memilih jenis metode pembelajaran yang cocok, dan menentukan langkah-langkah pembelajaran. Jawaban pertanyaan nomor 3 menggambarkan bahwa kendala yang ditemui guru saat menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget di kelas Vi Flamboyan yaitu beberapa siswa yang masih kurang dalam penggunaan bahasa yakni kosakata baku dalam memaknai dan membuat ringkasan terkait materi pembelajaran teks eksposisi. Hal ini disebabkan siswa yang kurang terlatih berbahasa, membaca, serta berpikir kritis dalam kegiatan Pada intinya, kendala yang bersumber dari siswa karena kurangnya minat belajar siswa ketika mengikuti kegiatan belajar dan keterbatasan kemampuan siswa. Hal ini sejalan dengan pandangan Hadisoeparto . yang menyatakan kendala yang disebabkan oleh siswa bisa terjadi apabila proses belajar mengajar siswa tidak berantusias dan merasa kurang mampu mengikuti kegiatan belajar dengan maksimalkan menghambat tujuan pembelajaran. Dengan demikian, pada pembelajaran selanjutnya terutama dalam pembelajaran teks eksposisi 52 guru harus lebih intens membimbing siswa yang memiliki kemampuan terbatas agar seluruh siswa memiliki motivasi dan minat belajar yang tinggi. Jawaban pertanyaan nomor 4 menggambarkan bahwa penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget di kelas Vi Flamboyan dalam pembelajaran teks eksposisi tidak mengalami kendala dari aspek fasilitas. Sekolah telah menentukan fungsinya, sekolah benarbenar mendukung fasilitas guru dan sekolah sehingga wajar jika guru telah melaksanakan pembelajaran dengan efektif. Senada dengan hal tersebut. Barnawi . 2:47-. berpendapat bahwa prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Oleh karena itu sarana dan prasarana pendidikan adalah satu kesatuan pendukung terlaksanakannya proses belajar dan mengajar dengan baik dan optimal. Jawaban pertanyaan nomor 5 menggambarkan bahwa Hasil belajar pada saat penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget di kelas Vi Flamboyan dalam pembelajaran teks eksposisi yang didapat berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh guru Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra sejalan dengan pendapat Kemp & Dayton . alam Rodhatul Jenna 2009:. bahwa manfaat media pembelajaran memberikan dampak positif salah satunya adalah guru menciptakan pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran teks eksposisi untuk mengurangi kejenuhan siswa dalam belajar serta merupakan salah satu media pembelajaran interaktif yang variatif, inovatif dan praktis dalam penggunaannya sehingga siswa tertarik saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Jawaban pertanyaan nomor 6 dan 7 menggambarkan bahwa penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget di kelas Vi Flamboyan juga memiliki kelebihan dan kekurangan, untuk itu peran guru sangat penting membimbing siswa dalam proses pembelajaran terutama dalam penggunaan media yang interaktif. Munadi . berpendapat bahwa guru tidaklah dipahami satu-satunya sumber belajar, tetapi dengan posisinya sebagai peran pengingat, harus mampu merencana dan mencipta sumber-sumber belajar lainnya sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif. Kendala-kendala yang dialami oleh guru dan siswa yang dialami oleh siswa tentunya bergantung oleh fasilitas handphone. Masih banyak siswa yang belum diberikan fasilitas handphone oleh orang tuanya sehingga siswa masih belum dapat mengakses sendiri media YouTube pada kanal Mau Tau Banget, serta masih terdapat beberapa siswa yang kebingungan oleh media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ini saat video ditayangkan oleh guru. Kendala yang dialami siswa ini sangat disayangkan oleh guru karena membuat siswa jadi masih banyak yang belum mengakses media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ini pada saat pembelajaran di rumah. Berikut ini merupakan kendala-kendala guru dalam pelaksanaan pembelajaran teks eksposisi dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget di kelas Vi. Kemampuan Siswa yang Berbeda-beda dalam Menyimak dan Membuat Teks Eksposisi Dapat dikatakan demikian karena setelah melakukan wawancara dan obserasi dengan guru bahasa Indonesia, guru tersebut mengatakan bahwa memang 56 ada sebagian siswa yang memiliki kemampuan yang bagus dalam menulis. Ketika peneliti melakukan observasi langsung, memang ada beberapa siswa yang masih kebingungan dalam menentukan tema, struktur teks eksposisi serta merangkai kaidah kebahasaan. Dalam mengatasi masalah ini, pelaksanaan pembelajaran teks eksposisi dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget pun diterapkan oleh guru yang tentunya guru perlu mengulang kembali tayangan video untuk membantu siswa menentukan tema, struktur serta kaidah kebahasaan dalam teks eksposisi. Fokus Siswa Terhadap Pembelajaran Teks Eksposisi Masih Kurang Dari hasil wawancara serta observasi, guru mengatakan bahwa siswa memang kadang ribut dan bercanda ketika mengikuti proses pembelajaran. Walaupun hanya sebagian, hal ini disebabkan karena selain pelajaran bahasa Indonesia selalu di jam terakhir pembelajaran, siswa juga cenderung sudah lelah mengikuti proses pembelajaran dan tidak sabar untuk menunggu jam pulang. Kendala seperti ini tentu kadang membuat guru sulit melakukan proses Untuk mengatasi hal tersebut, guru membentuk kelompok siswa untuk memudahkan mengajar dan mengontrol siswa. Selain itu, guru juga membangkitkan semangat siswa dengan mengajak siswa berbicara, menanyakankabar siswa, yang siswa sukai dan Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra Penggunaan Waktu Yang Masih Kurang Efektif Dalam melakuka wawancara dan observasi dengan guru bahasa Indonesia, guru tersebut mengataka bahwa memang ada kendala dengan alokasi waktu pertemuan biasanya sering tidak mencukupi. Karena jam mengajar pelajaran bahasa Indonesia di kelas Vi Flamboyan merupakan jam terakhir dan ini mengharuskan guru untuk lebih cepat dalam melaksanakan pembelajaran sehingga membuat siswa menjadi tergesa-gesa ingin cepat pulang. Guru berusaha memberikan materi sesingkat mungkin agar waktu yang disediakan cukup. Namun, terkadang saja waktu yang disediakan kurang. Hasil belajar siswa saat menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja Hasil pembelajaran siswa yang dievaluasi oleh guru pengajar memberikan gambaran sejauh mana kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget. Kemampuan siswa di kelas Vi Flamboyan SMP Negeri 4 Singaraja sudah baik dalam mengikuti pembelajaran menulis teks eksposisi yang dibantu dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa. Dari 30 orang siswa, lima orang siswa atau sebanyak 16,5 % yang mendapatkan nilai 92, satu orang siswa atau sebanyak 3,3 % yang mendapatkan nilai 88, dua belas orang siswa atau 39,6 % yang mendapatkan nilai 85, lima orang siswa atau sebanyak 16,5 % yang mendapatkan nilai 80, empat orang siswa atau sebanyak 13,2 % yang mendapatkan nilai 76, tiga orang siswa atau sebanyak 9,9 % yang mendapatkan nilai 75. Nilai yang diperoleh siswa di kelas Vi Flamboyan SMP Negeri 4 Singaraja sudah memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. Dalam daftar nilai tersebut, nilai terkecil yang diperoleh siswa yaitu 75 dan nilai tertinggi yang di peroleh siswa yaitu 92. Ratarata nilai di kelas Vi Flamboyan SMP Negeri 4 Singaraja dalam pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau 61 Tau Banget ini yaitu 85 yang merupakan kategori nilai baik. Adapun pemerolehan aspek penilaian guru, yakni kesesuaian tema dengan skor penilaian 20, struktur teks dengan skor penilaian 60, dan kaidah kebahasaan dengan penilaian skor 20. Menurut Kemp & Dayton . alam Rodhatul Jennah 2009:. salah satu manfaat media pembelajaran adalah pembelajaran lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip- prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, timbal balik, dan penguatan. Hasil menulis teks eksposisi siswa yakni sebagai berikut: Kesesuaian dengan Tema Langkah pertama untuk membuat teks eksposisi adalah menentukan tema atau topik. Agar memudahkan penulis dalam pembuatan teks eksposisi, sebaiknya memilih topik yang dikuasai dan menarik. Topik yang menarik adalah yang berkaitan dengan kepentingan pembaca, menyangkut orang-orang penting atau terkenal, peristiwa besar, dan hal-hal yang langka atau unik. Teks eksposisi ini dibuat secara individual. Struktur Teks Eksposisi Dalam modul pembelajaran Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . dijelaskan bahwa teks eksposisi memiliki tiga bentuk yaitu pernyataan pendapat . , argumentasi, penegasan ulang pendapat. Tesis dalam teks eksposisi terdapat Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra di awal teks eksposisi merupakan bagian pembuka. Tesis berisi pendapat umum yang disampaikan penulis terhadap permasalahan yang diangkat dalam teks eksposisi. Argumentasi digunakan untuk mendukung tesis yang disampaikan yang berupa unsur penjelas. Argumentasi ini bisa berupa alasan logis, dan hasil temuan, fakta-fakta, atau pernyataan para ahli. Argumen yang baik harus mampu mendukung pendapat yang disampaikan penulis atau pembicara. Penegasan ulang biasanya terdapat di akhir teks eksposisi. Penegasan ulang pendapat merupakan penjelasan Kembali atau tesis yang telah disampaikan, didasarkan pada fakta-fakta yang telah dijabarkan penulis pada argumentasi (Tim Kemendikbud, 2013:. Struktur teks eksposisi yang dibuat oleh siswa yang mendapatkan nilai tertinggi tersebut sudah teratur, struktur teks pada bagian tesis terletak pada awal paragraf atau sebagai pembuka kalimat yang disampaikan siswa . kepada pembaca dan juga sudah berisi pendapat umum yang disampaikan siswa terhadap permasalahan yang diangkat dalam teks Kemudian pada bagian struktur teks eksposisi argumen, berisikan bukti yang merujuk pada fakta dan data yang kuat untuk mendukung pernyataan atau pendapat yang disampaikan dalam tesis. Bagian ini siswa . juga sudah berisikan tentang penegasan ulang pendapat yang disampaikan sebelumnya. Kaidah Kebahasaan Pada hasil menulis teks eksposisi tersebut guru menilai sudah sangat bagus, teks eksposisi tersebut sudah terdapat beberapa kaidah kebahasaan yang ada. Kosasih dan Endang Kurniawan . 9: . menjelaskan, mengenai kaidah kaidah kebahasaan dalam teks eksposisi menggunakan kata-kata yang menyatakan hubungan kronologis . eterangan wakt. atau katakata yang menyatakan perbandingan atau pertentangan seperti pada akhirnya, namun, sebelum ini, kemudian, sebaliknya, berbeda halnya serta menggunakan kata-kata mental, seperti diharapkan, memperkirakan, memprihatinkan, mengagumkan, menyimpulkan, menduga, berasumsi, berpendapat, serta Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan Misalnya, sebab, jika, karena, akibatnya, dengan demikian, oleh karena itu. Dari hasil menulis teks eksposisi tersebut sudah terdapat kaidah kebahasaan yang merujuk pada kalimat akibatnya wilayah Indonesia akan penuh dengan sampah plastik. Penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi sangat berpengaruh terhadap hasil menulis teks eksposisi siswa yang dibuat siswa dengan kategori sangat baik dan baik. Dan siswa yang mendapat kategori baik yang disebabkan oleh masih kurangnya pemahaman dalam struktur teks eksposisi. Berdasarkan hal tersebut, hasil menulis teks eksposisi dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget secara menyeluruh di kelas Vi Flamboyan SMP Negeri 4 Singaraja dalam pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ini yaitu 85 yang merupakan kategori nilai baik. Proses pembelajaran penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget ternyata implementasinya tidak ada masalah yg bersifat prinsip. schingga pembelajaran in berpeluang untuk diteruskan dan dimanfaatkan dalam pembelajaran teks eksposisi. Selain itu, melalui penelitian ini akan terbuka jalan bagi upaya-upaya menciptakan media pembelajaran yang kreatif serta inovatif guna menarik minat serta antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan mampu mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan baik. Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra Oleh karena itu, penelitian ini menghubungkan penggunaan media dan proses pembelajaran, maka ini dapat berimplikasi pula dalam membuka wawasan guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan/memilih media pembelajar, khususnya dalam pembelajaran teks KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sesuai dengan rumusan masalah, dapat dirumuskan simpulan dari penelitian ini. Melalui pelaksanaan kegiatan belajar yang baik dan terencana, dengan adanya perencanaan evaluasi yang tepat diyakini akan memberikan dampak yang positif terhadap pembelajaran. Pertama, berikut Langkah-langkah yang diterapkan oleh guru dalam penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja. Langkah pertama yaitu pendahuluan ada beberapa hal yang dilakukan guru yaitu, guru dan siswa mengucapkan salam, berdoa, mengecek kehadiran siswa, menyampaikan apersepsi, dan menyampaikan tujuan Melalui kegiatan mengucapkan salam ini guru dapat mengetahui semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Selain salam kegiatan awal juga guru isi dengan memberikan apersepsi serta guru dan siswa memperhatikan lingkungan kelas yaitu kebersihan Pada kegiatan inti, pembelajaran teks eksposisi media YouTube pada kanal Mau Tau Banget yang terdiri dari beberapa kegiatan. vaitu menyimak, mendiskusikan, dan Pada kegiatan menyimak, guru menayangkan dan mencermati video media YouTube pada kanal Mau Tau Banget. Video yang ditayangkan oleh guru berjudul "Kenapa Kita Harus Menyapa?" dan AuKenapa Otak Kita Sering Lupa?Ay. Siswa diminta untuk mencermati video tersebut agar dapat memahami pengertian, ciri, struktur, serta kaidah kebahasaan teks eksposisi terkait materi dalam 70 pembelajaran. Setelah kegiatan menyimak, yang kedua adalah mendiskusikan. Pada kegiatan mendiskusikan. Kemudian masing-masing siswa diminta guru untuk menentukan dan menjelaskan pengertian, ciri, struktur, serta kaidah kebahasaan teks eksposisi yang ada dalam video yang telah ditayangkan. Kegiatan ini dilakukan oleh guru dan siswa. Guru akan bertanya kepada siswa pengertian, ciri, struktur, serta kaidah kebahasaan teks eksposisi yang ada dalam video tersebut. Kegiatan yang terakhir yaitu mengkomunikasikan. Ini merupakan kegiatan terakhir dalam proses penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget. Setelah siswa selesai diminta membuat sebuah teks eksposisi sebagai hasil kerja siswa. Kemudian guru meminta siswa untuk menyampaikan apa yang sudah dibuat. Setiap siswa diminta maju ke depan kelas secara bergantian menyampaikan dan membacakan teks eksposisi yang sudah dibuat. Serta pada kegiatan penutup, guru menanyakan kesulitan vang dihadapi oleh siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari. Hal tersebut dilakukan oleh guru untuk mengetahui kesulitan Siswa. Pada kegiatan penutup, guru juga meminta siswa untuk memberikan kesimpulan terkait dengan materi yang siswa Kedua, guru mengalami kendala yang diperoleh oleh siswa dalam penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget selama pembelajaran menulis teks eksposisi yaitu kendala yang ditemui guru saat menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget di kelas Vi Flamboyan yaitu beberapa siswa yang masih kurang dalam penggunaan bahasa Vero Thessalonica. I Nyoman Sudiana. I Wayan Wendra yakni kosakata baku dalam memaknai dan membuat ringkasan terkait materi pembelajaran teks Serta beberapa kendala lagi yang diperoleh oleh guru oleh siswa yaitu kemampuan siswa yang berbeda-beda dalam menyimak dan membuat teks eksposisi, fokus siswa terhadap pembelajaran teks eksposisi masih kurang, penggunaan waktu yang masih kurang efektif. Hal ini disebabkan siswa yang kurang terlatih berbahasa, membaca, serta berpikir kritis dalam kegiatan pembelajaran. Pada intinya, kendala yang bersumber dari siswa karena kurangnya minat belajar siswa ketika mengikuti kegiatan belajar dan keterbatasan kemampuan siswa. Ketiga, hasil belajar siswa dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja sangat Hal tersebut dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa yang rata-rata memperoleh nilai diatas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. Rentang nilai yang diperoleh di kelas Vi Flamboyan SMP Negeri 4 Singaraja adalah 80-92. Nilai tertinggi diperoleh 92 dan nilai terendah diperoleh 75, rata-rata nilai yang diperoleh siswa yaitu 85. Sedangkan KKM yang ditentukan sekolah adalah 74 Hasil tersebut membuktikan bahwa pembelajaran teks eksposisi dengan menggunakan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget sangat efektif digunakan untuk mencapai keberhasilan proses pembelajaran dalam satu standar kompetensi. REFERENSI