Jurnal Kehutanan Papuasia 4 . : 94Ae99 . Sawor & Warmetan JENIS DAN DESKRIPSI KELELAWAR PEMAKAN BUAH DI SEKITAR KAWASAN HUTAN DATARAN RENDAH PANTAI UTARA MANOKWARI (Type and Description of Fruit Bath Around the Low Land Forest Area of North Coast of Manokwar. Ismael Sawor1 dan Hermanus Warmetan1A Jurusan Kehutanan. Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari. Papua Barat. Tlp/Fax: 62986211065. Penulis Korespondensi: Email: h_warmetan@yahoo. Diterima: 10 Agust 2. Disetujui: 02 Sept 2018 Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji jenis kelelawar pada kawasan hutan dataran rendah pantai utara Kabupaten Manokwari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik jelajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kelelawar pemakan buah yang ditemukan yaitu: Nyctimene albiventer. Rousettus amplexicaudatus, dan Macroglossus minimus yang semunya berasal dari satu famili yakni pteropodidae. Dari ketiga jenis kelelawar yang di jumpai. Rousettus amplexicaudatus merupakan jenis dengan jumlah individu terbanyak di bandingkan kedua jenis lainnya. Tingginya individu jenis ini di duga karena memiliki populasi yang sangat besar karena adaptasi yang cukup baik terhadap lingkungan. Kata kunci: Kelelawar buah, famili pteropodidae, hutan dataran rendah, karakteristik Abstract This study is willing to describe types of bath that is found around low land forest area of north coast of Manokwari. The study used a descriptive method through field observation along a tracking line. The result pointed out that three species of fruit baths have been identified namely: Nyctimene albiventer. Rouset tus amplexicaudatus, and Macroglossus minimus which were emanated from pteropodidae family. From these three species. Rousettus amplexicaudatus was dominant in the area compared to those two others. The dominance was likely caused by its population and preferred habitat for this species to live as well as easy to adapt with the surrounding environment. Keywords: Fruit bath, pteropodidae family, low land forest, morphological characteristic. PENDAHULUAN Papua merupakan bagian barat pulau besar Nugini yang memiliki luas wilayah 129 kmA dan mendukung hutan hujan rimba tropis terluas yang masih ada di Asia Pasifik. Di Papua, mamalia moderen meliputi monotremata terbesar di dunia, dibandingkan di tempat lainnya, dan salah satu tempat yang memiliki jenis kelelawar buah dunia lama yang terbanyak (Kartikasari dkk. Kelelawar merupakan satu jenis mamalia yang @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia 4 . : 94Ae99 . Sawor & Warmetan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Sebenarnya, ada dua tipe kelelawar yang ditemukan di Indonesia yaitu kelelawar pemakan buah dan kelelawar pemakan Apabilah dilihat dari aspek ekologis, kedua tipe kelelawar tersebut memiliki peran penting dalam mengatur keseimbangan ekosistem. Kelelawar memencarkan biji dari buah-buahan yang dimakan, sedangkan kelelawar pemakan serangga berperan dalam mengatur keseimbangan serangga pengganggu tanaman (Santosa dkk. Di Papua kelelawar pemakan buah dari suku pteropodidae sangat beragam, yang diwakili oleh kalong pemakan buah berbadan besar (Pteropu. Nyap (Rousettu. pemakan buah berukuran kecil hingga sedang dan kelelawar buah pungun gundul (Dopsoni. , serta paniki (Nyctimene dan Paranytimen. yang memakan buah kecil. Serangga, dan pemakan nectar buanga (Syconycteris dan Macroglossu. (Kartikasari dkk. Flannery . juga melaporkan bahwa di daerah kepala burung Manokwari terdapat beberapa jenis kelelawar yang menyebar di beberapa wilayah antara lain Pegunungan Arfak. Pulau Mansinam. Saukorem sepanjang Pantai Utara Manokwari. Kampung Asai adalah salah satu kampung yang terletak di Distrik Manokwari Utara. Kabupaten Manokwari. Provinsi Papua Barat, yang mana kampung tersebut juga termasuk dalam wilayah penyebaran kelelawar di daerah kepala burung Pulau Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kelelawar yang berada di wilayah pantai utara Kabupaten Manokwari. Dengan demikian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi bagi peneliti lanjutan yang akan melakukan penelitian di Kampung Asai, dan sekitar serta dapat menjadi penyumbang ilmu keanekaraman hayati bidang Mamalia. METODE PENELITIAN Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan hutan Kampung Asai, wilayah pantai utara Kabupaten Manokwari yang berlangsung selama satu minggu yang dimulai dari tanggal 7 hingga 14 November tahun 2015. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan teknik jelajah. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yakni variabel utama dan variabel Variabel utama yang di amati meliputi: karakteristik morfologi seperti: pola warna, kepala, ventral . , dorsal . , sayap serta jenis kelamin. Selanjutnya morfometrik yang harus dicatat meliputi: panjang tubuh total . ead and body . ), bobot badan . ), panjang lengan bawah sayap . ), panjang telinga . ), dan panjang ekor . Sedangkan untuk variabel penunjang, yaitu suhu dan kelembaban dan deskripsi/tipe habitat. Proses Pengumpulan Data Persiapan Survei Kegiatan yang dilakukan sebelum survei adalah antara lain: Persiapan awal yang dilakukan sebelum melakukan pengamatan yaitu melakukan survei lokasi dan habitat kelelawar pada siang hari. Tentukan lokasi penempatan misnet . aring kabu. Misnet di pasang pada lokasi yang diduga sebagai tempat @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia 4 . : 94Ae99 . Sawor & Warmetan beraktifitasnya kelelawar pada malam Jaring kabut yang dipasang pada waktu senja hari pada pukul 17. 00 WIT, dan untuk waktu pengamat dilakukan pada pukul 19. 00 hingga Kelelawar yang tertangkap pada misnet, langsung diambil dan catat waktu perjumpaan serta jenis kelamin, dan dimasukan kedalam kantung Untuk mengambil data suhu dan kelembaban, dilakukan dua kali pada saat pengamatan yaitu pada jam 19. ranting pohon dengan jarak 3 Ae 15 meter di atas permukaan tanah. Jaring kabut ini sebaiknya ditutup . pada siang hari untuk menghindari burung dan satwa lain terjebak dalam perangkap. Pembuatan Sampel Pengawetan Contoh dan Pemberian Label Pengawetan contoh dilakukan untuk keperluan identifikasi lebih lanjut atau koleksi spesimen. Tahapan dalam pengawetan contoh kelelawar adalah sebagai berikut: Bius dengan menggunakan kloroform. Timbang menggunakan jangka sorong bagianbagian identifikasi antara lain: panjang tubuh total, panjang lengan bawah, panjang ekor, panjang telinga dan panjang Beri label pada tiap spesimen yang berisi keterangan meliputi: . kode jenis, . tanggal ditemukan, . lokasi, dan . Keterangan pada label ditulis dengan pensil, agar tidak larut dalam alkohol. Suntikkan formalin 4 - 7 % ke bagian tubuh kelelawar. Selanjutnya, awetkan dengan merendam spesimen ke dalam alkohol 70% selama minimal 24 jam, atau hingga dilakukan identifikasi lebih lanjut. Pemasangan jaring kabut (Mist Ne. Jaring kabut dipasang sepanjang jalur lokasi pengambilan data, yaitu pada daerah yang diduga menjadi lintasan kelelawar seperti tepi hutan atau pintu hutan, melintang sungai, perbukitan dan daerah terbuka. Pemasangan jaring dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor antara lain: jalur setapak atau dekat pohon yang sedang berbuah dan berbunga dengan memperhatikan tutupan kanopi, di atas sungai atau daerah Jaring kabut dipasang sore hari sebelum matahari terbenam, untuk menghindari supaya tidak ada burung yang terperangkap dan kelelawar tidak bisa mendeteksi adanya jaring kabut yang Agar tidak robek ketika ada kelelawar yang terjerat, maka jaring kabut harus dijaga atau diawasi dari tempat yang agak jauh. Ada dua cara memasang jaring kabut, yaitu: Memakai tiang. Jaring kabut dipasang pada tiang bambu pada jarak 0,5 Ae 3 meter di atas permukaan tanah. Cara gantung. Jaring dipasang pada tiang bambu atau digantung di atas Analisis Data Data yang di peroleh dari penelitian ini, akan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia 4 . : 94Ae99 . Sawor & Warmetan HASIL DAN PEMBAHASAN ketiga jenis kelelawar yang di jumpai Rousettus merupakan jenis dengan jumlah individu terbanyak di bandingkan kedua jenis Tingginya jumlah individu jenis ini di duga karena memiliki populasi yang beradaptasi yang cukup baik terhadap Jenis-jenis Kelelawar Pemakan Buah di Kampung Asai Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat tiga jenis kelelawar pemakan buah yang terdiri dari satu famili yaitu famili Pteropodidae yang selanjutnya dideskripsikan pada Table 1. Pada tabel di atas terlihat bahwa dari Tabel. 1 Jenis kelelawar di sekitar Kampung Asai. Ordo Famili Spesies Chiroptera Pteropodidae Nyctimene albiventer Rousettus Macroglossus minimus Oc total Karakteristik Morfologi dari Jenis Kelelawar Pemakan Buah Yang Dijumpai Oc individu berdasarkan tipe Hutan Hutan Hutan pantai sekunder primer Oc 2,7 cm, lebar lengan sayap 5,3 cm, panjang kaki belakang 3,5 cm, panjang telinga 1, cm, panjang betis 2, cm, panjang ekor 1,9 cm jenis kelamin betina. Jenis ini dijumpai pada hutan primer. Menurut Kartikasari dkk. , jenis paniki merupakan kelelawar pemakan buah tetapi juga pemakan serangga. Selain itu juga jenis ini memiliki penyebaran yang secara luas tersebar di Filipina. Sulawesi dan Nusa Tengga, marga dari jenis ini paling beragam di Nugini, di mana tiga sampai empat jenis umumnya terdapat bersama - sama. Rousettus amplexicaudatus Karakteristik morfometrik Rousettus amplexiaudatus jenis ini memiliki warna buluh rambut pada bagian dorsal warna buluh atau rambut hitam kecokelatan sedangkan Nictymene albiventer Berikut merupakan bentuk morfologi dan morfometrik dari jenis Nictymene albiventer atau paniki adalah jenis kelelawar pemakan buah berukuran kecil yang memiliki buluh-buluh halus berwarna cokelat Pada bagian dorsal berwarna cokelat keabu-abuan dan terdapat sebuah garis hitam, pada bagian ventral cokelat kekuningan, kedua bentuk warna tersebut pada bagian sayap berwarna cokelat dan terdapat bintik hitam dan putih, dan pada bagian telinga juga terdapat bintik putih. Adapun ukuran tubuh dari jenis ini memiliki ukuran berat badan 27 gr, panjang kepala 2,8 cm, panjang lengan @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia 4 . : 94Ae99 . Sawor & Warmetan pada bagian ventral kekuningan selain itu ukuran berat berat badan 83 gr panjang kepala 3,7 cm, panjang lengan 2,4 cm, lebar lengan sayap 7, cm, panjang kaki belakang 6,5 cm, panjang telinga 1,5 cm, panjang ekor 1,1 cm panjang betis 2,3 cm, jenis kelamin betina. Jenis ini umumnya merupakan jenis yang mampu beradaptasi dengan di berbagai habitat termasuk di hutan primer dan sekunder dan habitat yang lebih kebun-kebun lingkungan pedesaan (Kartikasari dkk. Pernyataan tersebut sama halnya dengan jenis yang dijumpai pada saat pengamatan yang mana jenis tersebut dijumpai pada kebun warga dan berdekatan dengan pemukiman warga. Gambar 1. Jenis kelelawar yang ditemukan di sekitar Kampung Asai. Gambar atas merupakan jenis Rousettus amplexicaudatus pada posisi tampak depan dan gambar bawah sisi kiri merupakan jenis Macroglossus minimus. gambar bawah sisi kanan merupakan jenis Nyctimene albiventer. Jenis ini umumnya merupakan jenis yang mampu beradaptasi di berbagai habitat termasuk di hutan primer dan sekunder dan habitat yang lebih rendah seperti kebun-kebun dan lingkungan pedesaan (Kartikasari dkk. Pernyataan tersebut sama halnya dengan jenis yang dijumpai pada saat pengamatan yang mana jenis tersebut dijumpai pada kebun warga dan berdekatan dengan Menurut Suyanto . , jenis ini biasanya memiliki habitat seperti, bertenker di dalam gua, kadang dalam kegelapan total, @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia 4 . : 94Ae99 . Sawor & Warmetan memakan buah-buahan nectar dan tepung sari, jenis ini diperkirakan mampu terbang mencari makan sejauh 40-50 km dalam semalam. Jenis Rousettus memiliki daerah mencari makan daerah atau wilayah jelajah mulai dari hutan primer daratan sampai hutan pantai. Menurut (Suyanto 2. jenis Rousettus amplexcaudatus penyebaranya meliputi Myanmar Selatan. Thailand. Kamboja. Vietnam. Semenanjung Malaysia. Filipina. Indonesia sampai Papua Nugini, dan Kepulauan Salomon. Jenis ini memiliki sumber pakan seperti jenis. Ficus septica. Ficus sp1. Horsfierdia irya. Macaraga mappa. Carica Yustian . menyatakan pakan kelelawar meliputi. Syzygium spp. Nephelium spp. Strombosia javanica. Mangifera sp. Ficus hispida. Ficus sp. Ficus sp. Piper aduncum. Solanum sp. Achras zapota. Psidium guajava. Erithryna indica. dan Ceiba petandra. Selain jenis buah tersebut kemungkinan besar ada jenis lain yang menjadi pakan kelelawar, sesuai dengan sifat oputunis pada kelelawar yang akan memilih pakan apapun yang terdapat di area jelajahnya (Nowak 1. Macroglossus minimus Karakteristik morfologi Macroglossus minimus adalah jenis pemakan buah yang berukuran kecil yang memiliki kuku . pada jari sayapnya yang kedua. sedangkan dari Syconycteris berdasarkan membrane antar paha yang cukup lebar, dan adanya celah gigi seri tengah yang Pada bagian dorsal berwarna cokelat dan putih pada bagian ventral dan kekuningan selain itu ukuran berat badan 13 gram, panjang kepala 2,4 cm, panjang lengan 1,6 cm, lebar lengan sayap 3,9 cm, panjang kaki belakang 2,3 cm, panjang telinga 1 cm panjang betis 1,4 cm. Macroglossus minimus adalah sejenis kelelawar pemakan buah nectar dari Macroglossus Pteropodidae . erabat codo. , dinamai demikian karena codot ini sering terlihat hinggap di jantung pisang untuk menghisap nektarnya. Vegetasi seperti jenis Ficus punguens. Ficus benjamina. Pometia piyata. Artocarpus altilis. Pandanus sp. Syzygium malacensis. Syzygium sp1. Ficus septic. Ficus sp. Mangivera sp. Musa sp. Artorcapus altlis, dan Macanaga. DAFATAR PUSTAKA Flannery. Mammals of New Guinea. Australian Museum. Revised and Updated Edition. Kartikasari SN. Marshall AJ dan Beehler BM. 2012 Ekologi Papua. Seri Ekologi Indonesia. Jilid VI. Nowak L. WalkerAos mammals of the World. Vol. John Hopkins University Press. Baltimore and London. Santosa Y. Ramadhan EP dan Rahman DA. Studi keanekaragaman mamalia pada beberapa tipe habitat di Stasiun Penelitian Pondok Ambung. Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Media Konservasi Vol. No. 3 Desember 2008: 1 Ae 7. Suyanto A. Kelelawar di Indonesia (LIPI- Seri Panduan Lapanga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. LIPI. Bogor. Indonesia. Yustian K. Kajian pakan kelelawar pemakan buah (Megachiropter. di taman nasional Bukit Barisan Selatan dan Perkebunan di sekitar. Universitas Lampung. @ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA