Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm ANALISIS HUBUNGAN KEPEMILIKAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG AGUNG TAHUN 2022 Ali Harokan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada Palembang aliharokan@yahoo. ABSTRAK Penyakit diare merupakan penyakit yang menyebabkan kematian kedua pada anak dibawah lima tahun. Di Indonesia diare masih merupakan salah satu penyebab tertinggi morbiditas dan mortalitas anak di Indonesia. Meningkatnya jumlah kejadian diare dan munculnya beberapa penyakit salah satunya berhubungan dengan fasilitas sanitasi yang layak . amban seha. , tempat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sanitasi akan meningkatkan risiko terjadinya diare berdarah pada anak balita sebesar dua kali lipat dibandingkan keluarga yang memenuhi syarat jamban sehat. Penelitian ini bertujuan diketahuinya hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Tahun 2022. Dilaksanakan pada tanggal 27 Mei - 10 Juni 2022. Penelitian ini kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini kepala keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung tahun 2022 berjumlah 93 sampel. Pengumpulan dan pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji statistik mengunakan uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan bermakna . value < 0,. kepemilikan jamban . -value=0,. dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Disarankan kepada petugas kesehatan Puskesmas Tanjung Agung agar memberikan penyuluhan mengenai pencegahan kejadian diare yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai jamban sehat. Kata Kunci : Kepemilikan Jamban. Kejadian. Diare PENDAHULUAN Penyakit diare merupakan penyakit yang menyebabkan kematian kedua pada anak dibawah lima tahun, pada tahun 2019 sebanyak 370. 000 terjadinya kasus kematian (World Health Organization (WHO), 2. Diare dapat terjadi di seluruh dunia dan sebanyak 4% menyebabkan kematian, sebanyak 5% kehilangan kesehatan yang menyebabkan kecacatan (Darmawi et al. , 2. Di Indonesia diare masih merupakan salah satu penyebab tertinggi morbiditas dan mortalitas anak di Indonesia dikarenakan personal hygiene keluarga yang kurang Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) didapatkan angka kesakitan Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 diare pada tahun 2019 sebesar 270 per 1. 000 penduduk. Hal ini juga menyebabkan masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian pada balita (Sari et al. , 2. Berdasarkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan . untuk data tahun 2020 angka kesakitan diare per 1. 000 penduduk pada semua umur sebesar 270 kasus dan 843 kasus pada balita. Dari sembilan kabupaten/kota Provinsi Sumatera Selatan yang ditemukan kasus diare dan ditangani 100% mendapatkan oralit pada semua umur dan balita, yaitu Kabupaten Muara Enim. Lahat. Musi Rawas. Muba. Banyuasin. OKUS. Muratara. Kota Prabumulih dan Pagar Alam. Cakupan terendah terdapat di Kabupaten OKU yaitu sebesar 60,4% pada balita dan 63,9% pada semua Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) . data pada tahun 2020 angka kesakitan diare per 1. 000 penduduk pada semua umur sebesar 72 kasus masih dibawah target nasional sebesar 270 per 1. 000 penduduk dan 286 kasus pada balita masih dibawah target nasional sebesar 843 per 1. 000 balita. Pada tahun 2020 penyebab kematian pada balita disebabkan oleh diare sebanyak 3 Faktor-faktor yang menyebabkan tinggi angka kejadian diare di Indonesia salah satunya adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang masih rendah sebesar Data cakupan PHBS menurut Riskesdas . adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satu indikatornya adalah penggunaan jamban yang sehat sehingga menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau, tidak mencemari sumber air yang ada di sekitamya, dan tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit diare, kolera disentri, thypus, kecacingan, penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit dan keracuanan (Rizqi dan Azmia, 2. Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal-oral antara lain melalui makanan/minuman yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja Perilaku buang air besar tidak pada tempatnya dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan meningkatkan terjadinya diare (Kasman dan Ishak. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . meningkatnya jumlah kejadian diare dan munculnya beberapa penyakit salah satunya berhubungan dengan sanitasi. Sanitasi berhubungan dengan kesehatan lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Salah satu lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah jamban sehat. Buruknya kondisi sanitasi akan berdampak negatif pada banyak aspek kehidupan. Menurut penelitian Kasman dan Ishak . adapun penyebab lain dari penyakit diare yaitu dari faktor nutrisi, perilaku dan lingkungan yang kotor. Salah satunya pembuangan tinja, pembuangan tinja yang tidak tepat akan langsung berpengaruh terhadap insiden penyakit yang penularannya antara lain diare. Cara penularan diare dapat melalui lingkungan dengan cara fekal oral makanan atau minuman yang tercemar kuman atau kontak langsung dengan tangan penderita yang kotor pada saat menyentuh makanan atau melalui lalat pada makanan yang tidak ditutup. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Selain itu cara penularan diare yang lain juga bisa dari perilaku orang tua sendiri yang tidak mencuci tangan sebelum kontak dengan bahan makanan dan setelah kontak dengan barang kotor atau tercemar Persentase keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak . amban seha. di Indonesia tahun 2020 adalah 87,5%. Provinsi dengan persentase tertinggi keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak jamban seha. adalah Daerah Istimewa Yogyakarta . %). Sulawesi Selatan . %), dan Kepulauan Bangka Belitung . %). Provinsi dengan persentase terendah adalah Papua Barat . %). Papua . %), dan Maluku . %). Untuk di Sumatera Selatan . %) (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Pada tahun 2020 di beberapa Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap fasilitas sanitasi yang layak . amban seha. Pemeriksaan dilakukan oleh pihak kecamatan dan Puskesmas dengan mendata jumlah kepala keluarga (KK). Jumlah persentase KK dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak . amban seha. paling banyak terdapat di Kabupaten PALI sebesar 100% . 361 KK) dan terendah terdapat di Kota Lahat sebesar 50,7% . KK), di Kota OKU sebesar 82,3% (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, 2. Berdasarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) . jumlah persentase KK dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak . amban seha. adalah 86,7% . 428 KK) belum sepenuhnya 100%, untuk di Kecamatan Baturaja Barat dengan 91,3% . 853 KK). Tempat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sanitasi akan meningkatkan risiko terjadinya diare berdarah pada anak balita sebesar dua kali lipat dibandingkan keluarga yang memenuhi syarat jamban sehat (Kasman dan Ishak, 2. Berdasarkan penelitian Rizqi dan Azmia . hasil uji statistik Chi Square menunjukan P value = 0,000 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Cigugur Wilayah Kerja Puskesmas Sukamulya Kabupaten Kuningan. Beberapa hal yang mempengaruhi penggunaan jamban sehat pada masyarakat dari faktor predisposisi . ndividu tersebut seperti, pengetahuan terkait jamban, pendidikan, sikap, keyakinan, dan nilai yang dianut oleh warga tersebu. , faktor pemungkin . ingkungan diluar individu, seperti kepemilikan jamban, dan ketersediaan prasaran. dan faktor pendukung . atangnya dari luar dan bersifat mendukung faktor-faktor lain, seperti petugas kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan dukungan keluarg. Tujuan penelitian diketahuinya hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU Tahun 2022. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 METODE Desain penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu kepala keluarga di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Tahun 2022, populasi dalam penelitian berjumlah sebanyak 93 responden yang dipilih dengan teknik sampling random. Alat ukur dalam penelitian ini mengunakan instrumen kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan mengunakan uji chi-square. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2022. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Univariat Karateristik berdasarkan berdasarkan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung Tahun 2022 adalah sebagai berikut : Tabel 1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung Tahun 2022 Kejadian Diare Kejadian Diare Diare Tidak Diare Jumlah Persentase (%) Dari tabel 1 hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian diare sebagian besar tidak diare sebesar 55 responden . ,1%). Karateristik berdasarkan berdasarkan kepemilikan jamban di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung Tahun 2022 sebagai berikut : Tabel 2 Distribusi frekuensi responden menurut kepemilikan jamban di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung Tahun 2022 Kepemilikan Jamban Iya Tidak Jumlah Persentase (%) Dari tabel 2 hasil penelitian menunjukan bahwa kepemilikan jamban tidak sebesar 49 responden . ,7%). Analisa Bivariat Analisa bivariat dilakukan dengan tabulasi silang . dan uji chi-square untuk menemukan bentuk hubungan statistik antara variabel independen dengan variabel dependen sebagai berikut : Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Tabel 3 Hubungan variabel kepemilikan jamban terhadap kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Tahun 2022. Variabel Diare Jumlah 95% CI Value Tidak Kepemilikan Jamban Tidak 31,8 44 100,0 0,000 0,091 0,034-0,245 83,7 49 100,0 Tabel 3 diatas hasil uji statistik dengan chi-square didapatkan p value = 0,000 . < 0,. yang berarti ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung tahun 2022. PEMBAHASAN Hubungan Antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung tahun 2022. Berdasarkan data diperoleh responden tidak memiliki jamban dengan kejadian diare sebesar 30 responden . ,2%), hasil uji statistik chi-square ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung tahun 2022. Menurut Panduan 5 Pilar STBM untuk Masyarakat, jamban sehat adalah jamban yang memenuhi kriteria bangunan dan persyaratan kesehatan. Persyaratan kesehatan yang dimaksud adalah tidak mengakibatkan terjadinya penyebaran bahan-bahan yang berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran manusia dan dapat mencegah vektor pembawa untuk menyebarkan penyakit pada pemakai dan lingkungan sekitarnya (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, 2. Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa . yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya. Buang air besar (BAB) sembarangan bukan lagi zamannya. Dampak BAB sembarangan sangat buruk bagi kesehatan dan Selain jorok, berbagai jenis penyakit ditularkan (Kasman dan Ishak. Ketersediaan jamban keluarga mempunyai dampak yang besar dalam penurunan resiko terhadap penyakit diare, serta keluarga yang tidak mempunyai jamban yang memiliki balita maka lebih beresiko mendapatkan penyakit diare. Setiap keluarga seharusnya memiliki jamban sendiri, agar tidak membuang tinja disembarang Bila tinja dibuang disembarang tempat dengan demikian serangga dapat membawa kuman dan hinggap pada makanan, sehingga dapat menularkan penyakit seperti diare (Sengkey. Joseph dan Warouw, 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kasman dan Ishak . hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban terhadap kejadian diare pada balita di Kota Banjarmasin. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Penelitian yang dilakukan oleh Rizqi dan Azmia . ada hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Cigugur Wilayah Kerja Puskesmas Sukamulya Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Sengkey. Joseph dan Warouw . terdapat hubungan antara ketersedian jamban keluarga dengan kejadian diare di Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan Hubungan Antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung tahun 2022 (A=0,. DAFTAR PUSTAKA