Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X v4i1. https://pub. id/sainsdata Penggunaan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk Meningkatkan Efektivitas Perawatan Platform Screen Door pada Stasiun Elevated MRT Jakarta Kuntoko Panji Sadewo 1. Dhina Setyo Oktaria 2. Teguh Arifianto 3. Sunaryo 4 1,2,3 Teknologi Elektro Perkeretaapian. Politeknik Perkeretaapian Indonesia. Madiun JI. Tirta Raya. Kota Madiun. Jawa Timur, 63129 4 Manajemen Transportasi Perkeretaapian. Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD Jl. Raya Setu. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat, 17520 E-mail: 1 panji. tep20202136@taruna. id, 2 dhina@ppi. id, 3 teguh@ppi. id, 4 snaryo@gmail. DOI: 10. 52620/sainsdata. Abstrak Peningkatan infrastruktur transportasi di Jakarta melalui hadirnya MRT (Mass Rapid Transi. memberikan solusi untuk mengatasi kemacetan. Dengan adanya platform screen door sebagai komponen penting yang berfungsi memisahkan peron dari jalur kereta yang dapat mendukung keamanan dan efisiensi operasional. Untuk menjamin keandalan, dilakukan analisis menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) serta perhitungan reliability dan interval perawatan. Hasil penelitian menunjukkan dua komponen dengan nilai risk priority number tertinggi yaitu sensor infrared dan door control unit, masing-masing sebesar 64. Perhitungan reliability memperlihatkan linear guide rail memiliki nilai terendah sebesar 21,1%, sedangkan door control unit memiliki nilai tertinggi sebesar 37,7%. Pada analisis interval perawatan, electromagnetic lock memerlukan perawatan tercepat dengan interval 788,8 jam atau 32 hari, sementara door control unit memiliki interval terpanjang, yaitu 3. 908,5 jam atau 162 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan failure mode and effect analysis mampu mengidentifikasi komponen serta menentukan prioritas perawatan yang tepat sehingga dapat mendukung peningkatan keandalan peralatan platform screen door dan menjaga kelancaran operasional MRT Jakarta. Kata Kunci: Mass Rapid Transit, platform screen door, peron, jalur kereta api. Failure Mode And Effect Analysis. Abstract The improvement of transportation infrastructure in Jakarta through the presence of the MRT (Mass Rapid Transi. provides a solution to reduce traffic congestion. The platform screen door, as a crucial component that separates the platform from the railway track, plays an important role in enhancing safety and operational efficiency. ensure reliability, an analysis was carried out using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, along with reliability and maintenance interval calculations. The findings show that two components with the highest risk priority number values are the infrared sensor and the door control unit, each with a score of 64. Reliability analysis indicates that the linear guide rail has the lowest reliability value at 21. 1%, while the door control unit has the highest at 37. In terms of maintenance intervals, the electromagnetic lock requires the shortest interval of 788. hours or 32 days, while the door control unit has the longest interval of 3,908. 5 hours or 162 days. These results demonstrate that the FMEA approach is effective in identifying critical components and determining proper maintenance priorities, thereby supporting the improvement of platform screen door reliability and ensuring the smooth operation of MRT Jakarta. Keywords: Mass Rapid Transit, platform screen door, platform, railway track. Failure Mode and Effect Analysis. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License A 2025 Author . PENDAHULUAN MRT (Mass Rapid Transi. hadir sebagai salah satu solusi modern untuk menekan tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta (Handayani et al. , 2021. MuAoallimah & Mashpufah, 2021. Hanafie et al. , 2024. Haryanti et al. Sejak resmi beroperasi pada bulan Maret 2019 (Pambudi & Hidayati, 2020. Devi et al. , 2021. Yudha & Sari, 2. MRT Jakarta memberikan layanan transportasi berbasis kereta listrik dengan berbagai fasilitas yang v4i1. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X nyaman, aman, dan efisien (Rini et al. , 2024. Nurokhman et al. , 2025. Rahmawati et al. , 2. Di antara komponen penting dalam sistem ini terdapat platform screen door yang berfungsi sebagai pemisah antara peron dan jalur kereta sehingga dapat meningkatkan keselamatan penumpang sekaligus mendukung kelancaran operasional (Setia et al. , 2019. Aprilia et al. , 2024. Rampengan et al. , 2. Meskipun menggunakan teknologi canggih, platform screen door tetap berpotensi mengalami gangguan teknis yang dapat memengaruhi keandalan keseluruhan sistem. Gambar 1. MRT Jakarta (Sumber: MRT Jakarta, 2. Berdasarkan data PT Len Rekaprima Semesta, tercatat sebanyak 101 gangguan pada platform screen door di stasiun elevated MRT Jakarta sepanjang Januari 2022 hingga April 2023. Gangguan tersebut muncul pada berbagai komponen dengan jumlah tertinggi terjadi pada automatic sliding door dan sensor infrared yang masing-masing mengalami 19 kali gangguan. Selain itu, sliding block mengalami 18 gangguan, electromagnetic lock 12 gangguan, limit switch 12 gangguan, door control unit sebanyak 11 gangguan, dan linear guide rail sebanyak 10 gangguan. Frekuensi gangguan yang terjadi pada komponen ini berdampak langsung pada keterlambatan perjalanan kereta dan menghambat kelancaran operasional. Gangguan ini dapat diminimalisir dengan menerapkan pentingnya strategi pemeliharaan yang lebih optimal, baik dalam bentuk tindakan pencegahan maupun penanganan, untuk memastikan keandalan sistem platform screen door tetap terjaga serta meminimalkan risiko keterlambatan perjalanan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana mengidentifikasi komponen platform screen door yang memiliki tingkat risiko kegagalan tertinggi sekaligus merancang strategi perawatan yang tepat guna menjaga keandalan sistem. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini memanfaatkan metode failure mode and effect analysis yaitu suatu pendekatan yang mampu memetakan potensi kegagalan pada setiap komponen, menilai tingkat keparahan, menghitung tingkat kemungkinan terjadinya, dan mengukur kemampuan sistem dalam mendeteksi kerusakan. Dari proses ini diperoleh nilai risk priority number yang menjadi acuan dalam menentukan komponen mana yang perlu diprioritaskan dalam pemeliharaan. Dengan demikian, pendekatan failure mode and effect analysis memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai titik-titik kerentanan pada sistem platform screen door sekaligus mendukung penyusunan strategi perawatan yang lebih terfokus, efektif, dan berbasis risiko. Kontribusi penelitian ini dapat dilihat dari dua sisi yaitu teoritis dan praktis. Dari sisi teoritis, penelitian ini menambah keilmuan mengenai penerapan konsep perawatan berbasis risiko dalam sistem transportasi modern, khususnya pada teknologi keselamatan di moda perkeretaapian perkotaan. Sementara itu, secara praktis hasil penelitian dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi pengelola MRT Jakarta dalam menyusun kebijakan pemeliharaan yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan. Dengan mengimplementasikan strategi perawatan yang didasarkan pada hasil analisis failure mode and effect, keandalan dan ketersediaan failure mode and effect diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga mendukung kelancaran operasional kereta serta menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna layanan transportasi. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X METODE PENELITIAN 1 Platform Screen Door Platform screen door adalah sistem otomatis yang dipasang di stasiun kereta api MRT untuk membatasi area peron dengan jalur kereta dengan tujuan utama meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan penumpang (Rampengan et al. , 2. Sebagai elemen vital dalam infrastruktur perkeretaapian, platform screen door berfungsi mencegah penumpang atau benda lain masuk ke jalur kereta yang dapat menimbulkan risiko Selain itu, platform screen door otomatis ini menunjang kelancaran operasional karena mampu mengatur alur penumpang saat naik dan turun kereta secara lebih tertib (Sujatini et al. , 2. Penerapan platform screen door pada setiap peron stasiun menjadi langkah krusial untuk menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan pengguna transportasi publik, dan memperkuat penerapan standar keselamatan dalam sistem transportasi modern (Dwiatmoko et al. , 2. Dalam operasionalnya, platform screen door dilengkapi dengan sensor infrared yang berfungsi mendeteksi keberadaan kereta serta terintegrasi dengan sistem interlocking sehingga dapat bekerja secara sinkron dengan pergerakan sarana. Sistem ini juga didukung oleh berbagai komponen penunjang yang memiliki data lifetime masing-masing untuk memastikan keandalan kinerjanya. Secara umum, platform screen door dikategorikan menjadi dua jenis yaitu full-height dan half-height. 2 Perawatan Gambar 2. Platform screen door half-height Sumber: (PT. Len Rekaprima Semesta, 2. Perawatan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menjaga, memelihara, dan memperbaiki suatu fasilitas atau peralatan agar tetap berfungsi dengan baik dan mencapai umur pakai yang diharapkan (Islam et al. , 2. Tujuan utama dari perawatan adalah memastikan bahwa fasilitas berada dalam kondisi optimal sehingga dapat digunakan secara efisien. Pemeliharaan dapat dipahami sebagai upaya sistematis untuk menjaga suatu sistem maupun perangkat agar tetap beroperasi dengan baik, selalu siap digunakan ketika dibutuhkan, dan mampu memperpanjang umur pakai peralatan tersebut. Perawatan pada platform screen door dilakukan secara berkala dengan jadwal harian, tiga bulanan, enam bulanan, hingga tahunan. Perawatan harian meliputi pemantauan kondisi platform screen door saat jam operasional untuk memastikan tidak ada gangguan serta pelaksanaan tool box meeting atau safety talk. Selain itu, dilakukan pembersihan automatic sliding door dan pengukuran GAP rubber gasket . etiap 3 bula. , pengecekan dan pengukuran rubber belt tension agar tetap normal, pemeriksaan komponen seperti infrared, sliding block, stopper. M-lock, kabel, dan baut, serta pengisian greasing pada sliding block. Pada perawatan enam bulanan, dilakukan pengukuran tegangan power dan control terminal block, serta pengujian pushbar tension manual release pada emergency escape door pullbar dan driver swing doors pullbar/pushbar. Sementara itu, perawatan tahunan mencakup pemeriksaan limit switch serta pengecekan dan pembersihan baterai di ruang STER. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X Gambar 3. Platform screen door di Stasiun Lebak Bulus Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. 3 Failure Mode and Effect Analysis Failure mode and effect analysis merupakan salah satu metode analisis yang digunakan dalam manajemen risiko dan pemeliharaan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi potensi kegagalan, dampaknya, dan langkah pencegahannya (Ariyani & Sulistyarini, 2024. Sumantika et al. , 2024. Ulum et al. , 2. Metode ini menggunakan pendekatan sistematis untuk menelaah kemungkinan kegagalan pada produk, proses, atau sistem. Tujuan utama failure mode and effect analysis adalah mencegah atau meminimalkan risiko kegagalan sehingga dapat meningkatkan keandalan, keselamatan, dan kualitas produk maupun proses yang dianalisis (Alijoyo et al. , 2020. Nurjanah et al. , 2. Pelaksanaan failure mode and effect analysis biasanya dilakukan oleh tim yang terdiri dari para ahli dan pemangku kepentingan terkait. Tim ini bekerja sama untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan mode kegagalan, menilai dampaknya terhadap kinerja sistem secara keseluruhan, serta menentukan tingkat keparahan, frekuensi, dan kemungkinan deteksi dari setiap mode kegagalan. Metode failure mode and effect analysis dilakukan melalui beberapa tahap yaitu menentukan produk atau proses yang dianalisis, mengidentifikasi potensi kegagalan beserta penyebab dan dampaknya, menilai tingkat keparahan . , peluang terjadinya . , serta kemampuan deteksi . Selanjutnya, dihitung nilai risk priority number dari hasil perkalian ketiga parameter tersebut, kemudian disusun lembar kerja failure mode and effect analysis sebagai dokumentasi analisis. ycIycIycIycIycIycI = ycIycI y ycCycC y yaya ycIycIycIycIycIycI ycIycI . ycCycC . = yaya . risk priority number besarnya dampak yang ditimbulkan oleh suatu kegagalan tingkat frekuensi terjadinya penyebab kegagala kemampuan sistem dalam mendeteksi penyebab kegagalan . Severity adalah aspek penting dalam analisis risiko yang berkaitan dengan tingkat keparahan dampak ketika sebuah komponen mengalami kegagalan. Penilaian ini tidak hanya menunjukkan potensi kerugian atau gangguan yang mungkin muncul, tetapi juga memberikan gambaran sejauh mana kegagalan tersebut dapat memengaruhi kinerja, keselamatan, dan keandalan sistem secara keseluruhan. Dalam penelitian ini, nilai severity diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 20 responden yang memiliki pengalaman serta pemahaman mengenai operasional sistem sehingga hasil yang didapat mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Setiap jenis kegagalan kemudian diberi bobot berdasarkan dampak yang ditimbulkan sehingga dapat diketahui komponen mana yang memiliki tingkat risiko tertinggi dan membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan. Dengan adanya penilaian ini, strategi pemeliharaan dapat disusun secara lebih tepat sasaran, terarah, dan efektif. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X Tabel 1. Nilai parameter severity Kriteria Rating 1 Negligible severity: tidak berdampak pada operasional platform screen door, aman bagi tim pemeriksa, dan tidak menimbulkan gangguan pada perjalanan ratangga. 2 Mild severity: memberi pengaruh ringan dengan menurunkan kinerja platform screen door, namun tidak menimbulkan risiko kecelakaan maupun hambatan perjalanan ratangga. 3 Moderate severity: mengakibatkan gangguan sedang pada sistem platform screen door, sedikit menyulitkan pekerjaan tim pemeriksa, tetapi tidak berpengaruh pada operasional ratangga, dan perbaikannya bisa dilakukan relatif cepat. 4 High severity: berisiko pada keselamatan tim pemeriksa, dapat merusak komponen platform screen door, berpotensi mengganggu perjalanan ratangga, dan perbaikan biasanya memakan waktu beberapa jam. 5 Potential severity: sangat berisiko, mengancam keselamatan tim pemeriksa dan perjalanan ratangga, dan proses perbaikan yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Occurrence adalah salah satu indikator dalam analisis risiko yang menilai seberapa sering kemungkinan suatu penyebab kegagalan muncul pada sebuah komponen sistem. Penilaian ini biasanya dilakukan dengan menggunakan skala 1 sampai 5 di mana semakin sering penyebab kegagalan terjadi, maka semakin tinggi pula nilai yang diberikan. Skala tersebut berfungsi untuk memperkirakan peluang kerusakan berdasarkan data pengalaman maupun catatan historis yang ada. Dengan memahami tingkat occurrence, komponen yang rawan mengalami gangguan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pemeliharaan dapat difokuskan pada tindakan Selain itu, penilaian ini juga berperan penting dalam menetapkan prioritas perawatan karena frekuensi terjadinya kegagalan akan memengaruhi keandalan sistem secara keseluruhan. Tabel 2. Nilai parameter occurrence Degree Berdasarkan Frekuensi Terjadinya Terjadi sekali dalam satu tahun 1 Very low Terjadi setiap 4 hingga 6 bulan 2 Low 3 Moderate Terjadi setiap 2 hingga 3 bulan 4 High Terjadi setiap bulan 5 Very high Terjadi hampir setiap saat Rating Detection dalam analisis risiko memiliki peran penting karena berhubungan dengan tingkat kesulitan dalam menemukan penyebab terjadinya kegagalan pada suatu komponen sistem. Proses penilaiannya menggunakan skala 1 sampai 5 di mana semakin sulit penyebab kegagalan dikenali, semakin tinggi pula nilai rating yang Skala ini berfungsi untuk menggambarkan kemampuan sistem atau mekanisme dalam mengidentifikasi potensi kerusakan sebelum benar-benar menimbulkan kegagalan. Jika suatu kerusakan sulit terdeteksi sejak awal, maka konsekuensi yang ditimbulkan bisa lebih besar seperti terganggunya operasional hingga munculnya risiko keselamatan. Tabel 3. Nilai parameter detection Kriteria 1 Sangat mudah untuk dideteksi 2 Mudah dideteksi dengan peluang keberhasilan yang tinggi 3 Cukup mudah dideteksi dengan peluang keberhasilan sedang 4 Sulit dideteksi dengan peluang keberhasilan rendah 5 Tidak dapat dideteksi sama sekali 4 Mean Time To Failure (MTTF) dan Mean Time To Repair (MTTR) Rating Mean Time to Failure (MTTF) adalah ukuran statistik yang digunakan untuk memperkirakan rata-rata waktu antara dua kegagalan berurutan pada suatu sistem, alat, atau komponen (Krisnadi et al. , 2014. Taufik & Septyani. Rachman et al. , 2. Indikator ini menunjukkan berapa lama suatu sistem dapat beroperasi sebelum terjadi kegagalan pertama kali. Kegagalan dalam konteks ini didefinisikan sebagai kondisi ketika sistem atau komponen tidak lagi berfungsi sesuai spesifikasi atau kriteria yang telah ditentukan. MTTF dapat menjadi acuan penting dalam menilai ketahanan dan keandalan suatu sistem v4i1. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X Sementara itu. Mean Time to Repair (MTTR) menggambarkan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki atau mengembalikan sistem ke kondisi normal setelah mengalami kegagalan (Taufik & Septyani. Rachman et al. , 2. Perhitungan MTTR mencakup seluruh rangkaian proses perbaikan, mulai dari deteksi kegagalan, proses pelaporan, perjalanan teknisi ke lokasi, kegiatan perbaikan, hingga tahap pengujian atau verifikasi hasil perbaikan. MTTR tidak hanya mengukur kecepatan perbaikan tetapi juga efisiensi sistem pemeliharaan secara keseluruhan. Nilai ini sangat berpengaruh terhadap keandalan layanan dan keberlangsungan operasi suatu sistem. Kedua konsep ini. MTTF dan MTTR, memiliki keterkaitan erat dalam manajemen keandalan dan MTTF lebih menekankan pada daya tahan atau keandalan sistem. Sedangkan MTTR menyoroti seberapa cepat sistem dapat dipulihkan setelah kegagalan. Keduanya digunakan sebagai dasar perencanaan pemeliharaan preventif, penyusunan jadwal kerja, hingga evaluasi performa sistem secara menyeluruh. Nilai MTTF dan MTTR biasanya diperoleh dari pengolahan data waktu antar kerusakan menggunakan software seperti minitab (Haq & Riandadari, 2019. Muhazir et al. , 2. Adapun proses perhitungan MTTF dan MTTR pada tiap distribusi adalah sebagai berikut (Astuti et al. , 2. A distribusi weibull ycAycAycAycAycAycAycAycA = yuEyuE . yuyu ycAycAycAycAycAycAycAycA = yuEyuE . A distribusi exponential ycAycAycAycAycAycAycAycA = . ycAycAycAycAycAycAycAycA = waktu rata-rata kegagalan . ycAycAycAycAycAycAycAycA = waktu rata-rata perbaikan . yuEyuE = parameter skala = parameter bentuk ycAycAycAycAycAycAycAycA = yuIyuI = yuIyuI yuIyuI rata-rata kerusakan yang terjadi A distribusi normal ycAycAycAycAycAycAycAycA = yuNyuN ycAycAycAycAycAycAycAycA = ycycycoycoycoycoycoyco yceyce ( 2 ) . yuNyuN = nilai tengah ycycycoycoycoycoycoyco = nilai tengah waktu perbaikan ycyc = parameter bentuk A distribusi lognormal ycyc2 ycAycAycAycAycAycAycAycA = ycycycoycoycoycoycoyco yceyce ( 2 ) ycAycAycAycAycAycAycAycA = ycycycoycoycoycoycoyco yceyce . ( ) ycycycoycoycoycoycoyco = nilai tengah waktu perbaikan ycyc = parameter bentuk v4i1. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X 5 Interval Perawatan Penentuan interval perawatan pada setiap komponen dilakukan dengan menghitung rata-rata jam kerja bulanan sebagai dasar acuan. Perhitungan ini berguna untuk memperkirakan seberapa lama suatu komponen dapat beroperasi dengan baik sebelum mengalami kerusakan sehingga jadwal pemeliharaan dapat disusun secara lebih akurat dan efisien. Melalui analisis terhadap rata-rata jam kerja tersebut, tingkat keausan komponen maupun potensi gangguan dapat diprediksi lebih dini. Hasil dari analisis ini selanjutnya digunakan sebagai pedoman dalam merancang interval perawatan yang tidak hanya mengurangi risiko kerusakan tiba-tiba, tetapi juga membantu menekan biaya pemeliharaan serta meminimalkan waktu berhentinya operasi. A waktu rata-rata perbaikan ycAycAycAycAycAycAycAycA ycycycycycycycycOeycycycycycycycyc ycycycycycyc ycoycoycoycoycoycoycoycoycoyco ycyycyycyycyycyycy ycaycaycaycaycaycaycaycaycayca ycycycycycycycycOeycycycycycycycyc ycycycycycyc ycoycoycoycoycoycoycoycoycoyco ycyycyycyycyycyycy ycaycaycaycaycaycaycaycaycayca A waktu rata-rata pemeriksaan ycycycycycycycycOeycycycycycycycyc 1 ycoycoycoycoycoycoycoyco ycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycy . A rata-rata kerusakan ycycycycycycycycycycEa ycoycoycoycoycoycoycoycoycoycoycoycoycoycoycoycoycoyco ycyycyycyycyycyycy ycuycu ycaycaycaycaycaycaycaycaycayca ycoyco = . ycuycu ycaycaycaycaycaycaycaycaycayca A frekuensi pemeriksaan optimal ycoycoyycnycn ycuycu = . A interval waktu pemeriksaan ycycycycycycycycOeycycycycycycycyc ycycycycycyc ycoycoycoycoycoycoycoycoycoyco ycyycyycyycyycyycy ycaycaycaycaycaycaycaycaycayca ycycycnycn = . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Sistem Platform Screen Door Platform screen door merupakan perangkat penting yang berfungsi menjaga keselamatan penumpang agar tidak terjatuh ke jalur kereta serta meminimalkan potensi kecelakaan. Sistem ini tersusun atas dua bagian utama yaitu bagian listrik dan bagian mekanis. Pada bagian listrik, terdapat sistem tenaga dan sistem kendali yang bekerja saling mendukung. Sistem tenaga menggunakan catu daya UPS yang terdiri dari daya drive, daya kendali, dan baterai untuk menjamin suplai listrik tetap berjalan meskipun sumber utama terganggu. Sedangkan pada sistem kendali, terdapat berbagai perangkat seperti MCP (Monitoring & Control Pane. CIP (PEDC & MMS/Main Monitoring Syste. LCPD (Local Control Panel Doo. LCPS (Local Control Panel Staf. DCU (Door Control Uni. , serta ILCP (Individual Local Control Pane. Semua perangkat tersebut terhubung melalui antarmuka dan sistem komunikasi yang berfungsi sebagai pusat pengawasan dan pengendalian kinerja pintu secara langsung. Pada bagian mekanis, platform screen door tersusun atas struktur pintu dan mesin penggerak pintu. Struktur pintu meliputi komponen seperti bantalan beban, ambang, header unit. FDP (Front Door Pane. ASD (Automatic Sliding Door. EED (Emergency Escape Door. FP, hingga DSD. Untuk tipe full-height PSD, struktur pintu dilengkapi dengan header unit. ASD. EED. FP, dan DSD. Sementara half-height platform screen door menggunakan FDP sebagai pengganti beberapa komponen. Selain itu, mesin penggerak pintu mencakup perakitan motor, sabuk karet, kunci elektromagnetik, dan DOI (Door Open Indicato. yang berperan dalam memastikan pintu dapat beroperasi dengan lancar dan aman. Keseluruhan kombinasi bagian listrik dan mekanis ini membuat platform screen door berfungsi secara efektif sebagai sistem pendukung keamanan di stasiun baik pada jalur bawah tanah maupun layang. Penelitian ini menitikberatkan pada peralatan platform screen door yang dipasang di stasiun MRT Jakarta yang berperan penting sebagai sistem keselamatan untuk menjaga kelancaran dan keamanan operasional Data gangguan yang dicatat sejak Januari 2022 hingga April 2023 dijadikan acuan utama dalam menganalisis dan menentukan interval perawatan yang sesuai. Informasi yang dikumpulkan meliputi jarak waktu antar kerusakan, yang menunjukkan berapa lama komponen dapat berfungsi sebelum terjadi kegagalan, dan durasi perbaikan yang diperlukan agar komponen kembali beroperasi normal. Data terkait gangguan dan perbaikan tersebut disajikan secara rinci pada tabel 4, khususnya untuk komponen yang berada di stasiun Dari analisis ini, penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pola kerusakan sekaligus kebutuhan pemeliharaan sehingga strategi perawatan baik preventif maupun korektif dapat dirancang dengan lebih terarah dan efisien. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X Tabel 4. Data gangguan stasiun elevated Komponen Penyebab Gangguan Automatic sliding door Sensor infrared Automatic sliding door tidak dapat terbuka atau tertutup secara baik dan normal Automatic sliding door tidak dapat menutup pada normally Automatic sliding door gagal menutup Infrared terhalang oleh police line Infrared tertampias hujan Infrared terhalang oleh serangga Sliding block pada automatic sliding door rusak M-lock automatic sliding door abnormal M-lock automatic sliding door tidak dapat menarik pada saat normally open Limit switch abnormal Door control unit automatic sliding door abnormal Door control unit tidak menyala Linear guide dalam keadaan rusak Sliding block Electromagnetic lock Limit switch Door control unit Linear guide rail 2 Risk Priority Number (RPN) Jumlah Gangguan Perhitungan Risk Priority Number (RPN) digunakan untuk menentukan prioritas dari setiap kemungkinan kegagalan yang muncul pada perangkat, mode kesalahan, serta dampaknya terhadap sistem maupun mesin yang Analisis ini menilai potensi masalah berdasarkan tiga aspek utama yaitu tingkat keparahan, frekuensi terjadinya kegagalan, dan tingkat kesulitan dalam mendeteksi penyebabnya. Nilai RPN kemudian menjadi acuan utama untuk mengidentifikasi komponen yang memiliki risiko tertinggi dan membutuhkan perhatian khusus dalam pemeliharaan. Proses ini dilakukan melalui metode failure mode and effect analysis yang bertujuan meningkatkan kinerja sistem secara menyeluruh. Potensi kegagalan yang telah dikenali sejak awal memungkinkan strategi pencegahan disusun lebih tepat sehingga kerusakan bisa diminimalkan, sistem tetap andal, dan waktu henti operasional dapat ditekan. Tabel 5. Penentuan nilai RPN Automatic sliding Automatic sliding Automatic sliding Automatic sliding door gagal menutup Sensor infrared Infrared terhalang oleh police line Equipment (Peralata. Potential Failure Mode (Efek Kegagala. Automatic sliding door tidak dapat terbuka atau tertutup secara baik dan Automatic sliding door tidak dapat menutup pada normally close Penyebab Terjadinya Gangguan Proses Kontrol RPN Terindikasi open failure pada CIP karena terdapat penumpang yang sedang bersandar di daun pintu automatic sliding door menyebabkan pintu gagal terbuka atau tertutup Automatic sliding door gangguan dikarenakan oleh kerusakan pada sliding block automatic sliding door dan linear guide rail sehingga menyebabkan terjadinya hambatan pada sliding door pada saat automatic sliding door normally close Automatic sliding door terindikasi obstal pada logger CIP Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Automatic sliding door terindikasi infrared obstacle detected pada logger CIP, aktual di lapangan diakibatkan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X Equipment (Peralata. Potential Failure Mode (Efek Kegagala. Sensor infrared Infrared Sensor infrared Infrared terhalang oleh Sliding block Electromagnetic Sliding block pada automatic sliding door Electromagnetic Limit switch M-lock sliding door tidak dapat menarik pada saat normally Door control unit Door control unit Linear guide rail M-lock sliding door Limit switch Door control unit automatic sliding door Door control unit tidak Linear guide dalam keadaan Penyebab Terjadinya Gangguan oleh police line yang terlepas dan beterbangan dan menghalangi sensor infrared Terindikasi infrared failure pada looger CIP, aktual di lapangan kondisi infrared tertampias air hujan deras disertai angin kencang Terindikasi infrared failure, aktual di lapangan kondisi infrared terhalang oleh v4i1. https://pub. id/sainsdata Terindikasi obstal pada logger CIP, aktual di lapangan diakibatkan oleh steel ball tidak lengkap pada sliding block automatic sliding door Terindikasi obstal dan lock failure pada logger CIP, aktual di lapangan ditemukan m-lock automatic sliding door Terindikasi open failure pada CIP, aktual di lapangan di sebabkan oleh kabel biru pin ke 3 di dalam socket m-lock terlepas soldernya sehingga menyebabkan m-lock tidak dapat menarik pada saat normally open Aktual di lapangan ditemukan terdapat banyak semut Terindikasi door control unit bus failure pada CIP, aktual di lapangan diakibatkan oleh door control unit automatic sliding door abnormal Aktual di lapangan ditemukan indicator penguncian Rautomatic sliding door-locked pada door control unit tidak menyala pada saat automatic sliding door Terindikasi obstal pada logger CIP, aktual di lapangan di akibatkan oleh linear guide track dalam keadaan rusak 3 Failure Mode and Effect Analysis Proses Kontrol RPN Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Melakukan perawatan dan pengecekan rutin pada saat window time serta melakukan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan perbaikan dan penggantian apabila ada kerusakan Pada penelitian ini, failure mode and effect analysis diterapkan khusus pada komponen platform screen door yang berperan penting dalam menjaga keselamatan serta kelancaran operasional MRT Jakarta. Proses analisis difokuskan pada peninjauan fungsi tiap komponen, identifikasi potensi kegagalan yang mungkin terjadi, dan penilaian dampaknya terhadap kinerja sistem secara keseluruhan. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai acuan untuk merumuskan strategi mitigasi maupun langkah perbaikan yang lebih terarah sehingga aspek keandalan, keamanan, dan kelancaran pelayanan transportasi dapat terus dipertahankan. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X Tabel 6. Failure mode and effect analysis Function Failure (Fungsi Kegagala. 1A Automatic sliding door tidak dapat Equipment (Peralata. Function (Fungs. Automatic sliding Sebagai sistem keamanan pintu stasiun dan pembatas antar dengan peron dengan jalur rel Sensor infrared Untuk keberadaan objek atau orang di dekat pintu platform screen Infrared Sliding block Sliding block pada sliding door Terindikasi obstal pada logger CIP, aktual di lapangan diakibatkan oleh steel ball tidak lengkap pada sliding block automatic sliding door Electromagnetic M-lock sliding door Terindikasi obstal dan lock failure pada logger CIP, aktual di lapangan ditemukan m-lock automatic sliding door Limit switch Limit switch Aktual di lapangan ditemukan terdapat banyak semut Door control unit Door control sliding door Terindikasi door control unit bus failure pada CIP, aktual di lapangan diakibatkan oleh door control unit automatic sliding door abnormal Indikator door control unit failure pada pintu sehingga pintu tidak beroperasi secara normal Linear guide rail Berfungsi sebagai penggerak yang pintu pada platform screen door bergerak meluncur di sepanjang rel atau jalurnya Untuk menjaga pintu platform screen door tetap terkunci secara otomatis saat dalam keadaan Memberikan sinyal kontrol atau peringatan ketika suatu objek atau bagian mencapai posisi yang telah Mengontrol sistem pintu platform pada stasiun kereta bawah tanah dan sistem Untuk memberikan jalur yang tepat dan stabil bagi platform screen Linear guide Terindikasi obstal pada logger CIP, aktual di lapangan di akibatkan oleh linear guide track dalam keadaan rusak Linear guide rail mengalami kerusakan sehingga menyebabkan sliding door tidak dapat bergerak secara normal Failure Mode (Mode Kegagala. Automatic sliding door gangguan dikarenakan oleh kerusakan pada sliding block automatic sliding door dan linear guide rail sehingga menyebabkan terjadinya hambatan pada sliding door pada saat automatic sliding door normally close Terindikasi infrared failure, aktual di lapangan kondisi infrared terhalang oleh serangga 4 Perhitungan MTTF dan Reliabilty Komponen Automatic Sliding Door Failure Effect (Efek Kegagala. Pintu gagal terbuka sehingga menyebabkan pemberangkatan maupun pemberhentian ratangga Pintu tidak dapat terbuka atau tertutup dikarenakan sensor infrared tertampias air hujan deras disertai angin kencang yang kemungkinan besar menyebabkan automatic sliding door failure Steel ball tidak lengkap pada sliding block automatic sliding door bagian depan dan belakang sehingga menyebabkan sliding door tidak dapat bergerak secara normal Penguncian m-lock tidak terindikasi oleh door control unit sehingga menyebabkan pintu tidak dapat beroperasi secara Pintu tidak dapat beroperasi secara normal dikarenakan limit switch mengalami kerusakan Data TTF yang telah diperoleh kemudian dianalisis melalui uji kesesuaian distribusi untuk menentukan model distribusi yang paling tepat dalam menggambarkan pola kegagalan komponen. Analisis ini dilakukan menggunakan software Minitab 19 dengan nilai Anderson-Darling sebagai indikator utama untuk menilai tingkat v4i1. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X Hasil analisis ini menjadi acuan penting dalam menghitung nilai reliability atau keandalan komponen yang menggambarkan peluang suatu komponen tetap berfungsi tanpa kegagalan dalam jangka waktu tertentu. Tahapan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik dan daya tahan komponen sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi pemeliharaan serta perencanaan operasional yang lebih terarah dan efisien. Gambar 4. Hasil pengujian model distribusi data Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Gambar 5. Distribusi lognormal MTTF automatic sliding door Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Tabel 7. Nilai parameter MTTF automatic sliding door Parameter Location Scale Estimate 9,63862 1,01643 Standar Error 0,239574 0,169404 95,0% Normal CI Lower Upper 9,16906 10,1082 0,733178 1,40910 Berdasarkan hasil uji kesesuaian distribusi menggunakan metode Anderson-Darling, diketahui bahwa komponen automatic sliding door paling sesuai dimodelkan dengan distribusi lognormal yang memiliki nilai Anderson-Darling terendah sebesar 0,902. Nilai tersebut menunjukkan bahwa distribusi lognormal memberikan kecocokan terbaik dibandingkan dengan jenis distribusi lainnya sehingga layak dijadikan acuan dalam analisis keandalan komponen. Setelah distribusi yang sesuai diperoleh, langkah berikutnya adalah menghitung MTTF v4i1. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X dan reliability komponen dengan menggunakan parameter-parameter dari distribusi lognormal. Perhitungan ini dilakukan untuk mengestimasi waktu rata-rata sebelum terjadinya kegagalan serta menentukan peluang bahwa komponen masih berfungsi dengan baik dalam jangka waktu tertentu. Melalui hasil analisis tersebut, dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tingkat keandalan dan ketahanan komponen automatic sliding door sebagai bagian penting dari sistem platform screen door. Menghitung nilai MTTF ycAycAycAycAycAycAycAycA = exp yuNyuN yuayua 2 ycAycAycAycAycAycAycAycA = exp 9,63862 1,016432 ycAycAycAycAycAycAycAycA = exp. ,63862 0,51656. ycAycAycAycAycAycAycAycA = exp. ,155. ycAycAycAycAycAycAycAycA = 25724,13667ycoycoycoycoycoycoycoycoycoyco ycaycaycaycaycaycaycayca 17 Eaycaycaycaycaycayca Reliability komponen ycoycoycoyco ycyc Oe yuNyuN ycIycI. = 1 Oe e 10,155185 Oe 9,63862 ycIycI. = 1 Oe e 1,01643 0,516565 ycIycI. = 1 Oe e 1,01643 ycIycI. = 1 Oe e . ,508215. ycIycI. = 0,305651 ycIycI. = 30,5% Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan parameter distribusi lognormal yang telah ditetapkan sebelumnya, diperoleh nilai reliability untuk komponen automatic sliding door sebesar 30,5%. Nilai ini menunjukkan bahwa peluang komponen tersebut untuk tetap beroperasi dengan baik tanpa mengalami kegagalan dalam periode waktu tertentu hanya sekitar sepertiga dari total probabilitas kerja ideal. Kondisi ini mengindikasikan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap jadwal perawatan, penggantian komponen yang mengalami penurunan performa serta peningkatan sistem monitoring untuk mencegah terjadinya kerusakan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil mengenai analisis risiko dan keandalan komponen platform screen door pada Stasiun MRT Jakarta Elevated. Melalui perhitungan risk priority number dengan metode failure mode and effect analysis, ditemukan dua komponen dengan tingkat risiko tertinggi yaitu sensor infrared yang mengalami gangguan akibat tampias air hujan dan door control unit pada kondisi automatic sliding door abnormal, masing-masing dengan nilai risk priority number sebesar 64. Dari hasil analisis reliability, diperoleh bahwa linear guide rail memiliki tingkat keandalan paling rendah sebesar 21,1%, sedangkan door control unit menunjukkan tingkat keandalan tertinggi dengan nilai 37,7%. Sementara itu, hasil perhitungan interval waktu perawatan menunjukkan bahwa electromagnetic lock memiliki interval perawatan tercepat yaitu sekitar 788,78 jam atau 32 hari, sedangkan door control unit memiliki interval perawatan terlama, mencapai 3908,5 jam atau sekitar 162 hari. Hasil ini menggambarkan adanya variasi tingkat risiko dan keandalan antar komponen, yang dapat dijadikan acuan dalam penentuan prioritas perawatan untuk menjaga kinerja dan keselamatan sistem platform screen door secara maksimal. Sistem perawatan pada peralatan platform screen door di Stasiun MRT Jakarta sebaiknya menerapkan metode failure mode and effect analysis untuk mengenali potensi kegagalan dan menentukan prioritas perbaikan secara tepat. Penerapan metode ini memudahkan penjadwalan perawatan sebelum kerusakan serius terjadi serta membantu menangani gangguan seperti kegagalan penguncian perangkat. Selain itu, perusahaan perlu melakukan monitoring dan pencatatan rutin terhadap seluruh kerusakan dan proses perbaikan agar pengelolaan keandalan, jadwal perawatan, dan manajemen komponen dapat berjalan lebih efektif dan sistematis. https://pub. id/sainsdata Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi ISSN 2986-903X DAFTAR PUSTAKA