JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 161-168 PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA UMKM: PERAN PENYERAPAN SDM DAN KONDISI KEUANGAN RUMAH TANGGA DI PALEMBANG Bulan Nettiary Kelara1. Tika Rahma Yani Siregar2. Rahma Febrianti3. AWirda Mardyaningsih4. Akhmad Ghozali5. Alditya Aris Rinandy6 Universitas Sriwijaya1,2,3,4,5,6 bulannettra@fe. id , tikarahmayani@fe. id2, rahmafebrianti@fe. wirdamardyaningsih@unsri. id4, akhmad. ghozali@fe. id5, aldityarinandy@fe. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penyerapan tenaga kerja, stabilitas keuangan rumah tangga, dan kesejahteraan pekerja serta rumah tangga di Kota Palembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap pekerja Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) yang menjadi vendor resmi program MBG. Data dianalisis menggunakan Partial Least SquaresAe Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program MBG berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan stabilitas keuangan rumah tangga, namun tidak berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan pekerja dan rumah tangga. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa stabilitas keuangan rumah tangga berperan sebagai variabel mediasi yang menjembatani pengaruh program terhadap peningkatan kesejahteraan. Hasil ini menegaskan bahwa kesejahteraan pekerja tidak hanya ditentukan oleh kesempatan kerja, tetapi juga oleh kondisi keuangan rumah tangga yang stabil. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan program MBG dengan strategi pemberdayaan ekonomi guna mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Kata kunci: program makan bergizi gratis, penyerapan tenaga kerja, stabilitas keuangan, kesejahteraan. UMKM ABSTRACT This study aims to analyze the effect of the Free Nutritious Meal (MBG) program on employment absorption, household financial stability, and workersAo and household welfare in Palembang City. The research applied a quantitative approach using a survey method involving Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME) workers who serve as official vendors of the MBG program. Data were analyzed using Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the causal relationships among variables. The findings indicate that the MBG program significantly influences employment absorption and household financial stability but has no direct effect on workersAo and household The study also reveals that household financial stability acts as a mediating variable linking the programAos implementation to improved welfare. These results highlight that workersAo welfare depends not only on employment opportunities but also on stable household financial conditions. The study provides implications for local governments to integrate the MBG program with economic empowerment strategies to achieve sustainable community welfare. Keywords: free nutritious meal program, employment absorption, financial stability, welfare. MSMEs. PENDAHULUAN Latar Belakang Program makan bergizi gratis merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia (Widyasari et al. , 2. Di luar orientasi gizi dan kesehatan, kebijakan ini berimplikasi pada dinamika ekonomi, khususnya bagi tenaga kerja yang beraktivitas pada usaha penyedia makanan . , seperti UMKM kuliner, jasa katering, dan pemasok bahan pangan. Implementasi kebijakan tersebut relevan dianalisis melalui perspektif Teori Implementasi Kebijakan Edward i, yang menekankan bahwa efektivitas implementasi dipengaruhi oleh kejelasan komunikasi kebijakan, kecukupan sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi (Bahri et al. , 2. Selain itu, pendekatan top-down dan bottom-up Mazmanian dan Sabatier menegaskan bahwa keberhasilan implementasi memerlukan integrasi instruksi pemerintah dan partisipasi aktor pelaksana di tingkat lokal. Skala program yang luas menimbulkan peluang ekonomi baru dan menciptakan efek pengganda . ultiplier effec. melalui peningkatan aktivitas ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan perbaikan kesejahteraan (Basit & Ramadani, 2. Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, peningkatan permintaan produksi makanan mendorong ekspansi kapasitas operasional vendor JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 161-168 yang berdampak pada kenaikan kebutuhan tenaga kerja, baik terampil maupun non-terampil. Hal tersebut sejalan dengan Labor Demand Theory, bahwa peningkatan output produksi memicu peningkatan kebutuhan tenaga kerja, baik melalui pertambahan jumlah pekerja . xtensive margi. maupun melalui peningkatan jam kerja . ntensive Pada saat bersamaan. Human Capital Theory. Becker . menegaskan bahwa pelatihan mampu memperkuat produktivitas dan memperluas keberlanjutan kesempatan kerja. Implikasi dari kondisi tersebut mencakup peningkatan pendapatan, stabilitas finansial, dan kesejahteraan rumah tangga pekerja (Pellu, 2. Dengan demikian, program makan bergizi gratis berpotensi menjadi instrumen penggerak ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat (Kelara & Emi, 2020. Krisdayanti & Dewandaru. Kota Palembang menjadi konteks kajian yang relevan mengingat dominasi UMKM kuliner dan tingginya proporsi tenaga kerja yang terserap pada sektor tersebut. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana implementasi program makan bergizi gratis berperan dalam: . meningkatkan penyerapan tenaga kerja pada UMKM penyedia . memperkuat stabilitas keuangan rumah tangga pekerja. mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Palembang. Kerangka pemikiran penelitian didasarkan pada beberapa landasan teoretis. Pertama. Employment Multiplier Theory menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas produksi memicu penciptaan lapangan kerja baru secara langsung maupun tidak langsung (Bashford-Fernyndez & RodryguezyAlvarez, 2. Kedua. Household Economics Theory menyatakan bahwa stabilitas pendapatan rumah tangga memperkuat kemampuan keluarga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan (Grossbard, 2. Ketiga, dalam perspektif kesejahteraan. Welfare Economics Theory menilai kesejahteraan melalui peningkatan kondisi sosial-ekonomi, daya beli, dan kualitas hidup, sedangkan Capability Approach menegaskan bahwa kesejahteraan mencakup kebebasan individu untuk mencapai kehidupan yang bermakna, termasuk peningkatan agency dan harapan masa Selanjutnya, dari perspektif Local Economic Development, kebijakan publik yang mampu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan akan memperkuat masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan daerah (Hornbeck & Moretti, 2. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Dengan demikian, kerangka pemikiran penelitian ini menekankan bahwa keterlibatan UMKM dan pekerja dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis berpotensi menciptakan hubungan sinergis antara kebijakan publik, penyerapan tenaga kerja, stabilitas keuangan rumah tangga, dan kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan literatur mengenai dampak ekonomi program sosial berbasis gizi terhadap pekerja sektor UMKM di tingkat daerah. II. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, karena berfokus pada pengukuran hubungan antarvariabel yang telah ditetapkan dalam kerangka pemikiran, yaitu implementasi program makan bergizi gratis (X), penyerapan tenaga kerja (ZCA), stabilitas keuangan rumah tangga pekerja (ZCC), dan kesejahteraan pekerja (YCE). Pendekatan kuantitatif dipilih karena bersifat rasional, empiris, dan sistematis, memungkinkan pengujian hubungan kausal antarvariabel secara objektif melalui analisis statistik berbasis model struktural. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh pekerja yang terlibat dalam UMKM penyedia makanan pada program makan bergizi gratis di Kota Palembang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi, yaitu: . pekerja aktif pada UMKM yang menjadi vendor resmi program, . memiliki masa kerja minimal enam bulan, dan . terlibat langsung dalam aktivitas produksi, pengemasan, distribusi, atau administrasi program. Jumlah pendekatan rule of thumb PLS-SEM, yaitu sepuluh kali jumlah indikator pada konstruk terpadat. Dengan setiap konstruk memiliki lima indikator, jumlah minimal sampel adalah 50 responden. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 161-168 namun penelitian ini menargetkan 100Ae150 responden untuk meningkatkan validitas model dan kekuatan statistik. Data penyebaran kuesioner yang disusun berdasarkan indikator dari setiap konstruk menggunakan skala Likert 1Ae5, di mana 1 menunjukkan Ausangat tidak setujuAy dan 5 menunjukkan Ausangat setuju. Ay Kuesioner dibagikan secara langsung kepada pekerja UMKM penyedia makanan dengan bantuan enumerator di lapangan. Selain itu, data sekunder diperoleh dari laporan resmi pemerintah, publikasi akademik, dan dokumen pendukung terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis di Kota Palembang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas empat konstruk utama, yaitu implementasi program makan bergizi gratis (X), penyerapan tenaga kerja (ZCA), stabilitas keuangan rumah tangga pekerja (ZCC), dan kesejahteraan pekerja (YCE). Indikator setiap variabel ditampilkan pada tabel berikut: Tabel 1. Variabel dan Indikator Variabel Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Kode Indikator Utama Kejelasan kebijakan, manfaat program, beban kerja, transparansi, partisipasi pekerja Penyerapan Tenaga ZCA Kerja Peningkatan jumlah pekerja, tambahan jam kerja, peluang kerja baru. Stabilitas Keuangan Rumah Tangga ZCC Pekerja Stabilitas pendapatan, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, tabungan, ketahanan finansial Kesejahteraan Pekerja Daya beli, kualitas hidup, kondisi ekonomi lingkungan, harapan masa YCE Penelitian ini dilaksanakan di Kota Palembang. Sumatera Selatan, yang merupakan salah satu kota dengan basis UMKM kuliner terbesar di Sumatera. Fokus penelitian diarahkan pada pekerja UMKM yang menjadi vendor penyedia makanan dalam program makan bergizi Pengumpulan data dilakukan selama tiga bulan, mencakup tahap persiapan dan uji coba instrumen, pelaksanaan survei lapangan, serta pengolahan data menggunakan perangkat lunak SmartPLS untuk menghasilkan model empiris yang valid dan reliabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Responden dalam penelitian adalah pekerja UMKM vendor penyedia program makan bergizi gratis yang terdiri dari 59 orang responden laki-laki . %) dan 41 orang responden perempuan . %). Mayoritas responden dalam penelitian ini berusia 17-35 tahun . %), sisanya berusia 29 tahun sebanyak 29 orang . %) dan berusia > 50 tahun sebanyak 6 orang . %). Model pengukuran dalam penelitian ini dianalisis berdasarkan konsistensi internal, validitas konstruk, dan reliabilitas instrumen. Uji reliabilitas komposit digunakan untuk menilai sejauh mana indikator suatu variabel dapat dipercaya. Setiap indikator memiliki nilai faktor loading > 0,7, maka indikator tersebut dianggap memenuhi kriteria Selain itu, nilai CronbachAos alpha juga digunakan dalam pengujian reliabilitas dimana jika nilai cronbachAos alpha dari suatu konstruk lebih dari 0,7, maka konstruk tersebut dianggap memiliki konsistensi internal yang baik (Hair et al. , 2. Selanjutnya, validitas konvergen diukur melalui Average Variance Extracted (AVE), yang idealnya bernilai di atas 0,5 (Hair et al. , 2. Sedangkan validitas diskriminan dinilai menggunakan nilai korelasi heterotrait-monotrait (HTMT). Rasio HTMT tidak boleh melebihi 0,85 untuk memastikan bahwa konstruk yang diuji benar-benar berbeda satu sama lain (Henseler et al. , 2. Gambar 2. Evaluasi Model Pengukuran Berdasarkan hasil uji validitas konvergen dan reliabilitas komposit yang disajikan pada tabel 2, diperoleh bahwa nilai CronbachAos alpha untuk setiap konstruk > 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa semua konstruk memenuhi kriteria reliabilitas. Selain itu, nilai faktor loading indikator > 0,7 sebagaimana terlihat pada gambar 2 dan tabel 2, yang menunjukkan bahwa validitas isi terpenuhi dengan baik. Nilai AVE dari setiap variabel juga lebih dari 0,50, menandakan bahwa validitas konvergen telah tercapai. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 161-168 Tabel 2. Pengukuran Validitas dan Reliabilitas Variabel Program MBG Penyerapan Tenaga Kerja Stabilitas Keuangan Rumah Tangga Kesejahteraan Pekerja dan Rumah Tangga Item Factor Loading Z1. Z1. Z1. Z1. Z1. Z2. Z2. Z2. Z2. Z2. Cronbach Alpha AVE Tabel 3. HTMT Kesejahteraan Pekerja dan Rumah Tangga Kesejahteraan Pekerja Rumah Tangga Penyerapan Tenaga Kerja Program MBG Stabilitas Keuangan Rumah Tangga Penyerapan Tenaga Kerja Program MBG Stabilitas Keuangan Rumah Tangga Selanjutnya, hasil validitas diskriminan Nilai R-square (RA) digunakan sebagai yang tercantum pada tabel 3 menunjukkan bahwa indikator reliabilitas untuk menilai seberapa baik rasio HTMT untuk semua variabel juga kurang dari variabel endogen dijelaskan oleh variabel eksogen 0,85. Dengan demikian, rasio HTMT menunjukkan dalam model (Hair et al. , 2. Analisis varian bahwa validitas diskriminan telah terpenuhi (Hair et melalui RA bertujuan untuk mengetahui besarnya , 2. pengaruh variabel eksogen terhadap variabel Setelah model pengukuran memenuhi semua kriteria yang telah ditentukan, tahap berikutnya adalah evaluasi model struktural. Tabel 4. R-Square Penyerapan Tenaga Kerja Stabilitas Keuangan Rumah Tangga Kesejahteraan Pekerja dan Rumah Tangga R-square JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 161-168 Berdasarkan tabel 4, diketahui nilai RA sebesar 0,641 untuk variabel penyerapan tenaga Hal ini berarti variable program MBG mampu menjelaskan 64,1% variasi pada variable penyerapan tenaga kerja, sedangkan 35,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model Selanjutnya, nilai RA untuk stabilitas 0,589 menunjukkan bahwa program MBG berkontribusi dalam menjelaskan 58,9% variasi pada stabilitas keuangan rumah tangga, sementara 41,1% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Nilai RA untuk variable kesejahteraan pekerja dan rumah tangga sebesar 0,916 yang menunjukkan bahwa program MBG, penyerapan tenaga kerja dan stabilitas keuangan rumah tangga secara Bersama-sama dapat menjelaskan 9,16% variasi pada kesejahteraan pekerja dan rumah tangga. Nilai RA untuk variabel endogen . esejahteraan pekerja dan rumah tangg. yang lebih besar dari 20% menunjukkan bahwa model penelitian ini memiliki kualitas yang baik (Hair et al. , 2. Dalam penelitian ini menggunakan metode resampling melalui teknik bootstrapping untuk menghitung nilai t-statistik. Sebanyak 5. 000 sub-sampel digunakan dalam analisis bootstrapping, dengan uji signifikansi dua arah . wo-tailed significance tes. serta koreksi bias untuk meningkatkan akurasi hasil (Hair et al. , 2. Hasil dari pengujian hipotesis disajikan pada Gambar 3 dan Tabel 5 dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Gambar 3. Evaluasi Model Struktural Tabel 5. Hasil Pengujian Hipotesis Hipotesis Jalur Program MBG -> Kesejahteraan Pekerja dan Rumah Tangga Penyerapan Tenaga Kerja -> Kesejahteraan Pekerja dan Rumah Tangga Program MBG -> Penyerapan Tenaga Kerja Program MBG -> Stabilitas Keuangan Rumah Tangga Stabilitas Keuangan Rumah Tangga -> Kesejahteraan Pekerja dan Rumah Tangga Program MBG -> Penyerapan Tenaga Kerja -> Kesejahteraan Pekerja dan Rumah Tangga Program MBG -> Stabilitas Keuangan Rumah Tangga -> Kesejahteraan Pekerja dan Rumah Tangga Koefisien T Statistik P Value Keterangan Tidak Didukung Tidak Didukung Didukung Didukung Didukung Tidak Didukung Didukung JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 161-168 Dari hasil pengujian hipotesis, diketahui bahwa pada pengaruh langsung terdapat dua hipotesis yang tidak didukung yaitu hipotesis 1 dan Pada H1 diketahui bahwa program MBG tidak berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan pekerja dan rumah tangga. Kemudian pada H2 diketahui bahwa penyerapan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan pekerja dan rumah tangga. Selanjutnya pada pengaruh tidak langsung, diketahui bahwa penyerapan tenaga kerja tidak memediasi pengaruh program MBG terhadap kesejahteraan pekerja dan rumah tangga (H. Namun, pada H7 diketahui bahwa stabilitas keuangan rumah tangga memediasi pengaruh program MBG terhadap kesejahteraan pekerja dan rumah tangga. Hasil ini menunjukkan dengan adanya peran mediasi dari stabilitas keuangan rumah tangga, pengaruh program MBG terhadap kesejahteraan pekerja dan rumah tangga meningkat. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan stabilitas keuangan rumah tangga, namun tidak berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan pekerja dan rumah tangga. Temuan ini mencerminkan bahwa dampak kebijakan sosialekonomi seperti MBG tidak bersifat linier, melainkan bekerja melalui mekanisme ekonomi antara . ntervening mechanis. yang melibatkan peningkatan pendapatan, kestabilan finansial, serta pemanfaatan sumber daya keluarga untuk mencapai Secara teoritis, hasil ini dapat dijelaskan melalui Theory of Human Capital. Becker . , yang menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan ekonomi bergantung pada kemampuan individu untuk mengelola dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia. Program MBG mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja ( = 0,801. p < 0,. , yang berarti bahwa inisiatif ini membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi produktif di sektor UMKM lokal. Namun, sesuai dengan teori tersebut, peningkatan kesejahteraan tidak hanya bergantung pada jumlah tenaga kerja yang terserap, tetapi juga pada kualitas pekerjaan, tingkat pendapatan, dan kemampuan individu mengkonversi peluang ekonomi menjadi kesejahteraan riil. Hal ini menjelaskan mengapa penyerapan tenaga kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan ( = 0,094. p = 0,. Temuan MBG meningkatkan stabilitas keuangan rumah tangga ( = 0,768. p < 0,. memperkuat relevansi konsep Household Economic Stability. Frankenberg et al. , yang menekankan pentingnya kestabilan pendapatan dan kemampuan rumah tangga dalam mengelola risiko ekonomi sebagai determinan utama kesejahteraan. Ketika pendapatan lebih terprediksi dan kebutuhan dasar terpenuhi, ketidakpastian ekonomi berkurang sehingga individu memiliki kapasitas lebih besar untuk memenuhi aspek kesejahteraan non-materiil seperti kesehatan, pendidikan, dan keseimbangan sosial. Kondisi inilah yang menjelaskan hubungan positif signifikan antara stabilitas keuangan rumah tangga dan kesejahteraan ( = 0,808. p < 0,. Lebih lanjut, hasil mediasi menunjukkan bahwa stabilitas keuangan rumah tangga menjadi variabel perantara utama antara program MBG dan kesejahteraan ( = 0,620. p < 0,. Hal ini konsisten dengan pandangan Capability Approach oleh Amartya Sen . , yang menilai kesejahteraan sebagai hasil dari kemampuan individu untuk memanfaatkan sumber daya . dalam mencapai fungsi kehidupan yang bernilai. Program MBG, melalui peningkatan pendapatan dan stabilitas finansial, memperluas capability set masyarakat miskin untuk memilih dan menjalani kehidupan yang mereka nilai bermakna misalnya mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, membiayai pendidikan anak, serta mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial. Dengan demikian, kesejahteraan tercapai bukan semata akibat intervensi langsung, melainkan melalui peningkatan kapasitas ekonomi yang dimediasi oleh stabilitas keuangan rumah tangga. Tidak signifikannya pengaruh langsung MBG terhadap kesejahteraan ( = 0,082. p = 0,. menunjukkan bahwa kebijakan sosial yang berorientasi pada kebutuhan dasar belum cukup untuk menghasilkan dampak kesejahteraan tanpa mekanisme ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Welfare Economics Theory (Pigou, 1. , yang menekankan bahwa kesejahteraan sosial hanya meningkat jika distribusi manfaat ekonomi berlangsung secara efisien dan merata di antara anggota masyarakat. Program MBG memang menciptakan manfaat sosial melalui penyediaan gizi, namun manfaat ekonomi yang dirasakan pekerja belum merata, sehingga dampaknya terhadap kesejahteraan belum signifikan. Secara empiris, penelitian ini mendukung pandangan bahwa stabilitas keuangan rumah tangga merupakan variabel strategis dalam menjelaskan efektivitas program sosial terhadap kesejahteraan Hal ini memperkuat hasil studi sebelumnya . Jappelli & Pistaferri, 2010. Dhanani & Islam, 2. yang menunjukkan bahwa stabilitas keuangan memiliki efek ganda: JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 161-168 meningkatkan kesejahteraan subjektif rumah Oleh karena itu, stabilitas ekonomi berfungsi sebagai jembatan antara kebijakan sosial dan hasil kesejahteraan yang berkelanjutan. Implikasi dari hasil ini bersifat ganda. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kebijakan sosial-ekonomi dengan menegaskan bahwa efek kesejahteraan tidak bersifat langsung, melainkan dimediasi oleh faktor finansial dan ekonomi rumah tangga. Secara praktis, hasil ini menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah tenaga kerja yang terserap, tetapi juga dari kemampuan program memperkuat fondasi keuangan keluarga penerima Pemerintah perlu memperkuat integrasi program MBG dengan pelatihan literasi keuangan, pemberdayaan UMKM, serta akses terhadap modal mikro agar dampak kesejahteraan dapat lebih optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa program MBG dapat menjadi instrumen strategis kebijakan publik dalam menekan kerentanan ekonomi dan memperkuat kesejahteraan masyarakat berpendapatan rendah, asalkan dirancang dengan mempertimbangkan aspek kualitas pekerjaan, kestabilan keuangan, dan pemberdayaan ekonomi jangka panjang. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan stabilitas keuangan rumah tangga, namun tidak berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan pekerja dan rumah tangga. Pengaruh program terhadap kesejahteraan terjadi melalui stabilitas keuangan rumah tangga sebagai variabel mediasi Hal ini menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan baru tercapai ketika kondisi keuangan keluarga membaik dan pendapatan lebih stabil. Temuan ini sejalan dengan Capability Approach dan Human Capital Theory yang menekankan pentingnya kapasitas ekonomi dan pengelolaan sumber daya sebagai dasar kesejahteraan Saran Program MBG perlu diarahkan tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada penguatan ekonomi keluarga penerima manfaat melalui pelatihan literasi keuangan, dukungan usaha kecil, dan penciptaan pekerjaan yang berkelanjutan. Pemerintah dan pengelola program perlu memastikan manfaat ekonomi program dirasakan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA