Tamasya: Jurnal Pariwisata Indonesia Volume 2. Nomor 1. Maret 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/tamasya. Available online at: https://ejournal. id/index. php/Tamasya Peran Tenaga Cassual Dalam Operasional Hotel Bintang 4: Job Desk dan Tanggung Jawab Muhammad Raffi Putra Ramadhan Prodi Pariwisata. STIEPAR YAPARI Bandung Email: raffiputra796@gmail. Putri Nofa Rizqi Awaliyah Prodi Pariwisata. STIEPAR YAPARI Bandung Email: putrinofa15@gmail. Korespondensi penulis:raffiputra796@gmail. Abstract This study aims to explore the role of casual workers in the operations of four-star hotels, including their tasks, responsibilities, and the challenges they face. The background of this research is based on the lack of recognition for the contributions of casual workers in the hospitality industry, which can affect their motivation and performance. The method used is a qualitative approach through in-depth interviews with 20 purposively selected respondents from several four-star hotels in Bandung. The findings indicate that although casual workers play a significant role, they often feel undervalued by management, with only 25% feeling recognized for their contributions. Additionally, 70% of respondents expressed a desire for more training to enhance their skills. The implications of this research highlight the need for hotel management to pay more attention to casual workers, both in terms of recognition and competence development, to improve service quality and guest satisfaction. This study is expected to provide insights for human resource management in the hospitality sector. Keyword: Hotel. Operational. Tourism Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran tenaga casual dalam operasional hotel bintang 4, termasuk tugas, tanggung jawab, dan tantangan yang mereka hadapi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kurangnya pengakuan terhadap kontribusi tenaga casual dalam industri perhotelan, yang dapat mempengaruhi motivasi dan kinerja mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 20 responden yang dipilih secara purposive dari beberapa hotel bintang 4 di Bandung. Temuan menunjukkan bahwa meskipun tenaga casual memainkan peran penting, mereka sering kali merasa kurang dihargai oleh manajemen, dengan hanya 25% yang merasakan pengakuan terhadap kontribusi mereka. Selain itu, 70% responden menginginkan lebih banyak pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya manajemen hotel untuk memberikan perhatian lebih terhadap tenaga casual, baik dalam hal pengakuan maupun pengembangan kompetensi, guna meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan tamu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengelolaan sumber daya manusia di sektor perhotelan. Kata Kunci: Hotel. Operasional. Pariwisata Received Februari 20, 2025. Revised Maret 06, 2025. Accepted Maret 22, 2025. Published Maret 25. Peran Tenaga Cassual Dalam Operasional Hotel Bintang 4: Job Desk dan Tanggung Jawab LATAR BELAKANG Dalam industri perhotelan yang sangat dinamis, terutama pada hotel bintang 4 yang memiliki standar pelayanan tinggi, keberadaan tenaga kerja yang fleksibel menjadi sangat penting untuk menunjang kelancaran operasional sehari-hari. Salah satu bentuk tenaga kerja yang banyak digunakan adalah tenaga casual, yaitu pekerja paruh waktu atau kontrak yang dipekerjakan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang bersifat sementara atau musiman. Tenaga casual memiliki peran strategis dalam menyesuaikan jumlah karyawan dengan tingkat kunjungan tamu yang fluktuatif, sehingga dapat membantu hotel mengelola sumber daya manusia secara efektif tanpa menimbulkan beban biaya tetap yang besar. Hotel bintang 4 mengharuskan pelayanan yang profesional dan konsisten, sehingga peran tenaga casual tidak hanya sekadar membantu dalam jumlah tenaga kerja, tetapi juga harus memahami job desk dan tanggung jawab yang jelas agar kualitas layanan tetap terjaga. Job desk yang terstruktur dan tanggung jawab yang terdefinisi dengan baik menjadi kunci agar tenaga casual dapat berkontribusi maksimal dan tidak mengganggu kelancaran proses kerja di berbagai departemen hotel seperti front office, housekeeping, food and beverage, dan lain-lain. Hal ini penting mengingat berbagai departemen di hotel bintang 4 saling berkaitan dan memerlukan koordinasi yang baik. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan tenaga casual seringkali menghadapi tantangan, antara lain terkait penyesuaian dengan budaya kerja hotel, pelatihan yang terbatas, serta kurangnya pemahaman terhadap standar operasional yang berlaku. Kondisi ini dapat memengaruhi efektivitas dan produktivitas tenaga casual, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk memahami secara mendalam peran tenaga casual dalam operasional hotel bintang 4, terutama mengenai job desk dan tanggung jawab mereka, guna meningkatkan manajemen sumber daya manusia yang optimal dan menjaga standar pelayanan hotel. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kontribusi tenaga casual dalam operasional hotel bintang 4, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen hotel dalam mengelola tenaga kerja secara lebih efektif dan efisien. Pemilihan judul "Peran Tenaga Casual dalam Operasional Hotel Bintang 4: Job Desk dan Tanggung Jawab" didasari oleh pentingnya kontribusi tenaga casual dalam industri perhotelan. Dalam konteks hotel bintang 4, tenaga casual sering kali menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan kepada Dengan meningkatnya persaingan dalam industri perhotelan, memahami peran dan TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 1. MARET 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. tanggung jawab tenaga casual menjadi krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pengunjung. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai tantangan dan harapan yang dihadapi oleh tenaga casual di lapangan. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji peran tenaga kerja dalam industri perhotelan, namun fokus pada tenaga casual masih terbatas. Penelitian oleh Sari . berjudul "Analisis Kinerja Karyawan dalam Menghadapi Tantangan Industri Perhotelan" menunjukkan bahwa karyawan tetap mendapatkan perhatian lebih dalam hal pelatihan dan pengembangan dibandingkan dengan tenaga casual. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam pengakuan kontribusi tenaga casual terhadap operasional hotel. Penelitian oleh Junaidi . yang berjudul "Dampak Pelatihan terhadap Kinerja Tenaga Kerja di Sektor Perhotelan" menekankan pentingnya pelatihan bagi karyawan tetap tanpa memberikan fokus yang sama kepada tenaga casual. Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak tenaga casual yang memadai. Kedua penelitian tersebut menyoroti adanya kesenjangan dalam pengakuan dan pengembangan tenaga casual, yang menjadi latar belakang pentingnya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut dengan memberikan analisis mendalam tentang job desk dan tanggung jawab tenaga casual, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengembangan mereka. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan di hotel bintang 4 serta meningkatkan kepuasan tamu. Dalam konteks industri perhotelan, teori tentang manajemen sumber daya manusia (SDM) sangat relevan. Menurut Robinson dan Judge . , manajemen SDM berfokus pada pengembangan, pelatihan, dan pengelolaan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Penerapan teori ini dalam konteks tenaga casual menyoroti pentingnya pengakuan dan pengembangan keterampilan mereka untuk meningkatkan efektivitas operasional hotel. Teori perilaku organisasi, yang dijelaskan oleh Roberts . , menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan motivasi karyawan sangat dipengaruhi oleh pengakuan dan penghargaan yang mereka terima. Dalam hal ini, tenaga casual sering kali merasa tidak diperhatikan, yang dapat mempengaruhi kinerja dan pelayanan mereka. Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi bagaimana pengakuan terhadap kontribusi tenaga casual dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka. Berdasarkan kajian teoritis dan penelitian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan pengakuan terhadap tenaga casual sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan di hotel bintang 4. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 1. MARET 2025 Peran Tenaga Cassual Dalam Operasional Hotel Bintang 4: Job Desk dan Tanggung Jawab dalam memahami peran tenaga casual serta merekomendasikan strategi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kinerja mereka. Hipotesis yang mendasari penelitian ini adalah bahwa peningkatan pengakuan dan pengembangan keterampilan tenaga casual akan berdampak positif pada kualitas pelayanan dan kepuasan tamu METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui Metode ini dipilih untuk mengumpulkan data yang sistematis dan terstruktur mengenai peran tenaga casual dalam operasional hotel bintang 4, termasuk tugas, tanggung jawab, dan pengalaman mereka. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga casual yang bekerja di berbagai hotel bintang 4 di wilayah yang ditentukan. Sampel penelitian terdiri dari 20 responden yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria tertentu, seperti pengalaman kerja dan jabatan di Pemilihan sampel ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang relevan dan representatif mengenai kondisi tenaga casual di lapangan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertutup dan Kuesioner dirancang untuk mengeksplorasi Job Desk: Tugas dan tanggung jawab tenaga Pengalaman Kerja: Durasi bekerja dan jabatan di hotel. Persepsi terhadap Kontribusi: Pandangan responden mengenai pengakuan dan penghargaan yang diterima dari manajemen. Kuesioner disebarkan secara langsung dan daring untuk memastikan semua responden memahami pertanyaan yang diajukan. Setiap responden diminta untuk memberikan jawaban yang jujur dan berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Setelah kuesioner terkumpul, data mentah akan diverifikasi untuk memastikan kelengkapan dan konsistensi. Kuesioner yang tidak lengkap atau tidak valid akan dibuang dari Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik demografis responden dan menganalisis jawaban terkait tugas serta tanggung jawab tenaga casual. Data yang dikumpulkan berasal dari tenaga casual yang bekerja di beberapa hotel bintang 4 di wilayah yang ditentukan. Sampel penelitian terdiri dari 20 responden yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria tertentu, termasuk pengalaman kerja dan jabatan di hotel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung dan daring, memastikan semua responden memahami pertanyaan yang diajukan TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 1. MARET 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam kepada tenaga casual yang bekerja di berbagai hotel bintang 4. Kuesioner disebarkan secara daring dan langsung kepada 20 responden yang dipilih secara purposive. Penelitian ini dilakukan selama periode tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2023, di beberapa hotel bintang 4 di Bandung. Tenaga casual memegang peranan penting dalam mendukung operasional hotel bintang 4 yang memiliki standar pelayanan tinggi dan kebutuhan sumber daya manusia yang fleksibel. Dalam menghadapi fluktuasi jumlah tamu dan kebutuhan tenaga kerja yang tidak selalu tetap, hotel seringkali mengandalkan tenaga casual untuk mengisi posisi-posisi tertentu secara temporer. Hal ini memungkinkan hotel untuk menjaga efisiensi biaya operasional sekaligus mempertahankan kualitas layanan sesuai standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, peran tenaga casual tidak sekadar menjadi tambahan jumlah tenaga kerja, tetapi juga bagian integral yang harus berkontribusi secara optimal dalam berbagai aktivitas hotel. Job desk tenaga casual di hotel bintang 4 sangat beragam tergantung pada departemen dan kebutuhan operasional. Misalnya, pada bagian front office, tenaga casual bertugas membantu proses check-in dan check-out tamu, memberikan informasi dasar mengenai fasilitas hotel, serta mendukung pelayanan customer service. Di sisi housekeeping, mereka membantu menjaga kebersihan kamar dan area umum, mengatur perlengkapan tamu, serta memastikan kenyamanan lingkungan hotel. Pada departemen food and beverage, tenaga casual berperan dalam membantu pelayanan restoran, menyiapkan bahan makanan, dan menjaga kebersihan area makan. Job desk yang jelas dan terstruktur ini penting agar tenaga casual dapat menjalankan tugasnya dengan efektif tanpa mengganggu kelancaran operasional hotel. Tanggung jawab tenaga casual tidak hanya sebatas menjalankan tugas sesuai job desk, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di Mengingat standar kualitas yang tinggi di hotel bintang 4, tenaga casual diharuskan untuk mengikuti aturan dan prosedur secara disiplin, termasuk dalam hal etika kerja, penampilan, dan sikap terhadap tamu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat tenaga casual biasanya memiliki waktu kerja yang terbatas dan sering berganti-ganti, sehingga membutuhkan pelatihan yang cepat dan efektif agar dapat beradaptasi dengan budaya kerja hotel. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 1. MARET 2025 Peran Tenaga Cassual Dalam Operasional Hotel Bintang 4: Job Desk dan Tanggung Jawab Pengelolaan tenaga casual yang efektif juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan peran mereka dalam operasional hotel. Manajemen harus mampu menyediakan pelatihan singkat yang mencakup pemahaman tentang tugas, standar pelayanan, serta kebijakan Selain itu, komunikasi yang baik antara tenaga casual dengan staf tetap dan pimpinan departemen menjadi kunci agar koordinasi berjalan lancar dan tugas dapat diselesaikan dengan Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena tenaga casual yang kurang terintegrasi dalam tim dapat menyebabkan miskomunikasi dan menurunnya kualitas layanan. Selain itu, motivasi kerja tenaga casual juga perlu diperhatikan untuk memastikan mereka dapat bekerja dengan semangat dan profesional. Meskipun status mereka bersifat temporer, memberikan penghargaan dan pengakuan atas kinerja dapat meningkatkan loyalitas dan komitmen tenaga casual terhadap pekerjaan. Lingkungan kerja yang kondusif, dukungan dari rekan kerja, serta rasa dihargai menjadi faktor yang mendorong tenaga casual untuk memberikan kontribusi terbaik, sehingga keberadaan mereka tidak hanya membantu secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Di sisi lain, tantangan yang sering dihadapi adalah adanya perbedaan pengalaman dan latar belakang tenaga casual yang cukup beragam. Hal ini membuat proses penyesuaian dan pelatihan menjadi lebih kompleks karena masing-masing individu memiliki tingkat kesiapan dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, manajemen hotel perlu menerapkan sistem seleksi dan orientasi yang tepat agar tenaga casual yang direkrut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Pendekatan yang sistematis akan meminimalkan kesalahan dan meningkatkan produktivitas tenaga casual dalam mendukung operasional hotel. Secara keseluruhan, tenaga casual memiliki peran yang strategis dalam mendukung kelancaran operasional hotel bintang 4. Dengan job desk yang jelas dan tanggung jawab yang terdefinisi, mereka dapat membantu mengisi kebutuhan tenaga kerja yang bersifat sementara tanpa mengurangi standar pelayanan hotel. Namun, keberhasilan tenaga casual sangat bergantung pada manajemen yang mampu mengelola mereka secara profesional melalui pelatihan, komunikasi, serta motivasi yang tepat. Oleh karena itu, perhatian yang serius terhadap aspek pengelolaan tenaga casual akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi karyawan itu sendiri tetapi juga bagi keberhasilan operasional dan reputasi hotel secara keseluruhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga casual memainkan peran penting dalam operasional hotel bintang 4, namun mereka sering kali tidak mendapatkan pengakuan yang layak. Hal ini sesuai dengan teori perilaku organisasi yang menunjukkan bahwa pengakuan terhadap TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 1. MARET 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. kontribusi karyawan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja (Roberts, 2. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian Sari . yang menunjukkan bahwa tenaga kerja tetap lebih diperhatikan dalam hal pelatihan dibandingkan tenaga casual. Penelitian ini menguatkan argumen bahwa perlu adanya pendekatan yang lebih inklusif dalam pengelolaan tenaga kerja di industri Hasil penelitian ini menambah wawasan mengenai peran tenaga casual dalam industri perhotelan dan pentingnya pengakuan serta pelatihan bagi mereka. Ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen SDM dan perilaku organisasi. Manajemen hotel perlu memperhatikan kesejahteraan tenaga casual dengan memberikan pelatihan yang memadai dan mengakui kontribusi mereka. Strategi ini tidak hanya akan meningkatkan motivasi tenaga kerja, tetapi juga kualitas pelayanan yang diberikan kepada tamu. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Peran Signifikan Tenaga Casual: Tenaga casual memiliki peran yang sangat penting dalam operasional hotel bintang 4. Mereka bertanggung jawab atas berbagai tugas, mulai dari menjaga kebersihan hingga melayani tamu, yang merupakan aspek krusial dalam memberikan pengalaman positif kepada pengunjung. Kurangnya Pengakuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tenaga casual merasa kurang dihargai oleh manajemen. Hanya 25% responden yang merasakan pengakuan terhadap kontribusi mereka. Hal ini dapat berdampak negatif pada motivasi dan kinerja mereka, yang sesuai dengan teori perilaku organisasi yang menekankan pentingnya pengakuan dalam meningkatkan kepuasan kerja. Kebutuhan Pelatihan yang Tinggi: Responden menunjukkan keinginan yang kuat untuk mendapatkan lebih banyak pelatihan guna meningkatkan keterampilan mereka. Sebanyak 70% dari mereka mengungkapkan harapan untuk mengikuti program pelatihan, yang menunjukkan bahwa manajemen perlu berinvestasi dalam pengembangan kompetensi tenaga casual. Kesenjangan dalam Pengakuan: Terdapat kesenjangan yang signifikan dalam pengakuan antara tenaga kerja tetap dan tenaga casual. Penelitian sebelumnya oleh Sari . menggarisbawahi bahwa perhatian lebih diberikan kepada karyawan tetap dalam hal TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 1. MARET 2025 Peran Tenaga Cassual Dalam Operasional Hotel Bintang 4: Job Desk dan Tanggung Jawab pelatihan dan pengembangan, yang perlu diatasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan adil. Implikasi untuk Manajemen Hotel: Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa manajemen hotel harus mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan pengakuan dan dukungan kepada tenaga casual. Dengan memberikan pelatihan yang memadai dan mengakui kontribusi mereka, manajemen tidak hanya akan meningkatkan motivasi tenaga kerja, tetapi juga kualitas layanan yang diterima oleh tamu. Makna dari temuan ini adalah bahwa peningkatan pengakuan dan kesempatan pelatihan bagi tenaga casual sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan memuaskan baik bagi karyawan maupun tamu. Hal ini akan berdampak positif pada citra hotel dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan (Andriana, 2021: . DAFTAR PUSTAKA