Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Kasus di SMPN 1 Purwosar. Fitri Permatasari. Achmat Mubarok. Achmad Yusuf. Ali Mohtarom email: fpermatasari211@gmail. com, mubarok@yudharta. id, achysf@yudharta. alimohtarom@yudharta. (Universitas Yudharta Pasurua. Abstrak SMPN 1 Purwosari adalah sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Implementasi kurikulum berarti penerapan kurikulum dalam proses pembelajaran yang dapat memberi pengaruh terhadap perubahan perilaku peserta didik. Mengimplementasikan kurikulum secara efektif, diperlukan kesiapan guru, baik kesiapan administrasi pembelajaran, maupun kesiapan mental. Khusunya di SMPN 1 Purwosari ini menggunakan kurikulum merdeka, namun para murid dan guru masih belum menguasai kurikulum merdeka tersebut. Maka diperlukan dengan adanya strategi guru dalam pengimplementasian kurikulum merdeka belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan . Iimplementasi kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran PAI . Strategi pembelajaran Guru PAI dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMPN 1 Purwosari. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan . Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran PAI meliputi. kegiatan mengadakan workshop dengan tujuan agar guru di SMPN 1 Purwosari dapat memahami kurikulum terhadap suatu pembelajaran. selain itu media yang digunakan dalam implementasi kurikulum merdeka belajar menggunakan media platform sebagai bahan ajar, tujuan dari Platform Merdeka Mengajar di SMPN 1 Purwosari adalah untuk menciptakan ekosistem kolaboratif yang mendorong pembelajaran yang efektif dan lingkungan kerja yang positif. Khusunya dalam pembelajaran PAI guru mendapatkan inspirasi, referensi, literasi, dan pemahaman dalam upaya mengimplementasikan Kurikulum Mandiri dengan bantuan Platform Merdeka Mengajar. Guru PAI mengandalkan Platform Merdeka Mengajar sebagai motor penggerak dalam pengembangan siswasiswi Pancasila. Strategi pembelajaran Guru PAI dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMPN 1 Purwosari menerapkan metode proyek pada materi PAI, siswa di SMPN 1 Purwosari ini dituntut memahami materi pembelajaran bukan dengan mendengarkan informasi dari guru saja tetapi siswa juga dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Karena materi pada pembelajaran PAI membutuhkan adanya praktik secara langsung guna memudahkan siswa dalam memahami materi. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka. Strategi Implementasi, pembelajaran PAI Pendahuluan Kurikulum sangat penting untuk seluruh kegiatan pendidikan karena berfungsi sebagai pedoman untuk menentukan proses dan hasil pendidikan serta untuk memenuhi tujuan Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan. 1 Setiap pengembangan kurikulum harus didasarkan pada dasar dan penerapan prinsip. Dengan dasar ini, 1 Achmad Yusuf. AoPengembangan Kurikulum Pai Berbasis Multikultural (Perspektif Psikologi Pembelajara. Ay AL MURABBI 4. No. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin setiap pengembangan kurikulum diikat oleh undang-undang atau hukum sehingga ada jalan yang jelas menuju prinsip yang telah disepakati. Kurikulum yang baik hanya dapat digunakan dengan cara yang bermanfaat bagi siswa. Pengajaran, penilaian, bimbingan dan penyuluhan, dan pengaturan kegiatan sekolah adalah semua bagian dari strategi pelaksanaan kurikulum. Dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, pendidikan Islam adalah mata pelajaran yang diajarkan secara rutin. Karena penggunaan kurikulum belajar sendiri mungkin merupakan salah satu cara untuk menangani berbagai masalah yang dihadapi guru saat mengajar Pendidikan Agama Islam, mengingat cakupan materi yang luas dan jumlah jam bicara secara langsung yang sangat terbatas. Diperlukan upaya strategis yang memiliki pemahaman yang berbeda tentang fungsi yang dimainkan oleh setiap elemen atau mata pelajaran pendidikan. Sekolah dapat memilih untuk mempertahankan kurikulum yang sudah ada atau mengubahnya sesuai dengan kebutuhan. Peserta didik harus terus berupaya mengikuti kurikulum tersebut dengan belajar dengan sungguhsungguh sesuai dengan nilai kemerdekaan belajar. Dengan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum kemerdekaan belajar, guru dan pendidik memiliki tanggung jawab khusus untuk meningkatkan kualitas Pendidikan. Maka dari itu peneliti mengambil judul AuStrategi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama IslamAy karena untuk mengetahui bagaimana cara menerapkan kurikulum belajar brlajar dalam pembelajaran PAI di SMPN 1 Purwosari Pembahasan Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa "Implementasi" dapat berarti "pelaksanaan" atau "penerapan"2 Namun. Fullan menyatakan bahwa implementasi adalah suatu proses menerapkan gagasan, program, atau seperangkat tindakan untuk membantu orang lain mencapai atau mengharapkan perubahan. Menurut Syafruddin Nurdin, implementasi adalah proses atau tindakan yang membawa gagasan, program, atau harapan yang ditulis dalam bentuk kurikulum ke dalam pelaksanaan sesuai dengan desain. 4 Implementasi adalah proses menerapkan konsep, ide, kebijakan, atau inovasi ke dalam kehidupan nyata dengan dampak mengubah pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap. 2 Sunarso dan Ana Retnoningsih. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Relity Publisher, 2. , hlm. 3 Abdul Majid. Implementasi Kurikulum 2013. Kajian Teoritis dan Praktis, (Bandung: Interes Media, 2. , hlm. 4 Syafruddin Nurdin. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, (Jakarta: Ciputat Press, 2. , hlm. 5 Kunandar. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Serttifikasi Guru (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , 221. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa implementasi adalah proses tindakan yang dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan tertentu. Untuk implementasi dapat berjalan dengan baik, hubungan antara satu sama lain diperlukan. Merdeka belajar berarti memberi siswa kesempatan untuk belajar tanpa tekanan, menggunakan bakat alami mereka, dan dengan cara yang nyaman dan bebas. Ini memungkinkan mereka untuk belajar dengan tenang, santai, dan menyenangkan tanpa memaksa mereka untuk menguasai atau mempelajari lebih banyak pengetahuan daripada yang mereka ketahui atau nikmati sendiri Kurikulum belajar merdeka adalah kurikulum yang menggunakan berbagai jenis pembelajaran di kelas untuk membantu siswa memahami ide-ide dan menguatkan kemampuan Guru juga dapat memilih bahan ajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan belajar Kurikulum merdeka belajar bebas memiliki pembelajaran intrakurikuler yang beragam, sehingga siswa memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari ide-ide dan meningkatkan kemampuan mereka. Kurikulum merdeka ini juga mendukung pencapaian profil siswa pancasila yang ditetapkan pemerintah. Selain itu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun strategi untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, yang meliputi: Strategi pertama Pemerintah pusat dan pemerintah daerah melaksanakan strategi ini dengan berfokus pada kesiapan sekolah untuk menerapkan kurikulum merdeka. Sekolah harus disiapkan secara bertahap untuk menerapkan kurikulum merdeka, dan setiap tiga bulan, analisis kesiapan sekolah diperiksa secara berkala untuk memberikan umpan balik. Analisis ini dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mengukur jumlah dukungan yang diperlukan untuk menerapkan kurikulum merdeka. Strategi kedua Strategi ini berpusat pada penyediaan opsi penilaian dan alat pendidikan berbasis TI, seperti buku pelajaran, modul ajar, proyek, dan media digital. Strategi ketiga Dengan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi. Strategi ini berfokus pada pelatihan kurikulum mandiri. Pelatihan ini dapat diakses oleh guru secara online, yang jelas memudahkan sekolah untuk menerapkan kurikulum mandiri. Selain itu. Buku elektronik. Kemendikbudristek. Buku Saku: Tanya Jawab Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek, 9Ae46. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin podcast, dan video edukasi Kementerian Pendidikan membuatnya dan menyebarkannya melalui berbagai platform. Strategi kedua dan ketiga lebih fokus pada penggunaan teknologi yang memungkinkan siswa merancang kurikulum mereka sendiri. Selain itu, kemajuan teknologi yang cepat memiliki dampak besar pada banyak aspek kehidupan manusia, seperti 7 Di tengah pandemi COVID-19, teknologi sangat penting untuk pendidikan. Berkat teknologi ini, pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online (PJJ) berjalan dengan baik. Ini juga berkontribusi pada penyediaan sumber belajar. Strategi keempat Fokus strategi ini adalah memberikan sumber daya manusia berkualitas tinggi kepada lembaga pendidikan. Sekolah Penggerak, atau SMK PK, yang menerapkan Kurikulum Merdeka adalah sumber daya manusia ini. Metode ini dapat diterapkan secara langsung atau melalui penggunaan internet seperti webinar, seminar tatap muka, lokakarya, atau pertemuan Strategi kelima Melalui pembentukan komunitas belajar yang didirikan oleh alumni dan pelatih dari guru penggerak, metode ini diharapkan dapat membantu berbagi pengalaman yang bagus untuk menerapkan kurikulum bebas. Komunitas belajar dapat membuat lingkungan yang terbuka untuk pembelajaran dan ruang untuk percakapan. Strategi keempat dan kelima lebih fokus pada bertemu dengan narasumber dan komunitas belajar. Keterlibatan masyarakat dapat membantu menciptakan ruang terbuka antara guru, siswa, dan peneliti selama proses pembelajaran, termasuk pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka, yang menekankan kreativitas, tidak hanya ditujukan kepada siswa tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan guru. Kurikulum ini lebih fleksibel dan berfokus pada meningkatkan kemampuan atau kompetensi siswa. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah juga ingin mengedepankan nilai-nilai Pancasila, yaitu semangat belajar tinggi, sehingga siswa memiliki kompetensi global. Untuk mencapai tujuan ini, dibuat profil belajar Pancasila yang berfokus pada proyek. Pembelajaran melalui kegiatan proyek yang memberikan 7 Nasori. Putra. , & Dwijayanti. Challenges Digital Literacy in Era of Society 5. 0 : Effectiviness Problem Based Learning With Mobile Learning to Acceleration Digital Mobile Learning to Acceleration Digital. Journal On Teacher Education (JOTE), 97-106. 8 Churiyah. Sholikhan. Filianti, & Sakdiyyah. Indonesia Education Readiness Conducting Distance Learning in Covid-19. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 491-507. 9 Mutiani. Abbas. Syaharuddin, & Susanto. Membangun Komunitas Belajar Melalui Lesson Study Modeltranscript Based Learning Analysis. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 113-122 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin kesehatan lingkungan yang memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif dalam proses Pembelajaran sebenarnya adalah proses interaksi antara pendidik dan siswa, dengan berbagai langkah yang diambil untuk mencapai tujuan. Proses pembelajaran dalam pendidikan Islam harus mempertimbangkan perbedaan unik siswa. urq al-fardiyyahdan menghormati martabat manusia, martabat, dan kebebasan berpikir untuk menyampaikan pendapat dan membuat pendirian, sehingga belajar menjadi menyenangkan bagi siswa dan mendorong perkembangan kepribadian mereka secara optimal. Oleh karena itu, diharapkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memberikan peserta didik kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dan bebas dalam proses pembelajaran dan merasa senang dengan apa yang mereka pelajari hasil belajar siswa dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran, yang dapat diukur melalui pengamatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran atau nilai yang dihasilkan. Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran PAI di SMPN 1 Purwosari Workshop tentang Kurikulum Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka Belajar tidak hanya menekankan pembelajaran, tetapi juga berusaha menjadikan pendidikan lebih menyenangkan bagi guru dan siswa. Kurikulum Merdeka digunakan untuk mendidik siswa di SMPN 1 Purwosari. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa tetapi juga menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri mereka. Guru dapat mengatur pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan Guru juga perlu harus memahami kurikulum merdeka ini yaitu dengan cara mengadakan workshop dengan tujuan agar guru di SMPN 1 Purwosari dapat memahami kurikulum terhadap suatu pembelajaran. Kurikulum merdeka berpusat pada materi dasar dan meningkatkan kemampuan siswa pada tahapnya. Kurikulum ini memungkinkan guru, sekolah, dan siswa untuk memilih pembelajaran yang inovatif dan sesuai kebutuhan. Peningkatan kemampuan Pelatihan, workshop, seminar, dan pendampingan guru harus meningkatkan kinerja baik secara administratif . embangun perangka. maupun penyelenggaraan pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu. Anda dapat mendapatkan AuJDIH BPK RI. Ay Undang-undang R I Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diakses 163 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin informasi terkini tentang cara meningkatkan pendidikan dan pembelajaran siswa di sekolah Anda melalui pelatihan, workshop, seminar, dan pendampingan guru. Jadi implementasi kurikulum merdeka yang dilakukan di SMPN 1 Purwosari adalah dengan mengadakan workshop, kegiatan ini dilakukan agar para guru di SMPN 1 Purwosari bisa menguasai bagaimana proses pembelajaran yang mengikuti perkembangan kurikulum merdeka. Di SMPN 1 Purwosari, tujuan dari workshop ini adalah untuk mempersiapkan guru untuk menghadapi kurikulum merdeka belajar. Platform kurikulum merdeka belajar Platform Mengajar Merdeka mendukung kurikulum merdeka belajar dengan mendukung jaminan jam mengajar dan tunjangan profesi guru. Dengan Platform Mengajar Merdeka, dalam upaya mereka untuk menerapkan Kurikulum merdeka belajar guru mendapatkan inspirasi, referensi, literasi, dan pemahaman. Dalam pengembangan siswasiswi Pancasila, guru di SMPN 1 Purosari bergantung pada Platform Merdeka Mengajar. Tujuan dari Platform Pengajaran Merdeka adalah untuk meningkatkan pengajaran bebas, memberikan pengetahuan tambahan tentang konsep baru, dan membuat barang. Tujuan Platform Merdeka Mengajar di SMPN 1 Purwosari adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan lingkungan pembelajaran yang efektif. Platform bebas mengajar mencakup belajar mandiri, merencanakan dan meningkatkan karir melalui pengembangan portofolio guru, crowdsourcing konten . i mana khalayak luas dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan konte. Pendidik dapat menemukan komunitas belajar online di mana mereka dapat saling belajar, membantu, mendukung, dan berbagi informasi, serta jaringan profesional guru di mana profil, pengalaman, dan keterampilan guru disajikan. Dalam upaya mereka untuk menerapkan Kurikulum Mandiri. Dengan menerapkan kurikulum ini. Guru dapat memperoleh motivasi, referensi, literasi, dan pemahaman. Platform Mengajar Merdeka juga mendukung kurikulum merdeka belajar dengan mendukung jaminan dan tunjangan jam profesi guru. Platform Merdeka menyediakan berbagai alat pengajaran yang didedikasikan untuk kurikulum mandiri, sehingga pendidik dapat menggunakannya untuk meningkatkan metode pengajaran mereka sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Untuk menerapkan kurikulum belajar merdeka di SMPN 1 Purwosari, khususnya dalam pembelajaran PAI, guru menggunakan platform. Platform ini dapat memungkinkan 11 Baharun. Peningkatan kompetensi guru melalui sistem kepemimpinan kepala madrasah. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 6. , 1-26. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin guru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka. Dengan fitur belajar mandiri di Platform Merdeka Mengajar, guru PAI dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka. Seharusnya dengan kondisi sosial budaya dan kekayaan alam yang melimpah, rakyat Indonesia bisa merasakan kehidupan yang makmur dan sejahtera, tetai kenyataan yang dialami menunjukkan hasil yang berbeda, kebanyakan rakyat Indonesia belum memiliki kehidupan yang makmur dan sejahtera. Indikasi yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kondisi moral atau akhlak generasi muda yang hancur, pengangguran terdidik, rusaknya moral bangsa dan menjadi akut sehingga menyebabkan terjadinya korupsi, asusila, kejahatan dan tindak kekerasan. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya kita membentuk karakter anak sejak dini sehingga bisa terbentuk masyarakat berkarakter yang akan meningkatkan kemajuan bangsa Indonesia. Strategi pembelajaran Guru PAI dalam implementasi kurikulum merdeka belajar di SMPN 1 Purwosari Strategi pembelajaran adalah usaha yang melibatkan guru dan siswa. Strategi adalah rencana kegiatan yang cermat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, strategi mengajar, juga disebut sebagai strategi pembelajaran, adalah cara pendidik bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hak untuk belajar secara mandiri diberikan oleh kurikulum merdeka belajar. Akibatnya. Peserta SMPN Metode Purwosari Pembelajaran berbasis proyek ini melibatkan siswa melihat masalah dan menawarkan solusi nyata. Douglas Seringkali. Guru PAI SMPN PAI. Purwosari Model 12 Arifin M Barnawi. AuStrategi & Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Karakter,Ay Yogyakarta: Ar-Ruzz Media . 13 Flemming. A TeacherAos Guide to Project-Based Learning. In Charleston Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin mereka menjadi Dengan sehari-hari, kata lain, masalah melalui proyek yang memiliki hasil. 14 Pembelajaran berbasis proyek ini memberi guru kesempatan untuk mengontrol sepenuhnya proses pembelajaran. Sangat Diharapkan PAI PAI Belajar konsep, pemikiran, dan persepsi baru, yang merupakan hasil dari kreativitas. Di SMPN 1 Purwosari. Kurikulum Merdeka diterapkan dengan membangun profil siswa Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek. Tidak hanya pengetahuan, tetapi juga karakter, keterampilan, keterampilan, dan teknologi adalah fokus pelajaran. Hal ini sesuai dengan gagasan Rusmana & Aulia, yang menyatakan bahwa kemampuan siswa untuk berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis proyek, memberikan pengalaman yang lebih menarik, dan membuat kegiatan belajar lebih Dalam pembelajaran berbasis proyek, guru PAI SMPN 1 memberikan materi atau informasi pada waktu yang tepat dan sesuai dengan perkembangan kelompok. mengawasi dan mendorong kelancaran kerja kelompok memastikan bahwa fokus kelompok tetap pada mencapai tujuan, mengawasi perkembangan diskusi, dan memastikan bahwa setiap sesi diskusi kelompok diakhiri dengan evaluasi diri sendiri. mengawasi dorongan siswa. keberhasilan pembelajaran berbasis proyek, yang mencakup partisipasi siswa dalam proses Model pembelajaran ini biasanya lebih banyak digunakan dalam pembelajaran PAI di sekolah karena materi ini membutuhkan praktik langsung untuk memudahkan siswa Dalam situasi seperti ini. Proses pembelajaran terdiri dari pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Sari. , & Angreni. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Upaya Peningkatan Kreativitas Mahasiswa. Jurnal VARIDIKA, 79Ae83. https://doi. org/10. 23917/varidika. 15 Rusmana. , & Aulia. Pembelajaran Ekoliterasi Berbasis Proyek di Sekolah Dasar. JESA Jurnal Edukasi Sebelas April, 1. , 33Ae44. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Kesimpulan Guru juga perlu harus memahami kurikulum merdeka ini yaitu dengan cara mengadakan workshop dengan tujuan agar guru di SMPN 1 Purwosari dapat memahami kurikulum terhadap suatu pembelajaran. Selain ituPlatform Mengajar Merdeka mendukung kurikulum mandiri, terutama dalam pembelajaran PAI, dengan mendukung jaminan dan tunjangan jam kerja guru. Melalui Platform Mengajar Merdeka. Guru PAI mendapatkan inspirasi, referensi, literasi, dan pemahaman tentang penerapan Kurikulum Mandiri. Metode pembelajaran yang dibutuhkan oleh guru PAI di SMPN 1 Purwosari yang menggunakan metode proyek Siswa di SMPN 1 Purwosari memiliki kesempatan untuk melihat, mengembangkan pemikiran, dan bekerja sama sesuai dengan ketertarikan dan kemampuan Metode dapat disesuaikan dengan bahan pelajaran. Siswa PAI harus memahami materi pembelajaran bukan hanya dengan mendengarkan guru, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Karena materi ini membutuhkan praktik langsung untuk memudahkan siswa memahaminya, model pembelajaran ini umumnya digunakan dalam pembelajaran PAI di Daftar Pustaka