Open Community Service Journal 5 . : 65- 71 2026 Contents lists available at openscie. E-ISSN: 2828-1195 Open Community Service Journal DOI: 10. 33292/ocsj. Journal homepage: https://opencomserv. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari Pahenra A Nongko1*,Hasmira Said1. Yaman La Ndibo1 Program Studi Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Kendari. Indonesia *Correspondence E-mail: pahenra@umkendari. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Disubmit 7 Februari 2026 Diperbaiki 16 Maret 2026 Diterima 1 April 2026 Diterbitkan 4 April 2026 Latar Belakang: Pelatihan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari dilaksanakan sebagai respons terhadap kendala signifikan yang dihadapi mahasiswa dalam menyusun tulisan akademis. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penulisan ilmiah. Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 29-30 Juli 2025, di ruang Teleconference Gedung E UMK, dengan 45 mahasiswa semester akhir dari berbagai program studi sebagai Metode: Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Materi meliputi pengenalan dasar karya ilmiah, pengelolaan referensi menggunakan Mendeley, serta praktik penulisan bagian-bagian karya ilmiah. Hasil: Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 63,3 . re-tes. menjadi 91,6 . ost-tes. , dengan lonjakan terbesar pada indikator teknik referensi dan sitasi. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode pelatihan yang diterapkan sangat efektif. Sebagai kesimpulan, pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya dengan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah yang menguatkan pemahaman mereka tentang struktur dan etika penulisan, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah. Kata Kunci: Karya Ilmiah. Mahasiswa. Pelatihan. Referensi. Sitasi. Untuk mengutip artikel ini: Nongko. Said. Ndibo. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari. Open Community Service Journal, 5. , 65Ae71. Artikel ini berada di bawah lisensi: A Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. License. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A2026 by author/s Pendahuluan Kemampuan menyusun karya ilmiah merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Dalam konteks tridarma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu sarana strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan edukatif dan pelatihan akademik. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan inovasi kepada mahasiswa maupun masyarakat akademik guna meningkatkan kapasitas intelektual, kemampuan berpikir kritis, serta kompetensi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Sebuah studi menunjukkan bahwa keterampilan menulis ilmiah yang solid berkorelasi langsung dengan kemampuan seseorang dalam melakukan penalaran logis dan pemecahan masalah yang efektif (Janoukovy et al. , 2023. Zhai et al. , 2. Oleh karena itu, membekali mahasiswa dengan kompetensi ini sejak dini menjadi prioritas utama. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah. Berdasarkan hasil observasi awal di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari, banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami struktur karya ilmiah, penggunaan metodologi penelitian, serta penerapan etika penulisan akademik. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan akan program pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan yang dapat meningkatkan literasi ilmiah mahasiswa. Kendala ini tidak hanya terbatas pada pemilihan topik atau pengumpulan data, tetapi juga mencakup aspek-aspek dasar seperti pemahaman struktur karya ilmiah yang benar, penggunaan metodologi penelitian yang tepat, hingga etika penulisan dan sitasi. Fenomena ini sejalan dengan temuan penelitian yang mengidentifikasi bahwa mahasiswa seringkali kesulitan memahami struktur esensial sebuah artikel ilmiah, termasuk cara merumuskan masalah, menyusun tinjauan pustaka, dan menulis kesimpulan yang koheren (Amobonye et al. , 2024. Moradi & Kheiri, 2. Kurangnya pemahaman mengenai teknik penulisan ilmiah berdampak pada rendahnya kualitas karya akademik mahasiswa, seperti skripsi, makalah, maupun artikel ilmiah. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pemberdayaan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas akademik mahasiswa. Melalui kegiatan pelatihan yang terstruktur, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi literasi ilmiah serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Sebagai contoh, banyak mahasiswa gagal memenuhi standar akademis karena kekeliruan dalam format penulisan, penggunaan sumber referensi yang tidak kredibel, atau praktik plagiarisme yang tidak disengaja. Dalam konteks ini, penelitian lain menegaskan bahwa kurangnya pelatihan formal mengenai etika dan teknik sitasi, khususnya penggunaan APA 7th style, menjadi salah satu penyebab utama kesalahan dalam penulisan referensi (Iqbal et al. , 2024. Sharma et al. , 2025. Yu, 2. Masalah ini diperparah dengan minimnya akses terhadap bimbingan intensif dan sumber daya pendukung yang memadai. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan akademis dan kompetensi yang dimiliki mahasiswa . Nalik & Wiyarsi, 2025. Valladares, 2. menyoroti pentingnya intervensi berupa pelatihan terstruktur untuk meningkatkan literasi ilmiah mahasiswa. Mereka menemukan bahwa pelatihan yang berfokus pada metodologi penelitian dan penggunaan perangkat lunak sitasi secara signifikan meningkatkan kualitas tulisan mahasiswa. Hal ini menggarisbawahi perlunya sebuah program intervensi yang dirancang secara sistematis untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari. Selain itu, tantangan juga datang dari era digital. Meskipun akses informasi semakin mudah, mahasiswa seringkali kesulitan memilih sumber yang valid dan relevan. Mereka cenderung mengutip dari sumber yang tidak kredibel, seperti blog atau Wikipedia, tanpa validasi lebih lanjut (Ahmar et al. Aulia & Tasrif, 2025. Muchson et al. , 2024. Zainuddin et al. , 2. , menyimpulkan bahwa pelatihan literasi digital, yang mencakup cara efektif mencari dan mengevaluasi sumber ilmiah di database seperti Google Scholar. SINTA, dan Scopus, sangat efektif dalam meningkatkan kualitas referensi yang digunakan mahasiswa. Pelatihan semacam ini penting untuk membimbing mahasiswa agar tidak terjebak dalam disinformasi. Oleh karena itu, untuk menjembatani kesenjangan tersebut, dibutuhkan sebuah program pelatihan komprehensif. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis penulisan, tetapi juga pada penguatan pemahaman metodologis dan etika akademis. Diharapkan, melalui pelatihan ini, mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari akan memiliki bekal yang kuat untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berintegritas. Harapan ini sejalan dengan temuan penelitian bahwa pelatihan yang intensif dan berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir mereka dengan lebih cepat dan berkualitas (Yamin & Umar, 2. Kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah ini dirancang dengan tujuan utama untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang dihadapi mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari. Secara umum, tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Peningkatan kompetensi ini tidak hanya sebatas pada aspek teknis, melainkan juga pada pemahaman filosofis dan etika akademis yang mendasari penulisan ilmiah. Untuk mencapai tujuan umum tersebut, pelatihan ini memiliki beberapa tujuan khusus yang terstruktur dan terukur, yaitu: Membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis dan praktis tentang struktur karya ilmiah. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan mendalam tentang anatomi sebuah karya ilmiah yang baik, mulai dari perumusan judul, penulisan abstrak yang efektif, penyusunan pendahuluan yang kuat, hingga penulisan metodologi, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Dengan pemahaman ini, mahasiswa dapat menyusun tulisan yang koheren, logis, dan sesuai dengan standar akademis. Melatih mahasiswa dalam mencari, mengelola, dan mengutip sumber referensi yang relevan. Peserta akan dibimbing untuk menggunakan database ilmiah terpercaya seperti Google Scholar. SINTA, dan Scopus. Selain itu, mereka akan diajarkan cara mengelola referensi secara efisien menggunakan aplikasi citation manager seperti Mendeley, serta menguasai teknik kutipan dan penyusunan daftar pustaka dengan benar sesuai APA 7th style. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian dan laporan akhir yang sistematis. Melalui sesi praktik, peserta akan dilatih secara bertahap untuk merumuskan masalah penelitian, mengembangkan kerangka teoritis, dan merancang metodologi yang tepat. Keterampilan ini krusial sebagai bekal untuk menyelesaikan tugas akhir mereka, seperti skripsi, dengan lebih mandiri dan berkualitas. Dengan tercapainya tujuan-tujuan ini, diharapkan mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari dapat menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan profesi keguruan Metode Pelaksanaan Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa sebagai komunitas sasaran sehingga terjadi proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara fasilitator dan peserta. Melalui metode ini, kegiatan pelatihan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pemberdayaan kapasitas akademik mahasiswa. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 29Ae30 Juli 2025 di Universitas Muhammadiyah Kendari. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan pelatihan, dan tahap evaluasi kegiatan. Pada tahap pelaksanaan, peserta dibekali dengan penggunaan berbagai teknologi pendukung penulisan ilmiah seperti database jurnal ilmiah dan aplikasi manajemen referensi untuk meningkatkan keterampilan akademik mereka. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada fasilitas yang memadai untuk mendukung presentasi multimedia, diskusi kelompok, dan praktik langsung menggunakan komputer. Gambar 1. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah. Peserta pelatihan adalah mahasiswa semester akhir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari dari berbagai program studi. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mendorong proses diskusi, kolaborasi, serta pertukaran pengalaman dalam menyusun karya ilmiah. Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif serta membangun komunitas belajar yang saling mendukung dalam pengembangan kemampuan akademik. Pemilihan target ini sangat strategis karena mereka adalah kelompok yang paling membutuhkan bekal penulisan ilmiah, khususnya untuk menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi dan publikasi jurnal. Diharapkan partisipasi dari berbagai program studi akan menciptakan diskusi yang interaktif dan memperkaya perspektif antar disiplin ilmu. Materi pelatihan disusun secara sistematis untuk meningkatkan kapasitas akademik peserta melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam penulisan karya ilmiah. Materi tidak hanya mencakup pemahaman konseptual, tetapi juga praktik langsung dengan memanfaatkan teknologi pendukung seperti database jurnal ilmiah dan aplikasi manajemen referensi. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian peserta dalam mengakses sumber ilmiah serta menghasilkan karya akademik yang berkualitas, yaitu: Materi I: Pengenalan Dasar Karya Ilmiah. Sesi ini akan berfokus pada pemahaman konseptual. Peserta akan diajak untuk memahami berbagai jenis karya ilmiah . rtikel jurnal, skripsi, makala. , struktur yang baku . bstrak, pendahuluan, metodologi, hasil, pembahasan, kesimpula. , serta etika penulisan yang meliputi menghindari plagiarisme dan pentingnya orisinalitas. Gambar 2. Peserta Pelatihan Penulisan karya ilmiah. Materi II: Teknik Pencarian dan Pengelolaan Referensi. Sesi ini adalah inti dari pelatihan praktis. Peserta akan dilatih untuk melakukan pencarian literatur yang kredibel menggunakan basis data ilmiah seperti Google Scholar. SINTA, dan Scopus. Selanjutnya, mereka akan diajarkan cara mengelola referensi secara efisien dengan aplikasi citation manager seperti Mendeley dan Zotero, yang sangat membantu dalam menyusun daftar pustaka otomatis. Gambar 3. Tools tools Pelatihan. Materi i: Praktik Penulisan Bagian-bagian Karya Ilmiah. Sesi ini berorientasi pada praktik Peserta akan dipandu untuk menyusun draf dari bagian-bagian karya ilmiah, dimulai dari merumuskan pendahuluan yang menarik, menyusun kajian pustaka yang relevan, merancang metodologi yang tepat, hingga memaparkan hasil dan pembahasannya. Sesi ini akan memberikan umpan balik langsung dari fasilitator. Materi IV: Pemanfaatan Tools Pendukung. Sesi ini akan melengkapi keterampilan peserta dengan memperkenalkan berbagai aplikasi dan tools pendukung yang dapat mempermudah proses Selain Google Scholar dan SINTA yang telah disebutkan, peserta juga akan dikenalkan dengan tools lain untuk cek plagiarisme, parafrase, dan sebagainya. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan kombinasi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta praktik langsung. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta dalam proses Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara fasilitator dan peserta dalam proses pertukaran pengetahuan serta pengalaman terkait penulisan karya ilmiah. Sesi teoritis akan disampaikan melalui ceramah yang interaktif. Selanjutnya, untuk memperdalam pemahaman, akan diadakan diskusi interaktif yang mendorong peserta untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Bagian paling penting adalah lokakarya atau praktik langsung, di mana peserta akan langsung mempraktikkan materi yang telah disampaikan dengan bimbingan fasilitator secara personal. Gambar 4. Dokumen peserta Peserta Pelatihan Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta terkait penulisan karya ilmiah. Selain itu, evaluasi juga dilakukan melalui penilaian hasil praktik penulisan serta umpan balik dari peserta mengenai manfaat pelatihan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan mampu meningkatkan kapasitas akademik dan keterampilan praktis peserta dalam menyusun karya ilmiah. Pre-test akan diberikan di awal pelatihan untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta terhadap materi. Setelah seluruh materi disampaikan, post-test akan diberikan untuk mengukur sejauh mana terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta. Hasil perbandingan dari kedua tes ini akan menjadi indikator utama keberhasilan kegiatan. Hasil dan Pembahasan 1 Deskripsi Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah diawali dengan proses identifikasi kebutuhan dan potensi akademik mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai kelompok sasaran. Identifikasi ini bertujuan untuk menggali potensi lokal dalam bentuk kemampuan akademik mahasiswa serta kebutuhan mereka dalam pengembangan keterampilan penulisan ilmiah. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, program pelatihan dirancang untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan perguruan tinggi, seperti akses database jurnal ilmiah dan dukungan tenaga akademik sebagai fasilitator. Sesi pertama dimulai dengan materi pengenalan dasar karya ilmiah, di mana fasilitator menjelaskan jenis-jenis, struktur, dan etika penulisan. Sesi ini disambut dengan antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai perbedaan antara artikel jurnal dan skripsi. Pada hari pertama sore hari, peserta diajak masuk ke sesi praktis teknik pencarian dan pengelolaan Peserta dilatih secara langsung menggunakan aplikasi Mendeley. Sebagian besar mahasiswa baru pertama kali menggunakan aplikasi ini, sehingga fasilitator memberikan bimbingan intensif satu per satu. Keesokan harinya, pelatihan berfokus pada praktik penulisan bagian-bagian karya ilmiah. Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan program studi. Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk membangun kolaborasi dan jaringan komunitas akademik antar mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan penulisan ilmiah. Melalui diskusi kelompok, peserta dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta memberikan masukan terhadap draf karya ilmiah yang disusun secara bersama. Sesi ini menjadi momen paling interaktif, di mana fasilitator berperan sebagai pembimbing yang memberikan umpan balik konstruktif. penghujung hari, sesi pemanfaatan tools pendukung memberikan pengetahuan tambahan tentang cara memanfaatkan Google Scholar dan SINTA untuk memaksimalkan proses penulisan. Secara umum, response peserta sangat positif. Mereka menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan aktif terlibat dalam setiap sesi, mulai dari bertanya, berdiskusi, hingga mempraktikkan materi yang diberikan. 2 Analisis Hasil Evaluasi Untuk mengukur efektivitas pelatihan, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Soal tes mencakup pemahaman tentang struktur karya ilmiah, etika penulisan, dan teknik sitasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta. Tabel 1. Perbandingan Nilai Rata-rata Pre-test dan Post-test Indikator Pemahaman Struktur Teknik Referensi & Sitasi Etika Penulisan Nilai Total Rata-rata Nilai Rata-rata Pre-test Nilai Rata-rata Post-test Peningkatan Berdasarkan data pada Tabel 1, terjadi peningkatan rata-rata nilai sebesar 28,3 poin dari pre-test ke post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penulisan karya ilmiah. Hasil ini juga menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mampu memperkuat kapasitas akademik mahasiswa sebagai komunitas sasaran kegiatan. Peningkatan paling drastis terlihat pada indikator "Teknik Referensi & Sitasi" yang melonjak hingga 37 poin. Hal ini mengindikasikan bahwa sesi praktis menggunakan Mendeley sangat efektif dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan mengelola referensi. Peningkatan pada indikator lain juga menunjukkan bahwa pemahaman teoritis dan etika penulisan peserta telah meningkat secara signifikan setelah mengikuti pelatihan. Data ini secara jelas menunjukkan bahwa pelatihan berhasil mencapai tujuannya untuk meningkatkan kompetensi 3 Pembahasan Meskipun kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah ini secara umum berjalan lancar dan mencapai tujuannya, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi selama Berdasarkan hasil monitoring selama pelaksanaan kegiatan, ditemukan beberapa kendala, salah satunya adalah keterbatasan waktu pelatihan. Hasil evaluasi ini menjadi bahan refleksi bagi tim pelaksana untuk melakukan perbaikan program pada kegiatan berikutnya, misalnya dengan memperpanjang durasi pelatihan atau menambahkan sesi pendampingan lanjutan agar proses peningkatan keterampilan peserta dapat berlangsung secara lebih optimal. Durasi dua hari pelatihan, meskipun intensif, dirasa belum cukup untuk melatih semua aspek penulisan ilmiah secara mendalam. Topik-topik seperti metodologi penelitian yang kompleks, analisis data, hingga praktik menulis pembahasan yang kuat memerlukan waktu lebih panjang untuk dipahami dan dipraktikkan secara Penelitian (Irianto et al. , 2025. Sari & Pebriani, 2. , menguatkan temuan ini, menunjukkan bahwa pelatihan penulisan ilmiah yang efektif memerlukan durasi minimal empat hingga lima hari untuk menghasilkan peningkatan keterampilan yang signifikan. Untuk mengatasi keterbatasan ini, tim pelaksana menerapkan solusi strategis dengan memfokuskan materi pada poin-poin krusial yang paling dibutuhkan mahasiswa semester akhir, yaitu struktur, sitasi, dan etika penulisan. Selain itu, sebagai tindak lanjut, disediakan modul online yang dapat diakses peserta kapan saja, berisi materi tambahan, video tutorial, dan checklist penulisan. Pendekatan ini sejalan dengan temuan (Capone, 2022. Lin et al. , 2024. Puspitarini, 2. yang merekomendasikan model pelatihan blended learning untuk memaksimalkan transfer pengetahuan. Kendala lain yang muncul adalah kendala teknis, khususnya terkait instalasi dan penggunaan aplikasi Mendeley. Setiap laptop peserta memiliki spesifikasi dan versi software yang berbeda, menyebabkan tantangan dalam proses instalasi dan Masalah ini berhasil diatasi melalui bimbingan personal dari fasilitator yang berkeliling dan membantu setiap peserta secara langsung. Keberhasilan penanganan kendala teknis ini menunjukkan pentingnya ketersediaan fasilitator yang memadai dan responsif dalam kegiatan berbasis praktik (Mainuddin et al. , 2. Terlepas dari kendala tersebut, dampak positif pelatihan sangat terasa dan melampaui ekspektasi. Berdasarkan sesi umpan balik peserta, pelatihan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kepercayaan diri mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah dan menyelesaikan tugas akhir. Dampak ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat mampu mengembangkan potensi akademik mahasiswa sebagai sumber daya lokal di lingkungan perguruan tinggi. Mereka kini tidak lagi bingung saat harus memulai menulis atau menyusun kerangka berpikir. Peningkatan kepercayaan diri ini sangat penting, mengingat kecemasan akademis sering kali menjadi penghambat utama dalam penyelesaian tugas akhir (Hikmah & Alzhura Mufqi, 2025. Suud & NaAoimah, 2023. Zeb et al. , 2. Sejalan dengan temuan Teng & Wang . menegaskan bahwa pelatihan terstruktur mampu meningkatkan self-efficacy mahasiswa dalam menulis, yang merupakan prasyarat penting untuk kesuksesan akademis. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil membangun kesadaran kritis akan pentingnya etika akademis dan bahaya plagiarisme, baik yang disengaja maupun tidak. Sesi yang membahas tentang teknik parafrase dan sitasi yang benar membuka wawasan peserta tentang pentingnya orisinalitas dalam sebuah Hal ini sejalan dengan penelitian Drisko, . dan Prashar et al. , . yang menemukan bahwa pelatihan etika penulisan secara langsung mengurangi tingkat plagiarisme dalam tugas-tugas Temuan penelitian lain dari (Candra et al. , 2026. Iryani & Syam, 2. , juga menunjukkan bahwa penguasaan teknik sitasi yang benar, seperti yang diajarkan dalam pelatihan, berkontribusi signifikan pada peningkatan integritas akademis. Dengan bekal keterampilan teknis dan pemahaman etika akademis yang lebih baik, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar kelulusan, tetapi juga memiliki integritas dan kualitas yang tinggi. Pelatihan ini tidak hanya sekadar membekali mereka untuk lulus, tetapi juga untuk menjadi akademisi yang bertanggung jawab dan berkontribusi secara nyata pada perkembangan ilmu pengetahuan. Dampak positif ini memperkuat argumen bahwa pelatihan semacam ini harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi (Santoso & Pramudita, 2. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil pelaksanaan dan pembahasan kegiatan, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan penulisan karya ilmiah yang dilaksanakan pada mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menyusun karya ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan identifikasi kebutuhan mahasiswa sebagai kelompok sasaran yang masih memiliki keterbatasan dalam memahami struktur, etika penulisan, serta teknik pengelolaan referensi ilmiah. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara sistematis, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai proses penulisan karya ilmiah serta mampu memanfaatkan teknologi pendukung seperti aplikasi manajemen referensi. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan potensi akademik yang dimiliki oleh komunitas mahasiswa sebagai sumber daya lokal di lingkungan perguruan tinggi. Terjadi peningkatan rata-rata nilai yang substansial, khususnya pada pemahaman teknik referensi dan sitasi serta etika penulisan. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama dua hari pelatihan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak dan minat yang tinggi terhadap pengembangan keterampilan ini. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti berhasil dalam menjembatani kesenjangan antara tuntutan akademis dan kemampuan praktis mahasiswa, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial untuk menyelesaikan tugas akhir mereka dengan kualitas dan integritas yang lebih baik. Untuk keberlanjutan dan perbaikan di masa mendatang, ada beberapa saran yang dapat dipertimbangkan: yaitu kegiatan pengabdian masyarakat serupa di masa mendatang disarankan untuk dikembangkan dengan menambahkan materi yang lebih mendalam serta memanfaatkan teknologi pendukung penulisan ilmiah secara lebih optimal. Selain itu, kegiatan tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga perlu dilengkapi dengan program pendampingan berkelanjutan agar peserta dapat mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh dalam proses penulisan karya ilmiah mereka, misalnya dengan menambahkan sesi khusus mengenai metodologi penelitian atau analisis data. Penambahan durasi menjadi tiga atau empat hari juga dapat memberikan lebih banyak waktu untuk praktik intensif. Selanjutnya kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah ini perlu dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai jenjang semester. Hal ini bertujuan untuk melakukan pengembangan potensi akademik mahasiswa secara lebih sistematis sejak tahap awal perkuliahan, sehingga mereka memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih matang sebelum memasuki tahap penyusunan Pihak institusi diharapkan dapat terus mendukung kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengembangan keterampilan akademik mahasiswa melalui penyediaan fasilitas, dukungan pendanaan, serta penguatan program pendampingan penulisan karya ilmiah. Selain itu, diperlukan mekanisme monitoring dan evaluasi secara berkala untuk menilai efektivitas program yang Hasil kegiatan pengabdian masyarakat juga perlu disebarluaskan melalui publikasi ilmiah, media sosial, maupun kegiatan sosialisasi agar manfaat program dapat diketahui oleh masyarakat akademik yang lebih luas serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan dapat berupa penyediaan fasilitas yang lebih modern, pengalokasian anggaran rutin untuk pelatihan, serta mengintegrasikan materi penulisan karya ilmiah ke dalam kurikulum mata kuliah, sehingga kemampuan ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Selain itu, pembentukan pusat bimbingan penulisan karya ilmiah secara permanen juga dapat menjadi langkah strategis untuk memastikan mahasiswa selalu memiliki tempat untuk berkonsultasi. Ucapan Terimakasih Penulis menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Dekan FKIP dan Ketua Program Studi Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Kendari atas dukungan administratif dan fasilitas selama pelaksanaan pengabdian ini. Penghargaan tinggi juga diberikan kepada Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) selaku penyumber dana kegiatan melalui skema hibah pengabdian masyarakat internal tahun 2025. Terakhir, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif hingga hasil kegiatan ini dapat dilaporkan. Authors Note Para penulis menyatakan bahwa tidak ada konflik kepentingan terkait pendanaan maupun hubungan personal dalam publikasi artikel pengabdian ini. Seluruh materi yang disajikan dalam pelatihan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa di FKIP Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan hasil kerja Penulis mengonfirmasi bahwa makalah tersebut bebas dari plagiarisme dan telah mengikuti etika publikasi yang berlaku. References