Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Agustus 2022 Hal 362 Ae369. ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Pencegahan Obat Ilegal dengan Mengenal Logo Obat Tradisional dan Pembuatan Simplisia Prevention of Ilegal Drugs by Recognizing the Logo of Traditional Medicine and The Manufacture of Simplisia Sandi Kurniawan1. Puput Putri Windasari2. Ni Made Ayu Nila Septianingrum3* 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Magelang Email: sandik14045@gmail. com1, puputputriwindasari98@gmail. nimadeayunila@ummgl. *Corresponding author: nimadeayunila@ummgl. ABSTRAK Indonesia terkenal akan adat dan budaya yang masih dijunjung dan dipertahankan hingga saat ini. Salah satu budaya yang masih dianut adalah budaya dalam mengkonsumsi obat dari tanaman tradisional baik untuk pengobatan maupun menjaga stamina tubuh. Tanaman tradisional yang dikonsumsi ialah jamu, yang dipercaya khasiat dan efektifitasnya pada generasi Ae generasi sebelumnya. Maraknya obat Ae obatan golongan obat tradisional yang beredar bebas dan mudah diperoleh di masyarakat membuat kita harus berhati Ae hati dalam menggunakannya karena banyak yang belum terregistrasi di BPOM. Kegiatan pengabdian ini mengenalkan logo obat tradisional ke masyarakat dan mengenalkan bagaimana cara memastikan obat asli sebagai salah satu cara untuk pencegahan dini dalam memperoleh obat ilegal atau palsu dan melatih masyarakat Dusun Bebengan Desa Sriwedari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah agar dapat mengolah tanaman herbal dari bentuk segar hingga dikonsumsi secara Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah participatory rural apraissal (PRA), dimulai dari kegiatan sosialisasi hingga pendampingan di masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah ibu Ae ibu PKK setempat, sebanyak 35 orang mengikuti kegiatan ini. Warga Dusun Bebengan baru mengetahui tentang adanya logo obat tradisional dan cara mengolah TOGA yang benar setelah kegiatan ini. Hasil produk dari kegiatan ini berupa buku saku ramuan obat tradisional lengkap dengan dosisnya. Masyarakat menjadi tahu bagaimana cara mendapatkan dan mengolah tanaman obat dengan benar yang dapat digunakan sebagai terapi preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Kata Kunci: Logo Obat. Obat Tradisional. Obat Legal. TOGA ABSTRACT Indonesia is famous for its customs and culture that is still upheld and maintained until now. One culture that is still adhered to is consuming drugs from traditional plants both for treatment and maintaining Traditional plants consumed are herbs, which are believed to have efficacy and effectiveness in previous generations. The rise of traditional medicines which are freely available and easily available in the community makes us have to be careful in using them because many are not registered at BPOM. This community service introduces the traditional medicine logo to the community as a way to prevent early getting ilegal drugs and train the people of Bebengan Village. Salaman Subdistrict. Magelang District. Central Java, to be able to process herbs from fresh to be consumed properly. The target of this activity is local PKK women, as many as 35 people participated in this activity. They just found out about the existence of traditional medicine logos and the correct way to process TOGA after this activity. The product of this activity is in the form of a traditional herbal medicine pocketbook complete with the The public will know how to obtain and properly process medicinal plants that can be used as preventive, curative and rehabilitative therapies. Keyword: Illegal Medicine. Medicine symbol. TOGA. Traditional Medicine. Copyright A 2022. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Ni Made Ayu Nila Septianingrum. Sandi Kurniawan. Puput Putri Windasari /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2022 Hal 362 Ae 369 PENDAHULUAN Negara Indonesia beriklim tropis ini terkenal akan kekayaan alam hayatinya yang melimpah ruah. Sebanyak 30. spesies tanaman terdapat di Negeri ini dan sejumlah 9600 tanaman memiliki manfaat. Dari jumlah tersebut sebanyak 300 tanaman telah digunakan sebagai bahan baku obat (DirJenBinFarmaLkes. Budaya masyarakat dari generasi ke generasi yang menggunakan tanaman obat sebagai penanganan awal pengobatan atau hanya untuk menjaga stamina tubuh masih Indonesia. Hal tersebut terbukti dari data riset menyatakan bahwa sebanyak 59. mengkonsumsi jamu dan sebanyak 60% merasakan manfaat dari (Kementrian Kesehatan RI, 2. Untuk mewujudkan salah satu program pemerintah yaitu saintifikasi jamu dan pelayanan kesehatan tradisional agar mencapai derajat kesehatan (DirJenBinFarmaLkes. Kegiatan ini bertemakan pengelolaan tanaman tradisional yang memiliki potensi sebagai obat. Obat-obatan yang beredar dipasaran sekarang banyak yang bertuliskan Auobat tradisional yang berasal dari bahan Ae bahan alam dan amanAy. Setidaknya hal ini harus dibuktikan dengan ada tidaknya nomor registrasi produk Banyak orang yang menggunakan obat dengan berbagai bentuk sediaan yang berasal dari tanaman tradisional karena tertarik akan strategi penjualannya yang menyebutkan obat alami tanpa efek samping tanpa meneliti lebih lanjut produk tersebut sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) atahu belum. Minimal dengan adanya tanda registrasi obat tersebut di BPOM menjamin bahwa produk obat yang beredar telah Tidak sedikit juga produk yang beredar, ada nomor registrasinya akan tetapi setelah di teliti lebih lanjut ternyata tidak terdaftar dalam BPOM. Latar belakang tersebut yang mendasari kegiatan pengabdian ini dilakukan dan hasil dari survei lokasi di Dusun Bebengan. Desa Sriwedari. Kecamatan Salaman. Kabupaten Mertoyudan. Jawa Tengah. Pemerintah setempat juga sedang mensosialisasikan kepada warga sekitar terkait program penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai salah satu cara untuk pertolongan pertama di masing Ae masing rumah jika sakit. Warga perlu mengetahui bagaimana cara mengolah tanaman obat dengan benar agar zat yang terkandung Ni Made Ayu Nila Septianingrum. Sandi Kurniawan. Puput Putri Windasari /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2022 Hal 362 Ae 369 METODE PENELITIAN Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Dusun Bebengan. Kabupaten Magelang. Jawa Tengah ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraissal (PAR) kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan dimulai Pertama ialah Survei dan perijinan dilakukan dengan menemui kepala desa dan ketua PKK berlangsung dapat diketahui warga sehingga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Langkah kedua ialah sosialisasi kegiatan ke ibu Ae ibu PKK Dusun Bebengan agar kegiatan yang dilakukan tepat sasaran. Langkah ketiga ialah Fokus Group Discusion (FGD) dan peningkatan kapasitas melalui Achieve Motivation Training yang diberikan kepada mitra untuk logo obat dan pengolahan obat Target yang terlibat adalah ibu Ae ibu kader PKK. Dalam implementasinya, ibu Ae ibu PKK setempat diberikan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh warga pemahaman warga mengenai logo obat tradisional dan cara mengolahnya. Langkah keempat ialah pelatihan pembuatan jamu yang benar. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman warga. Dari segi menjadikan ide suatu usaha. Langkah terakhir ialah pendampingan yang bertujuan untuk memantau sejauh kegiatan yang telah diberikan sebelumnya dan keberlanjutannya di HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama tiga bulan yaitu mulai Januari hingga Maret. Tahap pelaksanaan kegiatan ini adalah survei lokasi dan perijinan. Survei mengetahui permasalahan warga terkait kesehatan utamanya obat dan kesesuaian program yang akan disampaikan ke warga. Tahap yang kedua ialah sosialisasi program yang dilakukan ke ibu Ae ibu kader PKK. Target dalam kegiatan ini adalah mensosialisasikan program kegiatan ke ibu - ibu kader PKK diharapkan dapat mengajak ibu-ibu warga setempat mengikuti kegiatan ini. Tahapan ketiga dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi tentang logo obat tradisional dan cara membuat simplisia dari TOGA ke warga Dusun Bebengan. Komunikasi dua arah dilakukan pada kegiatan ini yaitu berupa tanya jawab dengan warga yang hadir. Sebanyak 39 orang menghadiri sosialisasi ini, dan sangat antusias dengan kegiatan yang Hasil dari tanya jawab dengan warga, diketahui jika warga Dusun Bebengan ini belum pernah Ni Made Ayu Nila Septianingrum. Sandi Kurniawan. Puput Putri Windasari /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2022 Hal 362 Ae 369 tahu tentang logo obat tradisional. Mereka hanya mengetahui jika obat tradisional itu hanya ada Jamu dan tidak mengetahui logo obat seperti apa, sedangkan golongan Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Logo dan golongan obat dalam hal ini adalah obat tradisional masyarakat agar terhindar dari obatobat ilegal maupun palsu. Beberapa waktu terakhir masyarakat Indonesia banyak sekali yang melakukan back to nature, baik dari segi makanan, pola hidup maupun pengobatan. Obat maupun suplemen yang beredar saat ini di Indonesia dijamin keamanan dan mutunya oleh BPOM dengan adanya nomor registrasi di tiap Ae tiap Tahun 2018 BPOM menemukan peredaran obat ilegal yang dijual secara online senilai 17,4M. Produk obat yang banyak ditemukan adalah obat tradisional, obat kuat dan obat pelangsing. Produk obat yang beredar tanpa izin dan palsu tersebut memiliki isi keamanan, mutu, dan khasiat tidak membahayakan kesehatan dan jiwa masyarakat jika dikonsumsi (Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2. Masyarakat yang tinggal didesa dipilih sebagai target utama oknum penjual obat ilegal atau palsu, karena dari segi wawasan dan sarana Mindset setiap orang yang ingin cepat sembuh dengan cara instan didukung dengan harga yang terjangkau ini yang menjadi dasar seseorang menggunakan produk tersebut tanpa berfikir panjang untuk melihat lebih dalam sisi keamanan dan mutu produk tersebut. Seorang konsumen akan loyal terhadap suatu perusahaan atau produk jika dalam diri konsumen tersebut muncul kepercayaan diri bahwa perusahaan mewujudkan harapan mereka (Putri. Obat Tradisional dan logonya terdiri atas tiga golongan berdasarkan cara pembuatannya, jenis klaim penggunaan dan tingkat pembuktian khasiat (Hasanah, 2. Pertama golongan Jamu, yang ditandai dengan logo tumbuhan bewarna hijau dengan lingkaran Jamu sendiri merupakan dengan status keamanan dan khasiatnya dibuktikan secara empiris dan telah digunakan beberapa generasi sebelumnya (Indonesia. Kedua ialah golongan Fitofarmaka yang ditandai dengan logo kristal es berwarna hijau dengan latar belakang bewarna kuning dan lingkaran hijau. Golongan ini Ni Made Ayu Nila Septianingrum. Sandi Kurniawan. Puput Putri Windasari /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2022 Hal 362 Ae 369 memiliki status keamanan dan khasiatnya yang telah dibuktikan secara ilmiah melalui uji klinik. Obat tradisional memiliki tujuan sebagai suatu upaya preventif, kuratif, rehabilitatif, paliatif dan promotif pada kesehatan (Septianingrum. Yuliastuti, & Hapsari, 2. Ketiga adalah Obat Herbal Terstandar (OHT) yang logonya terdiri dari berlatar belakang warna kuning. (TOGA) yang dikeringkan memiliki dikhawatirkan dapat cepat busuk karena adanya reaksi enzimatik dan kerusakan oleh mikroba sehingga efek farmakologi yang diharapkan tidak dapat terjadi (Rina. Guswandi, & Harrizul, 2. Beberapa warga mengeringkan TOGA dengan cara dijemur dibawah sinar matahari. Gambar 2. Logo Obat Tradisional (Hasanah, 2. Obat tradisional dianggap aman digunakan dibandingkan obat sintesis oleh kebanyakan orang sehingga Hal ini merupakan salah satu tindakan yang salah jika Obat baik yang berasal dari alam maupun sintesis akan aman dan berkhasiat digunakan jika Pembuatan merupakan bentuk pemanfaatan sekunder dari tanaman obat (Salim & Munadi, 2. Tanaman obat yang dipanen dalam keadaan segar dapat dibuat simplisia dengan cara menghilangkan kadar airnya minimal hingga 90% dengan pemanasan baik langsung atau diangin-anginkan Jika tanaman obat Gambar 3. Penjemuran Daun Kelor dan Kulit Manggis oleh warga. Penjemuran dibawah sinar matahari tanpa adanya penutup seperti kain hitam tipis dapat memungkinkan kandungan zat dalam simplisia tersebut akan rusak sehingga dapat ditimbulkan (Septianingrum et al. Setelah dijemur simplisia dapat disimpan pada tempat yang tertutup rapat kedap udara sehingga mencegah timbulnya jamur atau kapang dan dapat disimpan dalam Penyimpanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan, karena kualitas suatu produk dapat rusak jika penyimpanan yang dilakukan tidak benar (Yuliastuti. Hapsari, & Mardiana, 2. Tahapan adalah praktik, hal ini merupakan kelanjutan dari tahap tiga mengenai logo obat tradisional. Masyarakat Ni Made Ayu Nila Septianingrum. Sandi Kurniawan. Puput Putri Windasari /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2022 Hal 362 Ae 369 setempat yang telah mendapat sosialisasi mengenai logo tersebut sebelumnya, diberikan kertas dan obat Ae obatan. Obat Ae obatan tersebut terdiri dari beberapa golongan obat tradisional yang sebelumnya telah Warga membentuk kelompok Ae kelompok kecil yang terdiri dari 7 Ae 9 orang mengelompokkan obat Ae obatan yang telah disiapkan sesuai dengan logo Gambar 4. Kegiatan Pengelompokan Golongan Obat Setelah mengelompokkan, lalu membahas bersama tentang obat Ae obatan Jawaban yang dituliskan masing Ae masing kelompok sebagian besar sudah benar, hanya sedikit yang salah yaitu pada bagian mengelompokkan golongan OHT dan fitofarmaka. Kemungkinan hal ini terjadi karena nama golongan yang susah diingat dan masih asing bagi warga karena baru mengetahui. Hal ini menjadi pengalaman pertama bagi masyarakat dan responnya sangat positif. Warga menjadi tahu jika gambar kecil diatas kemasan obat memiliki arti dan fungsi, setelah mengetahui logo tersebut diharapkan dapat terhindar dan meminimalkan peredaran obat ilegal atau palsu di Praktik pengelompokan logo dan golongan obat yang telah selesai bagaimana mengecek kebenaran suatu produk baik obat, obat tradisional, suplemen, produk pangan maupun kosmetika secara online. Masyarakat keaslian produk tersebut pada https://cekbpom. id/, dengan cara memasukkan nama produk atau nomor registrasi yang tertera dalam Jika salah satu tidak sesuai misalnya seperti, nama produk benar tapi nomor registrasinya tidak sesuai maka produk tersebut diragukan keaslinya sehingga masyarakat dapat menghindari atau mencari produk lain yang dipastikan terdaftar dalam BPOM. Selain itu, di era digitalisasi sekarang tidak ada batasan untuk masyarakat memperoleh informasi yang up to date. Masyarakat bisa mengakses halaman web tersebut menggunakan ponsel pintar masingmasing dimanapun berada dan kapan Balai pengawas obat dan makanan selaku yang bertanggung jawab atas beredarnya obat, makanan dan kosmetik di Indonesia tidak dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa adanya bantuan dari masyarakat Indonesia. Ketika warga sudah mengerti arti logo tersebut, kemudian sudah tahu bagaimana cara memastikannya maka secara tidak langsung masing Ae masing orang telah menjaga keselamatan diri dan keluarganya dari pihak Ae pihak yang Ni Made Ayu Nila Septianingrum. Sandi Kurniawan. Puput Putri Windasari /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2022 Hal 362 Ae 369 tidak bertanggung jawab dalam hal Pengobatan . yang dapat dilakukan masing Ae masing orang pada dasarnya orang tersebut harus mengetahui informasi sebanyak banyaknya terkait obat yang akan dikonsumsi agar terlindungi dari penggunaan obat yang tidak tepat dan sesuai (Yuliastuti et al. , 2. Tahap pendampingan warga, pendampingan warga dilakukan secara online whatsapp karena situasi yang tidak Adanya pandemi secara Global di Indonesia yaitu virus . menyebabkan pendampingan tidak bisa dilakukan dengan tatap muka langsung dengan warga sekitar. Tim berkomunikasi dengan kepala PKK ataupun beberapa warga melalui online terkait keberlanjutan kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa warga sudah ada yang mengaplikasikan hasil dari kegiatan sebelumnya seperti memastikan keamanan kosmetika yang digunakan melalui halaman web yang sudah disampaikan sebelumnya. SIMPULAN Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan di Dusun Bebengan informasi terkait kesehatan dan dapat diaplikasikan warga dalam kehidupan sehari Ae hari. Masyarakat kini sudah mengetahui arti dari masing Ae masing logo obat tradisional dan cara memastikan suatu produk legal atau asli, peredaran obat ilegal di masyarakat. Selain itu warga juga dapat memanfaatkan TOGA yang ada di halaman rumah masing Ae masing untuk dibuat simplisia kering sehingga dapat digunakan sewaktu Ae waktu dengan mudah. Informasi yang telah didapat warga diharapkan dapat salurkan ke tetangga atau saudara lainnya sehingga sebagai sesama manusia bisa saling menjaga satu sama lain. DAFTAR PUSTAKA