Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Available online at: https://jiped. org/index. php/JSPG ISSN (Onlin. 2599-0756 Peran Guru Mata Pelajaran PPKn dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMKN 1 Pagerwojo Kabupaten Tulungagung Intan Fitroh Kurnia1*. Hikmah Eva Trisnantari2 intanfitrohkurnia@gmail. com1*, hikmaheva@gmail. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Bhinneka PGRI Abstract : Teachers or educators are the spearhead in an educational Therefore, teachers have a central role in the successful implementation of educational programs. The role of the teacher is really needed to discipline students which must start with a disciplined teacher. The teacher's task is not only limited to conveying lesson material, but more than that, the teacher must be able to shape students' competence and Teachers must always supervise their students so that there are no deviations in behavior or undisciplined actions by students. So, for this purpose, in order to discipline students, teachers must be able to be mentors, have a strong, stable, authoritative personality and can be an example or role model in the school and community. The researcher conducted this research in the Civics learning process implemented at SMKN 1 Pagerwojo. Tulungagung Regency, to find out the role of Civics subject teachers in improving student discipline in the research school using qualitative research methods, namely the observation, interview and documentation stages, then the data analysis, namely using data reduction, data presentation, drawing conclusions and checking the validity of the data. Teachers provide motivation and guidance to students in overcoming personal, academic, or social problems. They listen, provide advice, and assist students in making informed decisions. Keywords : Role of Teachers. Civics. Discipline. Abstrak : Guru atau pendidik merupakan ujung tombak dalam suatu proses Oleh sebab itu, bahwa guru memiliki peran sentral dalam keberhasilan penyelenggaraan diprogram pendidikan. Peran guru sangat dibutuhkan untuk mendisiplinkan siswa dimana harus dimulai dengan pribadi guru yang disiplin. Tugas guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran saja, melainkan lebih dari itu guru harus dapat membentuk kompetensi dan pribadi siswa. Guru harus senantiasa mengawasi para siswanya agar tidak terjadi penyimpangan perilaku ataupun tindakan yang tidak disiplin oleh siswa. Maka Untuk kepentingan tersebut dalam rangka mendisiplinkan siswa, guru harus mampu menjadi pembimbing, memiliki kepribadian yang mantap, stabil, berwibawa dan dapat menjadi contoh ataupun teladan dikalangan sekolah maupun masyarakat. Peneliti melakukan penelitian ini dalam proses pembelajaran PPKn yang diterapkan di SMKN 1 Pagerwojo Kabupaten Tulungagung, untuk mengetahui bagaimana peran guru mata pelajaran PPKn dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di sekolah peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan tahap observasi, wawancara dan dokumentasi, selanjutnya analisis datanya Copyright A 2024 Author This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan pengecekan keabsahan data. Guru memberikan motivasi dan panduan kepada siswa dalam mengatasi masalah pribadi, akademis, atau sosial. Mereka mendengarkan, memberikan saran, dan membantu siswa dalam membuat keputusan yang tepat. Kata Kunci : Peran Guru. PPKn. Kedisiplinan. PENDAHULUAN Pendekatan epistemologis akademi ini menunjukkan bagaimana pendidikan dapat berfungsi sebagai platform bagi proses yang membawa pembaharuan dan perubahan dalam perkembangan kehidupan dan penguatan karakter/sikap, kepribadian, dan keterampilan (Skil. insan dalam rangka menyiapkan generasi emas untuk menghadapi era globalisasi yang semakin modern dalam era yang menawarkan suasana di mana perkembangan rohani dan jasmani tetap dipertahankan dalam nilai-nilai upaya modifikasi kepribadian terhadap dinamika lingkungan hidup masyarakat dan follow up dari pesatnya kemajuan zaman, sehingga dampak dari hal tersebut membangun karakter masing-masing peserta didik yang mampu memberikan kualitas serta tergerak semangat dalam mengimplementasikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari secara optimal. Pendidikan yang bermutu unggul senantiasa menguatkan misi kedisiplinan secara continue. Dibutuhkan peran seorang pendidik dalam memberikan motivasi disiplin peserta Pendidik merupakan gambaran dari ujung tombak dalam suatu proses pembelajaran dalam pendidikan. Disebabkan hal tersebut, secara value guru sangat berperan memilik sentralisasi dalam keberhasilan dan kesuksesan dalam penyelenggaraan di program Utamanya pencapaian visi dan misi Lembaga sekolah. Program pendidikan, serta visi dan tujuan dalam melaksanakan tujuan untuk mencapai pendidikan nasional, lembaga pemerintah harus mempergunakan praktik pengajaran yang inovatif sambil menerapkan sistem tersebut. Sesuai dengan ketentuan UU 20 Tahun 2003 Pasal 3 UU Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, pendidikan nasional berupaya memaksimalkan potensi dan mewujudkan kebudayaan nasional yang luhur dan bermartabat. Generasi intelektual bangsa, berupaya memupuk potensi generasi dinamis pelajar sehingga tumbuh menjadi manusia yang cinta Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan bertanggung jawab dalam masyarakat. Undang-Undang Sistem Nasional (SISDIKNAS) memberi penjelasan dan kejelasan pada Pasal 3. Jelas pendidikan sains memiliki tujuan ganda, yakni menumbuhkan dan https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari memperkuat kapasitas dan pemahaman siswa serta pengembangan dan penguatan karakter dan sikap siswa. sepanjang generasi siswa. Agar pendidikan tidak hanya memperoleh wawasan berupa informasi, namun juga harus dikembangkan dan diimbangi dengan pengembangan sikap dan etika yang berlandaskan moral, yang hendaknya dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Disebabkan hal tersebut, tidak diragukan lagi perilaku tidak bermoral dalam kehidupan manusia dapat dihentikan. Moralitas ialah fenomena yang secara ilmiah terbukti ada dan tidak dapat diubah maupun dijelaskan oleh motivasi pribadi, pragmatis, dorongan hati, kekuatan, maupun kecenderungan spiritual. Disebabkan hal tersebut, standar moral harus ditanamkan. Pendidikan merupakan cara untuk meneguhkan prinsip-prinsip moral yang berakal sehat dan lurus. Secara implementatif penanaman nilai-nilai moralitas terhadap peserta didik secara kualitatif dapat diperlukan pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan metode yang relevan disesuaikan oleh para pendidik di Lembaga Pendidikan. Value dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan memberikan makna serta mengajarkan tentang penanaman nilai-nilai moral. Selain itu. Pendidikan kewarganegaraan yang disiplin membantu dalam pembentukan karakter siswa. Siswa belajar tentang pentingnya integritas, kejujuran, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berdampak pada pengembangan pribadi yang lebih baik. (Fadilah, 2. Implementasi serta penanaman nilai-nilai moral berta karakter peserta didik pada Pendidikan Kewarganegaraan memberikan makna untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, hal ini menunjukkan disiplin merupakan faktor penguat serta pendorong untuk kemajuan berpendidikan, di Lembaga sekolah yang secara kompetitif tertib maka akan menciptakan suasana proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Salah satu tujuan undang-undang dan kebijakan yang mengatur lembaga pendidikan ialah memberikan contoh bagi siswa dengan memberikan teladan perilaku dan sikap yang Tugas ideal pendidik pada mata pelajaran kewarganegaraan yang berkaitan dengan Guru PPKn selalu berusaha maksimal untuk mmberikan metode pengajaran dalam hal keteladanan yang baik bagi peserta didiknya. Guru maupun pendidik lain yang dapat menjadi panutan yang cocok bagi siswanya sangat penting dalam pengembangan disiplin siswa. Hal ini tidak berarti hukuman maupun kekerasan ialah satu-satunya Guru ialah profesional di bidang pendidikan, dan tanggung jawab utamanya meliputi mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa di pendidikan dasar maupun anak usia dini, pendidikan dasar, dan sekolah menengah melalui pendidikan https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari Supardi . Mengingat mengajar ialah sebuah panggilan hidup, maka pendidik harus jujur dalam pekerjaannya. Guru tidak boleh langsung memberikan instruksi maupun nasihat kepada siswa ketika menerapkan suatu teknik, mereka juga perlu mencontohkan perilaku mereka. Kemampuan menjadi teladan bagi siswa merupakan prasyarat bagi guru. Mengajarkan disiplin kepada siswa merupakan salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik. Sejauh yang kita ketahui, disiplin sangat menentukan keberhasilan, karena orang yang disiplin ialah orang yang berpikir. Namun Indonesia saat ini mulai menghadapi krisis akan pentingnya disiplin. Penghargaan terhadap waktu dapat dipupuk melalui disiplin, yang memberikan contoh membuang-buang waktu tanpa tujuan dapat merugikan. Seseorang yang terbiasa mengendalikan diri juga akan mahir dalam manajemen waktu. Sikap taat disiplin dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan, namun pembentukan kebiasaan memerlukan latihan yang konsisten. Setiap orang yang mempraktikkan disiplin juga akan mengalami kekayaan dan kesuksesan. Hal ini didukung dengan pernyataan Komensky yang menyatakan disiplin di sekolah merupakan fungsi pengajaran, pelatihan, seni mengajar, dan materi disiplin (Darmadi, 2. Di sisi lain, kedisiplinan merupakan sesuatu yang harus dijaga dalam parameter kehidupan sekolah dalam konteks pengajaran kontemporer. Konsekuensinya, disiplin juga mengacu pada setiap dan semua teknik, standar, dan prosedur yang disesuaikan untuk memenuhi tujuan tertentu. Pendidikan harus mengupayakan tatanan internal yakni, pengembangan diri manusia sebagai subjek moral yang bertindak dan bukan tatanan eksternal maupun masyarakat. Karena disiplin ialah suatu keadaan yang ditegakkan dan dibentuk melalui proses dan rangkaian sikap yang mencerminkan cita-cita ketaatan, kepatuhan, keteraturan, dan ketertiban, maka pelaksanaannya harus menjadi landasan karakter negara. Karena nilai-nilai standar dan undang-undang yang relevan, maka setiap generasi di tanah air harus memiliki sikap disiplin (Afifudin, 2. Potensi keberhasilan suatu bangsa akan sangat meningkat jika masyarakatnya memiliki pola pikir yang disiplin, karena masyarakat yang disiplin ialah orang yang terstruktur dan berpikir jernih. Merupakan tanggung jawab guru untuk mencontohkan serangkaian perilaku yang saling berhubungan yang ditunjukkan dalam konteks tertentu dan berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan siswa. Guru mempunyai kewajiban untuk memberikan contoh positif kepada siswanya dengan memberikan contoh perilaku yang pantas. Jika tidak, maka siswanya akan mengikuti https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari Untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, pengajar PPKn harus berperan aktif dalam proses dan memandang dirinya sebagai staf operasional. Menjadi teladan dan pendidik merupakan salah satu tanggung jawab seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan. Guru mempunyai kewajiban untuk membimbing anak, bertindak secara moral, menunjukkan kesabaran, dan menunjukkan pengertian sebagai teladan. Guru harus efektif dalam mencapai tujuannya dan memiliki nilai-nilai yang kuat serta disiplin yang tinggi. Namun pada kenyataannya, tidak semua pengajar memiliki kesabaran dan pemahaman yang dibutuhkan untuk mengoreksi muridnya. Siswa yang tidak ditegur seringkali langsung diberi peringatan. Siswa mendapat hukuman sebagai teguran maupun teguran jika tetap melanggar peraturan. Pelanggaran yang dipertimbangkan antara lain keterlambatan, tidak menyelesaikan tugas, membolos, rambut acak-acakan, pakaian tidak rapi, dan perilaku lainnya. Para pengajar PPKn senantiasa berupaya untuk menjadi teladan yang baik bagi para peserta didiknya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di lembaga Salah satu peraturan perundang-undangan tersebut ialah untuk mencerminkan sikap dan perilaku yang menjadi teladan bagi siswanya. Tidaklah penting untuk bersikap keras maupun menghukum untuk menanamkan disiplin siswa. sebaliknya, penting untuk memiliki seorang guru yang dapat menjadi panutan maupun contoh bagi siswanya. Berdasarkan latar penelitian yang telah diperhatikan dan diamati oleh para peneliti di SMKN 1 Pagerwojo Tulungagung, masih banyak siswa yang menunjukkan sifat dan perilaku yang masih belum dapat diatur oleh peneliti. Misalnya saja keterlambatan, tidak menyelesaikan pekerjaan rumah, tidak masuk kelas, berpakaian tidak pantas ke sekolah, tidak mengatur waktu, dan tidak melaksanakan norma-norma tertentu. Hal inilah yang harus ditangani secara bertahap karena mencakup karakter kedisiplinan dalam berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari yang perlu ditingkatkan oleh setiap siswa dalam segala hal. Disebabkan hal tersebut, para pendidik yang Pendidikan Kewarganegaraan mempertimbangkan hal ini. METODE PENELITIAN Penelitian yang berjudul Peran Guru Mata Pelajaran PPKn dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di SMKN 1 Pagerwojo Kabupaten Tulungagung menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berupaya mengungkap subjek yang di teliti secara utuh dan menyeluruh dengan berbagai aspek seperti lokasi, topik, dokumen maupun kejadian spesifik https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari yang berkaitan dengan penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini meliputi peran guru PPKn dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik yang di lakukan di SMKN 1 Pagerwojo yang beralamat di Jl. Raya Pagerwojo Ds. Mulyosari Kec. Pagerwojo Kab. Tulungagung. Mulyosari. Kec. Pagerwojo. Kab. Tulungagung. Informan dari penelitian ini terdiri dari guru PPKn yang ada di SMKN 1 Pagerwojo. Instrumen penelitian ini menggunakan alat untuk melakukan kegiatan penelitian antara lain angket, soal tes dan lembar observasi yang khusus digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data (Sugiyono. Ada tiga teknik yang digunakan peneliti yaitu observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi (Arikunto, 2. Peneliti menggunakan teknik analisis data menggunakan pendekatan yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman dalam (Narut & Nardi, 2. yang menarik kesimpulan dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Guru Mata Pelajaran PPKn Sebagai Pendidik dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Di SMKN 1 Pagerwojo Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti diatas, maka dapat disimpulkan bahwa, peran guru mata pelajaran PPKn sebagai pendidik dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMKN 1 Pagerwojo Kabupaten Tulungagung mempergunakan metode yang relevan. Mendisiplinkan peserta didik, khususnya pada mata pelajaran PPKn, memerlukan pengajaran yang penuh kasih sayang, yang bertujuan untuk membantu mereka menemukan jati diri, mengatasi hambatan, menghindari masalah kedisiplinan, dan berupaya menjadikan kegiatan belajar menyenangkan agar mereka mengikuti semua peraturan yang telah ditetapkan. Selain itu pendekatan yang relevan sangat berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik utamanya dalam penguatan kedisiplinan. Peran Guru PPKN. Terkait dengan proses pembelajaran metode mata pelajaran PPKN, siswa seringkali saling berbincang maupun bertukar pikiran. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Di antara tanggung jawab mereka sebagai pendidik ialah sebagai berikut. Guru Sebagai Motivator. Guru dapat mengkaji penyebab siswa kurang disiplin, malas belajar, dan rendahnya prestasi akademik dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa. Dalam hal antusiasme siswa untuk belajar, guru sangatlah penting. Ini ialah seni guru untuk mendukung misi disiplin muridnya. Guru harus selalu menjadi motivator bagi siswa karena di https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari dalam kelas, kemungkinan besar beberapa siswa tidak pernah sempat belajar dan hal-hal lain yang sejenis. (Ariana, 2. Pengajar menginspirasi dan membimbing siswa untuk mengatasi hambatan dalam kehidupan pribadi, intelektual, maupun sosial Mereka mendengarkan, memberikan bimbingan, dan membantu anak-anak mengambil kesimpulan yang bijaksana. Pengajar juga dipandang sebagai motivator pendidikan. Artinya, pengalaman guru sebelumnya akan berdampak besar pada siswa. Guru Sebagai Pendidik. Makna representatif berkaitan dengan haltersebut yakni guru berperan sebagai pendidik dengan bertanggung jawab menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. Mereka membantu siswa dalam memperoleh pemahaman menyeluruh tentang berbagai topik dan ide. Menurut Asri . , guru mempunyai standar kualitas pribadi, bertanggung jawab, berwibawa, mandiri, dan disiplin. Mereka juga menjadi panutan bagi murid- muridnya, uswatun hasanah, maupun idolanya. Selain itu, tugas seorang pendidik maupun instruktur ialah membantu siswa yang sedang tumbuh dalam mempelajari materi baru. Untuk membangun kepercayaan, pengajar dalam situasi ini harus lebih mahir dan kreatif dalam penggunaan definisi, ilustrasi, analisis, sintesis, menanya, menjawab, dan mendengarkan. Tawarkan berbagai perspektif, ubah strategi pengajaran, dan atur suasana emosional. Peran guru PPKn sebagai motivator dan pendidik sangat penting utamanya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMKN 1 Pagerwojo Tulungagung sangat krusial. Melalui berbagai strategi dan pendekatan yang disebutkan di atas, guru dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kedisiplinan dan perkembangan karakter siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan harmonis. Peran Guru PPKn dalam Kedisiplinan Peserta Didik. Dalam hal kedisiplinan siswa, tugas guru PPKn ialah memberi petunjuk, berdiri, dan memberikan pelajaran di depan kelas bersamaan dengan tugas penelitian maupun sebagai pengabdian kepada dunia pendidikan. Tanggung jawab utama seorang guru PPKn ialah membimbing peserta didik dalam bidang studi PPKn setelah mendapat izin dan tugas (Hamidah & Adi, 2. Inpres Pancasila dan Jati Diri Bangsa Fungsi guru dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Berikut beberapa ciri penting yang perlu dimiliki oleh instruktur PPKn: . Mengembangkan pemahaman tentang kewarganegaraan: Guru PPKn membantu siswa memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Mereka mengajarkan tentang konstitusi, hak asasi manusia, sistem pemerintahan, proses demokrasi, serta peran individu dalam masyarakat dan negara. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari Mendorong sikap demokratis: Guru PPKn berperan dalam membentuk sikap demokratis pada Mereka mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan pendapat, berpartisipasi dalam proses demokrasi, dan menghormati hak-hak orang lain. Hal ini membantu membentuk generasi yang dapat berkontribusi secara positif dalam masyarakat yang demokratis. Memberikan pemahaman tentang pluralisme dan toleransi: Guru PPKn juga berperan dalam mengajarkan tentang pluralisme dan toleransi. Mereka membantu siswa memahami dan menghargai keragaman budaya,agama, dan suku bangsa yang ada di Indonesia. Hal ini penting untuk membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Menanamkan rasa cinta tanah air: Guru PPKn membantu siswa mengembangkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap tanah air mereka. Mereka mengajarkan tentang sejarah bangsa, kekayaan budaya, serta tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Indonesia sebagai negara. Peran guru mata pelajaran PPKn sebagai motivator dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di SMKN 1 Pagerwojo Kabupaten Tulungagung. Guru PPKn di SMKN 1 Pagerwojo dapat memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Kedisiplinan yang baik tidak hanya bermanfaat dalam konteks pendidikan, tetapi juga membentuk karakter siswa untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan Peran guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. sebagai motivator dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik sangat penting di SMKN 1 Pagerwojo. Kabupaten Tulungagung. Berikut beberapa cara dan strategi yang bisa dilakukan oleh guru PPKn untuk memainkan peran tersebut. Memberikan Teladan yang Baik. Guru PPKn harus menjadi teladan dalam hal kedisiplinan. Keteladanan ini mencakup ketepatan waktu, kerapian, serta konsistensi dalam mengikuti dan menegakkan aturan sekolah. Ketika guru menunjukkan sikap disiplin, siswa cenderung akan menirunya. Menyisipkan Nilai-Nilai Disiplin dalam Materi Pembelajaran. Guru PPKn dapat mengintegrasikan konsep kedisiplinan dalam setiap topik yang diajarkan. Misalnya, ketika membahas tentang hukum dan peraturan, guru bisa menjelaskan pentingnya disiplin dalam mentaati peraturan untuk menciptakan masyarakat yang tertib dan harmonis. Membangun Kesadaran dan Pemahaman. Guru perlu menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya disiplin, baik dalam konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari. Diskusi tentang akibat-akibat dari kurangnya disiplin dan manfaat-manfaat dari sikap disiplin dapat membantu siswa menyadari pentingnya . Penggunaan Metode Pengajaran yang Variatif dan Interaktif. Metode pengajaran https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari yang menarik dan interaktif dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan mematuhi Misalnya, melalui role-playing, diskusi kelompok, maupun simulasi yang melibatkan situasi-situasi nyata dimana kedisiplinan sangat diperlukan. Memberikan Penghargaan dan Sanksi yang Adil. Guru PPKn harus konsisten dalam memberikan penghargaan kepada siswa yang menunjukkan sikap disiplin dan memberikan sanksi yang mendidik bagi yang melanggar. Penghargaan bisa berupa pujian, sertifikat, maupun penghargaan lainnya yang bisa memotivasi siswa untuk tetap disiplin. Melibatkan Siswa dalam Penetapan Aturan Kelas. Melibatkan siswa dalam merumuskan aturan kelas dapat meningkatkan rasa tanggung jawab mereka terhadap aturan yang dibuat. Dengan merasa ikut andil dalam penetapan aturan, siswa akan lebih termotivasi untuk mematuhi aturan tersebut. Menyediakan Bimbingan dan Konseling. Sebagai motivator, guru PPKn juga perlu menyediakan waktu untuk mendengarkan dan memberikan bimbingan kepada siswa yang memiliki masalah dalam hal Pendekatan yang personal dapat membantu siswa merasa dihargai dan didukung, sehingga mereka lebih termotivasi untuk berubah. Istilah dorongan dan motivasi sering digunakan secara bergantian. Dorongan maupun energi mengacu pada pengerahan tenaga mental dan fisik yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas. Termotivasi berarti memberikan dukungan emosional kepada seseorang sehingga mereka dapat dan akan menjalankan tanggung jawabnya dengan serius (Nasution, 2. Guru sebagai pendorong semangat belajar peserta didik mampu memberikan value dalam penguatan nilai-nilai kedisiplinan peserta didik di SMKN 1 Pagerwojo. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa: . Guru PPKn di SMKN 1 Pagerwojo dapat memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Guru PPKn harus menjadi teladan dalam hal kedisiplinan. Keteladanan ini mencakup ketepatan waktu, kerapian, serta konsistensi dalam mengikuti dan menegakkan aturan Ketika guru menunjukkan sikap disiplin, siswa cenderung akan menirunya. Guru PPKn harus konsisten dalam memberikan penghargaan kepada siswa yang menunjukkan sikap disiplin dan memberikan sanksi yang mendidik bagi yang melanggar. Penghargaan bisa berupa pujian, sertifikat, atau penghargaan lainnya yang bisa memotivasi siswa untuk tetap Guru sebagai pendorong semangat belajar peserta didik mampu emberikan value dalam penguatan nilai-nilai kedisiplinan peserta didik di SMKN 1 Pagerwojo. Guru sebagai https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 76-85 Intan Fitroh Kurnia. Hikmah Eva Trisnantari motivator secara representatif berkaitan dengan tanggung jawab menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. Mereka membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang berbagai subjek dan konsep. Pendidik sebagai motivator, artinya kepribadian dan jati diri seorang guru menjadi panutan, uswatun hasanah, idola bagi peserta didiknya, memiliki standar kualitas pribadi punya tanggung jawab, berwibawa, mandiri, dan disiplin. Selain itu, seorang pendidik atau guru bertugas membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya. Dalam kondisi ini guru dituntut lebih terampil dan inovatif dalam membuat ilustrasi, mendefinisikan, menganalisis, mensintensis, bertanya, merespon, menciptakan kepercayaan. Memberikan pandangan yang bervariasi, menyesuaikan metode pembelajaran, dan memberikan nada perasaan. DAFTAR RUJUKAN Afifudin. Penguatan Budaya Sekolah dalam Membangun Karakter Bangsa Peserta Didik. Tulugagung: UINSATU Press. Ariana. Psikologi Konseling. Surabaya: Airlangga. Arikunto. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. In Jakarta: Rineka Cipta. Asri. Micro Teaching. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Darmadi. Guru Jembatan Revolusi. Surakarta: CV Oase Group. Fadilah. Dkk. Pendidikan Karakter. Bojonegoro: CV. Agrapana Media. Hamidah. , & Adi. Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Karakter Nasionalisme Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Pucuk Lamongan. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 10. https://doi. org/10. 26740/kmkn. Narut. , & Nardi. Analisis Sikap Peduli Lingkungan Pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar di Kota Ruteng. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9. , 259Ae266. https://doi. org/10. 24246/j. Nasution. Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (Me. : Sebuah Peluang Atau Ancaman? (Tinjauan Kritis Terhadap Inovasi Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Pasar Beba. Prosiding Universitas Brawijaya. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Supardi. Kinerja Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024