eISSN 3090-7985 & pISSN 3090-5125 org/10. 63822/y8hwkm64 Vol. No. Juni Tahun 2025 Hal. Homepage https://ojs. id/index. php/ib Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 Rafly Mardiansyah1. Syabrina Maulidiah2. Austrarizky Fabrian P. R3. Dian Budiono4. Aryanti Devina T5. Adinda Noor A6. Muhammad Amirul I7. Tri Siwi Agustina8. John Hardi9 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga1-9 Email Korespodensi: rafly. mardiansyah-2023@feb. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel: Small and medium enterprises (SME. have a strategic role in driving local economic growth. Komunitas Bakery, a premium bakery business founded by a married couple in Surabaya since 2022, is one example of an SME with significant development potential. Despite having a loyal market. Komunitas Bakery still faces challenges in increasing brand awareness, operational efficiency, and a structured marketing strategy. This research uses the 5W1H method and field practice through direct observation and indepth interviews with business owners to identify problems and formulate The assistance focused on strengthening distribution channels . specially B2B), developing loyalty programs, creating merchandise, and optimizing human resource management through scheduling systems and SOPs. The results showed that B2B collaboration with cafes in Surabaya and Pandaan provided promising market expansion opportunities. Meanwhile, loyalty and discount programs based on consumer segmentation . tudents and nighttime shopper. were able to drive increased sales and customer engagement. The use of merchandise . umblers and totebag. also strengthens brand identity while supporting the principle of responsible consumption. This finding shows that the integration of marketing strategies and proper HR management can be the key to the successful development of premium culinary-based MSMEs such as Komunitas Bakery. Diterima Disetujui Diterbitkan 17-06-2025 18-06-2025 21-06-2025 Keywords : MSME. Bakery Community. Marketing. HR Management. Case Study Bagaimana Cara Sitasi Artikel ini: Rafly Mardiansyah. Syabrina Maulidiah. Austrarizky Fabrian Putra Ratmonohadi. Dian Budiono. Aryanti Devina Tamalo. Adinda Noor Azizah. Muhammad Amirul Ihsan. Tri Siwi Agustina, & John Hardi. Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025. Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 48-58. https://doi. org/10. 63822/y8hwkm64 Copyright A 2025 The Author. This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. s 48 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. a 49 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. PENDAHULUAN Pertumbuhan UMKM di Indonesia menunjukkan peranan penting dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di kota Surabaya, naiknya daya beli masyarakat kelas menengah membuka peluang bagi usaha bakery premium yang menawarkan inovasi cita rasa lokal dan internasional. Ngagel Jaya Selatan, yang terletak di jantung Kota Surabaya, merupakan kawasan multifungsi di mana pusatpusat bisnis, perkantoran, dan permukiman padat saling berdekatan. Dinamika urban di wilayah ini menciptakan permintaan yang tinggi terhadap produk dan jasa lokal, terutama di sektor kuliner, sebab konsumen kelas menengah perkotaan semakin mencari alternatif makanan berkualitas. Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan per kapita di kawasan ini melonjak signifikan, dari sekitar Rp 10,4 juta menjadi Rp 15,8 juta per bulan, menandai meningkatnya daya beli masyarakat dan kesempatan usaha yang semakin terbuka lebar. Melihat potensi tersebut. Ibu Fiani dan Bapak David menginisiasi Komunitas Bakery pada tahun 2022, dengan visi menghadirkan produk bakery premium yang menggabungkan standar kualitas internasional dan nilainilai lokal. Mereka tidak sekadar membangun toko roti, tetapi juga menciptakan wadah kolaboratif bagi para pecinta baking, pelanggan setia, dan pelaku UMKM sejenis. Pendekatan ini berfokus pada inovasi rasa, konsistensi mutu, serta estetika produkAisebuah strategi yang dirancang untuk memenuhi ekspektasi gaya hidup urban yang semakin mengapresiasi aspek AupengalamanAy dalam konsumsi sehari-hari. Berawal dari sistem pre-order. Komunitas Bakery kemudian resmi membuka gerai offline di Jl. Ngagel Jaya Selatan No. Surabaya, yang didukung oleh 10 karyawan paruh waktu. Selain memproduksi roti dan pastry, tim manajemen juga merancang merchandise . umbler & toteba. dan program loyalty card untuk menguatkan engagement pelanggan. Legalitas usaha termasuk NIB dan IMB telah lengkap, mencerminkan komitmen pemilik terhadap kepatuhan regulasi dan keberlanjutan usaha. Namun, di balik pertumbuhan yang menggembirakan, terdapat tantangan operasional yang perlu diatasi. Penjadwalan karyawan paruh waktu masih bersifat sentral pada supervisor, berisiko menimbulkan underatau over-staffing. Selain itu, pemisahan lokasi produksi dan penjualan menambah kompleksitas logistik, serta ketergantungan pada bahan baku impor berpotensi menyebabkan fluktuasi biaya. Kondisi ini menuntut penyusunan SOP yang solid dan sistem manajemen sumber daya manusia yang lebih efisien untuk memastikan kontinuitas dan kualitas layanan Komunitas Bakery. Dalam pendampingan kepada Komunitas Bakery dapat diidentifikasikan masalahnya yaitu: Penjadwalan Karyawan Manual: Proses penjadwalan paruh waktu masih dilakukan secara manual melalui spreadsheet bersama, sehingga sering terjadi keterlambatan finalisasi jadwal dan kesalahan alokasi shift. Under- dan Over-Staffing: Tanpa sistem validasi otomatis, beberapa shift terkadang kekurangan karyawan . nder-staffin. sedangkan shift lain berlebih . ver-staffin. , memengaruhi produktivitas dan kepuasan Kompleksitas Logistik Internal: Pemisahan lokasi produksi dan penjualan menuntut koordinasi pengiriman yang tidak selalu terjadwal dengan baik, berpotensi menimbulkan kekosongan stok di toko. Ketergantungan Bahan Baku Impor: Roti premium menggunakan bahan baku impor seperti tepung terigu spesial dan cokelat Belgia, yang rentan pada fluktuasi nilai tukar dan keterlambatan pengiriman. Optimalisasi Program Pemasaran: Meski sudah ada merchandise dan loyalty card, pelaksanaan promosi digital masih belum terintegrasi penuh sehingga jangkauan pelanggan potensial belum maksimal. Keterbatasan Sistem Pengawasan Kehadiran: Pencatatan check-in/check-out di spreadsheet rentan kesalahan input dan sulit dipantau real-time, mempersulit evaluasi kinerja dan penerapan sanksi. a 50 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. METODE Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif dengan kerangka 5W 1H dan teknik observasi langsung serta wawancara mendalam: a What: Apa yang diimplementasikan dalam pengembangan Komunitas Bakery di bidang pemasaran dan manajemen SDM? a Why: Mengapa strategi ini penting untuk Komunitas Bakery? a When: Kapan kegiatan pendampingan kepada Komunitas Bakery ini dilaksanakan? a Where: Dimana implementasi kegiatan pendampingan kepada Komunitas Bakery ini dilakukan? a Who: Siapa yang menjadi pihak terlibat dalam pendampingan kepada Komunitas Bakery? a How: Bagaimana implementasi dan analisis pendampingan kepada Komunitas Bakery dilakukan? HASIL DAN PEMBAHASAN Pada dasarnya, hasil analisis di Komunitas Bakery menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran terpaduAimeliputi merchandise, loyalty card, kanal B2B, dan program diskon bersama penyusunan SOP penjadwalan dan absensi karyawan menggunakan spreadsheet bersama, berhasil meningkatkan efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan tingkat kepatuhan staf pada standar kerja yang telah ditetapkan. Pengembangan Merchandise. Peluncuran tumbler berukuran 350 ml pada fase pendampingan mencatat penjualan langsung 5 unit pada toko offline dalam dua minggu pertama. Hasil ini menunjukkan adanya permintaan nyata untuk merchandise bernilai guna, sekaligus mendukung prinsip SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Peningkatan Brand Awareness melalui Totebag. Selain tumbler, desain dan distribusi totebag eksklusif terbukti memperkuat citra merek. Hal ini tercermin dari lonjakan engagement pada Instagram Reels Komunitas Bakery pasca-peluncuran, menandakan audiens semakin mengenal dan terikat dengan identitas visual komunitas. Efektivitas Program Loyalty Card. Implementasi loyalty card di mana setiap transaksi minimal Rp 30. mendapat satu stempel, dengan reward free croissant pada cap ke-5 dan totebag pada cap ke-10Aiberhasil meningkatkan frekuensi kunjungan pelanggan rata-rata 15 % dalam satu bulan analisis, sekaligus mendorong kenaikan rata-rata nilai transaksi per kunjungan hingga 8 %. Ekspansi Melalui Kanal B2B. Skema konsinyasi produk ke empat mitra kafe/resto (Coffee Toffee. Aiola. BorgBowl. Akarsan. meningkatkan volume penjualan mingguan hingga 20 %. Pendekatan ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga menstabilkan permintaan dengan pola pembelian terjadwal maupun bulk order sesuai kebutuhan mitra. Dampak Program Diskon Tersegmentasi. Diskon 10 % untuk mahasiswa yang menjadi 85 % pelanggan dan Aulate night discountAy 25 % untuk pastry pada jam 20. 00Ae21. 00 terbukti menambah penjualan sore hari hingga 12 %. Strategi ini memaksimalkan utilisasi toko pada jam non-peak tanpa mengganggu harga reguler di peak hour. Efisiensi Penyusunan Jadwal. Dengan penerapan SOP penjadwalan di spreadsheet bersama, waktu yang dibutuhkan untuk menyusun jadwal . hari y 2 shift y 2 oran. berkurang hingga 30 % dibandingkan metode manual sebelumnya. Kecepatan ini memungkinkan Supervisor lebih responsif terhadap perubahan ketersediaan Kepatuhan Minimal 3 Shift. Rata-rata karyawan memenuhi ketentuan minimal 3 shift per minggu . otal 18 ja. , dan frekuensi understaffing menurun 40 %. Mekanisme follow-up otomatis via WhatsApp untuk karyawan yang belum mengisi ketersediaan terbukti efektif dalam memastikan kelengkapan data. Akurasi dan Pengawasan Absensi. Pencatatan check-in/check-out di spreadsheet bersama memudahkan pemantauan waktu kedatangan dan pulang karyawan. Toleransi a 51 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. keterlambatan O 10 menit masih diakomodasi, sedangkan status AulateAy . Ae30 meni. dan AualphaAy (Ou 30 menit/tidak hadi. diberi poin sanksi sesuai dokumen AuKeterangan SanksiAy, sehingga evaluasi kinerja menjadi lebih objektif. Tantangan Operasional dan Rekomendasi. Meskipun spreadsheet bersama efektif, kendala sering muncul pada sinkronisasi saat koneksi lemah dan kurangnya fitur otomasi notifikasi. Disarankan untuk mengembangkan aplikasi penjadwalan khusus berbasis cloud agar proses input, validasi ketersediaan, dan rekap absensi dapat berjalan lebih stabil dan real-time. Tabel 1. Perkembangan pada produk Item Sebelum Pendampingan Sesudah Pendampingan Alasan Tumbler tidak ada Pembuatan tumbler ukuran 350ml Ukuran 350ml sesuai digunakan dengan takaran saji minuman yang dijual oleh komunitas, serta merealisasikan SDGs 12 responsible consumption and Tote bag tidak ada Pembuatan Totebag Pemasaran brand komunitas awareness dengan mencantumkan logo komunitas a 52 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. 2B (Aiola. Coffee Toffee. Akarsana. Borgbow. tidak ada kerjasama untuk mensupply bakery cafe setiap minggu Untuk memperluas pasar, serta menaikan penjualan Komunitas Bakery Loyalty Card tidak ada Pembuatan Loyalty Card Setiap pembelian produk komunitas dengan minimal Rp 000 akan mendapatkan satu stempel, apabila mencapai 5 stempel akan mendapatkan reward free butter croissant, apabila mencapai 10 stempel akan mendapatkan free tote bag a 53 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. Late night tidak ada Membuat diskon pada jam 8-9 malam Memperhatikan SDGs 12 responsible consumption and Program collab with tidak ada Menyebarkan poster ajakan Komunitas Bakery dengan Untuk menaikan brand awareness dengan mengadakan partnership dengan komunitas komunitas Diskon Mahasiswa tidak ada Sesuai observasi kelompok 6 dan data dari owner 85% pelanggan komunitas merupakan mahasiswa, maka kelompok 6 menyarankan pembuatan program diskon bagi mahasiswa aktif untuk menaikan penjualan. a 54 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. Pengungga han konten 6 tawarkan tidak ada Sebagai strategi pemasaran untuk meningkatkan serta menjaga loyalitas pelanggan komunitas bakery tidak ada Pelengkap program loyalty card Tabel 2. Hasil Pemasaran No. Keterangan Sistem Hasil Tumbler Penjualan Langsung 3 produk terjual dengan penjualan menetap di toko Tote bag Reward loyalitas 2 tote bag yang merupakan Reward dari program ini telah dicapai oleh dua a 55 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. Gambar 1. Lokasi Komunitas Bakery Gambar 2. Tampak Dalam Lokasi Penjualan Komunitas Bakery a 56 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. Gambar 3. Pedoman/Format Interview Gambar 4. Rancangan Standard Operational Procedure dan Keterangan Sanksi Gambar 5. Spreadsheets Jadwal dan Kehadiran Karyawan a 57 Strategi Pemasaran dan Sumber Daya Manusia pada Komunitas Bakery di Surabaya: Studi Kasus Februari-Juni 2025 (Mardiansyah, et al. KESIMPULAN Hasil pendampingan Komunitas Bakery selama bulan Februari-Juni 2025 bersama kelompok 6 mencakup pengembangan strategi pemasaran dan manajemen operasional usaha secara menyeluruh. Dalam pendampingan ini, kelompok 6 membantu Komunitas Bakery untuk meningkatkan brand awareness melalui pembuatan merchandise eksklusif berupa tumbler ukuran 350ml dan totebag yang menampilkan identitas visual komunitas. Selain itu, kelompok 6 juga menginisiasi program loyalty card, pemberian diskon untuk mahasiswa dan late night discount, serta memperluas pasar melalui kerja sama Business-to-Business (B2B) dengan kafe dan restoran seperti Coffee Toffee. Aiola. BorgBowl, dan Akarsana. Tujuan utama dari pengembangan ini adalah untuk membantu Komunitas Bakery dalam menjangkau segmen konsumen yang lebih luas, meningkatkan frekuensi pembelian, serta menciptakan pelanggan loyal. kelompok 6 juga memberikan solusi terhadap permasalahan sumber daya manusia dengan menyusun SOP penjadwalan staf paruh waktu dan menyarankan penggunaan aplikasi Hadirr untuk efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan jadwal kerja. Diharapkan setelah pendampingan ini. Komunitas Bakery mengalami peningkatan omzet, efisiensi operasional, serta memperkuat posisinya sebagai pelaku UMKM kuliner premium yang berdaya saing tinggi di Surabaya. Saran yang kelompok 6 berikan kepada Pemerintah Kota Surabaya adalah agar lebih aktif dalam memberikan pelatihan manajemen dan teknologi kepada UMKM, khususnya dalam digitalisasi proses bisnis, serta memfasilitasi kerja sama lintas pelaku usaha agar ekosistem UMKM dapat berkembang secara Kepada pihak akademisi, kelompok 6 menyarankan agar pendampingan terhadap UMKM dilakukan secara berkelanjutan dengan metode jemput bola dan pembinaan langsung di lapangan, khususnya dalam aspek pencatatan keuangan dan standarisasi operasional. Sementara itu, saran kelompok 6 kepada Komunitas Bakery adalah untuk melanjutkan dan mengembangkan sistem yang telah kelompok 6 bantu rancang, karena dari hasil awal terlihat potensi pertumbuhan yang tinggi, termasuk peluang kolaborasi dan ekspansi ke segmen pasar baru. Selain itu, strategi promosi berbasis SDGs seperti pengurangan plastik melalui penggunaan tumbler dan totebag perlu dipertahankan sebagai nilai jual yang relevan dengan tren konsumen masa kini. UCAPAN TERIMA KASIH - Terima kasih kelompok 6 ucapkan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga karena telah memberikan fasilitas untuk menjangkau UMKM. Terima Kasih kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Terima Kasih kepada Usaha Kecil Menengah Komunitas Bakery yang telah bersedia untuk menjadi objek pendampingan. DAFTAR PUSTAKA