Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 ARTIKEL RISET Pengaruh Mutu Pelaynan Kebidanan Terhadap Kepuasan Pasien Poli Kesehatan Ibu Dan Anak Syarifah Sahirah1. Wahida Munir2. Sry Wahyuni3,Amelia Darwis4. Ernawati5 Program Studi S1 Kebidanan,Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo,Indonesia Program Studi D3 Kebidanan,STIKES Marendeng Majene,Indonesia Program Studi S1 Kebidanan. Universitas Kurnia Jaya Persada,Indonesia Corespondensi : iraasahirah2@gmail. ABSTRAK Pelayanan kebidanan yang bermutu merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, terutama pada pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di fasilitas kesehatan. Kepuasan pasien menjadi indikator keberhasilan pelayanan, karena mencerminkan sejauh mana harapan pasien terpenuhi melalui kualitas pelayanan yang diberikan bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan kebidanan terhadap tingkat kepuasan pasien di Poli KIA. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 67 responden yang terdiri dari ibu hamil, bersalin, dan nifas yang datang berkunjung ke Poli KIA. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mencakup tiga komponen mutu pelayanan yaitu struktur, proses, dan outcome, serta indikator kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh antara variabel mutu pelayanan . dan kepuasan pasien . Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan kebidanan dalam kategori baik . ,7%), cukup . ,3%), dan kurang . ,7%). Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa puas . ,8%), sangat puas . ,7%), dan tidak puas . ,9,4%). Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,468, yang berarti mutu pelayanan berkontribusi secara positif terhadap kepuasan pasien Poli KIA. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik mutu pelayanan kebidanan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pasien. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan mutu pelayanan khususnya pada aspek proses dan outcome pelayanan agar kepuasan pasien di Poli KIA dapat terus ditingkatkan. Kata Kunci: Mutu pelayanan kebidanan, kepuasan pasien. Poli Kesehatan Ibu dan Anak. Bidan ABSTRACT Quality midwifery services are one of the key factors in improving patient satisfaction, particularly in Maternal and Child Health (MCH) services at health facilities. Patient satisfaction serves as an important indicator of service success, as it reflects the extent to which patientsAo expectations are fulfilled through the quality of care provided by This study aimed to determine the effect of midwifery service quality on the level of patient satisfaction at the MCH Clinic. This research used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 67 respondents, including pregnant, childbirth, and postpartum mothers who visited the MCH Clinic. Data were collected using a questionnaire that covered three components of service quality structure, process, and outcome as well as patient satisfaction indicators. Data were analyzed using a simple linear regression test to examine the influence Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 between the independent variable . ervice qualit. and the dependent variable . atient satisfactio. The results showed that most respondents rated the quality of midwifery services as good . 7%), moderate . 3%), and poor . 7%). The level of patient satisfaction indicated that the majority of patients were satisfied . 8%), very satisfied . 7%), and dissatisfied . 5%). The results of the simple linear regression test revealed a significant effect of midwifery service quality on patient satisfaction, with a p-value = 0. 000 and a correlation coefficient r = 0. indicating that service quality contributes positively to patient satisfaction at the MCH Clinic. It can be concluded that the better the quality of midwifery services, the higher the level of patient satisfaction. Therefore, continuous improvement in service quality particularly in the process and outcome aspects is essential to enhance patient satisfaction in the MCH Clinic. Keywords: midwifery service quality, patient satisfaction . Maternal and Child Health Clinic, midwife Tenggara (WHO, rends in maternal mortality. PENDAHULUAN Data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2023 Pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas. KIA sampai saat ini menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hal ini disebabkan masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia (Elba, 2. Pelayanan di Indonesia masih berada pada kisaran 189 per 000 kelahiran hidup, sementara Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 18 per 1. kelahiran hidup (Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia, 2. Namun, kesehatan publik karena kesehatan ibu dan anakAitermasuk bayi baru lahir dan balitaAi sangat menentukan kualitas hidup generasi sekarang dan mendatang. Di Indonesia, meskipun telah terjadi berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, namun angka tersebut masih tergolong tinggi. Berdasarkan data World Health Organization . , angka kematian ibu secara global mencapai sekitar 223 kematian per 100. 000 kelahiran hidup, dengan Indonesia masih termasuk dalam negara dengan rasio kematian ibu yang tinggi di kawasan Asia sepenuhnya diikuti dengan peningkatan mutu merupakan salah satu pilar penting dalam sistem menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) Berdasarkan (Donabedian A. , 1. mutu pelayanan kesehatan ditentukan oleh tiga komponen utama, yaitu struktur, proses, dan outcome. Struktur mencakup sumber daya seperti tenaga bidan, sarana dan prasarana, serta kebijakan pelayanan. proses mencakup cara bidan memberikan asuhan dan komunikasi dengan pasien. termasuk tingkat kepuasan pasien dan hasil kesehatan ibu dan anak. Mutu pelayanan yang rendah pada salah satu komponen ini dapat kepuasan pasien dan berdampak pada penurunan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 Kepuasan Di tingkat regional. Provinsi Sulawesi Pasien yang merasa puas cenderung mematuhi Selatan masih menghadapi tantangan serupa. saran bidan, melakukan kunjungan ulang, dan Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi merekomendasikan fasilitas kepada orang lain Selatan Tahun 2022, tercatat 195 kasus kematian (Mailintina, 2. Oleh karena itu, evaluasi mutu ibu dan 844 kematian bayi (Dinas Kesehatan pelayanan kebidanan terhadap tingkat kepuasan Provinsi Sulawesi Selatan, 2. Angka ini pasien menjadi penting dilakukan, terutama di Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang peningkatan mutu pelayanan kebidanan untuk menjadi garda terdepan pelayanan primer bagi menekan kematian maternal dan neonatal di ibu hamil, bersalin, dan nifas. daerah tersebut. Pemerintah Provinsi Sulawesi Keluhan pasien pada beberapa fasilitas Selatan juga mencatat bahwa sebagian besar kesehatan adalah lama waktu tunggu. Proses kasus kematian ibu dan bayi terjadi akibat keterlambatan penanganan di fasilitas kesehatan kesehatan menjadi masalah dalam menurunkan dan keterbatasan akses di wilayah kepulauan kepuasan pasien terutama dalam memperoleh (Sulsel, 2. pelayanan KIA. Lama waktu tunggu pasien Secara Kabupaten dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dapat Pangkajene dan Kepulauan (Pangke. , tantangan menyebabkan pasien mengalami ketidakpuasan. dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak masih Rasa bosan akibat terlalu lama menunggu dapat cukup besar, terutama karena karakteristik memberikan dampak pada tingkat kepuasan wilayah yang terdiri dari pulau-pulau dan daerah pasien terhadap pelayanan atau pengobatan yang pesisir yang sulit dijangkau. Meskipun demikian, harus menjadi perhatian pemerintah sehingga pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan akses dan mutu pelayanan melalui program kedepannya (Rohana Sofyana C, 2. seperti ambulans laut dan penguatan layanan primer (Sul-Sel, 2. Berdasarkan Autinjauan Data terbaru menunjukkan bahwa prevalensi pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten stunting di Pangkep menurun signifikan dari LuwukAy menyatakan bahwa tidak ada hubungan 34,1% pada tahun 2022 menjadi 25,2% pada antara kompetensi teknis dengan mutu pelayanan tahun 2024, menandakan adanya peningkatan tetapi ada hubungan antara efisiensi, ketepatan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak di waktu, dan kenyamanan dengan mutu pelayanan wilayah pangkep (Pangkep, 2. (Setyawati, 2. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 Fakta tersebut menegaskan pentingnya seluruh pasien ibu hamil, ibu nifas, dan ibu balita peningkatan mutu pelayanan di Poli KIA yang mendapatkan pelayanan di Poli KIA Puskesmas, yang berperan sebagai ujung tombak Puskesmas pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, yaitu jumlah kunjungan pasien KIA nifas, bayi baru lahir, dan balita. Mutu pelayanan selama 3 bulan terakhir sebanyak 215 orang yang baik ditentukan oleh tiga komponen utama Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah yaitu struktur, proses, dan hasil . sebagian pasien dari populasi yang memenuhi Struktur kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel ialah Proses Marang pengambilan sampel berdasarkan siapa saja yang pelaksanaan pelayanan yang sesuai standar datang ke Poli KIA dan memenuhi kriteria inklusi asuhan kebidanan dan pedoman nasional. Hasil selama waktu penelitian. yaitu penentuan jumlah pelayanan dapat dilihat dari tingkat kepuasan sampel menggunakan rumus slowvin sebanyak pasien, penurunan angka komplikasi, serta 67 responden. Analisis data dilakukan dengan perbaikan status kesehatan ibu dan anak. analisa univariat dan analisa bivariate untuk Oleh karena itu, penelitian tentang mutu mengetahui apakah ada hubungan variabel pelayanan Poli Kesehatan Ibu dan Anak di independen dengan variabel dependen. Analisa Puskesmas menjadi sangat penting. Dengan data akan dilakukan dengan menggunakan demikian, penelitian tentang mutu pelayanan Poli perangkat lunak dengan program SPSS. Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas menjadi sangat penting. Berdasarkan uraian latar belakang penelitian ini bertujuan untuk mengetahui HASILTabel 1. 1 Karakteristik Responden pengaruh mutu pelayanan kebidanan terhadap tingkat kepuasan pasien di Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Marang. Karakte Respon Kelomp ok Ibu Penelitian ini merupakan penelitian Usia . pengaruh mutu pelayanan kebidanan . truktur, proses, dan hasi. terhadap kepuasan pasien di Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Marang. Populasi dalam penelitian ini adalah Prese (%) Ibu Hamil SD/SMP SMA 20Ae35 > 35 kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Freku . Ibu Bersalin Ibu Nifas METODE Desain Kategori Pendidi Terakhi Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 Pergurua n Tinggi Ibu Rumah Tangga Pegawai/ Swasta Wiraswas Pekerja Paritas (Jumlah Anak Hidu. Jumlah terbanyak pada kelompok ibu rumah tangga menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki waktu yang cukup untuk memanfaatkan 1 anak pelayanan KIA di Puskesmas. Sementara sebagian besar responden tergolong multipara Frekuen Kunjun gan ke Poli KIA 1 kali Jum 2Ae3 kali Ou4 kali Total Dari segi usia, sebagian besar responden berada pada kelompok 20Ae35 tahun sebanyak 50 orang . ,6%), yang merupakan usia reproduktif sehat dan ideal untuk kehamilan serta persalinan. Sedangkan kelompok usian >35 tahun sebanyak 9 orang . ,5%) merupakan jumlah terendah. Berdasarkan sebanyak 42 orang . ,7%), dan terendah dengan pekerjaan wiraswasta yaitu 10 orang . ,9%). 2Ae3 anak Ou4 anak . Ae3 ana. sebanyak 37 orang . ,2%), dan grandemultipara (>4 ana. sebanyak 12 orang . ,9%). Hal kebidanan, sehingga dapat memberikan penilaian yang lebih objektif terhadap mutu pelayanan Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Mutu Pelayanan Kebidanan di Poli KIA . = . Kompo Mutu Pelayan Struktur Baik SMA/sederajat sebanyak 38 orang . ,7%), dan Cukup Kurang 6 9,0% Proses Outcom Tota 7 10,7 6 9,0% Sumber : Data Primer,2025 SD/sederajat Berdasarkan hasil penelitian terhadap 67 sebanyak 7 orang . ,4%). Pendidikan menengah responden yang terdiri dari ibu hamil, bersalin, menjadi kelompok terbanyak, menunjukkan dan nifas di Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bahwa sebagian besar ibu telah memiliki Puskesmas Marang, diketahui bahwa mutu pelayanan kebidanan secara umum berada pada Pendidikan diikuti kategori cukup dengan jumlah 23 orang Dari aspek pekerjaan, sebagian besar kategori baik dengan jumlah 38 orang . ,7%), . ,3%) dan kategori kurang yaitu 6 orang . ,0%) Hal ini ditunjukkan oleh sebagian besar Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 responden yang menilai aspek struktur, proses, kategori baik. Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Indikator Kepuasan Pasien di Poli KIA . = . Kepuasan Pasien Keandalan (Reliabilit. Daya Tanggap Sangat Puas Jaminan Empaty Bukti Fisik Tidak Tota Sumber : Data Primer,2025 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelayanan kebidanan di Poli KIA Puskesmas Marang. Secara keseluruhan, mayoritas responden menilai pelayanan pada setiap indikator dalam kategori puas dan sangat puas, dengan persentase terbesar terdapat pada indikator jaminan . yaitu 36 orang . ,7%) responden menyatakan sangat puas, diikuti oleh indikator empati 34 orang . ,7%) dan bukti fisik 33 orang . ,3%) Tabel 1. Hubungan Mutu Pelayanan Kebidanan dengan Kepuasan Pasien di Poli KIA Puskesmas Marang Tahun 2025 . = . Mutu Pelayan Kebida Baik Kepuasan Pasien Sang Puas Puas . , . ,6 Tid Pua Cukup . , . , . ,5 1%) %) Kurang . , . , . ,0 5%) %) Total 3%) %) Sumber : Data primer, 2025 Persent (%) 0,000 Hasil tabulasi silang memperlihatkan bahwa dari 39 responden yang menilai mutu pelayanan kebidanan dalam kategori baik, terdapat 20 orang . ,3%) yang menyatakan sangat puas, 17 orang . ,6%) yang menyatakan puas, dan hanya 2 orang . ,1%) yang merasa tidak puas. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik mutu pelayanan yang diberikan oleh bidan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Pada kelompok responden yang menilai mutu pelayanan dalam kategori cukup sebanyak 23 orang . ,3%), terdapat 6 orang . ,1%) yang menyatakan sangat puas, 13 orang . ,5%) yang menyatakan puas, dan 4 orang . ,4%) yang menyatakan tidak puas. Sedangkan pada kategori mutu pelayanan kurang sebanyak 8 responden . ,9%), sebagian besar yaitu 5 orang . ,5%) 0,468 Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. : 2356 Ae 1068 ISSN : Print Online : 2807 - 5617 menyatakan puas, dan hanya 1 orang . ,5%) yang merasa sangat puas. komunikasi, maupun kenyamanan fasilitas. Temuan Hasil uji statistik menggunakan regresi (Donabedian A. , 1. yang menyatakan bahwa linier sederhana menunjukkan nilai p = 0,000 (< mutu pelayanan kesehatan terdiri atas tiga 0,. dan koefisien korelasi r = 0,468, yang komponen utama, yaitu struktur . , berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan proses . , dan hasil . Struktur antara mutu pelayanan kebidanan terhadap mencakup sumber daya yang digunakan, seperti kepuasan pasien. Nilai RA = 0,219 menunjukkan tenaga kesehatan, sarana, dan fasilitas. Proses bahwa mutu pelayanan kebidanan memberikan mencakup cara tenaga kesehatan memberikan kontribusi sebesar 21,9% terhadap kepuasan pelayanan dan interaksi dengan pasien dan pasien, sedangkan sisanya . ,1%) dipengaruhi utcome adalah hasil yang dirasakan pasien, oleh faktor lain seperti komunikasi interpersonal, termasuk kepuasan terhadap pelayanan yang Ketika ketiga komponen ini berjalan kenyamanan ruang pelayanan. optimalAimisalnya bidan memiliki kompetensi yang baik, fasilitas memadai, dan pelayanan PEMBAHASAN Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara mutu dilakukan dengan komunikasi yang empatikAi maka akan menghasilkan tingkat kepuasan pasien yang lebih tinggi. pelayanan kebidanan terhadap tingkat kepuasan Hasil penelitian ini sejalan dengan pasien di Poli KIA Puskesmas Marang, dengan temuan yang melaporkan bahwa mutu pelayanan nilai p = 0,000 (< 0,. dan koefisien korelasi r = 0,468. Hal ini berarti semakin baik mutu kepuasan pasien Poli KIA, dengan dimensi pelayanan yang diberikan oleh bidan, maka proses pelayanan dan sikap tenaga kesehatan semakin tinggi pula tingkat kepuasan pasien. sebagai faktor paling dominan. Berdasarkan indikator Mutu pelayanan Hasil ini juga didukung oleh penelitian Kebidanan sebagian besar responden yang (Mailintina, 2. di RS Bhayangkara Brimob, menilai mutu pelayanan kebidanan baik . ,3%) yang menunjukkan bahwa peningkatan mutu menyatakan sangat puas, sedangkan responden pelayanan, khususnya dalam aspek responsivitas yang menilai mutu pelayanan kurang . ,5%) dan empati petugas, mampu meningkatkan sebagian besar menyatakan tidak puas. Hasil ini loyalitas serta kepuasan pasien terhadap layanan menunjukkan bahwa pasien cenderung menilai rawat jalan. kepuasan berdasarkan pengalaman langsung terhadap pelayanan yang mereka terima, baik dari Selain itu, penelitian (Silfia, 2. di Rumah sakit Lombok juga menemukan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. : 2356 Ae 1068 ISSN : Print Online : 2807 - 5617 hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan Secara empiris, temuan pada penelitian dengan kepuasan pasien pada layanan kesehatan ini menunjukkan fakta bahwa di Puskesmas ibu, dengan aspek ketepatan waktu dan kejelasan Marang, masih terdapat sebagian kecil pasien . ekitar 16,4%) yang menyatakan tidak puas berpengaruh terhadap kepuasan Namun, terhadap pelayanan. Hal ini menggambarkan bahwa masih terdapat aspek pelayanan yang sepenuhnya sejalan dengan studi yang dilakukan oleh (Sultoni A. , 2. dalam konteks layanan kenyamanan ruang tunggu, kecepatan pelayanan, tersebut, mutu pelayanan secara keseluruhan dan konsistensi sikap petugas. tidak sepenuhnya berdampak signifikan terhadap Penelitian ini terletak pada lokasi dan kepuasan pasien hanya beberapa aspek yang konteksnya, yaitu di Poli KIA Puskesmas memang punya hubungan yang menemukan Marang. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, bahwa meskipun mutu pelayanan sudah baik, yang hingga kini belum banyak dikaji secara tingkat kepuasan pasien tidak meningkat secara Perbedaan hasil ini diduga karena kebidanan terhadap kepuasan pasien. Penelitian adanya faktor eksternal seperti persepsi individu, ini memberikan kontribusi empiris bahwa mutu pengalaman sebelumnya, serta harapan pasien pelayanan pada fasilitas kesehatan tingkat terhadap pelayanan yang diterima. Dengan pertama . memiliki pengaruh nyata demikian, mutu pelayanan bukan satu-satunya terhadap pengalaman dan kepuasan pasien ibu faktor yang memengaruhi kepuasan, melainkan hamil, bersalin, dan nifas, sehingga dapat juga dipengaruhi oleh faktor subjektif dan dijadikan dasar untuk pengembangan program peningkatan mutu pelayanan kebidanan di tingkat Hasil pemahaman bahwa kualitas pelayanan kebidanan SIMPULAN memiliki peran fundamental dalam membentuk Berdasarkan hasil penelitian yang telah persepsi dan pengalaman positif pasien. Pasien dilakukan terhadap 67 responden yang terdiri dari yang merasa diperhatikan, dilayani dengan ibu hamil, bersalin, dan nifas di Poli Kesehatan ramah, dan diberikan penjelasan yang jelas akan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Marang, dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan kebidanan Sebaliknya, jika pasien menghadapi berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat waktu tunggu lama, fasilitas terbatas, atau kepuasan pasien. Sebagian besar responden komunikasi yang kurang baik, kepuasan mereka menilai mutu pelayanan kebidanan dalam akan menurun meskipun secara teknis pelayanan kategori baik . ,7%), dan sebagian besar pasien sudah sesuai standar. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 merasa puas hingga sangat puas . ,5%) terhadap Pihak pelayanan yang diberikan. Kesehatan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Secara Puskesmas Dinas juga diharapkan melakukan evaluasi berkala menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan terhadap aspek mutu pelayanan, terutama pada kebidanan, baik dari aspek struktur . arana, komponen proses dan outcome. Pengawasan fasilitas, dan tenag. , proses . ikap, komunikasi, yang lebih intensif, disertai pemberian umpan dan keterampilan bida. , maupun outcome . asil balik dan penghargaan bagi tenaga kesehatan dan kenyamanan pasie. , merupakan faktor yang menunjukkan kinerja baik, dapat menjadi penting dalam meningkatkan kepuasan pasien di strategi efektif untuk meningkatkan semangat Poli KIA. Hasil ini sejalan dengan teori kerja dan kepuasan pasien. Selain itu, penyediaan Donabedian sarana dan prasarana yang memadai, termasuk penelitian sebelumnya seperti (Silfia, 2. dan ruang pelayanan yang nyaman, ketersediaan alat, (Mailintina, 2. yang menunjukkan bahwa dan sistem antrean yang efisien, akan mendukung peningkatan pengalaman positif pasien selama . langsung terhadap kepuasan dan loyalitas pasien. Berdasarkan berada di fasilitas kesehatan. menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan DAFTAR PUSTAKA