PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . PENGARUH GAYA HIDUP HEDONISME DI KALANGAN PELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTA KUPANG Lukman Ratuloli Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Author: lukmaratuloli@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: . sejauh mana pengaruh gaya hidup hedonisme di kalangan pelajar terhadap prestasi belajar siswa/siswi di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang, . faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonisme di kalangan pelajar terhadap prestasi belajar siswa/siswi di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik eksplanatori kausal. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat prestasi belajar dan variabel independen adalah gaya hidup hedonisme. Besar sampel sebanyak 16 sampel, kemudian dilakukan wawancara dan pengisian kuesioner oleh siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kupang. Analisis data yang dilakukan dengan analisis uji validitas, uji reliabilitas, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi (R. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji chisquare menunjukkan nilai thitung < ttabel atau nilai thitung sebesar 2,373 > ttabel 2,145 sehingga adanya pengaruh yang signifikan dari gaya hidup hedonisme terhadap prestasi belajar siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Adapun gaya hidup hedonisme dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eskternal. Diharapkan siswa sebaiknya dapat menyikapi dengan bijak sehingga tidak mengakibatkan dampak negatif yang terlalu berlebihan dari gaya hidup hedonisme Kata Kunci: Gaya hidup. Hedonisme. Prestasi Belajar. ABSTRACT The purpose of this study was to find out: . the extent to which a hedonistic lifestyle influences among students on student achievement at the State Islamic Senior High School in Kupang City, . the factors that influence the hedonism lifestyle among students on student achievement at the State Madrasah Aliyah. Kupang City. The approach used in this research is quantitative with causal explanatory The sample size was 16 samples, and then interviews and questionnaires were completed by students of class XI IPS at the Kupang State Madrasah Aliyah. Data analysis was carried out by analyzing the validity test, reliability test, hypothesis testing, and the coefficient of determination test (R. Based on the results of the study using the chi-square test showed that tcount ttable 2,145 so that there is a significant influence of the hedonism lifestyle on student achievement in class XI IPS at Madrasah Aliyah Negeri Kupang City. The hodenism lifestyle is influenced by two factors, namely internal factors and external factors. It is hoped that students should be able to respond wisely so as not to result in excessive negative impacts from the hedonistic lifestyle. Keywords: Lifestyle. Hedonism. Learning Achievement PENDAHULUAN Era globalisasi memiliki pengaruh yang besar di kehidupan masyarakat yang menyebabkan terjadinya perubahan positif maupun negatif. Teknologi berkembang dengan sangat pesat dan salah satu diantaranya adalah teknologi informasi. Gaya hidup telah merasuki semua golongan tak terkecuali kalangan pelajar. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa gaya hidup pelajar kini sangat berbeda dengan gaya hidup pelajar yang dulu. Jika dahulu pelajar sering menghabiskan waktu dengan membaca buku, kini pelajar sering menghabiskan waktu dengan E-ISSN: mengunjungi pusat perbelanjaan dan sebagainya untuk mencari kesenangan (Pane & Patriana. Roumbanis, 2019. Sabang & Idris, 2022a, 2022b. Samuel & Burger, 2. Menurut Sartain (Dalyon. mengatakan lingkungan sosial . ocial environmen. adalah semua orang yang mempengaruhi kita. Pengaruh secara langsung seperti pergaulan kita seharihari dengan keluarga, teman, orang lain dan sepekerjaan. Sedangkan pengaruh tidak langsung dapat bisa melalui televisi, radio, surat kabar, dan media elektronik lainnya. Konsep lingkungan sosial berhubungan dengan pengaruh orang lain terhadap konsumen dalam situasi konsumsi. Misalnya, adanya suatu kelompok dapat menyebabkan tekanan kesesuaian atas konsumen. Orang-orang yang termasuk ke dalam status sosial paling tinggi sangat mudah untuk memenuhi kebutuhan primer maupun tersier. Berbeda dengan orang-orang yang termasuk ke dalam status sosial paling rendah yang terasa sulit untuk memenuhi kebutuhan primernya. Sehingga kemampuan-kemampuan pembelian tersebut membentuk gaya hidup dan tingkat konsumsi (Julyyanti et al. , 2022. Mandut et al. , 2021. Syahrul et al. , 2021. Syahrul & Kibtiyah, 2020. Zahrawati et al. , 2. Gaya hidup yang mengarah pada pola kehidupan yang hanya mencari kesenangan dan kenikmatan semata disebut dengan gaya hidup hedonis . ari, 2. Wahyuningsih . mengungkapkan bahwa gaya hidup hedonis dikalangan remaja saat ini disebabkan karena pengaruh pergaulan teman sebaya, kurangnya kontrol orang tua yang selalu mewujudkan keinginan anaknya, dan adanya pengaruh media sosial yang sedang berkembang. Mirza . menyatakan bahwa hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap orang akan menjadi bahagia dengan cara mencari kebahagian sebanyak mungkin. Gaya hidup hedonisme sudah menjadi semangat ini. Suatu pola hidup yang aktivitasnya hanya untuk mencari kesenangan dan kenikmatan materi, berkenyakinan akan pentingnya harta dalam hidup dan menjadikan materi sebagai sumber kepuasan dan ketidakpuasan. Orang-orang yang menganut aliran hedonis umumnya memiliki penampilan yang modis, dan sangat memperhatikan penampilan serta Penganut hedonisme berasal dari kalangan berada dan memiliki banyak uang karena banyaknya materi yang dibutuhkan sebagai penunjang gaya hidupnya. Gaya hidup hedonis, konsumtif dan fantatif ini akibat dari pengaruh era globalisasi dan era informasi (Aji, 2. Pelajar merupakan bagian dari masyarakat yang termasuk dalam kategori generasi penerus bangsa Indonesia di masa depan. Peran mereka sebagai generasi penerus akan menentukan kemajuan dan kemampuan Indonesia untuk bersaing dengan Negara lain dalam segala bidang baik ilmu pengetahuan, teknologi, informasi maupun lainnya. Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang sangat penting dalam sejarah kehidupan manusia karena PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN sepanjang kehidupan manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuannya masing-masing. Prestasi ini dapat memberikan kepuasan pada diri seseorang khususnya bagi mereka yang masih dalam proses belajar seperti siswa ataupun mahasiswa. Prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi: yakni sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan seseorang terhadap apa yang telah dikuasai dari proses belajar, prestasi belajar juga berfungsi sebagai penunjang untuk melanjutkan kepada jenjang pendidikan atau karir selanjutnya, dan prestasi belajar juga berfungsi sebagai bahan informasu dalam meningkatkan mutu pendidikan (Jyger, 2011. Nomleni, 2023. Pilkington, 2. Dalam meraih prestasi dalam belajar, seorang siswa dituntut untuk banyak meluangkan waktu untuk belajar dengan rajin, akan tetapi kebanyakan siswa saat ini lebih suka meluangkan waktu dan juga uangnya untuk bersenang-senang, sehingga waktu belajar sangat sedikit bahkan hampir tidak ada waktu untuk belajar, seluruh waktunya lebih banyak luangkan untuk nongkrong dengan teman-teman, jalan-jalan, shoping, dan pergi ke tempat-tempat hiburan lainnya yang membuat siswa terlena terhadap kemewahan dan kesenangan, sehingga terbawa kepada gaya hidup yang hedonis. Menurut Well dan Tigert . alam Anjelita, 2. aspek-aspek gaya hidup hedonis yaitu minat, aktivitas dan opini. Minat diartikan sebagai apa yang menarik dari suatu lingkungan individu tersebut memperhatikannya. Minat dapat muncul terhadap suatu objek, peristiwa, atau topik yang menekan pada unsur kesenangan hidup yaitu fashion, makanan, benda-benda mewah, tempat berkumpul, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Aktivitas yang dimaksud adalah cara individu menggunakan waktunya yang berwujud tindakan nyata yang dapat dilihat misalnya lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, lebih banyak membeli barang-barang yang kurang diperlukan, pergi ke pusat pembelanjaan dan kafe. Mufidah & Wulansari . mengungkapkan bahwa setiap individu saling bersaing agar mendapatkan atensi berdasarkan segala sesuatu yang ditampilkan melalui media sosial. Baik itu berupa kegiatan jalan-jalan ke tempat hits, nongkrong di kafe, makan di restoran mewah, membeli dan memakai barang-barang branded, merayakan ulang tahun mewah maupun kegiatan lain yang menunjang unggahan media sosial demi mendapatkan sejumlah like, komentar, dan penilaian yang baik dari orang lain. Oleh sebab itu, mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan popularitas tersebut salah satunya menunjukkan gaya hidup Gaya hidup hedonisme merupakan suatu dorongan individu untuk berperilaku dengan memegang prinsip kesenangan. Sebenarnya, gaya hidup seperti ini sah-sah saja dilakukan oleh seseorang yang memang mampu untuk menjalani kehidupan yang seperti ini. Namun, akan menjadi berbahaya apabila dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki modal sosial yang PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN memadai. Dampak yang ditimbulkan antara lain memiliki sifat boros, tidak produktif, berbohong, pola bekerja yang berlebihan dan sampai menggunakan cara instan seperti melakukan hal yang negatif, perilaku konsumtif bukan saja memiliki dampak ekonomi, tetapi juga dampak psikologis, sosial dan etika (Philip, 2. Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sependapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Maraknya anak dan remaja yang terjangkit virus hedonis, tak lepas dari pengaruh lingkungan sekitar yang memang telah terwarnai faham hidup kapitalisme. Hedonisme merupakan salah satu nilai yang teradopsi dari faham hidup ini. Sikap hedonis muncul karena salah mengartikan makna kebahagiaan, dan terjebak pula pada kesalahan sikap dalam memenuhinya. Perilaku gaya hidup hedonisme yang tampak dikalangan anak-anak, remaja hingga orang dewasa saat ini, disamping adanya perubahan dari kehidupan masyarakat modern, diyakini pula adanya perubahan pada proses perkembangan individu. Hal ini ditandai dengan keinginan untuk mandiri dan mencari konsep diri. Budaya hedonisme ini tidak hanya dapat merusak generasi penerus bangsa, namun juga dapat mengakibatkan dampak yang buruk bagi perkembangan dunia pendidikan serta bagi kehidupan bangsa indonesia. Melihat hal ini tersebut maka perlu ada antisipasi baik dari pemerintah, pendidik maupun bagi orang tua. Dalam penelitian Haryono & Lamsike . dengan judul Pengaruh Gaya Hidup Hedonisme dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar PAI di SMAN 1 Pinolosian Kab. Bolaang Mongondow Selatan menyimpulkan bahwa gaya hidup hedonis tidak berpengaruh terhadap hasil belajar sehingga hasil belajar dapat lebih optimal karena peserta didik di SMA N 1 Pinolosian kurang melakukan gaya hidup yang mewah dan suka bersenang-senang. Jika peserta didik memiliki gaya hidup yang positif maka akan memberikan hal positif juga, seperti melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan selalu ingin membantu dan berusaha mencapai prestasi yang baik. Sebaliknya, jika peserta didik yang memiliki gaya hidup yang negatif cenderung mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di lingkungan sekitar dan kurang dapat menerima pendapat orang. karena pada hakikatnya perilaku hidup hedonis cenderung tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Pada penelitian ini gaya hidup hedonis termasuk dalam kategori rendah. Karena lingkungan sekitar belum terpengaruh dengan gaya hidup yang Artinya sebagian peserta didik yang ada di SMA N 1 Pinolosian tidak menyukai perilaku saling bersaing dalam konteks kepemilikan barang mewah maupun lainnya. PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Pengaruh tontonan dan tayangan televisi . inetron, selebriti dan ikla. juga dapat mengundang pelajar untuk mengejar gaya hidup hedonisme. Tayangan sinetron di televise kebanyakan remajanya menganut gaya hidup hedonisme, apa-apa belanja di mall, nongkrong sehabis pulang sekolah. Adanya media sosial popular dan kebanyakan disukai pelajar. Tayangan televisi ataupun berita melalui internet saat ini banyak mengupas tentang berpacaran, pelukan, ciuman, hamil di luar nikah dikalangan pelajar dan bermesraan di depan umum sudah tidak apa-apa lagi. Dari fenomena diatas yang diperkuat dengan hasil observasi bahwa Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang terdapat beberapa siswa yang mengikuti gaya hidup Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang merupakan salah satu sekolah unggulan yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ajaran islam. Dalam mengembangkan kedisiplinan peserta didik, maka sekolah ini telah ada peraturan yang harus diikuti peserta didik, salah satunya seperti : jam 06. 45 peserta didik harus sampai disekolah, setiap harinya melaksanakan sholat dhuha dan dzuhur berjamah di mushollah sekolah. Namun permasalahannya adalah penulis melihat dilapangan adanya ketidak sesuaian dengan hal tersebut, masih ada juga siswa yang tidak melaksanakan tugas-tugasnya dan masih terlambat. Banyak pelajar yang ke sekolah menggunakan motor, dan beberapa jenis motor yang mewah untuk ukuran pelajar. Tidak hanya itu pelajar juga menggunakan HP dengan spesifikasi yang tinggi. Hal ini tentu mengakibatkan tergerusnya tujuan mulia pendidikan negara ini yang seharusnya mencerdaskan kehidupan bangsa tapi faktanya moral penerus bangsa kian hari semakin merosot. Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang sangat penting dalam sejarah kehidupan manusia karena sepanjang kehidupan manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuannya masing-masing. Prestasi ini dapat memberikan kepuasan pada diri seseorang khususnya bagi mereka yang METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori kausal untuk mengidentifikasi hubungan sebab dan akibat antar variabel dan menjelaskan secara deskriptif hasil-hasil pengolahan datanya (Sugiyono, 2. Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan positivistic . ata konkri. , data penelitian berupa angka-angka yang akan diukur menggunakan statistic sebagai alat uji penghitungan, berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan (Sugiyono. Tempat dan Waktu Penelitian PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN a. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang, khususnya pada siswa/siswi kelas X1 IPS. Alasan pemilihan lokasi penelitian ini adalah karena ditemukan gejala gaya hidup hedonis pada siswa/siswi di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, bulan pertama dilakukan pengumpulan data, dan bulan kedua dilakukan pengelolaan data. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Penelitian Populasi adalah waktu generalisasi yang terdiri dari objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Berdasarkan data jumlah siswa/siswi di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang diketahui jumlah siswa/siswi kelas XI IPS sebanyak 105 orang. Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tertentu. Sedangkan ukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan suatu penelitian (Sugiyono, 2. Besarnya sampel yang diambil tergantung dari banyaknya jumlah populasi. Jika jumlah populasi kurang dari 100 sebaiknya diambil semua sehingga disebut penelitian populasi. Namun, jika jumlah populasi lebih besar dan banyak maka dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih, hal ini tergantung dari : Kemampuan dari segi waktu, tenaga dan biaya Sempit atau luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek karena menyakut sedikitnya Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh peneliti. Jika risiko besar maka sebaiknya jumlah sampel juga besar karena hasilnya akan lebih. Berdasarkan batasan di atas, maka besarnya sampel pada penelitian ini diambil sebanyak 15% dari jumlah populasi sehingga didapatkan: = 15% x 105 = 15,75, dibulatkan menjadi 16. Jadi, sampel penelitian pada penelitian ini berjumlah 16 orang. PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Pada penelitian ini cara pengambilan sampel adalah menggunakan teknik simple random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Teknik Pengumpulan Data Observasi Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui atau menyelidiki tingkah laku nonverbal yakni dengan menggunakan teknik observasi. Menurut Sugiyono . observasi merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Observasi juga tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek alam yang lain. Melalui kegiatan observasi peneliti dapat belajar tentang perilaku dan makna dari perilaku tersebut. Observasi dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya pada siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara . yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai . untuk memberikan jawaban atas pertanayaan yang diberikan (Sugiyono. Objek penelitian ini menggunakan teknik wawancara yang terstruktur yaitu dimana pewawancara memberikan pertanyaan yang sesuai dengan daftar pertanyaan yang sudah tertulis atau fleksibel. Dalam subjek penelitian ini wawancara dilakukan dengan siswa/siswa kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Angket/Kuesioner Pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu menggunakan kuesioner. Data tersebut didapatkan memberikan angket/kuesioner pada sampel penelitian. Menurut Sugiyono . angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara bertemu langsung kepada respondennya itu siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Dokumentasi Dokumentasi merupakan catatan yang berlalu berbentuk gambar, foto, sketas dan lainlain. Dokumentasi merupakan pelengkap dari pengguna metode observasi dan wawancara. Objek penelitian ini di dokumentasikan sebagai pendukung mengenai hasil penelitian dari PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN observasi dan wawancara pada siswa/siswa kelas XI IPS di Madarasah Aliyah Negeri Kota Kupang (Sugiyono, 2. Teknik Analisis Data Uji Validitas Menurut Sugiyono . Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data . itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur. Meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. Dalam menentukan jumlah responden uji coba instrument peneliti menggunakan keseluruhan dari jumlah subjek penelitian yaitu sebanyak 16 Orang. Uji validitas dalam penelitian ini, menggunakan Product Moment Pearsons pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 2. Kriteria pengujian: Dasar pengambilan Uji Validitas Person Perbandingan nilai rhitung dengan rtabel Jika nilai rhitung > rtabel = valid Jika nilai rhitung < rtabel = tidak valid Cara mencari nilai rtabel dengam N=16 pada signifikansi 5% pada distribusi nilai rtabel statistic, maka diperoleh nilai rtabel sebesar 0,497. Melihat nilai signifikansi (Si. Jika sig . -taile. < . , maka kuesioner dinyatakan valid . Jika sig . -taile. > . , maka kuesioner dinyatakan tidak valid. Uji Reliabilitas Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mengukur data memberikan hasil relative konsisten bila dilakukan pengukuran ulang pada subyek yang sama, fungsi dari uji realibilitas adalah mengetahui sejauh mana keadaan alat ukur atau kuesioner . Menurut Sugiyono . instrument yang reliable bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda, instrument yang reliable berarti instumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama, uji reliabilitas kuesioner menggunakan prosedur yang sama dengan uji Reliable artinya konsisten atau stabil, suatu alat ukur dikaitkan reliable apabila hasil alat ukur tersebut konseisten sehingga dapat dipercaya. Uji reliabilitas pada penelitian PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN ini, menggunakan pengolahan data yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 2. (Statistical Program and Service Solutio. Alat Uji Hipotesis Regresi Liner Sederhana Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana. Analisis regresi sederhana digunakan untuk meprediksi atau menguji pengaruh satu variabel bebas atau variabel independent terhadap variabel terikat atau variabel dependent. Bila skor variabel bebas diketahui maka skor variabel terikatnya dapat diprediksi besarnya. Analisis regresi juga dapat dilakukan untuk mengetahui linearitas variabel terikat dengan variabel bebasnya. Model dari regresi sederhana yang ditunjukan untuk melakukan prediksi nilai variabel dependen (Y) dengan menggunakan lebih dari satu variabel independen (X). Persamaan dalam regresi sederhana adalah sebagai berikut: Y = a bX Dimana : Y = Terhadap prestasi belajar X = Analisis pengaruh gaya hidup hedonis b = Koefisien analisis pengaruh gaya hidup hedonis a = Konstanta Dari data yang sudah dikumpulkan dan tersusun secara sistematis, kemudian akan dianalisis dalam menggunakan pendekatan kualitatis, yaitu menguraikan data dalam kalimat-kalimat yang jelas, terperinci sehingga analisis akan mudah dilakukan dalam penarikan suatu kesimpulan. Syarat Uji Regresi Linear Sederhana - Valid dan Reliabel - Normal dan Linear Dasar Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan dalam uji regresi linear siderhana dapat mengacu pada dua hal, yakni: Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai probabilitas 0,05 Jika nilai signifikansi < 0,05, artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Jika nilai signifikansi > 0,05, artinya variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y. Membandingkan nilai thitung dengan ttabel PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Jika nilai thitung > ttabel artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Jika nilai thitung < ttabel artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Uji Koefisien Regresi Sederhana (Uji T) Pengujian secara parsial menggunakan uji t . engujian signifikansi antara parsia. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengujian adalah: menyusun hipotesis nol (H. dan hipotesis alternative (H. Menetapkan kriteria pengujian yaitu: Ho diterima jika angka signifikansi lebih besar dari = 5% . Ho ditolak jika angka signifikansi lebih kecil dari = 5% Uji Koefisien Determinasi (R. Fungsi dari uji R2 yaitu untuk mengukur sejauh mana kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Uji R2 dinyatakan dalam persentase yang nilainya berkisaran antara 0< R2<1. Kriteria pengujiannya yaitu sebagai berikut: Jika nilai R2 mendekati 0 menunjukkan pengaruh yang semakin kecil Jika nilai R2 mendekati 1 menunjukkan pengaruh yang semakin kuat. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas. Uji Reabilitas. Uji Hipotesis, dan Uji Koefisien Determinasi (R. Pengaruh Gaya Hidup Hedonisme. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur ketepatan suatu item dalam kuesioner atau skala yang ingin diukur. Validitas item ditunjukkan dengan adanya dukungan terhadap skor total. Dalam penentuan valid atau tidaknya item yang digunakan, kegiatan yang harus dilakukan adalah membandingkan rhitung dengan rtabel, dimana taraf signifikansi yang digunakan adalah 05 dengan N=16. Untuk mengetahui tingkat validitas tersebut, maka dilakukan terlebih dahulu perhitungan statistic dengan menggunakan program SPSS 2. Adapun hasil output perhitungan uji validitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Berdasarkan tabel 3 di atas, secara keseluruhan item pernyataan pada variabel X dapat dinyatakan valid karena seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari hasil rtabel sebesar 0. Berdasarkan tabel 4 diatas, secara keseluruhan item pertanyaan pada variabel Y dapat dinyatakan valid karena seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari hasil rtabel sebesar Uji Reabilitas Uji reabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukurannya diulang. Dalam hal ini uji PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode CronbachAos Alpha, dengan kriteria bahwa tingkat alpha hitung lebih besar dari koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,600-1,000 maka data yang diujikan memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi. Adapun perhitungan tingkat alpha dilakukan dengan menggunakan program SPSS 2. Adapun hasil dari perhitungan dapat terlihat pada tabel hasil output SPSS di bawah ini. Hasil uji reliabilitas variabel X dapat dilihat ada output Reliability Statistics pada tabel 5. Dimana hasil yang diperoleh dari nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. 959 dan karena hasil tersebut lebih kecil dari nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,800-1,000 maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut Hasil uji reliabilitas variabel Y dapat dilihat ada output dilihat ada output Reliability Statistics pada tabel 6 Dimana hasil yang diperoleh dari nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. dan karena hasil tersebut lebih dari nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,800-1,000 maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut reliabel. Hasil Uji Hipotesis Teknik Analisis Regresi Sederhana Analisis regresi sederhana digunakan untuk memprediksi atau menguji pengaruh satu variabel bebas atau variabel independent terhadap variabel terikat atau variabel dependent. Regresi sederhana dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Dependent Variable: Prestasi Belajar Berdasarkan tabel 7 diatas, dapat dijelaskan mengenai hubungan antara gaya hidup hedonisme (X) terhadap prestasi belajar (Y) dimana artinya diketahui nilai Constant . sebesar 21,631 sedangkan nilai prestasi belajar . /koefisiensi regres. sebesar 0,283 sehingga persamaan regresinya dapat ditulis: Y = a bX Y = 21,631 0,283X Persamaan tersebut dapat diterjemahkan bahwa konstanta sebesar 21,631 mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel gaya hidup hedonisme adalah sebesar 21,631. Koefisien regresi X sebesar 0,283 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai prestasi belajar, maka nilai gaya hidup hedonisme bertambah sebesar 0,283. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif. Uji Koefisien Regresi Sederhana (Uji T) Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi pada gaya hedonisme berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Berdasarkan nilai signifikansi : dari tabel Coefficient diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,032 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel gaya hidup hedonisme (X) berpengaruh terhadap variabel prestasi belajar (Y). PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Berdasarkan nilai t : diketahui nilai thitung sebesar 2,373 > ttabel 2,145, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima atau variabel gaya hidup hedonisme (X) berpengaruh terhadap variabel prestasi belajar (Y) siswa/siswi kelas XI IPS Angkatan 2022 di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Catatan : cara mencari ttabel Ttabel = (/2 . n-k-. = . ,05/2 . 16-1-. = . ,025 . ilihat pada distribusi nilai ttabe. = 2,145 Uji Koefisien Determinasi (R. Uji determinasi digunakan untuk mengetahui presentasi sumbangan pengaruh variabel gaya hidup hedonisme (X) terhadap variabel prestasi belajar (Y). Uji (R. dilakukan dengan bantuan SPSS 2. 3 yang hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut: Predictors: (Constan. Gaya Hidup Hedonisme Berdasarkan tabel 4. 6 dapat diketahui hasil uji determinasi pada output model summary besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,536. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinan R Square sebesar 0,287 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas . aya hidup hedonism. terhadap variabel terikat . restasi belaja. adalah sebesar 28,7%. Uji Validitas Dan Uji Reabilitas Faktor-faktor Hedonisme Uji Validitas Berdasarkan tabel 9 di atas, secara keseluruhan item pernyataan pada variabel faktor Internal dapat dinyatakan valid karena seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari hasil rtabel sebesar 0. Berdasarkan tabel 10 di atas, secara keseluruhan item pernyataan pada variabel faktor Eksternal dapat dinyatakan valid karena seluruh item pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari hasil rtabel sebesar 0. Uji Reabilitas Hasil uji reliabilitas variabel faktor Internal dapat dilihat ada output Reliability Statistics pada Dimana hasil yang diperoleh dari nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. 641 dan karena hasil tersebut lebih kecil dari nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,600-0,799 maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut reliabel. Hasil uji reliabilitas variabel faktor Internal dapat dilihat ada output Reliability Statistics pada tabel 11. Dimana hasil yang PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN diperoleh dari nilai CronbachAos Alpha sebesar 0. 647 dan karena hasil tersebut lebih kecil dari nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,600-0,799 maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut reliabel. PEMBAHASAN Pengaruh Gaya Hidup Hedonisme Terhadap Prestasi Belajar Siswa Gaya hidup hedonis merupakan suatu pola hidup yang aktivitas untuk mencari kesenangan hidup. Hedonisme akan menjadi salah satu racun bagi pendidikan bila terus menerus dibiarkan. Budaya negatif ini telah mengikis sense of crisis pada generasi muda terhadap permasalahan bangsa. Gaya hidup hedonis dapat menjadikan mental manusia rapuh, muda putus asa, cenderung untuk tidak mau berusaha, tidak mau hidup prihatin, selalu menginginkan jalan pintas dan tidak mau bekerja keras. Seseorang yang sudah terlanjur mengikuti gaya hidup hedonisme akan cenderung mengalami bagian yang menurutnya menyenangkan, sedangkan hal-hal yang tidak menyenangkan berusaha untuk dihindari. Gaya hidup hedonis cenderung dengan nongkrong di mall, berkumpul dengan orang-orang yang berduit, dan selalu memilih barang dengan harga mahal dengan tujuan supaya terkesan mewah di hadapan banyak orang. Karakteristik gaya hidup hedonis identik dengan gaya hidup glamor, hura-hura, foya-foya dan bersenang-senang. Gaya hidup hedonis merupakan budaya yang bertentangan dengan ajaran islam namun sangat digemari dan dijadikan gaua hidup . ife styl. oleh remaja masa kini yang seolah bersepakat untuk menjadikan gaya hidup hedonis sebagai AutauladanAy dalam pergaulan. Hedonisme sebagai fenomena dan gaya hidup sudah tercermin dari perilaku generasi muda sehari-hari. Mayoritas pelajar berlomba-lomba dan bermimpi untuk bisa hidup mewah. Berfoya-foya dan nongkrong di kafe, mall dan plaza. Gaya hidup hedonisme seperti ini akan mempengaruhi prestasi belajar secara akademik, dikarenakan sedikitnya waktu yang digunakan untuk belajar, sehingga prestasi belajar mengalami penurunan. Adapun hasil penelitian yang diujikan kepada siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang terkait gaya hidup hedonisme dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang sudah diolah menggunakan SPSS 2. bahwa didapatkan uji analisis regresi linier sederhana Y = 21,631 0,283X, dengan artian bahwa hubungan antara gaya hidup hedonisme (X) terhadap prestasi belajar (Y) dimana artinya nilai a = 21,631 jika gaya hidup hedonisme adalah 0 maka, prestasi belajar sebesar 21,631. Adapun koefisien regresi variabel gaya hidup hedonisme (X) sebesar 0,283, artinya adalah gaya hidup hedonisme mengalami peningkatan sebear 1% maka prestasi belajar (Y) PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN akan mengalami peningkatan sebesar 0,283%. Koefisien bernilai positif berarti terjadi hubungan positif antara gaya hidup hedonisme dan prestasi belajar. Semakin besar gaya hidup hedonisme maka akan semakin meningkat prestasi belajar. Berdasarkan H1 pada pembahasan sebelumnya dapat diterima jika ttabel dengan taraf signifikansi 5% : 2 = 2,5% . ji 2 sis. dan derajat kebebasan . n Ae k Ae 1 atau 16 Ae 1 Ae 1 = 14. Dengan pengujian dua sisi tersebut hasil yang diperoleh untuk t tabel sebesar 2,145. Sedangkan untuk thitung pada variabel gaya hidup hedonisme sebesar 2,373. Berdasarkan hasil tersebut maka thitung pada gaya hidup hedonisme lebih besar dari ttabel . ,373 > 2,. , dan berdasarkan tingkat signifikansi 0,032 > 0,05 dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya hidup hedonisme berpengaruh terhadap prestasi belajar secara signifikan. Dengan adanya pengaruh gaya hidup hedonisme terhadap prestasi belajar hal ini menunjukkan bahwasanya gaya hidup hedonisme berpengaruh terhadap prestasi belajar. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan hal yang sama dengan penelitian terdahulu oleh Kamaruddin. Andi Tenri Ummu & Haji Mustaqim yang menyatakan bahwa gaya hidup hedonisme berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dengan hasil yang menyatakan bahwa nilai thitung gaya hidup hedonisme sebesar 3,890 > nilai ttabel sebesar 1,66055 serta nilai signifikansi motivasi belajar sebesar 0,000. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya hidup hedonisme berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil uji determinasi pada output model summary terdapat pada kolom R Square 0,287 atau 28,7%. Hasil menunjukkan bahwa tingkat hubungan pengaruh gaya hidup hedonisme dengan prestasi belajar sebesar 28,7%, dan sisanya sebesar 71,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dapat pada penelitian ini. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Hedonisme di Kalangam Pelajar Menurut Kotler . mengemukkan bahwa secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis dibedakan menjadi dua faktor yang berasal dari dalam diri individu . dan dari luar diri individu . Berdasarkan data penelitian diatas, faktor-faktor yang mempengaruhi hedonisme ada faktor internal dan faktor eksternal. Dari data penelitian di atas, disimpulkan bahwa uji validitas dan reabilitas untuk alat ukur kuesionernya di katakana valid dan reliabel. Dimana hasil uji validitas di katakana valid karena nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel yaitu 0,497. Begitupun dengan nilai reliabel pada uji reabilitas faktor-faktor hedonisme. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha tersebut lebih PRODISNG ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN kecil dari nilai koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,600-0,799 maka dapat disimpulkan bahwa alat ukur dalam penelitian tersebut reliabel. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang dapat ditarik kesimpulan: Gaya hidup hedonisme mencapai presentase sebesar 95,9%. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup siswa tergolong baik karena berada pada rentang interval 80%-100% yang dikategorikan Ausangat tinggiAy. Adanya pengaruh yang signifikan dari gaya hidup hedonisme terhadap prestasi belajar siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan arah regresi yang ternyata nilai thitung < ttabel atau nilai thitung sebesar 2,373 > ttabel 2,145, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima atau variabel gaya hidup hedonisme (X) berpengaruh terhadap variabel prestasi belajar (Y) siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang. Timbulnya gaya hidup hedonisme di kalangan siswa/siswi kelas XI IPS di Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang disebabkan oleh dua faktor, faktor internal dan faktor Faktor internal yaitu pandangan hidup yang mengatakan bahwa hidup hanya sekali dan didorong sifat alamiyah manusia yang dipenuhi rasa ingin tahu menyebabkan seorang individu berperilaku untuk memenuhi rasa kesenangan dan kepuasan dalam Selanjutnya faktor eksternal dari kelompok pertemanan dan dari keluarga. DAFTAR PUSTAKA