Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PENYULUHAN PENDIDIKAN SEKS BAGI SISWA SMPN 4 TERBANGGI BESAR Deri Ciciria1. Aurora Nandia Febrianti2. Tri Indiastuti Kurniasih3. Umi Farida4. Ni Ketut Ariningsih5 STKIP PGRI Bandar Lampung cici201528@gmail. com, 2auroraangel14@gmail. com, 3ktryindiastuti@gmail. ummifarida2017@gmail. com, 5niketutari229@gmail. Abstrak: Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mencegah penyakit menular seksual, dan memahami dampak perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab. Metode penyuluhan yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi kasus. Materi disampaikan secara terstruktur menggunakan bahasa yang sesuai dengan perkembangan kognitif siswa. Penyuluhan ini menitikberatkan pada pendekatan preventif dengan memberikan informasi faktual dan membangun kesadaran akan pentingnya perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah penyuluhan, terdapat peningkatan yang signifikan dalam tingkat pemahaman Sebelum kegiatan, hanya sekitar 30% siswa yang memiliki pengetahuan dasar mengenai pendidikan seks. Namun, setelah penyuluhan, lebih dari 85% siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar terkait materi yang disampaikan. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam berdiskusi, mencerminkan minat mereka terhadap topik ini. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa dan memperkuat peran sekolah dalam mendukung pendidikan karakter dan kesehatan remaja. Kata kunci: Pendidikan seks, perilaku remaja, penyuluhan, siswa SMP Abstract: The purpose of this activity was to increase students' knowledge about the importance of maintaining reproductive health, preventing sexually transmitted diseases, and understanding the impact of irresponsible sexual behavior. The counseling methods used included lectures, interactive discussions, and case simulations. The material was delivered in a structured manner using language that was appropriate to the students' cognitive development. This counseling emphasized a preventive approach by providing information and building awareness of the importance of responsible behavior in everyday life. The results of the activity showed that after the counseling, there was a significant increase in the level of student understanding. Before the activity, only about 30% of students had basic knowledge of sex education. However, after the counseling, more than 85% of students were able to answer questions correctly related to the material presented. In addition, students showed high enthusiasm in discussions, reflecting their interest in this topic. This activity has a positive impact on students and strengthens the role of schools in supporting character education and adolescent health. Keywords: Sex education, adolescent behavior, counseling, junior high school students Penyuluhan Pendidikan Seks bagi Siswa SMPN 4 Terbanggi Besar PENDAHULUAN Pendidikan seksualitas merupakan komponen krusial dalam perkembangan remaja, terutama bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP). Di Indonesia, topik ini sering dianggap tabu, sehingga banyak remaja tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat. Menurut survei yang dilakukan oleh Durex Indonesia pada tahun 2019, 84% remaja belum menerima pendidikan seks sejak dini, dan mayoritas baru mendapatkan informasi tersebut pada usia 14-18 tahun (Retania. Hasfi, & Luqman, 2. Keterlambatan meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Minimnya pendidikan seks formal di sekolahsekolah Indonesia menjadi salah satu penyebab utama kurangnya pengetahuan remaja tentang seksualitas. Meskipun Kurikulum 2013 (Kurtila. memuat aspek kesehatan reproduksi, materi tersebut tidak disampaikan secara komprehensif dan hanya diberikan pada tingkat SMP dan SMA (Khoirotun, 2. Padahal, pendidikan seks yang komprehensif seharusnya dimulai sejak dini dan disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Kurangnya edukasi seksual yang memadai berdampak signifikan terhadap kesehatan remaja. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya lebih dari 20. kasus infeksi sifilis di Indonesia pada tahun 2022, dengan 63% penderitanya berusia 25-49 tahun (Susilawati & Irawan. Selain itu, angka kekerasan seksual pada anak juga tinggi, mencapai sekitar 000 kasus pada tahun 2023 (Hotifah. Zen. Khowatim, & Saputra, 2. Kondisi ini menunjukkan urgensi implementasi pendidikan seks yang penyebaran penyakit menular seksual dan kekerasan seksual di kalangan remaja. SMPN Terbanggi Besar merupakan salah satu sekolah yang belum menerapkan program pendidikan seks secara formal. Berdasarkan observasi awal, banyak siswa yang belum memahami perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama masa pubertas, serta risiko yang terkait dengan perilaku seksual yang tidak aman. Kurangnya pemahaman ini dapat menyebabkan perilaku yang tidak sehat, seperti akses terhadap konten pornografi dan perilaku seksual pranikah. Penyuluhan pendidikan seks di SMPN 4 Terbanggi Besar bertujuan untuk perubahan selama masa pubertas, dan pentingnya menjaga perilaku seksual yang Materi mencakup pengenalan organ reproduksi, proses pubertas, risiko penyakit menular seksual, dan pentingnya menjaga batasan Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif, dengan melibatkan siswa dalam diskusi dan simulasi untuk meningkatkan pemahaman mereka. Implementasi pendidikan seks di sekolah menghadapi berbagai tantangan, termasuk anggapan tabu dari masyarakat dan kurangnya dukungan dari pihak Pendidikan seks di Indonesia masih lemah karena dianggap tabu, sehingga upaya untuk memberikan edukasi seksual secara komprehensif menemui banyak hambatan (Yani. Mawarpury. Sari, & Ulfa, 2. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang sensitif terhadap nilai-nilai budaya dan agama setempat, serta melibatkan orang tua dan komunitas dalam proses edukasi. Pendidikan seks yang komprehensif memiliki dampak positif dalam mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan Menurut penelitian, pendidikan seks dapat membantu remaja memahami tindakan prinsipil dalam menjaga kesehatan fisik dan reproduksi mereka, serta membangun hubungan sosial yang lebih sehat dan positif (Zubaidah. Sabarrudin, & Yulianti, 2. Dengan demikian, penyuluhan pendidikan seks di Deri Ciciria. Aurora Nandia Febrianti. Tri Indiastuti Kurniasih. Umi Farida. Ni Ketut Ariningsih Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. SMPN 4 Terbanggi Besar diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, pendidikan seks juga berperan dalam mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Data menunjukkan bahwa 46,67% kekerasan seksual terjadi di sekolah dasar (Poerwanti. Makmun. Paramitha, & Kusumaningrum, 2. menunjukkan bahwa edukasi mengenai batasan diri dan hak atas tubuh perlu diberikan sejak dini. Melalui penyuluhan ini, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga diri dan menghormati orang lain, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pentingnya pendidikan seks juga didukung oleh data yang menunjukkan tingginya angka kehamilan remaja di Indonesia. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kurangnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor utama meningkatnya angka kehamilan remaja di Indonesia (Novaeni. Dharminto. Agusyahbana, & Mawarni. Dengan memberikan informasi diharapkan remaja dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi mereka. Selain itu, pendidikan seks juga menghindari paparan konten pornografi yang semakin mudah diakses melalui Menurut survei yang dilakukan oleh KPAI dan Kemenkes pada tahun 2013, sekitar 62,7% remaja di Indonesia telah terpapar konten pornografi (Aprisye. Sudirman, & Yani, 2. Dengan edukasi yang tepat, remaja dapat diberikan pemahaman mengenai dampak negatif dari pornografi dan bagaimana cara menghindarinya. Penyuluhan pendidikan seks di SMPN 4 Terbanggi Besar melibatkan orang siswa sebagai bagian dari upaya menciptakan pertahanan diri yang mendukung perkembangan remaja. Oleh karena itu, penyuluhan ini penting METODE Pelaksanaan penyuluhan pendidikan seks di SMPN 4 Terbanggi Besar dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan melibatkan tim pengabdian dan siswa . siswa kelas IX) secara aktif dalam kegiatan diskusi, tanya jawab, brain stroming, dan studi Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan inklusif, sehingga peserta dapat memahami materi secara mendalam dan aplikatif. Pendekatan partisipatif memungkinkan peserta didik menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran, yang efektif untuk menginternalisasi nilainilai penting yang disampaikan (Freire. Kegiatan pengabdian dengan judul penyuluhan pendidikan seks di SMPN 4 Terbanggi Besar dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu 3-4 September 2024 bertempat di Aula SMPN 4 Terbanggi Besar. Kegiatan ini berlangsung selama @ 4 jam di mulai pukul 08. 00 hingga 00 yang diikuti sebanyak 40 peserta. Luaran yang ditargetkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah adanya pendidikan seks di SMPN 4 Terbanggi Besar. Disamping itu siswa diharapkan mampu menerapkan pencegahan perilaku berisiko, kesehatan reproduksi dan penguatan nilai-nilai moral. Luaran tersebut dapat dilihat dari pemahaman siswa sebelum dan setelah penyuluhan Selain itu, luaran pengabdian ini juga berupa publikasi pelaksanaan kegiatan pengabdian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Persiapan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul "Penyuluhan Penyuluhan Pendidikan Seks bagi Siswa SMPN 4 Terbanggi Besar Pendidikan Seks di SMPN 4 Terbanggi Besar" dilakukan secara sistematis untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif dan mencapai tujuan yang Tahapan melibatkan beberapa langkah kunci Analisis Kebutuhan Tahap pertama adalah melakukan analisis kebutuhan melalui survei awal dan wawancara dengan pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, dan konselor. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa terkait pendidikan seks, isu-isu yang relevan, serta tantangan yang Hasil menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai kesehatan reproduksi dan perubahan selama masa pubertas. Penyusunan Modul dan Materi Berdasarkan hasil analisis, tim menyusun modul penyuluhan yang topik-topik perubahan fisik dan emosional selama pubertas, pengenalan organ reproduksi, risiko perilaku seksual berisiko, dan cara menjaga batasan Materi ini dirancang sesuai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan menyesuaikan dengan nilai-nilai lokal dan agama agar mudah dipahami siswa. Koordinasi dengan Pihak Sekolah Koordinasi menyusun jadwal kegiatan dan memastikan ketersediaan fasilitas yang diperlukan, seperti ruang kelas, proyektor, dan peralatan pendukung lainnya. Selain itu, persetujuan dari orang tua siswa juga diperoleh melalui surat edaran untuk memastikan partisipasi penuh dan dukungan dari keluarga. Pelatihan Tim Pelaksana Tim penyuluh, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kesehatan, diberikan pelatihan penyampaian materi yang interaktif dan berbasis partisipasi. Hal ini penyuluhan berlangsung secara efektif dan relevan. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kegiatan penyuluhan pendidikan seks di SMPN 4 Terbanggi Besar dilaksanakan secara terstruktur pada tanggal 3-4 september 2024, kegiatan workshop dimulai dari pukul 08. kegiatan juga dibagi kedalam beberapa tahap utama untuk memastikan tujuan kegiatan tercapai. Setiap tahapan dirancang agar siswa dapat memahami materi secara komprehensif dan aplikatif. Pembukaan dan Pengarahan Kegiatan dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah dan ketua tim Sesi memberikan pengantar mengenai pentingnya pendidikan seks bagi Selain itu, siswa diberikan pengarahan mengenai aturan dan menciptakan suasana yang kondusif dan interaktif. Sesi Pemaparan Materi Materi disampaikan menggunakan metode presentasi interaktif yang didukung oleh media audio-visual, seperti video pendek dan infografis. Topik yang disampaikan meliputi perubahan fisik dan emosional selama pubertas, dampak perilaku seksual berisiko, serta cara menjaga batasan diri. Penyampaian materi ini dilakukan oleh tim pengabdian yaitu: Deri Ciciria. Hum. Aurora Nandia Febrianti. Pd. Tri Deri Ciciria. Aurora Nandia Febrianti. Tri Indiastuti Kurniasih. Umi Farida. Ni Ketut Ariningsih Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Indiastuti Kurniasih. Pd. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dengan ceramah bervariasi, diskusi, brain storming, tanya jawab, dan studi kasus. Diskusi Kelompok dan Simulasi Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk berdiskusi mengenai situasi sehari-hari yang relevan dengan topik, seperti tekanan teman sebaya atau paparan konten Simulasi atau role play digunakan untuk melatih siswa menghadapi situasi tersebut dengan respons yang sehat dan bertanggung Sesi Tanya Jawab Pada akhir sesi, siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih Evaluasi Kegiatan Evaluasi masyarakat dengan judul "Penyuluhan Pendidikan Seks di SMPN 4 Terbanggi Besar" dampaknya, serta mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap pemahaman siswa, keterlibatan guru, dan efektivitas metode yang digunakan. Evaluasi Pemahaman Siswa Setelah selesai, dilakukan pre-test dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Soal mencakup topik-topik utama seperti pengenalan organ reproduksi, dan cara menjaga batasan diri. Hasil post-test pemahaman siswa meningkat secara rata-rata peningkatan nilai sebesar 55% dibandingkan pre-test. Tabel 1. Hasil pre test dan post test Rata-rata Pretest Rata-rata Posttest Dengan demikian diketahui bahwa terjadi peningkatan Pendidikan Seks siswa di SMPN 4 Terbanggi Besar. Observasi Partisipasi dan Respons Siswa Selama sesi diskusi kelompok dan simulasi, tim pengabdian mencatat kemampuannya dalam menerapkan materi yang telah dipelajari. Sebagian besar siswa menunjukkan antusiasme dan keterbukaan dalam kegiatan ini. Umpan Balik dari Guru dan Orang Tua Guru yang mengikuti penyuluhan memberikan umpan balik mengenai relevansi dan kualitas materi yang Mereka menyatakan bahwa materi yang diberikan membantu mereka memahami cara mendampingi siswa dalam topik kesehatan reproduksi. Selain itu, orang tua yang diundang untuk menyatakan apresiasi terhadap program ini karena membantu menjelaskan hal-hal yang sulit mereka sampaikan sendiri. Rekomendasi dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi merekomendasikan pelaksanaan penyuluhan lanjutan secara berkala dan pengintegrasian materi pendidikan seks dalam program pembelajaran di sekolah. Guru juga diberikan pelatihan keberlanjutan program ini. Dengan program ini diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk memberikan dampak yang lebih luas. Penyuluhan Pendidikan Seks bagi Siswa SMPN 4 Terbanggi Besar Pembahasan Penyuluhan pendidikan seks di SMPN 4 Terbanggi Besar merupakan upaya strategis dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi, perubahan selama pubertas, dan perilaku yang bertanggung jawab. Pendidikan seks yang tepat pada usia remaja sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko dan meningkatkan Menurut penelitian, pendidikan seks dapat membantu remaja memahami tindakan prinsipil dalam menjaga kesehatan fisik dan reproduksi mereka (Sumanto, 2. Remaja perkembangan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya informasi yang akurat mengenai seksualitas dapat menyebabkan misinformasi dan perilaku Data menunjukkan bahwa 84% Indonesia mendapatkan pendidikan seks formal (Pratama. Hayati, & Supriatin, 2. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan informasi yang perlu segera diatasi melalui program edukasi yang Pelaksanaan penyuluhan di SMPN 4 Terbanggi Besar pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses Pendekatan ini sejalan dengan teori pendidikan kritis yang dikemukakan oleh Paulo Freire, yang menekankan pentingnya partisipasi aktif peserta didik dalam proses edukasi untuk mencapai pemahaman yang mendalam dan kritis (Al Ayyubi. Hayati. Azizah. Herdiansyah, & Mirayanti, 2. Pendidikan harus menjadi proses dialogis yang memberdayakan peserta didik untuk Materi yang disampaikan mencakup pengenalan organ reproduksi, perubahan selama pubertas, risiko perilaku seksual pranikah, dan cara menjaga batasan diri. Penyusunan materi ini didasarkan pada panduan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menekankan pentingnya pendidikan seks sebagai bagian dari kurikulum untuk membekali remaja dengan pengetahuan yang benar mengenai seksualitas. Selain itu, materi disesuaikan dengan nilai-nilai lokal dan agama untuk memastikan penerimaan yang baik dari siswa dan orang tua. Penggunaan seperti diskusi kelompok dan simulasi dalam penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi pemahaman yang lebih Menurut penelitian, metode pembelajaran yang interaktif dapat meningkatkan retensi informasi dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam menghadapi situasi nyata (Mazna. Nazirah. Farhana, & Marsitah. Selain itu, penggunaan media audio-visual dalam penyuluhan dapat meningkatkan daya tarik dan pemahaman siswa terhadap topik yang kompleks. Keterlibatan guru dan orang tua dalam program penyuluhan ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan edukasi dan pengawasan terhadap perilaku siswa. Guru diberikan pelatihan tambahan untuk dapat melanjutkan program secara mandiri, sementara orang tua diajak untuk berpartisipasi dalam sesi penutupan guna memahami materi yang disampaikan kepada anak-anak mereka. Menurut penelitian, peran orang tua dalam pendidikan seks sangat penting untuk membimbing remaja dalam memahami perubahan yang terjadi pada diri mereka dan menghindari perilaku Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai topik yang disampaikan. Selain itu, umpan balik dari guru dan orang tua menunjukkan apresiasi terhadap pelaksanaan penyuluhan lanjutan secara Deri Ciciria. Aurora Nandia Febrianti. Tri Indiastuti Kurniasih. Umi Farida. Ni Ketut Ariningsih Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Menurut penelitian, pendidikan seks yang diberikan secara berkelanjutan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi Program penyuluhan ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya pendidikan seks bagi remaja. Menurut penelitian, pendidikan seks dapat membantu remaja memahami tindakan prinsipil dalam menjaga kesehatan fisik dan reproduksi mereka (Zubaidah et al. , 2. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa pendidikan seks dapat mencegah perilaku seksual berisiko dan meningkatkan kesehatan reproduksi remaja (Wati. Dengan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas. SIMPULAN Penyuluhan pendidikan seks di SMPN 4 Terbanggi Besar merupakan langkah positif dalam memberikan edukasi yang komprehensif kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas. Pendekatan partisipatif dan metode interaktif yang digunakan dalam program ini terbukti efektif dalam Keterlibatan guru dan orang tua juga memastikan keberlanjutan edukasi dan pengawasan terhadap perilaku siswa. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pelaksanaan pendidikan seks di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan remaja. DAFTAR PUSTAKA