E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. PERMASALAHAN PEMEROLEHAN BAHASA PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS STKIP-MB DI TINJAU DARI ASPEK NEUROLINGUISTIK WINDA TRISNAWATI STKIP Muhammadiyah Muara Bungo Email: trisnawatiwinda@gmail. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis peran fungsi hemisfer otak terhadap permasalahan pemerolehan bahasa khususnya bahasa Inggris. Proses pemerolehan bahasa mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Muhammadiya Muara Bungo dianalisis dengan memperhatikan aspek neurologi yang bertujuan mempermudah pengajaran bahasa asing. Penilitian ini menggunakan pendekatan deskriptif qualitative. Sumber datanya adalah mahasiswa prodi pendidikan bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan padan referential dan padan pragmatik. Metode penyajian data menggunakan metode Ditinjau dari aspek neurolinguistik, ada dua proses berbahasa di otak. Pertama, adalah proses berbahasa produktif . Kemampuan listening dan reading merupakan kegiatan dekode yang diproses dalam otak. Kegiatan listening dan reading melibatkan hemisfer kiri dan hemisfer kanan, selain itu juga melibatkan lobus parietal, dan lobus temporal. Sedangkan proses enkode merupakan proses berbahasa di dalam otak yang bersifat produktif. Kemampuan berbahasa yang memiliki sifat produktif adalah speaking dan writing. Proses speaking dan writing di otak melibatkan hemisfer kiri dan hemisfer kanan, serta lobus frontal. Kata kunci: pemerolehan bahasa, peran otak dan bahasa, neurolinguistik ABSTRACT This study analyzed the role of brain hemisphere function toward the problem of language acquisition especially in English. The language acquisition process of students of the English Education Department of STKIP Muhammadiya Muara Bungo was analyzed by taking into account the neurological aspects that aim to facilitate the teaching of foreign languages. This research used a descriptive qualitative approach. The data sources were students of English Education Department of STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. The method of data collection used the observation method. Data collection techniques were carried out using skillful listening techniques, recording techniques, and note-taking Data analysis method used referential method and equivalent pragmatics method. Methods of presenting data used informal method. Based on the neurolinguistics aspect, there are two language processes in the brain. First, is the productive language process . The ability to listen and read is a decode activity that is processed in the brain. Listening and reading activities stkip-mmb. id/index. php/mp E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. involve the left hemisphere and the right hemisphere, the parietal lobe, and the temporal lobe. While, the encoding process is a language process in the brain that is productive. Language skills that have productive qualities are speaking and writing. The speaking and writing process in the brain involves the left hemisphere and the right hemisphere, and the frontal lobe. Keyword: language acquisition, role of brain and language, neurolinguistics PENDAHULUAN Metode pengajaran selalu berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan era globalisasi. Pengajaran dari tingkat dasar sampai jenjang pendidikan tinggi selalu mengadakan evaluasi evaluasi guna memperbaiki mutu Mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan daya keberhasilan siswa dalam Guru Kebanyakan kurikulum dirancang untuk membentuk kemampuan akademik siswa menjadi unggul. Penyusunan kurikulum di Indonesia sekarang ini sudah tidak hanya menimbangkan hal akademik saja tapi berupa sikap, attitude, moral sudah menjadi dikembangkan dan dimiliki oleh siswa, seperti aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sebenarnya tak hemisfer otak manusia. Terutama Bahasa asing yang utamanya bukan bahasa ibu membuat anak butuh proses dalam pemerolehan bahasa asing. Sebagai pengajar bahasa asing harus sadar bahwa stkip-mmb. id/index. php/mp pemerolehan bahasa sangat erat kaitannya dengan peran fungsi kerja otak. Otak merupakan pusat manusia yang memiliki fungsi sangat vital. Otak manusia terdiri dari 78% air, 10% lemak, dan 8% Sebagaian komponen otak berada dalam lainnya ada pada cerebellum (Putra, 2013:49-. Cereberum . tak besa. berperan menjalankan fungsi manusia dan proses pengambilan cerebellum . tak keci. berfungsi untuk mengendalikan gerakan tubuh di dalam ruang dan mengatur sikap, posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan tubuh yang timbul secara sadar. Otak manusia terdiri dari dua hemisfer, yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Chaer . 3: . mengatakan bahwa fungsi bicara-bahasa dipusatkan pada hemisfer kiri. Hemisfer kiri selain berperan dalam bicarabahasa juga berperan untuk fungsi memori yang bersifat Sebaliknya, kanan penting untuk fungsi emosi, lagu, isyarat . , baik yang emosional maupun E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Jika ditinjau dari sudut pemrosesan bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis, benarbenar terjadi (Arifuddin, 2010 : Perkembangan terakhir membuktikan hemisfer kanan Menurut bahasa dalam komunikasi lisan pragmatik, dikendalikan oleh hemisfer kanan. Pandangan ini mengoreksi pandangan yang menominasikan hemisfer kiri Menurut Sastra . bahwa hemisfer kiri dan hemisfer kanan mempunyai fungsi dan tugas masing-masing, tapi saling melengkapi satu sama Hemisfer kiri berperan sebagai pemantau kemampuan . ercakap-cakap, menamakan benda, mengulang sesuatu, membaca, dan menuli. , berperan dalam hal kemampuan menggunakan bahasa dengan baik . ntonasi, nada, tekanan, gerakan isyarat tubuh, tangan, dan ekspresi waja. agar lawan bicara dapat memahami isi pikiran dan perasaan yang ingin Pins dalam Sastra . merumuskan perbedaan anatomi, perbedaan fungsi hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Secara anatomi, hemisfer kiri lebih stkip-mmb. id/index. php/mp banyak bahan abu-abu . , interdaerah, dan daerah temporal lebih besar, sedangkan hemisfer kanan lebih banyak bahan putih . , penghubung antardaerah, dan daerah prefrontal lebih besar. Secara pengolahan, hemisfer kiri . , memperhatikan detil . , terpencar, perhatian terpencar, perhatian terbagi, pengolahan parallel . , lebih holistis. Secara fungsional, hemisfer kiri berfungsi dalam tugas kebahasaan dan praksis . ola gerakan beruruta. , berfungsi dalam tugas ruang visual dan koordinasi program gerak serentak. Hemisfer kiri diasumsikan mengahsilkan cara berpikir yang ukuran, dan sifatnya logis Ae Hemisfer kiri mengatur cara berpikir seseorang dalam artian pola pikir yang lebih rasional dan terukur, sifatnya Kemampuan hemisfer kiri ini lah yang dapat menjelaskan segala sesuatu yang sifatnya detail, berurutan, terperinci, parsial, logis, dan memberikan kinerja analitis dalam proses berpikirnya. Orang yang didominasi oleh hemisfer kiri menjadi tidak berani keluar dari ide-ide umum dan E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. standar demi menciptakan ide progresif dan baru. Hemisfer kanan cenderung persamaan, khayalan, emosi, musik, dan warna. Cara berpikir hemisfer kanan sifatnya lateral, tidak terstruktur, cenderung tidak memikirkan hal Ae hal yang Daya ingat hemisfer kanan juga bersifat panjang. Putra . 3: 83-. mengatakan bahwa kemampuan hemisfer ternyata sebesar 90% dari total hemisfer kiri hanya 10 Ae 12 %. Hasil penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa peran logika dalam membuat orang sukses hanya berkisar antara 4 Ae 6 %, sedangkan sisanya . Ae 96 %) ditentukan oleh kekuatan Mengoptimalkan hemisfer otak bukan berarti mengaktifkan keduanya secara setengah-setengah, namun yang benar adalah memfungsikan keduanya dalam satu momen atau satu pekerjaan secara Konsep ini sama dengan gagasan dasar bahwa kedua hemisfer otak sama-sama penting bagi kehidupan sehingga Otak manusia terdiri dari membantu kerja otak. Lobus fungsi-fungsi Kemudian Lobus frontal berfungsi dalam menentukan stkip-mmb. id/index. php/mp sikap dan tindakan yang konkret, seperti menilai, perencanaan, mengatur agendaagenda, dan kreativitas. Lalu ada lobus oksipital berfungsi sebagai sarana penglihatan manusia. Sementara, pendengaran, memori, kekuatan bahasa, dan interpretasi/analisis. Cara kerja otak menentukan efektivitas perasaan seseorang serta kualitas interaksi sesorang dengan orang lain. Kutipan tulisan Amen . yang berbunyi AuApabila otak Anda bekerja dengan baik, demikian pula dengan Anda. Apabila otak Anda tidak bekerja dengan baik, demikian pula dengan AndaAy. Ini berarti bahwa otak merupakan Meningkatkan fungsi otak akan turut meningkatkan potensi seseorang untuk sukses dalam setiap bidang kehidupan. Lima sistem otak yang paling erat manusia (Amen, 2011: 21-. sistem limbik-dalam, terletak di Ganglia basal, struktur besar di tengah otak, mengendalikan laju siaga tubuh. Jika bagian ini bekerja terlalu giat, sering timbul Jika ganglia basal terlalu pasif, kita kerap mengalarni kesulitan dalarn mengendalikan saraf motorik E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Korteks prefrontal di bagian atas depan otak bertindak sebagai pengawas, membantu seseorang memusatkan perhatian, membuat dorongan hati, dan mengambil keputusan . aik atau buru. Apabila bagian ini kurang aktif, kesulitan dalam mengawasi diri sendiri, memusatkan perhatian, mengikuti petunjuk. Singulat, bagian Otak yang terletak melintang di tengah lobus frontal. Memahami fungsi singulat ini akan membantu seseorang ketidakluwesan, dan perilaku "terlalu fokus" di dalam diri atau orang lain. dan terakhir lobus temporal, yang terletak di balik kening dan di belakang mata. Bagian ini terlibat dalam ingatan, pemahaman bahasa, pengenalan Apabila kerusakan, terutama pada lobus temporal kiri, seseorang menjadi lekas marah, sulit mengingat dan belajar, dan suasana hati kita berubah dengan cepat. Berdasarkan uraian-uraian di atas, peran hemisfer dalam pengajaran bahasa sangatlah Oleh karena itu perlu adanya metode pengajaran bahasa pada mahasiswa prodi STKIP-MB di tinjau dari aspek METODE Penilitian ini menggunakan pendekatan deskriptif qualitative. Moleong adalah sebuah penelitian yang menemukan fakta dan menerima subjektifitas penelitian. Penelitian ini menganalisis peran fungsi pemerolehan bahasa. Sumber datanya adalah mahasiswa prodi pendidikan bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Metode menggunakan metode observasi . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis referential dan padan pragmatik. Metode menggunakan metode informal. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pemerolehan bahasa (Inggri. pendidikan bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah Muara Bungo dalam table berikut: Tabel 1. 1 Analisis Peranan Fungsi Kerja Otak Dalam Pemerolehan Bahasa Inggris ASPEK Kemampuan MAHASISWA ANGKATAN Listening & reading: Keterbatasan . ahasa Error interpreting Motivasi stkip-mmb. id/index. php/mp MAHASISWA ANGKATAN Listening & reading: Keterbatasan kosakata Error interpreting E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Peranan otak . Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. belajar yang kurang Speaking & writing: Speaking & writing: Keterbatasan Keterbatasan kosakata Kurang Grammatical Grammatical Percaya diri yang tinggi Motivasi belajar yang Motivasi belajar yang Listening & reading : C proses berbahasa reseptif . C Hemisfer kiri C Hemisfer kanan C Lobus parietal C Lobus temporal Speaking & writing : C proses berbahasa produktif . C Hemisfer kiri C Hemisfer kanan C Lobus Frontal Berdasarkan table hasil di atas mahasiswa angkatan 1 dan mahasiswa angkatan 2 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP-MB memiliki perbedaan dalam kemampuan pemerolehan bahasa Inggris. Masalah yang angkatan 1 dan Mahasiswa angkatan 2 yaitu: Kemampuan listening dan Masalah yang mahasiswa angkatan 1 hadapi pada kemampuan listening dan motivasi belajar yang kurang, kurang percaya diri sehingga listening dan speaking pun Sedangkan pada kemampuan listening dan speaking disebabkan oleh stkip-mmb. id/index. php/mp motivasi belajar yang bagus dan kepercayaan diri yang tinggi sehingga kemampuan listening dan speaking mereka Kemampuan reading dan Masalah mahasiswa angkatan 1 dan writing adalah keterbatasan kosakata, grammatical error, dan error interpreting. Ditinjau neurolingistik. Proses berbahasa merupakan proses komunikasi yang bermakna dan berguna Ada dua proses berbahasa di otak. Pertama, . Proses berbahasa produktif atau enkode menghasilkan berita, pesan, dan E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Proses berbahasa yang kedua adalah proses berbahasa . Proses berbahasa reseptif atau dekode merupakan proses penerimaan berita, pesan, dan amanat. Proses decode berupa proses Kemampuan listening dan reading merupakan kegiatan dekode yang diproses dalam Kegiatan listening dan reading melibatkan hemisfer kiri dan hemisfer kanan, selain itu juga melibatkan lobus parietal, dan lobus temporal. Proses enkode merupakan proses berbahasa di dalam otak Kemampuan berbahasa yang memiliki sifat produktif adalah speaking dan writing. Proses speaking dan writing di otak melibatkan hemisfer kiri dan hemisfer kanan, serta lobus Ditinjau secara keseluruhan mahasiswa angka-tan 1 dari aspek neurolinguistik permasalah terjadi pada proses decode dan mengalami masalah pada proses dekode dan sedikit masalah pada proses enkode. Kegiatan dekode di tak memproses input yang berupa lisan dan tulisan. Kedua input ini diproses dengan alur yang berbeda di dalam otak. Input yang berupa lisan akan masuk ke dalam lobus temporal terlebih dulu, tepatnya di korteks primer Kemudian input Wernicke. Di area Wernicke, input lisan tersebut dipilah stkip-mmb. id/index. php/mp menjadi suku kata, kata, frasa, klausa,kalimat dan diberi makna serta dipahami. Jika input tidak perlu tanggapan maka input akan dibawa ke area memori. Jika input tersebut membutuhkan tanggapan secara verbal, maka input dibawa ke area Broca. Kemudian dari area Broca, input tersebut dibawa ke area korteks pergerakan anggota tubuh. Kegiatan enkode di otak memproses input tulisan dibawa ke lobus oksipital, tepatnya di korteks visual. Kemudian dibawa ke area Wernicke. Menuju area Wernicke dengan melalui girus mengkoordinasi daerah pemahaman dan daerah Wernicke. Setelah input tersebut dipilah menjadi klausa,kalimat dan diberi makna serta dipahami, dibawa ke area memori jika tidak diperlukan tanggapan verbal. Jika diperlukan tanggapan verbal maka input tersebut dibawa ke area Broca dan kemudian ke korteks motor yang memeritahkan anggota Kesimpulannya. Proses berbahasa di otak merupakan bercakap-cakap, bersuara dan mengungkapkan segala sesuatunya dengan suara. KESIMPULAN Kemampuan pemerolehan Inggris angkatan I dalam bidang listening dan reading tergolong kurang. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Hal ini tidak terlepas dari mahasiswa serta keterbatasan Diperburuk dengan Keterampilan reading dan writing juga tergolong kurang. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan grammatical yang kurang baik. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memiliki kemampuan listening dan reading yang baik, memiliki keterbatasan kosakata namun Bidang reading dan writing, mereka juga mengalami kendala mengalami sedikit grammatical Kemampuan interpreting juga baik. Secara Neurologuistik jika dilihat dari fungsi kerja otak, . dan proses berbahasa produktif . yang terjadi di otak kurang optimal, serta fungsi kerja hemisfer kiri dan hemisfer kanan yang kurang sejalan mengakibatkan proses pemerolehan bahasa terkendala. Lobus fungsi-fungsi bahasa, serta lobus temporal yang berfungsi menentukan sikap dan tindakan yang konkret, perencanaan, mengatur agendaagenda, dan kreativitas yang perlu distimulus sehingga proses pemerolehan bahasa asing dapat berjalan baik dan lancar. stkip-mmb. id/index. php/mp DAFTAR PUSTAKA