AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak. Volume 3. No. April 2024, 1-10 AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Journal homepage: https://ejournal. edu/audiensi p-ISSN 2829-9353 e-ISSN 2829-8659 Pengaruh Metode Bernyanyi pada Perkembangan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun Dani Puspitasari1. Grace Arta Wijayanti Gea2. Mersisanti Hura3. Neci Larichi Hudi Limu4,Veronica Aprilian Telaumbanua5. Yulia Setia6 PGSD. Universitas Kristen Petra, puspitadani@petra. PGPAUD. Universitas Kristen Petra 2,3,4,5,6 INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Received: 2024-04-30 Revised: 2024-08-23 Accepted: 2024-08-24 Keywords: Children. Cognitive. Singing. Songs Kata Kunci: Anak. Kognitif. Bernyanyi. Lagu ABSTRACT Singing is one of the methods used by teachers in the classroom. It is a familiar activity for children because it is very fun and builds enthusiasm. is very good for stimulating the cognitive development of young children who are in the golden phase. This study aims to see the effect of singing methods on the cognitive development of children aged 4-5 years who are in the preoperational stage. Study was conducted at a kindegartedn in Surabaya. Qualitative approach was used to collect and analyze data. Researchers used modified songs in this study. The songs included material at each meeting and was sung together with the children in the class. The results of the analysis show that song is an effective medium for improving the cognitive abilities of children aged 4-5 years with the highest test results reaching an average score of 97. interviews also generate some important implication for early childhood educators. ABSTRAK Metode bernyanyi menjadi salah satu cara yang digunakan guru di dalam kelas untuk mengajar. Bernyanyi menjadi kegiatan yang familiar kepada anak-anak karena sangat menyenangkan dan membangun semangat. Penggunaan metode bernyanyi sangat baik untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak usia dini yang sedang berada di fase emas. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh metode bernyanyi pada perkembangan kognitif anak usia 4-5 tahun yang berada di tahap praoperasional. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mencari data menggunakan observasi, wawancara dengan guru, dan asesmen dengan metode tanya jawab kepada murid kelas TK A di sebuah TK yang berada di kota Surabaya. Peneliti menggunakan nada lagu yang diubah liriknya menjadi lagu baru. Lagu tersebut memuat materi di setiap pertemuan dan dinyanyikan bersama dengan anak-anak di kelas. Hasil analisa menunjukkan bahwa lagu merupakan media efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam menghapal kosa kata baru untuk anak usia 4-5 tahun dengan hasil tes tertinggi mencapai rata-rata nilai yaitu 97,5. Melalui wawancara dengan guru juga dinyatakan bahwa metode bernyanyi sangat efektif dan mudah diterima oleh anak Pengaruh Metode Bernyanyi pada Perkembangan Kognitif Anak A ( D. Puspitasari, et al. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah sebuah upaya untuk memberikan pertumbuhan serta perkembangan yang direncanakan dengan sistematis. Tahap ini merupakan fase yang krusial karena memberikan landasan bagi pendidikan lebih lanjut (Onyango et al. , 2. Sistem Pendidikan Nasional yang tertuang dalam UU no 20 tahun 2003, menyatakan bahwa PAUD merupakan pembinaan yang diperuntukkan untuk anak usia 0-6 tahun. Pada jenjang pendidikan pembelajaran dititik beratkan pada perkembangan peserta didik secara menyeluruh yang meliputi kognitif, sosial, afektif, dan fisik. Penelitian ini berfokus pada aspek kognitif yang sangat berhubungan erat dengan mental dan pengetahuan anak. Kemampuan ini membantu anak dalam memproses pengetahuan, pemahaman terhadap lingkungan sekitar sehingga dapat menghasilkan ide-ide dan juga bisa belajar (Utami, 2. Selain itu, kecakapan dalam cara berpikir, penyelesaian masalah dan imajinasi anak juga sangat berkaitan dengan perkembangan kognitif. Sehingga pemberian stimulasi sejak dini melalui eksplorasi lingkungan perlu diberikan kepada anak. Menurut survey yang dilakukan oleh PISA (Programme for International Student Assessmen. di tahun 2015 Indonesia menempati urutan ke 62 dalam bidang literasi, 63 dalam bidang sains, dan 69 dalam bidang matematika (Nabilah, et. , 2. Padahal ketiga bidang tersebut menjadi tolak ukur dalam kemampuan kognitif anak. Salah satu kemungkinan penyebab munculnya hasil kognitif yang rendah adalah minimnya stimulasi dan teknik pengajaran variatif pada pendidikan usia dini (Ekholuenetale, 2020. HubbsAaTait et , 2. PAUD menjadi wadah yang tepat dalam menambal kebutuhan anak untuk pemberian stimulasi optimal (Kim et al. , 2. Seperti yang kita ketahui banyak orang tua meletakkan tanggung jawab berkembangan kognitif anak pada sekolah. Sehingga guru sebagai ujung tombak pendidikan dalam konteks ini perlu menyediakan berbagai macam metode pengajaran dan stimulasi untuk memberikan kesempatan bagi perkembangan kognitif AUD (Conradty & Bogner, 2. Bernyanyi menjadi salah satu cara yang sederhana dan menyenangkan untuk bisa mengembangkan kognitif anak (Gutiyrrez Cisneros et al. , 2. Melalui lagu guru dapat mengenalkan cerita atau dongeng, nasihat, pengetahuan, perasaan dan berbagai ilmu (Khafifah, 2. Materi yang dinyanyikan juga dapat lebih mudah dimengerti dan diingat oleh anak karena dilakukan dengan cara kreatif dan menarik (Wicaksono, et al. , 2. Penelitian dalam konteks PAUD di Indonesia menunjukkan bahwa bernyanyi mampu meningkatkan daya ingat anak (Ginting, 2. Selain itu bernyayi juga dapat melatih pendengaran anak (Welch et al. , 2. , kesehatan mental (Smith et al. , 2. dan perkembangan bahasa (Yuntina, 2. Dengan banyaknya manfaat positif dari bernyanyi, penelitian ini bertujuan untuk melihat manfaat AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak. Volume 3. No. April 2024, 1-10 bernyanyi pada perkembangan kognitif anak. Sehingga pertanyaan penelitian dirumuskan menjadi: . Bagaimana metode bernyanyi berpengaruh pada perkembangan kognitif anak 4-5 tahun? . Bagaimana penerapan metode bernyanyi untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 4-5 tahun? KAJIAN PUSTAKA PAUD berperan penting dalam perkembangan anak pada usia 0-6 tahun (Indrawari, et al. , 2. , yang kerap kali disebut periode emas (Puspitasari et al. Pada usia ini rangsangan sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi anak (Patiung, et al. , 2. Perkembangan kognitif menjadi fondasi bagi berkembangnya kecerdasan emosi, bahasa, sosial-emosional, moral, bahasa, dan seni (Istiqomah & Maemonah, 2. Kemampuan kognitif ialah kecakapan dalam merasakan dan mengingat serta berpikir dan berimajinasi (Veronica, 2. Kemampuan ini juga mencakup kecakapan untuk menyelesaikan masalah serta beradaptasi menggunakan pengetahuan yang dimiliki (Fitriani & Maemonah, 2022. Sujiono, 2. Menurut Piaget tahapan perkembangan kognitif terbagi menjadi 3 yaitu sensorimotor . -2 tahu. , pra-operasional . -7 tahu. , operasional konkret . -11 Tahu. dan operasional formal dari usia 11 tahun keatas (Khoiruzzadi, & Prasetya, 2. Anak dengan usia 4-5 tahun memasuki tahap pra-operasional dan kemampuan kognitifnya masih sangat jauh berbeda dengan orang dewasa (Bujuri, 2018. Ibda. Pada usia ini, anak mampu menggambarkan sesuatu dengan kata-kata maupun gambar serta membangun pikirannya namun belum optimal (Nasution, 2. Oleh sebab itu, diperlukan stimulus yang menolong anak untuk membantu perkembangan kognitifnya (Prastiwi, 2. Stimulus merupakan suatu rangsangan yang diberikan kepada anak agar dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan dengan menggunakan berbagai jenis media (Rantina, et al. , 2. Bernyanyi menjadi media untuk meningkatkan kemampuan kognitif dengan metode yang menyenangkan (Veronica, 2018. Wicaksono, et al. , 2. Bahkan beberapa ibu mulai memperkenalkan bernyanyi melalui mendengarkan musik sejak anak dalam kandungan (Nasution, 2. Alat musik yang beragam dan gerakan yang memacu antusias dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (Kurniawati & Mulyati, 2. Bernyanti juga meningkatkan imajinasi anak (Triningsih et al. , 2. dan menjadi aktivitas rutin dalam PAUD (Istiqomah & Maemonah, 2. Beberapa pengaruh positif yang didapat dari bernyayi seperti meningkatkan kemampuan menyerap informasi dan kosa kata baru (Padang & Herawati, 2. bunyi dari huruf dan mengingat kata dalam lagu (Samsuri, 2. atau menuangkan isi pikiran (Kamtini & Sitompul, 2. dan memusatkan perhatian serta memperkuat daya ingat (Wicaksono, et al. , 2. Pengaruh Metode Bernyanyi pada Perkembangan Kognitif Anak A ( D. Puspitasari, et al. Bernyanyi dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan (Nasution, 2016. Widjanarko, 2. karena dalam proses ini anak diperkenalkan kegiatan belajar sambil bermain (Wati, 2. Guru dapat membangun semangat anak dengan bernyanyi (Hayati, et al. Selain itu lirik lagu juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan materi (Samsuri, 2. Sehingga anak terbantu dalam memahami makna dari lagu yang dinyanyikan (Prystiananta, 2. Dalam penelitian ini, bernyanyi menjadi media utama dalam menyampaikan materi sehingga tercipta suasana belajar yang METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi secara mendalam dan komprehensif. Metode yang diterapkan adalah one group experimental pada sebuah taman kanak-kanak yang berlokasi di kota Surabaya. Taman kanak-kanak ini memiliki satu kelas yang terdiri dari 12 murid, yang semuanya berusia antara 4 hingga 5 tahun. Dari total 12 murid tersebut, kami menetapkan empat murid sebagai subyek penelitian. Pemilihan subyek ini dilakukan secara cermat berdasarkan tingkat keaktifan mereka dalam berpartisipasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Subyek penelitian dipilih dengan mempertimbangkan variasi perilaku di kelas, yaitu dua murid yang sangat aktif dan dua murid yang cenderung pendiam. Dengan pendekatan ini, kami berupaya untuk memperoleh representasi yang lebih holistik dari populasi yang ada, sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan dengan lebih akurat dinamika pembelajaran di kelas tersebut. Penelitian ini dilakukan satu kali seminggu dalam kurun waktu tiga minggu. Dalam setiap pertemuan, murid diajar menggunakan metode bernyanyi sebagai medium utama. Tiga buah lagu disusun menyesuaikan materi oleh tim peneliti. Lagu tersebut mengandung unsur kosa kata untuk mengenalkan tentang materi Peneliti sebagai guru mengajarkan lagu tersebut secara berulang disertai gerakan dengan iringan musik. Setelah dinyanyikan secara klasikal, guru memberikan pertanyaan kepada murid mengenai kosa kata yang telah diajarkan. Guru juga menggunakan media flashcard untuk memberikan pertanyaan kepada murid. Pertanyaan ini menjadi alat asesmen untuk mengukur kemampuan kosa kata anak setelah mereka diajar melalui metode bernyanyi. Selain memberikan pertanyaan kepada subyek, peneliti juga melakukan wawancara kepada wali kelas untuk mengetahui seberapa jauh metode bernyayi ini berdampak pada kemampuan kognitif peserta didik dalam menghapalkan kosa kata baru. AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak. Volume 3. No. April 2024, 1-10 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data dari wawancara dan juga hasil asesmen dengan metode tanya jawab dengan keempat anak yang sudah ditentukan. Pada bagian penerapan, peneliti menggunakan menggunakan metode bernyanyi selama tiga pertemuan dan lagu menjadi fokus dalam pembelajaran. Kelas diawali dengan lagu yang liriknya berisi tentang materi pembelajaran di setiap pertemuan. Pada pertemuan pertama membahas AuTanaman kecil dan tanaman besarAy. Pertemuan kedua membahas AuBagian-bagian tanamanAy. Dan pada pertemuan ketiga membahas AuBuah-buahanAy. Tabel 1. Lirik Lagu yang Dinyanyikan pada 3 Pertemuan Pertemuan 1 Adaptasi dari nada lagu AuLihat kebunkuAy Pertemuan 2 Adaptasi dari nada lagu AuMakan apaAy Tanaman Besar dan Kecil Bagian-bagian Tanaman Ayolah kawan kita belajar tentang tanaman yang kecil dan besar. Yang kecil itu sayur, bunga. Yang besar itu adalah Setiap hari kusiram semua pohon berbuah dan bunga yang indah tanaman juga butuh makanan semua itu ciptaan Tuhan Ada akar, ada dahan, ada batang yang Ada daun, ada buah, ada bunga yang Itu semua, itu semua, bagian di Kita harus menyiramnya agar subur Pertemuan 3 Adaptasi dari nada lagu AuBalonku ada limaAy Buah-buahan Buahku ada 4 Rupa-rupa warnanya Yang merah itu apel, yang hijau itu semangka Ada juga yang ungu, yang ungu itu anggur Ada juga yang kuning, yang kuning itu pisang Dalam pelaksanaan mengajar, peneliti menggunakan 3 lagu yang liriknya sesuai dengan tema atau materi setiap pertemuan. Lirik lagu dibuat dan disesuaikan dengan tema yang sudah ditetapkan oleh sekolah. Peneliti membuat tiga lagu (Lihat pada tabel 1 untuk melihat detai. Setiap lagu disertai dengan gerakan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan motorik anak, serta memiliki gerakan yang Lagu akan dinyanyikan sekitar 3 kali agar anak dapat familiar atau terbiasa dengan lagu tersebut. Sesudah itu, peneliti akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat kepada anak. Ketika peneliti mengajar, guru mendampingi anak-anak di dalam kelas dari awal hingga akhir kelas dalam setiap pertemuan. Peneliti melihat ini sebagai kesempatan untuk mewawancarai guru yang mendampingi anak selama mengajar. Hal ini terungkap melalui wawancara dengan guru seperti berikut: Pengaruh Metode Bernyanyi pada Perkembangan Kognitif Anak A ( D. Puspitasari, et al. AuBernyanyi itu kan sangat ini kan ke anak-anak, sangat buat anak-anak tu gerakan lagunya, salah satu yang menyenangkan untuk mereka. UmmA kalau soal lagu, memang itu baru ya buat mereka, jadi karena Peneliti memang uhmm, hanya memakai lagu yang mereka nyanyikan atau mereka dengar. Dan lagu yang Ms-Ms nyanyikan kemarin baru dan berbeda. Ya berbedanya karena ya memang ahh apa yaa, aahh ya lagu yang baru semuanya untuk anak-anak. Ay (Wawancara dengan guru, 27 November 2. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan adanya perbedaan penerapan metode bernyanyi antara guru dan peneliti. Guru mengatakan bahwa selama ini lagu yang diperkenalkan di kelas adalah lagu yang sudah ada, bukan hasil ciptaan sendiri dan disesuaikan dengan materi. Guru mengungkapkan meskipun lagu-lagu modifikasi tersebut baru untuk anak-anak, namun anak-anak mampu menangkap materi yang disampaikan menggunakan metode bernyanyi. Peserta didik sangat terbantu dengan diperkenalkannya kosa kata baru melalui cara yang menyenangkan. Guru juga mengatakan bahwa dengan bernyanyi menggunakan gerakan adalah aktivitas yang menciptakan nuansa ceria. Hasil asesmen tes menunjukkan kenaikan yang berulang dalam tiga pertemuan. Murid diberikan empat hingga lima pertanyaan mengenai lagu yang sudah diajarkan dan kemudian dinilai oleh peneliti. Penilaian ini bertujuan untuk melihat pengaruh metode bernyanyi pada kemampuan kognitif anak, secara khusus pemahaman dan hapalan kosa kata baru. Keempat murid menunjukkan hasil peningkatan pengetahuan baru setelah diajarkan menggunakan metode lagu. Hal ini berdampak positif pada dua kategori subyek, anak yang aktif dan pendiam. Rata-rata nilai pada pertemuan pertama adalah 58 dan rata-rata nilai pada pertemuan kedua adalah 97,5. Rata-rata nilai pada pertemuan ketiga adalah 91,2. SIMPULAN Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa mengajar dengan metode bernyanyi sangat mempengaruhi kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun. Penelitian terdahulu juga menyatakan bahwa bernyanyi dapat memperkaya kosa kata anak (Amalia & Hasana, 2019. Winters & Griffin, 2. Temuan ini didukung dengan hasil tes kepada empat siswa yang nilai rata-rata tertinggi adalah 97,5 pada 3 pertemuan. Lebih lagi metode bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan dan efektif untuk diterapkan di kelas (Magnussen & Sukying, 2. Penelitian ini membuktikan bahwa modifikasi lagu dapat mempercepat proses murid untuk menghapalkan kosa kata baru (Rohmah & Indah, 2. Oleh karena itu, guru PAUD perlu menerapkan metode ini dengan metode bernyanyi lebih sering dan diperlukan kreativitas untuk modifikasi lagu sesuai tujuan pembelajaran. Penelitian ini terbatas pada satu grup saja AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak. Volume 3. No. April 2024, 1-10 dan tidak ada kelompok pembanding. Perlu adanya penelitian lanjutan dengan kelompok pembanding untuk mengasilkan kesimpulan yang solid mengenai topik bernyanyi bagi anak usia dini, secara khusus dalam konteks Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Alawiyah. Peran guru dalam kurikulum 2013. Aspirasi: Jurnal MasalahMasalah Sosial, 4. , https://dprexternal3. id/index. php/aspirasi/article/view/480 Amalia. , & Hasana. Improving The Early Childhood Language Skills Through Singing Activity. Aulada: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 1. , 1-12. https://e-journal. id/index. php/aulada/article/view/242 Bujuri. Analisis perkembangan kognitif anak usia dasar dan implikasinya dalam kegiatan belajar mengajar. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidika. , 9. , https://ejournal. id/index. php/LITERASI/article/view/720 Conradty. , & Bogner. STEAM teaching professional development works: Effects on studentsAo creativity and motivation. Smart Learning Environments, 7. , 26. https://link. com/article/10. 1186/s40561-02000132-9 Ekholuenetale. Barrow. Ekholuenetale. , & Tudeme. Impact of stunting on early childhood cognitive development in Benin: evidence from Demographic and Health Survey. Egyptian Pediatric Association Gazette, 68, 111. Fitriani. , & Maemonah. Perkembangan Teori Vygotsky Dan Implikasi Dalam Pembelajaran Matematika Di Mis Rajadesa Ciamis. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11. , 35-41. Ginting. Improving the Memory through Singing Method of Children Ages 5-6 Years in Kindergarten Insan Pandhega. International Journal of Emerging Issues in Early Childhood Education, 1. , 94-107. https://jurnalfkip. id/index. php/ijeiece/article/view/149 Gutiyrrez Cisneros. Roussey. Inbar. Fratacci. , & Frey. Impact of Daily Choral Singing and Creative Writing Activities on the Cognitive Development of Second-. Third-, and Fourth-Grade French Children from Low Socioeconomic Backgrounds. Children, 10. , https://w. com/2227-9067/10/9/1515 Hayati. Fatimaningrum. , & Wulandari. Kegiatan menyanyi dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 8. , 116-125. https://journal. id/index. php/jpa/article/view/29102 Pengaruh Metode Bernyanyi pada Perkembangan Kognitif Anak A ( D. Puspitasari, et al. HubbsAaTait. Culp. Culp. , & Miller. Relation of maternal cognitive stimulation, emotional support, and intrusive behavior during Head Start to childrenAos kindergarten cognitive abilities. Child Development, 73. , https://srcd. com/doi/abs/10. 1111/14678624. Ibda. Perkembangan kognitif: teori jean piaget. Intelektualita, 3. https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/intel/article/view/197 Indrawari. Apriadi. Nurjannah. , & Diah. Penerapan Nilai Pendidikan Islam dalam Keluarga Melalui Prophetic Parenting dalam Pembentukan Akhlak Anak Usia Emas di Desa Bukit Barisan. Belajea: Jurnal Pendidikan Islam, 6. , http://journal. id/index. php/belajea/article/view/3417 Istiqomah. , & M. Maemonah. Konsep Dasar Teori Perkembangan Kognitif pada Anak Usia Dini Menurut Jean Piaget. Khazanah Pendidikan. https://jurnalnasional. id/index. php/khazanah/article/view/10974 Kamtini. , & Sitompul. Pengaruh Metode Bernyanyi terhadap Kemampuan Mengingat Huruf dan Angka pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4. , https://w. id/index. php/obsesi/article/view/295 Kemendikbud. Peringkat dan Capaian PISA Indonesia Mengalami Peningkatan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khafifah. Meningkatkan Perkembangan Kognitif Dengan Metode Bernyanyi Pada Anak Usia Dini. https://osf. io/preprints/osf/kewy3 Khoiruzzadi. , & Prasetya. Perkembangan kognitif dan implikasinya Madaniyah, 11. , https://journal. id/index. php/madaniyah/article/view/152 Kim. Ahmed. , & Morrison. The effects of kindergarten and first grade schooling on executive function and academic skill development: Evidence from a school cutoff design. Frontiers in Psychology, 11, 607973. Kurniawati. , & Mulyati. Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Sains. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5. https://jptam. org/index. php/jptam/article/view/1859 Magnussen. , & Sukying. The impact of songs and TPR on Thai preschoolersAo vocabulary acquisition. Thaitesol Journal, 34. , 71-95. https://so05. tci-thaijo. org/index. php/thaitesoljournal/article/view/252356 Nabilah. Stepanus. Hamdani. Analisis Kemampuan Kognitif Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal Momentum dan Impuls. JIPPF. https://jurnal. id/index. php/jippf/article/view/41876 AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak. Volume 3. No. April 2024, 1-10 Nasution. Pembelajaran Seni Musik Bagi Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Jurnal Raudhah, 4. https://jurnaltarbiyah. id/index. php/raudhah/article/view/60 Nasution. Pembelajaran Seni Musik Bagi Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Jurnal Raudhah, 4. , https://jurnaltarbiyah. id/index. php/raudhah/article/view/60 Onyango. Zuilkowski. Kitsao-Wekulo. Nkumbula. Utzinger. , & Fink. Relative importance of early childhood development domains for schooling progression: Longitudinal Evidence from the Zambia Early Childhood Development Project. International Journal of Educational Development, 85, 102445. Padang. , & Herawati. Pengembangan Percaya Diri Anak Melalui Metode Bernyanyi Dengan Menggunakan Gerakan. Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 2. https://publisherqu. com/index. php/pediaqu/article/view/376 Patiung. Ismawati. Herawati. , & Ramadani. Pencapaian Pada Aspek Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Nanaeke: Indonesian Journal of Early Childhood Education, 2. , 25-38. Prastiwi. Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia 3-6 Tahun. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 8. , https://jurnalsandihusada. id/JIKSH/article/view/162 Prystiananta. Pengaruh Metode Bernyanyi Terhadap Perkembangan Bahasa Anak di PAUD Al-Hidayah Sumbersari Jember. JECIE (Journal of Early Childhood Inclusive Educatio. , 3. , https://jurnal. id/index. php/JECIE/article/view/483 Puspitasari. Lim. Evelina. , & Setia. The emergent literacy activities through the storytelling method with flashcard media for early childhood education. Journal of Digital Learning and Education, 3. , 32-39. https://journal. com/index. php/jdle/article/view/599 Rantina. Hasmalena. , & Nengsih. Stimulasi aspek perkembangan anak usia 0-6 tahun selama pandemi covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , , 1578-1584. https://w. id/index. php/obsesi/article/view/891 Rohmah. , & Indah. The use of modified English song to improve Eltin Journal: Journal of English Language Teaching in Indonesia, 9. , https://ejournal. id/index. php/eltin/article/view/2537 Pengaruh Metode Bernyanyi pada Perkembangan Kognitif Anak A ( D. Puspitasari, et al. Samsuri. Pengaruh seni bernyanyi terhadap daya ingat anak usia Bunayya, 4. , https://jurnal. id/index. php/bunayya/article/view/6804 Smith. Kleinerman. , & Cohen. Singing lessons as a path to well-being in later life. Psychology of Music, 50. , 911-932. https://journals. com/doi/full/10. 1177/03057356211030992 Sujiono. Hakikat Pengembangan Kognitif. Pustaka UT.