PERAWAT MENGABDI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 4. No.1 April 2025 https://jurnal.spp.ac.id/index.php/pmkep e-ISSN : 3047-5813 Implementasi Pendekatan Holistik untuk Penanggulangan Stunting di Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo Anggie Pradana Putri1*, Ady Irawan. AM2, Endrat Kartiko Utomo3 1Program Studi D3 Keperawatan, STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57154 2Program Studi D3 Keperawatan, Universitas Duta Bangsa Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57154 3Program Studi Profesi Ners, Universitas Duta Bangsa Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57154 E-mail Corespondence:*anggie.pradana.putri@stikesmus.ac.id Info Artikel: Diterima : 10 Maret 2025 Diperbaiki : 17 Maret 2025 Disetujui : 27 Maret 2025 Kata Kunci: Stunting, Pengetahuan, Kemampuan Praktik, Gizi Seimbang, Edukasi, Pendekatan Holistik. Keywords: Stunting, Knowledge, Practical Skills, Balanced Nutrition, Education, Holistic Approach. Abstrak: Stunting merupakan masalah gizi yang signifikan di Indonesia, berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendekatan holistik dalam penanggulangan stunting di Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait stunting dan pengelolaan gizi untuk balita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, menggunakan kuesioner pengetahuan dan observasi praktik pembuatan makanan sehat pada 20 partisipan. Pengetahuan partisipan tentang stunting diukur menggunakan kuesioner, sementara kemampuan praktik diobservasi langsung. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa 55% partisipan memiliki pengetahuan yang baik mengenai stunting, namun 45% masih kekurangan pengetahuan, terutama dalam faktor risiko dan pemantauan gizi anak. Terkait kemampuan praktik, 75% partisipan berhasil melaksanakan praktik pembuatan makanan sehat dan bergizi seimbang dengan benar, sementara 25% mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan nutrisi. Kesimpulan dibutuhkan peningkatan edukasi dan pelatihan yang lebih intensif untuk memperbaiki pemahaman dan keterampilan dalam pencegahan stunting. Abstract: Stunting is a significant nutritional problem in Indonesia, affecting children's growth and development. This community service program aims to implement a holistic approach to tackling stunting in Krajan Village, Gatak Subdistrict, Sukoharjo Regency, with a focus on improving community knowledge and skills related to stunting and nutritional management for toddlers. 15 The method used is a quantitative approach with a descriptive design, utilizing knowledge questionnaires and observational assessments of healthy food preparation practices among 20 participants. Participants' knowledge of stunting was measured using a questionnaire, while practical skills were directly observed. The results of the community service showed that 55% of participants had good knowledge about stunting; however, 45% still lacked understanding, particularly regarding risk factors and nutritional monitoring for children. In terms of practical skills, 75% of participants successfully performed healthy and balanced food preparation practices correctly, while 25% faced challenges in balancing nutrition. In conclusion, there is a need for more intensive education and training to improve understanding and skills in stunting prevention. Pendahuluan Stunting, yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis pada anak usia dini, tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mendesak di Indonesia, dengan angka 30.8%. Meskipun beberapa daerah telah menunjukkan perbaikan dalam status gizi anak, prevalensi stunting masih tinggi, terutama di daerah pedesaan (Kementerian Kesehatan RI, 2022). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pengabdi di Desa Krajan, Gatak, Sukoharjo, meskipun tidak memiliki angka gizi balita yang sangat buruk, tetap menghadapi tantangan serius terkait pola asuh dan kebiasaan gizi yang kurang tepat. Pola makan yang tidak seimbang, ketidakpahaman tentang pentingnya ASI eksklusif, serta kurangnya pengetahuan mengenai pemenuhan gizi yang baik dalam tahap tumbuh kembang anak, menjadi faktor-faktor utama yang meningkatkan risiko stunting di desa ini. Masyarakat Desa Krajan umumnya memiliki akses terhadap makanan yang cukup, namun kekurangan dalam pemilihan dan pengolahan makanan yang bergizi dapat memengaruhi perkembangan anak secara optimal. Faktor lain yang turut berkontribusi adalah rendahnya kesadaran tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, serta kebiasaan kurangnya perhatian terhadap aspek sanitasi yang mendukung kesehatan pencernaan. Oleh karena itu, meskipun status gizi di desa ini tidak menunjukkan angka yang sangat rendah, kesalahan dalam pola asuh dan asupan gizi yang tidak memadai tetap berpotensi meningkatkan risiko stunting pada balita (Pradana Putri & Rong, 2021). 16 Pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan holistik menjadi strategi yang efektif untuk menanggulangi masalah ini (Amin et al., 2024). Dalam pendekatan holistik, peran perawat sebagai agen perubahan sangat krusial, tidak hanya dalam memberikan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat, tetapi juga dalam mengedukasi masyarakat mengenai cara-cara pemantauan tumbuh kembang anak dan pentingnya kebersihan serta sanitasi (Agustin, 2024; Jackson et al., 2022). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu dan keluarga di Desa Krajan dengan pengetahuan yang lebih baik tentang pola asuh yang tepat dan pentingnya konsumsi gizi seimbang, untuk mencegah terjadinya stunting. Dengan pendekatan yang melibatkan berbagai sektor, diharapkan prevalensi stunting di desa ini dapat diturunkan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anak-anak di masa depan. Metode Patisipan Populasi dalam pengabdian masyarakat ini adalah keluarga dengan anak usia 0 sampai 5 tahun yang tinggal di Desa Krajan, Gatak, Sukoharjo. Penentuan partisipan ini menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi: ibu yang memiliki anak balita (usia di bawah lima tahun), berpotensi mengalami stunting (berdasarkan pengukuran tinggi badan dan berat badan anak), kooperatif selama pelaksanaan pengabdian masyarakat, dapat menulis dan membaca serta berkomunikasi dalam Indonesia. Adapun kriteria eksklusi adalah keluarga yang sudah mendapatkan intervensi dari program lain atau tidak bersedia diikutsertakan dalam pengabdian masyarakat. Jumlah sampel ada 20. Diharapkan dengan jumlah sampel yang terbatas, pengabdian masyarakat dapat mengumpulkan data secara mendalam. Tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat Tahap persiapan Tahap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui beberapa proses sebagai berikut: a. Pada minggu pertama tim melakukan survei ke lokasi mitra, kemudian menggali permasalahan yang ada dan melakukan wawancara kepada kader Posyandu Kelurahan Krajan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. 17 b. Pada minggu kedua setelah mengidentifikasi masalah di mitra, tim melakukan kajian pustaka yang dapat digunakan untuk acuan materi edukasi selama pengabdian masyarakat di mitra sasaran. c. Pada minggu ketiga, tim membuat media edukasi stunting berupa leaflet dan video. d. Tahap minggu keempat tim melakukan fixing waktu dan tempat untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi dilanjutkan praktik pembuatan makanan sehat, yang dilakukan secara luring di balai pertemuan Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Tahap pelaksanaan Pengabdian masyarakat akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu pendidikan kesehatan yang berfokus pada pencegahan dan manajemen stunting dalam bentuk multimedia (PPT dan leaflet). Tahap kedua yaitu demonstrasi dan praktik pembuatan makanan sehat dan bergizi seimbang untuk balita. Partisipan meliputi ibu dengan balita di wilayah yang berjumlah 20 orang. Masing-masing implementasi dilakukan dalam 120 menit dengan indikator keberhasilan partisipan dapat mengerti dan memahami tentang pencegahan dan manajemen stunting melalui pemenuhan gizi yang baik dan seimbang. Selain itu, partisipan diharapkan mampu untuk membuat menu sehat bergizi seimbang untuk balita secara mandiri. Adapun dokumentasi implementasi kegiatan pengabdian ini disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan 18 Tahap evaluasi Pada tahap akhir pengabdian masyarakat tim akan melakukan evaluasi atau responsi yang dilakukan berupa pengukuran pengetahuan partisipan tentang BAE dan praktik BAE untuk manajemen DM. Instrumen yang digunakan meliputi: a. Instrumen survey demografi b. Skala pengukuran pengetahuan tentang stunting yang terdiri dari 10 pertanyaan. c. Checklist prosedur pembuatan makanan sehat bergizi seimbang. Hasil dan Pembahasan Karakteristik partisipan Karakteristik peserta dalam pengabdian masyarakat ini. Dari 20 peserta, usia ratarata adalah 24.56±2.60 tahun, dengan rentang usia antara 19 hingga 30 tahun. Rentang usia ini sesuai dengan kelompok usia produktif yang menjadi target sampel. Sebagian besar peserta memiliki tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 85%. Hampir seluruh peserta aktif bekerja (75%), dan mayoritas (52%) memiliki pendapatan pada kisaran upah minimum regional, yaitu antara Rp 1.500.000,00 hingga Rp 2.500.000,00 yang disajikan pada Tabel 1. Rerata kadar gula darah partisipan adalah sebelum dilakukan intervensi adalah 315±42.67 mg/dl. Hanya 18% yang memiliki riwayat DM dalam keluarganya. No. 1 2 3 4 Tabel 1. Karakteristik partisipan Karakteristik Mean±SD (range) Usia 37.77±4.86 (19-30 tahun) Pendidikan SMA Perguruan tinggi Pekerjaan Tidak bekerja Bekerja Pendapatan