JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 11-19 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 IMPLEMENTASI METODE SCRUM PADA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI CONTROL DEFECT BERBASIS WEB Abdul Aziz. Lala Nilawati. Rinaldi Zufika Pratama. Agus Aprianto. 1, 2, 3, 4 Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika. Universitas Bina Sarana Informatika. Jl. Kramat Raya No. Senen. Jakarta Pusat 10450. Indonesia Co Responden Email: lala. lni@bsi. Abstract Article history Received 29 Sep 2025 Revised 27 Oct 2025 Accepted 10 Jan 2026 Available online 31 Jan 2026 Keywords Scrum. Information Systems. Defect Control. Web-Based In companies engaged in the production sector, there is always a Quality Control department responsible for monitoring the quality of manufactured goods. Good quality control influences the development and progress of a company. Currently, data management activities related to product defects in the QC Division at PT. Primaraya Graha Nusantara still use recording in a daily checksheet in Microsoft Excel format. This data management does not cause significant obstacles. However, when compiling monthly reports, this process becomes quite difficult and time-consuming. QC staff must manually summarize product defect data for one month carefully. This significantly affects the accuracy of the monthly defect ratio calculation. Furthermore, to compile a control chart of defect data from a certain period, it must also be manually summarized. In this study, an information system will be designed in the form of a defect control information system. This system is built by implementing the scrum method, and the programming language used will be PHP with the CodeIgniter framework, and MariaDB for the database. The system testing will be implemented using the blackbox testing method. This system is expected to provide an integrated platform, increase operational efficiency, maintain product quality, and make decisions more appropriately based on accurate and up-to-date data. Abstrak Riwayat Diterima 29 Sep 2025. Revisi 27 Okt 2025 Disetujui 10 Jan 2026 Terbit online 31 Jan 2026 Kata Kunci Scrum. Sistem Informasi. Control Defect. Berbasis Web Pada perusahaan yang bergerak di bidang produksi, selalu ada bagian Quality Control yang bertugas mengontrol kualitas barang produksi. Adanya quality control yang baik, berpengaruh bagi perkembangan dan kemajuan suatu perusahaan. Saat ini kegiatan pengelolaan data terkait cacat produk . pada Divisi QC pada PT. Primaraya Graha Nusantara, masih menggunakan pencatatan ke dalam daily checksheet dengan format Microsoft Excel. Pengelolaan data seperti ini, tidak menimbulkan kendala yang signifikan. Namun, ketika menyusun laporan bulanan . onthly repor. , proses ini menjadi cukup menyulitkan dan memakan waktu. Staff QC harus merekap secara manual data cacat produk selama satu bulan dengan teliti. Hal ini sangat mempengaruhi akurasi perhitungan defect ratio bulanan. Selain itu, untuk penyusunan control chart data cacat dari periode tertentu, juga harus direkap secara manual. Pada penelitian ini, akan di rancang sebuah sistem informasi berupa sistem informasi control defect. Sistem ini dibangun dengan mengimplementasikan metode scrum, dan penerapan bahasa pemrograman yang akan digunakan adalah bahasa PHP dengan framework CodeIgniter, dan MariaDB untuk databasenya. Pengujian sistem akan diterapkan metode blackbox testing. Sistem ini diharapkan dapat menyediakan platform yang terintegrasi, efisiensi operasional meningkat, kualitas produk lebih terjaga, serta pengambilan keputusan menjadi lebih tepat berbasis data yang akurat dan terkini. PENDAHULUAN Pemanfaatan teknologi dan informasi dilakukan di berbagai bidang. Dalam sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi, selalu ada bagian Quality control yang mengontrol kualitas barang produksi. Adanya Quality control yang baik, berpengaruh bagi Berdasarakan hal tersebut, maka bagian Quality control harus memiliki JIKA | 11 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 11-19 prosedur atau tahapan yang harus di jalankan, dimana salah satunya adalah melakukan pengecekan produk yang dilakukan oleh staff Quality control (Ocviana & Sofiana, 2. Quality control dapat diartikan sebagai proses pengecekan . , dengan tujuan memastikan kualitas produk, apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (Bahri, 2. Quality control mempunyai tugas utama, yaitu menjalankan urutan kegiatan memeriksa tingkat kualitas hasil laminasi, baik dilihat dari dari segi visual maupun bonding (Sirait & Setyowati, 2. Dalam pelaksanaan produksi, kegiatan quality control menjadi salah satu tugas pokok yang sangat menentukan atas produk yang sudah diproduksi (Uliyatunisa, 2. Pencatatan hasil quality control yang optimal dapat berdampak pada sisi penekanan waktu, biaya dan akan mempercepat proses bisnis sektor lainnya (Yudha & Ulfah, 2. Kegiatan quality control (QC) merupakan kegiatan yang paling dinamis, dan menjadi salah satu yang sangat dibutuhkan guna memberikan sebuah kualitas mutu produk yang baik (Ar-Rasyid. Asmono, & Rismanto. Quality control merupakan sebuah kunci dalam hal menjaga serta meningkatkan sebuah kualitas produksi, yang diharapkan dapat memenuhi keinginan dari konsumen (Sari. Setyowati, & Hafidzi, 2. Hal ini berkaitan dengan kualitas sebuah produk menjadi salah satu model penting, yang menjadi fokus pelanggan dalam memilih barang atau produk (Suradi. Akhsa. Burhanuddin. Jumarni, & Firrizqi, 2. Permasalahan dalam mengolah data hasil inspeksi quality control yang masih dilakukan secara manual, menjadi sebuah faktor penting yang menjadi dasar untuk melakukan digitalisasi sistem dalam proses pengendalian kualitas (Wijaya & Felecia, 2. Belum adanya sebuah sistem informasi Quality control, dapat mengakibatkan waktu yang diperlukan untuk pelaporan menjadi cukup lama, dan laporan yang dihasilkan terkadang datanya tidak konsisten (Herdiansah. Borman, & Maylinda, 2. Adanya pengembangan sebuah sistem informasi quality control dan laporan barang defect, maka dapat mempermudah dalam proses pelaporan quality control dan pencarian laporan untuk barang defect (Putriani, 2. Sistem informasi quality control dapat juga membantu dalam memaksimalkan pelayanan stok barang P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 (Rivaldy. Susanto, & Lukman, 2. , serta dapat memberikan kemudahan dalam pengolahan data dan pelaporannya (Wibowo. Firdaus. Yanuardi, & Ulpiani, 2. Kegunaan rancang sistem sebuah aplikasi analisis kualitas, dapat meminimalisir tingkat jumlah defect yang ada (Sukamto. Mursid, & Nursanto, 2. Selain itu, bisa sebagai alat untuk menyimpan data laporan defect yang terjadi, sehingga diharapkan kedepannya tidak akan terulang lagi (Haryanto. Roji, & Cahyani. Saat ini kegiatan pengelolaan data pada Divisi QC pada PT. Primaraya Graha Nusantara masih menggunakan checksheet berbasis kertas sebagai alat pencatatan. Setelah proses produksi selesai, data terkait cacat produk . , kemudian diinput ke dalam daily checksheet dengan format Microsoft Excel. Pengelolaan data daily checksheet dengan menggunakan Microsoft Excel tidak menimbulkan kendala yang signifikan. Namun, ketika menyusun laporan bulanan . onthly repor. , proses ini menjadi cukup menyulitkan dan memakan waktu. Staff QC harus merekap secara manual data cacat produk selama satu bulan dengan teliti. Hal ini sangat memengaruhi akurasi perhitungan defect ratio bulanan. Selain itu, untuk penyusunan control chart data cacat dari periode tertentu juga harus direkap secara Kegiatan yang saat ini dilakukan dalam pengelolaan data cukup memakan waktu, dan seringkali mengharuskan lembur jika penyusunan control chart diminta secara Dengan demikian, diperlukan suatu sistem yang lebih efisien untuk mendukung pengelolaan data dan pelaporan yang lebih efisien serta akurat. Pada penelitian ini, akan di rancang sebuah sistem informasi berupa sistem informasi control defect untuk divisi quality control pada PT. Primaraya Graha Nusantara. Sistem ini dibangun dengan mengimplementasikan metode scrum, dan penerapan bahasa pemrograman yang akan digunakan adalah bahasa PHP dengan framework CodeIgniter, dan MariaDB untuk databasenya. Pengujian sistem akan menerapkan metode blackbox testing. Metode scrum merupakan sebuah framework atau metode, dalam metode agile development yang dinilai paling JIKA | 12 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 11-19 popular (Noveandini. Wulandari, & Hakim, 2. Metode scrum lebih efektif dibandingkan metode lain dan terbukti lebih efektif, cepat, dan tidak terlalu kompleks untuk diterapkan dalam pembuatan sebuah aplikasi (Pamungkas. Azizah, & Zebua, 2. Penerapan metode scrum dalam mengembangkan meningkatkan efisiensi pengelolaan data, memanfaatkan ruang penyimpanan yang lebih efisien (No. Hal. Ayu, & Nilawati. Scrum dinilai mampu dalam mengembangkan sistem yang kompleks dan bernilai tinggi, baik dari segi kreativitas maupun produktivitas (Arief. Widodo. Kurniawan. Hustinawaty, & Arkan, 2. Selain itu. Scrum dinilai juga dapat menghasilkan sisi kualitas perangkat lunak yang baik, sesuai dengan keinginan penggunanya, serta dapat digunakan dalam proyek besar maupun kecil (Agustini, 2. Scrum dapat mewadahi prioritas dari sisi fitur, yang perlu dibangun dari sebuah sistem informasi (Dzaky & Kurniawan, 2. Sistem menyediakan platform terintegrasi yang memungkinkan pemantauan, pencatatan, dan analisis data defect secara real-time, sehingga tim quality control dapat merespons lebih cepat terhadap cacat Dengan adanya sistem ini, meningkat, kualitas produk lebih terjaga, serta pengambilan keputusan menjadi lebih tepat berbasis data yang akurat dan METODE PENELITIAN Pada penelitian ini untuk mendapatkan data yang diperlukan, maka dterapkan teknik pengumpulan data sebagai berikut: Observasi (Pengamata. Metode observasi yang dilakukan yaitu melakukan pengamatan dan penelitian secara langsung mengenai kegiatan pengelolaan data defect di Divisi QC pada PT. Primaraya Graha Nusantara Jakarta, dengan tujuan melakukan P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 observasi mengenai bagaimana pendataan kerusakan barang dan pengelolaan datanya. Selain itu. Penulis juga mengamati tentang proses pengolahan barang, mengamati kegiatan pencatatan dan pengecekan barang yang tidak layak digunakan. Wawancara Wawancara dilakukan untuk menggali informasi penelitian kepada pihak-pihak terkait, sehingga mendapatkan data yang Dari hasil kegiatan penelitian dengan wawancara ini, dapat mengembangkan berbagai informasi yang berkaitan dengan sistem yang akan dirancang. Studi Pustaka Kegiatan penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi apa yang sudah dikerjakan oleh orang lain dan bagaimana mereka mengerjakannya, sumber-sumber pada studi pustaka ini didapat dari buku, e-book, artikel ilmiah serta jurnal penelitian. Alat bantu yang digunakan dalam menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD) dan UML (Unified Modelling Languag. Tujuan penggunaan alat bantu ini adalah untuk melakukan proses desain basis da ta dan user interface, serta melakukan perbaikan-perbaikan apabila masih terdapat ketidak sesuaian desain dari sistem yang Bahasa pemrograman yang akan digunakan pada perancangan sistem yang akan dibangun, adalah menggunakan bahasa PHP dengan framework CodeIgniter, dan MariaDB untuk databasenya. Model pengembangan sistem yang akan diterapkan adalah menggunakan metode Terkait tahapan konseptual yang akan diterapkan pada kerangka kerja scrum dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. Konseptual kerangka kerja scrum Dalam implementasinya, kerangka kerja metode scrum ini dapat dijabarkan sebagai Kegiatan harus berpatokan pada agenda jadwal yang sudah disusun. JIKA | 13 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 11-19 Kegiatan dilakukan secara konsisten sesuai Sprint yang idbuat. Semua pekerjaan yang dilakukan ditandai sebagai product backlog, dimana product backlog dijadikan sebagai dasar untuk melakukan Sprint dan semua tim yang terlibat harus dapat memutuskan produk bisa dikembangkan atau tidak. Scrum master bertanggung jawab dalam menerima hasil Sprint yang sudah dibuat. Selalu mengadakan meeting setiap hari kerja, dan harus berfokus pada Sprint, meeting, review dan project timeline. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak Berikut ini spesifikasi rancangan analisa kebutuhan perangkat lunak dari sistem informasi control defect divisi QC berupa proses pengecekan barang, yang akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Kemudian informasi ini adalah untuk mempermudah para Staff QC, yaitu Admin QC Sewing dan Admin QC Press dalam proses pengecekan barang dan penyimpanan data. Analisa Kebutuhan perangkat lunak informasi pengecekan barang diusulkan dengan beberapa prosedur diantaranya: Admin QC dapat melakukan login ke Admin QC dapat mengakses berbagai jenis menu pengelolaan data seperti: Menu data supplier Menu jenis material Menu jenis item Menu data defect Admin QC dapat melakukan input data harian, kedalam menu input daily checksheet secara efisien. Admin QC dapat meng-eksport monthly reports atau laporan bulanan, berdasarkan data yang telah diolah dalam sistem. Admin QC dapat melakukan logout dari sistem setelah menyelesaikan Desain Sistem Dalam perancangan sistem informasi control defect, digunakan tools pembantu P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 menggunakan Unified Modelling Language (UML). Diagram UML yang digunakan adalah use case diagram dan activity diagram. Berikut ini adalah penggambaran untuk use case diagram: Gambar 3. Use case diagram Dalam sistem yang berbasis web ini, berdasarkan penggambaran use case diagram diatas terlihat pengguna bisa melakuan login kedalam sistem, lalu sistem akan menampilan dasboard. Kemudian pengguna bisa mengakses beberapa jenis menu pengelolaan data seperti mengelola daily pengelolaan data item barang, data supplier, dan data materials. Selanjutnya pengguna dapat mengelola menu data defect. Selanjutnya, pengguna dapat mengelola data laporan bulanan dengan meng-eksport atau tarik data monthly reports, atau laporan bulanan berdasarkan data yang telah diolah dalam sistem. Jika ingin keluar dari sistem maka pengguna harus melakukan Implementasi Metode Scrum Pengembangan aplikasi sistem informasi control defect , akan mengimplemetasikan metode scrum berdasarkan konseptual kerangka kerja scrum, dengan tahapan sebagai JIKA | 14 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 11-19 Product Backlog Pada tahapan awal akan ditampilkan fitur yang akan dirancang pada sistem informasi control defect seperti yang terlihat pada tabel product backlog dibawah ini: Tabel 1. Product Backlog Fitur Login Daily Checksheets Laporan Bulanan / Monthly Report Item Barang Detail Item Daftar Supplier Daftar Material Daftar Barang Defect Fungsi Sebagai halaman awal untuk pengguna bisa mengakses dan menjalankan sistem Pada fitur ini pengguna dapat menginput setiap barang yang defect dan mencatat barang yang Terdapat fitur rangkuman penghitungan otomatis, yang akan mengakumulasi barang yang ok dan barang yg defect Menyediakan laporan berkala tentang data barang yg defect Memberikan gambaran visual yang ringkas dan informatif tentang status atau kinerja berbagai item. Memberikan informasi lebih rinci tentang suatu item tertentu. Menyediakan mengenai data supplier Memberikan informasi bagi Melihat beberapa barang yang rusak, terlihat dari id dan nama barang tersebut. P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Daily Scrum Kegiatan pada tahap ini akan dilakukan setiap hari kerja, dan diikuti oleh semua anggota tim dalam jangkan waktu kurang lebih 15 menit. Software development team akan menjelaskan apa saja yang sudah dikerjakan, dan kendala apa yang ditemui pada saat Kendala tersebut akan dibantu dicarikan solusinya oleh Project manager dan System analyst. Selanjutnya pada tahapan daily scrum ini. System analyst juga akan melaporkan setiap pengerjaan fitur-fitur, pada aplikasi sistem informasi control defect yang dibangun berdasarkan Sprint yang sudah Implementasi Pengembangan Sistem Tahapan Potentially Shippable Product Increment (PSPI), yaitu pengenalan sistem informasi control defect yang sudah selesai dibangun yang telah memenuhi standar, dan jika dinilai aplikasi tersebut sudah layak dan siap, maka akan diimplementasikan kepada pengguna sistem. Berikut adalah rancangan user interface dari sistem informasi control Halaman Login Pada halaman ini setiap karyawan yang ingin login, hanya perlu memasukan NIP (Nomor Induk Pegawa. dan kata sandi yang telah dibuat, setelah itu klik login. Sprint Planning Pada tahap ini akan dibuat perencanaan penentuan waktu pengerjaan berdasarkan product backlog yang sudah disusun. Berikut adalah tabel Sprint planning dalam membangun sistem informasi control defect: Gambar 4. Halaman login Tabel 2. Sprint Planning Sprint Product Backlog Sprint 1 Login. Daily Checksheets Laporan Bulanan / Monthly Report Item Barang. Detail Item Daftar Supplier Daftar Material Daftar Barang Defect Sprint 2 Sprint 3 Sprint 4 Sprint 5 Sprint 6 Estimated Work Time (Da. Halaman Daily Checksheets Halaman ini dapat digunakan oleh pengguna untuk menginput data setiap barang yang defect dan barang yang OK. Selain itu, pada halaman ini terdapat fitur rangkuman mengakumulasi berapa barang yang OK dan berapa barang yg defect JIKA | 15 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 11-19 P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 Halaman Detail Item Halaman ini memberikan informasi lebih rinci tentang suatu item tertentu, nama dan kode barang, kategori dan subkategori, spesifikasi produk, nama pelanggan atau supplier, tanggal dan nomor faktur. Gambar 5. Halaman Daily Checksheets Halaman Laporan Bulanan/Monthly Report Pada halaman ini menyediakan laporan berkala yang merangkum berbagai informasi penting untuk analisis dan pengambilan keputusan perbandingan dengan bulan sebelumnya, stok awal, stok masuk, stok keluar, dan stok akhir, ekspor laporan dalam format PDF, dan filter data berdasarkan tanggal, dan nama produk. Gambar 8. Halaman Detail Item Halaman Daftar Supplier Halaman ini menyediakan informasi terorganisir mengenai semua supplier yang terdaftar dalam website, nama supplier lengkap, id supplier, cari supplier berdasarkan nama, serta dapat melakuan tambah, edit, dan hapus data supplier. Gambar 6. Halaman Laporan Bulanan/Monthly Report Halaman Item Barang Pada halaman ini akan memberikan gambaran visual yang ringkas dan informatif tentang status atau kinerja berbagai item, menampilkan jumlah stok barang secara realtime, identifikasi item yang hampir habis atau stok berlebih, dan Informasi reorder point untuk item tertentu. Gambar 9. Halaman Daftar Supplier Gambar 7. Halaman Item Barang Halaman Daftar Material Pada halaman ini Pengguna bisa melihat, mengelola, dan memantau data material yang terdaftar dalam sistem. Selain itu, pengguna dapat melakuan pencarian, tambah, edit, dan hapus data. Gambar 10. Halaman Daftar Material JIKA | 16 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 11-19 Halaman Daftar Barang Defect Pada halaman ini pengguna dapat melihat beberapa barang yang rusak, terlihat dari ID dan nama barang tersebut. Selain itu, pengguna dapat melakuan tambah, edit, hapus data, dan melihat detail informasi barang Mengisi NIP yang terdaftar di basis data, kata sandi dan klik NIP: "1111 Kata "pass Mengisi NIP yang ada di basis data kata sandi yang salah. Mengisi data yang valid (NIP yang ada di basis data dan kata sandi yang klik login NIP: "1234 Kata "pass Gambar 11. Halaman Daftar Barang Defect Pengujian Unit Sistem Pengujian unit adalah tahapan dari proses dalam pengujian perangkat lunak, bertujuan untuk memastikan setiap komponennya harus berfungsi dengan baik. Pengujian ini akan dilakukan secara terpisah pada setiap komponen individual dari aplikasi. Adapun tujuan dari pengujian unit untuk memastikan bahwa setiap masing-masing unit perangkat lunak, bisa berfungsi sesuai dengan harapan. Berikut adalah salah satu hasil pengujian unit halaman login: Tabel 3 Hasil Pengujian Halaman Login Skenario Pengujian Test Mengakses login dan login tanpa apa pun NIP: oson Kata . oson Mengisi NIP yang ada di basis data, tetapi tidak kata sandi, klik tombl NIP: "1234 Kata . oso Hasil Sistem AuData diisiAy Sistem han Au Kata diisiAy Hasil Sesuai Sesuai P ISSN : 2549-0710 E ISSN : 2722-2713 NIP: "1234 Kata "pass Sistem AuNIP salahAy Sistem AuNIP salahAy Sistem ai sesi na dan Sesuai Sesuai Sesuai KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian terhadap sistem quality control pada PT. Primaraya Graha Nusantara, menunjukkan beberapa temuan yang signifikan yang dapat membantu perusahaan, meningkatkan efisiensi dalam Penerapan metode scrum dalam perancangan sistem informasi control defect menunjukan keunggulannya, yaitu dari sisi fleksibilitas dan adaptabilitas terhadap adanya perubahan sistem, adanya peningkatan JIKA | 17 Copyright @2026 JIKA (Jurnal of Informatic. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License JIKA (Jurnal Informatik. Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol 10. No 1. Januari 2026, pp 11-19 kolaborasi dan komunikasi antar tim pengembangan sistem yang lebih cepat, untuk menghasilkan hasil yang lebih baik. Aplikasi sistem informasi control defect berbasis web ini, dapat membantu dan mempermudah Staff QC dan perusahaan dalam melakukan pengelolaan data quality control, kemudian dapat mencari data dan informasi quality control dengan tepat dan Sistem ini diharapkan juga dapat menyediakan platform terintegrasi yang memungkinkan pemantauan, pencatatan, dan analisis data defect secara real-time, sehingga divisi quality control dapat merespons lebih cepat terhadap cacat produksi. REFERENSI