CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 EFEKTIFITAS UPRIGHT POSITION DAN SIM POSITION TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA PRIMIGRAVIDA EFFECTIVENESS OF UPRIGHT POSITION AND SIM POSITION ON THE TIME OF LABOR IN THE I ACTIVE PHASE ON PRIMIGRAVIDA Rinda Lamdayani1. Rini Anggeriani2. Madila Tasya3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdurahman Palembang123 email: rindalamdayani5@gmail. com1, anggeriani_r@ymail. com2,dilathasya@gmail. ABSTRAK Pada proses persalinan bisa terjadi persalinan menjadi lama dan sulit yang mengakibatkan komplikasi pada ibu dan bayinya. Penatalaksanaan persalinan yang lama bergantung kepada penyebab dan bisa dilakukan dengan merubah posisi ibu bersalin. Posisi yang nyaman selama persalinan sangat diperlukan bagi pasien. Selain mengurangi ketegangan dan rasa nyeri, posisi tertentu justru akan membantu proses penurunan kepala janin sehingga persalinan dapat berjalan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas posisi Upright Position dan SIM Position terhadap lamanya persalinan Kala I Fase Aktif pada Primigravida. Dengan menggunakan metode studi literature maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran jurnal . -jurna. dan artikel dengan tinjauan teori yang ada . -boo. Penelitian ini mengungkapkan bahwa efektifitas pemberian posisi antara lainUpright position dan SIM Position. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Upright position lebih efektif digunakan untuk ibu bersalin. Tenaga kesehatan, khususnya bidan dapat memberikan posisi yang nyaman bagi ibu bersalin. Kata kunci : Persalinan. Upright position. SIM position ABSTRACT During childbirth, there is a long and difficult labor that causes complications to the mother and her baby. Long delivery management depends on the cause and can be done by changing the position of maternity mothers comfortable position during labor is necessary for the patient. addition to reducing tension and pain, certain positions will precisely help the process of decreasing fetal head so that childbirth can run faster. This research aims to analyze the effectiveness of the position of Upright Position and SIM Position on the length of labor during the period of the Primigravida. By using the method of literature study, analysis of journal search results . -journal. and articles with existing theory review . -boo. The study revealed that the effectiveness of the position-giving between the Upright position and the SIM Position. The results of this study show that Upright position is more effectively used for maternity mothers. Health professionals, especially midwives, can provide a comfortable position for maternity mothers. Keywords: Childbirth. Upright position. SIM positio CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 anastesi apidural menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih rendah. PENDAHULUAN Persalinan merupakan proses alamiah yang dialami seorang wanita pada akhir proses kehamilannya. Fisiologi ibu dalam persalinan akan terjadi perubahan dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Asuhan kebidanan pada kala I sangat diperlukan bagi ibu dalam melalui proses awal Rasa nyeri yang dirasakan tergantung pada banyak fakktor psikososial, derajat kualitas nyeri yang dirasakan ditentukan oleh pengalaman sebelumnya dan seberapa baik pengalaman tersebut diingat. Presepsi nyeri juga tergantung pada pemahaman tentang penyebab rasa nyeri dan kemampuan untuk memikul konsekuensinya3. Persalinan pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan . -42 mingg. , lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin2. Menurut Sulistyawati . Saat memberikan asuhan kepada ibu yang sedang bersalin, penolong harus sselalu waspada terhadap masalah atau penyulit yang mungkin terjadi. Selama anamnesis dan pemeriksaan fisik, tetap waspada terhadap timbulnya tanda bahaya kala I dan lakukan tindakan segera. Lakukan langkah dan tindakan yang sesuai untuk memastikan proses persalinan yang aman bagi ibu dan keselamatan bagi bayi yang Sejumlah perubahan fisiologis terjadi pada ibu selama persalinan. Sangat penting bagi bidan untuk memahami perubahan-perubahan ini agar dapat membedakan tanda-tanda dan gejala persalinan normal dan abnormal3. Pada saat proses persalinan bisa terjadi persalinan menjadi lama dan sulit yang mengakibatkan komplikasi pada ibu dan Penatalaksanaan persalinan yang lama bergantung kepada penyebab dan bisa dilakukan dengan merubah posisi ibu bersalin, pemberian induksi persalinan, kelahiran forcep, ekstrasi vakum, dan kelahiran seksio cesaria5. Aspek-aspek asuhan yang terbukti memenggaruhi perasaan persalinan dan kepuasan pengalaman persalinan meliputi melahirkan, dan dukungan social dari keluarga/pasangan, serta dukungan dari Pengontrolan penatalaksanaan nyeri persalinan adalah salah satu aspek asuhan yang dapat mempengaruhi persepsi wanita terhadap kelahiran dan rasa kepuasan setelah Penelitian yang dilakukan Morgan menunjukkan bahwa sejumlah wanita yang tidak memperoleh agen penghilang rasa nyeri dalam persalinan menunjukkan rasa nyeri yang tinggi, sebaliknya wanita yang memperoleh pereda nyeri total seperti penggunaan Berbagai upaya fisiologis dilakukan penolong persalinan professional agar ibu, terutama primigravida yang mengalami persalinan kala I fase aktif lebih dari 6 jam. Salah satu upaya dalam melayani ibu dalam proses persalinan adalah dengan seperti upright position yang mendukung persalinan agar dapat berjalan secara Hal ini juga merupakan salah satu metode yang sangat membantu merespon rasa sakit dengan cara aktif dan CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 mengurangi lama persalinan kala I fase sirkulasi darah sehingga memberikan suplai oksigen pada bayi, selain itu posisi tegak juga dapat mempercepat penurunan kepala karena adanya gaya gravitasi bumi sehingga memperpendek waktu persalinan kala I. Wanita yang memilih . pright positio. posisi tegak, berjalan atau merasakan kepuasan dan kenyamanan saat proses persalinan8. Menurut penelitian Syaflindawati dkk . tentang AuPengaruh Upright Position Terhadap Lamanya Kala I Fase Aktif pada PrimiparaAy memperlihatkan rerata dan standar deviasi pada posisi berbaring 263,68 A 39, 4 7 menit, sedanglam pada posisi upright position adalah 161,05 A 40,26 menit7. Menurut penelitian Titi Astuti dkk, . tentang AuPengaruh Posisi Tegak (Uprigh. Terhadap Rasa Nyeri Dan Lamanya Kala I Persalinan Ibu PrimiparaAy didapatkan persalinan kala I pada ibu primipara dengan waktu terpendek 5 jam dan terpanjang 12 jam. Sedangkan ibu primipara kelompok kontrol didapatkan waktu terpendek 10 jam dan terpanjang 20 jam. Posisi tegak pada persalinan kala I fase persalinan lebih kurang 1 jam dan dapat memberikan relaksasi pada pembuluh darah dan juga dapat memberikan percepatan penurunan kepala karena adanya gaya gravitasi bumi sehingga dapat memperpendek kala I. Posisi tegak juga dapat meningkatkan kontrol diri terhadap rasa nyeri. Ada sedikit pengurangan tekanan pada sirkulasi darah sehingga memberikan suplai oksigen ke bayi lebih banyak yang sangat baik untuk ibu maupun Kala I adalah kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan 0-10cm . embukaan lengka. Proses ini terbagi menjadi 2 fase, yaitu fase laten . dimana serviks membuka sampai 3 cm dan fase aktif . dimana serviks membuka dari 3-10 cm4. Posisi yang nyaman selama persalinan sangat diperlukan bagi pasien. Selain mengurangi ketegangan dan rasa nyeri, posisi tertentu justru akan membantu sehinggapersalinan dapat berjalan lebih cepat . elama tidak ada kontra indikasi dari keadaan pasie. Beberapa posisi yang dapat diambil antara lain rekumben lateral . , lutut-dada, tangan-lutut, duduk, berdiri, beralan, dan jongkok4. Menurut Norflok dkk, . selama proses persalinan ibu menggunakan posisi Upright, proses persalinan waktunya lebih pendek, kontraksi uterus lebih terpantau. Ini Uprightefektif membantu mempercepat lamanya kala I persalinan pada ibu Pada posisi tegak (Uprigh. dibanding supine . kontraksi uterus lebih kuat, membantu janin bergerak turun ke dalam rongga panggul karena didorong gaya gravitasi bumi. Kontraksi yang efektif adalah penting untuk dilatasi serviks dan penurunan bagian terendah janin, walaupun ada banyak aturan penting dalam membantu mengurangi distocia 8. Posisi tegak pada proses persalinan kala I pada ibu maupun bayi, karena dapat memberikan relaksasi dan Upright position selama persalinan kala I fase aktif memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan posisi lainnya termasuk posisi ibu yang berbaring di tempat tidur CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 karena posisi berbaring dapat menekan vena cava sehingga dapat menurunkan menyebabkan janin hipoksia dan menekan diafragma yang membuat ibu sulit untuk bernafas9. duduk, jongkok pada persalinan kala I dapat menurunkan nyeri bagian belakang . ow back pai. dibandingan posisi Menurut Bobak . , mengatakan bahwa mempengaruhi lamanya proses persalinan Ibu yang banyak bergerak dan dibiarkan memilih posisi yang diingini akan mengalami proses persalinan yang singkat dan rasa nyeri yang berkurang, oleh karena itu, ibu bersalin hendaknya diberi kebebasan memilih posisi yang dirasakan paling nyaman untuk ibu , kecuali jika ada kontra indikasi5. Menurut Asrinah . Posisi berdiri persalinan karena dengan adanya gaya gravitasi dapat membantu penurunan bagian terendah janin, memperbesar ukuran panggul menambah 28% ruang Sedangkan pengaruh posisi berdiri pada kala I yaitu dengan adanya gaya gravitasi dapat memperluas pintu atas panggul sehingga membantu penurunan bagian terendah janin turun lebih cepat10. Menurut Wigand dkk . , mendapatkan bahwa posisi tegak pada persalinan kala I fase aktif dapat memperpendek waktu persalinan lebih kurang 1 jam dan dapat memberikan relaksasi pada pembuluh darah dan juga dapat memberikan percepatan penurunan kepala karena adanya gaya gravitasi bumi sehingga dapat memperpendek kala I. Posisi tegak juga dapat meningkatkan kontrol diri terhadap rasa nyeri. Ada sedikit pengurangan tekanan pada sirkulasi darah sehingga memberikan suplai oksigen ke bayi lebih banyak yang sangat baik untuk ibu maupun Hasil penelitian ini didukung oleh Brenda mengatakan perubahan posisi selama proses persalinan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, menurunkan persalinan direkomendasikan dengan posisi handsknees, berjalan, berdiri, dan berbaring miring, duduk di bola Ibu secara kontinu dapat melakukan perubahan posisi selama proses persalinan dengan baik11. Menurut Lowe . posisi upright Dari beberapa penemuan ambulasi dengan ritme spesifik dapat meningkatkan toleransi untuk nyeri Perubahan mengurangi nyeri, memperlancar aliran darah ke uterus, kontraksi uterus, penurunan janin, dan kontrol personal (Shermer dkk, 1. Posisi ibu selama persalinan dan posisi janin di uterus mempengaruhi kenyamanan ibu. Posisi tegak . yaitu berdiri, berjalan. Menurut Sherwood . mengemukakan bahwa gaya gravitasi dapat mempermudah penurunan kemajuan persalinan karena janin akan berada pada posisi yang lebih baik untuk berjalan kearah panggul ibu. Gerakan posisi berdiri dapat membantu mempengaruhi frekuensi, lamanya dan efisiensi dari kontraksi yang menyebabkan panggul terbuka lebih lebar dan memberikan ruang pada janin untuk segera Cara melakukan posisi berdiri ada 2 cara yaitu ibu berdiri dengan bersandar ke CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 tempat tidur, dan ibu bersandar pada Hendaknya posisi berdiri dilakukan selama 15-30 menit karena posisi ini dapat menambah dimensi PAP (Simkin, 2. Dengan posisi berdiri kemajuan persalinan bisa berlangsung secara cepat yaitu kala I (Primigravid. berlangsung 1 jam untuk pembukaan Ou 1 Menurut penelitian, waktu persalinan juga bisa lebih cepat jika ibu berdiri atau Jika saat berdiri atau berjalanjalan ibu mengalami kontraksi, ibu bisa bersandar ke tubuh suami ibu atau Selagi melakukan posisi ini ibu bisa meminta pasangannya untuk memijat punggung ibu lembut10. sesuai dengan anjuran dokter atau bidan. Kemudian pada saat poses persalinan, ibu hamil mengambil posisi dengan satu kaki diangkat kearah perut dan tangan sisi yang sama diletakkan pada lipatan antara lutut dan paha untuk mendekati dinding perut. Kelemahan posisi ini menyulitkan memonitor proses keluarnya kepala bayi dari dasar panggul dan demikian posisi miring saat bersalin dapat mempermudah turunnya kepala ke dasar panggul, meringankan pada saat kontraksi, tidak persalinan dan memperlancar sirkulasi peredaran darah ibu ke plasenta sehingga suplay oksigen bayi lebih maksimal14. Menurut Simkin dkk . Studi ilmiah tentang dampak posisi tegak (Uprigh. dengan posisi supine terhadap rasa nyeri dan kemajuan persalinan didapatkan : posisi berdiri lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan berbaring. duduk lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan berbaring, pada pembukaan serviks kurang dari 7 cm. posisi tegak duduk, berdiri,atau berjalan menurunkan rasa nyeri dan meningkatkan kepuasan posisi tegak tidak memperpanjang masa persalinan dan tidak menyebabkan cidera pada ibu kala I persalinan13. Posisi miring kiri berpengaruh terhadap kemajuan persalinan kala I karena dapat membantu mengarahkan kepala bayi ke posisi optimal selama kala I sehingga membuat ibu merasa lebih nyaman karena proses pembukaan terjadi secara perlahan (Werdinigsih, 2. Dengan posisi miring kiri kemajuan persalinan bisa berlangsung secara normal yaitu kala I (Primigravid. berlangsung 1 jam untuk setiap pembukaan 115. Posisi yang dirasakan paling nyaman oleh ibu adalah hal yang terbaik. Namum untuk membantu proses kemajuan persalinan kala I fase aktif bidan . akan meminta ibu mengubah posisi agar persalinan berjalan lancar, tetapi atas dasar dan kemauan ibu tanpa ada keterpaksaan. Sedangkan keunggulan posisi miring kiri terhadap proses kemajuan persalinan, peredaran darah balik ibu bisa mengalir Pengiriman oksigen dalam darah dari ibu ke janin melalui plasenta juga tidak terganggu karena tidak terlalu menekan vena cava inferior. Posisi melahirkan ini juga sangat cocok bagi ibu yang merasa nyeri di punggung atau kelelahan karena mencoba posisi yang lain. Posisi berbaring mirng adalah Arah posisi ibu tergantung pada letak ubun Ae ubun Jika berada di kiri, maka ibu anjurkan mengambil posisi miring ke kiri sehingga bayi diharapkan bisa berputar, demikian pula sebaliknya. Posisi ini mengharuskan ibu berbaring ke kiri atau ke kanan. Salah satu kakinya di angkat, sedangkan kaki lainya dalam keadaan lurus posisi yang sering disebut posisi lateral ini, umumnya dilakukan bila posisi kepala bayi belum tepat4. Menurut Candra . Ibu berbaring posisi sim, miring ke kiri atau ke kanan CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 Tetapi posisi miring kiri proses pembukaan servik akan berlangsung secara perlahan-lahan, sehingga proses kemajuan persalinan berjalan lambat (Warna Dkk, 2. bahwa hasil uji fisher exact diperoleh Nilai X 2 Hitung = 1,263 dan Nilai X 2 Tabel = 3,481, jadi X 2 Hitung lebih kecil dari X 2 Tabel. Dan dari hasil uji fisher exact diperoleh nilai A = 0,544 . ilai probabilitas (A) > . Dengan demikian Ho diterima yang artinya tidak signifikan, sehingga tidak ada Hubungan Antara Posisi Miring Kiri dengan Proses Mempercepat Penurunan Kepala Janin Beberapa ibu bersalin merasa bahwa berbaring miring ke kiri membuat mereka lebih nyaman dan efektif untuk mengatur nafas diantara kontraksi. Posisi berbaring ke kiri memudahkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi jika ia mengalami kelelahan. Namun pada posisi miring, dorongan untuk mengumpulkan tenaga pada saat menjelang persalinan lebih lemah karena janin tidak dapat meluncur secara berayun ke jalan lahir sehingga proses pembukaan dalam kemajuan persalinan lebih lambat. Umumnya bergantung pada interaksi dari 3 variabel yaitu tenaga, jalan lahir dan janin. Selain dari 3 hal tersebut, riset menunjukkan bahwa posisi ibu dapat membantu mempercepat kemajuan persalinan 18. Pada penelitian Nilasari dkk . , yang berjudul AuPerbedaan Lama Persalinan Kala I Fase Aktif Antara Posisi persalinan merangkak dan Miring pada Primigravida di Ruang Bersalin RS DKT Kota KediriAy, terdapat 38 responden menunjukkan bahwa sebagian besar . atau 55,26%) ibu merangkak mengalami persalinan yang tidak memanjang, sedangkan hampir setengahnya . atau 36,84%) ibu bersalin mengalami persalinan yang memanjang di Ruang Bersalin Rumah Sakit DKTI Kediri Kota Kediri. Setelah dilakukan uji SPSS dengan kurang dari 0,005 maka pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa sebesar 0,026. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan lama persalinan kala I fase aktif dengan posisi persalinan merangkak dan miring di RS DKT Kota Kediri17. Sedangkan pada posisi miring dorongan untuk mengumpulkan tenaga pada saat menjelang persalinan lebih lemah karena janin tidak dapat meluncur secara berayun ke jalan lahir sehingga proses pembukaan dalam kemajuan persalinan lebih lambat. Berdasarkan teori diatas, penulis beropini bahwa adanya persalinan kala I fase aktif memanjang dapat komplikasi pada ibu dan bayi baik selama atau setelah persalinan16. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Pada awal penelitian, terlebih dahulu penulis menentukan isu penelitian yang akan dikaji, kemudian penulis mencari berbagai referensi sebagai bahan studi literatur. Mulai dari mencari jurnal, artikel, dan tinjauan pustaka secara elektronik di ttp://scholar. https://books. menggunakan kata kunci AuEfektifitas Pada penelitian Ariastuti dkk . , yang berjudul AuHubungan Antara Posisi Miring Kiri Dengan Proses Mempercepat Penurunan Kepala Janin Pada Proses Persalinan Di Bpm Ny. M Slerok Kota TegalAy, terdapat 24 responden dengan menggunakan metode chi square, dan dari hasil penelitian ini menunjukan CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 Upright position dan SIM position terhadap lamanya persalinan kala I fase aktifAy. AuPengaruh Upright positon terhadap lamanya kala I fase aktifAy. AuPengaruh SIM position terhadap lamanya persalinan kala I fase aktifAy. Aystanding positionAy, dan AuSIM positionAy. Selain itu, penulis juga mencari referensi secara manual dengan mengunjungi Stikes Abdurahman Palembang dari tanggal 27 Februari 2020 sampai sekarang untuk memperluas wawasan dalam membuat studi literatur Setelah mengumpulkan jurnal dan artikel dari berbagai sumber diatas, kemudian penulis melakukan analisis dan mengaitkannya dengan tinjauan pustaka yang kemudian dibuat kesimpulan. Untuk jurnal dan artikel berbahasa Inggris, dahulu ke dalam bahasa Indonesia khususnya untuk kategori tujuan, metode penelitian: jenis penelitian, populasi sampel, instrumen penelitian, analisis data, dan hasil penelitian. Hasil terjemahan di analisis dan kemudian dibuat kesimpulan. Penelitian yang dilakukan oleh Astuti dkk . Pada ibu primigravida kelompok intervensi, hasil observasi terhadap lama persalinan kala I dengan jam, rata-rata menunjukkan lama kala I adalah 7,22 jam dengan standar deviasi 2,028, sedangkan ibu pada kelompok kontrol rata-rata lama kala I adalah 14,66 jam dengan standar deviasi 3,534. Hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian dan hipotesis kerja gagal ditolak lamanya kala I persalinan ibu primigravida yang mendapat posisi Upright lebih cepat dsari pada ibu primigravida yang tanpa posisi Upright . value 0,000. 5%)19. Penelitian yang dilakukan oleh Zainiyah . diketahui bahwa posisi persalinan dengan miring kiri sebagian besar ibu bersalin mengalami kemajuan persalinan secara normal yaitu ibu bersalin . ,25%), sedangkan posisi bersalin yang berdiri hampir seluruhnya ibu bersalin mengalami kemajuan persalinan secara cepat yaitu 14 ibu bersalin . ,5%). setelah dilakukan uji statistic Maan whitney, didapatkan hasil P Value . < . sehingga Ha Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri dan posisi berdiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Efektifitas Posisi Berdiri (Uprigh. dengan Posisi Lain terhadap lamanya kala I fase aktif pada Primigravida Pada penelitian Sri . dilakukan analisis data dengan menggunakan independent samples t test diperoleh p = 0,404 artinya tidak ada perbedaan lamanya persalinan kala I fase aktif pada primigravida antara upright position dengan recumbent position, meskipun nilai p & gt : 0,05, terdapat perbedaan rata-rata lamanya persalinan kala I fase aktif pada primigravida antara upright position dan recumbent position yaitu 16 menit, kesimpulan dalam penelitian ini adalah persalinan kala I fase aktif pada primigravida yang melakukan upright Dalam penelitian yang dilakukan oleh Syaflindawati dkk . Perbedaan rerata lama persalinan kala I fase aktif menurut posisi memperlihatkan bahwa rerata dan standar devasi pada posisi berbaring yaitu 263,68A39,47 menit, sedangkan pada posisi upright yaitu 161,05A40,26 menit terhadap lama persalinan kala I fase aktif pada ibu inpartu primigravida. Hasil uji t Independent didapatkan nilai p = 0,000 . < 0,. CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 position lebih cepat dibandingkan dengan recumbent position20. kala I fase aktif pada ibu primipara dibandingkan dengan posisi miring kiri17. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa posisi yang paling tepat dan efektif untuk ibu inpartu kala I fase aktif pada primigravida yaitu posisi berdiri (Uprigh. , untuk mempercepat proses persalinan ibu. Pada penelitian Ariastuti dkk . terdapat 24 ibu yang melahikan menunjukkan bahwa sebagian besar lama kala I yaitu O 6 jam sebanyak 19 responden . ,2%), dan > 6 jam sebanyak 5 responden . ,8%)21. Menurut penulis Posisi berdiri tegak membuat ibu lebih leluasa bergerak dan mengalihkan perhatian saat mengalami Selain itu gerakan-gerakan bisa membantu posisi bayi mendekati jalan Posisi tegak pada proses persalinan kala I diasosiasikan dapat memberikan pada ibu maupun bayi, karena dapat memberikan relaksasi dan memberikan sedikit tekanan pada sirkulasi darah sehingga memberikan suplai oksigen pada bayi, selain itu posisi tegak juga dapat mempercepat penurunan kepala karena adanya gaya gravitasi bumi sehingga memperpendek waktu persalinan kala I. Pada penelitan Lestari dkk . hasil penelitian lainnya dari 8 responden didapatkan 4 responden yang di beri perlakuan posisi miring didapatkan 1 responden yang kemajuannya > 2 jam dan 3 responden responden lainnya kemajuan persalinannya selama 2 jam. Sedangkan 4 responden yang di beri posisi setengah duduk didapatkan 1 responden yang kemajuannya > 2 jam dan 3 responden responden lainnya kemajuan persalinannya selama 2 jam22. Berbeda dengan penelitian Syaidah dkk . Posisi miring ke arah ubun-ubun kecil bermanfaat terhadap percepatan lama fase aktif kala I persalinan. Dari hasil responden mengalami percepatan waktu fase aktif kala I, sedangkan 2 diantaranya mengalami perlambatan dan konstan23. Efektifitas Posisi Miring (SIM) dengan Posisi Lain terhadap Lamanya Kala I Fase Aktif Pada Primigravida. Penelitian yang dilakukan oleh Nilasari dkk . bahwa sebagian besar dari 13 responden yang diberi posisi jongkok didapatkan seluruh responden mengalami percepatan kemajuan persalinan kala I fase aktif O 6 jam yaitu rata-rata 2-3 jam, sedangkan seluruh responden yang diberi posisi miring kiri, lama proses kemajuan persalinan kala I fase aktif berlangsung selama > 6 jam yaitu rata-rata 7-8 jam. Hasil analisis menggunakan t-test independen didapat nilai A = 0,000 < = 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya posisi jongkok lebih efektif terhadap percepatan kemajuan persalinan Berdasarkan hasil penelitian diatas bahwa posisi miring kurang efektif terhadap percepatan persalinan kala I fase aktif. Menurut penulis karena tidak terlalu menekan, proses perlahan-lahan. Beberapa ibu bersalin merasa bahwa berbaring miring ke kiri membuat mereka lebih nyaman dan efektif untuk mengatur nafas diantara kontraksi. Posisi berbaring ke kiri memudahkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi jika ia mengalami Namun pada posisi miring, dorongan untuk mengumpulkan tenaga CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 e-ISSN: 2620-5424 Volume 6 Nomor 1. April 2021 pada saat menjelang persalinan lebih lemah karena janin tidak dapat meluncur secara berayun ke jalan lahir sehingga proses pembukaan dalam kemajuan persalinan lebih lambat. Sherwood . Fisiologi manusia dari sel-ke sel. Jakarta: EGC. Simkin. Buku Saku Persalinan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Brenda. Pain Relief Techniques Labor. http://pregnancychilbirth. m/orticle. Di akses pada tanggal 23 Februari 2010. Titi Astuti . Mashaurani Yamin . Pengaruh Posisi Tegak (Uprigh. Terhadap Rasa Nyeri Dan Lamanya Kala I Persalinan Ibu Primipara. Jurnal Keperawatan. Volume Ix. No. April 2013 Simkin. dan Bolding. Buku Ajar Konsep Kebidanan. Jakarta: EGC. Candra. Keunggulan dan Kelemahan Beberapa Posisi Saat Bersalin. https://tekno. Di akses pada tanggal 26 februari Setyorini. Belajar Tentang Persalinan. Yogyakarta : Graha Ilmu. Sylvia. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta : Rineke Cipta. SARAN