ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 GAMBARAN POLA LUKA PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RAJA AHMAD TABIB PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERIODE JANUARI-DESEMBER TAHUN 2022 Dyah Marianingrum1. Kasih Purwati2. Muhammad Raflin Ilhami Pratama3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dyahmarianingrum@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, kasihpurwanti@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, muhammadraflin@gmail. ABSTRACT Background: Traffic accidents are a leading cause of death in developing countries, and the incidence continues to rise with population growth and increased transportation mobility. This study aims to analyze the pattern of injuries in traffic accident victims treated at Raja Ahmad Tabib Regional General Hospital. Riau Islands Province, during the period from January to December Methods: This study utilized a retrospective descriptive design with a cross-sectional approach. The population consisted of 1,533 traffic accident victims during the January-December 2022 period, and a sample of 318 individuals was selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using descriptive statistics. Results: The study revealed that 69. 5% of the victims were aged over 30 years, 66. 7% were male, 0% survived the accidents. The most common injury pattern among pedestrians was abrasions . 9%), motorbike riders most frequently experienced abrasions . 0%), car drivers mostly suffered from lacerations . 4%), and car passengers predominantly had contusions . 0%). Conclusion: This research concludes that the injury patterns in traffic accident victims at Raja Ahmad Tabib Regional General Hospital in the Riau Islands Province during 2022 show that abrasions are dominant among motorbike riders, lacerations are predominant among car drivers, and contusions are prevalent among car passengers. Keywords: Injury Pattern. Traffic Accidents. Traffic Accident Victims ABSTRAK Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas adalah salah satu penyebab kematian utama di negara berkembang, dan insiden ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan mobilitas Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola luka pada korban kecelakaan lalu lintas yang dirawat di RSUD Raja Ahmad Tabib. Provinsi Kepulauan Riau, selama periode Januari hingga Desember 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain retrospektif deskriptif dengan pendekatan crosectional. Populasi terdiri dari 1,533 korban kecelakaan lalu lintas pada periode Januari-Desember 2022, dan sampel sebanyak 318 orang dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan statistic descriptive. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,5% korban berusia >30 tahun, 66,7% berjenis kelamin laki-laki, dan 84,0% keadaan korban hidup. Pola cedera yang paling umum pada pejalan kaki adalah luka lecet . ,9%), pengendara sepeda motor paling sering mengalami luka lecet . ,0%), pengemudi mobil paling banyak mengalami luka robek . ,4%), sementara penumpang mobil paling sering mengalami luka memar . ,0%). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola cedera pada korban kecelakaan lalu lintas di RSUD Provinsi Kepulauan Riau selama 2022 menunjukkan bahwa luka lecet dominan pada pengendara sepeda motor, luka robek dominan pada pengemudi mobil, dan luka memar dominan pada penumpang mobil. Kata Pola Universitas Batam Luka. Kecelakaan Lalu Lintas. Korban Kecelakaan Lalu Lintas Page 448 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 PENDAHULUAN Di zaman modern seperti sekarang ini, bidang transportasi memiliki peran penting dalam kesejahteraan masyarakat sehingga mendukung pertumbuhan di berbagai sektor. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung perkembangan alat transportasi secara pesat, sehingga menyebabkan laju pertumbuhan kendaraan semakin meningkat. Perkembangan kendaraan sebagai alat transportasi memberikan dampak positif bagi pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan manusia, terutama sebagai alat mobilisasi guna memperlancar aktivitas sehari-hari. Namun hal ini juga diiringi dengan timbulnya beberapa dampak negatif yang tidak diinginkan, seperti kemacetan dan tingkat angka kecelakaan lalu lintas (Hidayat et al, 2. Saat ini kecelakaan lalu lintas menempati urutan ketiga penyebab kematian di negara berkembang. Kecelakaan lalu lintas cenderung meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna jalan dan mudahnya kepemilikan sarana transportasi. Setiap hari sekitar 3400 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas diseluruh dunia. Hampir 90% kecelakaan lalu lintas di dunia terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan Lebih dari 25% kecelakaan lalu lintas yang ada didunia terjadi di Asia Tenggara (Kumar KA, 2. World Health Organization (WHO) 2018 menyatakan bahwa, dalam setiap tahun tercatat ada 1,35 juta orang tewas dikarenakan kejadian kecelakaan lalu lintas diseluruh Artinya, setiap 24 detik terdapat satu orang kehilangan nyawa dijalanan di seluruh WHO juga menyebutkan 73% korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas adalah laki-laki. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika, jumlah kecelakaan yang terjadi Indonesia tahun 2016 sebanyak 106. 129 kasus, dengan korban meninggal berjumlah 26. 185 jiwa, luka 558 orang, luka ringan 121. 550 orang, dan kerugian materi mencapai 226. 833 juta Universitas Batam Menurut Korlantas Polri Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, sejak bulan April hingga Juni 2018 terdapat 592 kasus dengan korban meninggal 444 orang. Menurut data dari Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau, pada tahun 2021 terdapat 704 kasus kecelakaan lalu lintas dimana terdapat korban meninggal sebanyak 110 orang, luka berat sebanyak 148 orang, dan luka ringan sebanyak 572 orang (Polda Kepri. Sebuah Chalya laki-laki mengalami kecelakaan lalu lintas dikarenakan adanya peningkatan partisipasi aktifitas yang beresiko pada kelompok jenis kelamin Sementara itu pada penelitian yang dilakukan di bagian Forensik RSUP Sanglah Denpasar Bali pada tahun 2012, korban kecelakaan lalu lintas yang terbanyak berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 74% dari 197 kasus dan pada usia muda usia 20-30 tahun dengan persentase 29% dari 197 kasus (Nugroho and Yulianti, 2. Korban kecelakaan lalu lintas bisa terjadi pada pejalan kaki, pengguna kendaraan roda sepeda,maupun pengguna kendaraan roda Pejalan kaki dan pengguna sepeda motor merupakan kelompok yang rentan mengalami kecelakaan lalu lintas (Kepel FR. Kecelakaan lalu lintas menyebabkan timbulnya berbagai pola luka. Luka tersebut dapat berupa luka lecet, memar, ataupun luka robek (Setiarini S, 2. Luka lecet merupakan luka yang umumnya terdapat pada korban kecelakaan kendaraan roda dua. Sedangkan pada korban kecelakaan kendaraan roda empat, lebih sering ditemukan memar dan luka lecet. Luka robek lebih umum ditemukan pada korban kecelakaan roda dua dan patah tulang berkeping lebih sering ditemukan pada korban pejalan kaki serta pengguna kendaraan roda empat (Ambade VN, 2. Page 449 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau sebagai RS rujukan provinsi yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan dari kabupaten/kota seprovinsi Kepulauan Riau diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan terkhususnya dibidang kegawatdaruratan kasus kecelakaan lalu lintas dan informasi tentang pola luka pada kecelakaan lalu lintas mengingat masih sangat sedikit informasi atau bahkan belum ada penelitian tentang hal ini di Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan permasalahan diatas melihat masih tinggi angka kecelakaan lalu lintas, maka penulis tertarik untuk membuat penelitian tentang AuGambaran pola luka pada korban kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau periode januari-desember tahun 2022Ay. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian Retrospektif Deskriptif dengan Rancangan penelitian yang digunakan yaitu crosectional. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunkan data sekunder berupa rekam medis. opulasi dalam penelitian ini adalah semua korban kecelakaan lalu lintas yang tercatat di RSUD Raja Ahmad Tabib periode Januari-Desember tahun 2022 berjumlah 1533 korban. Penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling Dengan total sampel sebanyak 318 orang. Penelitian di uji menggunakan uji Statistic Descriptive. HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi Frekuensi Usia Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Demografi Responden Berdasarkan Usia Frekuensi Persentase Usia (Tahu. (%) O 30 > 30 Total Berdasarkan tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa korban kecelakaan lalu lintas yang tercatat di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Universitas Batam Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, dari 318 sampel diperoleh 97 sampel . ,5%) yang berada dalam kategori usia O 30 tahun dan sebanyak 221 sampel . ,5%) yang berada dalam kategori usia resiko >30 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar sampel berusia >30 tahun . ,5%) dibandingkan dengan sampel berusia O 30 tahun . ,5%) sesuai dengan tabel 4. Penelitian oleh Ratu et al . di Ambon dengan jumlah sampel dalam penelitian yaitu 45 sampel juga mendapatkan kelompok usia yang paling banyak mengalami kecelakaan adalah usia 25-44 tahun yaitu 19 orang . %). Dalam penelitiannya menyampaikan bahwa usia 25-44 tahun sering mengalami kecelakaan lalu lintas dikarenakan pada usia tersebut merupakan usia produktif yang memiliki mengalami kecelakaan lalu lintas. Berbeda dari hasil penelitian oleh Putra . yang mendapatkan sebaliknya yaitu usia terbanyak korban kecelakaan lalu lintas adalah kelompok remaja dan dewasa muda yaitu rentang usia 15-29 tahun . ,8%) diikuti dengan usia 5-14 tahun . ,9%) dan 30-44 tahun . ,6%). Hasil serupa juga didapatkan oleh Aprianta . dimana korban kecelakaan terbanyak terjadi pada usia 17-25 tahun yaitu 7 orang . %), selanjutnya pada usia 26-35 tahun yaitu 5 orang . %), pada usia 56-65 tahun yaitu 4 orang . %), kemudian pada usia 46-55 tahun yaitu 3 orang . %), pada usia 36-45 tahun yaitu 1 orang . %). Menurut Putra dan Aprianta usia dewasa awal merupakan kelompok usia yang produktif dimana mempunyai mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok umur Dari kedua hasil penelitian yang berbeda tersebut terdapat persamaan pendapat oleh kedua peneliti yaitu pada usia produktif lebih cendrung mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana usia produktif menurut Badan Pusat Statistik adalah antara usia 15 sampai 64 Page 450 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Jenis Kelamin . (%) Laki-laki Perempuan Total Tabel 2 diatas menunjukan korban kecelakaan lalu lintas yang tercatat di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, dari 318 sampel diperoleh 212 sampel . ,7%) berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 106 sampel . ,3%) berjenis kelamin perempuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar sampel berjenis kelamin laki-laki . ,7%) dibandingkan dengan sampel berjenis kelamin perempuan . ,3%). Hal ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Putra. Hariyani, dan Akbar . yang mendapatkan korban kecelakaan lalu lintas yang ditemukan paling banyak adalah laki-laki yaitu 64 orang . ,7%). Hasil yang sama juga didapatkan oleh Aprianta . yaitu korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan jenis kelamin di Rumah Sakit Umum Daerah Drs. Amri Tambunan dimana terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki 19 orang . ,0%) dibandingkan perempuan 1 orang . ,0%). Penelitian yang dilakukan Riandini et al. di RSUP Dr. Djamil Padang, juga mendapatkan bahwa korban terbanyak untuk kasus kecelakaan lalu lintas adalah jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan, dengan perbedaan presentasi laki-laki sebanyak 62% dan perempuan sebanyak 38%. Laporan statistik WHO menyatakan bahwa laki-laki usia muda lebih mungkin mengalami kecelakaan lalu lintas dan sekitar tiga perempat . %) kematian karena kecelakaan lalu lintas terjadi pada laki-laki. Selain dikaenakan pengendara laki-laki lebih banyak daripada perempuan, perempuan berhati-hati mengemudi, mematuhi aturan lalu lintas, dan menggunakan helm atau sabuk pengaman. Universitas Batam Laki-laki lebih sering beraktifitas di luar rumah karena rasa tanggung jawabnya sebagai tulang punggung keluarga. Laki-laki adalah pengguna jalan paling banyak dan lebih memilih menggunakan sepeda motor. Lakilaki pada saat mengemudi cenderung menunjukkan karakteristik emosional seperti mudah marah, tidak sabar, keinginan untuk mengemudi dengan cepat dan agresif serta tidak memperdulikan bahaya. Distribusi Frekuensi Keadaan Korban Tabel 3. Distribusi Keadaan Korban Keadaan Korban Hidup Meninggal Total Frekuensi Berdasarkan Frekuensi . Persentase (%) Tabel 3 diatas menunjukan korban kecelakaan lalu lintas yang tercatat di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, dari 318 sampel diperoleh 267 sampel . ,0%) berkeadaan hidup dan sebanyak 51 sampel . ,0%) berkeadaan meninggal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar sampel berkeadaan hidup . ,0%) dibandingkan dengan sampel berkeadaan meninggal . ,0%). Hal ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Ratu et al . pada data kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2014-2017 yang telah dibuatkan visum et didapatkan diantaranya jumlah korban hidup yakni sebanyak 30 kasus . %) dan korban meninggal dunia sebanyak 15 kasus . %). Kecelakaan lalu lintas menempati urutan ketiga penyebab kematian di negara Setiap hari sekitar 3400 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Hampir 90% kecelakaan lalu lintas di dunia terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah. Lebih dari 25% kecelakaan lalu lintas yang ada di dunia terjadi di Asia Tenggara. Di Indonesia kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar. Pada tahun 2013 Page 451 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 dalam tingkatan Asia Tenggara. Indonesia menduduki peringkat pertama dengan 26. jumlah kejadian KLL. Kecelakaan yang terjadi dapat menyebabkan luka-luka dari luka ringan hingga terjadinya kecacatan pada korban bahkan yang paling fatal dapat menyebabkan Berdasarkan data Badan Pusat Statistika, jumlah kecelakaan yang terjadi Indonesia tahun 2016 sebanyak 106. 129 kasus, dengan korban meninggal berjumlah 26. jiwa, luka berat 22. 558 orang, luka ringan 550 orang, dan kerugian materi mencapai 833 juta rupiah. Distribusi Frekuensi Gambaran Pola Luka Kecelakaan Lalu Lintas Pada Pejalan Kaki Tabel 4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gambaran Pola Luka Pada Pejalan Kaki Gambaran Pola Frekuensi Persentase Luka . (%) Luka Memar Luka Lecet Luka Robek Patah Tulang Total Tabel 4 diatas menunjukan korban kecelakaan lalu lintas pada pejalan kaki yang tercatat di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, dari 29 sampel didapatkan 6 sampel . ,7%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka memar, 11 sampel . ,9%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka lecet, 2 sampel . ,9%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka robek, dan sebanyak 10 sampel . ,5%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka patah Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keempat gambaran pola luka didapatkan paling banyak adalah kategori gambaran pola luka lecet yaitu 11 sampel . ,9%). Penelitian yang dilakukan oleh Makalew . di area perdesaan di Sulawesi Utara, dimana pada pejalan kaki mengalami peningkatan kecelakaan lalu lintas dari 191 korban pejalan kaki di tahun 2014 menjadi 372 korban pejalan kaki di tahun 2018. Hal ini Universitas Batam disebabkan karena pejalan kaki kurang memperhatikan kendaraan sepeda motor di area umum ketika berjalan kaki, tidak berhatihati saat menyeberangi jalan utama, tergesagesa dalam menyebrang, dan yang paling sering ialah menyebrang bukan pada jalur penyebrangan yang ada. Sehingga pejalan kaki dianggap rentan mengalami kecelakaan lalu Luka lecet merupakan luka yang paling banyak ditemukan pada korban pejalan kaki maupun pengguna sepeda motor. Luka lecet pada pejalan kaki sering ditemukan karena adanya penggoresan benda tumpul dan terseret akibat benturan dengan kendaraan. Walaupun pada penelitian ini pada korban pejalan kaki perbandingan luka lecet dan patah tulang yang ditemukan tidak terlalu jauh. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Ambade . yang mengatakan bahwa patah tulang berkeping lebih sering ditemukan pada korban pejalan Distribusi Frekuensi Gambaran Pola Luka Kecelakaan Lalu Lintas Pada Pengendara Sepeda Motor Tabel 5. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gambaran Pola Luka Pada Pengendara Sepeda Motor Gambaran Pola Frekuensi Persentase Luka . (%) Luka Memar Luka Lecet Luka Robek Patah Tulang Total Tabel 5 diatas menunjukan korban kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor yang tercatat di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, dari 196 sampel didapatkan 22 sampel . ,2%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka memar, 94 sampel . ,0%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka lecet, 67 sampel . ,2%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka robek, dan sebanyak 13 sampel . ,6%) berada dalam kategori memiliki Page 452 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 gambaran pola luka patah tulang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keempat gambaran pola luka didapatkan paling banyak adalah kategori gambaran pola luka lecet yaitu 94 sampel . ,0%). Hasil penelitian ini sebelumnya seperti penelitian yang dilakukan oleh Putra et al . yang juga mendapatkan bahwa luka terbanyak adalah luka lecet yaitu sebanyak 102 luka . ,5%) pada pasien kecelakaan lalu lintas yang dilakukan pemeriksaan di RSUD Mayjen H. Taib Kerinci. Luka lecet adalah jenis luka yang sering ditemukan pada kecelakaan lalu lintas. Hal ini disebabkan karena luka lecet lebih mudah terjadi dibandingkan jenis luka lainnya, dimana luka lecet terbentuk oleh karena terjadi perpindahan lapisan epitel kulit superfisial akibat gesekan terhadap permukaan yang kasar. Sedangkan jenis luka lainnya, memerlukan energi yang lebih besar untuk menimbulkan cedera pada tubuh dibandingkan energi yang dibutuhkan untuk menimbulkan luka lecet. Luka lecet sering ditemukan pada kecelakaan sepeda motor karena saat jatuh dari sepeda motor, pengendara biasanya terseret oleh gaya tolak-menolak antara dua benda, bisa karena gesekan antara permukaan jalan, pakaian, dan kulit yang menyebabkan luka lecet pada bagian tubuh yang terkena. Hal ini didukung oleh pernyataan Riskesdas . yaitu penyebab cedera pada kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada pengendara sepeda motor. Distribusi Frekuensi Gambaran Pola Luka Kecelakaan Lalu Lintas Pada Pengemudi Mobil Tabel 6. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gambaran Pola Luka Pada Pengemudi Mobil Gambaran Pola Frekuensi Persentase Luka . (%) Luka Memar Luka Lecet Luka Robek Patah Tulang Total Universitas Batam Tabel 6 diatas menunjukan korban kecelakaan lalu lintas pada pengemudi mobil yang tercatat di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, dari 67 sampel didapatkan 11 sampel . ,4%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka memar, 19 sampel . ,4%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka lecet, 29 sampel . ,3%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka robek, dan sebanyak 8 sampel . ,9%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka patah Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keempat gambaran pola luka didapatkan paling banyak adalah kategori gambaran pola luka robek yaitu 29 sampel . ,3%). Hal ini sejalan dengan hasil penelitan oleh Salsabila et al . yang memperoleh jenis luka pada kasus kecelakaan lalu lintas yang paling sering ditemukan adalah jenis luka terbuka yaitu sebanyak 94 kasus . ,94%). Pada kasus kecelakaan dengan kendaraan roda empat, pengemudi dapat membentur kaca mobil dan mengakibatkan cedera pada kepala (Rukmana et al. , 2. Hasil ini juga sejalan sejalan dengan penelitian yang dilakukan di RSUP Fatmawati Jakarta Selatan pada tahun 2015 yang menyatakan bahwa luka terbuka adalah jenis cedera yang paling banyak didapatkan pada kecelakaan lalu lintas (Riyadina and Subik. Namun, penelitian yang dilakukan di RSUD Cibabat Cimahi pada tahun 2015 menyatakan bahwa luka lecet adalah luka yang paling sering didapat dari kecelakaan lalu Saat kecelakaan lalu lintas terjadi, permukaan tubuh dapat bersentuhan dengan berbagai macam benda yang memiliki permukaan yang kasar seperti jalan raya, sehingga menghasilkan luka lecet. Sedangkan luka terbuka dapat terjadi apabila manusia terkena benturan yang sangat keras sampai melebihi batas elastisitas jaringan. Luka lecet juga dapat terjadi karena benturan pada bagian depan kendaraan (Rizki, 2. Hal ini juga didukung dengan hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti bahawa gambaran Page 453 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 pola luka pada kecelakaan lalu lintas terbanyak setelah luka robek adalah luka lecet yakni 28,6 %. Distribusi Frekuensi Gambaran Pola Luka Kecelakaan Lalu Lintas Pada Penumpang Mobil Tabel 7. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Gambaran Pola Luka Pada Penumpang Mobil Gambaran Pola Frekuensi Persentase Luka . (%) Luka Memar Luka Lecet Luka Robek Patah Tulang Total Tabel 7 diatas menunjukan korban kecelakaan lalu lintas pada penumpang mobil yang tercatat di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, dari 26 sampel didapatkan 13 sampel . ,0%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka memar, 2 sampel . ,7%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka lecet, 5 sampel . ,2%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka robek, dan sebanyak 6 sampel . ,1%) berada dalam kategori memiliki gambaran pola luka patah Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keempat gambaran pola luka didapatkan paling banyak adalah kategori gambaran pola luka memar yaitu 13 sampel . ,0%). Hal ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Kepel et al . yang mendapatkan pola luka terbanyak pada korban KLL pada penumpang mobil ialah luka memar di kepala. Penumpang mobil memiliki luka memar lebih banyak dibandingkan luka lain. Hal ini disebabkan pada penggunaan sabuk pengaman oleh penumpang mobil, saat rem mendadak akan terjadi tahanan yang diberikan sabuk pengaman yang dipakai oleh korban. Tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pembuluh Makin besar tekanan yang diberikan, maka lebih banyak pembuluh darah yang akan rusak sehingga kebocoran dari darah juga semakin besar dan menyebabkan makin besarnya memar yang terjadi. Universitas Batam KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diteliti oleh peneliti dengan jumlah sampel sebanyak 318 sampel tentang gambaran pola luka pada kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Periode JanuariDesember Tahun 2022 dapat disimpulkan sebagai berikut: Lebih dari setengah responden sebanyak 69,5% memiliki umur kategori >30 tahun pada korban kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Periode Januari-Desember Tahun 2022. Lebih dari setengah responden sebanyak 66,7% berjenis kelamin laki-laki pada korban kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Periode JanuariDesember Tahun 2022. Lebih dari setengah responden sebanyak 84,0% keadaan korban hidup pada kasus kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Periode JanuariDesember Tahun 2022. Gambaran pola luka yang paling banyak korban kecelakaan lalu lintas pada pejalan kaki di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Periode JanuariDesember Tahun 2022 adalah pola luka robek sebanyak 11 orang . ,9%) dan pola luka yang paling sedikit adalah pola luka robek sebanyak 2 orang . ,9%). Gambaran pola luka yang paling banyak korban kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Periode Januari-Desember Tahun 2022 adalah luka lecet sebanyak 49 orang . ,0%) dan luka yang paling sedikit adalah pola luka patah tulang sebanyak 13 orang . ,6%). Gambaran pola luka yang paling banyak korban kecelakaan lalu lintas pada pengemudi mobil di Rumah Sakit Raja Page 454 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Periode Januari-Desember Tahun 2022 adalah luka robek sebanyak 29 orang . ,3%) dan luka yang paling sedikit adalah patah tulang sebanyak 8 orang . ,9%). Gambaran pola luka yang paling banyak korban kecelakaan lalu lintas pada penumpang mobil di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Periode Januari-Desember Tahun 2022 adalah luka memar sebanyak 13 orang . ,0%) dan luka yang paling sedikit adalah luka lecet sebanyak 2 orang . ,7%). SARAN Diharapkan memberikan Perhatian kepada masyarakat adar dapat lebih berhati-hati lagi dalam berkendara dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan memakai helm sebagai pelindung diri saat UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ibrahim, yang telah memberikan saran pada penelitian ini. Ucapan terimakasih juga peneliti ucapkan kepada lahan penelitian yaitu RSUD Raja Ahmad Tabib. DAFTAR PUSTAKA