JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 PEWARISAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMPROTEKSI MASYARAKAT BALI DARI DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI Ni Luh Ketut Sukarniti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta Ae Denpasar Abstrak-Pentingnya pewarisan nilai-nilai kearifan lokal bagi masyarakat Bali, selain untuk menghadapi berbagai dampak negatif perubahan sosial yang diabaikan teknologi. Gejala yang dialami masyarakat Bali kini adalah perubahan sosial budaya yang sangat mendasar. Akselerasi informasi gelombang teknologi membawa perubahan cukup signifikan pada masyarakat Bali, baik pada tataran surface structure . ikap dan pola-pola perilak. dan deepstructure . istem nilai,pandangan hidup, filsafat dan keyakina. Perubahan terjadi karena kontak budaya antar masyarakat yang dimaknai adanya dialektika nilai-nilai baru dengan nilai-nilai lama yang saling mendominasi, memungkinkan terjadinya homoginesis, dan neoliberalisasi pada seluruh aspek kehidupan termasuk nilai-nilai budaya lokal yang selama ini menjadi pegangan masyarakat Bali. Kondisi ini menimbulkan spit dan kegamangan nilai, karena masyarakat Bali lebih menggunakan nilai modern dengan memarginalkan nilai transcendetal. Akibatnya terjadi berbagai bentuk penyimpangan nilai moral yang tercemin dalam corak, gaya, dan pola hidup masyarakat. Oleh karenanya penguatan dan pewarisan nilai-nilai kearifan lokal Bali perlu dilakukan secara intensif pada generasi muda Bali. Kata Kunci: Bali. Teknologi Modern. Nilai-Nilai Kearifan Lokal. Perubahan Sosial Abstract- The importance of maintaining local wisdom for Balinese people in order to face various negative impacts of social changes brought about by . Technology The symptom, which is basically felt by the Balinese today, is the fundamental socio-cultural change. The acceleration of the information coming along with the wave of technology has been significantly experienced by the Balinese, both at the level of the Ausurface structureAy . he attitudes and the pattern of Ni Luh Ketut Sukarniti JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 and at the level of the Audeep structureAy . he value system, the life view, the philosophy, and the belie. The change is due to the culture contacts between countries in which there are dialectic fight between the contemporary values and those of the traditional where one tries to take the domination of another. Here, the hegemony and the neoliberal views are possibly coming and breaking all the aspects of life, including the values of the local culture ever obeyed firmly by the Balinese society. This condition leads to a spit and uncertain values situation because the people give more attention and respect to the modern values and marginalize the transcendental values. This is resulting in various violations of the moral values reflected by the feature, the style, and the life pattern of the society to occur. Therefore, reinforcement and inheritance of Balineselocal wisdom have to be conducted intensively to the Balinese younger Keywords: Bali, circle of the modern technology, values of the local wisdom, social change masyarakat Bali. Kondisi ini menimbulkan Pendahuluan Gejala yang dialami masyarakat Bali spit dan kegamangan nilai sebab masyarakat kini adalah perubahan sosial budaya yang Bali modern,secara gelombang teknologi membawa perubahan cukup signifikan pada masyarakat Bali, baik Akibatnya pada tataran surface structure . ikap dan pola-pola perilak. dan deep structure tercermin dalam corak, gaya dan pola hidup . istem nilai, pandangan hidup, filsafat dan Akselerasi nilai-nilai nilai-nilai Perubahan terjadi karena kontak Oleh sebab itu, perlu ada penguatan dan budaya-budaya antar negara yangdimaknai pewarisan nilai kearifan lokal Bali, perlu adanya dialektika nilai-nilai baru dengan juga dilakukan secara intensif pada generasi nilai-nilai lama yang saling mendominasi, muda Bali. Gejala mendasar yang dirasakan yang memungkinkan terjadi homogenisasi oleh masyarakat Bali dewasa ini adalah dan neoliberalisasi pada seluruh aspek-aspek kehidupan termasuk nilai-nilai budaya lokal Perubahan dikarenakanadanya kontak budaya antar Ni Luh Ketut Sukarniti JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 Negara. Kontak budaya dapat dimaknai Bali sebagai pertemuan antara nilai-nilai baru dan Apadurai . alam Ritzer nilai-nilai 2007:. yang menggambarkan, bahwa mendominasi dan sangat berpengaruh dalam perubahan nilai terjadi karena pengaruh. tataran surface structure, yakni pada sikap . perpindahan orang . dan pola pola perilaku serta di dalam tataran . media informasi . deep structure, yaitu pada perubahan sistem . yang dibawa atau yang dapat dilihat Intinya, perubahan masyarakat di Bali terjadi karena gelombang modernisasi dan teknologi yang telah memperkenalkan Bali. Pesatnya kontak sosial-budaya antar . terjadinya aliran kepemilikan modal . ideologi-ideologi . baik maupun yang dapatdiadopsi. provinsi dan negara terjadi karena kemajuan Kondisi ini membawa konsekuensi yang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat mendasar bagi kehidupan dan upaya ditandai dengan kian mutakhirnya media mempertahankan kemurnian adat-istiadat Informasi Teknologi dan nilai-nilai budaya lokal Bali. Teknologi Komunikasi (Information and Communicati menimbulkan pergulatan antara nilai budaya on Technolog. lokal dan nilai budaya global . yang Akselerasi tentang informasi gelombang semakin tinggi intensitasnya. Sementara itu, teknologi telah menyebabkan dunia seakan- dipahami bahwa nilai modern tidak selalu membawakan kebaikan bagi pengembangan global. lobal villag. dan tersatukannya budaya global dengan berasaskan pada nilai- nilai-nilai budaya lokal. Croch . alam Nesta, 1. seorang nilai liberalistik-kapitalistik. Dengan begitu, disertasinya memaparkan tentang konflik terjadihomogenisasi . enyeragaman buday. sosio-kultural yang terjadi di kalangan dan neoliberalisasi yang merasuk dalam seluruh lini kehidupan termasuk dalam Timur. Dikatakannya, bahwa secara empiris praktek pendidikan. Hal ini berarti bahwa masyarakat Bali di bagian Timur mengalami degradasi nilai sosio-kultural yang disinyalir Ni Luh Ketut Sukarniti Bali Bali JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 disebabkan karena pengembangan industri saat itulah terjadi proses penggiringan nilai- Dalam industri pariwisata terjadi nilai budaya tradisional masyarakat yang Augesekan budayaAy. Aupertukaran budayaAy atau pada akhirnya mengakibatkan terjadinya Auadopsi budayaAy. Jika budaya yang diadopsi split dan kegamangan nilai (Sauri, 2. oleh masyarakat di Bali tidak sesuai budaya Kegamangan nilai ini juga sangat dirasakan lokal Bali, maka akan terjadi persilangan dan dialami sebagian besar masyarakat Di dalam kondisi semacam ini, bisa Bali. Kegamangan terjadi pertahanan nilai etika dan budaya masyarakat dewasa ini terjadi karena sisi lokal yang menjadi pegangan masyarakat Bali akan semakin tergoyahkan, nilai tradisi mengutamakan kemampuan akal, dengan masyarakat Bali yang ramah, lembut dan santun bisa tergilas oleh nilai-nilai baru yang transendental serta tunduk pada paham bersandar dan berlindung kepada kebebasan mengatasnamakan hak asasi. Pertukaran Akibatnya, terjadi berbagai informasi termasuk nilai antar bangsa yang bentuk penyimpangan nilai moral yang berlangsung cepat dan dipenuhidinamika, tercermin dalam corak, gaya, dan pola hidup mendorong terjadinya proses perpaduan Fenomena menguatnya corak nilai, kekaburan nilai, bahkan terkikisnya dan gaya hidup masyarakat yang hedonis nilai-nilai asli yang sebelumnya sakral dan cukup mengkhawatirkan bagi pelestarian menjadi identitas suatu bangsa (Fukuyam, nilai-nilai lokal dan memberikan dampak Ketika nilai-nilai teknologi diagung- negatif terhadap jati diri orang Bali. nilai-nilai materialisme,dan agungkan oleh para pendukungnya, maka II. Pembahasan kehidupan yang unik memiliki banyak cerita Keunikan Bali yang dinamis sebagai pola kehidupan yang Bali memang menarik dan unik. Selain humanis-religius. Keunikan Bali merupakan salah satu ikon kebanggaan dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber Indonesia yang telah mendatangkan banyak pada ajaran agama Hindu. Masyarakat Bali wisatawan dan devisa bagi Indonesia karena lingkungan alam dan budayanya, menurut komplementer dalam konsep rwa-bhineda Triguna . 1:i. Bali juga sebagai lokus yang ditentukan oleh ruang . , waktu Ni Luh Ketut Sukarniti JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 . , . Konsep dalam membuat saluran-saluran air di bawah tanah . ahasa Balinya: aunga. , bahkan Korn menyebut bahwa mereka sebagai para fleksibel dan juga selektif dalam menerima insinyur Bali. Tidak ketinggalan, dibidang dan mengadopsi pengaruh budaya luar. pengobatan tradisional . sada-Bal. menjadi Budaya Bali juga memiliki identitas yang daya tarik ilmuan kedokteran berkebangsaan Bali Jerman, seperti Wolfgang Weck. Rakyat di termanifestasi secara konfiguratif Bali disebutkan bahwa tata cara pengobatan mencakup nilai-nilai dasar yang dominan tradisonal Bali memberi sumbangan yang seperti nilai religius, nilai estetika, nilai penting bagi metode pengobatan dalam ilmu menunjukkan bahwa ada landasan yang kuat tercermin dalam kearifan lokalnya. Clifford dan segi-segi positif tentang kemampuan Geertz . misalnya, dalam bukunya orang Bali dengan kebudayaannya yang Negara. The Theatre State in Nineteenth masih bersifat tradisional. Akan tetapi. Century Bali membahas tentang subak secara mendalam dan sistematis, yang membawa kultur mereka masing-masing, sampai pada kesimpulan bahwa di seluruh mulai menggoyahkan fondasi yang dibangun dunia tidak ada organisasi sosial pengairan semenjak awal. Dapat dikatakan masyarakat yang seefektif subak. Dalam kaitan dengan Bali kini ada dalam pusaran ideologi modern pembentukan karakter dilihat dari sisi fungsi akibat gelombang teknologi. ISSN: 2620-5173 harmonis,dan (Geriya 2000:. Gambaran nilai membentuk AuisiAy manusia. Geertz Tidak semua nilai-nilai budaya tersebut . alam Triguna, 2011:. juga pernah dapat hidup dan berkembang dengan baik menulis tentang pola asuh orang Bali yang karena terdesak kuatnya arus modernisasi menurutnya model pola asuh orang tua telah dan teknologi. Hal tersebut disebabkan oleh membentukan karakter orang Bali itu secara kurangnya pemahaman masyarakat di Bali Demikian juga dengan V. tentang hakekat dan pentingnya peranan Korn . menuangkan kekagumannya budaya lokal Bali menyangkut adat, tradisi tentang orang Bali dalam bukunya Het dan nilai agama Hindu yang menjiwainya. Adatrecht van Bali (Hukum Adat Bal. Akibatnya, banyak generasi muda Bali yang Dikatakan bahwa betapa orang Bali piawai melupakan tradisi dan adat budaya Bali yang Ni Luh Ketut Sukarniti JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 telah dibangun berabad-abad lamanya oleh Bali menganggap caradalam penyesuaian nenek moyang orang Bali. Mengingat yang dilakukan sebelumnya kurang cocok, lingkungan yang terus berubah, yang mana misalnya sebagaimana yang telah diatur perubahan itu tidak mungkin bisa terelakkan awig-awig, maka cara itu harus disesuaikan atau dihindari, maka tantangan utama yang dengan cara yang dianggap lebih cocok atau dihadapi masyarakat Bali ke depan adalah awig-awig yang dimiliki mengakomodasi meningkatkan kemampuan demi beradaptasi hal-hal baru dengan tetap berpegang pada dengan perubahan dan dinamika (Bennet nilai-nilai kearifan lokal. Dalam keadaan ini, 1976: . Menurut Geertz . , lembaga pendidikan tentu memegang peranan penting tradisional seperti Desa Adat dengan awig- di dalam mentrasformasi nilai-nilai budaya awig-nya dianggap sebagai benteng terakhir kepada generasi muda Bali. dari ketahanan budaya Bali. Jika masyarakat Kehidupan modern akibat teknologi Bali dalam Pusaran Ideologi Modern telah menimbulkan pergulatan antara nilai- Kenyataan bahwa orang Bali belakangan nilai budaya lokal dengan budaya global cenderung mengadopsi kebudayaan modern pada masyarakat Bali. Sistem budaya lokal . ang kemungkinan saja dinilai lebih praktis dengan kearifan lokalnya yang selama ini dibandingkanbudaya loka. Di sisi lain, orang Bali berada pada persimpangan jalan karakter oleh masyarakat Bali tidak jarang karena mereka sedang menggiatkan Desa Adat (Desa Pakrama. Dengan kata lain, nilai-nilai budaya global terutama karena orang Bali pun dihadapkan pada fenomena kemajuan teknologi informasi yang semakin paradoks, yakni berdiri pada pijakan yang mempercepat proses perubahan tersebut. Kaki kanan terikat pada kekuatan Berkembang pesatnya kemajuan teknologi tradisi, sedangkan kaki kiri menganut sistem di satu sisi mempermudah bagi kehidupan nilai dari luar . ilai-nilai moder. Sentuhan masyarakat Bali, akan tetapi di sisi lain dari budaya luar ini menyebabkan terjadinya menjadi beban terutama karena adanya ketidakseimbangan, sehingga masyarakat di sejumlah nilai-nilai ikutan dari teknologi Bali kehilangan orientasi . dan yang membahayakan masyarakat khususnya dislokasi hampir di setiap aspek kehidupan (Ardika, 2004a:. sekular,pragmatis dan positivis. Nilai yang nilai-nilai Ni Luh Ketut Sukarniti JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 praktek-praktek meskipun berbeda asalnya, namun lambat menimbulkan keresahan psikologis dan laun mengambil wujud menjadi sesuatu yang bersifat khas Bali. masyarakat Bali (Ardika,2004b:. Intinya. Oleh karena itu, setiap orang yang pengetahuannya telah tersentuh oleh nilai- melahirkan diferensiasi yang meluas, yang nilai baru, akan mencoba memberi makna tampak dari proses pembentukan gaya hidup baru bagi tatanan yang ada sebelumnya, (Wolf, tidak terkecuali pada hal-hal yang bersifat 2007:. McKean . alam Geriya 2. Bagus . juga menegaskan, menggambarkan bahwa Bali sesungguhnya bahwa meskipun masyarakat di Bali telah sudah sangat terkenal sebagai pulau yang sangat tradisional akan tetapi kenyataannya datang dari timur dan barat, sehingga Bali juga menjadi pulau yang sangat modern menimbulkan adanya perubahan-perubahan, jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah namun pada hakekatnya perubahan yang lainnya di Indonesia. Bali kini telah kena pengaruh Teknologi yang dicirikan dengan perpindahan orang, pengaruh teknologi, masyarakat Bali masih bercorak kolektif, media informasi, pengaruh ideologi dan komunal dan ritualistik. Namun demikian, seiring dengan makin kuatnya terpaan Namun Bali Picard Aupergesekan budayaAy . , orang Bali telah memperlihatkan perilaku orang Bali juga sudah menjadi bakat istimewa dalam menyerap secara semakin individualistis, asosial, bahkan selektif pengaruh-pengaruh luar dengan hanya memilih unsur-unsur yang cocok sebagian masyarakat. Menghadapi kondisi dengan nilai yang ada pada mereka, yang ini menjadi sebuah keniscayaan bagi para selanjutnya dipadukan dengan selaras dalam orang tua dan para pendidik formal lainnya sistem budaya mereka. Hasilnya bukan mengangkat dan menggunakan nilai-nilai merupakan pelapisan strata budaya yang kearifan lokal Bali sebagai rujukan dalam terpisah-pisah, melainkan suatu perpaduan yang orisinal dari benda-benda, citra dari Ni Luh Ketut Sukarniti sifat-sifat Bali. Diyakini. JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 termasuk nilai budaya merupakan sesuatu yang dipegang teguh selama ini oleh yang dianggap paling berharga dalam masyarakat Bali lambat laun tidak rapuh, kehidupan masyarakat sebagai pedoman maka rujukan etika yang dikembangkan hidup yang memungkinkan setiap orang mencapai jagadhita (Triguna, 2. berdasarkan kepada nilai moral masyaraat Nilai yang dianut tidak semata-mata Bali, akan tetapi harus berdasarkan nilai transendental yang bersumber dari agama. Dalam adat- istiadat dan tradisi nilai-nilai lokal. fungsinya sebagai pedoman hidup, nilai Pedoman nilai pada masyarakat Bali banyak menjadi batas-batas . terhadap terdapat pada kearifan-kearifan lokal yang nilai-nilai yang boleh dan tidak boleh dijiwai oleh agama Hindu. Tradisi budaya Nilai masyarakat Bali mempunyai banyak potensi referensi mengenai kebenaran, kepatutan kearifan lokal yang dapat digunakan oleh dan kebaikan. Jadi nilai berfungsi sebagai masyarakat Bali sebagai rambu-rambu atau panduan dalam membantu manusia menjadi pedoman dalam pendidikan dan lebih tertib dan berbudaya. Dalam konteks menjalani kehidupannya. Oleh karena itu. Zuchdi menjadi tugas bersama terutama kalangan pendidik . ormal dan informa. mengangkat nilai-nilai lokal Bali yang terpendam untuk diperkenalkan dan ditanamkan pada generasi kemanusiaan tanpa diikat oleh nilai, akan muda Bali dalam membentuk karakternya tetapi nilai itu merupakan pengikat dan sebagai manusia sosial, religius, estetik, ekonomik dan adaptip terhadap lingkungan. perkembangan manusia. Agar standar nilai Strategi Pewarisan Nilai Kearifan Bal. Lokal dalam Membentuk Karakter pendidikan berbasis budaya dan kearifan Penanganan dampak dominasi budaya lokal Bali. Upaya ini diharapkan dapat global terhadap budaya lokal salah satunya semakin mengenalkan dan meningkatkan dapat dilakukan melalui pengembangan kecintaan masyarakat Bali terhadap budaya kualitas sumber daya manusia Bali (SDM Bali sekaligus meningkatkan kualitas dan Ni Luh Ketut Sukarniti JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 Bali. ISSN: 2620-5173 Kendati kehidupan yang dianut oleh masyarakat akan Secara teknologi, nilai-nilai sosial, dan norma- Contoh, dalam masyarakat Bali dasar keyakinannya adalah agama Hindu, yaitu Panca Sradha dan filsafat-filsafat masyarakat, nilai-nilai lokal tetap harus kehidupan lainnya, seperti Tri menjadi basis penyaring. Agar masyarakat Guru. Tri Bali mampu mempertahankan identitasnya Asrama. Catur Purus Artha dan lainnya yang tanpa harus terseret terlalu larut dalam arus akan dimanifestasikan dalam setiap langkah teknologi, salah satunya adalah dengan proses pendidikan, baik di sekolah, dalam memiliki ketahanan budaya lokal yang keluarga maupun di masyarakat. Di samping nilai-nilai filosofis tersebut, tatanan praktek Sedyawati Pramana,Tri Mandala. Catur kehidupan sehari-hari seperti tat twam asi . aling asi. , gotong royong menyama braya sebuah kebudayaan untuk mempertahankan akan memberikan inspirasi pada praktek- jati dirinya, tidak dengan menolak segala praktek pendidikan. Rna. Tri unsur asing dari luarnya, melainkan dengan dan orientasinya yang bisa menghambat unsur-unsur dan bisa mendorong pendidikan. Bahkan, sehingga tetap sesuai dengan karakter dan banyak pula nilai-nilai budaya yang dapat citra Bangsa. dimanfaatkan secara sadar dalam proses Namun demikian, banyak nilai budaya Modernisasi teknologi sekaligus untuk Sebagai bahan banding, di membentuk karakter. Setiap wilayah tentu Jepang misalnya. Aymoral Ninomiya KinjiroAy memiliki budaya sendiri dengan berbagai merupakan nilai budaya yang dimanfaatkan kearifan di dalamnya. Bahkan sekolah atau praktek pendidikan untuk mengembangkan lembaga pendidikan formal yang ada di etos kerja masyarakat Jepang, sehingga wilayah tersebut menjadikan kearifan lokal orang-orang wilayah tersebut sebagai rujukan untuk keuletan dan budaya kerjanya yang tinggi membentuk kultur sekolah, agar peserta (Zamroni, 2. Dari contoh di atas, didik tidak terasing dari budaya yang jelas tampak betapa pentingnya nilai-nilai Ni Luh Ketut Sukarniti Jepang JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 budaya daerah . earifan-kearifan loka. iniAy. Kesesuaian antara tujuan lembaga untuk ditanamkan kepada peserta didik. dengan falsafah, moral serta etika yang Penemuan tentang nilai-nilai dan orientasi dianut dalam masyarakat, merupakan satu budaya daerah . yang memiliki bentuk pertanggung-jawaban sekolah kepada masyarakat (Joni, 2. Karena itu nilai-nilai budaya daerah menangkal sisi negatif pengaruh global. (Bal. perlu lebih banyak digali Pendidikan di Indonesia harus berkaitan dijadikan dasar pelaksanaan pendidikan, erat dengan falsafat dan budaya Bangsa. baik yang ada dalam susastra Hindu maupun Surachmad . memperingatkan Aybahwa tradisi yang hidup dan berkembang di ilmu kependidikan yang tidak lahir dan tidak Dengan demikian, masyarakat tumbuh dari bumi yang diabdinya tidak akan Bali akan AyterbentengiAy dari pengaruh pernah mampu melahirkan potensi untuk negatif budaya global. menangani masalah yang tumbuh di bumi i. Penutup perubahan sosial-budaya dan tataran nilai Simpulan pada masyarakat Bali. Modernisasi dan Tantangan masyarakat Bali belakangan ini adalah kemampuan dalam menjaga, melestarikan Pewarisan kearifan-kearifan dimaksudkan agar generasi muda Bali dapat memproteksi diri dari pengaruh negatif Teknologi yang dicirikan oleh perpindahan orang, informasi, aliran uang dari negara kaya ke negara miskin dan pengaruh ideologi, sangat Bali. Sentuhan global menyebabkan terjadinya teknologi memperkenalkan nilai-nilai baru dalam lingkungan tradisi Bali. Sistem budaya lokal dengan kearifan lokalnya yang selama ini digunakan Bali tidak jarang mengalami perubahan karena menimbulkan keresahan psikologis dan krisis identitas pada sebagian masyarakat Bali. Kegamangan modern karena lebih Bali mengutamakan kemampuan akal dibanding dengan nilai-nilai transendental serta tunduk pada paham individualisme, materialisme Ni Luh Ketut Sukarniti JURNAL CAKRAWARTI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 dan kapitalisme yang berakibat terjadinya penyimpangan nilai moral yang tercermin di Fenomena menguatnya corak dan gaya hidup hedonis mengkhawatirkan bagi pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Oleh karena arus teknologi tidak dapat dihindari, maka dalam pewarisan nilai-nilai ISSN: 2620-5173 Saran-saran Pada jaman globalisasi ini masyarakat Bali termasuk generasi muda Bali dapat menjaga diri dari pengaruh negatif maupun pengaruh positif akibat dampak kemajuan Sehingga generasi muda Bali bisa menjaga, melestarikan dan mewariskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. budaya Bali atau kearifan-kearifan lokal dengan serapan nilai global. IV. Daftar Pustaka