Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Peningkatan Produktivitas Kelompok Perikanan Melalui Penerapan Iuran Super 1000 Sebagai Alternatif Penguatan Modal Usaha Christofel O Nobel Pale1*. Sukardi2. Angelinus Vincentius3. Hartina Iyen4 1,2,3,4 Universitas Nusa Nipa Email: 16mei1988@gmail. Abstrak Kalo Mbale adalah salah satu kelompok usaha bersama yang terdapat di Desa paga Kecamatan Paga Kabupaten Sikka yang fokusnya adalah usaha perikanan terutama perikanan Beberapa permasalahan yang seringkali dihadapi masyarakat nelayan dalam meningkatkan produktivitas usaha adalah keterbatasan modal. Kesulitan mengakses lembaga pembiayaan formal membuat nelayan kesulitan untuk meningkatkan alat produksi, memperbaiki armada, atau menambah peralatan melaut yang lebih efisien. Keterbatasan ini berdampak pada rendahnya hasil tangkapan dan memperbesar ketergantungan kepada tengkulak atau pihak ketiga. untuk menjawab masalah tersebut tujuan dari PKM adalah Meberikan alternatif peningkatan produktivitas kelompok melalui penerapan iuran super 1000. Ay Metode kegiatan PKM: . Penyuluhan dan Diskusi, . Simulasi, . Evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan,memperlihatkan bahwa kelompok memiliki kesadaran, pemahaman dan kemauan dalam melaksanakan program super 1000 yang telah disepakati serta telah menunjukan hasil yang signifikan sebagai sebuah kelompok baru, namun dalam bidang administratif, manajemen kelompok, manajemen keuangan masih harus ditingkatkan melalui berbagai cara yakni melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Keywords: Kalo mbale. Nelayan. Produktivitas PENDAHULUAN Sektor perikanan memiliki peran vital dalam menunjang ketersediaan pangan nasional, membuka peluang kerja, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2. Di banyak wilayah pesisir Indonesia, kegiatan perikanan tangkap menjadi sumber penghidupan utama. Perikanan tangkap merupakan aktivitas mengambil ikan secara langsung dari laut menggunakan berbagai jenis alat tangkap yang disesuaikan dengan kemampuan modal, pengetahuan, dan teknologi yang dimiliki oleh para nelayan (Fitriadi & Yuliana, 2. Desa Paga merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Sikka, secara administratif Desa Paga terletak di wilayah Kecamatan Paga. Sebagai desa pesisir dengan potensi perikanan yang cukup menyebabkan sebagian besar penduduk yang menghuni wilayah pesisir memiliki mata pencaharian sebagai nelayan (BPS Kabupaten Sikka, 2. Perikanan tangkap menjadi sektor utama pencaharian nelayan, dengan modal yang kecil dan pengalaman dari orang tua dan leluhur upaya terus berlangsung hingga saat ini. Kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan terdiri dari usaha mandiri dan juga usaha berkelompok. Salah satu Kelompok Usaha Bersama adalah Kalo Mbale. Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Meski demikian, kelompok usaha bersama Kalo Mbale sering dihadapkan pada hambatan serius, terutama dalam hal keterbatasan permodalan. Kesulitan mengakses lembaga pembiayaan formal membuat para nelayan kesulitan untuk meningkatkan alat produksi, memperbaiki armada, atau menambah peralatan melaut yang lebih efisien (Sari & Hartono. Keterbatasan ini berdampak pada rendahnya hasil tangkapan dan memperbesar ketergantungan kepada tengkulak atau pihak ketiga dalam sistem pemasaran (Huda et al. Guna menjawab tantangan tersebut, yakni dalam kelompok usaha bersama Kalo Mbale, diperlukan sebuah strategi penguatan modal yang bersifat lokal, mudah dijalankan, dan mampu mendorong partisipasi aktif anggota kelompok. Inovasi yang diangkat dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat adalah penerapan sistem Iuran Super 1000, yaitu sebuah model simpanan harian dengan nominal Rp1. 000 per orang yang wajib disetorkan oleh setiap anggota kelompok perikanan. Meski jumlahnya kecil, sistem ini diharapkan mampu membangun budaya menabung secara kolektif dan menciptakan dana usaha internal yang bisa dimanfaatkan secara bergilir (Nasir & Herman, 2. Dengan mekanisme sederhana namun terstruktur, dana dari Iuran Super 1000 dapat dialokasikan untuk mendukung kebutuhan usaha kelompok, seperti pembelian bahan bakar, pengadaan perlengkapan melaut, hingga perawatan alat tangkap. Program ini tidak hanya memfasilitasi penguatan modal secara mandiri, tetapi juga mempererat solidaritas dan semangat gotong royong di antara para nelayan (Sulistyo, 2. Melalui penerapan sistem iuran ini, diharapkan kelompok perikanan tangkap mampu meningkatkan produktivitas dan mengelola usahanya secara lebih mandiri serta berkelanjutan, dengan berbasis pada kekuatan komunitas lokal itu sendir METODE KEGIATAN Kegiatan Pkm: Peningkatan Produktivitas Kelompok Perikanan Melalui Iuran Super 1000 Sebagai Alternatif Penguatan Modal Usaha Pada Kelompok Usaha Bersama, di laksanakan di Desa Paga. Kabupaten Sikka pada Mei 2025 dengan melibatkan kelompok Usaha bersama yaitu Kalo Mbale. Sasaran kegiatan adalah anggota kelompok Usaha Bersama (KUB) di desa Paga yang tergabung dalam kelompok AuKalo MbaleAy yang beranggotakan 48 Metode kegiatan PKM: . Penyuluhan. Diskusi. Evaluasi kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kalo Mbale Sebelumnya masyarakat nelayan Desa Paga hanya memiliki kelompok dengan jumlah anggota yang sangat sedikit yakni 3 orang, hal ini menyebabkan kelompok tidak berkembang Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 dan berkesan pembentukan kelompok hanya untuk kepentingan mendapatkan bantuan Nama Kalo Mbale di ambil dari bahasa daerah setempat yang artinya Auyatim Piatu BangkitAy kelompok ini dibentuk atas dasar kesamaan tujuan yakni maju dan berkembang bersama, kelompok ini dibentuk pada tanggal 16 Desember 2024. Selama proses pembentukan kelompok difasilitasi dan didampingi oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan dan mendapat pembinaan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sikka. Kelompok kalo Mbale memiliki jumlah anggota sebanyak 49 orang yang terdiri dari laki dan Pada bulan Mei 2025 kelompok Kalo Mbale dikukuhkan dengan jumlah anggota 48 orang dengan rincian 4 orang pengurus 2 orang koordinator dan 42 orang anggota Pembentukan Kelompok Usaha Bersama Kalo Mbale dimaksudkan untuk Meningkatkan kesejahteraan bersama, penguatan solidaritas dan organisasi sosial, perlindungan dan pengelolaan sumberdaya laut secara berkelanjutan, meningkatkan akses terhadap program pemerintah dan lembaga lain, pengembangan inovasi dan diversifikasi usaha serta mendorong regenerasi dan keterlibatan pemuda. Hasil Pelaksanaan Kegiatan PKM . Sosialisasi Program Super Seribu dan Pengukuhan Kelompok Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan dalam bentuk kunjungan dan pertemuan dengan kelompok mitra dengan tujuan memberikan penjelasan mengenai alternatif penguatan modal usaha bagi nelayan. Untuk lebih memudahkan pemahaman peserta suluh maka penyuluhan dilengkapi pula dengan materi yang disajikan dalam bentuk folder. Selain itu, pada kegiatan ini juga diadakan sesi Tanya Jawab dengan tujuan memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya terkait materi ataupun menyampaikan beberapa permasalahan yang dialami. Dalam kegiatan ini juga secara bersama-sama mengikuti pengukuhan dan penandatangan berita acara pengukuhan oleh Penjabat Kepala Desa Paga. Gambar 1. Penyuluhan dan penandatanganan beritacara pengukuhan kelompok Kegiatan PKM dihadiri oleh 48 orang anggota kelompok, perwakilan Danramil Paga. Balai Penyuluh Pertanian Paga. Ketua BPD Paga. Penjabat Kepala Desa Paga, perwakilan Penyuluh perikanan Kabupaten Sikka. Selama kegiatan berlansung kegiatan ini terlihat bahwa sasaran suluh yakni kelompok usaha bersama kalo mbale cukup antusias menyimak materi Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 yang disampaikan oleh tim pengabdi karena menurut mereka memang dapat memberikan manfaat yang berarti bagi pengembangan usaha kelompok yang nantinya akan dikembangkan sesuai tujuan pendirian kelompok. Simulasi Iuran Kelompok Super 1000 Iuran kelompok super 1000 merupakan gagasan yang merupakan sebuah alternatif penguatan modal usaha, yang digagas sejak kelompok kalo mbale berdiri yakni pada bulan Iuran super 1000 merupakan iuran wajib yang harus diberi oleh anggota kelompok sebagai bentuk simpanan wajib. Simulasi Sistem pembayaran yang dilakukan Rumus Sederhana Super Seribu Total Harian = A x 1000 Total Bulanan = A x 1000 x 30 Total Tahunan = A x 1000 x 365 Keterangan = Individu AAo = Jumlah iuran dalam sebulan AAy = Jumlah iuran dalam setahun 1000 = Iuran yang ditetapkan = Jumlah hari dalam sebulan = Jumlah Hari dalam setahun Simulasi Simpanan Super 1000 Tabel 1. Simulasi Program Super 1000 Nama Anggota Nasrun Sega Total Harian (A x Rp 1. Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Total Bulanan (AxAAox. Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Total Tahunan (A xAAyx . Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Total Simpanan Rp 48. 000,00 Rp 1. 000,00 Sumber: Hasil Simulasi Tim Pengabdian 2025 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp. 000,00 Rp 17. 000,00 Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan oleh tim pengabdian merumuskan bahwa kelompok kalo Mbale dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 48 orang mampu menabung iuran sebesar Rp 17. 000,00 . ujuh belas juta lima ratus dua puluh ribu rupia. dengan rincian seperti pada digram dibawah: Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 2. Simulasi Super 100 Iuran yang terkumpul akan digunakan untuk pengembangan unit-unit usaha pada kelompok kalo mbale sendiri. Dalam pelaksanan kelompok usaha bersama seringkali mengalami banyak kendala termasuk masih rendahnya akses permodalan yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran nelayan akan pentingnya sebuah kelompok, menurut (Manik, dkk 2. bahwa kurangnya kepedulian dalam kelompok, kelompok yang dibangun merupakan kelompok dadakan yang tidak memiliki dasar, serta dibangun hanya atas dasar mengakses bantuan sehingga menyebabkan kelompok tidak berkembang dan akhirnya bubar. Pembentuk kelompok usaha bersama mampu memberi dampak positf dalam pertumbuhan ekonomi keluarga dan ekonomi kelompok itu sendiri, masyarakat menjadi mandiri dan berdikari dalam mengembangkan berbagai unit usaha. Menurut Agus & Zain . bahwa peningkatan produktivitas kelompok mampu memberikan dampak penguatan modal, informasi akses permodalan, pelatihan serta bimbingan yang dapat dijadikan sebagai bekal dalam pengembangan unit usaha pada kelompok. Peran pendampingan harus terus dilakukan baik pendampingan oleh pihak internal maupun pihak eksternal yakni Dinas Perikanan perlu dilakukan secara terus menerus, terlebih dalam dalam mengakses dan pemanfaatan pembiayaan secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan bukan hanya saat mencanangkan dan merealisasi program tapi pendampingan serta pengawasan setelah realisasi bantuan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan membangun jaringan kerja yang lebih luas antara Dinas Kelautan dan Perikanan. Lembaga Penyuluhan dan Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (Hikmayani dan Triyanti, 2. Evaluasi Program Super 1000 Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan partisipasi aktif kelompok mengenai Peningkatan Produktivitas Kelompok Perikanan Melalui Iuran Super 1000 Sebagai Alternatif Penguatan Modal Usaha dengan berbagai pertanyaan dan diskusi menemukan hasil bahwa: Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Anggota kelompok telah menetapkan iuran super 1000 sebagai iuran wajib. Kelompok aktif mengumpulkan iuran sejak bulan Desember 2024-mei 2025 Semenjak dicanangkan program Iuran Super 1000 pada kelompok kalo Mbale. Iuran super 1000 sampai dengan bulan mei berjumlah Rp, 7,565. 000,00 Masih terdapat beberapa anggota kelompok yang masih memiliki tunggakan iuran. Dana hasil terkumpul mulai dirasakan oleh anggota kelompok walupun dalam jumlah yang Membutuhkan pendampingan terkhusus pada manajemen kelompok dan manajemen Masalah yang dihadapi kelompok Sumberdaya manusia yang masih minim Belum memiliki jejaring sehingga akses dana masih terbatas pada iuran super 1000 Manajemen kelompok masih tradisional . elum memiliki pembukua. Dari data yang ditampilkan serta hasil evaluasi tim terlihat bahwa kelompok kalo mbale yang telah terbentuk memiliki kesadaran, kemauan untuk maju dan berkembang bersama hal ini terlihat dari hasil evaluasi program super 1000 yang terkumpul sejak Desember 2024 sampai Mei 2025 sebesar Rp, 7,565. 000,00. Pemanfaatan iuran telah memiliki dampak yang positif bagi kemajuan kelompok walaupun dalam nilai yang kecil. KESIMPULAN Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan pada kelompok Usaha Bersama Kalo Mbale Dari hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan kesadaran, pemahaman dan kemauan dalam melaksanakan program super 1000 yang telah disepakati serta telah menunjukan hasil yang signifikan sebagai sebuah kelompok baru, namun dalam bidang administratif, manajemen kelompok, manajemen leuangan masih harus ditingkatkan melalui berbagai cara yakni melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kelompok harus mengakses jejaring dalam mengembangkan kelompok, sterdapat beberapa anggota yang belum menunjukkan kenaikan kemampuan karena adanya keterbatasan dan kekurangan dalam hal UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih peneliti sampaikan kepada semua pihak yang membantu dalam penelitian ini terutama Kelompok Usaha Bersama AuKalo MbaleAy di Desa Paga. Kecamatan Paga Kabupaten Sikka. Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 DAFTAR PUSTAKA