Vol. No. Mei 2025, hal, 27-36 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Pelatihan dan Pendampingan dalam Pengurusan Jenazah bagi Warga Dusun Blimbing. Desa Planjan Muhammad Al Qori. Wahyu Nur Iman. Fadlan Fahamsyah. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: abqori808059@gmail. com, . wahyunuriman08@gmail. com, . fahamsyah84@gmail. Info Artikel ABSTRAK Pengurusan jenazah dalam Islam merupakan kewajiban fardhu kifayah yang harus dilakukan sesuai dengan syariat. Namun, di Dusun Belimbing. Desa Planjan, masih terdapat minimnya pemahaman masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah secara syarAoi, sehingga praktik yang dilakukan sering bercampur dengan adat yang memberatkan. Oleh karena itu, program pelatihan pengurusan jenazah ini diadakan untuk mengedukasi masyarakat tentang tata cara yang benar sesuai tuntunan Islam serta membentuk tim relawan yang dapat membantu dalam proses pengurusan jenazah di komunitas mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Service Learning, yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi aset dan potensi lokal. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam dua pertemuan, meliputi teori dan praktik tata cara memandikan, mengafani, menyolatkan, serta menguburkan Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengurusan jenazah yang sesuai syariat. Selain itu, terbentuk tim relawan yang siap membantu dalam pelaksanaan fardhu kifayah ini, sehingga program ini memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran keagamaan dan sosial di masyarakat. Kata kunci : Pelatihan Pengurusan jenazah fardhu kifayah edukasi masyarakat pemberdayaan berbasis aset Penulis Koresponden : Muhammad Al Qori E-mail : abqori808059@gmail. PENDAHULUAN Kematian adalah suatu hal yang pasti akan terjadi bagi setiap mahluk yang bernyawa. Allah subhanahu wataAoaala berfirman : Surat Al-Anbiya Ayat 35 a A aeaaCa EeIOA a A aOIae EaOaEI aEA s AaE acE Ia eAA AeEa aeO Aae IaU n aOuaEaeO Ia a e aaO aIA e Aac aOA ea Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan . ang sebenar-benarny. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. Allah memuliakan manusia diatas makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain. Hal ini dijelaskan oleh Allah sendiri di dalam ayat-ayat Nya mulai dari manusia itu diciptakan dalam Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan dan Pendampingan Pengurusan Jenazah Bagi. bentuk dan rupa yang paling baik, bahkan ketika manusia itu wafat Allah pun tetap memuliakan mereka dengan menetapkan pensyariatan dalam tata cara pengurusan jenazah. Diantara aturan yang dapat memuliakan jenazah yakni dimandikan, disholatkan serta penguburan dengan baik yang sesuai dengan syariat islam. Hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah, yaitu apabila ada yang mewakili maka kewajiban umat islam lainnya gugur. Hal ini adalah salah satu bentuk rasa kepedulian dan penghormatan terhadap sesama muslim sehingga diwajibkan untuk mempersiapkan, (Fadila & Solihah, 2. Dalam agama islam, pengurusan jenazah memiliki aturan yang jelas yang sesuai dengan syariat islam. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 18 Tahun 2020 juga tertera. mayit, mengafani, menyhalati dan menguburkannya adalah fardlu kifayah. Hal itu jika mayit adalah seseorang yang beragama Islam yang lahir dalam keadaan hidup (PEDOMAN PENGURUSAN JENAZAH (TAJHIZ AL-JANAAoIZ) MUSLIM YANG TERINFEKSI COVID-19, t. Sedangkan mayit kafir dzimmy hanya wajib untuk dikafani dan dikubur begitu juga janin yang . elum mencapai umur 6 bulan dan lahi. dalam keadaan mati, hanya wajib untuk dimandikan, dikafani, dikuburkan dan keduanya tidak boleh disholati. (Kharisman, t. ) memberikan penjelasan bahwa hukum melaksanakan perawatan jenazah yakni fardhu kifayah di mana jika salah satu umat Muslim sudah menunaikannya, maka kewajiban ini gugur untuk umat Muslim lainnya. Dalam pengurusan jenazah. Islam memberikan perhatian khusus terhadap urusan ini. Hal itu disebabkan hak jenazah untuk mendapatkan perlakuan dan pengurusan yang baik saat akan menghadap Sang Khalik dan meninggalkan dunia, keluarga, serta kerabatnya . l-Albani, 2020, hlm. Salah satu ciri islam dalam penetapan syariatnya terdapat kemudahan bagi orang yang melaksanakan syariat tersebut dengan benar. Salah satu syari pensyariatan islam yang di dalamnya terdapat kemudahan adalah tata cara pengurusan jenazah. Pengurusan jenazah seorang muslim telah dijelaskan secara lengkap oleh Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam di dalam sunnah-sunnahnya. Meskipun demikian, tidak kita pungkiri masih begitu banyak kaum muslimin yang belum mengetahui tata cara pengurusan jenazah secara syarAoi, bahkan ada diantara mereka mengadaadakan tata cara pengurusan jenazah yang tidaklah islam mengajarkan hal tersebut. Kenyataan yang lain, masih ada umat Islam yang belum mengerti dan memahami tata cara mengurus jenazah. Tidak jarang pula dalam pelaksanaan pengurusan jenazah terdapat bid'ah-bid'ah yang dikhawatirkan dianggap sebagai ibadah yang harus dilakukan. Hal yang lebih parah lagi jika bid'ah tersebut menjadi tradisi di tengah masyarakat. Hal ini terdapat di dusun Belimbing Desa Planjan Kecamatan Saptosari, bahwa masih terbilang sedikitnya masyarakat yang mengetahui tata cara pengurusan jenazah secara syarAoi. Dan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Al Qori. Wahyu Nur Iman. Fadlan Fahamsyah masih kentalnya keyakinan mereka terhadap pengurusan jenazah dengan tata cara adat, yang padahal itu memberatkan mereka sendiri. Karena di dalamnya begitu banyak ritual yang menyulitkan bagi mereka, seperti memotong hewan ternak, menyiapkan sesajen, mengadakan acara kenduri dan ritual ritual yang lainnya. Namun saat ini sudah muncul beberapa masyarakat yang sadar akan pentingnya pengurusan jenazah yang dilaksanakan sesuai dengan tuntunan islam. Oleh karena itu perlu diadakannya pelatihan pengurusan jenazah guna mengedukasi masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah secara syarAoi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas intelektual, keterampilan masyarakat dalam pengurusan jenazah secara syarAoi, serta membentuk tim relawan pengurus jenazah yang bertugas mengedukasi masyarakat yang lain dan membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah lantaran wafatnya salah satu anggota keluarga mereka, sehingga dapat meringankan musibah yang sedang menimpanya. METODE PENGABDIAN Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah Service learning yaitu metode yang diterapkan di mana Tim Pendamping memberikan pembinaan kepada individu di masyarakat agar mereka dapat berbagi pengetahuan (Nadhir Salahuddin_Panduan KKN ABCD). Konsep knowledge sharing, sebagai langkah dalam manajemen pengetahuan, diterapkan untuk memfasilitasi anggota kelompok, organisasi, instansi, atau perusahaan dalam berbagi pengetahuan (Guntoro dkk. , 2. Kegiatan ini menerapkan pendekatan Pemberdayaan Berbasis Aset atau Resources (Asset Based Community Development atau ABCD). Model pemberdayaan masyarakat ini bertujuan menciptakan lingkungan di mana masyarakat memiliki peran utama dalam proses pembangunan di Pendekatan ini memulai pengembangan masyarakat dengan mengidentifikasi kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh individu serta aset yang tersedia di lingkungan tersebut (Ahmad, t. Dengan memahami kekuatan dan potensi ini, diharapkan masyarakat akan termotivasi untuk aktif terlibat dalam inisiatif perubahan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup mereka. Melalui proses kolaboratif, masyarakat kemudian merumuskan agenda perubahan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Pendekatan Pemberdayaan Berbasis Aset atau ABCD dalam kegiatan ini menempatkan masyarakat sebagai pusat perhatian dalam proses pembangunan. Dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan kekuatan serta Aset yang dimiliki oleh masyarakat, diharapkan mereka akan menjadi agen perubahan yang aktif dan memiliki motivasi untuk memperbaiki kondisi lingkungan mereka. Melalui kolaborasi dan partisipasi aktif, masyarakat dapat merumuskan agenda perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan dan Pendampingan Pengurusan Jenazah Bagi. Langkah langkah pelatihan dan pendampingan pengurusan jenazah yang sesuai dengan syariat islam sebagai berikut: Analisis/Pemetaan Aset Dalam pengumpulan data pada pengabdian kepada masyarakat adalah dengan memperoleh informasi melalui Observasi, wawancara dan diskusi bersama masyarakat dan takmir masjid Nurul Hidayah. Dari observasi, wawancara dan diskusi bersama masyarakat tersebut memungkinkan ditemukenalinya aset yang ada pada masyarakat dan potensi yang mereka miliki. Penyusunan Program Berdasarkan hasil wawancara, tim kemudian menyusun materi dan kegiatan pelatihan yang akan di sosialisasikan kepada masyarakat serta takmir masjid Nurul Hidayah. Setelah itu tim pun menyusun rencana anggaran biaya yang akan diajukan kepada LPPM untuk membiayai kebutuhan kegiatan agar kegiatan berjalan dengan lancar. Pengkoordinasian Sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan program pelatihan dan pendampingan pengurusan jenazah, tim melakukan koordinasi dengan bapak Sabar selaku ketua Takmir masjid Nurul Hidayah. Melaui diskusi bersama bapak Sabar, tim mendapatkan saran dan arahan mengenai format kegiatan dan jadwal pelaksanaan program. Pelaksanaan Program Berdasarkan hasil diskusi dengan ketua takmir masjid Nurul Hidayah, program pelatihan dan pendampingan pengurusan jenazah sesuai syarAoi dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Ahad, 26 dan selasa, 28 Januari 2025. Adapun agenda programnya adalah sebagai berikut: Ahad, 26 Januari 2025 pukul 19:30 Ae 21:00 Selasa, 28 Januari 2025 pukul 19:30 Ae 21:00 Muqodimah tata cara pengkafanan jenazah . ateri dan prakti. Adab-adab terhadap orang yang akan Adab-adab terhadap jenazah yang baru meninggal sebelum dimandikan Tata cara pemandian jenazah . ateri Tata cara penyolatan jenazah . ateri dan prakti. Tata cara pengiringan jenazah dan pemakaman jenazah Sesi tanya jawab dan prakti. Sesi tanya jawab Evaluasi dan Refleksi Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Al Qori. Wahyu Nur Iman. Fadlan Fahamsyah Evaluasi training berfungsi untuk menilai seberapa efektif kegiatan tersebut. Hasil dari evaluasi ini dimanfaatkan untuk mengukur pencapaian tujuan kegiatan serta mengidentifikasi aspek-aspek yang memerlukan perbaikan. Laporan hasil kegiatan berfungsi sebagai panduan dalam meningkatkan kualitas program kegiatan selanjutnya, serta sebagai dokumen referensi yang dapat digunakan untuk merencanakan dan mengembangkan kegiatan pemberdayaan yang lebih efektif di masa mendatang. Tindak lanjut Pada proses ini, tim memastikan keberlanjutan program yang telah dirancang adalah melihat barometer keberhasilan program dengan adanya kelanjutan program baik berupa terbentuknya tim pengelola lokal maupun pendampingan konsultasi secara online oleh tim kepada masyarakat (Khosyiin dkk. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan pengurusan jenazah di masjid Nurul Hidayah di dusun Blimbing di laksanakan selama dua hari yaitu pada hari Ahad, 26 dan Selasa, 28 Januari 2025 dilaksanakan setelah sholat isya berjamaah. Program pengabdian ini dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah, peserta yang hadir kurang lebih berjumlah 30 orang terdiri dari takmir masjid, jamaah masjid baik pria maupun wanita. Pelaksanaan Dalam pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan pengurusan jenazah terdapat dua kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: Pertemuan pertama, tim menyampaikan muqodimah dan materi yang berkaitan dengan pengurusan jenazah, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Adab-adab terhadap orang yang akan meninggal dan Adab-adab terhadap jenazah yang baru meninggal sebelum dimandikan , materi ini disampaikan oleh pemateri pertama yaitu Wahyu Nur Iman selama 20 menit. Kemudian dilanjutkan pemateri kedua yaitu Muhammad Al-Qori dengan materi dan praktik tata cara pemandian jenazah sesuai syariat islam yang benar. Diakhir materi diadakan sesi tanya jawab mengenai materi yang telah disampaikan atau pun konsultasi seputar pengurusan jenazah. Adapun materi yang disampaikan sebagai berikut: adab terhadap orang yang sakit parah atau dalam kondisi sakaratul maut: Mentalqin dengan cara yang lembut Tidak berkata yang buruk atau membuat sedih mayit atau keluarga mayit Adab terhadap jenazah ketika baru meninggal dunia sebelum dimandikan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan dan Pendampingan Pengurusan Jenazah Bagi. Menutup kedua matanya Menutup mulut jenazah Melembutkan sendinya yang kaku untuk memudahkan proses pengurusan jenazah Meletakkan diatas papan atau ranjang yang agak tinggi agar jasad lebih terjaga dari hewan / serangga atau dari kelembaban tanah atau lantai Menutup dengan kain hingga tertutup seluruh badanya MendoAoakan kebaikan kepada mayit Membayarkan hutangnya Hal-hal yang diperbolehkan kepada jenazah Menyingkap kain penutup wajah nya dan Mencium keningnya Mengumumkan kematian nya memandikan jenazah Digunting baju jenazah bagian atas lengan dan bawah lengan, kanan dan kiri. Menanggalkan semua pakaian yang dikenakan oleh jenazah sebelum dimandikan. Jenazah dibaringkan di balai atau tempat lain yang memiliki standar, hindari terkena hujan, sinar matahari dan tertutup . idak terlihat kecuali oleh orang yang memandikannya saj. Diperintahkan menutupi mayit dengan pakaian yang melindungi seluruh tubuhnya agar auratnya tidak terlihat. Pihak yang memandikan memakai sarung tangan, air yang digunakan untuk memandikan mayit adalah air suci. Menyiapkan air yang bercampur dengan sidr . dan larutan kapur barus. Membersihkan kotoran dan najis yang melekat pada anggota badan jenazah, khususnya di bagian perut dengan cara menekan bagian bawah perut dan bersamaan dengan itu angkatlah sedikit bagian kepala dan badan, sehingga kotoran yang ada di dalamnya dapat keluar. Mewudhukan jenazah, sebagaimana wudhu akan shalat. Bersihkan giginya, lubang hidung, lubang telinga dengan kapas . idak boleh memasukkan air kedalamny. Menyiram air sabun ke kepala dan janggut. Menyiram air sabun ke seluruh badan secara merata dari kepala sampai ke kaki . isunatkan tiga kali atau lebih dan ganji. , dengan mendahulukan anggota badan sebelah kanan lalu bagian sebelah kiri, baik yang depan dan belakang. Membilas seluruh anggota badan yang telah disirami air sabun dengan urutan dan ketentuan seperti sebelumnya. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Al Qori. Wahyu Nur Iman. Fadlan Fahamsyah Terakhir disirami dengan larutan kapur barus dan harum-haruman. Untuk jenazah wanita yang memiliki rambut panjang maka disisir lalu di kepang 3 dan diletakkan ke belakang kepala, adapun jenazah pria yang memiliki rambut panjang cukup disisir saja dan tidak perlu dikepang. sesi tanya jawab Pertemuan kedua, tim menyampaikan tata cara pengkafanan jenazah . ateri dan prakti. Tata cara penyolatan jenazah . ateri dan prakti. Tata cara pengiringan jenazah dan pemakaman jenazah. Sesi tanya jawab. Materi ini disampaikan oleh Muhammad Al-Qori di mulai dari pukul 19:30 Ae 21:00. Adapun materi yang disampaikan adalah sebagai berikut: Tata cara mengafani jenazah laki-laki Letakkan tali sebanyak 7 buah . umlah standar untuk orang dewasa, bisa kurang dan bisa lebih tergantung kondisi jenaza. Tali pertama diletakkan diatas kepala jenazah, tali kedua sejengkal kebawah dari tali pertama . ntuk lehe. , tali ketiga sejengkal kebawah dari tali kedua . ntuk dad. , tali keempat sejengkal kebawah dari tali ketiga . ntuk perut/pinggan. , tali kelima di letakan dibawah tumit, tali keenam sejengkal diatas tali kelima . ntuk pergelangan kak. , tali ketujuh sejengkal keatas dari tali keenam . ntuk lutu. Posisi tali bisa digeser dan disesuaikan agar letaknya tepat. Bentangkan kain kafan sehelai demi helai, kain ke 1 dan ke 2 ditumpuk bersilang jika tubuh jenazah besar namun jika ukuran tubuh jenazah kecil maka tidak perlu ditumpuk silang. Kain ke 3 diletakkan ditengah. Setiap lapisan kain diberi kapur barus. Bentangkan kain yang sebagai popok ditengah tengah tali keempat . ntuk perut/pinggan. , letakkan diatas kain tersebut kumpulan kapas yang sudah diberikan wewangian. Angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup dengan kain dan letakkan di atas kain kafan memanjang lalu ditaburi wangi-wangian. Tutuplah lubang-lubang . idung, telinga, mulut, qubul dan dubu. yang mungkin masih mengeluarkan kotoran dengan kapas. Selimutkan kain kafan selembar demi lembar dengan cara yang lembut. Tariklah ujung atas dan ujung bawah kain kafan dengan tujuan agar bungkusan kencang. Ikatlah dengan tali yang sudah disiapkan sebelumnya di bawah kain kafan 5 . atau 7 . Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan dan Pendampingan Pengurusan Jenazah Bagi. Jika kain kafan tidak cukup menutupi seluruh badan jenazah, tutuplah bagian kepalanya, dan bagian kakinya boleh terbuka, namun tutup dengan daun kayu, rumput atau kertas. Jika tidak ada kain kafan, kecuali sekadar menutup aurat, tutuplah dengan apa saja yang ada. Tata cara mengafani jenazah perempuan Susun kain kafan yang sudah dipotong-potong untuk masing-masing bagian dengan tertib. Lalu, angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup dengan kain dan letakkan di atas kain kafan sejajar, serta taburi dengan wangi-wangian atau dengan kapur barus. Tutuplah lubang-lubang yang mungkin masih mengeluarkan kotoran dengan kapas. Tutupkan kain pembungkus pada kedua pahanya. Pakaikan sarung, juga baju kurungnya. Rapikan rambutnya, lalu julurkan ke belakang. Pakaikan kerudung. Membungkus dengan lembar kain terakhir dengan cara menemukan kedua ujung kain kiri dan kanan lalu digulungkan ke dalam. Ikat dengan tali pengikat yang telah disiapkan. Tata cara menyolatkan jenazah Posisi imam menghadap kiblat berdiri di sisi kiri kepala jenazah jika jenazah seorang lakilaki, dan berada di sisi tengah badan jika jenazah wanita. Mensolati jenazah sebanyak empat takbir. Takbir pertama membaca surat Al-Fatihah. Takbir kedua membaca shalawat kepada Nabi. Takbir ketiga membaca doAoa untuk jenazah. Takbir keempat salam. Pembahasan 3 waktu terlarang untuk menyolatkan jenazah. Pembahasan mengenai jumlah shaf makmum salat jenazah. Tata cara pengiringan jenazah Pembahasan mengenai kutamaan orang yang mengiringi jenazah sampai ke pemakaman. Pembahasan mengenai larangan yang berkaitan dengan mengiringi jenazah. Pembahasan mengenai posisi pengiring jenazah. Tata cara pemakaman jenazah Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Muhammad Al Qori. Wahyu Nur Iman. Fadlan Fahamsyah Pembahasan mengenai ukuran lubang kuburan dan anjuran menggali lahd untuk meletakkan Pembahasan tata cara meletakkan jenazah kedalam lubang kuburan. Pembahasan mengenai larangan yang berkaitan dengan pemakaman jenazah. Pembahasan mengenai sunnah sunnah ketika berada dalam proses pemakaman. Sesi tanya jawab Evaluasi Hasil dari pelaksanaan program ini adalah terselenggaranya program dengan efektif dan optimal, memberikan wawasan dan pengalaman berharga bagi peserta dan hasil wawancara dengan terselenggaraannya program ini. Mereka menuturkan bahwa program tersebut menambahkan pengetahuan dan pengalaman bagi masyarakat serta dapat menekan keyakinan yang salah dalam tata cara pengurusan jenazah dengan adat. Gambar 1&2. Praktek pengurusan jenazah KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Program pendampingan masyarakat dalam pemulasaraan jenazah di Desa Planjan memberikan dampak yang positif dengan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan masyarakat dalam hal tersebut. Melalui program ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pemulasaraan jenazah sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini tercermin dari kemampuan mereka yang tidak canggung dan mampu melaksanakan proses pemulasaraan jenazah dengan lancar dan sesuai prosedur yang diajarkan selama pelatihan. Selain itu, program ini juga mendapat respons positif dan dukungan penuh dari masyarakat, yang terlihat dari penyediaan fasilitas seperti tempat acara, sound system, lampu, meja kursi, serta penyediaan hal lainnya. Bahkan, masyarakat juga aktif terlibat dalam persiapan tempat acara, menunjukkan keterlibatan mereka yang signifikan dalam kesuksesan program ini. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelatihan dan Pendampingan Pengurusan Jenazah Bagi. Perlunya menjembatani masyarakat khususnya tim pengurus jenazah yang sudah terbentuk dengan pemerintah sekitar seperti kemenag, agar mendapatkan bantuan berupa fasilitas seperti perlengkapan untuk jenazah atau ambulans yang akan memudahkan setiap kegiatan prosesi pengurusan jenazah di desa Planjan. DAFTAR PUSTAKA