At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir Vol. No. 1 (June 2. : 39-58 Available online at https://jurnal. id/index. php/tafasir Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn Eko Fajar Susanto1, 1Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra. Indonesia Email: ekof87448@gmail. Egi Sukma Baihaki2 2Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra. Indonesia Email: egisukmabaihaki@sadra. ARTICLE INFO Keywords: Prayer. Prejudice. Relations. Sayyid Qub. Tafsir Fi eilAlil QurAoan. ABSTRACT This research is in-depth into the problem of the relationship between prejudice and prayer, which can cause prayers not to be answered or cause someone to give up praying. This research aims to explain in detail the relationship between prejudice and prayer in Sayyid Qub's view in the book Tafsir F eilAl Al-QurAoAn. This research uses a textualist approach which will require research to focus on the Tafsir F eilAl Al-QurAoAn text by Sayyid Qub as the main source of analysis. The research method used is qualitative, which aims to explain in detail the relationship between prejudice and prayer in Sayyid Qub's view. The result of this research is that Sayyid Qub emphasized that worship to Allah SWT. will be accepted if it is accompanied by good prejudice . In contrast, bad prejudice (SAo al-ean. can make the prayer unacceptable to Him. How to Cite: Eko Fajar Susanto. Egi Sukma Baihaki. AuRelasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAnAy. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Vol. No. (June 2. : 39-58. A 2025. The author. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 PENDAHULUAN Al-QurAoan adalah sumber utama yang mengandung berbagai macam doa yang berperan penting dalam kehidupan seorang muslim. Contohnya termasuk doa untuk mendapatkan petunjuk dari Allah seperti yang terdapat dalam Surah Al-FAtiuah, doa perlindungan dari bahaya dalam Surah Al-Falaq dan Al-NAs, serta doa-doa lainnya yang mengacu pada kebaikan, kesabaran, kesehatan, dan pengampunan, seperti yang disebutkan dalam Al-QurAoan Allah Swt. AuTuhanmu berfirman. AuBerdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu . pa yang kamu harapka. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk . Jahanam dalam keadaan hina dina. Ay(QS. GhAfir . : . Dalam Islam, doa merupakan sarana komunikasi dengan Allah Swt. menyampaikan kebutuhan, memohon petunjuk, meminta pengampunan, dan mengekspresikan rasa syukur serta pengabdian kepada-Nya. 2 Doa bisa dilakukan dalam berbagai situasi, baik secara pribadi maupun dalam ibadah formal seperti salat. Seseorang dapat mengangkat tangan dan menengadahkan wajah ke langit sebagai tanda rendah hati dan kesungguhan dalam memohon kepadanya. Namun, doa juga dapat dilakukan dengan penuh kesadaran dan ketulusan dalam hati untuk berkomunikasi dengan Allah Swt. Penting untuk diingat bahwa doa tidak hanya sebatas meminta sesuatu kepada Allah Swt. Akan tetapi juga merupakan bentuk hubungan dan ketaatan kepada-Nya. Doa dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, memperkuat ikatan spiritual, dan mencari petunjuk dalam kehidupan di dunia. Sebagai seorang muslim, doa menjadi solusi bagi kebutuhan manusia sebagai bentuk kesadaran dan kelemahan diri sebagai hamba Allah Swt. Doa juga merupakan bentuk pengabdian kepada Allah Swt. Bahkan. Al-QurAoan menjelaskan bahwa keengganan berdoa kepada Allah Swt. sebagai bentuk sikap kesombongan. Doa dan prasangka adalah dua hal yang sering kali berhubungan dalam kehidupan QurAoan. id akses pada tanggal 2 Juli 2023. Ferudun Ozdemir. Allah di Hatiku Allah di Kalbumu. Jil, 2. Umi Maya. Kekuatan DoAoa Ibu, (Jakarta: Belanoor, 2. 14- 21. Muhammad Bin Ibrahim al-Hamid. Berdoa Sesuai Sunnah, terj. Abu AoAlA, (Jakarta: Pustaka At- Tazkia, 2. , 23. Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. sehari-hari. Doa merupakan bentuk komunikasi spiritual dengan Tuhan atau kekuatan yang lebih tinggi, di mana seseorang memohon bantuan, perlindungan, atau petunjuk. Ketika seseorang berdoa, sering kali itu juga mencerminkan prasangka positif terhadap kemungkinan bahwa doanya akan terkabul. Doa adalah ungkapan harapan dan keyakinan seseorang bahwa keinginan baiknya akan diakui oleh kekuatan Ilahi. Di sisi lain, prasangka juga dapat muncul dalam konteks doa. Misalnya, seseorang mungkin memiliki prasangka bahwa hanya doanya yang akan memberinya keuntungan atau perlindungan yang diinginkan, mengesampingkan doa orang lain. Prasangka seperti ini dapat memengaruhi sikap dan persepsi seseorang terhadap doa serta hubungannya dengan Tuhan. Prasangka adalah hasil dari penilaian cepat yang sering kali negatif. Seseorang yang memiliki prasangka terhadap orang lain sering kali membuat asumsi buruk tanpa memiliki pemahaman yang memadai tentang karakteristik individu tersebut. Prasangka ini sering kali muncul karena kurangnya informasi yang memadai tentang kelompok atau individu yang menjadi subjek prasangka. Prasangka cenderung memiliki unsur emosional yang kuat, dan emosi ini dapat memicu tindakan sosial yang merugikan. Dampak dari prasangka bisa sangat besar dalam masyarakat, memicu perilaku destruktif yang berdampak negatif pada kehidupan Prasangka bahkan dapat menjadi pemicu utama untuk kejadian besar seperti perang, tindakan kekerasan, perusakan, dan pembunuhan, yang semuanya berdampak tragis pada tatanan sosial dan politik suatu negara. Dalam Al-QurAoan, terdapat kata "al-eann" yang dalam bahasa Arab merujuk kepada dugaan, anggapan, atau perkiraan. Di sisi lain, kata " eann" atau "yaeunn" mengacu pada pengetahuan atau keyakinan. Al-QurAoan menggunakan lafal "A "OAuntuk menggambarkan konsep ini. Ada berbagai bentuk lafal "al- eann" seperti "yaeunn, "taeunn,"eann," dan "al- eunn. " Pesan utama adalah pentingnya tidak membentuk Alo Liliweri. Prasangka dan Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur, (Yogyakarta: Lkis Yogyakarta, 2. , 199. Alo Liliweri. Prasangka dan Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur, 200. Resti Amanda. Mardianto. AuHubungan Antara Prasangka Masyarakat Terhadap Muslimah Bercadar dengan Jarak SosialAy, dalam: Rap Unp, (Riau: UIN Suska. Vol. No. 1, 2. , 70. Aris Soleman. AuPrasangka Sosial Dan Aksi Demonstrasi MasyarakatAy, dalam: Potret Pemikiran, (Makassar: UIN Alawuddin. Vol. No. 2, 2. , 17-18. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 prasangka negatif tanpa dasar yang kuat ketika berinteraksi dengan sesama, dan Islam memberikan panduan tentang bagaimana individu harus berhubungan satu sama lain dengan penuh rasa hormat dan saling mendukung untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan saling percaya. Karena itu, dalam Al-QurAoan, ada berbagai berbagai kata "al- eann" yang memiliki beragam makna. Kata "eann" digunakan sebanyak 69 kali dalam 55 ayat yang tersebar di 32 surah. Dalam konteks ini, prasangka dibagi menjadi dua jenis, yaitu " husnueann " . rasangka bai. dan " SAo al-eann " . rasangka buru. Secara umum, kata "eann" lebih sering digunakan dalam konteks prasangka buruk, yang mencakup dugaan atau anggapan negatif tentang sesuatu tanpa bukti Istilah ini juga bisa merujuk pada tuduhan yang dilemparkan pada seseorang tanpa saksi atau bukti yang kuat. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-ujurAt ayat 12: a n a a a Aea a aA a a au A U AA au e cAa eUA a Aa cA eUA a AoaeaA e auu e Uc c a O ca I cAa eUA e a ae a e aA O ca eeU Oa aa a e aOa Aa eaoA a Aa a au a eI e au aO a a a Aoa ea au ao OAoA A ae UA U Aa aA A c Aa IA c a a a e a a e Uea e ae a e a Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka . , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Dari berbagai pandangan dan masalah terkait doa dan prasangka secara meluas atau umum, barulah masuk kepada permasalahan secara terperinci atau khusus tentang doa dan prasangka yang ada pada Tafsir F eilAl al-QurAoan. Dalam hal ini peneliti melihat adanya permasalahan yang penting untuk dikaji lebih lanjut terkait relasi doa dan prasangka yang diberikan oleh Sayyid Qub tentang pandangannya mengenai doa yang tidak diterima oleh Allah Swt. yang menyebabkan seseorang berprasangka doanya tidak didengar oleh Allah Swt. dan menyebabkan seseorang tidak mau berdoa atau putus asa Husain Bin Unang. Kamus al-Tulla, (Kuala Lumpur: Daril Fikir, 2. , 681. Sayyadi. AuPrasangka Dalam Al-QurAoAn Perspektif Sayyid QubAy, dalam Skripsi. Sarjana Strata Satu , (Surabaya. UIN Sunan Ampel, 2. , 30. QurAoan. id diakses Pada Tanggal 12 Oktober 2023, pada Pukul 21:00. Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. dalam menjalani hidup karena doa yang dipanjatkan tidak pernah terkabulkan. Maka dalam menjawab permasalahan tersebut, ia membahas beberapa faktor atau hal yang dapat menjadi penghalang dalam meraih penerimaan doa. Beberapa penghalang tersebut di antaranya adalah ketidakpaTuhan terhadap ajaran Islam. Penjelasan ini menekankan bahwa ketidakpaTuhan terhadap ajaran Islam dan penolakan untuk mengikuti prinsip-prinsip agama dapat menjadi penghalang terhadap penerimaan doa. Jika seseorang hidup dalam pelanggaran terhadap nilai-nilai dan perintah Allah, doanya mungkin tidak akan dijawab. Faktor lain yang dapat menjadi penghalang dalam meraih penerimaan doa adalah kekufuran dan penyimpangan. Sayyid Qub berpendapat bahwa kekufuran atau penyimpangan dari kebenaran Islam dapat menjadi penghalang serius terhadap penerimaan doa. Ia menggambarkan bagaimana orang-orang kafir yang menentang kebenaran Islam tidak mungkin mendapatkan penerimaan doa. Faktor penghalang diterimanya doa berikutnya adalah berupa keburukan niat dan Dalam tafsirnya. Sayyid Qub menyoroti pentingnya niat yang tulus dan motivasi yang benar dalam berdoa. Jika seseorang memiliki niat buruk atau motivasi yang egois dalam berdoa, doanya mungkin tidak akan dijawab. Tidak mengandalkan Allah sepenuhnya juga menyebabkan tidak diterimanya doa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mengandalkan Allah sepenuhnya dan melepaskan diri dari ketergantungan pada kekuatan manusia atau faktor dunia. Dalam Tafsir F eilAl al-QurAoan, prasangka . sering kali diberikan penekanan yang kuat, terutama dalam konteks perjuangan politik dan pemahamannya tentang konflik ideologi. Namun. Sayyid Qub memandang prasangka ini dalam dua dimensi yang berbeda: Pertama, prasangka buruk . Ao al-ean. Sayyid Qutb menekankan bahwa prasangka buruk, terutama terhadap orang-orang atau kelompok yang dianggap sebagai lawan dalam perjuangan politik adalah sesuatu yang tidak diizinkan dalam Islam. Prasangka buruk dapat mengakibatkan konflik dan memecah belah masyarakat. Dalam konteks ini. Sayyid Qub mendorong umat Islam untuk menjauhi prasangka buruk dan mengembangkan pandangan yang lebih positif terhadap orang lain. Kedua, prasangka baik . usn al-ean. Di sisi lain. Sayyid Qutb juga mengajak umat Islam untuk memiliki Sayyid Qub. Tafsir F eilAl al-QurAoan, (Bairut: DAr as-Syuruq, 1. , 165. Sayyid Qub. Tafsir F eilAl al-QurAoan, 304. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 prasangka baik terhadap Allah dan perjuangan mereka. Dalam konteks perjuangan politik, pandangan ini mengandung elemen keyakinan bahwa Allah akan mendukung perjuangan yang benar. Di samping itu para aktivis Islam juga harus memiliki prasangka baik terhadap hasil perjuangan mereka. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Doa dan Prasangka Doa berasal dari kata dalam bahasa Arab "A "UaAyang artinya memanggil, mengundang, atau memohon. Doa adalah bentuk komunikasi antara manusia dan Allah Swt. yang mana manusia meminta pertolongan, bantuan, atau mengungkapkan Manusia menggunakan doa untuk berbicara dengan Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti mengatasi kesulitan, mencari petunjuk dan menyampaikan rasa Praktik doa memiliki makna yang mendalam dalam beragama dan merupakan bagian penting dari kehidupan spiritual banyak orang. Terkait dengan pengertian doa menurut Hassan al-Banna, ia menekankan pentingnya doa sebagai salah satu bentuk ibadah dan komunikasi langsung dengan Allah. Hassan al-Banna mendukung praktik doa sebagai sarana untuk memperkuat iman, meminta petunjuk Allah, dan memperoleh perlindungan-Nya. Bagi Hassan al-Banna, doa bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga merupakan sarana untuk mencapai kekuatan spiritual, moral, dan sosial. Hassan al-Banna dalam karyanya MajmAoah Rasyil al-Imym al-Syyhid asan al- Banna membagi sepuluh aturan etika yang harus diikuti oleh seorang Muslim ketika berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa. Aturan-aturan ini mencerminkan tata cara yang baik dalam berdoa dan menjalin hubungan yang benar dengan Tuhan, yaitu: Berdoa pada waktu yang mustajab Menghadap kiblat Doa dalam keadaan khusus Sayyid Qub. Tafsir F eilAl al-QurAoan, 423. Ahmad Warson Munawir. Al-Munawir: Kamus Arab Indonesia, (Surabaya: Pustaka Progresif, 2. , 402. Hassan al-Banna. MajmuAoah Rasyil al-Imym al-Syyhid Hasan al-Banna, (Kairo: Dyr al-Syihyb, 1. , 204. Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. Menjaga suara yang rendah 17 Doa merupakan bentuk ibadah yang menggambarkan kerendahan hati dan kebutuhan seorang hamba kepada Penciptanya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk berdoa dengan suara yang lembut dan tanpa berteriak. Bahkan ada riwayat yang menceritakan bahwa Nabi pernah mengingatkan seseorang yang berdoa dengan suara keras. Menggunakan kata yang mudah dipahami Meyakini doa dapat dikabulkan Merasakan keberadaan Allah di dalam doa Mengagungkan Allah di permulaan doa Memperbanyak Taubat dan Istigfar Memerhatikan waktu dan tempat ketika berdoa Secara istilah, doa adalah suatu tindakan permohonan yang dilakukan oleh seseorang kepada Tuhan dengan menggunakan kata yang sesuai dan mematuhi aturan yang berlaku. Dalam berdoa, seseorang dapat meminta sesuatu yang diinginkan atau memohon perlindungan dari sang maha pencipta. 19 Doa dalam konteks ini merupakan aktivitas spiritual yang melibatkan permohonan kepadanya. Pengertian doa adalah sebuah kegiatan yang melibatkan penggunaan kata, baik itu secara terbuka bersama dengan orang lain atau secara pribadi dengan tujuan untuk mengajukan permohonan kepada Allah Swt. Selain itu. Ibnu Arabi memandang doa sebagai sarana untuk membersihkan diri dari sifat yang tercela serta meningkatkan kesadaran akan Tuhan itu sendiri. Dengan berdoa memungkinkan seseorang mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Menurut pandangan Zakiah Daradjat, doa dianggap sebagai suatu dorongan moral yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perbuatan dalam hal yang berbeda di luar dari jangkauan teknologi. Doa dipahami sebagai bentuk kesadaran tingkat Hassan al-Banna. MajmuAoah Rasyil al-Imym al-Syyhid Hasan al-Banna, 400. Abdul Aziz Bin Fathi as-Sayyidi Nada. Mausau Al-Adab Al-Islamiyah Al-Murattabah Ala Al- Huruf Al-Hijaiyyah, (Jakarta: Magfirah Pustak. , 157. Tengku Muhammad Hasbi al-Shidieqi. Zikir dan Doa. Aspek Hukum dan Adab, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2. , 104. Robert H. Thouless. Pengantar Psikologi Doa, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , 165. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 tinggi yang bertujuan mencapai kesuksesan dalam aspek spiritual seseorang. 21 Pada umumnya, orang merasa perlu untuk berdoa ketika menghadapi kecemasan atau situasi yang bisa membawa mereka menuju keadaan yang penuh dengan ketidakpastian atau bahkan kehancuran. Dalam konteks ini, doa digunakan sebagai alat untuk mencari perlindungan atau bimbingan dari kekuatan spiritual yang dianggap mampu membantu mereka mengatasi ketakutan terhadap ketidakpastian dalam hidup. Secara umum, istilah prasangka dikenalkan melalui definisi klasik oleh seorang psikologi yang bernama Gordon Allpord dari Universitas Harvard dalam bukunya AuThe Nature of prejudiceAy pada tahun 1954, yang mengacu pada pandangan awal tentang Istilah ini berasal dari kata AupraejudiciumAy yang berarti membuat kesimpulan atau pernyataan tentang sesuatu berdasarkan perasaan atau pengalaman dangkal terhadap individu atau kelompok tertentu. Menurut Manstead dan Hewstone, prasangka sosial diartikan sebagai suatu kondisi yang terkait dengan sikap dan keyakinan. Kondisi ini melibatkan ekspresi perasaan negatif, sikap bermusuhan atau perilaku diskriminatif terhadap sekelompok Dalam beberapa kasus, tindakan yang terkait dengan seksisme dan rasisme juga dianggap sebagai prasangka. Yakni prasangka sosial yang awalnya mungkin hanya berupa sikap perasaan negatif, seiring waktu dapat muncul dalam bentuk tindakan diskriminatif terhadap individu yang termasuk dalam kelompok yang menjadi sasaran prasangka, tanpa alasan objektif yang kuat untuk tindakan tersebut. Prasangka sosial bisa berasal dari berbagai faktor, baik termasuk dari dorongan sosio-psikologis, proses kognitif dan pengaruh sosio-kultural terhadap individu serta kelompok yang bersangkutan. Proses ini menunjukkan bahwa prasangka sosial tidak hanya berakar dalam perasaan negatif orang semata, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial yang lebih kompleks, seperti stereotip, norma sosial, dan pengalaman seseorang. Prasangka sosial ini dapat memiliki dampak yang merugikan pada masyarakat, serta dapat menghambat hubungan antar suatu kelompok. Oleh karena itu, dalam bahasa Arab prasangka dikenal dengan kata "al-eann". Kata "al-eann" secara umum berarti "sangka. " Dari segi bahasa, ungkapan (A)OA Dadang Ahmad Fajar. Epistimolagi Doa. (Bandung: Lubuk Agung, 2. , 53. Goldon Allpord. The Nature of Prejudice, (Murchison. Worcester. MA: Clark University Press, 1. , 789Ae844. Faturochman. Pengantar Pisikologi Sosial, (Yogyakarta: Penerbit Pinus, 2. , 501. Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. berasal dari kata dasar "A "Ayang memiliki makna "syakk" atau "yakin tanpa " Dalam konteks bahasa, istilah ini merujuk pada keyakinan atau penilaian seseorang terhadap sesuatu tanpa memiliki informasi atau pengetahuan yang cukup untuk mendukung keyakinan tersebut. sedangkan dari segi istilahnya menurut agama Islam, prasangka atau Aual-eannAy juga memiliki makna penting. Islam mendorong umatnya untuk memiliki Ausn al-eann" . rasangka bai. terhadap sesama muslim, yang berarti berprasangka baik dan positif terhadap niat dan perilaku orang lain sebelum memiliki prasangka buruk terhadap mereka. Dalam agama Islam prasangka memiliki dua aspek pembagian yakni prasangka baik . usn al-ean. dan prasangka buruk . Ao al-ean. , yang mana di setiap prasangka ini memiliki beberapa ciri berbeda dalam pemahaman para ulama serta masyarakat. Prasangka Baik . sn Al-ean. Secara etimologi, istilah uusn al-eann berasal dari dua suku kata, yaitu uusn . dan eann . , yang secara harfiah berarti berbaik sangka. 25 Secara istilah uusn al-eann diartikan sebagai sikap berbaik sangka terhadap segala ketentuan dan ketetapan Allah Swt. yang diberikan kepada manusia. usn al-eann merupakan salah satu komponen dari akhlak terpuji. 26 Ibn Faris dalam karyanya MuAojam MaqAyis al-Lughah berpendapat bahwa kata eann ada pada Al-QurAoan Surah al-Baqarah ayat 46 dan 249, kedua ayat ini membahas tentang makna eann yakni sebagai keyakinan. 27 Ibn Manzur dalam LisAn al-AoArab menjelaskan kata eann seperti ilmu dan yakin. Menurut Abu Muhammad al-Mahdawi, mendefinisikan uusn al-eann atau prasangka positif yakni menganggap bahwa prasangka buruk sAo al-eann tidak ada . athAo al-wah. Sebaliknya lawan dari uusn al-eann adalah sAo al-eann yang berarti buruk sangka. SAo al-eann adalah tindakan yang dilarang dan diharamkan dalam Islam, karena dapat mengakibatkan permusuhan, pertikaian, dan merusak persaudaraan dan hubungan Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , 7814. Roli Abdul Rohman. Menjaga Akidah dan Akhlak, (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2. , 86. Rohman. Membangun Akidah dan Akhlak, 103-113. Abu al-Husain Ahmad Idn Faris. MuAojam Maqayis al-Lughah. Juz i, (Beirut: Dar al-Fik. , 462. Al-Ghazali. IhyAAo Ulum al-Dn. Jilid II, (Bandung: Pustaka Baru Pres, 2. , 35. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 sesama manusia. Dalam Islam, ditekankan untuk menjauhi sAo al-eann dan menggantinya dengan uusn al-eann untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan saling percaya di antar manusia. Al-QurAoan sebagai pedoman utama bagi umat manusia menekankan tentang uusn al-eann secara jelas dalam beberapa ayat, salah satunya adalah: AuWahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang. Ay QS. Al-ujurAt . :12 Ayat tersebut berusaha menyampaikan pesan bahwa Allah Swt. makhluknya untuk menjauhi prasangka buruk, mencari aib, menggunjing sesama. Tindakan seperti itu dianggap sebagai dosa dan perilaku keji yang tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah, kecuali jika seorang bertobat. Ayat di atas juga menggarisbawahi bahwa menggunjing dan berprasangka buruk dianggap setara dengan tindakan memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati. Oleh karena itu, sebagai hamba yang diciptakan olehnya diingatkan untuk selalu memiliki perilaku baik terhadap sesama yang telah Allah Swt. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa uusn al-eann memiliki arti berbaik sangka terutama dalam hal keyakinan yang positif terhadap segala ketentuan Allah Swt. Hal ini memungkinkan manusia untuk selalu mempertimbangkan sesuatu dengan pikiran yang positif, baik saat menghadapi kenikmatan maupun saat menghadapi kesulitan dalam hidup. Dengan sikap ini manusia dapat memahami bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup mereka adalah bagian dari rencana Allah Swt. dan bisa diambil sebagai pelajaran dan ujian. Dalam Tafsir F eilAl al-QurAoan pada ayat QS. Al-HujurAt . : 12. Sayyid Qub menjelaskan tentang jaminan kemuliaan, kehormatan, dan kebebasan manusia dari prasangka-prasangka buruk yang dapat mengancam keharmonisan masyarakat yang Penjelasan ini bertujuan untuk mendorong manusia untuk menjauhi prasangka Satrio Pinandito. Husnuzhan dan Sabar Kunci Sukses Meraih Kebahagiaan hidup, kiat-kiat praktis berpikir Positif Menyiasati Persoalan Hidup, (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2. , 13. Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. buruk karena prasangka buruk dapat membawa dampak dosa. Penafsiran-penafsiran tersebut memberikan penekanan yang sangat kuat tentang larangan terhadap prasangka buruk dan pentingnya memiliki prasangka baik . usn al- ean. dalam menghadapi segala aspek kehidupan. Sikap ini termasuk dalam akhlak yang baik yang berasal dari hati yang tenang dan menerima segala yang telah ditetapkan oleh Allah. Ini mendorong seseorang untuk berprasangka baik kepada Allah, kepada sesama manusia, dan kepada lingkungan sekitar. Prasangka Buruk (SAo Al-ean. SAo al-eann adalah sebuah istilah yang berasal dari kata sAo dan al-eann. Kata sAo bisa diartikan sebagai sifat yang buruk, jelek dan tidak baik. Adapun kata eann bermakna sangkaan atau pendapat yang kurang menyenangkan terhadap seseorang atau kelompok tanpa dasar yang kuat. 32 Dalam Islam, berburuk sangka terhadap orang lain dianggap sebagai dosa besar dan dapat memiliki konsekuensi serius seperti konflik, perceraian, dan perpecahan sosial. Sebaliknya, berbaik sangka . usn al-ean. sangat dianjurkan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan menghindari dugaan yang tidak berdasar. Para ulama mengkategorikan sAo al-eann . erburuk sangk. menjadi empat jenis berdasarkan sifatnya. 34 Pertama, sAo al-eann yang haram. Jenis ini merupaka jenis sAo aleann yang dilarang, yaitu berburuk sangka terhadap Allah atau berburuk sangka terhadap sesama muslim tanpa adanya bukti atau tanda yang jelas. Berburuk sangka terhadap Allah adalah perbuatan yang sangat tidak pantas dalam Islam. Berburuk sangka terhadap sesama muslim tanpa bukti yang kuat juga tidak dianjurkan. 35 Kedua, sAo al-eann yang Jenis ini merupakan perbuatan sAo al-eann yang diperbolehkan, yaitu berburuk sangka terhadap sesama manusia yang secara jelas memiliki keraguan atau sering melakukan dosa. Termasuk dalam kategori ini adalah berburuk sangka terhadap orang30 Sayyid Qub. Tafsir F eilAl al-QurAoan, 175. Ibnu AoAthaillah As-Sakandari. Kitab Al-Hikmah dan Penjelasannya, (Jakarta: Noktah, 2. Abdullah bin Muhammad. Tafsir Ibn Kathr, (Kairo: Mu-assasah Daar al-Hilal, 1. Jil, 7. Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Terapi Penyakit Hati. Terj. Salim Bazemool, (Jakarta: Qisthi Press, 2. , 20. Al-Jauziyyah. Terapi Penyakit Hati, 23. Al-Jauziyyah. Terapi Penyakit Hati, 21. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 orang kafir. 36 Ketiga, sAo al-eann yang dianjurkan, yaitu berburuk sangka terhadap musuh dalam konteks pertempuran atau pertarungan. Dalam situasi seperti ini, memiliki purbasangka dapat menjadi tindakan yang bijaksana untuk menjaga keamanan dan 37 Keempat, sAo al-eann yang wajib. Perlu diketahui bahwa jenis prasangka ini adalah hal yang diwajibkan, yakni berburuk sangka yang diperlukan untuk kepentingan syariat . ukum Isla. Contohnya adalah berburuk sangka terhadap perawi hadis . arrator of hadit. dalam rangka menjaga kualitas dan kebenaran hadis. Analisis Relasi Prasangka Dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al- QurAoAn Berdasarkan pemahaman Islam yang diakui secara umum, doa adalah suatu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Banyak dari para pemikir Islam, termasuk Sayyid Qub, mengakui kepentingan doa dalam hidup seorang muslim. Sayyid Qub menyoroti kebutuhan akan kehidupan rohaniah dan hubungan yang erat dengan Allah. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara aspek-aspek rohaniah dan materi dalam hidup adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan dan keberhasilan sesuai dengan ajaran Islam. Sayyid Qub menekankan secara spesifik menyusun doa-doa tertentu, umumnya doa-doa dalam Islam mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk permohonan untuk petunjuk, ampunan, keberkahan, perlindungan, dan keselamatan, serta ekspresi syukur dan pujian kepada Allah. Sayyid Qub secara khusus membahas konsep prasangka secara terinci dalam Namun, berdasarkan pemikiran dan prinsip-prinsip yang ia sampaikan, kita dapat membuat beberapa inferensi terkait dengan pandangannya terhadap prasangka. Secara umum. Qub mendorong umat Muslim untuk mengejar keadilan, persatuan, dan Dalam konteks ini, prasangka dapat dianggap sebagai sikap atau keyakinan negatif terhadap suatu kelompok berdasarkan perbedaan tertentu, seperti etnis, suku, atau Qutb mungkin melihat prasangka sebagai sikap yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menekankan persaudaraan, keadilan, dan persatuan antar umat manusia. Yulian Purnama. AuPrasangka yang dibolehkan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz-Fatwa Nurun. Ala DarbiAy, dalam Skripsi (Banda Aceh: Universitas Agama Islam Negeri Ar-ranir. ,147-148. Sayyid Muhammad Nuh. Mengobati 7 Penyakit Hati, (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2. , 100. Muhammad Nuh. Mengobati 7 Penyakit Hati, 101. Sayyid Qub. Tafsir F eilAl al-QurAoan. Jil. 8, 45. Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. Menurut Sayyid Qub. Prasangka dapat menjadi bentuk ketidakadilan dan konflik dalam masyarakat yang bertentangan dengan visinya tentang masyarakat Islam yang adil dan bersatu. Oleh karena itu, pemikirannya cenderung mendukung penolakan terhadap sikap-sikap prasangka dan mendorong umat Muslim untuk berusaha menciptakan masyarakat yang inklusif dan adil. Oleh karena itu, relasi antar prasangka dalam kehidupan dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan nilai-nilai individu setiap manusia. Ada yang memandang doa dari aspek spiritual yang mana bagi banyak orang yang memiliki keyakinan agama, doa adalah sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan atau kekuatan Pandangan ini memberikan makna dan koneksi spiritual dalam kehidupan 40 Di sisi lain, ada juga yang memandang bahwa prasangka berpengaruh terhadap sikap dan perilaku serta kesehatan mental. Menurut pandangan ini, prasangka dapat memengaruhi sikap dan perilaku seseorang terhadap orang lain atau situasi tertentu. Konsep bahwa doa adalah tanda konkret dari ketundukan manusia kepada hukum-hukum Allah juga terkait dengan pemikiran Qub tentang pentingnya tunduk pada otoritas Tuhan. Kesadaran akan ketergantungan pada Allah diwujudkan dalam doa sebagai bentuk nyata dari ketaatan. Rentang doa yang mencakup aspek agama, dunia, dan akhirat sesuai dengan pandangan Qub tentang Islam sebagai sistem kehidupan yang menyeluruh, mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Dalam Penafsirannya. Sayyid Qub menjelaskan bahwa setiap orang yang berdoa dengan penuh keyakinan kepada Allah Swt. , maka akan dikabulkan doanya, karena Allah itu sanga dekat dengan hambanya yang senantiasa bertakwa. Di sisi lain, seorang hamba harus cepat merespon panggilan dari Allah, karena di dalam panggilan tersebut terdapat kasih sayangnya terhadap hamba yang senantiasa mengerjakan perintahnya. Seorang hamba juga harus benar-benar memiliki kesabaran dalam menantikan doa yang senantiasa dipanjatkan kepada Allah Swt. akan dikabulkan karena Allah Swt. merasa malu ketika seorang hamba yang tulus ikhlas berdoa kepadanya akan selalu dikabulkan. 42 Gambar berikut menunjukkan relasi prasangka terhadap doa: Shanty Komalasari. AuDoa Dalam Perspektif PsikologiAy, dalam: Jurnal. Proceeding Antasari International Conference, (UIN Sunan Gunung Jati. Vol. Nomor, 01, 2. , 43. Ahmad Fauzan. AuRelasi Doa dan Usaha Perspektif Al-QurAoanAy, dalam: Jurnal. Semiotika. Kajian Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir, (STAI Islamic Center Demak. Volume 2. Nomor 1, 2. , 66. Sayyid Qub. Tafsir F eilAl al-QurAoan. Jil. 4, 300. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 Doa Prasangka sAoean husnuean Relasi prasangka dan doa 1 Bagi Qub, keterlibatan umat dalam ibadah dan doa adalah bagian integral dari ketaatan dan pengabdian kepada Allah. Dalam konteks ayat ini, ia mungkin menyoroti bahaya kesombongan yang dapat menghalangi seseorang dari ibadah dan ketergantungan kepada Allah. 43 Akibat kebanggaan dan penolakan terhadap ibadah, maka hal ini menyebabkan dirinya masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. Hal ini adalah konsekuensi dari kebanggaan dan penolakan terhadap ibadah. Pemahaman ini merupakan peringatan serius untuk umat Islam agar tidak meninggalkan atau mengabaikan ibadah kepada Allah. Penjelasan di atas sejalan dengan pemahaman Hassan al-Banna44 dan imam al- Ghazali dengan membagi sepuluh aturan etika yang harus diikuti oleh seorang muslim ketika berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut: 45 Berdoa Adab-adab Waktu Khusus Menghadap Kiblat Mengagungkan Asma Allah Yakin Taubat Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa Hassan al-Banna sebagai pemikir dan pendiri Ikhwanul Muslimin memberikan penekanan pada berbagai aspek kehidupan Sayyid Qub. Tafsir F eilAl al-QurAoan. Jil 3, 402. Hassan al-Banna. MajmuAoah Rasyil al-Imym al-Syyhid Hasan al-Banna, 310. Al-GhazAl. IuyA Ulm al-Dn, 399. Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. muslim termasuk praktik ibadah seperti doa. Secara khusus, al-Banna membahas adab- adab berdoa secara rinci. Meski demikian, pendekatan umum terhadap doa dan ibadah dapat dipahami melalui prinsip-prinsip Islam yang ia terapkan dalam gerakan dakwah dan kerangka pemikirannya. Menurutnya, seorang muslim sebaiknya selalu merasakan kehadiran Allah Swt. dalam setiap aspek dalam kehidupannya dan berdoa dengan penuh Berkaitan dengan arah kiblat dan persatuan umat, sebagai pendiri organisasi yang menekankan solidaritas sesama muslim. Al-Banna melihat pentingnya menghadap kiblat sebagai simbol kebersamaan dalam beribadah. Ketaatan terhadap arah kiblat mencerminkan kesatuan umat Islam dalam menjalankan ibadah. Selain itu. AlBanna juga menekankan pentingnya kepemimpinan dan pentingnya taat pada otoritas dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Adab berdoa juga mencakup tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Sikap ini sejalan dengan nilai-nilai yang diterapkan oleh al-Banna dalam gerakan Ikhwanul Muslimin untuk memiliki sikap yakin dengan seyakin-yakinnya dan memiliki ketegasan Pemikiran al-Banna mencakup gagasan tentang ketegasan hati dan keyakinan yang kokoh dalam prinsip-prinsip Islam. Dalam hal berdoa, sikap ini tercermin dalam keyakinan penuh bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa. Terkait dengan perjuangan melawan penjajahan dan pentingnya tobat, gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh al-Banna memiliki tujuan besar, yaitu membebaskan umat dari penjajahan asing dan menegakkan nilai-nilai Islam. Dalam hal ini, konsep pembebasan dan tobat dapat dikaitkan dengan adab berdoa, yaitu memohon pertolongan Allah dan ampunan-Nya dengan sungguh-sungguh. Agar pemahaman terhadap pemikiran Al-Banna dan kaitannya dengan adab berdoa menjadi lebih jelas, perhatikan gambar berikut: Baik Di cintai Allah Buruk Jalan Kesesatan Prasangka Dalam konteks Surah Al-ujurAt, sejalan dengan pandangan M. Quraish Shihab, disebutkan bahwa ada hubungan yang dapat diidentifikasi antara doa dan prasangka meskipun tidak terdapat doa yang secara eksplisit disebutkan dalam teks. 46 Dalam Quraish Shihab. Pesan dan Kesan dalam Al-QurAoan, (Jakarta: Lensa Hati, 2. , 109. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 menyoroti etika dan perilaku, ayat ini menunjukkan perincian mengenai hubungan tersebut sebagai berikut: Pertama, doa untuk keselamatan dari prasangka buruk, yakni bahwa seseorang dapat memasukkan dalam doa mereka permohonan agar dijauhkan dari prasangka buruk terhadap sesama dan setiap orang. Berdoa juga dapat mencerminkan kesadaran akan bahaya sangkaan buruk dan keinginan untuk menjauhi diri dari sikap-sikap tersebut. Selain itu, dalam doa juga tercakup permohonan kepada Allah agar umat Islam diberikan kesadaran diri untuk dapat dengan cermat mengendalikan prasangka buruk dan tidak terjerumus dalam pergunjingan atau perbuatan mencari kesalahan orang lain. Kedua, doa untuk menjauhi fitnah dan konflik. Dalam doa, seseorang dapat memohon agar dihindarkan dari fitnah dan konflik yang dapat muncul akibat prasangka Doa ini dapat menjadi ungkapan keinginan untuk menjaga kedamaian dan persatuan dalam kehidupan bersosial. Seseorang dapat berdoa agar mereka diberikan kemampuan untuk menilai orang lain dengan adil tanpa dipengaruhi oleh prasangka yang mungkin ada. Di sisi lain, doa juga mencakup permohonan akan pertolongan Allah agar umat Islam mampu menjaga etika komunikasi mereka, menjauhi ghibah . , dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam berbicara. Implikasi Hubungan Doa dan Prasangka Bagi Kehidupan Umat Manusia Berikut dijelaskan beberapa implikasi dari hubungan antara doa dan prasangka. Pertama, dari segi spiritual, hubungan antara doa dan prasangka memiliki implikasi yang Hubungan ini menunjukkan bahwa doa berperan penting dalam memperkuat spiritualitas seseorang, meskipun hal ini belum dijelaskan secara mendalam dalam pembahasan Retno mengenai fundamentalisme. Doa dipandang sebagai bentuk ekspresi iman seseorang terhadap keberadaan Tuhan atau kekuatan spiritual yang lebih tinggi. Melalui doa, individu memperkuat ikatan batinnya dengan keyakinan bahwa ada sesuatu yang lebih besar di luar dirinya yang mendengar dan peduli, serta membangun kedekatan dengan Tuhan, di sini juga doa adalah jembatan yang menghubungkan individu dengan Tuhan. Melalui doa, seseorang dapat merasakan kedekatan dan keyakinan mengenai hubungan yang personal dengan Tuhan . 47 Doa dapat menjadi sarana untuk menguatkan Retno Pandan Kusumowardhani dkk. AuIdentitas Sosial. Pundamentalisme, dan Prasangka Terhadap Pemeluk Agama yang Berbeda: Perspektif FisikologisAy, dalam Jurnal Multikultural dan Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. spiritual dan transformasi pribadi. Praktik doa secara konsisten dapat membantu individu mengatasi ketidaksempurnaan untuk mencapai tingkat kesempurnaan spiritual yang lebih Kedua, dari sudut pandang psikologis yang sejalan dengan pandangan Faturocman bahwa hubungan antara doa dan prasangka memiliki implikasi yang signifikan terhadap kesejahteraan mental dan emosional individu. Dari kesejahteraan emosional, doa dapat memberikan kesejahteraan emosional dengan memberikan wadah untuk mengungkapkan perasaan, kekhawatiran, dan harapan, yang senantiasa dapat berperan sebagai bentuk terapi pribadi yang membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta dapat memahami diri sendiri saat refleksi, yang dapat lebih memahami keinginan, dan nilai-nilai yang penting bagi mereka. Ketiga. dari perspektif sosial yang bertentangan dengan penjelasan Allpord bahwa tidak ada hubungan antara doa dan prasangka dapat memiliki dampak yang melibatkan individu dalam konteks masyarakat lebih luas. Doa bersama dan prasangka baik dapat memperkuat solidaritas dan hubungan di antara anggota atau kelompok, kegiatan keagamaan sering kali menjadi titik sentral untuk membentuk ikatan sosial yang erat. Melalui implikasi ini, hubungan antara doa dan prasangka dapat memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan umat manusia dalam membentuk pandangan hidup dan memberikan kerangka spiritual bagi individu dan masyarakat. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut: Prasangka Harapan Terkabulka Di Dunia Doa Di Ahirat Ketakutan Tidak Terkabul Multirelegius, (Surakarta: Universitas Muhammadiyah,Vol. No. Januari-April 2. , 19. Faturochman. Pengantar Pisikologi Sosial, (Yogyakarta: Penerbit Pinus, 2. , 501. Joko Kuncoro. AuPrasangka dan DiskriminasiAy, dalam Jurnal Psikologi Proyrksi, (Serang: Universitas Sultan Ageung Tirtayasa . Vol 2. No 2, 2. , 5. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 KESIMPULAN Sayyid Qub menekankan pentingnya keyakinan yang kuat saat berdoa. Prasangka baik . usn al-ean. kepada Allah mencerminkan keyakinan bahwa setiap doa yang diucapkan dengan sungguh-sungguh dan tulus akan diterima oleh Allah. Sebaliknya, prasangka buruk . Ao al-ean. dapat menciptakan keraguan dalam hati serta dapat meragukan Allah yang menyebabkan kemungkinan doa-doa yang diminta kepada-Nya tidak diterima. Berdoa dengan prasangka baik dapat menjadi sumber ketenangan dan kedamaian dalam hidup. Ini mencerminkan pandangan bahwa hubungan yang positif dengan Allah melalui doa dapat membawa kedamaian pikiran dan ketenangan jiwa, sebaliknya prasangka buruk kepada Allah Swt. bisa membawa jalan kesesatan. Hubungan antara doa dan prasangka bagi kehidupan umat manusia melibatkan aspek spiritual, psikologis, dan sosial mencakup pemahaman mendalam tentang bagaimana praktik keagamaan tersebut dapat memengaruhi individu dan masyarakat. Hubungan antara doa dan prasangka membentuk integralitas manusia dengan menyatukan dimensi spiritual, psikologis, dan sosial. Praktik keagamaan ini memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami dan mengatasi berbagai aspek Doa dan prasangka dapat memberikan penguatan diri individu dan Dari segi spiritual, individu merasakan kedekatan dengan kekuatan Ilahi. Secara psikologis, mereka merasakan kesejahteraan emosional, dan secara sosial, ada solidaritas dan dukungan bersama. Relasi Prasangka dan Doa Perspektif Sayyid Qub Dalam Tafsir F eilAl Al-QurAoAn (Eko Fajar Susanto, et al. DAFTAR PUSTAKA