E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Hubungan Antara Stres Kerja Dan Kompensasi Dengan Loyalitas Karyawan Di PT. X Di Jakarta Utara Vania Larissa1. Tanti Susilarini2 Universitas Persada Indonesia Y. E-mail : larissavania33@gmail. com1, tanti. gestalt@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan kompensasi dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 200 karyawan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 121 karyawan. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga skala, yaitu skala loyalitas karyawan, stres kerja dan kompensasi. Hasil analisis bivariate correlation pertama antara stres kerja dengan loyalitas karyawan diperoleh koefisien korelasi r= -0,605 dengan . < 0,. Sehingga Ha1 yang berbunyi AuAda hubungan antara stres kerja dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta UtaraAy Hasil analisis bivariate correlation kedua antara kompensasi dengan loyalitas karyawan diperoleh korelasi r= 0,506 dengan . < 0,. Sehingga Ha2 yang berbunyi AuAda hubungan antara kompensasi dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta UtaraAy diterima. Hasil analisis data multivariate correlation antara stres kerja dan kompensasi dengan loyalitas karyawan diperoleh R= 0,678 dengan . < 0,. Sehingga Ha3 yang berbunyi AuAda hubungan antara stres kerja dan kompensasi dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta UtaraAy diterima. Kata kunci : loyalitas karyawan, stres kerja dan kompensasi. ABSTRACT This study aims to determine the relationship between job stress and compensation with employee loyalty at PT. X at Jakarta Utara. The population in this study amounted to 200 employee. The technique sampling used in this study is snowball sampling with a total sample of 121 employee. The data collection technique uses three scales, namely the job stress scale, compensation and employee loyalty. The results of the first bivariate correlation analysis between job stress and employee loyalty obtained a correlation coefficient r= -0,605 with . < 0,. So Ha1 which reads AuThere is a relationship between job stress and employee loyalty at PT. X at Jakarta UtaraAy is accepted. The results of the second bivariate correlation between compensation with employee loyalty obtained a correlation r= 0,506 with . < 0,. So Ha2 which reads AuThere is a relationship between compensation and employee loyalty at PT. X at Jakarta UtaraAyis accepted. The results of data analysis multivariate correlation between job stress and compensation with employee loyalty obtained R= 0,678 with . < 0,. So Ha3 which reads AuThere is a relationship between job stress and compensation with employee loyalty at PT. X at Jakarta UtaraAy is accepted. Keywords : employee loyalty, job stress and compensation. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive PENDAHULUAN 1 LATAR BELAKANG Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses untuk menangani berbagai masalah dalam ruang lingkup kerja untuk dapat menunjang aktifitas mencapai tujuan yang telah ditentukan. Manusia merupakan salah satu unsur yang penting di dalam suatu organisasi, karena manusia merupakan penggerak dan penentu jalannya suatu organisasi. Unsur manajemen sumber daya manusia adalah individu yang merupakan tenaga kerja pada Dengan demikian, fokus yang dipelajari oleh sumber daya manusia adalah masalah yang berpengaruh dengan sumber daya manusia. Faktor sumber daya manusia inilah yang akan menggerakkan seluruh faktor-faktor yang dimiliki pencapaian tujuan perusahaan (Rahmadana Safitri, 2. Tercapainya tujuan suatu organisasi tidak hanya tergantung pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih pada manusia yang Karyawan yang berkualitas adalah karyawan yang melaksanakan pekerjaanya dan mampu memberikan hasil kerja yang baik yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya (Irvianti & Verina. Dalam perusahaan, salah satu sarana penting tercapainya loyalitas kerja para karyawan. Pada dasarnya loyalitas merupakan kesetiaan yang diberikan kepada individu untuk berusaha memberikan perilaku terbaik untuk perusahaan (Leblecbici. Dengan adanya sumber daya manusia yang memiliki sifat loyalitas yang perusahaan dalam mencapai tujuannya. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Loyalitas memiliki pengaruh besar bagi kelangsungan dan kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus selalu memperhatikan loyalitas kerja karyawan karena karyawan yang loyal akan memberikan kontribusi yang besar bagi pencapaian tujuan perusahaan (Vannecia. Loyalitas kerja akan tercipta apabila karyawan merasa tercukupi dalam pekerjaannya sehingga karyawan tersebut nyaman bekerja dalam Berdasarkan pemaparan para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa loyalitas karyawan merupakan kesetiaan atau kepatuhan individu kepada suatu perusahaan yang ditunjukkan melalui sikap dan tindakan. Menurut Kartono . alam Hernika, mengakibatkan terjadinya pemogokan, kemangkiran, stres, absensi yang tinggi dan Salah satu faktor loyalitas adalah stres. Stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan individu untuk menghadapi lingkungan, yang akhirnya mengganggu pelaksanaan tugas-tugas, mengganggu prestasi kerja, karena stres dapat timbul sebagai akibat tekanan atau ketidakselarasan antara individu dengan Sejalan dengan pendapat ahli sebelumnya, menurut Robbins . alam Kholilul, 2. stres dapat menyebabkan Sependapat dengan ahli sebelumnya, menurut Hariandja . alam Kholilul, 2. stres menjadi masalah yang penting karena situasi tersebut dapat mempengaruhi loyalitas kerja, sehingga perlu penanganan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Menurut Brousseau dan Prince . alam Hernika, 2. stres kerja dipandang sebagai kondisi psikologi yang tidak menyenangkan yang timbul karena karyawan merasa terancam dalam bekerja. E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Perasaan terancam ini disebabkan hasil persepsi dan penilaian karyawan yang menunjukkan ada ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan. Stres merupakan suatu tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh perbedaan individu yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisik (Thomas, 2. Berdasarkan pemaparan para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi pada individu karyawan tersebut. Selain stres kerja, faktor lainnya yang di duga mempengaruhi loyalitas karyawan adalah kompensasi. Kompensasi adalah salah satu elemen penting yang memotivasi karyawan melakukan pekerjaan, dengan pemberian kompensasi yang merata maka perusahaan (Armanu, 2. Menurut Pio, et al. faktor lain yang dapat menimbulkan loyalitas karyawan selain stres kerja adalah kompensasi. Kompensasi merupakan bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan kepada karyawan dalam perusahaan atau organisasi. Karyawan tidak akan melakukan pekerjaan tanpa mendapatkan kompensasi yang layak dari perusahaan. Kompensasi merupakan salah satu faktor penting dan menjadi perhatian pada banyak organisasi dalam mempertahankan dan menarik sumberdaya manusia yang berkualitas. Menurut Wirawan . alam Timoti, kompensasi sebagai salah satu aspek yang berarti bagi pegawai karena besarnya kompensasi mencerminkan ukuran nilai karya mereka diantara para pegawai itu sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan menurut Djati . alam Jajuk, perusahaan, karena hal itu mencerminkan upaya organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia. Berdasarkan pemaparan para ahli diatas, maka dapat merupakan bentuk kepuasan karyawan terhadap imbalan yang diterima dari perusahaan sebagai balas jasa dari hasil kerja karyawan tersebut. Berdasarkan hasil observasi dan survei yang dilakukan oleh penulis di PT. X di Jakarta Utara di dapati beberapa fenomena yang mengindikasi kurangnya loyalitas kerja karyawan di PT. X di Jakarta Utara, salah satunya terdapat beberapa karyawan yang masih suka datang karyawan yang tidak bertahan lama / resign dalam masa kerja yang cukup singkat, mempromosikan perusahaannya untuk dapat bergabung ke perusahaan, dan terdapat beberapa karyawan yang tidak mematuhi peraturan. Dari hasil observasi dan survei tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penulis menemukan adanya indikasi kurangnya loyalitas pada karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuHubungan Antara Stres Kerja dan Kompensasi Dengan Loyalitas Karyawan di PT. X di Jakarta UtaraAy. 2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah ada hubungan antara Stres Kerja dengan Loyalitas Karyawan di PT X. di Jakarta Utara ? Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Apakah Kompensasi Loyalitas Karyawan di PT X. di Jakarta Utara ? Apakah ada hubungan antara Stres Kerja dan Kompensasi dengan Loyalitas Karyawan di PT X. di Jakarta Utara ? 3 TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian adalah jawaban atau sasaran yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui hubungan antara Stres Kerja Loyalitas Karyawan di PT X. di Jakarta Utara. Untuk mengetahui hubungan antara Kompensasi Loyalitas Karyawan di PT X. di Jakarta Utara. Untuk mengetahui hubungan antara Stres Kerja dan Kompensasi dengan Loyalitas Karyawan di PT X. di Jakarta Utara. 4 MANFAAT PENELITIAN Penelitian yang penulis lakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis dan praktis, yaitu sebagai Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi kajian ilmu psikologi khususnya Psikologi Industri Organisasi mengenai loyalitas karyawan dalam kaitannya dengan stres kerja dan kompensasi dengan karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi serta masukan khususnya kepada PT. X di Jakarta Utara dan para karyawan terhadap hubungan antara stres kerja dan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 TINJAUAN PUSTAKA Loyalitas Karyawan Menurut Saputra. Bagia. Yulianthini . loyalitas karyawan adalah rasa kesetiaan atau kesadaran perusahaannya, yang dapat dilihat dari aspek disiplin kerja, tanggung jawab dan sikapnya selama bekerja diperusahaan. Ali Chaerudin, . mengemukakan bahwa terdapat enam aspek-aspek dari loyalitas karyawan, diantaranya yaitu sebagai berikut : Taat pada peraturan: kesadaran karyawan dalam mentaati peraturan Tanggung jawab pada perusahaan: Berhati-hati dalam mengerjakan Berani untuk mengembangkan berbagai inovasi Kemauan untuk bekerja sama: dapat bekerja sama dalam Tim Rasa memiliki: Sikap saling menjaga Bertanggung Hubungan antarpribadi: Membina hubungan baik dengan rekan kerja Membina hubungan baik dengan Atasan Kesukaan terhadap pekerjaan: mampu menghadapi masa-masa jenuh dengan Stres Kerja Menurut Mangkunegara . 3: . stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Beehr dan Newman . alam Dr. Anies, 2. mengemukakan bahwa terdapat tiga aspek-aspek dari stres kerja, diantaranya yaitu sebagai berikut: Gejala Psikologis: berupa kecemasan, ketegangan, mudah marah dan mudah . Gejala Fisiologis: berupa peningkatan detak jantung, sakit kepala dan mual . Gejala Perilaku: berupa penurunan kualitas hubungan dengan teman dan dengan anggota keluarga Kompensasi Menurut Mondy . alam Dr. Yoyo. Agus dan Nunung, 2. kompensasi adalah total seluruh imbalan yang diterima para karyawan sebagai pengganti jasa yang telah karyawan berikan. Ahmad Bairizki . mengemukakan bahwa terdapat tiga aspek kompensasi yang dapat diberikan, diantaranya yaitu sebagai berikut : Keadilan: memberikan kompensasi sesuai dengan hak dan kewajiban yang telah disepakati bersama . Kelayakan: diberikan dapat menghidupi dan memenuhi kebutuhan . Kewajaran: keterbukaan komunikasi yang baik kepada para karyawan mengenai susunan kompensasi dan kondisi perusahaan 1 HIPOTESIS PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah yang telah disusun dalam penelitian ini hipotesisnya adalah : Ha1: Ada hubungan antara Stres Kerja dengan Loyalitas Karyawan di PT. di Jakarta Utara. Ha2: Ada hubungan antara Kompensasi dengan Loyalitas Karyawan di PT. di Jakarta Utara. Ha3: Ada hubungan antara Stres Kerja dan Kompensasi Loyalitas Karyawan di PT. X di Jakarta Utara. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu loyalitas karyawan, stres kerja dan kompensasi. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT. di Jakarta Utara yang memiliki masa kerja minimal 3 tahun berjumlah 121 responden. Menggunakan teknik pengambilan sampel Snowball sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji normalitas, diperoleh nilai signifikansi untuk skala loyalitas karyawan sebesar 0,187 . > 0,. , nilai signifikansi untuk skala stres kerja sebesar 0,061 . > 0,. , nilai signifikansi untuk skala kompensasi sebesar < . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa data penelitian skala loyalitas karyawan dan skala stres kerja berdistribusi normal, sedangkan data penelitian skala kompensasi tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji kategorisasi, skala loyalitas karyawan memiliki kategorisasi skor rendah dengan X O 65,3 untuk kategorisasi skor sedang 65,3 < X < 102,7 dan kategorisasi skor tinggi X Ou 102,7. Pada skala loyalitas karyawan ditemukan mean observasi (X) sebesar 112,9. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara berada pada kategori AutinggiAy. Skala kategorisasi skor rendah dengan X O 51,3 Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive untuk kategorisasi skor sedang 51,3 < X < 80,7 dan kategorisasi skor tinggi X Ou 80,7. Pada skala stres kerja ditemukan mean observasi (X) sebesar 52,25. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel stres kerja di PT. X di Jakarta Utara berada pada kategori AusedangAy. Skala kategorisasi skor rendah dengan X < 22,9 untuk kategorisasi skor sedang 22,9 O X O 25,1 dan kategorisasi skor tinggi X > 25,1. Pada skala kompensasi ditemukan mean observasi (X) sebesar 31,628. Hal ini kompensasi di PT. X di Jakarta Utara berada pada kategori AutinggiAy. Berdasarkan hasil uji Ha1 yang dilakukan dengan metode bivariate correlation diperoleh r= -0,605 dengan . < 0,. Dengan demikian r signifikan pada taraf 0,05 dan H01 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara stres kerja dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Arah negatif menunjukkan semakin tinggi stres kerja maka semakin rendah loyalitas karyawan, sebaliknya semakin rendah stres kerja maka semakin tinggi loyalitas karyawan. Berdasarkan hasil uji Ha2 yang dilakukan dengan metode bivariate correlation diperoleh r= 0,506 dengan . < 0,. Dengan demikian r signifikan pada taraf 0,05 dan H02 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kompensasi dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Arah positif menunjukkan semakin tinggi kompensasi maka akan diikuti oleh semakin tingginya loyalitas karyawan, sebaliknya semakin rendah kompensasi, maka akan diikuti oleh semakin rendahnya loyalitas karyawan. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 Berdasarkan hasil uji Ha3 yang dilakukan dengan metode multivariate correlation . orelasi gand. diperoleh R= 0,678 dengan . < 0,. Dengan demikian R signifikan pada taraf 0,05 dan H03 Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dan kompensasi dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Dari hasil analisis data regression dengan metode enter diketahui R Square sebesar 0,460 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stres kerja dan sebesar 46,0% pada loyalitas karyawan, sedangkan sisanya 100% - 46,0% = 54,0% di sumbangkan oleh faktor lain yang tidak Berdasarkan hasil analisis data regression dengan metode stepwise diperoleh kontribusi kompensasi dengan loyalitas karyawan sebesar 36,6% dengan hasil R Square sebesar 0,366. Hal ini kompensasi dengan loyalitas karyawan dominan dibandingkan dengan kontribusi stres kerja. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab kesimpulan sebagai berikut : Ada hubungan yang negatif antara stres kerja dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Sehingga dapat disimpulkan semakin tinggi stres kerja maka semakin rendah loyalitas karyawan. Sebaliknya, semakin rendah stres kerja maka semakin tinggi loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara. E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Ada hubungan yang positif antara karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Sehingga dapat disimpulkan semakin tinggi kompensasi maka akan diikuti oleh semakin tingginya loyalitas karyawan, sebaliknya semakin rendah kompensasi, maka akan diikuti oleh karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Ada hubungan secara signifikan antara stres kerja dan kompensasi dengan loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Sehingga dapat disimpulkan, semakin tinggi stres kerja maka semakin rendah loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara, dan semakin tinggi kompensasi maka akan diikuti oleh semakin tingginya loyalitas karyawan di PT. X di Jakarta Utara. Bagi Karyawan Penerapan manajemen waktu kerja yang baik dapat menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir stres kerja. Sehingga, pada saat mendapatkan tekanan kerja yang tinggi, karyawan tidak menarik diri dari lingkungan sekitar dan pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik. Saran DAFTAR PUSTAKA