JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahani* Universitas Telkom. Bandung. Indonesia rutamin@telkomuniversity. Abstract This study was conducted to determine the effect of social media use on social anxiety in generation Z. According to the Central Statistics Agency (BPS), internet usage in Bali in 2022 reached 70. 59% and Denpasar City became the highest area in internet usage in Bali (Including Facebook. Twitter. Youtube. Instagram. Whatsap. reaching This research uses quantitative research methods. The sampling technique used in this research is non probability sampling with purposive sampling technique. The questionnaire was distributed online with the help of Google Form which was then distributed to 383 respondents who are social media users and are generation Z with an age range of 15-24 years who live in Denpasar City. The results of the data obtained were processed using SPSS version 25. This study uses data analysis, namely descriptive analysis, normality test, heteroscedasticity test, simple linear regression test, correlation coefficient, coefficient of determination and hypothesis testing (T The results showed that the use of social media has an influence on social anxiety in generation Z in Denpasar City. Keywords: Social Media Use. Social Anxiety. Mental Health Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap kecemasan sosial pada generasi Z. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), penggunaan internet di Bali pada tahun 2022 mencapai mencapai 70,59% dan Kota Denpasar menjadi daerah tertinggi dalam penggunaan internet di Bali (Termasuk Facebook. Twitter. Youtube. Instagram. Whatsap. mencapai 84,51%. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampek yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Penyebaran kuesioner dilakukan secara online dengan bantuan Google Form yang kemudian disebarkan kepada 383 responden yang merupakan pengguna media sosial dan merupakan generasi Z dengan rentang usia 15-24 tahun yang berdomisili di Kota Denpasar. Hasil data yang didapatkan diolah menggunakan SPSS versi 25. Penelitian ini menggunakan analisis data yakni analisis deskriptif, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linier sederhana, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis . ji T). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memberikan pengaruh kepada kecemasan sosial pada generasi Z di Kota Denpasar. Kata Kunci: Penggunaan Media Sosial. Kecemasan Sosial. Kesehatan Mental PENDAHULUAN Perkembangan dunia yang semakin pesat kini menjadikan teknologi semakin dekat dengan kehidupan manusia. Salah satunya dengan berkembangnya teknologi komunikasi yang dapat membantu manusia dalam melakukan banyak pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Bukti nyata dari adanya perkembangan teknologi komunikasi yang paling terlihat adalah internet. Internet atau Interconnected Network merupakan jaringan global yang berfungsi menyambungkan atau memberi koneksi pada satu perangkat dengan perangkat lainnya secara tidak terbatas. Kemunculan internet memberikan kemudahan dan inovasi yang terus melesat hingga dapat memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya. Perkembangan ini membuat masyarakat dapat dengan mudah memperoleh segala informasi di dunia maya, baik hiburan hingga berita terkini secara menyeluruh. Sayangnya, kemudahan yang diberikan juga secara tidak langsung membuat masyarakat terlena dan bahkan bergantung akan kehadiran dari internet. Internet menurut Afriani . adalah jaringan longgar yang terdiri dari ribuan jaringan komputer yang menghubungkan jutaan individu di seluruh dunia. Awalnya, tujuannya adalah untuk Submitted: June 2025. Accepted: August 2025. Published: September 2025 ISSN: 2614-8498 . DOI: https://doi. org/10. 32509/pustakom. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 memfasilitasi akses peneliti ke data dari banyak komputer. Namun, mengingat statusnya saat ini sebagai media komunikasi yang sangat efisien, internet telah menyimpang secara signifikan dari tujuan awalnya (Kurniawan 2. Dari perkembangan yang terus melaju, melalui survei yang dijalankan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penggunaan internet di Indonesia mencapai 215,63 juta jiwa dari total populasi 275,77 juta jiwa dan setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan (APJII, 2. dan saat ini, penggunaan internet di Indonesia mencapai 221 juta jiwa dan generasi Z menjadi pengguna internet tertinggi yakni mencapai 34,40% (APJII, 2. Adanya kenaikan dalam penggunaan internet secara tidak langsung terus memberikan inovasi dan perubahan. Seperti hadirnya media sosial atau yang biasa kita kenal AomedsosAo mempunyai definisi sebagai portal atau tempat dimana kita dapat mengumpulkan gambar, video hingga tulisan dan dapat Di sisi lain, media sosial berfungsi menjadi platform yang memungkinkan individu mengirimkan dan menerima informasi melalui interaksi sosial (Pangkey, et all. , 2. Platform media sosial berfungsi sebagai sumber inspirasi, kreativitas, persahabatan, dan peluang jaringan yang berharga bagi individu di seluruh dunia. Hingga sekarang ini sudah banyak media sosial yang berkembang, meliputi Instagram. Twitter. Whatsapp. YouTube. Facebook, hingga Pinterest. Menururt (Putri et al. , 2. , adanya media sosial saat ini menjadi semakin populer disegala kalangan yang secara pribadi mampu menjamah masyarakat secara personal dan menjadi suatu hal baru yang mampu melayani manusia untuk berinteraksi secara virtual dalam bentuk ruang publik baru. Platform media sosial memfasilitasi interaksi dengan sejumlah besar individu, memungkinkan perluasan koneksi pribadi, menghilangkan batasan jarak dan waktu, menyederhanakan ekspresi diri, dan mempercepat penyebaran informasi (Anang, 2. Informasi yang didapat dari media sosial memudahkan manusia dalam melakukan interaksi satu sama lainnya. Beragamnya media sosial yang ada memiliki banyak macam dan kegunaan. Mirip seperti Instagram yang memungkinkan penggunanya berbagi informasi melalui foto, gambar, dan caption di platform media sosialnya (Atmoko, 2. TikTok yang digunakan guna membuat video pendek dengan dibantu musik yang digemari banyak orang dan Twitter yang digunakan untuk menyebarkan informasi secara singkat dan dapat dibaca oleh semua orang di dunia (Sambas, 2. Tak hanya itu, media sosial juga dapat diakses oleh semua kalangan tanpa batasan usia. Dilansir dari riset yang dilakukan pada tahun 2023 oleh Hootusite (We are Socia. , pengguna aktif media sosial di Indonesia hingga 167 juta . ,4% dari total populasi yakni 267,4 jut. dengan rentang waktu penggunaan media sosial per harinya mencapai 3 jam 18 menit. Untuk memahami lebih dalam tentang fenomena ini, penting untuk mengidentifikasi apa saja indikator dari penggunaan media sosial, indikator penggunaan media sosial menurut Ajzen . alam Achmad, et al. , 2. yakni, . Frekuensi, alat ukur untuk menunjukkan waktu tertentu. Seberapa sering seseorang menggunakan media sosial . Durasi. Alat ukur untuk menunjukkan seberapa lama waktu yang digunakan untuk bersosial media. Durasi dinyatakan pada kurun waktu tertentu . enit atau ja. , . Perhatian. Alat ukur keterlibatan individu pada objek tertentu yang menjadi target Menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap sesuatu dan . Penghayatan. Alat ukur penyerapan atas informasi sebagai pengetahuan baru bagi individu. Seseorang biasanya akan meniru, mempraktikkan hingga terpengaruh oleh apa yang mereka dapat di sosial media. Perkembangan pengetahuan akan teknologi semakin menyebar hingga ke provinsi- provinsi di Indonesia, salah satunya adalah Bali. Perkembangan ini menyebar pada era digital. Menurut Badan Pusat Statistika Provinsi Bali (BPS), mengungkapkan bahwa Bali masuk kedalam urutan ke 7 dari 10 daerah pengguna internet tertinggi di Indonesia yakni sebesar 67,75% dan populasi penduduk Bali saat ini mencapai 4,4 juta jiwa. Pada tabel 1, ditunjukkan penggunaan internet di Bali pada tahun 2023 mencapai mencapai 87,54%, menjadi daerah tertinggi dalam penggunaan internet di Bali (Termasuk Facebook. Twitter. Youtube. Instagram. Whatsap. dan dari hasil survei BPS Kota Denpasar menunjukkan penggunaan media sosial masyarakatnya rata-rata mencapai 8 jam per harinya. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar (Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahan. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 Tabel 1 Persentase Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas yang Mengakses Internet Jenis Aktivitas/ Type of Activity Menggunakan Menggunakan Menggunakan Telepon Seluler Komputer Internet Using Celluler Phone Using Computer Internet Access Jembrana 87,52 9,24 69,77 Tabanan 79,76 11,60 70,39 Badung 87,20 25,22 83,18 Gianyar 80,94 18,23 70,85 Klungkung 72,44 8,75 63,38 Bangli 75,15 9,17 65,40 Karangasem 77,56 5,94 57,09 Buleleng 80,70 7,11 62,02 Denpasar 93,00 23,46 87,54 Jumlah/Total 83,98 15,69 73,34 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, 2023 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pada tabel 1 menunjukkan angka yang tinggi dalam penggunaan internet dan menunjukkan bahwa internet sudah menjadi integritas diri di hampir setiap aspek kehidupan. Penggunaan internet dan media sosial yang tinggi mencerminkan bagaimana perubahan cara berinteraksi dengan satu sama lain dan bagaimana cara menciptakan peluang dan tantangan baru pada kehidupan sehari-hari. Salah satu hal yang menjadi tantangan saat ini marak terjadi ialah kecemasan sosial. Kecemasan ini lahir karena kemudahan pada media sosial yang secara tidak langsung disalahgunakan tanpa memperhatikan efek yang terjadi setelahnya. Menurut Hofmann dan Otto . , kecemasan sosial mencakup ketakutan berlebihan terhadap penilaian negatif dalam situasi sosial dan performatif. Kondisi ini sering disertai dengan perilaku menghindar dan kecemasan antisipatif yang tinggi. Berdasar pada Rapee. , dan Spence. Kecemasan sosial adalah ketakutan yang intens dan terusmenerus terhadap satu atau lebih situasi sosial atau kinerja di mana individu dihadapkan pada orang asing atau kemungkinan pengawasan oleh orang lain. Orang-orang takut bahwa mereka akan bertindak dengan cara yang tidak menyenangkan atau merendahkan martabat. Kecemasan sosial ini muncul dalam berbagai bentuk, termasuk kecemasan sosial terkait interaksi sosial dan tekanan sosial. Menurut Clark dan Beck . mengemukakan bahwa kecemasan sosial merupakan jenis gangguan kecemasan yang ditandai oleh ketakutan intens terhadap penilaian negatif dalam situasi sosial. Selain itu. Dr. Abid Ali . menyebutkan kecemasan sosial mengacu pada ketakutan yang berlebihan terhadap situasi yang melibatkan komunikasi sosial atau kinerja sosial dan dapat mengakibatkan depresi, dampak terhadap fisik dan psikologis. Mereka menyoroti bahwa ketakutan ini seringkali tidak rasional dan bisa mengakibatkan penghindaran yang signifikan serta penderitaan emosional. Seiring dengan banyak munculnya media sosial yang berkembang, membuat banyak orang kini merasa tertekan dan masih ada anggapan bahwasanya media sosial ialah satusatunya cara untuk mencapai keinginan, seolah-olah individu tidak memiliki hak pilihan dalam situasi di mana platform tersebut tidak ada dalam kehidupan mereka (Azka, et al. , 2. Orang dengan tingkat kecemasan sosial yang lebih rendah, mereka yang memiliki tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi cenderung lebih sadar diri dan memiliki keterampilan ekspresi diri yang lebih kuat (Lin, et al, 2. Selain itu, menurut Hermila, et al. , . , ditunjukkan bahwa mahasiswa adalah salah satu kelompok yang paling aktif menggunakan media sosial dan juga merupakan kelompok usia dengan jumlah pengguna media sosial terbanyak. Mahasiswa merupakan kelompok demografis yang paling rentan mengalami kecanduan internet karena mahasiswa cenderung kurang mampu mengontrol diri cenderung tidak bisa membatasi waktu penggunaan internet, mereka sering berpikir, 'sebentar lagi' hingga akhirnya lupa waktu (Agatha, 2. Menurut Young . , karena mereka didorong untuk menggunakan komputer, tinggal di asrama dengan akses internet, dan membawa perangkat internet mobile. Saat ini, tingkat kecemasan sosial pada remaja terus meningkat. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar (Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahan. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 sejalan dengan hasil databooks, remaja Indonesia berusia 10-17 mengalami gangguan cemas, gabungan antara fobia sosial serta gangguan cemas menyeluruh senilai 3,7% dan menjadi yang tertinggi sehingga ditunjukkan bahwa tingginya gangguan kecemasan yang di alami remaja di Indonesia. Faktor pengukur dari kecemasan sosial ialah AuSAS-A (Social Anxiety Scale for Adolescent. Ay menurut La Greeca dan Lopez . alam Azka, et al. , 2. mencakup beberapa aspek yakni : . Ketakutan akan evaluasi negatif, . Penghindaran sosial dan tertekan secara umum, . Penghindaran sosial dan tekanan terhadap situasi baru. Remaja atau yang biasa disebut generasi Z merupakan generasi yang tumbuh seiring dengan adanya kemajuan teknologi. Stillman . menyatakan bahwa generasi Z yang lahir antara tahun 1995-2012 merupakan generasi kerja terkini. Sedangkan menurut Noordiono . menyatakan bahwa Generasi Z adalah kelompok yang sudah akrab dengan teknologi dan internet sejak usia dini. Dimana mereka sangat antusias terhadap perkembangan teknologi. Bagi generasi Z, teknologi baru seperti air segar yang harus segera mereka cicipi untuk merasakan manfaatnya. Generasi Z, yang juga dikenal sebagai generasi digital, tumbuh dan berkembang dalam ketergantungan yang tinggi terhadap teknologi dan berbagai perangkat teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa generasi Z beda dengan generasi Y serta generasi milenial. Salah satu aspek perbedaan antara generasi Y serta generasi Z yang dijelaskan dalam buku Stillman . AuHow the Next Generation Is Transforming the WorkplaceAy adalah bahwa generasi Z lebih paham teknologi, lebih mudah menerima ide-ide baru, dan kurang peduli dengan konvensi sosial. Dikutip dari situs Alodokter . ttps://w. com/benarkah-terlalu-sering-mengakses-mediasosial-bisa-membuat-tidak-percaya-diri, diakses 2. Tanpa kita sadari, penggunaan media sosial juga memberi dampak yang buruk pada penggunanya, seperti gangguan pada kesehatan mental karena kecemasan sosial yang lahir selama menggunakan media sosial. Menurut Survei Status Literasi Digital Indonesia 2022, generasi Z merupakan generasi yang paling lama dalam penggunaan internet per hari yakni > 6 jam per hari. Dilihat dari persentase, gen Z mencapai 35% serta gen Y 26% yang mempergunakan internet > 6 jam per hari. Sementara gen X dan boomer hanya 19% yang mempergunakan internet > 6 jam per hari dan 29% dari mereka hanya menggunakan internet 1-2 jam per hari. Mengakses media sosial secara terus-menerus melalui internet dapat menyebabkan penurunan tingkat kepercayaan diri seiring berjalannya waktu. Saat ini sebanyak 17,9 juta remaja di Indonesia mempunyai masalah Kesehatan mental dan yang tertinggi ialah kecemasan sosial yakni mencapai 3,7% (Zulfikar, 2. Sejalan dengan itu, menurut Bali Soul Society, sebuah komunitas yang berpusat pada kesehatan mental, kesejahteraan psikologis & pengembangan diri pada kampanye kesehatan mental 2019 menunjukkan bahwa remaja di Kota Denpasar mengalami gangguan mental hingga 9,8% . ejala depresi, depresi hingga gangguan kecemasa. dan menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. yang dijalankan Badan Litbang Kemenkes RI, didapatkan bahwa prevalensi penduduk yang mengalami gangguan mental emosional berupa stress, kecemasan hingga depresi dengan usia >15 tahun terutama usia 15-24 tahun di Kota Denpasar pada tahun 2013 sebesar 4,3% dan mencapai 8,21% pada tahun 2018 (Riskesdas, 2. Ditunjukkan bahwa adanya peningkatan kecemasan terutama pada generasi Z. Hal ini merupakan isu yang penting untuk ditangani karena dapat berdampak pada perilaku dan interaksi sosial serta berkontribusi dalam penurunan tingkat kepercayaan diri (Ellen. Penelitian ini memiliki urgensi yang signifikan dalam konteks kesehatan mental remaja terutama generasi Z, dimana berdasarkan data yang ditemukan, terdapat prevalensi yang cukup tinggi dari adanya gangguan kecemasan pada generasi Z di Kota Denpasar mencapai 9,8% hingga dan penggunaan media sosial di Denpasar menjadi yang tertinggi di Bali mencapai 84,51%, dan dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antar penggunaan media sosial dengan kecemasan sosial dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih efektif sehingga dapat mendukung kesehatan mental generasi Z. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar (Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahan. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 Penelitian yang dilakukan tahun 2023 AuHubungan Penggunaan Media Sosial dengan Kecemasan Sosial pada Mahasiswa: Pengaruh Mediasi Kapasitas KomunikasiAy menunjukkan hubungan antar berbagai jenis penggunaan media sosial dan kecemasan di kalangan mahasiswa, serta efek mediasi kapasitas komunikasi. Jadi semakin tinggi penggunaan media sosial secara aktif berkorelasi negatif dengan kecemasan sosial. Penelitian ini menggunakan subjek yang luas karena mengambil sampel besar hingga 1. 740 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Tiongkok. Penelitian ini berfokus di negara Tiongkok dan berfokus pada mahasiswa, sedangkan pada penelitian ini, peneliti fokus meneliti generasi Z di Kota Denpasar dengan usia 15-24 tahun Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui seberapa besar penggunaan media sosial terhadap kecemasan sosial pada generasi Z di Kota Denpasar. Berlandaskan pemaparan permasalahan diatas, penulis tertarik menjalankan penelitian berjudul AuPengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial pada Generasi Z di Kota DenpasarAy. METODOLOGI PENELITIAN Jenis metode yang dipergunakan di penelitian ini yakni metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif berdasar pada Sugiyono . ialah metode penelitian yang mempergunakan data penelitian berupa angka serta analisis mempergunakan statistik. Metode penelitian ini tergolong ilmiah karena berpegang pada prinsip-prinsip berikut: objektivitas, keterukuran, rasionalitas, sistematisitas, dan konkrit. Landasan yang dipergunakan di penelitian kuantitatif yakni filsafat positivistik dan dipergunakan oleh peneliti untuk mengkaji sampel atau populasi tertentu, pengumpulan data pada penelitian ini melibatkan instrumen penelitian dimana menghasilkan data yang bersifat statistik berupa angka yang dihasilkan melalui metode survey kepada responden (Sugiyono, 2. Terdapat tiga jenis rumusan masalah atau level of explanation menurut Sugiyono . , yakni deskriptif, komparatif dan asosiatif. Dalam penelitian ini memiliki identifikasi masalah yaitu AuPengaruh penggunaan media sosial terhadap kecemasan sosial pada generasi Z di Kota DenpasarAy maka level of explanation pada penelitian ini ialah jenis asosiatif karena sejalan dengan tujuan penelitian ini yakni bisa menjelaskan suatu hubungan sebab akibat atau pengaruh antar variabel. Pada penelitian ini, populasi yang digunakan ialah generasi Z berusia 15-24 tahun di Kota Denpasar dan terhitung pada tahun 2023 populasinya mencapai 113. 241 (Satu Data Denpasar, 2. Kriteria subyek dipilih karena usia 15-24 tahun merupakan usia terbanyak dalam menggunakan internet dan sosial media di Bali. Teknik sampling yang dipergunakan oleh peneliti ialah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini dihitung dengan mempergunakan rumus Isaac dan Michael dengan tingkat kepercayaan 5% . Rumus guna menentukan sampel yakni berikut : yc= Dimana : P=Q yuI2 . ycE ycc 2 . cA Oe . yuI2 . : 5% . : 0,5 : 0,05 : Jumlah sampel yc= 3,841. 0,5. 0,052 . 241 Oe . 3,841. 0,5. 284,06 yc = 382,80 yc = 383 yc= Sesuai dengan rumus diatas, total dari keseluruhan sampel yang mampu diperoleh adalah 382,80 responden, maka peneliti membulatkan menjadi 383 responden. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar (Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahan. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji validitas sangat diperlukan di penelitian kuantitatif guna membuktikan setiap instrumen yang digunakan valid atau tidak, jika hasil data valid berarti maka instrumen yang digunakan dapat diterapkan dalam pengukuran suatu penelitian (Sugiyono, 2. Peneliti menerapkan rumus Pearson (Product moment correlatio. dan responden yang digunakan untuk menguji validitas sebanyak 30 responden sehingga nilai degree of freedom ialah df= 30-2 yaitu 28 dan menggunakan signifikansi 5% . maka menghasilkan r tabel 0,361. Uji validitas variabel penggunaan media sosial (X) terdiri atas 8 butir pernyataan dan menghasilkan r hitung > r tabel, maka instrumen dinyatakan valid. Pada variabel kecemasan sosial (Y) terdiri atas 18 butir pernyataan dan menghasilkan r hitung > r tabel. Temuan uji validitas pada instrumen variabel bebas (X) serta variabel terikat (Y) dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas yakni pengujian yang dilaksanakan oleh peneliti guna melihat data yang dikumpulkan pada waktu tertentu memiliki kesamaan dan stabil, jika data yang dikumpulkan memiliki kesamaan atau stabil maka data dianggap reliabel, begitu pun sebaliknya (Sugiyono, 2. Berdasarkan Surjarweni . nilai suatu instrumen bisa dikatakan reliabel bila nilai alpha positif > 0,6. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel X Cronbach Alpha 0,854 No. Item Keterangan Reliabel Sumber : Olahan Peneliti, 2023 Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y Cronbach No. Keterangan Alpha Item 0,958 Reliabel Sumber : Olahan Peneliti, 2023 Hasil uji reliabilitas pada tabel 2 variabel bebas atau independent (X) dalam penelitian ini dinyatakan bahwa instrumen reliabel dengan nilai 0,854 pada tabel 3 yakni variabel terikat atau dependent (Y) dalam penelitian ini dinyatakan bahwa instrumen reliabel dengan nilai 0,958. Maka kedua instrument variabel bebas (X) serta variabel terikat (Y) dinyatakan reliabel. Analisis Deskriptif Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data kuesioner menggunakan bantuan Google Form. Sebelumnya, peneliti telah menentukan teknik sampling yang akan digunakan dalam memilih sampel yakni dengan teknik non- probability sampling dengan teknik purposive sampling. Kriteria responden yang sudah peneliti tentukan yakni: . Responden merupakan pengguna media sosial . Responden merupakan Generasi Z berusia 15-24 tahun . Responden saat ini berdomisili di Kota Denpasar. Bali. Penyebaran kepada 383 reponsen sesuai dengan karakteristik. Tabel 4. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Persentase Kategori Penggunaan Tinggi Media Sosial (X) Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar (Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahan. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 Kecemasan 74,3% Tinggi Sosial (Y) Sumber : Olahan Peneliti, 2023 Pada tabel 4 rekapitulasi dari hasil tiap dimensi pada variabel Penggunaan Media Sosial (X) yakni Frekuensi. Durasi. Perhatian dan Penghayatan dan menghasilkan perhitungan rata-rata skor total dan skor ideal tiap dimensi yakni sebesar 71% dan hasil tiap dimensi pada variabel Kecemasan Sosial (Y) yakni Ketakutan Akan Evaluasi Negatif (Fear of Negative Evaluatio. Penghindaran Sosial dan Tertekan Secara Umum (Social Avoidance and Distress Genera. Penghindaran Sosial dan Tertekan Terhadap Situasi Baru (Social Avoidance and Distress-Ne. dan menghasilkan perhitungan rata-rata skor total dan skor ideal tiap dimensi yakni sebesar 74,3% ANALISIS INFERENSIAL Menurut Sugiyono . , analisis inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel, sehingga hasilnya dapat diinterpretasikan sebagai representasi dari Statistik inferensial melibatkan metode yang menggunakan rumus statistik, di mana hasil perhitungannya digunakan sebagai panduan untuk membuat kesimpulan umum atau generalisasi. Koefisien Korelasi Tabel 5 Uji Koefisien Korelasi PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Penggunaan Media Sosial Kecemasan KECEMASAN Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0,01 level . -taile. Sumber : Data Olahan Peneliti . Berdasarkan hasil pada tabel 5 analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat 383 responden dalam sampel. Korelasi antara kedua variabel adalah 0,499, yang menunjukkan tingkat korelasi sedang karena ada pada interval 0,400 Ae 0,599. Hasil uji signifikansi menunjukkan bahwa nilai sig. -taile. adalah 0,000, yang lebih kecil dari nilai = 0,05 yang menjadi batas kritis. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial dan tingkat kecemasan . ,000 < 0,. Koefisien Determinasi Model Tabel 6 Hasil Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Dependent Variabel: KECEMASAN Sumber : Olahan Peneliti, 2023 Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar (Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahan. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 Berlandaskan hasil di tabel 6, ditunjukkan bahwasanya hasil Nilai koefisien determinasi menunjukkan angka senilai 0,249. Ini mengindikasikan bahwasanya pengaruh variabel penggunaan media sosial terhadap tingkat kecemasan ialah senilai 0,249, yang setara dengan 24,9%. Sementara itu, sebanyak 75,1% dari variasi tingkat kecemasan dijelaskan faktor lain yang tidak termasuk di model Analisis Regresi Linear Model Tabel 7 Hasil Uji Regresi Linear Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Dependent Variabel: KECEMASAN Sig. Sumber : Olahan Peneliti, 2023 Berdasarkan tabel 7, maka dapat diperoleh model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 34,325 0,849 X Berikut adalah interpretasi dari persamaan tersebut: . Nilai konstanta . dari persamaan adalah 34,325. Ini berarti jika penggunaan media sosial memiliki nilai = 0, maka tingkat kecemasan akan memiliki nilai sebesar 34,325. Nilai koefisien untuk variabel Penggunaan media sosial (X) adalah 0,849. Ini mengindikasikan bahwa jika penggunaan media sosial meningkat sebesar 1, maka tingkat kecemasan akan meningkat sebesar 0,849. Koefisien regresi positif antara penggunaan media sosial dan kecemasan menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin tinggi juga tingkat kecemasan. Uji Hipotesis (Uji T) Uji hipotesis bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, uji hipotesis digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap kecemasan sosial. Kriteria yang digunakan adalah bila nilai t hitung > nilai t tabel, maka variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Berikut ialah temuan uji hipotesis : Model Tabel 8 Hasil Uji T Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL Dependent Variabel: KECEMASAN Sumber : Olahan Peneliti, 2023 Sig. Perhitungan uji hipotesis memerlukan perhitungan nilai t tabel yang dihitung dengan rumus derajat kebebasan, yakni : yccyce = . cu Oe yc. yccyce = . Oe . yccyce = 381 Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar (Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahan. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 n = Jumlah sampel . = . k = Jumlah variabel bebas dan terikat . = . Berdasarkan tabel 8, diperoleh nilai t-hitung sebesar 11,251 dan t-tabel 1,966 sehingga dapat disimpulkan bahwa 11,251 > 1,966 serta diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan H1 diterima H0 ditolak. Jadi variabel penggunaan media sosial secara parsial berpengaruh terhadap kecemasan sosial. Pembahasan Berdasarkan pada hasil analisis deskriptif pada variabel penggunaan media sosial, ditemukan bahwa rata-rata persentase mencapai 71% yang mengindikasikan kategori tinggi. Persentase tertinggi terdapat pada dimensi frekuensi dengan persentase sebesar 73,4%, kemudian penghayatan dengan persentase sebesar 72,1%, diikuti oleh dimensi perhatian dengan persentase 69,1%, terakhir dimensi durasi dengan persentase sebesar 69%. Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada variabel kecemasan sosial, hasil rata-rata 74,3% dan masuk ke dalam kategori tinggi. Persentase tertinggi ada pada dimensi ketakutan akan evaluasi negatif dengan persentase sebesar 75,2%, diikuti dimensi penghindaran sosial dan tertekan secara umum sebesar 75,2%, terakhir ialah dimensi penghindaran sosial dan tertekan terhadap situasi baru dengan persentase senilai 72% Hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwasanya ada pengaruh antara penggunaan media sosial terhadap kecemasan sosial pada generasi Z. Dapat dilihat dari hasil pengolahan data yang dijalankan mempergunakan software IBM SPSS Statistic 25 dimana pada uji normalitas, seluruh data penelitian terdistribusi secara normal. Uji regresi linier sederhana menghasilkan hasil signifikan senilai 0,000 < 0,05 dimana dapat disimpulkan bahwasanya ada pengaruh antara variabel penggunaan media sosial (X) terhadap variabel kecemasan sosial (Y). Koefisien regresi pada penelitian ini mengindikasikan bahwa jika penggunaan media sosial naik senilai 1, maka tingkat kecemasan akan naik senilai 0,849. Korelasi antara kecemasan dan penggunaan media sosial ditunjukkan oleh koefisien regresi positif, yang menunjukkan bahwa seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, tingkat keparahan kecemasan juga meningkat. Peneliti menggunakan uji korelasi guna mengetahui besar atau kecilnya tingkatan hubungan antara variabel x dan variabel y. Berlandaskan temuan uji korelasi, didapatkan bahwasanya hasil koefisien korelasi antar variabel penggunaan media sosial (X) terhadap variabel kecemasan sosial (Y) senilai 0,499, yang menunjukkan tingkat korelasi sedang karena ada pada interval 0,400 Ae 0,599. Hal ini memperlihatkan ada pengaruh positif antara penggunaan media sosial dan tingkat kecemasan dan kategori sedang Berdasarkan pada uji koefisien determinasi, didapatkan nilai senilai 0,249. Ini mengindikasikan bahwasanya pengaruh variabel penggunaan media sosial terhadap tingkat kecemasan adalah senilai 0,249, yang setara dengan 24,9%. Sementara itu, sebanyak 75,1% dari variasi tingkat kecemasan dijelaskan faktor lain yang tidak termasuk di model penelitian. Kemudian hasil uji hipotesis yang dijalankan melalui uji T memperlihatkan temuan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengan perolehan t hitung lebih besar dibandingkan t tabel yakni 11,251 > 1,966. Sehingga disimpulkan H1 diterima H0 ditolak. Jadi variabel penggunaan media sosial secara parsial memberi pengaruh terhadap kecemasan sosial. Hasil penelitian yang didapat oleh peneliti juga berkaitan dengan sejalan dengan asumsi teori penggunaan media sosial oleh Ajzen . alam Achmad, et al. , 2. yakni Sikap Terhadap Perilaku, dilihat dari sejauh mana individu dapat mengetahui evaluasi terhadap penggunaan media sosial. Seperti pada tanggapan responden pada sub variabel Perhatian AuSaya mendapatkan banyak informasi berguna saat mengakses media sosialAy dengan persentase 69% dan masuk kedalam kategori tinggi Asumsi kedua yakni Norma Subjektif, suatu keyakinan tentang tekanan sosial yang dirasakan individu untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku tertentu. Dalam hal ini, bagaimana individu merasa bahwa orang lain disekitarnya . eman, keluarga, rekan kerj. lebih aktif menggunakan media Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kecemasan Sosial Pada Generasi Z di Kota Denpasar (Anak Agung Ayu Meisya Dewi. Rah Utami Nugrahan. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol. No. September 2025, 261-272 sosial, sehingga membuat individu cenderung dapat lebih aktif juga dalam penggunaan media sosial. Berdasarkan data yang diolah, diketahui responden memenuhi asumsi yang dapat dilihat dari tanggapan responden pada sub variabel Perhatian AuSaya merasa tertarik melihat konten di media sosial agar saya selalu up to dateAy dengan persentase 69,4% sehingga masuk kedalam kategori tinggi. Asumsi ketiga yakni Persepsi Kontrol Perilaku yakni sejauh mana individu memiliki kontrol atas penggunaan media sosial, termasuk pemahaman teknis, akses ke perangkat yang mendukung, dan waktu yang tersedia. Berdasarkan dari hasil tanggapan responden, asumsi ini dikatakan memenuhi dalam sub variabel Durasi AuSaya mengakses sosial media lebih dari 1 jamAy dengan persentase 70,2% dan masuk dalam kategori tinggi dan sub variabel Frekuensi AuSaya selalu membuka sosial media hingga saya melupakan aktivitas sayaAy dengan persentase 74% sehingga masuk kedalam kategori tinggi. Penelitian ini sejalan dengan dengan penelitian yang berjudul AuTingkat Ketergantungan Penggunaan Media Sosial dan Kecemasan SosialAy yang diteliti Silvia Soliha di tahun 2015. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwasanya ada pengaruh kecemasan sosial dan tingkat ketergantungan pada media sosial sebesar 12,7% pada mahasiswa di Kota Semarang. Hal ini sama dengan penelitian ini yang membuktikan bahwasanya adanya pengaruh penggunaan media sosial terhadap kecemasan sosial sebesar 24,9% pada generasi Z di Kota Denpasar. Namun, penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang berjudul AuHubungan Penggunaan Media Sosial dengan Kecemasan Sosial pada Mahasiswa: Pengaruh Mediasi Kapasitas KomunikasiAy yang diteliti oleh Fengxia Lai. Lihong Wang. Jiyin Zhang. Shengnan Shan. Jing Chen. Li Tian tahun 2023 menunjukkan hubungan antar berbagai jenis penggunaan media sosial dan kecemasan di kalangan mahasiswa dengan nilai korelasi -0,342. Jadi semakin tinggi penggunaan media sosial secara aktif berkorelasi negatif dengan kecemasan sosial. Hal ini menunjukkan hasil yang asinkron dengan penelitian ini dimana semakin tinggi penggunaan media sosial akan berkorelasi positif dengan kecemasan sosial dengan korelasi sebesar 0,499 SIMPULAN Berlandaskan hasil analisis data dan pembahasan sebelumnya terkait pengaruh penggunaan media sosial terhadap kecemasan sosial pada generasi Z di Kota Denpasar, dibuktikan bahwa hasil thitung 11,251 > t-tabel 1,966 serta didapat nilai signifikan . ,000 < 0,. Sehingga disimpulkan bahwasanya H1 diterima, sementara H0 ditolak. Artinya, penggunaan media sosial memberi dampak yang signifikan terhadap kecemasan sosial pada generasi Z di Kota Denpasar. Temuan uji korelasi memperlihatkan koefisien korelasi senilai 0,499, yang menandakan hubungan sedang antara penggunaan media sosial dan kecemasan sosial. Berdasarkan hasil responden pada kuesioner diperoleh hasil bahwa ada pengaruh penggunaan media sosial sebesar 24,9% terhadap kecemasan sosial pada generasi Z di Kota Denpasar. Sementara itu, sebanyak 75,1% lainnya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti di penelitian ini DAFTAR PUSTAKA