Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 32-39 HUBUNGAN USIA DAN DURASI KERJA TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN PT. JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG CORRELATION BETWEEN AGES AND WORK DURATION WITH LOW BACK PAIN INJURY ON EMPLOYEE OF PT JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG Shintia Silaban, 2Nur Yulianti Hidayah* Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Pancasila 1shintiasilaban98@gmail. com, 2nurhidayah@univpancasila. INFO ARTIKEL Diterima: 07 September 2023 Direvisi: 23 November 2023 Disetujui: 29 Januari 2024 Kata Kunci: Musculoskeletal Disorders (MSD. Low Back Pain. Regresi Linier Berganda. Usia. Lama Kerja. ABSTRAK Pekerja kantoran adalah bentuk pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami keluhan atau gangguan musculoskeletal disorders (MSD. Low Back Pain (LBP) adalah salah satu masalah MSDs yang umum terjadi, banyak pekerja mengalami gejala nyeri punggung bawah selama bekerja. Gangguan LBP memiliki berbagai faktor risiko, diantaranya faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. Beberapa karyawan PT. JIEP merasakan sakit serta nyeri pada punggung hingga bokong. Keluhan tersebut dapat menyebabkan pergerakan dan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi usia dan lama kerja terhadap keluhan LBP pada karyawan PT. JIEP dengan menggunakan Regresi Linear Berganda. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada karyawan PT. JIEP sebanyak 35 orang berusia 21-30 tahun yang bekerja di unit HSE. Legal. HCM. IT. Maintenance, dan Keuangan. Hasil analisis Regresi Berganda menunjukkan bahwa variabel usia (X. tidak memiliki relasi parsial terhadap keluhan LBP (Y). Pada variabel lama kerja (X. diperoleh hasil bahwa tidak terdapat relasi parsial terhadap variabel Y. Secara simultan . ji F) menyatakan bahwa variabel X1 dan X2 secara bersama-sama tidak mempunyai hubungan dengan variabel Y yang ditunjukkan pada uji F dengan nilai Fhitung 0,734 < Ftabel 3,29. Berdasarkan nilai R2 = 0,044 diketahui usia dan lama kerja mempengaruhi keluhan LBP sebesar 4,4%. Dari hasil kuisioner indentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab keluhan LBP diketahui ada dua faktor yaitu postur tubuh kerja . ,3%) dan psikologis . ,7%). ABSTRACT Keywords: Musculoskeletal Disorders (MSD. Low Back Pain. Multiple Regression. Age. Length of Work Office workers are a form of work that is at high risk of experiencing complaints or musculoskeletal disorders (MSD. Low Back Pain (LBP) is one of the most common MSDs problems, many workers experience symptoms of lower back pain while working. LBP disorders have various risk factors, including individual, occupational, and environmental Several employees of PT. JIEP feels pain in the back to the buttocks. These complaints can cause movement and daily activities to be disrupted. This study aims to determine the correlation between age and length of work on LBP complaints among PT. JIEP using the Multiple Linear Regression. Data was obtained by distributing questionnaires to employees of PT. JIEP has 35 people aged 21-30 who work in the HSE. Legal. HCM. IT. Maintenance, and Finance departments. The results of analysis show that the age variable (X. has no partial relationship to LBP complaints (Y). Whereas in the length of work variable (X. there is no partial relationship to variable Y. F test states that the variables X1 and X2 together have no relationship with the variable Y which is shown in the F test with a Fcount value of 0. 734 0,60 maka instrumen penelitian reliable. Adapun rumus umum Alpha Cronbach () sebagai berikut. yc= ycu ycuOe1 Ocyuaycn 2 Ocyuayc 2 Keterangan : : Nilai reliabilitas Ocyuaycn 2 : Jumlah varian skor tiap butir pertanyaan Ocyuayc 2 : Jumlah varian : Banyak butir pertanyaan Uji normalitas. Uji normalitas dilakukan terhadap data yang diperoleh dari kuisioner. Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Uji normalitas dilakukan pada variabel usia dan durasi kerja serta keluhan LBP dengan menggunakan uji Shapiro Wilk. Ketentuan yang digunakan adalah jika nilai Sig () > 0,05 maka data berdistribusi Saya tidak dapat berjalan akibat nyeri punggung bagian Saya merasa kesulitan untuk memutar badan ke kiri dan ke Saya merasa kesemutan pada daerah punggung bagian Saya tidak merasakan nyeri dari punggung hingga tungkai Nyeri pada punggung saya sembuh dengan sendirinya Nyeri pada punggung saya sembuh dengan sendirinya Nyeri pada punggung saya rasakan pada saat duduk Saya merasa mati rasa dari punggung bagian bawah hingga tungkai kaki Ada trauma/kecelakaan/bawaan lahir yang menyebabkan nyeri pada punggung bagian bawah Saya memeriksa diri karena rasa sakit ke puskesmas/klinik Uji multikolinearitas. Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kesamaan diantara variabel bebas dalam suatu model. Pada penelitian ini, nilai VIF (Variance Inflation Facto. Jika nilai toleransi A 0,10 dan nilai VIF C 10 maka data tidak menunjukkan adanya multikolinearitas. Saya melakukan pengobatan untuk menghilangkan rasa sakit yang saya derita. Analisis deskriptif. Analisis deskriptif dilakukan pada butir pertanyaan variabel bebas yaitu usia (X. dan lama kerja (X. Uji validitas. Uji validitas dilakukan pada kuisioner keluhan LBP (Y) yang terdiri dari 20 butir pertanyaan. Pengujian validitas dilakukan dengan ketentuan jika rhitung > rtabel maka kuisioner dinyatakan valid dimana syarat minimum uji validitas adalah jika r = 0,3. Jika kuisioner dikatakan valid maka instrumen penelitian tersebut dapat digunakan untuk memperoleh data secara benar. Berikut rumus korelasi berdasarkan rumus pearson product moment. ycycuyc = . cuOcycuy. Oe(Ocyc. (Ocy. Oo. cuOcycu 2 Oe(Ocyc. 2 )} . cuOcyc 2 Oe(Ocy. 2 } . Keterangan : : Koefisien korelasi variabel x dan y : Jumlah responden : Variabel independen . sia dan durasi kerj. : Variabel dependen . ow back pai. Uji reliabilitas. Reliabilitas dilakukan sebagai syarat dalam pengujian Pada penelitian ini uji reliabilitas dilakukan pada DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Uji heterokedastisitas. Untuk memastikan apakah penyimpangan model disebabkan oleh gangguan variabel yang bervariasi dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, maka dilakukan pengujian heteroskedastisitas dengan membuat Scatterplot. Dikatakan tidak terdapat heteroskedastisitas jika titik-titik data menyebar di atas, di bawah, atau di sekitar angka 0. Analisis regresi ganda. Analisis regresi ganda dilakukan untuk mengetahui relasi antara usia dan durasi kerja terhadap keluhan LBP pada karyawan PT. JIEP. Pada analisis regresi ganda, dilakukan uji-t untuk menganalisis relasi antara usia dan durasi kerja secara parsial dan uji F untuk menganalisis relasi antara usia dan durasi kerja secara simultan. Pada penelitian ini model regresi yang digunakan adalah. ycU' = a b1ycU1 b2ycU2 yce Keterangan : Y' : Variabel terikat . eluhan low back pai. a : Koefisien konstanta. b1 : Koefisien regresi variabel X1. b2 : Koefisien regresi variabel X2. ycU1 : Variabel bebas 1 . ycU2 : Variabel bebas 2 . ama kerj. yce : Tingkat kesalahan . atau pengaruh faktor lain. HUBUNGAN USIA DAN DURASI KERJA TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN PT. JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG Uji-t Uji-t satu arah . atu sis. dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing . variabel bebas . sia dan durasi kerj. terhadap variabel terikat yaitu keluhan LBP. Rumus Uji-t sebagai berikut. ycOoycuOe2 II. Oo1Oeyc 2 Keterangan : r : Nilai koefisien korelasi n : Jumlah sampel Hipotesis pada uji-t dalam penelitian ini adalah: H0 : Secara signifikan menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh variabel independen (X. terhadap variabel dependen (Y). Ha : Secara signifikan menunjukan bahwa ada pengaruh variabel dependen (X. terhadap variabel independen (Y). Kriteria taraf signifikan yang digunakan adalah 5% ( = 0,. dengan membandingkan nilai thitung terhadap nilai ttabel sebagai berikut : thitung < ttabel. H0 diterima. thitung > ttabel. H0 ditolak. Uji F Uji F dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Rumus uji F sebagai berikut: Fhitung = Keterangan : R2 : Koefisien determinasi n : Jumlah sampel x : Variabel independen yang diuji y : Variabel dependen yang diuji ycI2 / yco . OeycI 2 )/. cuOeycoOe. Analisis Deskriptif Responden Setelah kuisioner disebar dan terkumpul, selanjutnya kuisioner yang telah diisi oleh 35 responden diolah dan dianalisis secara deskriptif. Dari hasil kuisioner diketahui responden didominasi oleh karyawan yang berjenis kelamin wanita . ,1%) dan berumur 28 tahun . ,9%) yang ditunjukan pada tabel II dan i. Pada butir pertanyaan terkait durasi kerja, responden yang menyatakan bekerja selama 8 jam dalam sehari sebanyak 57,1% yang ditunjukan pada tabel IV. TABEL II DESKRIPTIF RESPONDEN BERDASARKAN JENIS KELAMIN Jenis Kelamin Pria Wanita Total Usia Valid Keterangan : R : Koefisien korelasi ganda k : Banyaknya variabel independen n : Banyaknya sampel Menentukan koefisien determinan (R. Perhitungan nilai R2 dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan variabel bebas . menjelaskan variabel terikat . Nilai R2 dapat diperoleh dengan rumus: R2 = ycu OcycuycOe(Ocyc. (Ocy. Oo. cu Oc ycu 2 Oe(Ocyc. 2 } . cu Ocyc 2 Oe(Ocy. 2 } DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Persentase Total Frekuensi Persen Cumulative Percent TABEL IV DESKRIPTIF RESPONDEN BERDASARKAN DURASI KERJA Durasi Kerja Valid Tingkat signifikansi yang digunakan adalah 5% dengan kriteria sebagai berikut : Jika Fhitung < Ftabel. H0 diterima. Jika Fhitung > Ftabel. H0 ditolak. Frekuensi TABEL i DESKRIPTIF RESPONDEN BERDASARKAN USIA Pada uji F dalam penelitian ini hipotesis yang digunakan adalah : H0 : Tidak terdapat hubungan antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) secara simultan Ha : Terdapat hubungan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) secara simultan. HASIL DAN PEMBAHASAN O8 Jam >8 Jam Total Frekuensi Persen Cumulative Percent Uji Validitas dan Reliabilitas Dalam suatu pengukuran, data dinyatakan valid apabila dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat. Pada penelitian ini data dinyatakan valid apabila rhitung Ou rtabel dimana nilai rtabel = 0,334. Hasil uji validitas untuk semua butir pertanyaan menghasilkan nilai rhitung Ou rtabel sehingga kuesioner sebagai instrumen penilaian dinyatakan valid. Hasil uji validitas disajikan pada tabel V. Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 32-39 TABEL V UJI VALIDITAS VARIABEL Y Butir Pertanyaan Nilai Rhitung 0,527 0,400 0,438 0,694 0,748 0,486 0,420 0,484 0,352 0,434 Butir Pertanyaan TABEL IX HASIL UJI MULTIKOLINEARITAS Nilai Rhitung 0,395 0,374 0,415 0,647 0,688 0,420 0,527 0,342 0,418 0,480 Uji reliabilitas dilakukan dengan ketentuan jika Alpha Croanbach > 0,60 maka kuisioner sebagai instrumen penelitian dalam penelitian ini dinyatakan reliable. Setelah dilakukan uji reliabilitas diperoleh nilai alpha croanbach 0,824 sehingga kuisioner reliable. TABEL VI UJI RELIABILITAS Alpha Croanbach (Y) Syarat Keterangan 0,824 > 0,60 Reliable Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Usia 0,985 1,015 Durasi Kerja 0,985 1,015 (Constan. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah bagian dari uji asumsi klasik dalam model regresi. Model regresi yang baik harus memenuhi syarat tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas biasanya dilakukan dengan 2 cara yaitu uji gletser dengan menggunakan angka dan dengan melihat pola scatterplots. Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan scatterplots . yang menunjukkan tidak terjadi heterokedastisitas dimana titik-titik data tersebar di atas atau di bawah angka 0 dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Uji Normalitas Pada penelitian ini, data yang telah diperoleh dilakukan pengujian normalitas terhadap variabel bebas dan variabel Hasil pengujian menunjukan nilai sig > 0,05 sehingga data hasil pengisian kuisioner untuk variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal. Tabel VII dan tabel Vi menunjukan hasil dari uji normalitas: TABEL VII HASIL UJI NORMALITAS USIA (X. Shapiro-Wilk Usia Statistic Sig. 0,953 0,137 TABEL Vi HASIL UJI NORMALITAS LBP (Y) Statistic LBP 0,972 Shapiro-Wilk Sig. 0,488 Multikolinearitas Tujuan dari dilakukannya uji multikolinearitas adalah untuk mengetahui apakah pada model regresi yang digunakan terdapat korelasi diantara variabel bebas. Hasil multikolinearitas diantara 2 variabel bebas . sia dan durasi kerj. yang ditunjukkan dari nilai toleransi sebesar 0,985 A 0,10 dan nilai VIF = 1,015 C 10,00. Hasil pengujian mulikolinearitas ditampilkan pada tabel IX. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Gambar 1 Uji heteroskedastisitas scatterplot Analisis Regresi Linier Berganda. Variabel pada analisis regresi berganda pada penelitian ini terdiri dari 2 . variabel independen yaitu usia (X. dan durasi kerja (X. dengan variabel dependen yaitu keluhan low back pain (Y). Hasil pengolahan data menggunakan software statistik disajikan pada tabel X. Pada tabel X didapatkan persamaan model regresi berganda pada kolom Unstandardized Coefficients B dan diperoleh koefisien sebagai berikut : - Untuk koefisien a . adalah 12,476. - Untuk koefisien regresi variabel usia . adalah 0,287. - Untuk koefisien regresi variabel durasi kerja . adalah 1,832. TABEL X HASIL UJI REGRESI BERGANDA Model Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std Error Beta 12,476 19,525 0,287 0,541 0,092 0,832 1,804 0,177 (Constan. Usia Durasi Kerja Dependent variable: LBP Sig. 0,639 0,530 1,016 0,527 0,600 0,317 HUBUNGAN USIA DAN DURASI KERJA TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN PT. JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG Sehingga diperoleh model regresi linier berganda sebagai YE = 12,476 0,287 X1 1,832 X2 Berdasarkan model persamaan regresi linier berganda maka: Koefisien variabel usia (X. Besarnya koefisien variabel X1 menjelaskan: setiap kenaikan usia sebesar 1 satuan, akan menyebabkan kenaikan keluhan low back pain sebesar 0,287 dengan asumsi variabel X2 konstan. Koefisien variabel durasi kerja (X. Besarnya koefisien variabel X2 menjelaskan: setiap kenaikan durasi kerja sebesar 1 satuan, akan menyebabkan kenaikan keluhan low back pain sebesar 1,842 dengan asumsi X1 konstan. Uji Parsial . Untuk mengetahui hubungan secara individual antara usia dan durasi kerja terhadap keluhan LBP maka dilakukan uji t dengan = 5% dan degree of freedom . = 32. Hasil uji parsial . untuk uji satu arah/sisi disajikan pada tabel Uji satu sisi menggunakan: = 5% = 0,05 df = n -k = 35 Ae 3 = 32 Perumusan hipotesis pada uji t: H0: bi = 0 menyatakan bahwa secara signifikan tidak terdapat relasi parsial antara variabel X1 . dan variabel Y . eluhan LBP). H0: bi = 0 menyatakan bahwa secara signifikan tidak terdapat relasi parsial antara variabel X2 . urasi kerj. dan variabel Y . eluhan LBP) Ha: bi > 0 menyatakan bahwa secara signifikan terdapat relasi parsial antara variabel X . sia dan durasi kerj. dan variabel Y . eluhan LBP). Kriteria uji t : Jika thitung < ttabel. H0 diterima Jika thitung > ttabel. H0 ditolak - Uji t pada variabel usia (X. Dengan menggunakan uji t didapat nilai t untuk variabel usia (X. sebesar 0,530 dengan nilai signifikansi 0,6. Untuk nilai ttabel satu sisi dengan nilai = 0,05 dan df = 32 maka didapatkan nilai t0,05. 32 = 1,69389. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui nilai thitung = 0,530 < ttabel = 1,69389 dengan nilai sig. = 0,6 > 0,05. Hal ini berarti bahwa tidak terdapat relasi antara usia (X. terhadap keluhan LBP (Y) pada karyawan PT. JIEP. Hasil tersebut menunjukan bahwa usia 22-30 tahun tidak memiliki pengaruh secara nyata terhadap keluhan LBP. - Uji t pada variabel durasi kerja (X. Dengan menggunakan uji-t didapat nilai thitung untuk variabel lama kerja (X. sebesar 1,016 dengan nilai signifikansi 0,317. Untuk nilai ttabel satu sisi dengan nilai alpha 5% dan df = 32 maka didapatkan nilai t0,05. 1,69389. Berdasarkan perhitungan tersebut maka disimpulkan bahwa nilai thitung = 1,016 > ttabel = 1,69389 dengan nilai signifikansi = 0,317 > 0,05 yang berarti tidak DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. ada relasi secara signifikan antara durasi kerja (X. terhadap keluhan LBP (Y) pada karyawan PT. JIEP. Uji Simultan . ji F) Tujuan dari dilakukannya uji simultan adalah untuk mengetahui hubungan simultan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil uji simultan disajikan pada tabel XI. TABEL XI HASIL UJI SIMULTAN (ANOVA) ANOVA* Sum of Mean Squares Square Regression 69,303 34,652 Residual 1511,439 47,232 Total 1580,743 Dependent variable: LBP Predictors: (Constan. , durasi kerja, usia Model Sig. 0,734 0,488b Perumusan hipotesis pada uji F: H0: Tidak ada relasi antara variabel independen . sia dan durasi kerj. terhadap variabel dependen . eluhan LBP). Ha : Terdapat relasi antara variabel independen . sia dan durasi kerj. terhadap variabel dependen . eluhan LBP). Kriteria uji F: Jika Fhitung < F. - ). v1,v2 H0 diterima. Jika Fhitung > F. - ). v1,v2 H0 ditolak. Dari tabel XI diketahui nilai sig. = 0,488 > 0,05 dan nilai Fhitung = 0,734 < Ftabel = 3,29 sehingga diperoleh keputusan bahwa menerima H0 dan menolak Ha yang berarti usia dan durasi kerja secara bersama-sama tidak mempunyai hubungan terhadap keluhan LBP yang dirasakan oleh karyawan PT. JIEP. Koefisien Determinasi (R. Perhitungan nilai R2 bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen mampu menjelaskan variabel terikat. Pada penelitian ini, nilai R2 adalah 0,044 yang menjelaskan bahwa usia dan durasi kerja mempengaruhi timbulnya keluhan LBP sebesar 4,4% dan pengaruh dari faktor lain sebesar 95,6%. Perhitungan nilai R2 disajikan pada tabel XII. TABEL XII HASIL UJI KOEFISIEN DETERMINASI (R. Model Summary Change Statistics Std. Adjusted Error of Sig. Square Square Estimate Change Change Change Predictors: (Constan. , durasi kerja, usia Hasil uji F pada tabel XII menyatakan bahwa tidak terdapat relasi antara usia dan durasi kerja terhadap keluhan LBP pada karyawan PT. JIEP. Hal ini menunjukan bahwa Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 32-39 pada rentang usia 22-30 tahun dengan durasi kerja maksimal 8 jam per hari tidak berpengaruh signifikan terhadap keluhan LBP. Setelah diketahui bahwa tidak ada relasi diantara variabel usia dan durasi kerja terhadap keluhan LBP pada karyawan PT. JIEP, maka peneliti mencoba untuk mengindentifikasi kembali faktor apa saja yang menjadi penyebab keluhan LBP yang dialami karyawan PT JIEP yang berusia 22-30 tahun. Untuk itu dilakukan penyebaran kuisioner kembali untuk mengetahui faktor lain apakah yang paling mempengaruhi timbulnya keluhan LBP pada karyawan PT. JIEP dengan rentang usia 22-30 tahun. Setelah menyebar kuisioner kepada 35 responden yang sama, maka diperoleh hasil seperti tabel Xi. ,3%) dan psikologis . ,7%). Tabel XIV berikut menunjukan faktor postur/posisi tubuh saat bekerja menjadi penyebab yang mendominasi terjadinya keluhan low back pain pada karyawan PT. JIEP. TABEL XIV FAKTOR LAIN YANG MENYEBABKAN TERJADINYA LBP Faktor Lain Penyebab LBP Berat dan Tinggi Badan Psikologis Postur/ Posisi Tubuh Masa Kerja Pencahayaan Total Frek Persen Cumulative Percent TABEL Xi FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA LBP IV KESIMPULAN Usia (Tahu. Jenis Kelamin Faktor Lain LBP Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Pria Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Psikologis Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Psikologis Wanita Psikologis Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Pria Postur/Posisi Tubuh Kerja Pria Psikologis Pria Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Psikologis Pria Psikologis Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Psikologis Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Pria Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Psikologis Pria Psikologis Pria Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Pria Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Psikologis Wanita Psikologis Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Pria Psikologis Pria Psikologis Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Wanita Psikologis Wanita Psikologis Pria Psikologis Wanita Postur/Posisi Tubuh Kerja Pria Psikologis Pria Postur/Posisi Tubuh Kerja Pria Postur/Posisi Tubuh Kerja Berdasarkan hasil pengisian kuisioner, diketahui faktor lain yang paling berpengaruh terhadap timbulnya keluhan LBP pada karyawan PT. JIEP yaitu postur/posisi tubuh DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa usia karyawan PT JIEP yang menjadi responden, mayoritas berusia 28 tahun dengan durasi kerja karyawan didominasi oleh karyawan yang bekerja selama 8 jam dalam sehari. Kuisioner yang disebar kepada karyawan pada usia 22-30 tahun menyatakan karyawan merasakan nyeri pada punggung bawah. Hasil uji t pada variabel usia (X. diperoleh hasil bahwa tidak terdapat relasi parsial secara nyata antara usia terhadap keluhan LBP (Y) yang dialami karyawan PT JIEP. Sedangkan pada variabel durasi kerja (X. diperoleh hasil bahwa tidak terdapat relasi parsial secara nyata antara durasi dalam bekerja terhadap keluhan low back pain (Y). Variabel X1 dan X2 secara bersama-sama tidak memiliki relasi yang nyata dengan variabel Y pada karyawan PT JIEP yang ditunjukkan oleh uji F. Hal ini ditunjukan juga dari nilai R2 sebesar 0,044 yang menyatakan bahwa variabel X1 dan X2 mempengaruhi variabel Y hanya sebesar 4,4%. Dapat disimpulkan bahwa pada usia 22-30 tahun dan durasi bekerja selama 8 jam per hari tidak berpengaruh signifikan terhadap keluhan LBP. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner untuk mengindentifikasi faktor apa saja yang menjadi penyebab keluhan LBP yang dialami karyawan PT JIEP yang berusia 22-30 tahun, diketahui postur/posisi tubuh saat bekerja menjadi faktor yang menjadi penyebab terjadinya nyeri pada punggung bagian bawah. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk lebih mengetahui seberapa besar pengaruh postur tubuh saat bekerja terhadap keluhan LBP pada karyawan yang berusia 22-30 tahun sehingga manajemen perusahaan dapat menetapkan suatu prosedur kerja terkait postur tubuh saat bekerja yang dapat menghindarkan karyawan dari keluhan low back pain agar produktivitas kerja karyawan dapat terus terjaga. DAFTAR RUJUKAN Jomoah. AuWork-Related Health Disorders Among Saudi Computer UsersAy. Scientific World Journal, 2014, doi: 10. 1155/2014/723280. Rahayu. P dkk. AuHubungan Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan Keluhan Musculoskeletal HUBUNGAN USIA DAN DURASI KERJA TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN PT. JAKARTA INDUSTRIAL ESTATE PULOGADUNG Disorders pada PegawaiAy. Jurnal Kesehatan, vol. 3, 2020. Mayasari. D dan Saftarina. AuErgonomi Sebagai Upaya Pencegahan Musculoskletal DisordersAy. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, vol. 1 no. 2, 2016, doi: 10. 23960/jk unila. Yang H et al. AuLow Back Pain Prevalence and Related Workplace Psychosocial Risk Factors: A Study Using Data From the 2010 National Health Interview SurveyAy. Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics, vol. 39 no. 7, 2017. Hoy D. March L. Buchbinder R. , "The Global Burden of Low Back Pain: Estimates from the Global Burden of Disease 2010 Study". Annals of the Rheumatic Diseases, vol 73 no. 6, 2014, pp. Ali. M et al. AuPrevalence and Associated Occupational Factors of Low Back Pain Among the Bank Employees in Dhaka CityAy. Journal of Occupational Health, vol. 62 no. 1, 2020, doi. org: 10. 1002/1348-9585. Muhlis. M Rizki dan Saftarina. Fitria. AuTata Laksana Medikamentosa pada Low Back Pain KronisAy. Medical Journal of Lampung University, vol. 9 no. 1, 2020. Zaman MK, "Relationship Betwen Several Factor and with Low Back Pain on Office Employees". Jurnal Kesehatan Komunitas, vol. 2 no. 4, 2014, doi: 25311/keskom. Vol2. Iss4. Casser HR. Seddigh S. Rauschmann M. , "Acute Lumbar Back Pain: Investigation. Differential Diagnosis, and Treatment". Dtsch Arztebl Int, vol. 2016, doi: 10. 3238/arztebl. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Umami. R et al. AuHubungan antara Karakteristik Responden dan Sikap Kerja Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pai. pada Pekerja Batik TulisAy. Pustaka Kesehatan, vol. 2 no. Januari . Andini. AuRisk Factors of Low Back Pain in WorkersAy. J MAJORITY, vol. 4 no. Januari 2015. Delitto. A et al. AuLow Back Pain: Clinical Practice Guidelines Linked to the International Classification of Functioning. Disability, and Health from the Orthopaedic Section of the American Physical Therapy AssociationAy. Journal of Orthopedic and Sports Physical Therapy, vol. 42 no. April 2012, doi: 2519/jospt. A1. Hariyono. R et al. , "Physical Activity as A Major Low Back Pain Complaints Among Office Worker in Their Working Life: Cross Sectional Study". JSRET, vol. 3, 2023, doi: 10. 58526/jsret. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Cetakan ke-27. Alfabeta. Bandung, 2019. Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang, 2018.