Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Pemberdayaan Masyarakat Melalui Batik Ecoprint Di Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan Iqbal Limatahu1. Chumidah Roini2. Sundari2. Fatma Hamid1. Suparman2*. Nur A Limatahu3 Prodi Pendidikan Fisika. FKIP Universitas Khairun. Ternate. Indonesia Prodi Pendidikan Biologi. FKIP Universitas Khairun. Ternate. Indonesia Prodi Pendidikan Kimia. FKIP Universitas Khairun. Ternate. Indonesia *suparman@unkhair. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan tanaman lokal dan keterampilan ekonomi kreatif masyarakat Pulau Makian. Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya di kalangan ibu rumah tangga yang selama ini bergantung pada hasil panen tanaman tahunan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat melalui pelatihan pembuatan batik ecoprint ramah lingkungan dengan memanfaatkan tanaman lokal sebagai cetakan alami. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, demonstrasi, pelatihan, dan pendampingan lanjutan, yang melibatkan mahasiswa KUBERMAS dan peserta dari tiga desa: Kyowor. Matantengin, dan Sangapati. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam teknik ecoprint, serta keberhasilan memproduksi berbagai produk kreatif seperti tas, kain, dan pakaian, yang juga memberikan dampak ekonomi langsung dengan persentase keuntungan usaha mencapai lebih dari 170%. Kesimpulannya, pelatihan batik ecoprint tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat, tetapi juga mendorong ekonomi lokal dan kesadaran konservasi lingkungan berbasis potensi Kata kunci: batik ecoprint. sadar lingkungan Dikirim: 27 Februari 2025 Direvisi: 19 Maret 2025 Diterima: 30 Maret 2025 PENDAHULUAN Pulau Makian merupakan salah satu pulau di Kabupaten Halmahera Selatan (BPS, 2. , yang memiliki berbagai tanaman yang dibudidaya oleh masyarakat Beberapa tanaman tersebut diantaranya adalah tanaman tahunan seperti alpukat, cengkeh, coklat, pala, kelapa, dan kenari. Masyarakat pulau Makian juga banyak menanam tanaman hias di pekarangan rumah maupun dalam pot. Berbagai jenis tanaman yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar masih belum dimanfaatkan daunnya oleh masyarakat sehingga reruntuhan daun kering masih menjadi serasah yang tidsk dimanfaatkan. Ecoprint merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memanfaatkan tanaman dalam pembuatan batik. Ecoprint adalah suatu proses transfer warna dan bentuk secara langsung melalui media kain. Warna maupun bentuk akan dihasilkan secara alami dari tumbuhan sebagai bahan alami. Motif yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri serta warna yang tergolong ramah lingkungan dan bersifat lembut, memberikan nilai tersendiri pada penggunanya atau konsumen (Limatahu et al. Nayasilana. Agustina, & Masyithoh, 2. Teknik ecoprint seringkali dugunakan dalam kegiatan pelatihan karena menjadi salah satu teknik membatik Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. 45 | Limatahu. Roini. Sundari. Hamid. Suparman & Limatahu yang sangat mudah proses pembuatannya. Terdapat beberapa kelebihan membatik dengan menggunakan teknik ecopritn diantaranya penggunaan bahan alam yang ada di sekitar tempat tinggal, sehingga tidak mengeluarkan banyak modal dalam pengolahannya dan tidak membuat pencemaran terhadap lingkungan sekitar (Herdayani et al. , 2. Pemanfaatan tanaman yang berada di lingkungan sekitar oleh mayarakat desa Kyowor. Matantengin, dan Sangapati kecamatan Makian Pulau, kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara perlu digalakkan untuk meningkatkan kreativitasnya sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomis. Inovasi yang dapat diterapkan adalah membuat batik menggunakan cetakan yang berasal dari tanaman yang ada di lingkungan sekitar. Batik yang menggunakan cetakan alami dari tanaman dalam bentuk daun, batang, bunga, maupun akar diberi nama batik ecoprint (Limatahu et al. , 2. Pembuatan batik ecoprint merupakan teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami seperti daun yang terdapat di lingkungan sekitar sebagai pewarnaan alami (Martuti et al. , 2. Trend pembuatan batik dengan metode ini terus meningkat sejak tahun 2017 (Siregar et al. , 2. Pembuatan batik pada masyarakat di Maluku Utara masih sangat terbatas jumlahnya dengan pola batik yang kurang bervariasi. Berdasarkan hasil observasi di desa Kyowor. Matantengin, dan Sangapati kecamatan Makian Pualau, kabupaten Halmahera Selatan diketahui bahwa masyarakat umumnya belum memahami tentang istilah batik ecoprint dan belum tahu teknik pembuatan batik tersebut. Menurut (Andayani. Dami, & Rahmawati, 2. sistem ecoprint menghasilkan motif yang lebih modern dibandingkan dengan batik yang digambar ataupun yang dicetak dengan motif batik yang klasik Untuk menghasilkan warna yang alami, ecoprint menggunakan bahan yang ditemukan di alam, seperti berbagai dedaunan. Mayoritas orang menganggap ecoprint sebagai kerajinan tangan, mirip dengan pembuatan batik. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan batik ecoprint berwawasan lingkungan yaitu menggunakan tanaman-tanaman yang ada di lingkungan sekitar desa Kyowor. Matantengin, dan Sangapati kecamatan Makian Pulau, kabupaten Halmahera Selatan sebagai cetakan dengan kreasi-kreasi pola maupun penempatan cetakan untuk menghasilkan batik ecoprint yang unik. Kegiatan Sosialisasi dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang adanya batik ecoprint, tanaman yang dapat dijadikan sebagai cetakan batik ecoprint, dan menumbuhkan jiwa mencintai lingkungan serta konservasi terhadap tanaman yang dapat digunakan sebagai cetakan batik ecoprint. Kegiatan Demonstrasi, kegiatan ini bertujuan memberikan visualisasi tentang cara membuat batik ecoprint dengan bahan-bahan dari lingkungan sekitar. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui empat tahapan utama yang dirancang secara sistematis dan partisipatif. Tahap pertama adalah sosialisasi, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman awal kepada peserta mengenai konsep dasar batik ecoprint, jenis tanaman yang dapat dijadikan cetakan, serta teknik dasar pembuatan batik ramah lingkungan. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Batik EcoprintA | 46 Kegiatan ini dilakukan secara klasikal dengan bantuan media presentasi agar materi dapat dipahami secara menyeluruh oleh peserta. Tahap kedua adalah demonstrasi, yaitu penyajian visual langsung oleh tim pengabdi tentang proses pembuatan batik ecoprint menggunakan teknik pounding, dengan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar Pulau Makian. Tahap ketiga adalah pelatihan, yang dilaksanakan secara kelompok. Peserta, yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan dasawisma, dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan didampingi oleh Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mempraktikkan sendiri proses pembuatan batik ecoprint menggunakan daun dan tanaman lokal sebagai bahan Teknik yang diajarkan meliputi pounding . enumbukan cetakan ke kai. dan steaming . engukusan dengan pewarna alam. (Limatahu et al. Tahap keempat adalah pendampingan dan evaluasi keberlanjutan, yang dilakukan secara berkelanjutan di tempat tinggal peserta. Dalam tahap ini, tim pengabdi dan mahasiswa mendampingi proses produksi lanjutan dan mengevaluasi kemampuan serta keberlanjutan aktivitas pembuatan batik oleh masyarakat. Pendampingan dilakukan selama satu bulan untuk memastikan bahwa keterampilan peserta tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi juga dapat berkembang menjadi usaha ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Setiap tahap dilengkapi dengan pemantauan, observasi keterampilan, serta evaluasi hasil belajar untuk mengukur efektivitas metode yang diterapkan. Gambar 1. Tahapan pelaksanaan pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Sosialisasi dan Coaching mahasiswa peserta KUBERMAS Sosialisasi dan coaching dilakukan pada Gedung LP2M dengan peserta seluruh mahasiswa KUBERMAS yang ditempatkan pada desa Kyowor sebanyak 13 orang. Matantengin sebanyak 14 orang. dan Sangapati sebanyak 23 orang. Berdasarkan hasil pretes diketahui bahwa: . sebanyak 82,4% mahasiswa belum memahami batik ecoprint. sebanyak 76,1% mahasiswa belum memahami jenis tanaman dan bagian tanaman yang cocok untuk dijadikan cetakan batik ecoprint agar hasilnya 47 | Limatahu. Roini. Sundari. Hamid. Suparman & Limatahu lebih elok. sebanyak 97,5% mahasiswa belum memahami teknik membuat batik . sebanyak 89,6% mahasiswa belum mengetahui jenis kain yang menghasilkan batik ecoprint bagus dan tidak cepat luntur. sebanyak 61,8% mahasiswa belum memiliki rencana penjualan baik yang akan dicetak agar ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan. Hasil Postes menunjukkan bahwa kelima indikator sosilasialisasi dan coaching yang diberikan kepada mahasiswa KUBERMAS, yaitu: . memahami pengertian batik ecoprint. memahami jenis tanaman yang cocok untuk dijadikan cetakan batik ecoprint agar hasilnya lebih elok. memahami Teknik membuat batik . mengetahui jenis kain yang cocok untuk dapat menghasilkan batik ecoprint yang bagus dan tidak luntur. rencana penjualan baik yang akan dicetak agar ekonomi masyarakat dalam ditingkatkan, menunjukkan hasil 100% mahasiswa mengetahui dan memahami seluruh indikator tersebut. Mahasiswa juga terampil 100% dalam membuat batik ecoprint melalui perwakilan peserta dari setiap desa. Gambar 2. Pemberian Materi tentang batik Ecoprint dan Demonstrasi Pembuatan Batik Ecoprint Pemberian materi dilakukan kepada mahasiswa peserta KUBERMAS yang akan diberangkatkan ke lokasi di pulau Makian. Hasil Postes menunjukkan bahwa kelima indikator sosilasialisasi dan coaching yang diberikan kepada mahasiswa KUBERMAS, yaitu: . memahami pengertian batik ecoprint. memahami jenis tanaman yang cocok untuk dijadikan cetakan batik ecoprint agar hasilnya lebih . memahami Teknik membuat batik ecoprint. mengetahui jenis kain yang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Batik EcoprintA | 48 cocok untuk dapat menghasilkan batik ecoprint yang bagus dan tidak luntur. rencana penjualan baik yang akan dicetak agar ekonomi masyarakat dalam ditingkatkan, menunjukkan hasil 100% mahasiswa mengetahui dan memahami seluruh indikator tersebut. Mahasiswa juga terampil 100% dalam membuat batik ecoprint melalui perwakilan peserta dari setiap desa. Gambar 3. Produk batik ecoprint pada kegiatan coaching dan pelatihan mahasiswa KUBERMAS Kegiatan Pendampingan Pembuatan Batik pada Masyarakat Kegiatan pendampingan dilakukan pada ibu-ibu rumah tangga. PKK, dan Gambar 4. Proses membuat batik ecoprint oleh ibu-ibu PKK dan para pemuda pada Rabu dan Kamis, 23-24 Juli 2024 di Desa Kyowor. Halmahera Selatan. 49 | Limatahu. Roini. Sundari. Hamid. Suparman & Limatahu Gambar 5. Pertemuan dengan Kepala Desa dan Rapat Bersama pemuda desa untuk membahas kegiatan KUBERMAS dan pengambilan bahan di lapangan untuk membatik ecoprint pada Rabu, 23 Juli 2024 Keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam bidang kerajinan tangan semakin bertambah melalui proses pelatihan ecoprint. Pelatihan ini membuat mereka mampu menciptakan beragam motif kain sesuai dengan jenis tumbuhan yang mereka pilih. Banyak ide-ide kreatif yang dihasilkan dengan memahami sifat dari berbagai jenis daun, hal ini untuk mengatur dan mengaplikasikan pewarna alami pada kain yang akan dijadikan ecoprint (Islamia et al. , 2. Pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini adalah ibu-ibu PKK ataupun dasa wisma di desa Kyowor. Matantengin, dan Sangapati kecamatan Makian Pualau, kabupaten Halmahera Selatan melalui pembuatan batik ecoprint dinilai penting untuk dilakukan. Batik ecoprint yang dihasilkan bernilai ekonomi dan dapat dijual sehingga dapat menambah income bagi keluarga. Selain dapat dijual, batik ecoprint yang diproduksi masyarakat melalui homemade dapat dipakai sendiri dalam bentuk kain/baju/kaos sehingga tidak perlu lagi membeli di pasar atau toko. Dengan demikian pengeluaran keuangan untuk pembelian batik dapat ditekan atau Batik ecoprint juga dapat digunakan untuk pembuatan seragam olah raga, resepsi, karangtaruna, jamaah taAolim, atau kegiatan lainnya sehingga tidak perlu membeli seragam dari luar pulau Makian karena harganya relatif lebih mahal. Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, masyarakat dalam hal ini ibu-ibu PKK ataupun dasawisma dapat menghasilkan produk dalam bentuk batik ecprint yaitu tas tenteng dan tas punggung dari bahan kain blaco yang aestetik menggunakan cetakan . lue prin. dari tanaman yang ada di lingkungan sekitar. Tanaman yang diguanakan sebagai cetakan dapat diatur sesuai selera sehingga menghasilkan batik ecoprint yang unik. Disamping produk batik ecoprint yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini maka peserta dapat lebih mencintai lingkungan alam dan mengkonservasi tanaman-tanaman yang dapat digunakan untuk cetakan batik ecoprint. Pelatihan dan pendampingan ecoprint di media kain dapat Pemberdayaan Masyarakat Melalui Batik EcoprintA | 50 mendorong ekonomi kreatif peserta dan dapat menambah pendapatan karena produk kain ecoprint mempunyai nilai tambah dan seni tinggi. Pelatihan ini mendorong peserta untuk mengembangkan ide-ide inovatif dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar (Nurhayati et al. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan membuat batik ecoprint di desa Kyowor yaitu dengan bahan tas tenteng dan tas punggung senilai Rp. 000,- yang dijadikan sebagai modal awal dalam pembuatan dan pemasaran batik ecoprint. Penjualan batik ecoprint dilakukan dengan cara lelang kepada masyarakat yang berminat membeli. Kegiatan ini dapat melatih mahasiswa dan juga masyarakat dalam memahami peluang bisnis melalui batik ecoprint (Fathulloh. Darusman, & Herwina, 2. Dari penjualan tersebut didapatkan keuntungan Rp. 000,sehingga keuntungan didapatkan sebesar 178,3%. Desa Matantengin dan Sangapati dilakukan cara yang sama dengan desa Kyowor dengan modal awal secara berurut Rp. 000 dan Rp. Hasil penjualan batik di desa Matantengin sebesar Rp. euntungan sebesar 322,5%) dan desa Sangapai sebesar Rp. euntungan sebesar 174,1 %). Secara umum tanggapan peserta KUBERMAS terhadap materi, metode dan pemateri adalah baik sekali. Skor rata-rata untuk masing-masing diatas 81 sehingga dikategorikan baik sekali, yaitu: . materi sebesar 89,1. metode 87,4. pemateri 95,2. Rata-rata yang diperoleh dari tanggapan peserta tersebut adalah 90,6. Ini menggambarkan respon yang baik peserta terhadap kegiatan membatik ecoprint dan merasa kegiatan ini bermanfaat bagi pelaksanaan KUBERMAS sehingga dapat dijadikan salah satu program andalan pada pelaksanaan KUBERMAS. Hal ini sejalan dengan berbagai publikasi yang mengungkap bahwa pelatihan atau pembelajaran ecoprinting berperan dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian peserta (Lestari. Sudadio, & Ahmad, 2023. Widiantoro, 2020, meningkatkan hasil belajar IPA (Susanto et al. Fatimah et 2. juga menunjang ekonomi kreatif (Maryuningsih et al. , 2. Peserta juga terampil dalam memanfaatkan dan memilih bahan alam (Mutmainah. Astini, & Astawa 2. , keterampilan tersebut berupa pemilihan alat ecoprint maupun pewarna dalam proses ecoprinting (Nadila et al. , 2. SIMPULAN Kabupaten Halmahera Selatan, telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kesadaran lingkungan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan dasawisma di tiga desa sasaran. Melalui rangkaian kegiatan berupa sosialisasi, demonstrasi, pelatihan, dan pendampingan lanjutan, peserta tidak hanya memahami konsep dasar batik ecoprint, tetapi juga mampu menerapkan teknik pounding dan steaming secara mandiri. Hasil nyata ditunjukkan melalui peningkatan keterampilan peserta dalam memilih bahan tanaman dan kain, mengatur pola, serta menghasilkan produk kreatif berupa tas, kain, dan pakaian batik ecoprint yang memiliki nilai estetika dan nilai jual. Secara ekonomi, kegiatan ini terbukti mendorong usaha kreatif lokal dengan tingkat keuntungan usaha 51 | Limatahu. Roini. Sundari. Hamid. Suparman & Limatahu mencapai lebih dari 170%, bahkan hingga 322% di beberapa desa, serta membuka peluang pengembangan usaha rumahan berbasis lingkungan. Hasil yang dicapai, menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal dan konservasi lingkungan mampu mengembangkan keterampilan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. Program ini tidak hanya menciptakan nilai tambah dari bahan alam sekitar, tetapi juga memperkuat keterlibatan mahasiswa KUBERMAS sebagai fasilitator dalam transfer ilmu dan pendampingan Sebagai saran, kegiatan serupa dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) atau koperasi lokal untuk memperluas produksi dan pemasaran. Selain itu, perlu ada dukungan berkelanjutan dari perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan lanjutan, pengembangan desain produk, sertifikasi, serta perluasan akses pasar digital. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, program ecoprint ini berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis lingkungan di wilayah pesisir dan kepulauan lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Terimkasih kepada LPPM Universitas Khairun yang yelah memberikan dana hibah untuk pelaksanaan pengabdian bersama dengan pelaksanaan kuliah bermasyarakat (KUBERMAS) di Desa Kampung Makean. Halmahera Selatan. Provonsi Maluku Utara. DAFTAR PUSTAKA