Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 Pengaruh Pemberian Larutan Jahe Zingiber Officianale Roscoe terhadap Ektoparasit Lintah Hirudinea pada Ikan Kerapu Cantang Epinephelus Fuscoguttatus x Epinephelus Lenceolatus Raka Permana. Rika Wulandari. Aminatul Zahra. Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji. INFO NASKAH Kata kunci: Zingiber officinale. Lintah Hirudinea. Ikan kerapu ABSTRAK Jahe (Zingiber officinale Rosco. merupakan jenis bahan herbal yang mengandung senyawa sineol dan turunan golongan fenilpropana. Fenilpropana merupakan senyawa aromatik yang bersifat antifungal dan toksik terhadap ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji konsentrasi larutan jahe terhadap lintah Hirudinea pada ikan kerapu cantang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 di Desa Tanjung Lanjut. Identifikasi jenis ektoparasit dilakukan di Marine Biotechnologt Laboratory FIKP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengakap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan kosentrasi 0%, 0,4%, 0,5% dan 0,6%. Hasil penelitian mendapatkan jenis ektoparasit yang menginfasi ikan kerapu cantang adalah lintah laut jenis Zeylanicobdella sp. hasil yang didapatkan dari pengamatan penurunan ektoparasit pada menit ke 30 tertinggi pada perlakuan C kosentrasi larutan jahe 0,6% dengan intensitas penurunan sebesar 0,33 individu/ekor dikategorikan sangat rendah. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: 160254243014@student. zahra@gmail. Pengaruh Pemberian Larutan Jahe Zingiber Officianale Roscoe terhadap Ektoparasit Lintah Hirudinea pada Ikan Kerapu Cantang Epinephelus Fuscoguttatus x Epinephelus Lenceolatus Raka Permana. Rika Wulandari. Aminatul Zahra. Department of Aquaculture. Faculty of Marine Science and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University. ARTICLE INFO ABSTRACT Ginger (Zingiber officinale Rosco. is a type of herbal ingredient that contains sineol compounds and phenylpropane derivatives. Phenylpropane is an aromatic compound that is antifungal and toxic to ectoparasites. This study aims to test the concentration of ginger solution against Hirudinea leeches in grouper fish. This research was conducted in February 2021 in the village of Tanjung continued. The identification of ectoparasites was carried out at the Marine Biotechnologt Laboratory FIKP. The method used in this study Zingiber officinale. Hirudinea. , was analyzed using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications with a concentration of 0%, 0. 4%, 0. 5% and 0. The results showed that Cantang grouper fish. the type of ectoparasites that infested grouper fish was the Zeylanicobdella sp. and the results obtained from observations of ectoparasite reduction at 30 minutes were the highest in treatment C, the concentration of ginger sea was 0. 6% with a decrease intensity of 0. individuals / head which was categorized as low. Keywords: Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: 160254243014@student. zahra@gmail. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 PENDAHULUAN Ikan kerapu Epinephelus sp termasuk salah satu jenis ikan laut yang populer di pasaran dalam dan luar negeri dan memiliki nilai ekonomis tinggi di Asia Tenggara. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya mencatat beberapa kabupaten seperti Kepulauan Natuna. Berau dan Bintan yang mengucurkan hasil produksinya ke negara tetangga, kali ini Kabupaten Kepulauan Anambas yang turut menyuplai ikan kerapu hidup hasil budidaya dengan tujuan ekspor Hongkong. Ikan kerapu yang diangkut melalui kepulauan Anambas meliputi kerapu sunu, kerapu cantik, kerapu cantang, kerapu lumpur serta Kerapu Bebek. Total ekspor yang dilakukan dalam 2 kali pengangkutan pada akhir bulan Mei dan awal bulan Juni sebanyak 28 ton (DJPB Namun seperti jenis ikan lainnya, ikan ini juga tidak lepas dari ancaman berbagai jenis penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang pada ikan kerapu cantang adalah parasit. Salah satu kendala utama dalam budidaya yang prevalensinya ektoparasitnya masih tinggi adalah adanya serangan penyakit parasiter yang disebabkan oleh cacing lintah Zeylanicobdella sp. (Mahasri 2. Lintah ini menyerang pada permukaan tubuh, mata, mulut, rongga pernafasan dan sirip paling banyak ditemukan pada sirip dorsal, ventral dan pectoral. Ikan kerapu yang terserang akan berwarna pucat, terdapat luka dan pendarahan pada daerah yang terserang. Apabila menyerang pada sirip dan ekor maka sirip dan ekor tersebut dan geripis atau Para petani ikan sering menggunakan berbagai bahan kimia maupun antibiotik untuk mengatasi serangan penyakit pada ikan (Rusmawan 2. Bahan kimia yang biasa digunakan oleh petani ikan antara lain hidrogen peroksida (H2O. , acriflavin, dan formalin. Penggunaan bahan kimia tersebut dengan cara perendaman (Erbabley et al. Pemakaian bahan kimia dan antibiotik secara terus-menerus dengan dosis atau konsentrasi yang tidak tepat menimbulkan masalah baru berupa meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap bahan tersebut. Masalah lainnya yaitu bahaya yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitarnya, pada ikan yang bersangkutan, dan manusia yang mengonsumsinya (Rusmawan 2. oleh karena itu perlu dilakukan untuk mengganti bahan kimia dengan bahan herbal yang ramah Bahan herbal yang dapat dimanfaatkan untuk antibiotik yaitu jahe. Senyawa sineol dan turunan golongan fenilpropana yang terdapat pada jahe merupakan senyawa aromatik yang memiliki daya racun sehingga dapat berfungsi dalam penanganan ektoparasit pada ikan. Penggunaan ekstrak jahe sebagai pengendali ektoparasit protozoa sangat efisien (Mujim 2. Hasil penelitian Purwanti . , menunjukan bahwa perendaman benih ikan kerapu macan dalam ekstrak jahe pada konsentrasi 0,5% dalam waktu 10 menit berpengaruh terhadap penurunan jumlah ektoparasit protozoa. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi larutan jahe yang paling efektif untuk penurunan jumlah ektoparasit lintah Hirudinea pada ikan kerapu cantang. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji konsentrasi larutan jahe terhadap intensitas lintah Hirudinea pada ikan kerapu cantang. BAHAN DAN METODE Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan kerapu cantang Epinephelus Fuscoguttatus x Epinephelus Lenceolatus ikan diperoleh dari kelompok pembudidaya Tanjung Lanjut. Kelurahan Kampung Bugis dengan ukuran panjang 12,69A0,21 cm dan bobot 31,70A0,73 g. Penelitian ini menggunakan metode dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dan dosis yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut: Kontrol : Tanpa larutan jahe 0% Perlakuan A : Larutan jahe 0,4% Perlakuan B : Larutan jahe 0,5% Perlakuan C : Larutan jahe 0,6% Penelitian ini mengacu pada hasil pra penelitian dengan kosentrasi yang dapat menurunkan jumlah ektoparasit lintah hirudinea adalah 0,5%, dari hasil tersebut kosentrasi 0,5% dijadikan nilai tengah untuk menentukan dosis yang akan dilakukan dengan cara diturunkan dan dinaikkan sebanyak 0,1%. Prosedur Kerja Persiapan Larutan Jahe Sampel jahe yang digunakan adalah jahe yang telah mencapai usia panen yaitu 8 bulan dengan rata-rata ukuran rimpang 3- 4 cm. Tahap pembuatan ekstrak jahe menggunakan modifikasi metode Mujim . , yaitu mencuci rimpang jahe dengan air kran dan dibilas dengan aquades lalu ditiriskan. Kemudian rimpang jahe dipotong kecil-kecil lalu diblender. Setelah diblender hingga halus, hasil blenderan kemudian disaring agar mendapatkan ekstrak rimpang jahe konsentrasi 100%. Persiapan Wadah Penelitian Wadah yang digunakan untuk perendaman larutan jahe menggunakan baskom yang berukuran 23 cm x 58 cm sebanyak 3 buah dengan volume air yang digunakan adalah 40 liter. Air laut diisi dan diaerasikan sebelum dilakukan perendaman ikan dengan larutan jahe. Persiapan Ikan Kerapu Cantang Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan kerapu cantang dengan ukuran panjang 15 A 0,5 cm sebanyak 60 ekor. Ikan yang digunakan tidak dilakukan aklimatisasi dikarenakan lingkungan awal sudah dianggap sama dengan lingkungan yang baru. Ikan yang digunakan untuk perendaman adalah ikan yang sudah terinfeksi Ikan dipuasakan untuk dilakukan perendaman dengan larutan jahe. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 Identifikasi Jenis Lintah Hirudinea pada Ikan Kerapu Cantang Metode identifikasi ektoparasit yang dilakukan pada kulit ikan kerapu cantang, dalam hal ini metode yang digunakan sesuai dengan metode menurut Thonguthai et . , yaitu mengerok lendir permukaan kulit ikan dengan cover gelas, kemudian diletakkan pada obyek glass dan ditetesi aquades A 0,1 ml. Pengamatan ektoparasit lintah Hirudinea dilakukan menggunakanan mikroskop dengan perbesaran 30x dengan memperhatikan ciri morfologi parasit untuk diidentifikasi. Jumlah parasit yang menginvasi dihitung dan didokumentasikan. Menurut Zafran . , pengamatan keberadaan parasit juga dilakukan terhadap lendir permukaan tubuh ikan sampel. Jenis parasit diidentifikasi secara morfologi, yaitu dengan melihat struktur, bentuk, dan bagian dari tubuh luar, menggunakan buku petujuk Z. Kabata . , dan Hoffman . Perendaman ikan kerapu cantang dengan larutan jahe Perendaman ikan kerapu cantang dengan menggunakan media air laut dengan kosentrasi larutan jahe adalah 0,4%, 0,5% dan 0,6% dan pengamatan dilakukan selama 30 menit. Parameter Penelitian Intensitas Menurut Fernando et al. Intensitas serangan parasit terhadap ikan kerapu cantang dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Ocyec Int = ( ycA ) Dimana: Int = Intensitas serangan parasit yang dinyatakan . el/individ. Ocp = Jumlah parasit yang menyerang . = Jumlah sampel yang terinfeksi parasit . Prevalensi Menurut Fernando et al. dan Jahja . , tingkat prevalensi parasit terhadap ikan kerapu dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Prev = yea ycA Dimana: Prev = Prevalensi atau insidensi (%) = Jumlah sampel yang terinfeksi parasit . = Jumlah sampel yang diamati . Intensitas Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 Analisis Data Data intensitas, prevalensi ektoparasit, dan kelangsunngan hidup dianalisis menggunakan One-Way ANOVA (Analysis of Varianc. SPSS IBM 25 untuk melihat pengaruh nyata antara perlakuan terhadap ektoparasit lintah Hirudinea. 60A1,28 ab 47A0,09 a Intensitas (Individu/eko. 33A0,09 a 53A0,19 b HASIL Intensitas Lintah Zeylanicobdella sp. Setelah Perendaman Hasil perhitungan nilai intensitas pada ikan kerapu cantang selama 30 menit perendaman dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini: Perlakuan Gambar 1. Intensitas lintah Zeylanicobdella sp. Gambar 1 menunjukkan hasil perhitungan intensitas dan penentuan derajat infestasi ikan kerapu cantang yang terinfestasi lintah Zeylanicobdella sp. pada perlakuan C 0,33 ind/ekor, diikuti perlakuan B 0,47 ind/ekor, perlakuan A 1,60 ind/ekor dan kontrol 3,33 ind/ekor. Setelah dilakukan perendaman pada perlakuan 0,6 % dengan intensitas 0,33 individu/ekor sehingga dikategorikan sangat rendah. Setelah dianalisis menggunakan One- Way ANOVA didapatkan bawah hasil intensitas lintah Zeylanicobdella sp. berbeda signifikan. Kemudian data tersebut dilakuan uji lanjut dengan menggunakan uji tukey pada intensitas lintah Zeylanicobdella sp. Setelah dilakukan uji lajut didapatkan bahwa kontrol berbeda nyata dengan perlakuan C dan B, tidak berbeda nyata dengan perlakuan A. Perlakuan C sangat berbeda nyata dengan kontrol namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan A dan B. Perlakuan B sangat berbeda nyata dengan kontrol, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan A. Perlakuan A tidak berbeda nyata dengan kontrol. C dan Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 00A 16,33 a 33A33,99 ab Prevalensi (%) 33A ab 00A0,00 b Prevalensi Lintah Zeylanicobdella sp. Setelah Perendaman Penelitian ini menggunakan ikan kerapu cantang. Prevalensi ektoparasit yang ditemukan pada ikan kerapu cantang mendapatkan nilai tertinggi pada jenis Zeylanicobdella sp. sebesar 100% dengan sampel berasal dari lokasi Tanjung Lanjut. Prevalensi ikan kerapu cantang dapat dilihat pada gambar 2 dibawah ini: Perlakuan Gambar 2. Prevalensi lintah Zeylanicobdella sp. Gambar 2 merupakan prevalensi lintah Zeylanicobdella sp. pada ikan kerapu Hasil perhitungan prevalensi yang didapatkan pada perlakuan C 20%, diikuti perlakuan B 33,33 %, perlakuan A 33,33% dan kontrol 100%. Setelah dianalisis menggunakan one- way ANOVA didapatkan bawah hasil prevalensi ektoparasit berbeda signifikan. Kemudian data tersebut dilakuan uji lanjut dengan menggunakan uji tukey pada prevalensi ektoparasit. Setelah dilakukan uji lajut didapatkan bahwa, perlakuan C sangat berbeda nyata dengan kontrol namun tidak berbeda nayata dengan perlakuan A dan B. Perlakuan A tidak berbeda nyata terhadap perlakuan C. B, dan kontrol. Perlakuan B tidak berbeda nyata dengan kontrol, perlakuan C dan A. Kontrol tidak berbeda nyata dengan perlakuan A dan B namun berbeda nyata terhadap perlakuan C. Perubahan Tingkah Laku Ikan Kerapu Cantang Ikan sehat mempunyai kemampuan untuk mempertahankan diri dari serangan berbagai penyakit karena memiliki sistem pertahanan diri atau kekebalan tubuh. Kondisi ingkungan yang jelek, menyebabkan stres pada ikan sehingga mekanisme pertahanan diri yang dimilikinya menjadi menurun sehingga ikan mudah terserang Ikan kerapu yang terinfeksi memperlihatkan gejala klinis, menurunnya Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 nafsu makan, tingkah laku berenang yang abnormal pada permukaan air, warna tubuh berubah menjadi pucat. Serangan berat dari parasit dapat merusak filamen insang dan kadang-kadang dapat menimbulkan kematian karena adanya gangguan Warna insang ikan kerapu yang terinfeksi terlihat pucat. Tabel 1. Perubahan tingkah laku ikan kerapu cantang saat perendaman larutan jahe Perlakuan Kontrol Perlakuan A Perlakuan B Perlakuan C Perubahan tingkah laku ikan kerapu cantang Ikan tetap berenang normal Ikan tetap berenang normal Ikan tetap berenang normal Ikan tetap berenang normal Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perendaman ikan kerapu cantang yang terinfeksi lintah Zeylanicobdella sp. dalam larutan jahe dengan konsentrasi 0%, 0,4%, 0,5%, dan 0,6% dalam waktu 30 menit menunjukkan tingkah laku ikan kerapu cantang masih dalam keadaan normal. Kelangsungan Hidup Kelangsungan hidup ikan kerapu cantang merupakan hasil dari jumlah ikan pada akhir penelitian dibagi dengan jumlah ikan pada awal penelitian dikali dengan Hasil pengamatan parameter kelangsungan hidup pada ikan kerapu cantang selama penelitian terbagi menjadi dua yaitu kelangsungan hidup ikan pada saat perendaman menggunakan air laut dan air tawar, hasil tersebut dapat dilihat pada gambar 3 dibawah ini: Kelangsungan Hidup (%) 100A0,00 100A0,00 100A0,00 100A0,00 Perlakuan Gambar 3. Kelangsungan hidup ikan kerapu cantang Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 Gambar 3 merupakan nilai rata- rata kelangsungan hidup ikan kerapu cantang selama penelitian dengan K. B dan C. Nilai rata- rata kelangsungan hidup pada Kontrol 100A0,00%. A 100A0,00%. B 100A0,00% dan C 100A0,00%. Setelah dianalisis menggunakan One- Way ANOVA didapatkan bahwa kelangsungan hidup ikan kerapu cantang setelah dilakukan perendaman dengan menggunakan larutan jahe selama 30 menit mendapatkan hasil kelangsungan hidup tidak berbeda PEMBAHASAN Berdasarkan pada 3 perlakuan menunjukkan bahwa semakin meningkat konsentrasi larutan jahe yang diberikan, maka semakin menurun intensitas Zeylanicobdella sp. yang menginfeksi ikan kerapu cantang. Konsentrasi yang optimal diberikan untuk menurunkan Zeylanicobdella sp. yaitu pada perlakuan C 0,6% diikuti perlakuan B 0,5% dan perlakuan A 0,4%. Sejalan dengan penelitian Mahardika . , semakin tinggi konsentrasi larutan jahe yang digunakan untuk mengatasi ektoparasit Zeylanicobdella sp. pada benih ikan kerapu macan, semakin tinggi pula rata-rata penurunan intensitas Zeylanicobdella sp. Berkurangnya intensitas Zeylanicobdella sp. yang dilakukan oleh konsentrasi larutan jahe menunjukkan adanya respon dalam menghambat perkembangan Zeylanicobdella sp. Semakin tinggi kandungan senyawa fenol yang ada dalam minyak atsiri pada larutan jahe maka semakin kuat aktifitas antioksidan untuk memutuskan ikatan silang dan menerobos dinding sel dari parasit Zeylanicobdella sp. Kematian ektoparasit Zeylanicobdella sp. yang menempel pada tubuh ikan karena membran sel lintah rusak akibat terjadinya denaturasi protein dan melarutnya lemak yang terdapat pada membran sel oleh komponen fenol. Sehingga membran sel tersebut terganggu permeabilitasnya dan menyebabkan kebocoran isi sel. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan akhirnya menyebabkan kematian terhadap parasit Zeylanicobdella Bedasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada permukaan tubuh dan insang ikan kerapu cantang diperoleh 60 ikan yang positif terinfeksi ektoparasit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai prevalensi pada karamba di unit pengelola Budidaya Laut Tanjung Lanjut memiliki nilai Prevalensi 100%. Hal ini kemungkinan disebabkan menejemen pemeliharaan ikan yang kurang baik yaitu kurang diperhatikannya masalah kebersihan jaring dalam proses budidaya dan masalah tidak terkontrolnya kualitas air karena hanya bergantung pada musim. Hal ini disebabkan pada saat penelitian dilakukan, sedang terjadi perubahan musim yaitu terjadinya angin barat yang menyebabkan gelombang serta arus semakin tinggi dan dapat menyebabkan terganggunya proses budidaya. Kordi . , mengemukakan bahwa arus yang berlebihan harus dicegah, sebab disamping dapat merusak posisi karamba juga dapat menyebabkan stress pada ikan. Dilihat dari prevalensinya menunjukkan tingkat prevalensi lintah Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 Zeylanicobdella sp. paling tinggi, yaitu sebesar 100% hal ini disebabkan karena karamba memiliki kondisi yang kotor sehingga kemungkinan dapat digunakan sebagai tempat melekatnya telur lintah untuk penyebaran lintah ektoparasit pada Menurut Diba . , menyatakan bahwa rendahnya tingkat prevalensi disebabkan oleh keadaan endemik suatu parasit, kemampuan adaptasi parasit di tubuh inang dan kecocokan inang untuk kelangsungan hidup parasit dan kualitas Selain itu padat tebar yang rendah juga mempengaruhi keberadaan lintah ektoparasit karena ruang gerak dan makanan bagi ikan masih dalam kondisi yang normal sehingga tidak terjadi kompetisi dalam hal mencari makanan dan ruang Berdasarkan penelitian ini didapatkan informasi bahwa larutan jahe dapat mematikan lintah Zeylanicobdella sp. Hal itu diduga karena membran sel lintah rusak akibat terjadinya denaturasi protein dan melarutnya lemak yang terdapat pada membran sel oleh komponen fenol. Selain itu mati atau hilangnya ektoparasit yang menempel di tubuh ikan diduga juga karena keracunan senyawa sineol yang terkandung pada jahe. Mujim . , menyatakan bahwa senyawa sineol dan turunan golongan fenilpropana yang terdapat pada jahe merupakan senyawa aromatik yang memiliki daya racun sehingga dapat berfungsi sebagai fungisida. Selain itu juga pada perendaman konsentrasi 0,6% dalam waktu 30 menit ikan sudah terlihat dipermukaan air. Namun demikian, bahan herbal harus pada dosis yang tepat, karena apabila dosis tidak tepat justru menyebabkan toksik pada ikan. Ikan yang terinfeksi menunjukkan gejala berenang lemah di wadah dan atau di permukaan air. Bahkan ikan yang terinfeksi berat atau badannya dipenuhi lintah menunjukkan gejala diam di dasar wadah atau bak pemeliharaan dengan kondisi sangat lemah dan terlihat seperti berbulu tebal. Lintah tersebut lebih banyak ditemukan menempel pada sirip . unggung, belakang, dan peru. , ekor, operkulum insang, rongga mulut, dan perut bagian bawah. Infeksi lintah menimbulkan sirip ikan menjadi geripis, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit ikan. Ikan kerapu yang terinfeksi memperlihatkan gejala klinis, menurunnya nafsu makan, tingkah laku berenang yang abnormal pada permukaan air, warna tubuh berubah menjadi pucat. Gejala yang ditimbulkan akibat penyerangan parasit ini ikan akan gelisah, suka menggosok-gosokan tubuhnya di pinggiran wadah. Slamet et al. , menyatakan parasit jenis lintah Zeylanicobdella sp. menyerang ikan dengan tanda-tandanya ikan gelisah dan gatal-gatal. Serangan berat dari parasit ini dapat merusak filamen insang dan kadang-kadang dapat menimbulkan kematian karena adanya gangguan Warna insang ikan kerapu yang terinfeksi terlihat pucat. Gejala klinis dari infasi lintah Zeylanicobdella sp. tidak ada gejala visual yang jelas, ikan yang terinfeksi akan berenang kepermukaan untuk mendapatkan oksigen, pembelahan lamella insang dan hyperlasia, ikan yang terinfasi parasit ini umumnya akan kehilangan nafsu makan dan menunjukan pergerakan yang lamban. Ikan yang terinfasi lintah Zeylanicobdella sp. yang cukup berat akan menderita anemia kronik. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 71-82 sehingga ikan menjadi lemah dan memungkinkan terjadinya infeksi sekunder oleh jamur atau bakteri terutama pada daerah luka bekas perekatan parasit, sehingga dapat menghambat pertumbuhan ikan kerapu cantang. Kelangsungan hidup ikan kerapu cantang merupakan hasil dari jumlah ikan pada akhir penelitian dibagi dengan jumlah ikan pada awal penelitian dikali dengan Hasil pengamatan parameter kelangsungan hidup pada ikan kerapu cantang selama penelitian terbagi menjadi dua yaitu kelangsungan hidup ikan pada saat perendaman menggunakan air laut dan air tawar. Dari hasil perendaman ikan dengan menggunakan air laut tingkat kelangsungan hidup adalah 100%, hal tersebut disebabkan ikan kerapu cantang masih dapat mentoleransi keadaan lingkungan, sedangkan perendaman air tawar mengakibatkan tingkat kelangsungan hidup 0%, hal tersebut diduga karena salinitas tidak sesuai dengan keadaan habitat dari ikan kerapu cantang. Karena parameter kualitas air yang stabil untuk ikan kerapu cantang dengan kisaran salinitas 28-31 ppt. Menurut WWFIndonesia . , baku mutu air untuk pemeliharaan ikan kerapu adalah salinitas 2734 ppt. Berdasarkan pernyataan tersebut bahwa parameter kualitas air di dalam wadah perendaman masih dalam kisaran normal untuk treatmen ikan kerapu cantang. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan larutan jahe Zingiber officinale Rosc yang digunakan untuk penurunan jumlah ekstoparasit yang paling tertinggi pada konsentrasi 0,6% dengan intensitas penurunan lintah Zeylanicobdella sebesar 0,33 individu/ekor. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakah penulis ucapakan kapadah semua pihak yang ikut membantu dari awal penelitian hingga terselesainya jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA