Jurnal Thulabuna P-ISSN: 2657-0718 3 no. 02 September 2021 EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHAS A ARAB DALAM MENGETAHUI KEDUDUKAN KALIMAT MENGGUNAKAN METODE AL MIFTAH LIL AoULUM PADA SISWA KELAS Vi PONDOK PESANTREN DARUL IHSAN SUKOHARJO JAWA TENGAH RAAoIS ABI MAULANA Sekolah Tinggi Islam Al M ukmin Surakarta raizmaulana@gmail. ABSTRAK Peran suatu metode dan hasil belajar santri sangat penting dalam proses pembelajaran karena hal tersebut merupakan salah satu gambaran tingkat keberhasilan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pembelajaran Bahasa Arab dalam mengetahui kedudukan kalimat menggunakan metode Al Miftah Lil AoUlum pada siswa kelas Vi Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo dan apa kelebihan dan kekurangan metode Al Miftah Lil AoUlum pada proses pembelajaran Tujuan dari metode ini adalah agar santri mudah belajar membaca kitab klasik atau kajian bahasa Arab. Selain itu, dengan mempelajari metode ini, santri dapat memahami kaidah bahasa Arab dengan tepat. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif menggunakan metode study kasus . ase stud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Arab menggunakan metode Al-Miftah Lil AoUlum terbukti sangat efektif. Kata Kunci : M etode. Al Miftah Lil AoUlum. Kedudukan Kalimat. Bahasa Arab Keywords: M ethod. Al Miftah Lil 'Ulum. Sentence Position. Arabic Pendahuluan Bahasa Arab sangatlah identik dengan bahasa umat Islam. Banyak masyarakat mengatakan bahwa bahasa Arab adalah bahasa umat Islam Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana dan bahasa surga. Hal ini tidak perlu diperdebatkan, sebab asal seluruh ajaran islam yang bersumber dari Al QurAoan dan hadits menggunakan berbahasa Arab. Bahasa Arab merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai banyak keistimewaan dan kekhasan yang membedakan dengan bahasa lain. Di dalam bahasa Arab mengandung keindahan, memiliki kaidah tata bahasa dan retorika yang penuh arti dan makna. Tak hanya itu, kaidah dan makna kosa kata dalam bahasa Arab juga memiliki multi makna dan kaya hikmah. Sehingga tidak ada seorangpun yang meragukan kontribusi bahasa Arab bagi pengembangan ilmu keislamannya khususnya dalam memahami isi Al QurAoan, hadits dan kitab-kitab yang lainnya. Perkembangan metode pembelajaran mempermudah guru untuk memahamkan peserta didiknya. Salah satu diantaranya adalah model pembelajaran quantum. Pembelajaran quantum memiliki karakteristik khusus dengan menekankan pembelajaran pada pemercepatan dengan taraf keberhasilan tinggi. M enurut pembelajaran quantum, dalam proses pembelajaran harus berlangsung secara cepat dengan keberhasilan tinggi. Sebuah metode berperan besar dalam proses pembelajaran. Ketepatan guru dalam memilih metode pengajaran adalah salah satu faktor keberhasilan seorang guru. M etode Al-Miftah Lil AoUlum ini adalah salah satu fasilitas unik dari berbagai fasilitas untuk memudahkan membaca kitab kuning. Karena dalam metode ini dilengkapi dengan tabel, skema, model latihan, dan desain yang menarik. 2 M etode ini dilengkapi juga dengan bait-bait syair lagu yang dinyanyikan dengan irama yang menarik sehingga cocok untuk anak-anakhingga dewasa. Contoh lagu yang menarik adalah seperti lagu Wali Band. Tombo Ati. Habib Syekh dan hingga lagu semi Rock seperti Tipe-X dan lain-lain. Tujuan metode Al-Miftah Lil AoUlum adalah untuk membantu santri agar mudah belajar membaca kitab klasik atau M odrn. Selain itu, metode ini diharapkan dapat memudahkan santri memahami kaidah bahasa Arab khususnya belajar nahwu dan shorof dengan tepat. M etode 1 Syaiful Anwar. Metodologi Pelajaran Agama dan Bahasa Arab, (Jakarta: Rajawali Pres, 2. , h. 2 Sholihan. Strategi Pembelajaran Kitab Kuning Melalui Bantuan Materi Al-Miftah Lil AoUlum Di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, (Cendekia: Jurnal Studi Keislaman. Vol 4 No 2 Tahun 2. , h. Jurnal Thulabuna Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Dalam M engetahui . ini dikemas dalam bentuk metode yang sangat menyenangkan untuk menanggulangi santri agar tidak bosan dalam belajar Pondok Pesantren Darul Ihsan Gonilan. Kartasura. Sukoharjo adalah sebuah pesantren bagi anak-anak yatim dan dhuafa usia SD dan SM P. Semula pesantren ini dikelola dengan sistem panti asuhan dengan mengasuh anak-anak yatim. Sistem pendidikan yang digunakan adalah sistem pendidikan kepesantrenan. Dalam Pembelajarannya pesantren ini semula menggunakan sistem kombinasi antara sekolah resmi dengan pesantren. Namun seiring banyaknya siswa dan kurang efektifnya siswa dalam belajar di sekolah formal maka sistem pun diubah menjadi sistem kepesantrenan. Pada penelitian ini, peneliti mengkhususkan penelitian pada siswa kelas Vi Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah. Karena siswa kelas Vi lebih bisa menangkap dan menguasai metode dan materi dibandingkan pada siswa sekolah Adapun permasalahan yang peneliti temui adalah kurangnya semangat siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Arab. Selain itu banyak siswa yang lemah dalam menghafal sehingga menghambat edfektivitas pembelajaran. Penelitian ini ingin meneliti tentang cara untuk mengetahui kedudukan kalimat dalam pengajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode Al-Miftah Lil AoUlum, dan Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah tersebut telah menerapkan metode Al-Miftah Lil AoUlum dalam pengajaran bahasa Arab. M etode ini dianggap memiliki keunggulan antara lain disampaikan dengan bahasa Indonesia, kesimpulan dan rumusan yang sederhana dan praktis, dilengkapi dengan tabel, skema dan model latihan sistematis, desainnya dirancang dengan sedemikian menarik dan materi pun dikombinasikan dengan lagu-lagu yang cocok untuk usia anak-anak untuk memudahkan Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti mengangkat judul penelitian sebagai berikut. AuEfektifitas Pembelajaran Bahasa Arab dalam M engetahui Kedudukan Kalimat M enggunakan M etode AlMiftah Lil AoUlum pada Siswa Kelas Vi Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah Tahun Ajaran 2021-2022Ay. Kajian Teori Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana Pembelajaran Bahasa Arab Pengertian Pembelajaran Bahasa Arab Dalam bahasa Arab pengajaran adalah A( EEOIAAt-TaAoliim. 3 atau proses penyajian bahan pelajaran oleh seseorang kepada peserta didik agar dapat menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran. Pembelajaran menurut Depdiknas adalah proses interaksi antara peserta didik dan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar baik lingkungan pendidikan formal maupun non-formal. 4 Bahasa Arab, bahasa disebut lughah yang berarti ucapan manusia, sehingga semua yang diucapkan manusia disebut dengan lughah . Adapun pengertian bahasa menurut istilah ada beberapa pendapat, yaitu: . M enurut Ibnu Jinni, bahasa adalah suara-suara yang diungkapkan oleh setiap orang untuk mengungkapkan keinginankeinginannya. M enurut Ibnu Hazm, bahasa adalah lafadzlafadz yang digunakan untuk mengungkapkan nama-nama sesuatu. Dilihat dari realita penggunaannya bahasa Arab adalah bahasa komunikasi yang memiliki unsur dunia barat dan dunia islam. merupakan unsur terbesar bangsa Arab. Ia adalah bahasa yang hidup dan mengalami perkembangan. Pada awal perkembangannya bahasa Arab memuat banyak lafadz bahasa Prancis, bahasa India, bahasa Yunani dan lain sebagainya. Kedudukan Kalimat Pengertian Kedudukan Kalimat . Pengertian Kedudukan Dalam Bahasa Arab kata kedudukan berasal dari kata nazala-yanzilu (A )IIE IA N IE OI EAyang berarti kedudukan. Kedudukan berarti status, baik untuk sesorang, tempat, maupun benda. Kamus Besar Bahasa Indonesia kedudukan sering dibedakan antara pengertian kedudukan . dan kedudukan sosial . osial statu. Kedudukan diartikan 3 KH. Ahmad Warson Munawwir. Kamus Al Munawwir ( Surabaya:Pustaka Progresif, 1. , h. 4 Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka. 5 Fathur Rohman. Metodologi Pembelajarn Bahasa Arab. (Malang : Madani 2. 6 Adil Khol af. Al-Lugha wa Al-Bahstu al-Lughawi, (Kairo : Maktabah al-Adab, 1. , h. 7 Fathur Rohman. Metodologi Pembelajarn Bahasa Arab. (Malang : Madani 2. Jurnal Thulabuna Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Dalam M engetahui . sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sedangkan kedudukan sosial adalah tempat seseorang dalam lingkungan pergaulannya, serta hak dan kewajiban. Kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama serta digambarkan dengan kedudukan . Pengertian Kalimat Kalimat di dalam Bahasa Arab adalah A IEAyang artinya kata. Kalimat oleh beberapa pakar didefinisikan atas berbagai pengertian, antara lain: Sultan Takdir Alisyahbana menjelaskan bahwa kalimat adalah kumpulan kata-kata yang terkecil yang mengandung pikiran lengkap. Gorys Keraf mengemukakan bahwa kalimat adalah bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. Sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. Fachruddin A. E mendefinisikan bahwa kalimat adalah kelompok kata yang mempunyai arti tertentu, terdiri atas subjek dan predikat dan tidak tergantung pada suatu konstruksi gramatikal yang Berdasarkan ketiga pengertian di atas, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki pengertian lengkap. Dengan demikian pengertian dari kedudukan kalimat yaitu posisi sebuah kumpulan kata yang terdapat pada kalimat yang memiliki makna atau pengertian yang sempurna. Metode Al-Miftah Lil AoUlum Pengertian Metode Dalam bahasa Arab kata metode berasal dari kata taraqa-yaturuqu ( A) OC IAN OC CAyang berarti jalan, cara, yang sinonim dengan kata usbu yang berarti jalan, cara, metode dan system. 12 Kata 8 Yan pramadya 9 Alisyahbana. Puspa. Kamus Hukum. Semarang: CV. Aneka Ilmu, 2008, h. Takdir. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat, 10 Keraf. Gorys. Komposisi. Ende. Nusa Indah, 1978. Dasar Ae Dasar Keterampilan Menulis. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Ujung Pandang, 1988. 12 A. W Munawir. Kamus al-Munawir Arab Indonesia Terlengkap (Yogyakart a: alMunawir, 1. , h. 11 Ambo Enre. Fachruddin. Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana AumetodeAy secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu AumethodosAy. Kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu AumethaAy yang berarti melalui atau melewati, dan AuhodosAy yang berarti jalan atau cara. M aka metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan. 13 Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. 14 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode merupakan suatu cara untuk mencapai suatu tujuan Allah SWT sendiri telah mengajarkan kepada manusia supaya mementingkan metode. Pengertian Al-Miftah Lil AoUlum Sedangkan Al-Miftah Lil AoUlum adalah nama dari sebuah metode cepat membaca kitab kuning bagi santri usia dini yang disusun oleh Batartama (Badan tarbiyah madrasah, yaitu instansi yang menangani kurikulum pendidikan di Pondok Pesantren Sidogir. yang berisikan kaidah nahwu dan shorof untuk tingkat dasar. Hampir keseluruhan isi Al-Miftah Lil AoUlum disadur dari kitab Jurmiyah dan ditambah beberapa keterangan dari Alfiyah Ibn Al-Malik dan Nadzm Al-Imrity. Istilah yang digunakan dalam materi ini hampir sama dengan kitab-kitab nahwu yang banyak digunakan di pesantren. Jadi, metode ini sama sekali tidak merubah istilah-istilah dalam ilmu nahwu. Sebagai metode cepat membaca kitab kuning bagi anak-anak. AlMiftah Lil AoUlum disetting agar mudah dipahami oleh anak usia dini. M ulai dari bahasa Indonesia yang mudah dipahami, kesimpulan dan rumusan yang sederhana, serta dilengkapi dengan tabel, skema, dan beberapa model latihan, hingga kombinasi dengan lagu-lagu yang cocok untuk usia anak-anak. Sejarah dan Perkembangan Al-Miftah Lil AoUlum Di mulai pada tahun 2010 pendidikan di Sidogiri mengalami kemunduran khususnya dalam bidang baca kitab kuning yang tentunya 13 Ismail. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Paikem, (Semarang: Rasail, 2. , h. S poerwadarminta. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , h. 15 Pondok Pesantren Sidogiri. Mari Kembalikan Gairah Baca Kitab di Bumi Nusantara Bersama Al-Miftah Lil AoUlum, . net diakses pada tanggal 20 Pebruari 2018 pukul 01. 16 Ahmad, dkk. Efektivitas Penerapan Metode Al-Miftah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Bagi Santri Baru Di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Madura, (Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam, 2. , h. Jurnal Thulabuna Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Dalam M engetahui . berdampak pada pelajaranpelajaran yang lain dan otomatis mempengaruhi nilai hasil ujian. Hal ini menuntut Batartama untuk berpikir keras mengatasi permasalahan tersebut. Hingga kemudian ada instruksi langsung dari majelis keluarga untuk tanggap dan sigap menangani permasalahan ini. M elihat situasi tersebut. Batartama dengan cepat membuat konsep dasar materi kurikulum dan sistem pendidikan baru yang sasarannya adalah santri dan murid baru hingga terciptalah metode Al-Miftah Lil AoUlum dengan motto Aumudah membaca kitab kuningAy. Pada awal-awal percobaan metode ini dibatasi hanya sekitar 500 peserta yang semuanya adalah santri baru. Dari ke-500 peserta tersebut ada sekitar 350 yang berhasil menguasai kitab Fath Al-Qorib . ebuah kitab yang dijadikan tolok-ukur dalam metode in. Keberhasilan metode Al-Miftah Lil AoUlum ini bisa dianggap begitu pesat. Dari pertama kali diterapkannya metode ini sampai sekarang . ekitar 5 tahu. sudah berhasil mewisuda sebanyak 2000 santri dalam kategori baca. Dan 50 santri kategori hafal, bahkan ada 70 lembaga yang sudah menerapkan metode ini. Garis-garis Besar Metode Al-Miftah Lil AoUlum Yang dimaksud garis-garis besar metode Al-Miftah Lil AoUlum adalah pola pikiran dan penggunaan secara global sebagai ciri khas dari metode tersebut agar dijadikan dasar dan pelaksanaannya. Adapun garis-garis besar metode Al-Miftah Lil AoUlum adalah: Kitab Al-Miftah Lil AoUlum terdiri dari 4 jilid Nadhom dan Tashrif. Buku metode Al-Miftah Lil AoUlum diprioritaskan bagi santri baru yang sudah bisa membaca dan menulis Arab pego. Setiap santri hendaklah mempunyai buku metode Al-Miftah Lil AoUlum untuk belajar. Waktu pelaksaan KBM yang mencapai 4 jam . jam pagi sampai siang, dan 1 jam di waktu mala. Setiap kelas tidak lebih dari 15 peserta. 17 Ahmad, dkk. Efektivitas Penerapan, h. 18 Ibid, h. Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana Kelebihan dan Kekurangan Metode Al-Miftah Lil AoUlum Kelebihan dari metode Al-Miftah Lil AoUlum: Disampaikan dengan bahasa yang sangat singkat dan praktis. Kandungan isinya hanya mengambil poin-poin paling penting di dalam membaca kitab dan membuang poin yang tidak perlu atau bersifat Desain warna Didesain dengan tampilan dan kombinasi warna agar tidak membosankan dan cocok untuk anak-anak. Karena menurut penelitian, belajar dengan menggunakan warna lebih efektif untuk anak-anak dari pada hanya sekedar hitam putih. Lagu dan skema Untuk memancing otak kanan maka metode ini dilengkapi dengan skema dan lagu yang sudah familiar di telinga anakanak sepertil laguAubalon ku ada limaAy yang dijadikan lagu AuIsim-isim yang limaAy. Hasilnya sangat mudah sekali untuk bagi anak memahami dan menghafal materi Al-Miftah Lil AoUlum ini. Ciri-ciri (Rumu. Di antara yang membedakan dengan metode baca kitab pada umumnya adalah metode Al-Miftah Lil AoUlum ini dilengkapi dengan ciri-ciri kedudukan yang sering dijumpai dalam susunan bahasa Arab, sehingga dengan ciri-ciri tersebut anak bisa membaca kitab sekalipun belum tahu arti dan pemahamannya. Selain kelebihan. Al-Miftah Lil AoUlum juga mempunyai kekurangan. yaitu: . M ateri yang diajarkan hanyalah materi inti dari nahwu-sharaf, sehingga peserta didik masih membutuhkan terhadap kaidah-kaidah tambahan dalam pemantapan membaca kitab. Bagi santri yang sudah pernah belajar nahwu-sharaf akan merasa kejenuhan karena setiap materi harus ada pengulangan. Bagi santri yang sudah dewasa akan merasa diberlakukan seperti anak kecil, karena metode ini dilengkapi dengan lagu anak-anak. Dengan banyaknya waktu KBM dapat menjadikan santri mudah jenuh. Dan disinilah peran guru sangat menentukan untuk meghilangkan kejenuhan tersebut. Metode Al-Miftah Lil AoUlum Menurut Teori Pembelajaran Bahasa Arab 19 Ibid, h. Jurnal Thulabuna Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Dalam M engetahui . M ateri pelajaran di Al-Miftah Lil AoUlum adalah ilmu agama dengan menggunakan kitab-kitab karya ulama salaf sebagai materi utama. kelas-kelas tertentu, ilmu sosial dan eksak tetap diajarkan sebagai pendukung ilmu-ilmu agama. 20 Dan menurut penelitian metode tersebut sangatlah membantu untuk memudahkan membaca kitab kuning dan cepat dalam memahami bahasa Arab. Metode Penelitian M etode penelitian yang tersusun secara sistematis ditujukan agar data diperoleh valid, sehingga penelitian ini layak untuk diuji kebenarannya. Adapun pemaparan mengenai metode penelitian yang saya gunakan Jenis Penelitian M etode ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode study kasus . ase stud. Dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam . n depth intervie. M etode kualitatif adalah penelitian yang data-datanya berupa kata-kata . ukan angkaangk. yang berasal dari peristiwa, perilaku yang dapat diamati, wawancara, catatan laporan, dokumen dan lain-lain. Atau penelitian yang di dalamnya mengutamakan untuk pendiskripsian secara analisis suatu peristiwa atau proses bagaimana adanya dalam lingkungan yang alami untuk memperoleh makna yang mendalam dari hakikat proses tersebut. 22 Penelitian ini bertempat di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan objek penelitian baik terdiri dari benda yang nyata, abstrak, peristiwa ataupun gejala yang merupakan sumber data dan memiliki karakter tertentu dan sama. 23 Sedangkan sampel merupakan pengerucutan dari objek trsebut. Adapun subjek dalam 20 Tamasya (Pasuruan: Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri, 1438H), h. Panduan Penulisan Skripsi Teori dan Aplikasi, (Bandung: CV Pustaka Setia, 21 Heri Jauhari, 2. 22 Lexy J. Moleong. Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. Sukandarrumi di. Metodologi Penelitian. ogyakart a: Pers UGM, 2. Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana penelitian ini adalah dan siswa kelas Vi semester gasal di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo yang berjumlah 11 siswa. Metode pengumpulan Data M etode pengumpulan data merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh penulis secara sistematis dengan prosedur yang standar untuk memperoleh data-data dan keterangan yang dibutuhkan dalam penelitian yang akan diteliti di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo. Untuk dapat memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu: Wawancara (Intervie. Wawancara adalah Sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (Intervie. untuk memperoleh informasi dari terwawancara (Interviewe. 25 Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara untuk mendapatkan data awal tentang pembelajaran bahasa Arab Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo yang digunakan sebagai bahan penulisan jurnal dari awal hingga akhir pada tahap penyelesaian jurnal. Observasi Observasi adalah Pengamatan dan pencatatan, dengan sistematis fenomena yang diteliti. 26 Cara pengumpulan data untuk mendapatkan informasi dengan cara pengamatan langsung terhadap sikap perilaku guru dan anak dalam observasi ini peneliti ikut serta dalam kegiatan, akan tetapi tidak menjadi tokoh atau pelaku inti. Dalam penilitian ini, teknik observasi digunakan untuk dapat memperoleh data tentang pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo. Dan peneliti akan menggunakan teknik observasi langsung, yakni peneliti terlibat dengan kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo. Sehingga harapannya peneliti dapat memperoleh data yang lebih real dan Dokumentasi Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi ini bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya Arif Curniawan Majidi. Wawancara Guru. Panti Asuhan Anak Yatim Muhammadiyah. Pangin. Joho. Sukoharjo, 1 Desember 2020, jam 15. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta: Rineka Cipta, 1. Ibid. , hal. Jurnal Thulabuna Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Dalam M engetahui . monumental dari seseorang. Studi ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian. Uji Validitas Data M enurut Sutopo validitas data merupakan jaminan bagi kemantapan simpulan dan tafsiran makna sebagai hasil penelitian. Terdapat beberapa cara yang biasanya dipilih untuk mengembangkan validitas . data penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik validitas data triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap hal tersebut. Analisis Data Teknik analisis data adalah proses pengumpulan data secara sistematis untuk mempermudah peneliti dalam memperoleh Analisis data menurut Bogdan dalam Sugiyono yaitu proses mencari dan menyusun secara sistematik data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. 28 Analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu analisis berdasarkan data yang diperoleh. M enurut M illes dan Huberman analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. M engenai ketiga alur tersebut secara lebih lengkapnya adalah sebagai Reduksi Data Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data berlangsung terus-menerus selama proyek yang berorientasi penelitian kualitatif berlangsung. Antisipasi akan adanya reduksi data sudah tampak waktu penelitiannya memutuskan . eringkal tanpa disadari sepenuhny. kerangka konseptual wilayah penelitian, permasalahan penelitian, dan pendekatan pengumpulan data mana yang Selama pengumpulan data berlangsung, terjadilan tahapan reduksi selanjutnya . embuat ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugusgugus, membuat partisi, membuat mem. Sutopo. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Surakarta: Sebelas Maret University Press, 2. , hal. Sugiono. Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2. , hal. Milles dan Huberman. Analisis Data Kualitatif, (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1. , hal. Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana Reduksi data/transformasi ini berlanjut terus sesudah penelian lapangan, sampai laporan akhir lengkap tersusun. Reduksi data merupakan bagian dari analisis. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Dengan reduksi data peneliti tidak perlu mengartikannya sebagai Data kualitatif dapat disederhanakan dan ditransformasikan dalam aneka macam cara, yakni: melalui seleksi yang ketat, melalui ringkasan atau uraian singkat, menggolongkannya dalam satu pola yang lebih luas, dan sebagainya. Kadangkala dapat juga mengubah data ke dalam angka-angka atau peringkatperingkat, tetapi tindakan ini tidak selalu Penyajian Data M illes dan Huberman membatasi suatu penyajian sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. M ereka meyakini bahwa penyajian-penyajian yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid, yang meliputi: berbagai jenis matrik, grafik, jaringan dan bagan. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. Dengan demikian seorang penganalisis dapat melihat apa yang sedang terjadi, dan menentukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah terus melangkah melakukan analisis yang menurut saran yang dikisahkan oleh penyajian sebagai sesuatu yang mungkin berguna. M enarik Kesimpulan Penarikan kesimpulan menurut M illes dan Huberman hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulankesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi itu mungkin sesingkat pemikiran kembali yang melintas dalam pikiran penganalisis . selama ia menulis, suatu tinjauan ulang pada catatan-catatan lapangan, atau mungkin menjadi begitu seksama dan menghabiskan tenaga dengan peninjauan kembali serta tukar pikiran di antara teman sejawat untuk mengembangkan kesepakatan intersubjektif atau juga upaya-upaya yang luas untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat data yang lain. Singkatnya, makna-makna yang muncul dari data yang lain harus diuji kebenarannya, kekokohannya, dan kecocokannya, yakni yang Jurnal Thulabuna Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Dalam M engetahui . merupakan validitasnya. Kesimpulan akhir tidak hanya terjadi pada waktu proses pengumpulan data saja, akan tetapi perlu diverifikasi agar benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Hasil dan Diskusi Penerapan Pengajaran Bahasa Arab Dalam Mengetahui Kedudukan Kalimat Menggunakan Metode Al-Miftah Lil AoUlum Pada Siswa Kelas Vi Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah. Pembelajaran sebagai suatu proses kegiatan, dalam dunia pendidikan ada beberapa fase atau tahapan yang harus dilalui dalam proses pembelajaran yang salah satunya yakni proses itu sendiri. Sehingga proses merupakan hal yang utama dalam terlaksananya pola pendidikan yang ada mengikuti alur yang telah ditentukan. Penerapan metode Al-M iftah Lil AoUlum diawali dengan kegiatan pendahuluan dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditunjukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran, kemudian santri melanjutkan dengan membaca nazhaman yang telah ditentukan selama 30 menit sembari menunggu guru datang. Selanjutnya para pendidik mengucapkan salam dan memipin doAoa agar ilmu yang dipelajari menjadi bermanfaat dan Kegiatan selanjutnya guru mengecek kehadiran para peserta didik dan mengabsen, setelah itu pendidik akan sedikit mengulangi pelajaran yang telah disampaikan pada hari sebelumnya. Proses pembelajaran di kelas sudah cukup baik. Kemudian guru memberikan materi dengan meminta siswa untuk membuka buku pada bab AoAmil Nawasikh. Setelah guru meminta siswa untuk membuka halaman pada bab yang ditentukan dari buku Al-Miftah Lil AoUlum, maka guru membacakan materi yang ada pada bab tersebut dan meminta siswa untuk mengikutinya, selanjutnya guru meminta salah satu siswa untuk membacakan teks tersebut dengan suara yang lantang dan yang lain mendengarkannya, kemudian guru menjelaskan maksud dari bab tersebut dan meminta santri untuk menghafalkannya dan menyetorkan kembali pada guru. Kemudian guru meminta siswa untuk mencari AoAmil Nawasikh dalam perangkat kitab lainnya kemudian meminta untuk menyebutkan kedudukan pada kalimat tersebut. Dari hasil observasi yang dilakukan Abdul Majid dan Dian Andayani. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana peneliti disana, peneliti melihat siswa sudah mampu untuk menentukan kedudukan dalam sebuah kalimat yang di terapkan langsung menggunakan perantara kitab lain meskipun ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan kedudukan pada sebuah Setelah percakapan antara siswa selesai, guru menutup kegiatan belajar mengajar pada jam 11. 30 WIB dengan mengucapkan doa kafaratul majelis dan salam. Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Mengetahui Kedudukan Kalimat Menggunakan Metode Al-Miftah Lil AoUlum pada Siswa Kelas Vi di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah. Dalam penerapan pembelajaran bahasa Arab dalam menentukan kedudukan kalimat, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang menjadi latar belakang diterapkannya metode tersebut. Adapun kelebihan dalam mengetahui kedudukan kalimat menggunakan metode Al-Miftah Lil AoUlum yaitu: Siswa lancar dalam membaca bahasa Arab gundul. Hal ini dapat dilihat dari aktifitas mereka yang setiap harinya membaca kitab berbahasa Arab. Siswa semakin mahir menerjemahkan kosa kata bahasa Arab. Karena setiap hari siswa diberikan tugas untuk menerjemahkan sehingga siswa aktif membuka kamus dan mudah untuk siswa mendapatkan kosa kata yang baru. Siswa dengan mudah mengetahui kedudukan dalam setiap kalimat. Hal ini dapat dilihat dari setiap pembelajaran di kelas bahwa tujuan utama mempelajari metode Al-Miftah Lil AoUlum yaitu siswa mampu mengetahui kedudukan sebuah kalimat, dimana mereka ditargetkan harus faham tentang isim-isim yang harus dibaca rofaAo, isim-isim yang dibaca nashob dan isim-isim yang dibaca jer dll. Dan itu merupakan salah satu hal yang mempermudah mereka mengetahui kedudukan 31 Hasil observasi lapangan kelas Vi di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah pada hari Rabu 31 Agustus 2022. Jurnal Thulabuna Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Dalam M engetahui . Sedangkan kekurangan dalam mengetahui kedudukan kalimat menggunakan metode Al-Miftah Lil AoUlum yaitu: Siswa lemah dalam berkomunikasi bahasa Arab. Karena dalam pembelajaran yang peneliti amati, siswa hanya aktif dalam membaca, menerjemahkan dan menentukan kedudukan kalimat saja. M ateri yang diajarkan hanyalah materin inti dari nahwu-sharaf, sehingga siswa masih membutuhkan pada kaidah-kaidah tambahan dalam pemantapan membaca kitab. Bagi santri yang sudah dewasa akan merasa diberlakukan seperti anak kecil, karena metode ini dilengkapi dengan lagu anak-anak pada saat menghafal nazhom. Bagi santri yang sudah pernah belajar nahwu-sharaf akan merasa kejenuhan karena setiap materi harus ada pengulangan. Prestasi siswa pada pembelajaran bahasa Arab dengan mengetahui kedudukan kalimat menggunakan metode Al-Miftah Lil AoUlum pada Siswa Kelas Vi di Pondok Pesantren Darul Ihsan Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah. Proses pengajaran bahasa Arab dengan metode Al-Miftah Lil AoUlum pada Siswa Kelas Vi di Pondok Pesantren Darul Ihsan Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah secara penilaian peneliti lebih berfokus dalam meninkatkan kemampuan untuk mengetahui kedudukan kalimat maupun prestasi siswa dalam pembelajaran. Dilihat dari prestasi siswa, selama mampelajari metode Al-Miftah Lil AoUlum dalam menentukan kedudukan kalimat, terjadi peningkatan prestasi yang lebih mendominasi sebagian besar siswa. Terutama dalam membaca kitab dengan benar dan tepat. Hal ini bisa dilihat pada nilai rata-rata dari hasil ujian siswa kelas Vi Pondok Pesantren Darul Ihsan Ihsan Sukoharjo semester genap pada pembelajaran bahasa Arab: Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana Tabel 1. Nilai Hasil Belajar Siswa Metode Al-Miftah Lil AoUlum Nilai Tulis Nilai Lisan Jumlah Nilai Nilai RataRata M uh Utsman SyafiAoi M uh Khattab A 94,75 91,75 93,25 Fajri Bari 93,25 91,75 Kholid M uzhaffar 89,25 180,25 90,125 Ismail Abdurrahim 89,75 179,75 89,875 M ujahid Hasan M alik Umar Abdurrahim 93,25 91,25 92,25 No Nama Abdul Abdul Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan tentang AuEfektifitas Pembelajaran Bahasa Arab dalam M engetahui Kedudukan Kalimat M enggunakan M etode Al-Miftah Lil AoUlum pada Siswa Kelas Vi Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah Tahun Ajaran 2021-2022Ay maka pada bab yang terakhir ini akan dikemukakan kesimpulan yang dapat diambil untuk menjadi akhir dari jurnal ini. Jurnal Thulabuna Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Dalam M engetahui . Penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ihsan Sukoharjo ini memiliki sampel dengan jumlah 11 siswa. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode study kasus . ase stud. Adapun hasil analisis data pada penulisan ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Penerapan metode Al-Miftah Lil AoUlum secara formal dalam proses belajar mengajar mengetahui kedudukan kalimat pada siswa kelas Vi Pondok Pesantren Darul Ihsan Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah di mulai dengan kegiatan awal berupa pemahaman teori dasar metode Al-Miftah Lil AoUlum beserta menghafalkan kaidah dan nazhom, menerapkan teori dengan membaca kitab klasik, menerjemahkan kalimat dan kegiatan inti berupa menentukan kedudukan kalimat dan juga evaluasi guru setelah tugas siswa selesai kemudian sesi tanya jawab secara bergantian terkait materi yang belum dipahami. Proses pengajaran bahasa Arab dengan metode Al-Miftah Lil AoUlum pada Siswa Kelas Vi di Pondok Pesantren Darul Ihsan Ihsan Sukoharjo Jawa Tengah secara penilaian peneliti lebih berfokus dalam meninkatkan kemampuan untuk mengetahui kedudukan kalimat maupun prestasi siswa dalam pembelajaran. Prestasi siswa selama mampelajari metode Al-Miftah Lil AoUlum dalam menentukan kedudukan kalimat lebih mendominasi sebagian besar siswa yaitu dilihat banyaknya siswa yang kemampuannya meningkat dalam praktek ketika mereka membaca kitab dengan benar dan tepat. Vol. 3 No. 02 September 2021 RaAois Abi M aulana DAFTAR PUSTAKA