INVENTARIS SIMPLISIA NABATI YANG DIPERDAGANGKAN DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN BALIKPAPAN UTARA Wahyu Suryadi Ningrat1. Yunilah Sukmadryani2 Program Studi Di Farmasi Politeknik Nusantara Balikpapan Email: awahyusuryadiningrat@poltara. Abstrak Penggunaan bahan alam semakin meningkat seiring dengan tren Back to nature. Hal ini berdampak pada peningkatan permintaan bahan baku obat tradisional dalam bentuk simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk inventarisasi simplisia yang diperdagangkan di pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dan wawancara dengan teknik pengambilan sampel metode non probability sampling jenis purposive sampling. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 23 spesies tumbuhan obat dari 12 famili yang diperdagangkan oleh 14 pedagang tradisional di Pasar Butun dan Pasar Rapak Kecamatan Balikpapan Utara. Spesies terbanyak ditemukan pada famili Zingiberaceae dan Apiaceae masing-masing 9 dan 3 spesies, disusul oleh famili Rutaceae . Kata kunci: Bahan alam, inventaris, simplisia Abstract The use of natural material is increasing in line with the back to nature trend. This has an impact on increasing the demand for traditional medicine raw materials in the from of The research aims to inventory simplicia thas is traded in the traditional market. This study uses direct observation and interview methods with sampling techniques with nonprobability sampling methods with purposive sampling. The results of the study succeeded in identifying 23 species of medicinal plants from 12 families thah were traded by 14 traditional traders in Butun market and Rapak market. North Balikpapan District. The most species are found in the Zingiberaceae and Apiaceae families with 9 and 3 species respectively, followed by the Rutaceae family . Keyword: Inventory, natural material, simplicia Pendahuluan Kalimantan merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang didominasi oleh ekosistem hutan hujan tropis. Tercatat sebanyak 10. 000 jenis tumbuhan berbunga, lebih 000 jenis pohon, lebih dari 2. 000 jenis pakis. Keanekaragaman hayati tersebut menjadi kekuatan dan peluang yang menjadi kekhasan Indonesia di mata dunia, tetapi hal ini juga mempertahankan serta memanfaatkannya utamanya dalam pengobatan. Saat ini, penggunaan bahan alam semakin meningkat seiring dengan tren "back to Hal tersebut karena beberapa alasan utama seperti, efek samping yang lebih rendah, akses yang lebih mudah, khasiat yang terbukti, harga terjangkau dibandingkan obat sintetik, dan kepercayaan terhadap keamanan dan praktisitas pengobatan. Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang memiliki khasiat obat yang diyakini oleh masyarakat bermanfaat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Secara umum tumbuhan obat dikelompokkan menjadi tiga: . tumbuhan obat tradisional, . tumbuhan obat modern, . tumbuhan obat potensial. Tumbuhan obat tradisional adalah spesies tumbuhan yang diketahui atau dipercaya masyarakat memiliki khasiat menyembuhkan yang oleh masyarakat setempat telah digunakan secara turun temurun. Tumbuhan obat modern adalah spesies tumbuhan obat yang telah dibuktikan secara ilmiah mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat Tumbuhan tumbuhan obat yang mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat obat. Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang pemanfaatannya dapat menggunakan bagian daun, batang, dan akarnya sebagai obat. Beberapa tanaman obat ini digunakan dalam pengobatan tradisional atau alternatif di masyarakat lokal. Cara penggunaan atau pengolahan tumbuhan obat pun memiliki ciri khas pada masing-masing orang, sesuai pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki serta diwariskan secara turun temurun. Penggunaan tumbuhan obat sangat potensial untuk pengobatan keluarga. Penyakit yang diobati pun cukup beragam dan bervariasi mulai penyakit sakit perut, luka ringan, luka bakar, alergi, menghilangkan jerawat, malaria, bahkan menurungkan tekanan darah tinggi . Keberhasilan pemanfaatan tumbuhan obat sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan alam yang mudah diperoleh. Inventarisasi pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai sumber daya alam untuk perencanaan pengelolaan sumber daya dan dapat digunakan sebagai database untuk mengungkap potensi dan informasi sebagai acuan pengenalan jenis tumbuhan di daerah penelitian . Penelitian dengan judul inventarisasi tumbuhan obat tradisional sebagai kearifan lokal berhasil mendata jenis tumbuhan obat dan bagian yang dimanfaatkan serta khasiat tumbuhan oleh masarakat kawasan wisata air terjun Kabupaten Bima. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum diperdagangkan di pasar tradisional yang ada di Kecamatan Balikpapan Utara sehingga meningkatkan potensi tumbuhan obat dimasyarakat untuk dikembangkan dalam pengobatan modern dan pengembangan penelitian dibidang bahan alam. Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2024 diseluruh pasar tradisional yang ada di Kecamatan Balikpapan Utara. Provinsi Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat survei/ Teknik Pengumpulan Data Penelitian dilaksanakan dengan dua tahap. Tahap pertama dilakukan dengan melakukan sensus terhadap keberadaan pedagang simplisia nabati sehingga didapatkan jumlah seluruh pedagang yang ada disetiap pasar. Tahap kedua dilakukan dengan survei langsung dan wawancara kepada pedagang mengenai simplisia yang diperdagangkan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan non probability sampling dengan jenis purposive sampling yaitu responden dipilih berdasarkan kriteria eksklusi dan inklusi. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah pedagang yang menjual simplisia bahan alam di pasar tradisional yang ada di kecamatan Balikpapan Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah pedagang yang memenuhi kriteria Adapun kriteria inklusi adalah pedagang tetap dan menjual lebih dari 5 jenis Adapun kriteria eksklusi penelitian ini adalah pedagang yang menjual simplisia kurang dari 5 jenis. Analisis Data Data yang diperoleh berupa jumlah dan persentase simplisia nabati yang diperdagakan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis secara naratif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dan Pembahasan Keberadaan penjual simplisia di pasar Pasar tradisional yang ada di Kecamatan Balikpapan Utara seluruhnya terdapat dua Pedagang yang menjual simplisia nabati ditemukan sebanyak empatbelas pedagang masing-masing Pasar Butun . ima pedagan. Pasar Plaza Rapak . embilan pedagan. Jenis simplisia nabati yang ditemukan pada empatbelas pedagang didominasi oleh simplisia kering sebanyak 19 jenis. Simplisia dalam bentuk basah sebanyak 4 jenis. Simplisia nabati yang dijual didominasi oleh simplisia kering. Hal tersebut karena simplisia dalam bentuk kering lebih awet dibandingkan dalam bentuk basah. Simplisia adalah bahan alam yang telah dikeringkan yang digunakan untuk pengobatan dan belum mengalami pengolahan kecuali dinyatakan Tujuan pengeringan dalam proses pembuatan simplisia ialah untuk menghindari pertumbuhan mikroba serta memperpanjang umur simpan. Selain pengeringan, simplisia juga mengalami perubahan bentuk dengan cara pengirisan atau penyerutan dengan tujuan untuk memperbaiki penampilan fisik menjadi ukuran yang seragam sehingga memenuhi standar kualitas serta kepraktisan dalam Jenis simplisia nabati Jenis simplisia nabati yang teridentifikasi sebanyak 23 spesies yang berasal dari 12 Beberapa jenis simplisia nabati yang ditemukan ada yang berasal dari famili yang sama (Tabel . Tabel 1. Jenis Simplisia Nabati berdasarkan famili yang diperdagankan di Pasar Tradisional Famili Zingiberaceae Apiaceae Rutaceae Piperaceae Euphorbiaceae Poaceae Styracaceae Achariaceae Menispermaceae Caesalpiniaceae Lauraceae Fabaceae Spesies Zingiber Zingiber Zingiber officinale Rosc. Zingiber Elettaria Curcuma longa. Kaempferia galanga. Zingiber Curcuma Foeniculum Coriandrum Cuminucum Citrus Citrus hystrix Piper nigrum Aleurites Cymbopogan Boswellia serrata Roxb. Ex Colebr Pangium edule Tinospora Caesalpina sappan L. Cinnamomum Clitoria ternatea Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 jenis simplisia yang dikelompokkan kedalam 12 famili dengan jumlah spesies terbanyak pada famili Zingiberaceae . Apiaceae . dan Rutaceae . Sebanyak 9 famili hanya terdiri atas 1 spesies saja masing-masing dari famili Piperaceae. Euphorbiaceae. Poaceae. Styracaceae. Acharaceae. Menispermaceae. Caesalpiniaceae. Lauraceae, dan Fabaceae. Hal senada juga dilaporkan (Banurea 2. yang menunjukkan terdapat 65 jenis tumbuhan yang dikelompokkan kedalam 35 famili dengan jumlah jenis terbanyak pada famili Zingiberaceae . Solanaceae . dan Fabaceae . Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu daun . %), buah . %) dan rimpang . %) . Tingginya ketersediaan simplisia dari Zingiberaceae membutuhkan lahan dan ruang yang luas untuk Hal membudidayakan famili tersebut sehingga spesies dari famili ini banyak ditemukan Contoh spesies famili zingiberaceae yang ditemukan di pasar tradisional adalah jahe (Zingiber officinal. , panini (Zingiber (Elettaria cardamomu. , kunyit (Curcuma long. , kencur (Kaempferia galang. , lempuyang (Zingiber zerumbe. , temulawak (Curcuma Bagian tumbuhan obat yang digunakan bermacam-macam, mulai dari akar, rimpang, batang, biji. Hal senada juga dilaporkan oleh Otia, 2024 yang menyebutkan bahwa terdapat 19 jenis tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat antara lain: daun, rimpang, biji, akar, batang, buah, dan bunga. Adapun beberapa penyakit yang diobati menggunakan tumbuhan obat, beranekaragam seperti pengobatan demam, sakit gigi, wasir, maag, sakit perut, gatal-gatal, darah tinggi, gula darah, jamur, koreng, diare, rematik, nyeri pinggang, luka bakar, luka iritasi, dan peradangan kulit. Cara peramuan dan penggunaan tumbuhan obat yang umum dilakukan masyarakat yaitu direbus diminum. Selain itu dapat pula digunakan dengan cara ditempel, dioleskan, dibalurkan, dibakar, diteteskan . Kesimpulan Terdapat empatbelas pedagang di dua pasar yang ada di kecamatan Balikpapan utara yang memperdagangkan simplisia. Terdapat 23 spesies, dari 12 famili teridentifikasi yang didominasi oleh famili Zingiberaceae dan Apiaceae masing-masing 9 spesies dan 3 Selanjutnya famili Rutaceae dengan 2 Daftar Pustaka