Analisis Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen Produk Kopi Arabika Bowongso Analysis Impact of Marketing Mix Factors on Consumer Satisfaction with Arabica Coffee Bowongso Product Nasrun Pradipta. Mukson. Kustopo Budiraharjo3 Program Studi Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto No. Tembalang. Semarang 50275. Jawa Tengah Email : diptassubali@gmail. com, kustopo. 65@gmail. com, mukson. fapetundip@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor bauran pemasaran 4P . roduk, harga, tempat, dan promos. terhadap kepuasan konsumen produk kopi arabika Bowongso. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden 100 orang dengan kriteria responden yang pernah membeli serta mengonsumsi produk kopi Bowongso minimal 2 kali. Analisis kepuasan konsumen dianalisis menggunakan metode IPA (Importance-Performance Analysi. , dan CSI (Customer Satisfaction Indek. Analisis faktor kepuasan konsumen dianalisis dengan regresi linier berganda. Berdasarkan analisis IPA ditemukan lima indikator yang perlu dilakukan perbaikan untuk memaksimalkan tingkat kepuasan konsumen kopi Bowongso yaitu variasi harga, kemudahan pembayaran, akses pembelian, ketersediaan delivery order, dan promosi di media sosial dikarenakan indikatorAeindikator tersebut terletak di kuadran I yang menunjukkan tingkat kepentingan yang tinggi namun memiliki tingkat kinerja yang rendah. Berdasarkan analisis CSI secara keseluruhan konsumen merasa sangat puas terhadap produk kopi Bowongso yang ditunjukkan melalui nilai indeks kepuasan konsumen yaitu 83,86%. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa variabel bebas . roduk, harga, tempat, dan promos. berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . epuasan konsume. secara simultan dan parsial. Berdasarkan koefisien determinasi variasi nilai kepuasan dijelaskan oleh variabel produk, harga, tempat, dan promosi sebesar 71% sisanya 29% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Kata kunci: bauran pemasaran. kepuasan konsumen. kopi bowongso ABSTRACT This study aims to analyze the influence of 4Ps marketing mix factors . roduct, price, place, and promotio. on consumer satisfaction with Arabica coffee "Bowongso". The research method employed a case study approach. The sampling technique used accidental sampling with 100 respondents who had purchased and consumed Bowongso coffee products at least twice. Consumer satisfaction analysis utilized the Importance-Performance Analysis (IPA) method. Customer Satisfaction Index (CSI), and multiple linear regression for analyzing consumer satisfaction factors. Based on the IPA analysis, five indicators were identified for improvement the satisfaction level of Bowongso coffee consumers. These indicators include price variation, payment convenience, purchasing access, availability of delivery orders, and social media These indicators are located in quadrant I, indicating high importance but low According CSI analysis, consumers express high satisfaction with Bowongso coffee products, reflected in a customer satisfaction index of 83. The multiple linear regression analysis reveals that the independent variables factors . roduct, price, place, and promotio. significantly influence the dependent variable . onsumer satisfactio. both simultaneously and partially. According to the coefficient of determination, 71% of the variation in satisfaction is explained by the variables product, price, place, and promotion, while the remaining 29% is explained by other variables outside model. Keywords: bowongso coffee. consumer satisfaction. marketing mix. Nasrun Pradipta . Mukson . Kustopo Budiraharjo : Analisis Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen Produk Kopi Arabika PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi yang besar dalam sektor pertanian kopi sebagai penghasil sekaligus pengekspor biji kopi di kancah dunia. Peluang ekspor kopi Indonesia juga semakin tinggi, hal ini dikarenakan kondisi produksi kopi di Brazil mengalami penurunan . e Oliveira Aparecido. Lorenyone. Lorenyone. Torsoni & Lima, 2. Produksi kopi yang tinggi di Indonesia didukung dengan kondisi iklim yang memadai untuk budidaya tanaman kopi yaitu iklim tropis. Ta n a m a n k o p i y a n g b a n y a k dibudidayakan di Indonesia antara lain kopi Arabika dan Robusta. Produksi kopi di Indonesia didominasi oleh jenis kopi Robusta terutama di daerah Lampung namun kopi Arabika lebih banyak diminati konsumen karena rasanya yang khas. Kopi Arabika hanya mampu dibudidayakan di daerah dataran tinggi sehingga produksinya tidak lebih banyak dari kopi Robusta. Oleh karena itu kopi Arabika memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan kopi Robusta. Wonosobo merupakan salah satu daerah yang ikut berperan aktif dalam produksi kopi baik itu produksi kopi Arabika maupun kopi Robusta. Kabupaten yang memiliki potensi tertinggi dalam produksi kopi salah satunya adalah Wonosobo (Zikra. Dhardiri. Yulianti, 2. Wonosobo juga memiliki kondisi geografis berupa dataran tinggi yang membuatnya menjadi relatif cocok untuk budidaya tanaman kopi Arabika. Bowongso merupakan salah satu desa di Kecamatan Kalikajar. Kabupaten Wonosobo dengan ketinggian 1200-1450 mdpl dan berada di lereng gunung Sumbing sehingga cocok untuk ditanami kopi Arabika. Kopi Bowongso yang merupakan kopi Arabika ditanam di desa Bowongso dan dikelola dengan baik oleh kelompok tani AuBina SejahteraAy. Kopi yang dihasilkan kelompok tani Bina Sejahtera 80% dipasarkan kepada konsumsen rumah tangga dan sisanya dipasarkan pada kedai kopi maupun toko oleh-oleh. Penyerapan kopi yang tinggi dipengaruhi oleh tingkat konsumsi kopi yang mulai meningkat baik itu home brewer . enyeduh kopi di ruma. ataupun dari kedai kopi. Kopi Bowongso dalam menjalankan usahanya berada dibawah naungan kelompok tani Bina Sejahtera yang beranggotakan 20 orang. Produksi kopi dari kelompok tani ini pada tahun 2021 mencapai 4589 kg yang berasal dari anggota kelompok tani dan 10 orang diluar anggota kelompok tani. Kegiatan promosi selain dilakukan melaui mulut ke mulut, kelompok tani ini juga bekerja sama dengan basecamp pendakian gunung Sumbing Djoegil Awar-awar dengan mencantumkan lokasi kedai Kopi Bowongso pada peta jalur pendakian sehingga pendaki mengetahui mengenai adanya kopi Bowongso selain itu kopi Bowongso secara rutin mengikuti event pameran kopi untuk meningkatkan kualitas dan eksistensi kopi Bowongso. Lahan yang digunakan dalam penanaman kopi Bowongso merupakan lahan pribadi milik masing-masing petani dengan menggunakan sistem tumpang sari. Awalnya kopi ditanam dengan tujuan konservasi yaitu pengikat tanah agar tidak mudah terkena erosi dikarenakan curah hujan yang tinggi dan berupa lereng. Seiring berjalannya waktu dan dengan kepedulian dari kelompok tani Bina Sejahtera kemudian kopi Bowongso berkembang menjadi kopi spesialti yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat bersaing dengan kopi dari daerah lainnya. Karakteristik konsumen merupakan salah satu faktor psikologis yang digunakan untuk memahami perilaku konsumen. Pemahaman mengenai karakteristik konsumen akan mempengaruhi strategi yang diterapkan perusahaan terhadap produknya agar konsumen dapat memutuskan membeli . Vol. No. 2 September 2024 produk yang ditawarkan. Pengambilan keputusan konsumen dipengaruhi oleh berbagai hal mulai dari produsen dan p e m a s a r, l i n g k u n g a n k o n s u m e n , perbedaan individu konsumen serta proses pembentukan psikologis yang terjadi (Mizfar & Sinaga, 2. Kepuasan konsumen merupakan sikap yang ditunjukkan konsumen setelah memperoleh dan menggunakan suatu produk ataupun jasa. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam pemasaran produk yaitu dengan menggunakan bauran pemasatan . arketing mi. Kepuasan merupakan fungsi dari kesan terhadap kualitas produk yang disajikan, harga yang diberikan, tempat yang disediakan serta bentuk promosi yang ditawarkan (Amilia dan Novianti 2. Analisis marketing mix atau bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel tersebut terhadap kepuasan Analisis yang dilakukan dapat digunakan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan performa usaha yang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen kopi Bowongso dan menganalisis pengaruh variabel bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi, dan tempat terhadap kepuasan konsumen kopi lokal Bowongso. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-September 2023 di kedai kopi Bowongso yang merupakan lokasi penjualan kopi dari kelompok tani Bina Sejahtera di Desa Bowongso. Kecamatan Kalikajar. Kabupaten Wonosobo. Lokasi dipilih secara purposive dengan pertimbangan bahwa kopi Bowongso merupakan kopi yang diminati oleh penikmat kopi yang berkunjung ke Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Pengumpulan data didapatkan melalui wawancara berdasarkan kuesioner yang telah disusun secara terstruktur. Sampel diambil secara accidental sampling dengan kriteria responden yaitu konsumen yang pernah membeli serta mengonsumsi produk kopi Bowongso minimal 2 kali dan berusia lebih dari 17 Jumlah sampel yang diambil berjumlah 100 responden yang didapatkan melalui perhitungan dengan rumus Lemshow. ibulatkan menjadi 100 responde. Analisis data menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Customer Satisfaction Index (CSI), dan Regresi Linier Berganda. Sebelum melakukan analisis tersebut, terlebih dahulu dilakukan analisis data berupa uji kelayakan instumen . ji validitas dan reliabilita. , dan uji asumsi klasik . ji normalitas, uji M u l t i k o l i n e a r i t a s , u j i Heteroskedastisita. Analisis tersebut dibantu dengan menggunakan software SPSS 23 dan microsoft excel. Uji validitas merupakan uji ketepatan atau kecermatan dari isi Penentuan layak atau tidaknya suatu item yang digunakan, biasanya digunakan uji signifikansi valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor Uji validitas dapat digunakan dengan menggunakan rumus correlation Bivariate. Kuesioner yang valid memiliki nilai sigalpha . Kuesioner yang valid memiliki nilai sigalpha . (Najoan. Pangemanan & Tangkere, 2. Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi dari kuesioner yang dibuat. Kuesioner yang reliabel ditunjukkan dengan jawaban yang stabil dari waktu ke waktu. Alat ukur instrument dikategorikan reliabel jika menunjukkan nilai Cronbach Alpha di atas 0,6 (Putri Affandi, & Nikmatullah, 2. Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk menilai sampel data atau variabel mengikuti distribusi normal atau Distribusi normal adalah distribusi statistik yang simetris dan membentuk kurva lonceng ketika diplot. Data yang terdistribusi normal dapat digunakan dalam uji asumsi klasik. Uji normalitas dapat diuji dengan menggunakan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov (Sudarsono & Rum, 2. Jika nilai p . lebih besar dari tingkat signifikansi . , maka data dianggap terdistribusi Multikolinearitas merujuk pada adanya korelasi kuat antara dua atau lebih variabel independen dalam model Multikolinearitas dapat menyebabkan masalah interpretasi dan keandalan hasil analisis regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen (Ratela & Taroreh, 2. Multikolinearitas dapat dilihat pada nilai VIF, jika nilai VIF < 10 maka tidak ada gejala multikolinearitas dan jika nilai VIF >10 maka ada gejala Heteroskedastisitas merupakan kondisi variasi dalam data tidak konstan di s e l u r u h r e n t a n g n i l a i p r e d i k t o r. Heteroskedastisitas dapat mempengaruhi akurasi estimasi dan pengujian hipotesis. Uji Breusch-Pagan dapat digunakan sebagai pengujian heteroskedastisitas dalam sebuah data. Suatu variabel dapat dikatakan tidak mengalami gejala heteroskedastisitas apabila nilai signifikannya > dari 0,05 (Mariansyah & Syarif, 2. Analisis IPA dan CSI digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan IPA, dilakukan untuk mengetahui kesesuaian dari tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan masing-masing atribut yang kemudian hasilnya akan dipetakan pada diagram kartesius yang terbagi menjadi empat kuadran (Aulia & Suciati, 2. Kuadran tersebut dijelaskan sebagai Kuadran I: Atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi namun tingkat kinerja rendah . erlu diperbaiki atau ditingkatka. Kuadran II: Atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi. Kuadran i: Atribut yang memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja rendah . apat diabaikan atau dipertimbangkan dengan hati-hat. Kuadran IV: Atribut yang memiliki tingkat kepentingan rendah namun tingkat kinerja tinggi . erlu pemeliharaan atau pengelolaan efisie. Diagram kartesius didapatkan melalui perhitungan nilai skor rata-rata masing masing tingkat kinerja dan kepentingan dengan menggunakan Keterangan : X = nilai skor rata-rata tingkat kinerja Y=nilai skor rata-rata tingkat n = jumlah data responden serta perhitungan tingkat kesesuaian antara kepentingan dan tingkat kinerja dengan menggunakan . Vol. No. 2 September 2024 Keterangan : Tki= Tingkat kesesuaian Xi= Skor penilaian tingkat kinerja atribut Yi= Skor penilaian tingkat kepentingan Penentuan batas sumbu yang memisahkan keempat kuadran dalam diagram didapatkan melalui : Customer Satisfaction Index (CSI) merupakan analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap produk secara Metode CSI memiliki keunggulan dalam kemampuannya untuk memanfaatkan data yang dihasilkan dari Analisis regresi linier digunakan untuk mengukur pengaruh variabel X . aktor-faktor bauran pemasara. terhadap variabel Y . epuasan Analisis regresi linier berganda dapat dirumuskan sebagai Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Keterangan: Y= Kepuasan konsumen . = konstanta = koefisien regresi = produk . IPA sebagai titik awal analisis (Ayuni et , 2. Interpretasi nilai CSI ditunjukkan Tabel 1. Langkah melakukan analisis CSI menurut (Medikana et al. , 2. adalah sebagai berikut: Menghitung Weighting Factor (WF), yaitu mengubah nilai rataan kepentingan menjadi angka persentase dari total rataan tingkat kepentingan seluruh atribut yang diuji, sehingga didapatkan total WF 100%. Menghitung Weighted Score (WS), yaitu nilai perkalian antara nilai rataan tingkat kinerja masing-masing atribut dengan WF masing-masing Menghitung Weighted Total (WT), yaitu menjumlahkan WS dari semua atribut. Menghitung Satisfaction Index, yaitu WT dibagi skala maksimal yang digunakan . enelitian ini menggunakan . , kemudian dikali = harga . = tempat . = promosi . = error Analisis regresi linear berganda melibatkan beberapa langkah dalam analisisnya yang meliputi perhitungan koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Uji keofisien determinasi merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi model regresi mampu menjelaskan variasi dalam variabel dependen Ae (Sitepu dan Nasrun Pradipta . Mukson . Kustopo Budiraharjo : Analisis Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen Produk Kopi Arabika Nainggolan, 2. Hasil dari pengujian ini ditunjukkan melalui persentase. Uji F merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh variabelAevariabel independen secara bersama-sama . terhadap variabel dependen. Keputusan yang dapat diambil melalui uji F yang telah dilakukan yaitu apabila pada taraf sig > 0,05 maka tidak ada pengaruh dan jika sig O 0,05 maka variabel-variabel bebas berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (Alifisyah et al. , 2. Uji t digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel-variabel bebas secara terpisah atau parsial terhadap variabel terikat Keputusan yang dapat diambil melalui uji T yang telah dilakukan yaitu apabila pada taraf sig > 0,05 maka tidak ada pengaruh dan jika sig O 0,05 maka variabel-variabel bebas yang telah ditentukan berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (Mardhiah et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 100 Karakteristik responden yang akan dideskripsikan meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan , sumber informasi, frekuensi minum kopi harian, dan frekuensi pembelian dalam tiga bulan Karakteristik responden ini . Vol. No. 2 September 2024 merupakan gambaran yang mewakili konsumen kopi Bowongso. Rekapitulasi data karakteristik responden kopi Bowongso ditunnjukkan pada Tabel 2. Kepuasan konsumen Kepuasan konsumen merupakan sikap yang dirasakan konsumen setelah merasakan produk yang ditawarkan dengan mempertimbangkan harapan terhadap kinerja produk. Kepuasan konsumen dalam penelitian ini dianalisis menggunakan IPA dan CSI. Berdasarkan hasil analisis IPA diperoleh nilai tingkat kesesuaian total antara X . dan Y . Kopi Bowongso sebesar 84,74%. Hasil ini menunjukkan bahwa masih terdapat perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan kepuasan konsumen. H a s i l a n a l i s i s I PA y a n g ditunjukkan melalui diagram kartesius dalam penelitian ini ditunjukkan pada gambar 1 dengan batas sumbu X 4,1805 dan batas sumbu Y 4,9335. Diagram kartesius ini terbagi menjadi empat Kuadran I perlu diperbaiki atau ditingkatkan, kuadran II perlu dipertahankan, kuadran i dapat diabaikan atau dipertimbangkan dengan hati-hati, dan kuadran IV perlu pengelolaan efisien karena berlebihan. Berdasarkan gambar 1 dapat diketahui bahwa : Kuadran I, kuadran ini dianggap sangat penting oleh konsumen, namun kinerjanya tidak memuaskan, sehingga kopi Bowongso diharuskan untuk meningkatkan kualitas atau melakukan perbaikan kinerja bauran Indikator yang termasuk dalam kuadran I ini adalah indikator . variasi harga /produk, . kemudahan pembayaran, . akses pembelian, . ketersediaan delivery order, dan . promosi media sosial Kuadran II. Kuadran II merupakan kuadran yang diharapkan oleh konsumen dan telah sesuai dengan yang dirasakan oleh konsumen. Indikator pada kuadran ini dianggap sangat penting oleh konsumen dan pelayanannya sangat memuaskan. Sehingga kinerja perusahaan pada indikator ini harus dipertahankan. Indikator yang termasuk dalam kuadran ini yaitu . Rasa yang enak, . Keseimbangan rasa, . Aroma yang khas, . Harga terjangkau, . Harga sebanding kualitas, . Harga lebih murah dari yang lain, . Lokasi bersih, . Lokasi nyaman, . Promosi Nasrun Pradipta . Mukson . Kustopo Budiraharjo : Analisis Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen Produk Kopi Arabika basecamp menarik, . Promosi event menarik, . Promosi mempengaruhi konsumen dalam pembelian, . Promosi informatif. Kuadran i merupakan kuadran dengan prioritas rendah karena memuat atribut-atribut yang dianggap kurang penting oleh konsumen dan pada prakteknya kinerjanya tidak terlalu Indikator yang termasuk dalam kuadran ini yaitu . variasi ukuran gilingan, dan . Lokasi mudah dijangkau dari pusat kota. Kuadran IV mempunyai tingkat kepentingan yang rendah, tetapi memiliki tingkat pelaksanaan kinerja tinggi. Indikator pada kuadran ini dianggap tidak penting oleh konsumen tetapi pelayanannya memuaskan. Indikator yang termasuk dalam kuadran ini yaitu . Pengemasan menarik dan aman. Berdasarkan hasil perhitungan analisis CSI pada Tabel 3. nilai WT (Weighted Tota. 419,32. Diketahui bahwa nilai CSI pada penelitian ini 83,86%. Hal ini menunjukkan bahwa bahwa konsumen Kopi Bowongso termasuk dalam kriteria sangat puas. Hal ini sesuai dengan Interpretasi yang disampaikan bahwa rentang skala 810% menunjukkan konsumen sangat Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Penelitian ini menganalisis faktor bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen dengan menggunakan uji regresi linear berganda yang digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Analisis ini meliputi uji F . ji simulta. , uji t ( uji parsia. , dan uji koefisien determinasi. Vol. No. 2 September 2024 Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan . Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada Tabel 4. diketahui bahwa nilai signifikansi pengujian sebesar 0,00 dimana nilai ini O 0,05 dan menunjukan nilai F hitung 61,659 > dari F tabel dengan nilai 2,47. Sehingga berdasarkan nilai tersebut dapat dikatakan dalam penelitian Uji Parsial (Uji . Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara Keputusan yang dapat diambil melalui uji t yang telah dilakukan yaitu apabila nilai sig > 0,05 maka tidak ada Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : Nilai siginifikansi variabel produk (X. sebesar 0,005 O 0,05 maka variabel produk secara parsial berpengaruh nyata terhadap tingkat kepuasan konsumen kopi Bowongso di Kabupaten Wonosobo. Hal ini sesuai dengan pernyataan Herlambang dan Komara, . ini produk, harga, tempat dan promosi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen produk kopi Bowongso. Hal ini sesuai dengan pernyataan Alifisyah et al. yang menyatakan bahwa keputusan yang dapat diambil melalui uji F yang telah dilakukan yaitu apabila pada taraf sig O 0,05 maka variabelvariabel bebas yang telah ditentukan berpengaruh nyata terhadap variabel pengaruh dan jika sig O 0,05 maka variabel-variabel bebas yang telah ditentukan berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (Mardhiah et , 2. Hasil pengujian analisis dapat dilihat pada Tabel 5. yang menyatakan bahwa variabel kualitas produk kopi di Starbucks berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Setiap kenaikan variabel produk akan menaikkan kepuasan konsumen sebesar 0,307 unit skor. Nilai siginifikansi variabel harga (X. 0,006 O 0,05 artinya variabel harga berpengaruh signifikan terhadap Nasrun Pradipta . Mukson . Kustopo Budiraharjo : Analisis Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen Produk Kopi Arabika tingkat kepusan konsuman produk kopi Hal ini sesuai dengan pernyataan Wiranata dan Suwitho, . yang menyatakan bahwa secara parsial variabel harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Setiap kenaikan variabel harga akan menurunkan kepuasan konsumen sebesar 0,383 unit skor. Nilai signifikansi variabel tempat (X. 0,000 O 0,05 maka dapat disimpulkan variabel tempat berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan konsumen produk kopi Bowongso. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Ramadhan dan Mahargiono, 2. yang menyatakan bahwa variabel lokasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Setiap kenaikan variabel tempat akan menaikkan kepuasan konsumen sebesar 0,245 unit skor. Nilai signifikansi promosi (X. 0,010 O 0,05 artinya variabel promosi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan konsumen kopi Bowongso di Kabupaten Wonosobo. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dalilah dan Prawoto, . yang menyatakan bahwa variabel promosi berperan signifikan dalam meningkatkan kepuasan konsumen Kopi Kenangan. Setiap kenaikan variabel tempat akan menaikkan kepuasan konsumen sebesar 0,373 unit skor. Koefisen Determinasi Koefisen determinasi merupakan alat ukur statistik yang digunakan dalam analisis regresi untuk menilai sejauh mana variabilitas dari variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model regresi. Berdasarkan Hasil Uji Koefisien determinasi yang ditunjukkan pada diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,710 dengan signifikansi 0,000 O 0,05. Artinya variasi nilai kepuasan dijelaskan oleh variabel produk, harga, tempat, dan promosi sebesar 71% sisanya 29% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Semakin tinggi nilai koefisien determinasi semakin baik model regresi tersebut dalam menjelaskan variasi data AeAe(Junaidi dan Hidayat, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai AuAnalisis Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen Produk Kopi Arabika Bowongso di Kabupaten WonosoboAy dapat disimpulkan sebagai berikut: H a s i l a n a l i s i s m e n g g u n a k a n Importance Performance Analysis ( I PA ) m e n u n j u k k a n t i n g k a t kepentingan konsumen dan tingkat kinerja bauran pemasaran kopi Bowongso terdapat lima indikator yang berada di kuadran A yang mengindikasikan tingkat kepentingan yang tinggi namun memiliki tingkat kinerja yang rendah. Indikator tersebut yaitu variasi harga, kemudahan pembayaran, akses pembelian, ketersediaan delivery order, dan promosi di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kelima indikator tersebut menjadi prioritas dalam perbaikan untuk meningkatkan kepuasan konsumen kopi Bowongso. Hasil analisis tingkat kepuasan konsumen menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa konsumen merasa sangat puas terhadap keseluruhan indikator yang ditunjukkan melalui nilai indeks kepuasan konsumen sebesar . Vol. No. 2 September 2024 83,86%. Berdasarkan analisis uji regresi liniear berganda menunjukkan bahwa secara serempak produk, harga, tempat dan promosi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen produk kopi Bowongso di Kabupaten Wonosobo. Secara parsial produk, harga, tempat dan promosi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen produk kopi Bowongso di Kabupaten Wonosobo. SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikan Kedai kopi Bowongso disarankan untuk menambah variasi harga dengan menambah variasi produk salah satunya dengan mencoba melakukan experimental pemrosesan greenbean. Kedai kopi Bowongso disarankan menambahkan metode pembayaran melalui Qris untuk mempermudah dalam transaksi. Kedai kopi Bowongso disarankan untuk lebih menjelaskan adanya konsep satu pintu dan ketersediaan delivery order untuk memberikan pengertian pada konsumen dan mempermudah mereka untuk mengakses kopi Bowongso. Membuat media sosial pribadi yang memfokuskan untuk memberikan informasi terkait kopi Bowongso. DAFTAR PUSTAKA