Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Online version available in : http://ejournal. Dampak Pola Konsumsi Ibu Hamil Terhadap Panjang Dan Berat Badan Bayi Baru Lahir The Impact Of Consumption Patterns Of Pregnant Women On The Length And Weight Of Newborns Nora Usrina1*. Hilma Yasni2. Rasima3. Hidayana4. Orisinal5. Yenni Sasmita6 1,2,3,4,5,6Poltekkes Kemenkes Aceh. Aceh. Indonesia *Email: Norausrina87@gmail. Received date : 02-09-2025 Revised date : 10-09-2025 Accepted date : 28-09-2025 Abstrak: Berat badan lahir rendah (BBLR) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang. Sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahir rendah. Di Indonesia, angka BBLR mencapai 6,2%. Lebih lanjut, proporsi panjang badan lahir <48 cm mencapai 22,7%. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis dampak pola konsumsi ibu hamil trimester i dengan panjang dan berat badan bayi baru lahir. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan study cohort. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester i yang berjumlah 31 orang. Data analisis dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regress. Hasil penelitian menunjukkan berat dan panjang badan bayi baru lahir berhubungan secara signifikan dengan asupan zat energi dan zat besi. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi, karbohidrat, protein, kalsium, zat besi dan asupan zink berpengaruh terhadap berat badan bayi saat lahir . <0. dan panjang badan bayi saat lahir . <0,. Pada analisis multivariat, asupan zat besi dan lemak merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap berat badan bayi baru lahir. Asupan zink dan karbohidrat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap panjang badan bayi baru lahir. Kesimpulan yaitu asupan makanan baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro selama hamil mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga berpengaruh terhadap berat badan dan panjang badan bayi saat lahir. Perlu adanya penyuluhan dan penambahan suplementasi untuk pemenuhan gizi ibu selama hamil. Kata Kunci: Ibu Hamil. BBLR. Zat Energi. Zat Besi. Trimester 3 Abstract: Low birth weight (BBLR) is still a health problem in many developing countries. About 20 million babies are born with low birth weight. In Indonesia, the BBLR figure reached 6. Furthermore, the proportion of birth length <48 cm reached 22. The purpose of the study was to analyze the impact of consumption patterns of i trimester pregnant women with the length and weight of newborns. The design of this study was observational analytic with a cohort study design. This research was conducted in the working area of the Darul Imarah Health Center. Aceh Besar Regency. The sample in this study was 31 third trimester pregnant women. Data analysis with univariate, bivariate and multivariate analysis using regression test. The results showed that the weight and length of newborns were significantly associated with energy and iron intake. The results showed that the intake of energy, carbohydrates, protein, calcium, iron and zinc intake affected the baby's weight at birth . <0. and the baby's body length at birth . <0. the multivariate analysis, iron and fat intake were the most influential factors on newborn weight. Zinc and carbohydrate intake are the most influential factors on the length of the newborn. The conclusion is that food intake, both macronutrients and micronutrients during pregnancy, affects the growth and development of the fetus so that it affects the baby's weight and length at birth. There needs to be counseling and additional supplementation to fulfill maternal nutrition during pregnancy. Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Page | 98 Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Keywords: Pregnant Women. BBLR. Energy. Iron, 3rd Trimester PENDAHULUAN Berat badan lahir rendah sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di kebanyakan Negara yang merupakan salah satu penyebab kematian bayi. Menurut WHO, sekitar 20 juta bayi dilahirkan dengan berat lahir rendah dan 19 juta diantaranya lahir di beberapa negara berkembang dengan angka insiden antara 11 persen sampai 31%. Keadaan ini diperburuk oleh kekurangan nutrisi semasa hamil yang berdampak fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir1. Makanan ibu hamil yang tidak mencukupi akan mengakibatkan janin tidak mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, di Indonesia proporsi berat badan lahir2. Bayi dengan berat badan lahir rendah umumnya mengalami proses hidup jangka panjang yang kurang baik. Apabila tidak meninggal pada awal kelahiran, bayi BBLR memiliki risiko tumbuh dan berkembang lebih lambat dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal. BBLR tidak hanya berdampak pada morbiditas dan mortalitas bayi, tetapi juga menjadi salah satu faktor risiko hipertensi pada masa dewasa3-5. Status mempengaruhi keadaan kesehatan dan perkembangan janin. Gangguan pertumbuhan dalam kandungan dapat menyebabkan berat badan bayi lahir rendah. Asupan karbohidrat berhubungan secara negatif dengan panjang badan bayi baru lahir, sedangkan asupan lemak berhubungan secara positif dengan panjang badan bayi baru lahir. Ibu vegetarian berpengaruh terhadap berat badan lahir Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh dibandingkan dengan ibu nonvegetarian4. Saat ini, diperkirakan sekitar 15-20% bayi yang lahir di seluruh dunia mengalami berat badan lahir rendah6. Data Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Indonesia menduduki urutan ketiga dengan persentage BBLR tertinggi di dunia . ,1%), setelah India . ,6%) dan Afrika Selatan . ,2%)7. Data Riskesdas tahun 2018 di Indonesia proporsi berat badan lahir <2500gram (BBLR) sebesar 6,2% dan proporsi panjang badan lahir <48 cm sebesar 22,7%. BBLR berkaitan dengan banyak faktor. Faktor kekurangan gizi selama ibu hamil diduga menjadi salah satu faktor penting yang menyebabkan bayi baru lahir dengan berat badan rendah dan panjang badan pendekbu selama5 termasuk di Provinsi Aceh. Status gizi ibu hamil, terutama dalam trimester i sangat mempengaruhi keadaan kesehatan dan perkembangan janin. Gangguan pertumbuhan dalam kandungan dapat menyebabkan berat badan bayi lahir rendah10. Selama trimester i energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan Di sisi lain, banyak ibu hamil kekurangan konsumsi energi protein dan mineral terutama Zat Besi dan Kalsium 11. Penelitian di Jepang menyimpulkan asupan energi total ibu berhubungan positif dengan berat lahir keturunannya12. Namun, penelitian serupa dilakukan di beberapa kelompok etnis Asia, hasilnya menunjukkan sebaliknya berhubungan langsung dengan berat badan bayi lahir, hanya berhubungan dengan panjang bayi lahir 13. Page | 99 Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Kecamatan Darul Imarah terdapat bayi dengan berat badan lahir rendah sebanyak 21 orang pada tahun 2018 dan 28 orang pada Penulis berasumsi bahwa salah satu penyebab tinggi kejadian BBLR yaitu pola konsumsi ibu hamil selama trimester i yang kurang gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis study kohort pola konsumsi ibu hamil trimester i terhadap panjang badan dan berat badan bayi baru lahir di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kohort, yaitu studi observasional. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester i dan berdomisili tetap di kecamatan Darul Imarah berjumlah yaitu 31 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Kriteria inklusi lainnya dalam penelitian ini meliputi ibu yang bersedia menjadi responden dengan menandatangani formulir informed consent, berdomisili di wilayah Kecamatan Darul Imarah, usia kehamilan >28 minggu dengan kondisi sehat dan dapat berkomunikasi dengan baik pada saat pengambilan data berlangsung, dan belum Adapun kriteria eksklusinya meliputi: responden sudah melahirkan pada saat akhir penelitian. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Variabel dependent pada penelitian ini yaitu berat badan lahir dan panjang badan Sedangkan variabel independent mencakup pola konsumsi yang terdiri dari P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan zink. Pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu melakukan seleksi sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengunjungi rumah responden satu persatu, menjelaskan tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan berupa usia, pendidikan, pekerjaan, pendidikan dan pekerjaan suami, pendapatan keluarga, tinggi badan ibu. IMT sebelum hamil, paritas, kunjungan ANC, status anemia, jumlah konsumsi tablet tambah darah, status KEK, riwayat BBLR, riwayat abortus, perokok pasif, pertambahan berat badan selama hamil, jenis kelamin anak dan usia kehamilan saat melahirkan. Selain mengumpulkan data karakteristik ibu hamil, dilakukan pengumpulan data pola konsumsi ibu hamil pada saat trimester I dan II untuk menggambarkan jenis makanan yang dikonsumsi ibu selama hamil sama dengan pola konsumsi ibu pada saat trimester i. Melakukan pengumpulan data dengan metode angket atau wawancara menggunakan instrumen Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) pada ibu hamil trimester i yang dilakukan selama 3 bulan sampai ibu melahirkan. Pengumpulan data Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) diukur seminggu Pengolahan asupan zat gizi makanan diolah menggunakan aplikasi nutrisi survey. Penggunaan aplikasi ini dengan cara memasukkan jenis bahan makanan beserta jumlah berat makanan yang dikonsumsi, sehingga dihasilkan zat-zat asupan makanan per minggu. Peneliti menjumlah total asupan makanan dan dibagi dengan total hari selama penelitian untuk mendapatkan rata-rata asupan zat gizi makan per hari. Kemudian melakukan pengukuran berat badan dan Page | 100 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Online version available in : http://ejournal. panjang badan bayi ketika lahir dengan dibantu oleh 5 orang enumerator yang sebelumnya diberikan briefing tentang cara pengumpulan data. Pengolah data dilakukan dengan menggunakan program STATA versi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rara berat badan bayi saat lahir yaitu 3089 gram dengan interval 1800-3900 gram. Untuk rata-rata panjang badan bayi saat lahir sekitar 50 cm dengan interval 44-54 cm. Tabel 1. Distribusi Berat Badan dan Panjang Badan Bayi Saat Lahir Variabel Range Berat Badan . 1800 Ae 3900 Panjang Lahir . 44 Ae 54 Tabel 2. menunjukkan bahwa faktor sosial yang berpengaruh secara signifikan terhadap berat badan bayi saat lahir yaitu pendidikan menengah . -value 0,. dan pendapatan . -value 0,. Untuk faktor maternal yang berpengaruh secara signifikan terhadap berat badan bayi saat lahir yaitu usia kehamilan saat melahirkan . -value 0,. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan lindsey dkk14 yang menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh terhadap berat badan bayi lahir. Ibu yang tidak berpendidikan formal akan mempengaruhi pola makan ibu sehingga berdampak pada berat badan bayi yang dilahirkan15. Usia kehamilan yang belum cukup bulan juga berisiko 8,33 lebih besar mengalami BBLR dibandingkan dengan usia kehamilan cukup Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan dengan panjang badan bayi saat lahir yaitu jumlah konsumsi tablet tambah darah (TTD). Konsumsi TTD dapat mencukupi asupan Fe yang kurang pada ibu hamil, dimana asupan Fe berhubugan dengan panjang badan bayi saat lahir17. Tabel 2. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dan Maternal Terhadap Berat Badan dan Panjang Badan Bayi Baru Lahir Karakteristik f atau Variabel Berat Badan Lahir % atau Range Koef 95% CI Panjang Badan Lahir p value Koef 95% CI p value Faktor Sosial Ekonomi Pendidikan Ibu Tinggi Menengah Dasar Pekerjaan Ibu Bekerja Tidak Bekerja Pendidikan Suami Tinggi Menengah Dasar -491,6 -877,94 Ae 105,38 -975,0 Ae 25,0 0,014 0,063 -1,33 -0,97 -3,21 Ae 0,54 -3,16 Ae 1,21 0,157 0,369 12,90 87,10 -70,37 -630,6 Ae 0,799 0,11 -2,40 Ae 2,62 0,929 19,35 58,06 22,58 9,78 -502,9 Ae -569,7 Ae 1,000 0,935 0,05 1,02 -2,16 Ae 2,27 -1,59 Ae 3,69 0,959 0,429 38,71 38,71 22,58 Pekerjaan Page | 101 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Suami Bekerja Tidak Bekerja Pendapatan Keluarga OuUMP 35 Tahun Tinggi Badan Ibu . IMT sebelum Normal Kurus Gemuk Paritas Nullipara Primipara Multipara Kelengkapan Kunjungan ANC Lengkap Tidak Lengkap Anemia Normal Anemia Jumlah Konsumsi TTD Ou90 butir <90 butir Status KEK Tidak Riwayat BBLR 21 Ae 39 74,19 25,81 30,54 22,01 -9,43 Ae 53,44 0,163 0,01 -149,5 Ae -29,6 Ae 44,3 0,200 0,71 0,686 0,002 -572,7 Ae -451,6 Ae -32,13 Ae 0,661 0,992 -0,5 -0,94 0,104 0,06 0,409 0,223 0,18 153,64 145 Ae 166 7,37 45,16 25,81 29,03 -101,7 2,38 1,35 0Ae3 25,81 25,81 48,39 61,29 38,71 12,09 10,4 Ae 17,2 74,19 25,81 40 Ae 100 51,61 48,39 74,51 20,5 Ae 38 83,87 16,13 147,09 276,66 -306,6 Ae -177,8 Ae -0,12 Ae 0,16 0,805 0,451 -1,1 Ae 2,6 -0,16 Ae 0,16 -2,58 Ae 1,58 -2,95 Ae 1,06 -0,77 Ae -1,35 Ae 3,35 -1,87 Ae 2,24 0,976 0,627 0,244 0,881 0,392 0,857 124,34 -507,4 Ae 258,78 0,512 -0,42 -2,15 Ae 1,29 0,614 24,87 -106,6 Ae 0,702 -0,2 -0,78 Ae 0,38 0,485 0,744 1,21 -69,02 -1,36 -497,9 Ae -10,61 Ae 7,88 0,765 -0,04 -261,5 Ae 0,544 2,008 -15,6 -62,3 Ae 31,13 0,500 -0,11 129,61 -638,4 Ae 0,606 0,193 -0,65 Ae 3,08 -0,07 Ae 0,001 0,042 0,011 0,50 Ae 3,51 -0,32 Ae 0,09 0,269 0,595 -1,6 Ae Page | 102 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Tidak Ada Ada Riwayat Abortus Tidak Ada Ada Suami Merokok di Rumah Tidak Pertambahan Berat Badan Selama Hamil Usia Kehamilan Saat Melahirkan Normal Prematur Jenis Kelamin BBL Laki-Laki Perempuan P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Online version available in : http://ejournal. Omitted Omitted Omitted Omitted 121,55 -88,5 Ae 642,4 0,747 -2,77 -6,04 Ae 0,48 0,093 -318,5 Ae 16 Ae 156,77 0,644 -0,91 0,311 0,205 0,17 -2,74 Ae 0,90 -0,26 0,61 44,56 Ae 299,17 0,010 0,54 -0,06 Ae 1,15 0,076 0,170 -1,15 93,55 6,45 70,97 29,03 94,19 4,87 1,5 Ae 9 60,80 35 Ae 40 171,86 80,65 19,35 -316,6 -777,1 Ae 48,39 51,62 Hasil penelitian menunjukkan setiap peningkatan 1 kkal asupan energi yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,829 gram berat badan bayi saat lahir (CI 95%: 0,3 Ae 1,3. P-value 0,. Peningkatan 1 gram asupan karbohidrat yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 4,7 gram berat badan bayi saat lahir (CI 95%: 2,1 Ae 7,2. Pvalue 0,. Peningkatan 1 gram asupan protein yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 11,69 gram berat badan bayi saat lahir (CI 95%: 2,4 Ae 20,93. P-value 0,. Peningkatan 1 gram asupan lemak yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 10,4 gram berat badan bayi saat lahir. Namun secara statistik, asupan lemak tidak berpengaruh terhadap berat badan bayi saat lahir (CI 95%: -2,80 Ae 23,76. P-value 0,. Peningkatan 1 RE asupan -107,6 Ae 0,422 0,268 -3,24 Ae 0,93 0,161 1,35 -0,25 Ae 0,096 vitamin A yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,06 gram berat badan bayi saat lahir. Secara statistik, asupan vitamin A juga menunjukkan tidak berpengaruh terhadap berat badan bayi saat lahir (CI 95%: -0,04 Ae 0,17. P-value 0,. Peningkatan 1 mg asupan kalsium yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 1,04 gram berat badan bayi saat lahir (CI 95%: 0,34 Ae 1,74. P-value 0,. Peningkatan 1 mg asupan zat besi yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 100,2 gram berat badan bayi saat lahir (CI 95%. 65,6 Ae 134,8. P-value 0,. Peningkatan 1 mg asupan zink yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 145,3 gram berat badan bayi saat lahir (CI 95%: 49,02 Ae 241,7. P-value 0,. (Lihat Tabel . Tabel 3. Hubungan Pola Konsumsi Makanan Ibu Hamil Trimester i Terhadap Berat Badan Lahir Page | 103 Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Karakteristik Asupan Energi . Cukup Kurang Lebih f atau mean Asupan Karbohidrat Cukup Kurang Lebih Asupan Protein . Cukup Kurang Lebih Asupan Lemak . Cukup Kurang Lebih Asupan Vitamin A (RE) Cukup Kurang Lebih Asupan Kalsium . Cukup Kurang Lebih Asupan Zat Besi . Cukup Kurang Lebih Asupan Zink . Cukup Kurang Lebih Koefisien 0,829 95% CI 0,3 Ae 1,3 P value 0,003 -672,4 Ae 82,4 -258,6 Ae 1738,6 0,121 0,140 380,01 % atau Range 1751,5 Ae 64,52 32,26 3,23 250,7 Ae 511,5 64,52 25,81 9,68 2,1 Ae 7,2 0,001 -531,2 -911,4 Ae -151,0 -129,0 Ae 829,3 0,008 0,340 93,21 54,65 2906,61 669,89 14,57 10,02 64,7 Ae 135,8 51,61 29,03 19,35 31 Ae 80,9 32,26 58,06 9,68 652,5 - 6641 3,23 3,23 93,55 352,8 Ae 1384,8 9,68 90,32 7,8 Ae 25,2 3,23 96,77 7,2 Ae 13,9 29,03 70,97 11,69 2,4 Ae 20,93 0,015 -311,1 -728,8 Ae 106,6 -329,9 Ae 629,9 -2,80 Ae 23,76 0,138 0,257 0,117 -108,3 0,06 -526,5 Ae 309,8 -681,3 Ae 714,6 -0,04 Ae 0,17 0,600 0,961 0,256 1,04 -1622,2 Ae 822,2 84,7 Ae 1842,8 0,34 Ae 1,74 0,508 0,033 0,005 -566,0 -1164,6 Ae 32,4 0,063 65,6 Ae 134,8 0,000 -838,3 -1853,8 Ae 177,1 0,102 49,02 Ae 241,7 0,004 -235,1 -639,6 Ae 169,4 0,244 Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan 1 kkal asupan energi yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,003 cm panjang badan bayi saat lahir . %: 0,001 Ae 0,005. P-value 0,. Setiap peningkatan 1 gram asupan karbohidrat yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,017 cm panjang badan bayi saat lahir (CI 95%: 0,004 Ae 0,02. P-value 0,. Setiap peningkatan 1 gram asupan protein yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,053 cm panjang badan bayi saat lahir (CI 95%: 0,012 Ae 0,09. P-value 0,. Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Selain itu, peningkatan 1 gram asupan lemak yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,04 cm panjang badan bayi saat lahir. Namun secara statistik, asupan lemak tidak berpengaruh terhadap panjang badan bayi saat lahir (CI 95%: -0,01 Ae 0,10. P-value 0,. Setiap peningkatan 1 RE asupan vitamin A yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,0002 cm panjang badan bayi saat lahir. Secara statistik, asupan vitamin A tidak berpengaruh terhadap panjang badan bayi saat lahir (CI 95%: 0,0002 Ae 0,0008. P-value 0,. Page | 104 P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Setiap peningkatan 1 mg asupan kalsium bayi saat lahir (CI 95%: 0,19Ae0,55. yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,005 cm panjang badan bayi saat lahir (CI 95%. 0,002Ae0,008. Pvalue 0,. Peningkatan 1 mg asupan zat besi yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,37 cm panjang badan value 0,. Peningkatan 1 mg asupan zink yang dikonsumsi ibu hamil trimester i meningkatkan 0,63 cm panjang badan bayi saat lahir (CI 95%: 0,19Ae1,06. Pvalue 0,. Tabel 4. Hubungan Pola Konsumsi Makanan Ibu Hamil Trimester i Terhadap Panjang Badan Lahir Karakteristik Asupan Energi . Cukup Kurang Lebih Asupan Karbohidrat Cukup Kurang Lebih Asupan Protein . Cukup Kurang Lebih Asupan Lemak . Cukup Kurang Lebih Asupan Vitamin A (RE) Cukup Kurang Lebih Asupan Kalsium . Cukup Kurang Lebih Asupan Zat Besi . Cukup Kurang Lebih Asupan Zink . Cukup Kurang Lebih f atau % atau Range Koefisien 95% CI P value 0,003 0,001 Ae 0,005 0,004 -1,15 3,65 -2,84 Ae 0,54 -0,84 Ae 8,14 0,176 0,107 380,01 1751,5 Ae 64,52 32,26 3,23 250,7 Ae 511,5 64,52 25,81 9,68 0,017 0,004 Ae 0,02 0,008 -2,47 -4,13 Ae -0,81 -1,06 Ae 3,86 0,005 0,254 93,21 54,65 2906,61 669,89 14,57 10,02 64,7 Ae 135,8 51,61 29,03 19,35 31 Ae 80,9 32,26 58,06 9,68 652,5 - 6641 3,23 3,23 93,55 352,8 Ae 1384,8 9,68 90,32 7,8 Ae 25,2 3,23 96,77 7,2 Ae 13,9 29,03 70,97 0,053 0,012 Ae 0,09 0,012 -0,31 1,62 0,04 -2,21 Ae 1,57 -0,54 Ae 3,79 -0,01 Ae 0,10 0,372 0,137 0,103 -0,61 -0,5 0,0002 -2,48 Ae 1,26 -3,62 Ae 2,67 -0,0002 Ae 0,0008 0,509 0,745 0,320 0,005 -8,55 Ae 2,55 -0,58 Ae 7,41 0,002 Ae 0,008 0,278 0,091 0,001 -3,5 -6,08 Ae -1,07 0,007 0,37 0,19 Ae 0,55 0,000 -4,03 -8,55 Ae 0,48 0,078 0,63 0,19 Ae 1,06 0,006 -0,8 -2,63 Ae 1,02 0,377 Asupan gizi pada saat kehamilan merupakan zat makanan yang dibutuhkan ibu hamil setiap hari dan mengandung zat gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan dan tidak Kondisi kesehatan ibu sebelum dan sesudah hamil sangat menentukan Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh kesehatan ibu hamil. Keadaan gizi ibu pada waktu konsepsi harus dalam keadaan baik, dan selama hamil harus mendapat tambahan energi, protein, vitamin, dan mineral 18. Kehamilan merupakan masa kritis atau masa emas tumbuh kembang manusia yang singkat. Page | 105 Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. bagian dari AuWindow of OpportunityAy, yang mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi ibu selama hamil trimester i berpengaruh terhadap berat badan dan panjang badan bayi saat lahir. Penelitian ini sejalan dengan penelitian di Norwedia yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan berhubungan dengan berat badan bayi lahir. Kualitas makanan melahirkan BBLR . Hasil review penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa suplemen omega 3, konsumsi makanan yang mengandung seng, kalsium, dan vitamin D terbukti mengurangi risiko BBLR. Begitu juga dengan konsumsi zat besi yang meningkatkan berat badan lahir, terutama bila hemoglobin ibu hamil trimester i20. Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa asupan karbohidrat berhubungan dengan berat badan dan panjang badan bayi baru lahir21. Ibu hamil dengan asupan karbohidrat yang rendah 3 kali lebih berisiko melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu dengan asupan karbohidrat normal 22. Setelah dikontrol oleh varibael perancu, proporsi energi makanan ibu yang berasal dari protein pada awal kehamilan Setiap peningkatan 1% isoenergetik dalam konsumsi protein dikaitkan dengan peningkatan 16-g berat lahir . % CI: 2,829,. P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Selain itu, peningkatan 1 gram protein juga memberikan peningkatan 7-13 gram berat badan lahir 23. Asupan energi ibu tidak berhubungan dengan antropometri bayi setelah dikontrol oleh sosiodemografi ibu dan jenis kelamin bayi baru lahir. Setiap peningkatan persentase energi dari lemak dikaitkan dengan peningkatan panjang badan 0,1 cm, sedangkan peningkatan asupan energi dari karbohidrat dikaitkan dengan penurunan panjang lahir 0,1 cm21. Asupan kalsium juga berpengaruh terhadap berat badan lahir. Ibu dengan bayi BBLR memiliki rata-rata kadar kalsium serum yang lebih rendah dibandingkan ibu yang mempunyai bayi dengan berat badan normal 24, 25. Asupan kalsium penting dikonsumsi ibu hamil karena mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin26. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh konsumsi vitamin A terhadap berat badan bayi saat lahir. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menununjukkan bahwa menunjukkan tidak ada hubungan vitamin A dengan berat badan lahir bayi 27. Vitamin A berfungsi pertumbuhan kulit, tulang dan gigi, penglihatan yang normal, serta membantu pertumbuhan sel28. Sehingga, diasumsikan Vitamin A tidak berpengaruh secara statistik terhadap berat badan dan panjang badan bayi saat lahir karena vitamin A lebih berfungsi untuk pertumbuhan sel organ. Tabel 5. Hasil Uji Kelayakan Model Variabel Faktor Pola Konsumsi Ibu Hamil. Faktor Maternal dan Status Ekonomi Terhadap Berat Badan Bayi Baru Lahir Prediktor Pendapatan keluarga . Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Koefisien -0,00008 CI 95% -0,0002 Ae 0,00005 p value 0,206 Page | 106 P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. Paritas 18,4 Ae 240,5 Ibu Pendidikan Menengah -213,2 -398,4 - -27,95 Lemak . 11,57 0,89 Ae 22,2 Usia Kehamilan Saat Melahirkan . 142,00 25,81 Ae 258,18 Zat Besi . 60,03 17,34 Ae 102,72 Pertambahan Berat Badan . 40,48 -19,20 Ae 100,18 R2 = 0,7542 Berdasarkan Tabel 5. bahwa setelah dikontrol faktor maternal dan status ekonomi, asupan lemak dan asupan zat besi ibu hamil selama trimester i yang berpengaruh signifikan terhadap berat badan bayi lahir. Setiap 1 mg asupan lemak meningkatkan 11,57 gram berat badan bayi saat lahir setelah dikontrol variabel lain dalam model ini. Koefisien asupan zat besi yaitu 60,03 yang artinya kenaikan 1 gram asupan zat besi meningkatkan 60,03 gram berat badan bayi saat lahir setelah dikontrol variabel lain dalam model ini. Sekitar 75,42% model ini mampu menjelaskan faktor yang berpengaruh terhadap berat badan bayi saat Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa asupan lemak yang kurang, 5 kali akan BBLR 0,024 0,026 0,035 0,019 0,008 0,174 dibandingkan dengan asupan lemak baik22. Tambahan asupan lemak 10 gram dikaitkan dengan berat badan lahir yang lebih rendah sebesar 8 gram29. Asupan lemak berpengaruh terhadap berat badan bayi lahir karena lemak pertumbuhan jaringan plasenta. Pertumbuhan plasenta yang baik akan berdampak pada proses transfer nutrisi yang baik untuk pertumbuhan janin28. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa asupan zat besi berpengaruh terhadap berat badan bayi yang dilahirkan24. Zat besi membantu pembentukan sel-sel darah merah, sehingga jika ibu kekurang zat besi dapat mengganggu metabolisme energi dan dapat menyebabkan penurunan kemampuan kerja organ-organ tubuh28. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Tabel 6. Hasil Uji Kelayakan Model Variabel Faktor Pola Konsumsi Ibu Hamil. Faktor Maternal dan Status Ekonomi Terhadap Panjang Badan Bayi Baru Lahir Prediktor Usia Kehamilan Saat Melahirkan . Asupan Karbohidrat . Riwayat Abortus Jumlah Tablet Tambah Darah . Asupan Zink . Asupan Zat Besi . R2 = 0,5717 Berdasarkan Tabel 6. bahwa 2 prediktor yang berpengaruh terhadap panjang badan bayi saat lahir yaitu asupan karbohidrat (P-value 0,. dan Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Koefisien 0,65 -0,02 -2,83 -0,02 0,82 0,26 CI 95% -0,07 Ae 1,3 -0,04 Ae -0,0005 -5,75 Ae 0,08 -0,05 Ae 0,01 0,03 Ae 1,61 -0,04 Ae 0,57 P value 0,075 0,045 0,056 0,174 0,041 0,092 asupan zink (P-value 0,. Koefisien asupan karbohidrat yaitu -0,02 yang artinya setiap kenaikan 1 gram asupan karbohidrat menurunkan 0,02 cm panjang badan bayi Page | 107 Vol . 19 No. Oktober Tahun 2025 Hlm. Online version available in : http://ejournal. saat lahir setelah dikontrol variabel lain dalam model ini. Koefisien asupan zink yaitu 0,82 yang artinya kenaikan 1 mg asupan zink meningkatkan 0,82 cm panjang badan bayi saat lahir setelah dikontrol variabel lain dalam model ini. Sekitar 57,17% model ini mampu menjelaskan faktor yang berpengaruh terhadap berat badan bayi saat lahir. Zink berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. jika ibu hamil kehamilan dapat menimbulkan berat badan lahir rendah30. Zink sangat penting untuk pembelahan sel dan pertumbuhan jaringan bayi yang sedang berkembang. Status zink selama kehamilan mempunyai kaitan erat dengan fungsi reproduksi dan outcome KESIMPULAN Asupan energi, karbohidrat, protein, kalsium, zat besi dan asupan zink berpengaruh terhadap berat dan panjang badan bayi saat lahir dan panjang badan bayi saat lahir. Asupan zat besi dan lemak merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap berat badan bayi baru lahir. Asupan zink dan karbohidrat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap panjang badan bayi baru lahir. Asupan makanan baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro selama hamil mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga berpengaruh terhadap berat badan dan panjang badan bayi saat lahir. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis kapada Direktorat Ristekdikti yang telah Copyright A 2025 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh P-ISSN 1978-631XEISSN 2655-6723 Publication of Poltekkes Kemenkes Aceh mendukung dan membiayai penelitian ini dengan Hibah Penelitian Tesis. Kepada ibu hamil yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini dan kepada Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Unmuha Aceh. DAFTAR PUSTAKA