Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. No. Februari 2025, hlm. Akreditasi KEMENRISTEKDIKTI. No. 36/E/KPT/2019 DOI: 10. 25126/jtiik. p-ISSN: 2355-7699 e-ISSN: 2528-6579 PEMBUKA KUNCI PINTU RUANG ISOLASI MANDIRI MENGGUNAKAN SUHU TUBUH DENGAN NOTIFIKASI FOTO MENGGUNAKAN KONSEP IOT Robby Candra*1. Zaidan Elvantio2 Universitas Gunadarma. Jakarta Email: robb13. c7@gmail. com@gmail. com, 2zidanvantio@gmail. Penulis Korespondensi (Naskah masuk: 20 Februari 2024, diterima untuk diterbitkan: 10 Februari 2. Abstrak Kedisiplinan dan pengetahuan setiap warga dalam menjalani isolasi mandiri berbedaAebeda ada warga yang patuh terhadap protokol isolasi mandiri dan ada warga yang tidak peduli dengan kesehatan dirinya sendiri dan kesehatan orang lain. Banyaknya jumlah penderita COVID-19 khususnya penderita yang memiliki gejala ringan disarankan untuk menjalankan isolasi mandiri di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang pembuka kunci pintu menggunakan suhu tubuh bagi pasien isolasi mandiri agar tidak bebas keluar dari ruang isolasi sehingga orang yang menjalani isolasi mandiri dapat tertib menjalankan prosedur isolasi mandiri. Pembuatan alat pembuka kunci pintu ruang isolasi mandiri ini menggunakan komponen elektronik utama yaitu Sensor Mlx yang digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh pasien. Nodemcu yang berfungsi untuk memprogram sistem menjadi IoT yang tersambung ke solenoid doorlock. LCD digunakan untuk menampilkan output hasil pengukuran suhu tubuh. ESP32 Cam untuk mendeteksi objek dan hasilnya ditampilkan sebagai objek foto untuk mengetahui siapa yang mengakses kunci pintu ruang isolasi mandiri. Alat ini dapat mendeteksi suhu tubuh yang hasilnya dapat dilihat melalui smartphone, apabila suhu orang yang isolasi mandiri >37,5AC maka solenoid doorlock akan mengunci sehingga orang tersebut tidak bebas keluar ruangan. Dengan menggunakan ESP32 Cam dapat diketahui siapa yang mengakses kunci pintu ruang isolasi mandiri yang ditampilkan dalam objek foto pada smartphone melalui aplikasi Blynk. Kata kunci: Foto. Isolasi mandiri. Kunci. Ruang. Suhu SELF-ISOLATION ROOM DOOR LOCK UNLOCKER USING BODY TEMPERATURE WITH PHOTO NOTIFICATION USING IOT CONCEPT Abstract The discipline and knowledge of each resident in undergoing self-isolation is different, there are residents who comply with the self-isolation protocol and there are residents who don't care about their own health and the health of others. The large number of COVID-19 sufferers, especially sufferers who have mild symptoms, are advised to self-isolate at home. The aim of this research is to design a door lock opener using body temperature for self-isolated patients so that they are not free to leave the isolation room so that people undergoing selfisolation can carry out self-isolation procedures in an orderly manner. Making this self-isolation room door unlocking tool uses the main electronic components, namely the Mlx Sensor which is used to detect the patient's body temperature. Nodemcu which functions to program the system into IoT which is connected to the doorlock The LCD is used to display the output of body temperature measurement results. ESP32 Cam to detect objects and the results are displayed as photo objects to find out who accessed the self-isolation room door lock. This tool can detect body temperature, the results of which can be seen via a smartphone. If the temperature of a person in self-isolation is >37. 5AC, the doorlock solenoid will lock so that the person is not free to leave the room. By using the ESP32 Cam, you can find out who accessed the door key to the self-isolation room which is displayed in the photo object on the smartphone via the Blynk application. Keywords: Photo. Self-isolation. Lock. Room. Temperature terjadi lonjakan kasus dalam masyarakat Indonesia yang terpapar virus Covid-19 sehingga membuat pemerintah Indonesia menetapkan berbagai macam kebijakan penanganan pandemi Covid-19 (Syakur. PENDAHULUAN Covid-19 dapat diartikan sebagai penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan manusia (Cholissodin et al, 2. Sejak Maret 2020, 94 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Februari 2025, hlm. , salah satunya yaitu kebijakan isolasi mandiri bagi penderita COVID-19. Isolasi mandiri jadi istilah yang sering sekali masyarakat dengar selama masa pandemi COVID-19. Pemerintah Indonesia menetapkan berbagai macam kebijakan untuk menangani pandemi COVID-19 hal ini dikarenakan semakin banyaknya penderita COVID-19 di Indonesia (Thohari et al, 2. seperti mewajibkan penderita COVID-19 untuk menjalani isolasi mandiri di rumah terutama untuk penderita dengan gejala ringan dengan tujuan untuk membatasi seseorang atau wilayah yang diduga terinfeksi untuk memperlambat penyebaran virus COVID-19 (Pradana et al, 2. (Anggun et al, 2. Untuk menjalani isolasi mandiri hal yang harus diperhatikan yaitu isolasi mandiri hanya disarankan untuk penderita COVID-19 yang memiliki gejala ringan. Kedisiplinan dan pengetahuan setiap warga dalam menjalani isolasi mandiri berbeda Ae beda ada warga yang patuh terhadap protokol isolasi mandiri dan ada warga yang tidak peduli dengan kesehatan dirinya sendiri dan kesehatan orang lain (Putri dan Rahmah, 2. , seperti yang terdapat pada berita dengan judul AuTemui Teman Wanitanya. Pasien Covid Kabur Saat Isoman di PalangkarayaAy (SINDOnews, 2. Guna menunjang masyarakat dalam menjalani isolasi mandiri salah satu yang harus dipersiapkan yaitu tempat untuk isolasi mandiri, yaitu diperlukan ruang/kamar yang terpisah dari anggota keluarga yang negatif COVID-19 dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Ruang/kamar ini harus dipastikan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya dan orang yang melakukan isolasi mandiri tetap berada di ruang/kamar tersebut sampai dengan kondisinya Untuk memastikan hal tersebut, terdapat berbagai fasilitas yang dapat digunakan seperti SIMBOX (Sistem Isolasi Mandiri-Bo. atau Sistem Monitoring Disiplin dan Kesehatan Masyarakat Berbasis IoT sebagai Inovasi Keberhasilan Isolasi Mandiri. Pengoperasian SIMBOX akan diatur terlebih dahulu oleh pihak puskesmas atau fasilitas kesehatan yang sudah diberi wewenang. Penempatan SIMBOX yaitu di ruang/kamar pasien yang sedang melaksanakan isolasi mandiri (Waranggani, 2. Fasilitas lain yaitu PERISAI, fasilitas ini merupakan sistem informasi yang bertujuan untuk mendukung pemantauan ODP meliputi daerah yang terdapat penduduk yang baru tiba setelah melakukan perjalanan dari daerah yang memiliki riwayat transmisi lokal COVID-19 menggunakan konsep digitalisasi Kartu Kewaspadaan Kesehatan. PERISAI difokuskan pada pengelolaan informasi ODP yang dapat digunakan oleh puskesmas dalam naungan dinas kesehatan Kabupaten/Kota (Setyawan et al. Berikutnya yaitu fasilitas Mobile Health Monitoring (HEALTH-M), fasilitas ini mempunyai tujuan untuk mengawasi kondisi kesehatan pasien isolasi mandiri. Pengawasan ini untuk memudahkan tenaga medis baik dari rumah sakit atau puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian analisis deskriptif dan studi literatur untuk mendapatkan data yang sesuai agar dapat menghasilkan aplikasi pelayanan kesehatan bagi pasien isolasi mandiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah desain aplikasi Mobile Health Monitoring (HEALTH-M) dengan tujuh fitur utama seperti fitur pendaftaran, status kesehatan, makanan sehatku, aktivitasku, dan tombol darurat (Nadhiro et al, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Riska merancang alat pembuka pintu berdasarkan suhu tubuh berbasis microcontroller. Hasil yang diperoleh pada penelitian tersebut yaitu jika suhu tubuh yang terukur melebihi 37,5EE maka pintu tetap dalam keadaan tertutup dan buzzer berbunyi selama 7 detik, jika suhu tubuh yang terukur kurang dari 37,5EE relay berfungsi dan membuat solenoid aktif bersamaan dengan motor servo untuk membuka pintu, suhu tubuh yang terukur ditampilkan melalui LCD (Riska et al, 2. Atas dasar uraian latar belakang dan penelitian terdahulu, maka pada penelitian ini dibuat alat untuk membantu masyarakat yang sedang menjalani isolasi Alat ini membantu memastikan orang yang menjalani isolasi mandiri yang belum sehat ingin keluar rumah, sensor suhu tubuh yang ada di pintu akan mendeteksi berapa suhunya, apabila suhu tubuh <37,5AC maka kunci pintu akan terbuka. Namun bila suhu tubuh >37,5AC maka kunci pintu akan tetap terkunci sehingga tidak dapat dibuka, lalu satgas yang memantau dengan handphone dapat mengetahui berapa derajat suhu orang tersebut dan melihat foto orang tersebut langsung menggunakan ESP32 Cam melalui aplikasi Blynk yang sudah terdapat di smartphone dengan menggunakan konsep IoT (Internet of Thing. Dengan konsep IoT ini tujuan proses pemantauan/monitoring serta pengendalian dapat dilakukan (Aini et al, 2. (Saragih et al, 2. (Alail et al, 2. Konsep IoT mempunyai manfaat yaitu pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih cepat, mudah dan efisien (Skad dan Nandika. Pintu ruang/kamar isolasi mandiri ini dilengkapi dengan tombol darurat yang berfungsi apabila penderita membutuhkan pertolongan maka penderita menekan tombol darurat dan solenoid doorlock akan terbuka. Tujuan dari penelitian ini menggunakan suhu tubuh bagi orang yang menjalani isolasi mandiri agar tidak bebas keluar dari ruang isolasi sehingga orang yang isolasi mandiri dapat tertib menjalankan prosedur isolasi mandiri. Untuk memastikan siapa yang mengakses kunci ruang isolasi ada notifikasi foto yang ditampilkan pada smartphone melalui aplikasi Blynk. METODE PENELITIAN Candra & Elvantio. Pembuka Kunci PintuA 95 Metode penelitian dibagi menjadi beberapa tahap, diawali dengan mencari referensi melalui studi literatur, pembuatan desain dan perancangan alat, menyiapkan komponen dan peralatan dibutuhkan untuk pembuatan alat, proses pembuatan alat, pemrograman Nodemcu untuk memfungsikan komponen-komponen yang digunakan, pengujian alat dan menganalisis cara kerja alat untuk mengetahui apakah alat sudah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan, mencatat hasil pengujian dan menarik kesimpulan dari hasil uji coba alat sebagai hasil penelitian. Tahap terakhir yaitu penggunaan alat sebagai implementasi dari penelitian Tahapan penelitian ini alurnya terdapat pada Gambar 1. Gambar 1. Alur tahapan penelitian pembuka kunci pintu menggunakan suhu tubuh Gambar 2. Blok diagram perancangan alat Gambar 2 merupakan blok diagram yang menggambarkan perancangan alat pada penelitian ini. Blok diagram terdiri dari 3 bagian yaitu : Input. Proses. Output. Sensor Mlx sebagai perangkat input, akan mendeteksi suhu tubuh. Kondisi yang dibaca oleh Sensor Mlx akan dikirimkan dan diproses oleh Nodemcu. Hasilnya pemrosesan dari Nodemcu akan menggerakkan relay dan solenoid doorlock, lalu pintu akan terkunci bila suhu tubuh >37,5AC. ESP32 Cam untuk mendeteksi objek, hasil pendeteksian objek tersebut ditampilkan pada smartphone melalui aplikasi Blynk sebagai notifikasi foto. HASIL DAN PEMBAHASAN Skema rangkaian alat secara detail seperti yang ditunjukan pada Gambar 3. Alat ini dioperasikan dengan memberikan tegangan sebesar 12V 1A. Sensor Mlx sebagai media input pada alat ini yang berfungsi untuk mendeteksi suhu tubuh orang yang menjalani isolasi mandiri. LCD display dan smartphone digunakan untuk menampilkan suhu tubuh orang yang isolasi mandiri tersebut dengan tampilan angka. Tombol darurat digunakan ketika pasien tidak dapat berjalan menuju pintu untuk membuka pintu. Ketika pasien isolasi mandiri suhu tubuhnya >37,5AC, maka solenoid doorlock akan terkunci, namun jika pasien isolasi mandiri suhu tubuhnya <37,5AC maka solenoid doorlock tidak Bagian input ini merupakan pendeteksi untuk masuknya sebuah data yang akan diolah oleh Nodemcu. Komponen input pada alat ini adalah sensor Mlx dan ESP32 Cam. Tegangan yang digunakan untuk sensor ini adalah 12V yang dihubungkan pada Nodemcu dan ESP32 Cam. Sensor Mlx akan mendeteksi suhu tubuh yang melalui pin breadboard sedangkan bagian tubuh akan mengeluarkan suhu panas normal atau tidak normal yang kemudian diproses pada blok proses. Pada bagian proses, merupakan bagian untuk pengolahan data yang diterima oleh sensor Mlx yang nantinya akan diproses untuk menghasilkan output. Inti dari proses di bagian ini Nodemcu akan memproses apa yang diterima dari sensor Mlx. Ketika suhu tubuh orang yang isolasi mandiri <37,5AC, kunci pintu akan terbuka dan orang tersebut dapat keluar Namun, jika suhu tubuh >37,5AC, maka pintu akan mengunci sehingga penderita tidak dapat keluar ruangan hingga didapat suhu tubuh yang sesuai untuk membuka kunci pintu ruangan. Bagian output atau keluaran ini akan memberikan hasil keluaran dari suatu rangkaian. Keluaran yang dihasilkan dari alat ini ialah solenoid doorlock akan aktif dan terkuncinya pintu ketika suhu tubuh >37,5AC. LCD Display dan Smartphone akan menampilkan berapa suhu tubuh yang terukur dan foto sebagai notifikasi siapa yang mengakses kunci ruang isolasi mandiri. 96 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Februari 2025, hlm. Pengujian terhadap alat pembuka kunci pintu ruang isolasi mandiri meliputi pengujian sensor Mlx dalam mendeteksi suhu tubuh, pengujian ESP32 Cam dalam mendeteksi objek, pengujian pada tampilan LCD, pengujian pada aplikasi Blynk. Tabel 1. Data Hasil Ujicoba Sensor Mlx Output LCD Display Respon Suhu Solenoid Jarak (CM) Sensor Mlx . C) Doorlock Tidak 34,65 Tidak Terkunci Terdeteksi Mendeteksi 36,25 Tidak Terkunci Mendeteksi 36,25 Tidak Terkunci Mendeteksi 37,68 Terkunci Mendeteksi 37,68 Terkunci Gambar 3. Skema rangkaian pembuka kunci pintu ruang isolasi Gambar 4 merupakan diagram alur atau flowchart untuk alat ini yang memiliki fungsi untuk menjelaskan urutan program sehingga perintah yang diberikan pada microcontroller akan sesuai dengan fungsinya berdasarkan tahapan pemrograman. Dari data hasil percobaan pada Tabel 1 yang dilakukan beberapa kali percobaan berdasarkan jarak untuk mendeteksi suhu tubuh dengan sensor Mlx dan menguji nilai baca dari sensor. Dengan didapatkannya hasil pengujian yang terdapat pada Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa kondisi yang di program pada Nodemcu sudah berjalan sebagaimana Sensor Mlx akan mendeteksi suhu tubuh dalam jarak 1-5 Cm kemudian menampilkan suhu yang terukur pada LCD display dan Smartphone dalam satuan derajat celcius. Jika suhu >37,5AC solenoid akan mengunci dan jika suhu <37,5AC solenoid tidak akan mengunci pintu. Tabel 2. Data Hasil Ujicoba Sensor Mlx Output Aplikasi Blynk Tampilan Jarak Aplikasi Suhu . C) Keterangan (M) Blynk Terjangkau 25,57 Berhasil Terjangkau 25,57 Berhasil Terjangkau 25,57 Berhasil Terjangkau 25,57 Berhasil Auto reset 22,55 Gagal Gambar 4. Flowchart pembuka kunci pintu ruang isolasi mandiri Penjelasan dari flowchart Gambar 3 adalah sebagai berikut : C Langkah pertama, diawali dari AuStartAy sebagai penanda awal dari suatu program. C Langkah kedua yaitu ada sensor Mlx sebagai masukan untuk mengecek suhu tubuh pasien C Langkah ketiga. LCD Display dan Smartphone akan menampilkan berapa derajat celcius suhu tubuh pasien isolasi mandiri. C Langkah keempat, ada kondisi yang mana jika suhu tubuh >37,5AC maka solenoid akan Jika tidak. I akan tetap terbuka. C Langkah kelima diakhiri AuEndAy untuk mengakhiri dari suatu program. Berdasarkan Tabel 2 telah dilakukan percobaan untuk mengukur jarak antara sensor dengan smartphone, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Blynk terus menampilkan suhu dengan jarak maksimal 10 Meter (Dalam ruma. Ketika smartphone sudah melebihi jarak 10 Meter dari sensor maka tampilan yang ada pada smartphone menjadi auto reset dan menampilkan keadaan suhu yang tidak sesuai. Kondisi auto reset ini terjadi jika sistem tidak mendeteksi masukan karena berada jauh dari jangkauan yang akan ditampilkan pada aplikasi Blynk sehingga tampilan pada aplikasi Blynk merupakan tampilan suhu awal jika sensor tidak mendeteksi suhu tubuh. Jarak (M) Tabel 3. Data Hasil Ujicoba ESP32 Cam Respon ESP32 Tampilan Aplikasi Blynk Cam Mendeteksi objek Menampilkan foto Mendeteksi objek Menampilkan foto Mendeteksi objek Menampilkan foto Tidak mendeteksi Tidak menampilkan foto Tidak mendeteksi Tidak menampilkan foto Candra & Elvantio. Pembuka Kunci PintuA 97 Hasil pengujian yang diperoleh dan terdapat pada Tabel 3 dapat disimpulkan bahwa ESP 32 Cam dapat menampilkan foto tanpa gangguan dengan jarak maksimal 9 Meter . alam ruma. antara kamera dan handphone. Foto yang ditampilkan pada smartphone melalui aplikasi Blynk seperti yang terdapat pada Gambar 5. ANGGUN M. AMANDA M. SANDI T. A dan PRIAMBODO R. Aplikasi Jurnal Harian Untuk Pemantauan Isolasi Mandiri (PISOM). Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. CHOLISSODIN EVANITA TEDJASULAKSANA WAHYUDITOMO K. Klasifikasi Tingkat Laju Data Covid-19 Untuk Mitigasi Penyebaran Menggunakan Metode Modified K-Nearest Neighbor (MKNN). Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. NADHIRO SETIAWANA ISTININGRUM A. Mobile Health Monitoring (Health-M): Inovasi Aplikasi Pengawasan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19. Jurnal Aplikasi dan Inovasi Ipteks Soliditas. Vol. No. Gambar 5. Tampilan foto pada aplikasi Blynk KESIMPULAN Berdasarkan hasil ujicoba, alat pengunci pintu ruang isolasi mandiri berfungsi dengan baik, yaitu sensor Mlx dapat mendeteksi suhu tubuh pasien yang hasilnya dapat dilihat melalui smartphone dan layar LCD, apabila suhu pasien isolasi mandiri <37,5AC solenoid doorlock akan membuka kunci pintu dan apabila suhu pasien isolasi mandiri >37,5AC maka solenoid doorlock akan mengunci pintu sehingga pasien tidak bebas keluar ruangan dan mengurangi kontak erat dengan masyarakat sekitar. Dengan menggunakan ESP32 Cam dapat diketahui siapa yang mengakses kunci pintu ruang isolasi mandiri yang ditampilkan dalam objek foto pada smartphone melalui aplikasi Blynk. DAFTAR PUSTAKA