ISSN: 1410 Ae 9875 Nurhaiyani JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. No. Desember 2018. Hlm. Akreditasi Sinta3 SK No. 23/E/KPT/2019 ISSN: 1410 - 9875 http://jurnaltsm. id/index. php/JBA PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE. LEVERAGE DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN NON-KEUANGAN NURHAIYANI STIE Trisakti nurhaiyani@dosen. Abstract: The purpose of this study is to determine and examine the effect of corporate governance . udit committee, size of the commissionerAos board, and proportion of independent commissionerAos boar. , firm size, leverage, company growth, profitability, and dividend policy on firm value in non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange. This research used 76 non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange from the period 2013 until 2016 that were selected by using purposive sampling method. The data were analysed by using multiple linear regressions. The research results show that the proportion of independent commissionerAos board, firm size, and profitability had effect towards firm value whereas the audit committee, size of the commissionerAos board, leverage, company growth, and dividend policy had no effect towards firm value. Keywords: Firm value, corporate governance, firm size, leverage, company growth, profitability. Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh corporate governance . omite audit, dewan komisaris, dan dewan komisaris independe. , ukuran perusahaan, leverage, pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 76 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari periode 2013 sampai 2016 yang dipilih dengan menggunakan metode purposive Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi dewan komisaris independen, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Komite audit, ukuran dewan komisaris, leverage, pertumbuhan perusahaan, dan kebijakan dividen tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Nilai perusahaan, corporate governance, ukuran perusahaan, leverage, pertumbuhan perusahaan. PENDAHULUAN Persaingan dan perkembangan perusahaan pada era globalisasi semakin meningkat bukan saja di kalangan domestik namun juga di kalangan luar negeri. Persaingan yang terjadi sekarang ini banyak membuat perusahaan tidak dapat mempertahankan eksistensinya terutama bagi kalangan perusahaan domestik karena adanya peraturan pemerintah mengenai perdagangan bebas. Hal ini dapat menjadi salah satu penghambat bagi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan bukan hanya untuk mendapatkan laba yang tinggi tapi juga untuk Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. memaksimumkan kesejahteraan pemegang Meningkatkan nilai perusahaan juga merupakan cara yang dapat digunakan untuk mengatasi persaingan dan menjaga eksistensi dari perusahaan. Nilai perusahaan dapat dipengaruhi oleh tata kelola perusahaan. Menurut Zarkasyi . , tata kelola perusahaan adalah serangkaian aturan yang menjelaskan hubungan antara shareholders, manajer, kreditur, karyawan, dan stakeholder internal dan eksternal lainnya dalam menjalankan tanggung Selain tata kelola perusahaan, perusahaan juga membutuhkan pendanaan modal untuk meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat menjadi acuan dalam melihat perusahaan tersebut baik atau Nilai perusahaan juga menjadi perhatian utama bagi para investor. Dengan kata lain, nilai perusahaan yang menjadi indikator kinerja untuk manajer keuangan. Selain itu, nilai perusahaan adalah persepsi investor terhadap perusahaan yang biasanya terkait dengan harga saham. Harga saham yang tinggi dalam suatu perusahaan memiliki pandangan yang positif bagi investor dan mencerminkan perusahaan tersebut baik (Hidayah 2. Kenaikan nilai yang tinggi dalam suatu perusahaan adalah tujuan jangka panjang yang harus dicapai dan akan tercermin dalam harga pasar karena penilaian investor untuk perusahaan dapat diamati melalui harga saham perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bagi perusahaan yang telah menjadi perusahaan publik. Kasus yang terkait penurunan harga saham terjadi pada Blue Bird Group. Menurut Bareksa, saham emiten taksi terbesar di Indonesia menjadi salah satu top losers di papan Bursa Efek Indonesia. Saham BIRD terjun bebas hingga 58 persen sejak awal tahun 2016. Saham BIRD yang di awal tahun menempati posisi tinggi di angka Rp7. 000 per lembar, harus jatuh di angka Rp2. 900 per lembarnya. Hal ini dikarenakan merajalelanya aplikasi ride-sharing seperti Uber. Grab Car, dan Go Car. Perseroan Desember 2018 terus melakukan berbagai upaya agar bisnis transportasi ini bisa bertahan hidup dengan melakukan kerjasama dengan Go-Jek dan memperbaiki aplikasi yang menyediakan pemesanan taksi secara online. Ketidakkonsistenan dari hasil penelitian sebelumnya menjadi motivasi untuk mengambil topik ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh komite audit, ukuran dewan komisaris, proporsi perusahaan, profitabilitas dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Teori Keagenan Teori keagenan pada dasarnya merupakan model yang digunakan untuk merumuskan permasalahan yang berupa konflik antara pemegang saham sebagai pemilik perusahaan . dengan manajer sebagai pihak yang ditunjuk atau diberi wewenang oleh para pemegang saham . untuk menjalankan perusahaan sesuai dengan kepentingannya (Sudiyatno dan Puspitasari Teori ini mengasumsikan bahwa baik agent maupun para pihak yang berkepentingan merupakan pihak yang sama-sama dapat memaksimalkan return yang akan diterima Namun pada kenyataannya, penyatuan kepentingan kedua belah pihak tersebut seringkali menimbulkan masalah yang biasa disebut sebagai masalah agensi (Onasis dan Robin 2. Masalah agensi timbul akibat adanya pemisahan bagian kepemilikan dan konflik kepentingan antara pemilik perusahaan . emegang saha. dengan pihak manajemen . engelola perusahaa. Agency problem akan mempengaruhi agency cost dimana terbagi menjadi monitoring costs, bonding costs, dan residual loss (Godfrey et al. 2010, . Teori Sinyal Teori sinyal merupakan teori yang mengemukakan tentang bagaimana manajer ISSN: 1410 Ae 9875 dengan sukarela memberikan informasi kepada investor sebagai bentuk sinyal agar investor dapat mengambil keputusan. Sinyal ini dapat berupa informasi mengenai apa yang sudah merealisasikan keinginan pemilik dan juga dapat berupa promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan lebih baik daripada perusahaan lain. Pada teori sinyal, manajer berperan sebagai pihak yang memberikan informasi bahwa perusahaan dalam keadaan akan memperoleh keuntungan investor akan memperoleh insentif jika investor mempercayai informasi tersebut. Hal ini akan mempengaruhi peningkatan nilai saham dan memberikan keuntungan terhadap investor dan manajer (Godfrey et al. 2010, . Komite Audit dan Nilai Perusahaan Komite audit merupakan penghubung antara manajemen perusahaan dengan dewan komisaris maupun pihak eksternal lainnya sebab penggunaan komite audit merupakan usaha terhadap cara perusahaan terutama cara pengawasan terhadap manajemen perusahaan (Sari dan Ardiana 2. Komite audit memonitor mekanisme yang meningkatkan kualitas arus informasi antara pemegang saham dan manajer (Rouf 2. yang pada gilirannya membantu meminimalkan agency problem. Jika komite audit telah bekerja dengan baik dan efektif, maka kontrol dari perusahaan juga akan baik. Ketika kontrol perusahaan sudah baik barulah dewan komisaris turut andil dalam pengawasan (Siahaan 2. Hipotesis yang diajukan adalah: H1 Komite audit bepengaruh terhadap nilai Ukuran Dewan Komisaris dan Nilai Perusahaan Dewan komisaris merupakan pihak yang bertanggung jawab memiliki otoritas penuh dalam membuat keputusan sesuai dengan tujuan perusahaan. Puncak sistem operasional Nurhaiyani internal perusahaan dipegang oleh dewan komisaris yang mempunyai peranan penting dalam menyediakan laporan keuangan yang perusahaan, dimana dewan komisaris memegang kendali dalam menentukan keputusan dan kebijakan yang akan dilaksanakan perusahaan (Purbopangestu dan Subowo 2. Hipotesis yang diajukan adalah: H2 Ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap nilai perusahaan Proporsi Dewan Komisaris Independen dan Nilai Perusahaan Menurut Kusumaningtyas Andayani . , komisaris independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi dengan manajemen, anggota dewan komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, bebas dari hubungan bisnis atau hubungan kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak semata-mata sesuai kepentingan Hipotesis yang diajukan adalah: H3 Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh terhadap nilai perusahaan Ukuran Perusahaan dan Nilai Perusahaan Ukuran perusahaan dapat didefinisikan seberapa besar atau kecilnya suatu perusahaan yang direpresentasikan dengan aset, angka penjualan, rata-rata total penjualan, dan ratarata total aset (Putu et al. Ukuran Semakin perusahaan, maka perusahaan dianggap semakin mudah mendapatkan sumber pendanaan untuk memaksimumkan kegiatan operasional (Pantow et al. Menurut Novari dan Lestari . , ukuran perusahaan dapat menjadi acuan untuk menentukan tingkat kepercayaan investor. Semakin besar suatu perusahaan, maka semakin dikenal oleh masyarakat yang berarti semakin mudah untuk Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. meningkatkan nilai perusahaan. Hipotesis yang diajukan adalah: H4 Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan Leverage dan Nilai Perusahaan Leverage merupakan hal yang penting dalam mengukur efektivitas dari hutang Menurut Sambora et al. leverage merupakan tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya untuk membayar hutang. Pengertian dari leverage sendiri adalah dana yang menanggung beban . tetap, baik dana yang berupa real asset maupun financial asset. Perusahaan menggunakan rasio leverage dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya asset dan sumber dananya, keuntungan pemegang saham. Kemampuan perusahaan menggunakan aktiva atau dana untuk memperbesar tingkat penghasilan . bagi pemilik perusahaan dengan memperbesar tingkat leverage maka hal ini akan berarti bahwa tingkat ketidakpastian . dari return yang akan diperoleh akan semakin tinggi pula, tetapi pada saat yang sama hal tersebut akan memperbesar jumlah return yang akan Hipotesis yang diajukan adalah: H5 Leverage berpengaruh terhadap nilai Pertumbuhan Perusahaan dan Nilai Perusahaan Pertumbuhan perusahaan adalah salah satu tujuan yang diharapkan dari pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan yang akan membawa pengaruh baik bagi perusahaan. Pertumbuhan perusahaan juga dapat menarik shareholders yang dapat diukur berdasarkan perubahan dari total asset dan penjualan Semakin pertumbuhan perusahaan, maka semakin tinggi biaya yang diperlukan untuk investasi Desember 2018 (Sembiring dan Pakpahan 2. Hipotesis yang diajukan adalah: H6 Pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan Profitabilitas dan Nilai Perusahaan Menurut Mayogi dan Fidiana . , kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Profitabilitas sangat diperhatikan oleh para calon investor maupun pemegang saham karena berkaitan dengan harga saham serta dividen yang akan Jika perusahaan mendapatkan laba sebagai timbal balik, pemegang saham akan mendapat dividen. Profitabilitas adalah tolak ukur dalam menentukan alternatif pembiayaan. Kenaikan profit suatu perusahaan dapat meningkatkan harga pasar yang menyebabkan capital gain. Profit juga sangat berpengaruh terhadap kreditur untuk mempertimbangkan pemberian pinjaman. Pihak manajemen perusahaan sering menggunakan profit sebagai acuan dalam melihat kinerja perusahaan. Semakin tinggi profit yang dihasilkan suatu perusahaan, maka kinerja perusahaan juga semakin tinggi yang berdampak terhadap kenaikan nilai perusahaan (Nasehah dan Widyarti 2. Hipotesis yang diajukan adalah: H7 Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai Kebijakan Dividen dan Nilai Perusahaan Kebijakan dividen adalah suatu rencana mengenai tindakan yang akan diambil oleh perusahaan dalam membuat keputusan Jadi, kebijakan dividen merupakan hal yang penting menyangkut apakah arus kas akan dibayarkan kepada para pemegang saham atau akan ditahan untuk diinvestasikan kembali oleh Jika dibayarkan kepada para pemegang saham, besarnya dividen yang dibagikan tergantung kepada kebijakan masingmasing perusahaan. Kebijakan dividen dalam suatu perusahaan merupakan hal yang ISSN: 1410 Ae 9875 kompleks karena melibatkan kepentingan banyak pihak. Perusahaan harus dapat mempertimbangkan kebijakan ini dengan sebaik-baiknya agar tidak ada pihak yang dirugikan (Gitman dan Zutter 2015, . Hipotesis yang diajukan adalah: H8 Kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan Nurhaiyani METODE PENELITIAN Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan non-keuangan yang secara konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian selama 4 tahun, yaitu pada tahun 2013-2016 sebanyak 362 perusahaan. Hasil dari proses sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dapat dilihat pada tabel diabawah ini: Tabel 1 Kriteria Pemilihan Sampel Keterangan Perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2016. Perusahaan non-keuangan yang tidak menerbitkan laporan keuangan tahunan yang berakhir pada tanggal 31 Desember. Perusahaan non-keuangan yang tidak menyajikan laporan keuangan dalam bentuk mata uang rupiah. Perusahan non-keuangan yang tidak menghasilkan laba secara konsisten selama periode 2012-2016. Perusahan non-keuangan yang tidak membagikan dividen secara konstan pada periode 2013-2016. Perusahaan non-keuangan yang melakukan stock split selama periode 2013-2016. Total sampel penelitian Nilai perusahaan dalam penelitian ini diadaptasi dari penelitian Siahaan . yang diukur dengan skala rasio menggunakan Price Book Value (PBV). Price Book Value (PBV) merupakan rasio antara harga pasar dan nilai buku dari saham Komite audit diukur jumlah komite audit. Ukuran dewan komisaris diukur jumlah total anggota dewan komisaris dalam suatu perusahaan (Firdausyah et al. Menurut Alfinur 2016, dewan komisaris independen haruslah netral dimana tidak memihak siapapun Jumlah independen harus dapat menjamin agar mekanisme pengawasan berjalan secara efektif dan sesuai dengan peraturan perundang- Jumlah Data Menurut Sofyaningsih dan Hardiningsih . , aset merupakan tolak ukur besaran atau skala suatu perusahaan. Pada umumnya perusahaan besar mempunyai aset yang besar pula nilainya. Ukuran perusahaan diukur dengan log total aset. Leverage diukur dengan skala rasio menggunakan Debt Ratio. Rasio ini membandingkan antara total hutang dengan total aset (Siahaan 2. Jadi, tujuan dari rasio ini adalah untuk menunjukkan sejauh mana aset perusahaan dapat menutupi hutang perusahaan (Khumairoh et al. Tingkat pertumbuhan diukur dengan perubahan dari total aset dari suatu periode . ke periode lain berikutnya. Pada penelitian ini. Pengukuran pertumbuhan perusahaan mengacu pada Safitri Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. dan Suwitho . dengan pertumbuhan aset. Profitabilitas dapat diukur dengan skala rasio menggunakan Return On Equity (ROE), dimana return on equity (ROE) merupakan rasio kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan untuk pemegang saham. Return on (ROE) membandingkan laba sebelum pajak dan total Menurut Winarto . , kebijakan dividen dapat diukur dengan skala rasio menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR). Variabel PBV BCSIZE PIBC FSIZE LEV ROE DPR Desember 2018 DPR menunjukkan perbandingan antara dividen yang dibagikan oleh perusahaan dengan laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan. HASIL PENELITIAN Berikut ini disajikan mengenai hasil statistik deskriptif dan hasil pengujian hipotesis setiap variabel yang digunakan dalam Tabel 2 Statistik Deskriptif Minimum Maksimum Mean Std. Deviation Tabel 3 Hasil Uji t Variabel Sig. (Constan. BCSIZE PIBC FSIZE LEV ROE DPR Komite audit tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat disebabkan adanya keberadaan komite audit belum tentu dapat menjamin kinerja perusahaan akan lebih baik, sehingga pasar akan berasumsi bahwa keberadaan komite audit tidak menjadi faktor untuk mereka memperimbangkan nilai suatu perusahaan baik atau buruk (Siahaan ISSN: 1410 Ae 9875 Ukuran dewan komisaris tidak berpengaruh secara individual terhadap nilai Hal ini disebabkan besar kecilnya dewan komisaris tidaklah menjadi faktor penentu utama dari efektivitas pengawasan terhadap manajemen perusahaan. Fungsi dewan komisaris dalam perusahaan hanyalah sebagai controller dan tidak terlibat langsung dengan kegiatan operasional perusahaan sehingga tidak terlalu berpengaruh dengan nilai suatu perusahaan (Wardoyo dan Veronica Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada Hal ini karena adanya mekanisme kontrol yang kuat dari komisaris independen terhadap manajemen, dimana mekanisme kontrol tersebut merupakan peran vital bagi terciptanya tata kelola perusahaan yang baik (Alfinur 2. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat disebabkan ukuran perusahaan dijadikan patokan bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja yang bagus, sehingga ukuran perusahaan bisa memberikan pengaruh yang positif terhadap nilai perusahaan (Nurhayati Leverage tidak berpengaruh secara individual terhadap nilai perusahaan. Hal ini disebabkan sebagai besar investor saham tidak begitu memperhatikan leverage karena leverage cenderung tidak berpengaruh terhadap harga saham di pasar modal. Leverage hanya dianggap investor sebagai tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang-hutangnya (Sambora et al. Pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh secara individual terhadap nilai perusahaan. Hal ini disebabkan semakin tinggi tingkat pertumbuhan perusahaan maka semakin sedikit dana yang tersedia untuk dibagikan kepada pemegang saham. Para investor lebih percaya kepada perusahaan yang sudah mapan dan tidak sedang bertumbuh. Nurhaiyani Oleh karena itu walaupun tingkat pertumbuhan perusahaan tinggi, tidak akan mempengaruhi kepercayaan investor sehingga tidak akan pula mempengaruhi tingkat PBV suatu perusahaan (Nasehah dan Widyarti 2. Profitabilitas berpengaruh secara individual terhadap nilai perusahaan. Hal ini disebabkan prospek perusahaan dan kinerja perusahaan yang baik dapat ditunjukkan melalui tingginya laba atau keuntungan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Ketika perusahaan memiliki laba yang tinggi, para investor akan mulai melirik perusahaan tersebut karena investor memandang perusahaan yang berlaba tinggi akan memberikan return yang tinggi pula. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya harga saham perusahaan tersebut yang berdampak juga pada kenaikan nilai perusahaan tersebut (Thaharah dan Asyik 2. Kebijakan dividen tidak berpengaruh secara individual terhadap nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan dividen sebagai sinyal yang tidak direspon positif oleh pasar dan bisa disebabkan kepemilikan saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagian dimiliki oleh kelompok tertentu sehingga investor tidak sensitif terhadap keputusan dividen (Wardjono 2. PENUTUP Setelah melakukan analisis dan pembahasan dengan sampel penelitian perusahaan non-keuangan yang terdaftar secara konsisten di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013 sampai dengan tahun 2016, dapat disimpulkan bahwa proporsi dewan komisaris independen, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai Komite audit, ukuran dewan komisaris, leverage, pertumbuhan perusahaan dan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. Desember 2018 REFERENSI: