Available online at: http://unikastpaulus. id/jurnal/index. php/jrt/ Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2622-0636 Volume 9. No 2. Mei 2026 . DOI: https://doi. org/10. 36928/jrt. Pendampingan Guru SD dalam Desain Pembelajaran Geometri Berbasis Van Hiele dan Geogebra Hery Susanto1. Indriati Nurul Hidayah1. Santi Irawati1*. Bedilius Gunur1,2. Pika Merliza1,3. Ratnah Lestary1,4 1 Universitas Negeri Malang. Jalan Semarang No. Kota Malang. Jawa Timur 2 Universitas Katolik Indonesia. Jalan Ahmad Yani No. Ruteng. Flores. NTT, 86518. Indonesia 3 Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung. Jalan Ki Hajar Dewantara 15 A Iringmulyo. Kota Metro. Lampung 4 Universitas Bengkulu. Jalan WR. Supratman. Kandang Limun. Kec. Muara Bangkahulu. Kota Bengkulu. Bengkulu e-mail: hery. fmipa@um. Abstrak Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih didominasi pendekatan prosedural yang berfokus pada hafalan rumus, sehingga kurang mendukung pemahaman konseptual siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: . memfasilitasi guru dalam menyusun rancangan aktivitas pembelajaran geometri berbasis teori Van Hiele dan GeoGebra. meningkatkan kompetensi pedagogis dan teknologis guru melalui model pendampingan co-design. kegiatan dilaksanakan di sdk sang timur, kota malang, dengan melibatkan 13 guru kelas selama enam minggu menggunakan pendekatan blended yang terdiri atas in-service training 1, on-the-job training, dan in-service training 2 yang berfokus pada presentasi hasil, umpan balik, revisi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui angket pretestAeposttest, analisis produk rancangan, dan refleksi kualitatif peserta. Hasil menunjukkan peserta berhasil menghasilkan rancangan aktivitas pembelajaran yang memuat alur eksploratif berbasis tahapan van hiele dan integrasi geogebra. Secara deskriptif, terjadi peningkatan pada aspek pemanfaatan geogebra sebesar 0,75, sementara aspek lain relatif stabil pada kategori tinggi. analisis kualitatif menunjukkan pergeseran dari pembelajaran prosedural menuju eksploratif berbasis inkuiri. berbasis co-design efektif mengembangkan rancangan aktivitas pembelajaran serta meningkatkan kompetensi pedagogis-teknologis guru untuk implementasi di kelas. Kata kunci: Pendampingan guru. Pembelajaran Geometri. Van Hiele. Geogebra. TPACK Assisting Elementary School Teachers In Designing Geometry Learning Based On Van Hiele And Geogebra Abstract Geometry learning in elementary schools is still predominantly procedural, emphasizing formula memorization rather than conceptual understanding. This community service program aimed to . facilitate teachers in developing geometry learning activity designs based on Van Hiele theory and GeoGebr. , and . enhance teachersAo pedagogical and technological competencies through a co-design mentoring The program was conducted at sdk sang timur, malang, involving 13 elementary school teachers over six weeks using a blended approach consisting of in-service training 93 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Hery Susanto1. Indriati Nurul Hidayah1. Santi Irawati1*. Bedilius Gunur1,2. Pika Merliza1,3. Ratnah Lestary1,4 1. On-the-Job Training, and In-Service Training 2, which focused on presentation of outputs, feedback, revision, and reflection. Data were collected through pretestAeposttest questionnaires, analysis of the developed designs, and qualitative reflections from The powerpoint-based learning activity designs incorporating exploratory learning aligned with van hiele thinking levels and geogebra integration. descriptively, there was a notable improvement in geogebra utilization 0. 75, while other dimensions remained consistently high. qualitative findings indicate a shift from procedural teaching toward inquiry-based exploratory approaches. in conclusion, the co-design-based mentoring model is effective in developing instructional blueprints and enhancing teachersAo pedagogical-technological competencies for classroom implementation. Keywords: Teacher assisting. geometry learning. Van Hiele. Geogebra. TPACK PENDAHULUAN Literasi geometri merupakan fondasi penting dalam pengembangan kemampuan berpikir spasial dan penalaran matematis siswa sekolah dasar (Crompton, 2024. Novita dkk, 2. Namun, capaian literasi matematika siswa Indonesia masih tergolong rendah, khususnya pada aspek geometri (Fauzi et al. Juandi, 2. Kondisi ini juga terjadi pada sekolah mitra, di mana data Rapor Pendidikan menunjukkan capaian literasi geometri berada pada kategori rendah, masih rata-rata (Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, 2. Rendahnya capaian tersebut tidak terlepas dari dominasi pembelajaran yang bersifat prosedural. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian guru belum memahami tahapan berpikir geometris siswa, 93% aktivitas pembelajaran masih berfokus pada perhitungan rutin, serta pemanfaatan teknologi seperti GeoGebra belum digunakan secara optimal sebagai sarana eksplorasi Secara teoretis, teori Van Hiele menjelaskan bahwa pemahaman geometri berkembang melalui tahapan berpikir yang berurutan, sehingga pembelajaran perlu dirancang sesuai dengan perkembangan kognitif siswa (Arlianti et al. , 2025. Renanda et al. , 2. Pendekatan pembelajaran mendalam juga menekankan pentingnya eksplorasi aktif dalam membangun pemahaman (Mystakidis. Zebua, 2. Dalam konteks ini. GeoGebra berpotensi menjadi alat eksplorasi visual yang mendukung konstruksi konsep secara interaktif (Ayna & Sari, 2024. Gusteti & Rahmalina. Kurniawan et al. , 2024. Rivaldiansyah et al. , 2023. Thapa et , 2022. Hohenwarter & Preiner. Namun, pemanfaatannya sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi sebagaimana dalam kerangka TPACK (Marange, 2024. Yildiz & Arpaci, 2. Berdasarkan kondisi tersebut, permasalahan utama mitra terletak pada keterbatasan guru dalam mengintegrasikan tahap berpikir Van Hiele dan pemanfaatan GeoGebra ke dalam rancangan aktivitas pembelajaran geometri yang eksploratif dan bermakna. Akibatnya, pembelajaran geometri belum mampu memberikan pengalaman visual dan investigatif yang mendukung perkembangan literasi geometri siswa. Berbagai studi telah menyoroti pentingnya GeoGebra dan teori perkembangan geometris, kajian yang secara khusus mengungkap bagaimana proses pendampingan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merancang aktivitas 94 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Pendampingan Guru SD dalam A. pembelajaran geometri berbasis eksplorasi visual masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: . mengembangkan rancangan aktivitas pembelajaran geometri berbasis tahap berpikir Van Hiele berbantuan GeoGebra yang sesuai karakteristik kognitif siswa SD, dan . meningkatkan kompetensi guru dalam merancang serta mengintegrasikan media tersebut ke dalam perencanaan pembelajaran melalui pendampingan workshop terstruktur. Pencapaian kedua tujuan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara potensi teknologi dengan kapasitas pedagogis guru, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas literasi geometri di sekolah mitra. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan co-design evaluasi formatif. Kerangka kerja mengacu pada prinsip Professional Learning Communities (PLC) yang menekankan kolaborasi berkelanjutan, inkuiri berbasis praktik, dan refleksi kolektif (Hord, 1. Secara konseptual, program ini mengintegrasikan kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledg. untuk memastikan keselarasan antara konten geometri, strategi pedagogis, dan pemanfaatan teknologi, serta teori perkembangan kognitif Van Hiele urutan aktivitas yang sesuai dengan tahap berpikir siswa. Kegiatan dilaksanakan di SDK Sang Timur. Kota Malang, dengan melibatkan 13 guru kelas sebagai peserta. Ruang lingkup program difokuskan pada perancangan aktivitas pembelajaran geometri yang mengintegrasikan tahapan berpikir Van Hiele dan fitur eksplorasi GeoGebra. Luaran utama pembelajaran dalam bentuk presentasi (PPT) yang berfungsi sebagai blueprint pembelajaran dan siap untuk dikembangkan Program berlangsung selama enam minggu . MaretAe20 April 2. dengan alokasi 32 jam pelajaran (JP), terbagi dalam tiga fase terstruktur: In-Service Training 1 Kegiatan penyamaan persepsi, asesmen awal, dan pelatihan konseptual dan praktis mengenai tahap Van Hiele serta fitur dinamis GeoGebra. On-the-Job Training Kegiatan praktik mandiri perancangan produk didampingi secara kolaboratif melalui umpan balik formatif dan diskusi In-Service Training 2 (Refleks. Kegiatan presentasi hasil rancangan, validasi ahli, revisi akhir, serta refleksi terhadap proses dan dampak pendampingan. Implementasi menggunakan model workshop intensif yang dipadukan dengan pendampingan terstruktur. Setiap fase dirancang secara siklus: perencanaan bersama . o-plannin. , pengembangan produk, dan refleksi kritis. Evaluasi formatif dilakukan secara berkelanjutan untuk menyesuaikan intensitas pendampingan dengan kebutuhan guru, memastikan transisi dari kesiapan pedagogis-teknologis yang terwujud dalam rancangan pembelajaran HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Awal: Hasil Pretest Persepsi Guru Kegiatan melibatkan 13 guru kelas dari SDK Sang Timur. Kota Malang. Sebelum 95 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Hery Susanto1. Indriati Nurul Hidayah1. Santi Irawati1*. Bedilius Gunur1,2. Pika Merliza1,3. Ratnah Lestary1,4A. pelaksanaan workshop, dilakukan asesmen awal menggunakan angket persepsi dengan skala Likert 5 poin yang telah melalui proses validasi oleh ahli. Instrumen tersebut mengukur empat dimensi utama, yaitu pemahaman terhadap teori Van Hiele, kompetensi dalam merancang aktivitas pembelajaran. GeoGebra, efikasi diri dalam penggunaan Hasil analisis deskriptif dari pengukuran tersebut disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Skor Pretest Persepsi Guru Berdasarkan Dimensi (N = . Dimensi Butir Terkait SD Kategori Pemahaman 1, 2, 3 4,18 0,91 Tinggi Kompetensi 4, 5, 9 3,95 0,87 Tinggi Desain Pemanfaatan 6, 7 2,92 1,30 Sedang GeoGebra Efikasi Diri 8, 10 4,08 0,73 Tinggi Teknologi Rata-rata 1Ae10 3,84 1,18 Tinggi Total Kategori penilaian terdiri atas Rendah (<2,. Sedang . ,34Ae3,. , dan Tinggi . ,68Ae5,. Data pretest menunjukkan bahwa guru memiliki fondasi konseptual yang kuat (Pemahaman teori pembelajaran: M = 4,. , namun pengalaman langsung dalam menggunakan GeoGebra masih terbatas (M = 2,. Temuan ini menjadi dasar empiris pelaksanaan pendampingan yang mengintegrasikan pelatihan teknis GeoGebra dengan perancangan aktivitas yang selaras dengan tahapan Van Hiele. Respons kualitatif memperkuat Guru mengemukakan bahwa kebutuhan utama meliputi: . media konkret dan alat peraga, . aplikasi digital yang relevan dan sederhana untuk siswa sekolah dasar, serta . merancang aktivitas eksploratif. Sebagaimana diungkapkan oleh salah satu peserta: AuGuru perlu benar-benar memahami konsep dasar geometri agar dapat mengembangkan aktivitas yang tidak hanya berfokus pada rumus, tetapi juga pada pemahaman konsep secara visual dan kontekstualAy (G3. Pretes. Pelaksanaan Kegiatan Berdasarkan Jadwal Terstruktur Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap sesuai dengan jadwal yang telah dirancang, yaitu: . InService Training 1 . Maret 2. , . On-the-Job Training . Ae28 Maret 2. , dan . In-Service Training 2 . April 2. , dengan total durasi keseluruhan mencapai 32 JP. Gambar 1. Sesi Pembukaan pada Sesi In-Service Training 1 (Sumber: Dokumentasi Tim PKM. Pada tahap In-Service Training 1, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, sambutan pembukaan, serta pelaksanaan asesmen Selanjutnya, peserta mengikuti dua sesi materi utama, yaitu: perancangan aktivitas geometri berbasis Van Hiele dengan dukungan GeoGebra, dan . pendalaman pembelajaran geometri melalui pendekatan eksplorasi visual. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan terkait penggunaan fitur 96 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Pendampingan Guru SD dalam A. dinamis GeoGebra, seperti dragging, construction, dan measurement. Gambar 2. Demonstrasi Fitur GeoGebra untuk Eksplorasi Geometri (Sumber: Dokumentasi Tim PKM. Pada On-the-Job Training, mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh melalui praktik mandiri dalam merancang media pembelajaran Tim PKM memberikan pendampingan secara daring melalui grup komunikasi, serta menyediakan umpan balik formatif terhadap draf awal produk. Seluruh guru mengumpulkan hasil desain berupa rancangan aktivitas pembelajaran dan file GeoGebra melalui tautan Google Drive yang telah disediakan pada tanggal 29 Maret 2026. Gambar 3. Praktik Co-Design Aktivitas Geometri Berbasis Van Hiele (Sumber: Dokumentasi Tim PKM. Pada In-Service Training 2, peserta mempresentasikan produk desain yang telah dikembangkan, memperoleh masukan dari tim ahli, serta melakukan Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama dan pelaksanaan posttest untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Gambar 4. Presentasi Media Ajar Geometri Hasil Co-Design oleh Guru Mitra (Sumber: Dokumentasi Tim PKM. Pengembangan Rancangan Aktivitas Pembelajaran Geometri Berbasis Van Hiele & GeoGebra (Tujuan . Berdasarkan identifikasi kebutuhan pada asesmen awal, tim pengabdian memfasilitasi proses codesign yang melibatkan seluruh 13 guru kelas SDK Sang Timur. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan dan mengumpulkan rancangan geometri melalui Google Drive pada 29 Maret 2026. Capaian ini mengonfirmasi bahwa model pendampingan terstruktur dengan fase On-the-Job Training efektif dalam mendukung guru menyelesaikan produk desain yang siap diimplementasikan. Setiap aktivitas dirancang dengan memetakan tugas secara eksplisit pada tahapan berpikir Van Hiele level 0Ae2 . isualisasi, analisis, dan deduksi informa. , serta mengintegrasikan fitur dinamis GeoGebra sebagai media eksplorasi 97 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Hery Susanto1. Indriati Nurul Hidayah1. Santi Irawati1*. Bedilius Gunur1,2. Pika Merliza1,3. Ratnah Lestary1,4A. Sebagai representasi produk AuJaring-jaring Kubus: GeoGebra PBLAy (Widiartanto, 2. mengilustrasikan integrasi kerangka teoretis ke dalam desain praktik yang koheren. Modul ini mengadopsi sintaks Problem-Based Learning (PBL) dengan konteks autentik AuPabrik KardusAy, di mana siswa ditantang menemukan desain jaring-jaring yang paling mudah dipotong dan menghasilkan sisa bahan minimal untuk efisiensi produksi massal. Pemetaan ke tahap Van Hiele dilakukan secara sistematis sebagai a Level 0 (Visualisas. dicapai melalui eksplorasi slider dan dragging di GeoGebra untuk melipat dan membuka jaringjaring secara dinamis. a Level 1 (Analisi. difasilitasi melalui klasifikasi 11 pola jaringjaring valid . -4-1, 2-3-1, 2-2-2, 3-. berdasarkan sifat strukturalnya. a Level 2 (Deduksi Informa. diaktifkan melalui kuis konseptual dan diskusi reflektif yang menuntut siswa memverifikasi klaim geometris serta mengevaluasi efisiensi desain tanpa bergantung pada hafalan rumus. pabrik kardu. , dan konstruksi fisik . embuatan model kubu. Pemetaan eksplisit terhadap tahap Van Hiele tampak pada transisi dari manipulasi visual, klasifikasi pola, dan justifikasi konseptual. (Sumber: Produk Co-Design Guru SDK Sang Timur, 2. Gambar Presentasi Modul AuJaring-jaring Kubus: GeoGebra dan PBLAy hasil co-design. Pada tahap In-Service Training 2, produk dipresentasikan dan memperoleh masukan formatif dari tim Umpan balik difokuskan pada penyederhanaan bahasa instruksi sesuai tingkat literasi siswa SD, penyajian teori van hiele secara lebih eksplisit, penyesuaian alokasi waktu dalam sintaks PBL atau PjBL. Guru kemudian melakukan revisi berdasarkan masukan tersebut, sehingga paket desain akhir tidak hanya selaras secara teoretis, tetapi juga siap secara operasional untuk diujicobakan di kelas. Peningkatan Kompetensi Guru Perancangan Aktivitas (Tujuan . Gambar 5. Modul AuJaring-jaring Kubus: GeoGebra dan PBLAy hasil codesign. Modul ini mengintegrasikan eksplorasi digital (GeoGebra apple. Problem-Based Learning . onteks Peningkatan guru ditelusuri melalui triangulasi tiga sumber bukti, yaitu: . data pretestAe posttest, . kualitas produk desain yang dihasilkan, dan . refleksi kualitatif peserta. Seluruh 13 guru desain yang fungsional, sehingga indikator keberhasilan utama program terpenuhi secara menyeluruh. 98 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Pendampingan Guru SD dalam A. Secara umum, rata-rata skor persepsi guru meningkat dari 3,84 pada pretest menjadi 3,87 pada Dimensi Pemanfaatan GeoGebra menunjukkan peningkatan paling menonjol sebesar 0,75, berpindah dari kategori sedang ke Temuan ini mengindikasikan bahwa pendampingan terstruktur berhasil mengurangi kesenjangan antara kesadaran pedagogis dan kesiapan teknis yang teridentifikasi pada awal program. Analisis kualitatif terhadap produk dan respons terbuka menunjukkan paradigma yang lebih substantif dibandingkan sekadar perubahan Desain aktivitas berkembang dari pendekatan prosedural . Aumenghitung luas menggunakan rumusA. menuju pendekatan eksploratif berbasis inkuiri . Aumenggeser titik, mengamati perubahan, mendiskusikan pola, serta memverifikasi menggunakan GeoGebra sebelum melakukan konstruksi fisikA. Hal ini diperkuat oleh keberhasilan seluruh peserta menghasilkan file GeoGebra yang fungsional dan rancangan aktivitas yang terstruktur, serta laporan reflektif yang menyoroti manfaat utama program, seperti: AuSaya mendapatkan metode pembelajaran baru berbantuan teknologi bangun ruang diputar sehingga siswa dapat melihat dari berbagai perspektifAy (P. Tantangan dalam adaptasi antarmuka yang masih dilaporkan guru justru menegaskan pentingnya fase On-the-Job Training dengan umpan balik berkelanjutan, sebagaimana dirancang dalam model pendampingan berbasis komunitas praktik Dengan demikian, meskipun data persepsi posttest terbatas, bukti produk dan refleksi kualitatif memberikan gambaran yang konsisten dan meyakinkan mengenai dampak positif program terhadap peningkatan kompetensi pedagogisteknologis guru. Pembahasan Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan media kompetensi guru merupakan dua aspek yang saling mendukung dalam proses pendampingan profesional berkelanjutan. Pertama, rancangan aktivitas pembelajaran berbasis Van Hiele menunjukkan bahwa teori perkembangan kognitif dapat dioperasionalkan secara konkret melalui desain pembelajaran yang sistematis. Meskipun luaran yang dihasilkan berupa PPT, struktur memetakan alur pembelajaran ke analisis, sehingga memungkinkan guru merancang scaffolding yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa (Agustiningsih & Yuliati. Amelia & Anugrahana, 2024. Hartono et al. , 2025. Hu & Zhang. Pemanfaatan fitur dinamis GeoGebra, seperti dragging, measurement, berperan sebagai sarana eksplorasi yang mampu mengubah konsep abstrak menjadi pengalaman visual yang lebih bermakna (Asryana et al. Ayna & Sari, 2024. Hutasuhut et al. , 2023. Yildiz & Arpaci, 2. Dengan demikian, meskipun belum berupa implementasi langsung di kelas, rancangan yang dihasilkan telah merepresentasikan kesiapan konseptual pembelajaran berbasis Kedua, peningkatan kompetensi guru selaras dengan kerangka TPACK yang menekankan integrasi antara pengetahuan konten, pedagogi, dan teknologi (Adipat, 2023. Li et al. , 2022. Nurhidayah & Suyanto, 2. Hasil pretest menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan teknologi dan penerapan pedagogisnya. Melalui model pendampingan yang mema- 99 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Hery Susanto1. Indriati Nurul Hidayah1. Santi Irawati1*. Bedilius Gunur1,2. Pika Merliza1,3. Ratnah Lestary1,4A. dukan sesi tatap muka dan daring, kesenjangan tersebut dapat dikurangi melalui siklus kegiatan berupa demonstrasi, praktik terbimbing, pemberian umpan balik, dan revisi Proses ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkuat efikasi diri serta kesadaran pedagogis dalam penggunaan teknologi. Ketiga, struktur kegiatan yang terdiri atas tiga sesi dengan tahap On-the-Job Training terbukti efektif dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran bagi guru (Istiqomah et al. , 2023. Uzorka et al. , 2. Pendampingan daring yang berlangsung selama periode 10Ae28 Maret memberikan kesempatan bagi guru untuk mengimplementasikan konsep yang telah dipelajari dalam konteks nyata, sekaligus memperoleh umpan balik secara tepat waktu sebelum tahap presentasi Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengembangan profesional berbasis praktik . ob-embedded develop-men. (Gumus Bellibas. Pembelajaran guru terjadi dalam konteks praktik nyata, meskipun masih pada level perancangan. Adapun keterbatasan kegiatan ini terletak pada fokus yang masih terbatas pada tahap perencanaan dan validasi awal, sehingga belum mencakup implementasi jangka panjang di kelas maupun pengukuran dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, penggunaan data persepsi berbasis self-report berpotensi menimbulkan bias sosial. Oleh karena itu, untuk: . menguji efektivitas rancangan aktivitas dalam praktik pembelajaran, serta . mengevaluasi transfer kompetensi guru ke dalam praktik mengajar melalui observasi kelas dan pengukuran hasil belajar siswa. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian ini berhasil menghadirkan solusi strategis terhadap permasalahan rendahnya literasi geometri serta dominasi pembelajaran yang bersifat prosedural di SDK Sang Timur melalui pendampingan terstruktur yang mengintegrasikan teori Van Hiele dan GeoGebra. Secara konkret, kegiatan ini menghasilkan 13 rancangan aktivitas pembelajaran geometri kemampuan guru dalam menyusun alur pembelajaran berbasis eksplorasi. Dengan demikian, produk yang dihasilkan sebagai rancangan yang siap untuk dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan sebagai media eksplorasi visual dalam pembelajaran di kelas. Dari pendampingan blended berbasis codesign meningkatkan kapasitas pedagogis dan teknologis, sekaligus mendorong pergeseran paradigma dari rumus menuju pendekatan eksploratif tahapan berpikir siswa. Secara direkomendasikan untuk mengintegrasikan aktivitas ini ke dalam perencanaan pembelajaran rutin serta membentuk komunitas praktisi di dalam sekolah maupun antar sekolah guna memastikan keberlanjutan pendampingan dan pertukaran praktik baik antar guru. Dari sisi kontribusi keilmuan, kegiatan ini memperkuat implementasi kerangka TPACK dan teori perkembangan kognitif Van Hiele dalam konteks sekolah dasar, serta menunjukkan bahwa pemanfaatan alat matematika dinamis mampu menjembatani kesenjangan antara penguasaan konten oleh guru dan praktik pembelajaran yang bermakna. 100 | Randang Tana: Jurnal Pengabdian Masyarakat. E-ISSN: 2622-0636 Pendampingan Guru SD dalam A. Ke depan, peneliti lanjutan perlu dilakukan untuk menguji secara empiris dampak penggunaan media terhadap peningkatan literasi geometri siswa, serta mengembangkan model pendampingan berkelanjutan yang terintegrasi dengan prinsip diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. DAFTAR PUSTAKA