Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Implementasi Pembelajaran TGT (Team Game Tournamen. Berbantuan Media Pembelajaran Ular Tangga Digital Terhadap Hasil Belajar Mulya Puspitasari1*. Hendra Erik Rudyanto2. Marsidah3 Universitas PGRI Madiun Universitas PGRI Madiun SDN 01 Tawangrejo Madiun Email: ppg. mulyapuspitasari01328@program. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik PPKN khususnya materi makna Pancasila dan contoh pengamalannya menggunakan model TGT (Team game Tournamen. dan media ular tangga Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu pada peserta didik kelas i SDN 01 Tawangrejo yang berjumlah 31 peserta didik. Siklus pada penelitian ini dilaksakan pada dua siklus dimana setiap siklus melibatkan empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukannya Tindakan. Sebagian besar peserta didik belum menerima hasil yang memadai, dengan ketuntasan belajar hanya sebesar 45,16%. Namun, setelah penerapan model TGT berbantuan media ular tangga digital pada siklus II terjadi peningkatan yang siginifikan dengan ketuntasan belajar mencapai 93,54%. Hal ini menunjukan bahwa inovasi dalam model dan media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Kata kunci : Pembelajaran TGT. Media ular tangga digital. Hasil belajar. PTK (Penelitian Tindakan Kela. Abstract The aim of this research is to improve the learning outcomes of PPKN students, especially material on the meaning of Pancasila and examples of its practice using the TGT (Team game Tournamen. model and digital snakes and ladders media. This research uses Classroom Action Research (PTK). The subjects of this research were class i students at SDN 01 Tawangrejo, totaling 31 students. The cycle in this research was carried out in two cycles where each cycle involved four stages, namely planning, action, observation and reflection. The research results showed that before the action was taken, the majority of students had not received adequate results, with learning completion only at 45. However, after implementing the TGT model assisted by digital snakes and ladders media in cycle II, there was a significant increase with learning completeness reaching 93. This shows that innovation in learning models and media can improve student learning outcomes significantly. Keywords : TGT Learning. Digital snakes and ladders media. Learning outcomes. PTK (Classroom Action Researc. PENDAHULUAN Pembelajaran yang efektif membutuhkan inovasi yang mampu memotivasi peserta didik untuk belajar dengan lebih antusias dan menyenangkan. Inovasi yaitu hal yang mendesak ntuk ditumbuhkan pada peserta didik sekolah dasar, untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, kreatif, efektif dan menyenangkan, guru perlu lebih kreatif dan inovatif dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran menurut (Khawani & Rahmadana, 2. Guru memerlukan strategi pembelajaran untuk menarik perhatian peserta didik dan memungkinkan peserta didik berpartisipasi aktif dalam pembelajaran PPKN. Ini sepaham dengan pendapat (Astuti et al. , 2. bahwa sebuah strategi pembelajaran akan mempengaruhi pola pikir peserta didik yang nantinya akan dihasilkan oleh peserta didik itu sendiri. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Pembelajaran PPKN merupakan bagian penting dari kurikulum di sekolah dasar. Di kelas 3 SD, pengajaran PPKN bertujuan menanamkan nilai-nilai etika, moral dan kebangsaan pada peserta Namun, terdapat permasalahan yang sering dihadapi dalam proses pembelajaran ini. Peserta didik pada kelas 3 SDN 01 Tawangrejo memiliki permasalahan mengenai keterbatasan konsentrasi. Peserta didik pada usia ini memiliki rentang perhatian yang pendek. Peserta didik akan cepat merasa bosan jika pembelajaran dilakukan dalam waktu yang lama tanpa adanya variasi metode atau media. Guru yang kreatif berusaha memilih metode-metode yang kreatif memungkinkan dengan menggunakan model-model baru dengan begitu, ketika mengajar di kelas, meskipun pelajarannya tidak dirasa sulit, peserta didik akan merasa segar dan tidak bosan atau mengantuk menurut (Sugiata, 2. Kreativitas seorang pendidik dalam proses mengajar memegang peranan penting dalam memberi semangat belajar peserta didiknya (Huda dalam Fitriyani et al. , 2. Hal ini dapat menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan ini adalah TGT (Teams Games Tournamen. TGT (Teams Games Tournamen. ini memiliki unsur turnamen yang dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena mereka berpartisipasi secara antusias dan aktif dalam proses pembelajaran menurut (Astutik & Abdullah, 2. Kelebihan dari model TGT (Team Games Tourname. yaitu dapat memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi dalam pembelajaran melalui permainan dan turnamen yang kompetitif namun menyenangkan. Meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam bekerja sama dengan tim, meningkatkan prestasi akademik peserta didik dan juga Memfasilitasi pembelajaran yang menyenangkan. Kekurangan dari model TGT (Team Games Tourname. yaitu memerlukan persiapan yang matang, ketergantungan pada kerja tim, memungkinkan ketidakseimbangan kompetisi, kendala pada manajemen kelas karena guru harus mampu mengontrol dinamika kelompok dan memastikan setiap peserta didik, dapat memicu konflik peserta didik dengan temannya jika tidak dikelola dengan baik, dan memerlukan fasilitas dan sumber daya seperti alat permainan,dan juga materi yang sesuai. Kekurangan menurut (Rahmawati et al. , 2. model TGT (Teams Games Tournamen. terdapat kelemahan antara lain sulitnya guru membagi peserta didikdalam kelompok prestasi akademik, permainan seringkalu memberikan rasa kepemilikan kepada peserta didik, seingga guru memegang peranan penting dalam mengelola kelas. Pengelolaan kelas merupakan tugas yang penting TGT (Teams Games Tournamen. merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif dimana peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan secara tim. Dimana mereka bersaing dalam turnamen yang di desain untuk meningkatkan penguasaan materi pembelajaran. Proses pembelajaran TGT (Teams Games Tournamen. terdiri dari 5 tahapan menurut (Rachma Thalita et al. , 2. Penyajian Kelas Digunakan oleh guru untuk menyampaikan bahan pelajaran melalui pembelajaran langsung atau diskusi yang dipimpin guru. Presentasi kelas juga digunakan oleh guru untuk mengajarkan teknik belajar untuk membantu siswa berhasil melakukan setiap aktivitas dalam langkah TGT. Kelompok . Sebuah tim atau kelompok terdiri dari hingga 5 peserta didik, dan anggotanya beragam dalam hal kemampuan akademik, jenis kelamin peserta didik, dan etnis. Tanggung jawab utama tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar. Games Games yang dirancang oleh guru yaitu berisi pertanyaan-pertanyan untuk menguji peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Turnamen Turnamen ini dilakukan pada saat pemberian materi sudah selesai. Maka peserta didik dapat melakukan permainan akademik yaitu dengan cara berkompetisi Bersama kelompok lainnya Rekognisi Tim Hadiah akan diberikan kepada tim dengan performa terbaik. Mirip dengan kompetisi, tim yang mengumpulkan poin/skor terbanyak akan mendapatkan gelar juara umum, setelah itu juara berikutnya akan dinobatkan secara berurutan tergantung pada jumlah poin/skor yang dicapai. Untuk lebih meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik, media pembelajaran memainkan peran penting dalam mendukung efektifitas model TGT (Team Games Tournamen. Media pembelajaran yang menarik dan interaktif dapat membantu peserta didik memahami materi dengan lebih baik dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan alat yang dapat menunjang proses belajar mengajar sehingga makna pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas dan tujuan pendidikan dan pembelajaran tercapai secara efektif dan efisien menurut (Nurrita, 2. Media pembelajaran berfungsi sebagai penunjang sumber belajar peserta didik untuk mendapatkan pesan dan informasi yang berkaitan materi pembelajaran yang dapat meningkatkan dan membetuk pengetahuan bagi peserta didik. Pada penelitian ini akan membahas media ular tangga digital. Adanya media pembelajaran ini diharapkan peserta didik dapat mendapatkan hasil belajarnya semakin meningkat Masalah hasil belajar termasuk pada masalah yang sangat penting di dalam dunia Pendidikan. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku setelah melalui suatu proses Pendidikan dan pembelajaran yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil pembelajaran dapat ditentukan dengan melakukan penelitian tertentu yang menunjukan sejauh mana kriteria penilaian tercapai menurut (Gulo. Hasil belajar merupakan indicator utama dari keberhasilan proses Pendidikan. Memahami dan mengukur hasil belajar secara efektif, pendidik dapat meastikan bahwa tujuan pembelajaran tercapai dan peserta didik berkembang sesuai dengan potensinya. Untuk lebih meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik, media pembelajaran seperti ular tangga digital dapat digunakan. Penelitrian ini berfokus pada implementasi TGT berbantuan media pembelajaran ulat tangga digital untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan kelas (PTK). Penelitian Tindakan kelas (PTK) adalah metode penelitian yang dilakukan oleh guru dikelasnya sendiri dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian Tindakan kelas dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian atau kegiatan ilmiah dan metodologis yang dilakukan oleh peneliti d dalam kelas yang menggunakan intervensi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar menurut (Gulo. Tujuan penelitian Tindakan kelas (PTK) adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di dalam kelas melalui tindakan-tindakn reflektif dan sistematis. Tujuan PTK dalam konteks pembelajaran PPKN di kelas 3 SDN 01 tawangrejo yaitu untuk meningkatkan pemahaman tentangf nilai-nilai Pancasila. Meningkatkan partisipasi peserta didik dalam diskusi di kelas serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pembelajaran PPKN. Hasil akhir dari PTK adalah menyelesaikan permasalahan dan meningktkan mutu Pendidikan dan pengajaran menurut (Prihantoro & Hidayat, 2. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Pra-siklus Pada tahap pra-siklus ini, peneliti mengawali penelitian dengan melaksanakan pretest untuk menilai keterampilan peserta didik sebelum mereka mulai belajar. Pada tahap ini sebagian besar peserta didik tidak mampu mencapai nilai yang lebih tinggi dari KKM yaitu 75. Di bawah ini adalah ringkasan hasil pretest yang dilakukan siswa, tercantum pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Rekapitulasi hasil pretest Pencapaian Pra-Siklus Nilai Terendah Nilai Tertinggi Rata-rata 74,19 Ketuntasan 45,16% Berdasarkan hasil pra-siklus yang telah dilakukan terlihat ketuntasan hasil pretest dari pesertadidik yang diambil 45,16% atau 14 dari 31 peserta didik. Pada kegiatan pra-siklus nilai terendah 60, nilai tertinggi 90 dan rata-rata 74,19 dapat kita lihat bahwa rata-rata masih dibawah nilai KKM, yaitu Terlihat bahwa Sebagian besar pserta didik kelas i SDN 01 Tawangrejo belum memenuhi diatas KKM yaitu 75. Data yang ditampilkan menunjukkan bahwa: Tingkat keberhasilan di bawah adalah 80%. Siklus I Tindakan pada siklus I dilakukan dengan menggunakan metode ceramah menggunakan media powerpoint pada mata pelajaran PPKN pada materi makna sila pancasila dan contoh pengamalan silasila panca sila. Pembelajaran ini diikuti oleh 31 peserta didik. Pada siklus 1 terdapat 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tindakan pada siklus I terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran ceramah menggunakan media powerpoint pada mata pembelajaran PPKN pada materi makna sila pancasila dan contoh pengamalan sila-sila panca sila. Rekapitulasi hasil belajar peserta didik siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Rekapitulasi hasil siklus I Pencapaian Pra-Siklus Nilai Terendah Nilai Tertinggi Rata-rata 78,38 Ketuntasan 67,74% Berdasarkan hasil siklus I yang telah dilakukan dapat kita lihat bahwa adanya peningkatkan setelah menggunakan metode ceramah dan media powerpoint dibandingkan dengan pra-siklus. Ketuntasan pada pra-siklus hanya memperoleh 45,16% sedangkan pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 67,74%. Namun, rata-rata masih dibawah KKM yaitu 75. Presentase keberhasilan kurang dari Maka dari itu peneliti akan memperbaiki pada siklus selanjutnya dengan menggunakan model pembelajaran dan media yang menarik supaya hasil belajar peserta didik menjadi lebih meningkat. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Siklus II Tindakan siklus II dilaksanakan setelah melakukan Tindakan siklus I. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada siklus I ini jumlah peserta didik masih sama seperti siklus yaitu 31 peserta didik. Siklus II juga terdapat emapat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tindakan siklus II terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Team games Tournamen. dan media ular tangga digital pada mata Pelajaran PPKN pada materi makna sila pancasila dan contoh pengamalan sila-sila panca sila. Rekapitulasi hasil belajar peserta didik siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Rekapitulasi hasil siklus II Pencapaian Pra-siklus Nilai terendah Nilai tertinggi Rata-rata Ketuntasan 93,54% Berdasarkan hasil siklus II yang telah dilakukan dapat kita lihat bahwa terjadinya peningkatan setelah menggunakan model pembelajaran TGT (Team games Tournamen. dan media ular tangga digital dibandingkan siklus I. Pada siklus II nilai rata-rata meningkat pesat menjadi 89,7 dan ketuntasan menjadi 93,54%. Artinya pada siklus ini dapat dikatakan berhasil karena peserta didik yang memenuhi kriteria 75 terdapat lebih dari 80%. Oleh karena itu pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran pembelajaran TGT (Team games Tournamen. dan media ular tangga digital pada mata Pelajaran PPKN pada materi makna sila pancasila dan contoh pengamalan sila-sila pancasila. Kelas i SDN 01 Tawangrejo PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas i SDN 01 Tawangrejo pada mata Pelajaran PPKN, khususnya pada materi makna sila Pancasila dan contoh Penelitian dilakukan melalui 3 tahap siklus yaitu pra-siklus, siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil dan analisis data yang telah dilakukan, dapat kita ketahui bahwa ketuntasan hasil pretest yang telah dilakukan hanya mencapai 45,16% atau 14 dari 31 peserta didik. Hal ini dikarenakan kurangnya kefokusan pada saat proses pembelajaran berlangsung dan belum diterapkan model pembelajaran yang tepat dan media alat bantu yang tepat. Pada tahap siklus I terjadi peningkatan 67,74% akan tetapi masih dibawah 80% dari presentase Adanya keberhasilan pada siklus I dikarenakan menggunakan metode ceramah dan Oleh karena itu, perbaikan metode pembelajaran dirasa perlu untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Hal ini sepaham dengan pendapat dari (Hartoto, 2. bahwa sebuah inovasi yang akan dilakukan guru yaitu harus menghasilkan suatu hasil yang bermanfaat bagi peserta didik, guru dapat meberikan inovasi pada saat proses pembelajaran melalui media alat bantu belajar dan dapat menentukan metode yang bisa membuat peserta didik termotivasi atau antusias dalam proses pembelajaran berlangsung. Pada tahap siklus II, dilakukan perbaikan dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Team Games Tournamen. dan dan media ular tangga digital. Model dan media ini dirancamg untuk meningkatkan kefokusan peserta didik dan meningkatkan antusiasnisme peserta didik kelas i SDN 01 Tawangrejo. Hasil dari siklus II menunjukan peningkatan yang signifikan yaitu kentuntasan mencapai ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay 93,54%. Ini menunjukan bahwa model TGT (Team Games Tournamen. dan dan media ular tangga digita sangat efektif dalam peningkatan hasil belajar. Dengan ketuntasan di atas 80%, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada siklus II berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. KESIMPULAN Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan model dal media pembelajaran yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada awalnya, melalui pra-siklus, sebagian besar peserta didik belum mencapai nilai yang memadai. Namun, melalui perbaikan metode pada siklus 1 dan penerapan model TGT serta media yang interaktif pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan. Hasil ini menunjukan pentingnya inovasi dalam metode, model dan media pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-nya sehingga artikel ini dapat terselesaikan dengan baik. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada pihak sekolah, terutama kepada kepala sekolah dan guru-guru SDN 01 Tawangrejo yang telah meberi izin dan dukungan dalam penelitian ini. Terimakasih untuk peserta didik kelas i telah berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif di masa depan. DAFTAR PUSTAKA