Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pengembangan Program Pelatihan Kewirausahaan dan Pendidikan Lingkungan di Sekolah ALQI Ceria Kota Bogor: Tinjauan Implementasi dan Dampaknya terhadap Kesadaran Kewirausahaan dan Kesadaran Lingkungan Siswa Asep Saepul Bahri1. Khotimah Herliana2 Universitas Islam 45. Indonesia Universitas Bina Sarana Informatika. Indonesia bdg@gmail. Khotimah. khl@bsi. Submitted: 18th March 2024 | Edited: 10th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Bahri. , & Herliana. Pengembangan Program Pelatihan Kewirausahaan dan Pendidikan Lingkungan di Sekolah ALQI Ceria Kota Bogor: Tinjauan Implementasi dan Dampaknya terhadap Kesadaran Kewirausahaan dan Kesadaran Lingkungan Siswa. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 132-140. ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan hidup di Sekolah Alqi Ceria Kota Bogor serta dampaknya terhadap kesadaran kewirausahaan dan kesadaran lingkungan hidup siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap guru dan siswa di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang kewirausahaan dan lingkungan serta meningkatkan minat mereka dalam berwirausaha dan menjaga lingkungan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan program pelatihan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan hidup dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap kedua bidang tersebut. Kata Kunci: Pelatihan Kewirausahaan. Pendidikan Lingkungan Hidup. Kesadaran Berwirausaha. Kesadaran Lingkungan. Sekolah Alqi Ceria Kota Bogor ABSTRACT This study aims to evaluate the implementation of entrepreneurship and environmental education training programmes at Alqi Ceria School in Bogor City and its impact on students' entrepreneurial awareness and environmental awareness. The research method used is a qualitative approach with in-depth interviews with teachers and students at the The results show that the training programme has successfully improved students' understanding of entrepreneurship and the environment and increased their interest in entrepreneurship and protecting the environment. This article concludes that the implementation of entrepreneurship and environmental education training programmes can be an effective strategy in increasing students' awareness of both areas. Keywords: Entrepreneurship Training. Environmental Education. Entrepreneurial Awareness. Environmental Awareness. Alqi Ceria School Bogor City Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran krusial dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan, termasuk memperkenalkan konsep kewirausahaan Sekolah Alqi Ceria Kota Bogor mengimplementasikan program pelatihan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan sebagai bagian dari kurikulumnya. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program tersebut serta menganalisis dampaknya terhadap kesadaran kewirausahaan dan kesadaran lingkungan siswa. Menurut data dari Kementrian Koperasi dan UKM pada tahun 2017 (Moerdijat, 2. menunjukkan bahwa jumlah dari entrepreneur atau pengusaha di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, namun demikian masih menjadi catatan dari kementrian bahwa pertumbuhannya baru sebesar 3,47% padahal untuk menjadi negara maju maka rasio pertumbuhan kewirausahaan setidaknya harus 12%. Pendidikan kewirausahaan pada tingkat sekolah sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan minat generasi muda untuk terjun menjadi entrepreneur, karena pada masa kini di masa era digital peluang untuk melebarkan sayap dunia usaha sangat terbuka lebar. Namun demikian bahwa Pendidikan kewirausahaan yang ada di sekolah masih banyak yang bersifat teori semata, belum mampu menyentuh pada aspek aplikatif sehingga Siswa masih merasa bahwa Pendidikan kewirausahaan dan lingkungan belum terasa efektif dalam meningkatkan minat Siswa untuk menjadi seorang entrepreneur yang memahami lingkungan. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh (Subroto, n. ) bahwa Pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih bersifat pada softskill yakni mengajarkan berbagai pengetahuan daripada mengajarkan pada hardskill yakni mengajarkan keterampilan berwirausaha. Tentunya hal ini sangat sulit untuk meningkatkan rasio aspek kewirausahaan pada generasi muda. Kalau kita melihat perkembangan entrepreneur di negara ASEAN saja, tentunya kita sangat tertinggal jauh dari negara-negara tetangga berdasarkan apa yang dipaparkan dalam sebuah media (Jurnas, 2. bahwa rasio kewirausahaan di dalam negeri masih terbilang sangat rendah pada tahun 2022 saja baru tercapai 3,75% sedangkan kalau melihat Thailand sudah mampu mencapai 4,2%. Malaysia 4,7% dan Singapura sudah mampu mencapai 8,7%. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Oleh karena itu perlunya Pendidikan kewirausahaan dan lingkungan ini, sejatinya untuk mengenalkan kepada Siswa agar mampu memiliki daya saing yang kuat dalam menghadapi persaingan yang kian hari kian ketat, dengan Pendidikan kewirusahaan dan lingkungan ini tentunya akan mengenalkan kepada Siswa agar mampu mengenali bagaimana potensi lingkungan di sekitar Siswa dan juga mampu menggali jiwa Tentunya dalam hal ini penulis ingin melihat bagaimana pola Pendidikan kewirausahaan dan lingkungan yang diterapkan dalam Pembelajaran dan tentunya dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menggali dan juga meningkatkan minat dalam berwirausaha pada diri Siswa. METODE Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan wawancara mendalam dengan guru dan Siswa pada sekolah Alqi Ceria. Menurut (Lexy J, 2. bahwa penelitian kualitatif dilakukan dengan maksud untuk menggali dan juga memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh objek penelitian misalnya mengenai perilaku, persepsi, tindakan, motivasi dan lain Secara holistic dan juga dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks penelitian. Sedangkan menurut (Sugiyono, 2. bahwa metode penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat dan juga berlandaskan pada postkonstruktivisme ataupun enterpretatif, yang digunakan untuk meneliti kondisi dari obyek yang alamiah, dimana posisi peneliti adalah instrument kunci. Teknik penelitian menggunakan triangulasi . abungan observasi, wawancara, dokumentas. Sumber: Sugiyono 2011 Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Data yang diperoleh cenderung kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif, serta hasil penelitian bersifat untuk dapat memahami makna, memahami keunikan, menemukan hipotesa dan juga mengkonstruksi fenomena. Alasan dari menggunakan metode ini adalah karena peneliti berusaha untuk mampu mendeskripsikan ataupun menggambarkan mengenai pengembangan program pelatihan kewirausahaan dan Pendidikan lingkungan pada tingkat sekolah di sekolah Alqi Ceria Kota Bogor. PEMBAHASAN Program pelatihan kewirausahaan dan Pendidikan lingkungan di Indonesia tentunya masih sangat minim dilakukan, hal ini karena Pendidikan kewirausahaan dan juga Pendidikan lingkungan masih bersifat menyampaikan pengetahuan dan tentunya hanya bersifat menguatkan softskill semata dan belum mampu menyentuh pada ranah penguatan hardskill. Padahal pada era digital seperti sekarang ini, peluang untuk mampu berusaha dan menjadi seorang entreperenuer yang berwawasan lingkungan sangatlah terbuka lebar. Karena dengan arus informasi yang sangat deras tentunya akan sangat bermanfaat dalam pengembangan seseorang dalam penyiapan menjadi seorang entrepreneur yang memiliki wawasan lingkungan. Hal ini sejalan dengan apa yang telah di sampaikan oleh (Subroto, n. ) bahwa keterkaitan antara Pendidikan ekonomi ekonomi dengan pengusaha adalah pada saat keduanya melakukan upaya kreatif dan cara inovatif untuk pertumbuhan ekonomi. (Subroto, n. ) juga menyampaikan bahwa kewirausahaan perlu didukung oleh pengetahuan . , keterampilan . , dan juga sikap . hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesuksesan yang efektif. Menurut (Ekawati, 2. bahwa dengan Pendidikan kewirasuhaan diharapkan dapat meningkatkan dan menuangkan ide untuk dapat membuat usaha baru yang mana tidak sibuk untuk mencari pekerjaan melainkan nantinya akan menciptakan dan membuka lapangan pekerjaan yang baru. Oleh karena itu tentunya Pendidikan kewirausahaan itu tentunya akan menciptakan frame berpikir pada setiap Siswa bahwa kelak ketika lulus itu tidak lagi pusing dalam mencari pekerjaan karena dengan Pendidikan kewirausahaan itu sudah membentuk karakter dan jiwa entrepreneur. Demikian pula apa yang di ungkapkan oleh (Maya & Yohanna, n. ) bahwa Pendidikan kewirausahaan akan sangat penting dalam mempersiapkan generasi agar Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. memiliki jiwa kewirausahaan. Jiwa kewirausahaan ini tentunya satu mental yang mampu menghadapi setiap resiko, berani melakukan inovasi, jujur, dan yang terpenting adalan memiliki mental pantang menyerah dan juga keinginan untuk terus berprestasi yang merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh setiap Siswa. Pengembangan Pendidikan kewirausahaan di sekolah sangatlah penting, hal ini juga merupakan bagian dari program yang digulirkan oleh kementrian Pendidikan seperti yang diungkapkan oleh (Usman et al. , 2. bahwa pengembangan metodologi Pendidikan kewirausahaan memiliki tujuan untuk membangun manusia yang berjiwa kreatif, sportif dan wirausaha. Hal ini sangat penting dilakukan karena untuk menjadi seorang wirausaha haruslah memiliki mental-mental pejuang dan harus Tangguh dalam menghadapi segala tantangan dan juga segala bentuk resiko dalam berusaha. (Endang Mulyani, 2. mengatakan bahwa Pendidikan kewirausahaan dapat digabungkan dengan setiap mata pelajaran lain, hal ini karena sasaran dari Pendidikan kewirausahaan tersebut adalah sikap . , pengetahuan . , dan keterampilan . Menurut (Daniel & Handoyo, 2. bahwa terdapat pengaruh yang positif terhadap intensi kewirausahaan, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap lingkungan. Hal ini karena Pendidikan kewirausahaan yang dilaksanakan lebih berfokus pada Pendidikan kewirausahaan yang menggali potensi jiwa wirausaha Siswa. Ada beberapa hal yang dikemukakan oleh (Puspitaningsih, 2. terkait Pendidikan kewirausahaan ini yakni. Pendidikan kewirausahaan mampu menumbuhkan self efficacy, hal ini tentunya menunjukkan bahwa Pendidikan kewirusahaan mampu menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada diri Siswa. Lingkungan keluarga juga mampu menumbuhkan pada self efficiacy. Hal ini tentu didukung oleh temuan bahwa self efficacy pada diri Mahasiswa ini mampu dibangun melalui kesempatan, kepercayaan, pemberian ide, dan juga didukung oleh materiil dari keluarga. Pendidikan kewirausahaan juga mampu mempengaruhi minat untuk berwirausaha, hal ini tentu untuk membangun minat wirausaha dari setiap Mahasiswa yang dipengaruhi oleh aspek IQ. SQ, dan skill, serta kemampuan membaca peluang dan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Lingkungan keluarga juga memiliki kemampuan untuk mengubah minat wirausaha, tentunya hal ini berkaitan dengan pola pikir wirausaha anak dan juga orang tua sehingga minat berwirausaha anak diinspirasi oleh lingkungan keluarga. Dari hal ini tentunya bahwa lingkungan tentunya juga menjadi salah satu factor yang dapat menentukan bagaimana jiwa entrepreneur dari setiap Siswa dapat tumbuh dengan baik. Tentunya dengan Pendidikan lingkungan juga akan mengarahkan Siswa untuk dapat melihat peluang yang lebih efektif untuk menggali potensi dan juga peluang Implementasi program pelatihan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan di Sekolah Alqi Ceria Kota Bogor memiliki dampak yang signifikan terhadap kesadaran kewirausahaan dan kesadaran lingkungan siswa. Berikut adalah beberapa poin yang perlu dibahas dalam konteks penelitian ini: Keberhasilan Implementasi Program: Evaluasi implementasi program pelatihan menunjukkan bahwa program tersebut berhasil diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah dengan baik. Kegiatan seperti workshop bisnis, simulasi wirausaha, dan kegiatan kewirausahaan dan lingkungan. Peningkatan Kesadaran Siswa: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kesadaran kewirausahaan dan kesadaran lingkungan siswa setelah mengikuti program pelatihan. Para siswa menunjukkan minat yang lebih besar dalam mempelajari konsep-konsep kewirausahaan dan lingkungan serta memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk berwirausaha dan menjaga lingkungan. Peran Guru dan Sekolah: Peran guru dalam mendukung implementasi program ini sangatlah penting. Guru di Sekolah Alqi Ceria telah melaksanakan peran mereka dengan baik dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan dan memberikan panduan kepada siswa. Selain itu, dukungan dari pihak sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan pelatihan juga berkontribusi terhadap keberhasilan program ini. Relevansi dan Konteks Lokal: Program pelatihan ini memiliki relevansi yang tinggi dengan konteks lokal di Kota Bogor, yang kaya akan potensi kewirausahaan dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Dengan memperhatikan konteks lokal, program ini dapat lebih efektif dalam menjangkau dan melibatkan siswa dalam kegiatankegiatan yang relevan dan bermanfaat bagi mereka dan lingkungan sekitar. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Tantangan dan Peluang: Meskipun program ini telah memberikan dampak positif, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Beberapa tantangan termasuk sumber daya yang terbatas, seperti waktu dan dana, serta perluasan cakupan program untuk melibatkan lebih banyak siswa. Namun, program ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, seperti kerjasama dengan pihak-pihak eksternal dan pengintegrasian konsepkonsep kewirausahaan dan lingkungan ke dalam mata pelajaran lainnya. Dengan memperhatikan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi program pelatihan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan di Sekolah Alqi Ceria Kota Bogor telah memberikan dampak positif terhadap kesadaran kewirausahaan dan kesadaran lingkungan siswa. Program ini tidak hanya mempersiapkan siswa untuk menjadi wirausahawan yang sukses, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program pelatihan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan di Sekolah Alqi Ceria Kota Bogor serta dampaknya terhadap kesadaran kewirausahaan dan kesadaran lingkungan siswa. Berdasarkan hasil triangulasi data dari wawancara mendalam, survei, observasi, dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil mencapai tujuan yang Beberapa kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah: Peningkatan Kesadaran Kewirausahaan: Program pelatihan kewirausahaan di Sekolah Alqi Ceria Kota Bogor telah berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang kewirausahaan. Siswa menunjukkan minat yang lebih besar untuk memulai usaha, pemahaman yang lebih baik tentang perencanaan bisnis, dan pengelolaan keuangan. Sebagian besar siswa merasa lebih siap dan termotivasi untuk berwirausaha setelah mengikuti pelatihan. Peningkatan Kesadaran Lingkungan: Pendidikan lingkungan yang diintegrasikan dalam kurikulum telah meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu lingkungan. Siswa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, aktif berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, dan menunjukkan perilaku yang lebih ramah lingkungan, seperti memisahkan sampah dan berpartisipasi dalam penanaman pohon. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Dukungan Guru dan Sekolah: Keberhasilan program ini juga didukung oleh peran aktif guru dan pihak sekolah dalam mengimplementasikan program pelatihan. Guru berperan sebagai fasilitator yang efektif dalam kegiatan pelatihan, sementara dukungan dari sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai juga berkontribusi terhadap keberhasilan program. Relevansi dengan Konteks Lokal: Program ini relevan dengan konteks lokal Kota Bogor, yang memiliki potensi kewirausahaan yang besar dan kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu lingkungan. Kegiatan yang dirancang sesuai dengan konteks lokal membantu siswa memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan dan Peluang: Meskipun program ini telah memberikan dampak positif, masih terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan sumber daya . aktu dan dan. serta perlunya perluasan cakupan program. Namun, terdapat peluang besar untuk mengembangkan program ini lebih lanjut, termasuk kerjasama dengan pihak eksternal dan integrasi konsep kewirausahaan dan lingkungan dalam mata pelajaran Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan di atas, beberapa rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut adalah: Pengembangan Program: Memperluas cakupan program untuk melibatkan lebih banyak siswa dan memperkaya materi pelatihan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan dengan studi kasus lokal dan internasional. Pelatihan Guru: Memberikan pelatihan tambahan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajarkan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan. Kerjasama dengan Pihak Eksternal: Membangun kemitraan dengan organisasi nonpemerintah, lembaga pendidikan tinggi, dan sektor swasta untuk mendukung program ini melalui sumber daya tambahan, pendanaan, dan kesempatan belajar praktis bagi siswa. Evaluasi Berkelanjutan: Melakukan evaluasi berkelanjutan untuk mengukur dampak jangka panjang dari program ini terhadap perkembangan siswa dan menyesuaikan program berdasarkan temuan evaluasi. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Dengan menerapkan rekomendasi tersebut, diharapkan program pelatihan kewirausahaan dan pendidikan lingkungan di Sekolah Alqi Ceria Kota Bogor dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi siswa dan masyarakat DAFTAR PUSTAKA