Manivest : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Kewirausahaan, dan Investasi Volume 1 no 1 Juni 2023 e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 31-39 DOI: a. PENGAMBIL PUTUSAN DALAM PENERAPAN BALANCE SCORECARD DALAM MENGUKUR KINERJA PELAYANAN DI EBUN BINATANG SURABAYA Nyoman Widhi. Widhi Wisesa email korespodensi :nyoman@gmail. com, widhi@gmail. Abstrak Fenomena yang terjadi di Kebun Binatang Surabaya adalah banyak satwa yang tidak memperoleh kesejahteraan , pendapatan yang menurun, jumlah pengunjung yang menurun karena buruknya pelayanan serta kurangnya kinerja karyawan, karena tidak adanya pelatihan kepada karyawan, serta tidak ada sistem pengembangan pada karyawan Kata kunci: balanced scorecard,perspektif keuangan,perspektif pelanggan,perspektif proses bisnis internal,perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. ABSTRACT The phenomenon that occurs at the Surabaya Zoo is that many animals do not receive welfare, decreased income, decreased number of visitors due to poor service and lack of employee performance, due to lack of training for employees, and no development system for employees. Keywords: balanced scorecard, financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, learning and growth perspective. PENDAHULUAN Perkembangan dunia bisnis disektor pariwisata yang semakin kompetitif menyebabkan perubahan yang luar biasa dalam persaingan, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, dan penanganan transaksi antara perusahaan dengan pelanggan dan perusahaan dengan perusahaan lain. Persaingan yang bersifat global dan tajam menyebabkan terjadinya penciutan laba yang diperoleh perusahaan-perusahaan yang memasuki Kebun Binatang Surabaya yang berdiri sejak tahun 1916 juga mengalami dampak dari adanya globalisasi dimana terjadi perubahan-perubahan yang sangat cepat. Keinginan dan kebutuhan wisatawan . terus berubah, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dan persaingan diantara pelaku bisnis pariwisata yang semakin tajam, memaksa Kebun Binatang Surabaya untuk selalu memperbaiki diri dalam pelayanan dengan melakukan pengukuran kinerja dan menentukan strategi tersebut yang sesuai dengan kondisi Kebun Binatang Surabaya. Krisis manajemen pengelolaan menyebabkan timbulnya kendala dalam setiap kebijakan yang diambil tidak dapat dijalankan dengan baik . Seringnya terjadi pergantian kepengurusan di perkumpulan juga menjadi salah satu penyebab kemelut manajemen. Karena terlalu lama terjadi konflik manajemen saat dikelola oleh perkumpulan maka pemerintah mengambil langkah untuk mengmbil alih pengelolaan Kebun Binatang Surabaya dengan membetuk Tim Pengelola Sementara (TPS) melalui SK Menteri Kehutanan No. 471 tahun 2010 yg beranggotakan dari : Pemerintah Kota Madya Surabaya. Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Revised Maret 2, 2023. Juni 01, 2023 *Corresponding Nyoman Widhi e-mail nyoman@gmail. SISEM DALAM SUATU PEMANFAATAN DALAM QUALITY REPORT DALAM QUALITY IMPROVEMENT EFISIENSI BIAYA Daya Alam dan Perhimpunan Kebun Bianatang Seluruh Indonesia (PKBSI) hingga terbentuknya badan hukum baru yang sesuai dengan Permenhut No. 53 Tahun 2007, yaitu Lembaga Konservasi harus dikelola oleh badan usaha dan berbadan hukum antara lain : BUMN. BUMD. PT. Yayasan. Koperasi. Setelah pemerintah mengatur pengelolaan Lembaga Konservasi sesuai Permenhut No 53 2007 pada bulan Juni 2010 ijin pengeloaan Kebun Binatang Surabaya oleh Perkumpulan telah dicabut . Fenomena yang terjadi di Kebun Binatang Surabaya adalah banyak satwa yang tidak memperoleh kesejahteraan , pendapatan yang menurun, jumlah pengunjung yang menurun karena buruknya pelayanan serta kurangnya kinerja karyawan, karena tidak adanya pelatihan kepada karyawan, serta tidak ada sistem pengembangan pada karyawan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, pihak kebun binatang harus mempunyai strategi yang jelas. Strategi tersebut harus diketahui oleh semua karyawan agar mereka bekerja sesuai standar yang telah Untuk itulah penulis menggunakan balance scorecard. KAJIAN PUSTAKA Menurut Mulyadi . Manajemen strategi atau strategic management adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi dalam menyediakan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi. Sejarah Balanced Scorecard dimulai dan dipekenalkan pada awal tahun 1990 di USA oleh Norton dan Kaplan melalui suatu riset tentang Au pengukuran kinerja dalam organisasi masa depan Au. Istilah Balanced Scorecard terdiri dari dari 2 kata yaitu balance . erimbang ) dan scorecard . artu sko. Kata balance . erimbang ) dapat diartikan dengan kinerja yang diukur secara berimbang dari dua sisi, yaitu keuangan dan non keuangan, mencakup jangka penedek dan jangka panjang serta melibatkan bagian internal dan Sedangkan pengertian Scorecard . artu skor ) adalah suatu kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja baik untuk kondisi sekarang ataupun untuk perencanaan dimasa yang akan datang. Dari definisi tersebut pengertian sederhana Balanced Scorecard adalah kartu skor yang digunakan untuk mengukur kinerja dengan memperhatikan keseimbangan antara sisi keuangan dan non keuangan, antara jangka pendek dan jangka panjang serta melibatkan sistem internal dan ekternal. Persepktif Keuangan Ukuran kinerja finansial memberikan petunjuk apakah strategi perusahaan, implementasi, dan pelaksanaanya memberikan kontribusi atau tidak kepada peningkatan laba perusahaan. Tujuan finansial biasanya berhubungan dengan profitabilitas melalui pengukuran laba operasi, return on capital employed ( ROCE) atau economic value added. Pesepektif Pelanggan (Custome. Dalam persepektif pelanggan, manajemen perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan dan segmen pasar dimana unit bisnis tersebut akan bersaing dan berbagai ukuran kinerja unit bisnis didalam segmen sasaran. Persepektif ini biasanya terdiri atas beberapa ukuran utama yaitu : retensi pelanggan,akuisisi pelanggan, kepuasan pelanggan dan profitabilitas pelanggan. Manivest : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Kewirausahaan, dan Investasi Manivest : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Kewirausahaan, dan Investasi Vol. No. 1 Juni 2023 e e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 31-39 Persepektif Proses Bisnis Internal Dalam persepektif proses bisnis internal, para eksekutif mengidentifikasi berbagai proses internal penting yang harus dikuasai dengan baik oleh perusahaan. Ukuran proses bisnis internal berfokus kepada berbagai proses internal yang akan berdampak besar kepada kepuasan pelanggan dan pencapaian tujuan finansial Menurut Kaplan dan Norton ,2000 tahapan dalam proses bisnis internal meliputi : inovasi, proses operasi, proses penyampaian produk atau jasa pada pelanggan Persepektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Persepektif Pembelajaran dan pertumbuhan mengidentifikasi infrastruktur yang harus dibangun perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan dan peningkatan kinerja jangka panjang. Sumber utama pembelajaran dan pertumbuhan perusahaan adalah manusia, sistem,dan prosedur perusahaan. Menurut Kaplan dan Norton 2000, ada tiga kategori utama yang harus diperhatikan yaitu : kapabilitas pekerja, kapabilitas sistem informasi dan motivasi,pemberdayaan dan keselarasan. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang digunakan adalah data primer yang didapat dari hasil wawancara dengan Pimpinan, karyawan dan wisatawan Kebun Binatang Surabaya, dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber buku/literature ilmiah. PENERAPAN BALACE SCORECARD PADA KEBUN BINATANG SURABAYA Penilaian Kinerja ditinjau dari Persepectiv Fianancial 1 Analisis dengan menggunakan perhitungan Return On Assets (ROA) Hasil analisis adalah Kebun Binatang Surabaya dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba sangat baik karena setiap tahun tingkat ROA nya meningkat walaupun di tahun 2011 tingkat ROA nya menurun. 2 Analisis dengan menggunakan perhitungan Ratio Gross Profit Margin. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dengan menggunakan Gross Profit Margin kemampuan Kebun Binatang Surabaya dalam mengukur efisiensi produksi dan penentuan harga jual dari tahun ke tahun baik walaupun ada penurunan di tahun 2011. 3 Analisis menggunakan perhitungan Ratio Perputaran Total Aktiva ( Total Asset Turnove. Hasil analisis data dengan menggunakan Total Asset Turnover menunjukkan bahwa Kebun Binatang Surabaya dalam menghasilkan penjualan melalui penggunaan aktiva kurang bagus karena dari tahun 2009 sampai tahun 2013 ada penurunan. Hasil Analisis data adalah Ratio perputaran total aktiva di Kebun Binatang Surabaya kurang baik karena dari tahun 2009 ke tahun 2013 ada penurunan. Penilaian Kinerja ditinjau dari Persepective Customer Hasil analisis data Kebun Binatang Surabaya menunjukkan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan cukup bagus karena dari tahun ke tahun ada peningkatan dan semakin menurunnya tingkat komplain tentang pelayanan dari wisarawan. Penilaian Kinerja ditinjau dari Persepectiv Internal Bisnis Hasil analisis data di Kebun Binatang Surabaya ditinjau dari Persepective Internal Bisnis sebagai SISEM DALAM SUATU PEMANFAATAN DALAM QUALITY REPORT DALAM QUALITY IMPROVEMENT EFISIENSI BIAYA 1 Kebun Binatang Surabaya memiliki koleksi dari berbagai jenis satwa dari beragam spesies dan ada beberapa species yang over populasi dan ada pula yang tidak memiliki pasangan serta berumur tua sehingga sudah tidak produktiv. 2 Kurang luasnya lahan yang tersedia sehinggan menyebabkan kurang optimalnya pemanfaatan area yang ada antara lain belum terpisahnya area konservasi dan area rekreasi. 3 Sarana dan prasarana yang dimiliki Kebun Binatang Surabaya cukup memadai tetapi kurang memenuhi standar yang telah ditentukan antara lain lahan parkir yang masih kurang tertata dengan rapi, toilet yang kurng bersih dan sarana permainan yang kurang edukatif. Penilaian Kinerja ditinjau dari Persepective Learning and Growth Hasil analisis data dari Persepective Learning and Growth adalah sebagai berikut : 1 Sebagian besar karyawan memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi. 2 Banyaknya karyawan yang berpendidikan rendah. 3 Kurangnya tenaga ahli seperti dokter hewan, nutrisionis dan paramedis. 4 Kesadaran sumber daya manusia terhadap tuntutan perubahan dan perkembangan perusahaan kurang memadai. Tabel 1 Laporan Aktivitas Tahun 2008 sampai dengan 2012 . alam rupia. PENDAPATAN Pendapatan Jasa Pelayanan Pendapatan Usaha Pendapatan Profit Sharing Pendapatan Lain-lain Jumlah Pendapatan Beban Karyawan Beban Konservasi Beban Organisasi Beban Administrasi Beban Perawatan Beban Langsung Beban Pemasaran Beban Lain-lain Jumlah Beban BEBAN Manivest : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Kewirausahaan, dan Investasi Manivest : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Kewirausahaan, dan Investasi Vol. No. 1 Juni 2023 e e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 31-39 Surplus Sebelum Pajak . Pajak Penghasilan Surplus Setelah Pajak . Sumber : Intern Kebun Binatang Surabaya, . Tabel 2 Laporan Posisi Keuangan Untuk Tahun Yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2008 sampai dengan 2012 URAIAN ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas Piutang Lain-lain Persediaan Uang Muka Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Jmlh Aset Tidak Lancar TOTAL ASET SISEM DALAM SUATU PEMANFAATAN DALAM QUALITY REPORT DALAM QUALITY IMPROVEMENT EFISIENSI BIAYA KEWAJIBAN LANCAR Hutang Usaha Hutang Finance Astra Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Jmlah Kewajiban Lancar ASET BERSIH TOTAL KEWAJIBAN BERSIH ASET 5. Sumber : Intern Kebun Binatang Surabaya, . Tabel 3 Perhitungan Return On Asset (ROA) Tahun 2008 Sampai Dengan 2012 Uraian Laba Bersih . Biaya Bunga Total Laba Bersih . Aktiva Awal Tahun Aktiva Akhir Tahun Total Aktiva Aktiva Rata-rata ROA Sumber : Intern Kebun Binatang Surabaya . iolah ) Manivest : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Kewirausahaan, dan Investasi Manivest : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Kewirausahaan, dan Investasi Vol. No. 1 Juni 2023 e e-ISSN: x-x. p-ISSN: x-x. Hal 31-39 Tabel 4 Perhitungan Gross Profit Margin Tahun 2008 Sampai Dengan 2012 Uraian Laba Kotor . Penjualan . ,16 )% Gross Profit Margin 4,77 % 3,93 % 13,92 % 15,44 % Sumber : Intern Kebun Binatang Surabaya, . Tabel 5 Perhitungan Total Assets Turnover Tahun 2008 Sampai Dengan 2012 Uraian Penjualan Ativa Rata Ae Rata Total Asets Turnover 4,40 kali 2,44 kali 2,53 kali 2,40 kali 1,70 kali Sumber : Intern Kebun Binatang Surabaya, . Tabel 6 Laporan Data Wisatawan Tahun 2008 Sampai Dengan 2012 Jenis Wisatawan Wisatawan Non Group Taman Kanak-Kanak Sekolah Dasar Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengah Atas Perguruan Tinggi Rombongan Umum Sekolah Luar Biasa Rombongan Paket Wisatawan Group Jumlah Keseluruhan Sumber : Intern Kebun Binatang Surabaya, . SISEM DALAM SUATU PEMANFAATAN DALAM QUALITY REPORT DALAM QUALITY IMPROVEMENT EFISIENSI BIAYA Tabel 7 Laporan Data Komplain Terhadap Peayanan Tahun 2008 Sampai Dengan 2012 Tahun Jumlah Komplain . Prosentase (%) 33,33 25,00 16,67 16,67 8,33 Jumlah Sumber : Intern Kebun Binatang Surabaya . KESIMPULAN Bahwa Konsep Balanced Scorecard dapat digunakan untuk mengukur kinerja pelayanan di Kebun Binatang Surabaya, yang tidak hanya dari Persepectiv Financial saja tetapi dapat pula diukur dengan menggunakan Persepectiv Customer. Internal Bisnis Proses dan Persepectiv Learning and Growth. SARAN Kesejahteraan satwa hendaknya diperhatikan dengan mengurangi jumlah satwa yang mengalami over population dengan tersedianya kandang sesuai kebutuhan satwa dan tersedianya lahan yang luas. Kebun Binatang Surabaya hendaknya meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatwan denga sarana prasrana yang memadai an dengan meningkatkan kinerja sumber daya manusia. DAFTAR PUSTAKA