Vol 1 No. 4 Oktober 2024 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 17 - 21 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/fnj15a13 PENGENALAN MICROSOFT PROJECT PADA PENGURUS MASJID AL-WAQIFIN ISLAMIC VILLAGE TANGERANG Mohamad Firdaus a*. Indra Bakti b a Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer / Teknik Industri, mfirdausmumu@gmail. Universitas Indraprasta PGRI. DKI Jakarta b Fakultas Teknik dan Desain / Teknologi Informasi, indra. itbad@gmail. Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan. DKI Jakarta Korespondensi ABSTRACT The training and introduction to Microsoft Project aim to enhance project management skills among the administrators of Al-Waqifin Mosque. Islamic Village. Tangerang. Microsoft Project is a software tool that facilitates effective management of time, resources, and budgets for various projects, including construction, renovation, or other activities within the mosque environment. This program was conducted through interactive training sessions that covered an introduction to key features, usage simulations, and discussions on practical implementation. The results of this activity demonstrated an increase in participants' understanding and ability to manage projects using a more structured and professional This positive impact is expected to contribute to the efficiency and success of project implementation at Al-Waqifin Mosque. Keywords: Microsoft Project, project management, mosque, administrators, training. Abstrak Pelatihan dan pengenalan aplikasi Microsoft Project bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen proyek bagi pengurus Masjid Al-Waqifin Islamic Village. Tangerang. Microsoft Project merupakan perangkat lunak yang dapat membantu pengelolaan waktu, sumber daya, serta anggaran secara efektif dalam berbagai proyek, termasuk pembangunan, renovasi, atau kegiatan lainnya di lingkungan Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sesi pelatihan interaktif yang meliputi pengenalan fitur utama, simulasi penggunaan, dan diskusi tentang implementasi praktis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengelola proyek dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan profesional. Dampak positif ini diharapkan dapat berkontribusi pada efisiensi dan keberhasilan pelaksanaan proyek di Masjid Al-Waqifin. Kata kunci: Microsoft Project, manajemen proyek, masjid, pengurus, pelatihan. PENDAHULUAN Manajemen kegiatan yang efektif merupakan kunci keberhasilan dalam organisasi, termasuk masjid. Masjid sebagai pusat keagamaan tidak hanya berfungsi untuk ibadah, tetapi juga kegiatan sosial, pendidikan, dan pembangunan masyarakat. Namun, tantangan utama yang dihadapi oleh pengurus masjid adalah kurangnya penguasaan teknologi dalam pengelolaan kegiatan sehari-hari. Sebagai contoh, penjadwalan kegiatan sering kali dilakukan secara manual, sehingga rawan terjadi konflik jadwal. Alokasi sumber daya, seperti tenaga kerja dan anggaran, juga kurang terorganisir dengan baik. Hal ini dapat menghambat produktivitas dan efektivitas pengelolaan masjid. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi manajemen proyek dapat meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Microsoft Project, salah satu perangkat lunak populer untuk manajemen proyek, menawarkan fitur untuk membantu perencanaan, penjadwalan, pengalokasian sumber daya, dan pelacakan progres. Dalam konteks pengelolaan masjid, alat ini dapat digunakan untuk mengatur jadwal kegiatan keagamaan, memonitor progres renovasi, dan mengelola dana operasional. Received Agustus 25, 2024. Revised September 1, 2024. Accepted Oktober 26, 2024. Published Oktober 30, 2024 Mohamad Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 17 Ae 21 Pelatihan ini dirancang untuk membekali pengurus Masjid Al-Waqifin dengan keterampilan yang relevan untuk mengadopsi teknologi tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Proyek Manajemen proyek merupakan disiplin ilmu yang berfokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian proyek untuk mencapai tujuan yang spesifik dalam batasan waktu, biaya, dan sumber daya tertentu. Dalam konteks organisasi nirlaba, seperti masjid, pengelolaan proyek yang baik sangat penting untuk memastikan efisiensi penggunaan sumber daya yang terbatas serta keberlanjutan kegiatan. Microsoft Project adalah salah satu perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung manajemen proyek. Alat ini menyediakan berbagai fitur, termasuk perencanaan tugas, alokasi sumber daya, penjadwalan, dan pelacakan kemajuan proyek. Dalam banyak kasus. Microsoft Project telah digunakan untuk meningkatkan akurasi perencanaan dan pengendalian proyek di berbagai sektor, baik profit maupun nirlaba . Penggunaan teknologi dalam manajemen proyek terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pelatihan aplikasi manajemen proyek dapat meningkatkan kompetensi pengguna dalam mengelola proyek yang kompleks. Pelatihan ini juga memberikan pemahaman tentang konsep-konsep penting, seperti struktur rincian kerja (Work Breakdown Structure/WBS), diagram Gantt, dan analisis jalur kritis (Critical Path Method/CPM). Dalam konteks masjid, pengelolaan proyek sering kali melibatkan aspek sosial dan keagamaan yang memerlukan pendekatan khusus. Pelatihan berbasis teknologi, seperti pengenalan Microsoft Project, dapat membantu pengurus masjid untuk lebih terorganisasi dalam mengelola berbagai kegiatan, termasuk pembangunan fisik, renovasi, maupun program keagamaan. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan ini memiliki potensi untuk memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengelolaan proyek di lingkungan Microsoft Project sebagai Perangkat Lunak Manajemen Proyek Microsoft Project merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk membantu manajer proyek dalam mengelola berbagai aspek proyek, mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian. Dikembangkan oleh Microsoft, software ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984 dan terus berkembang menjadi salah satu alat standar internasional dalam manajemen proyek. Penerapan Microsoft Project dalam Konteks Komunitas Microsoft Project dapat membantu pengurus masjid mengelola proyek secara terstruktur dan efisien. Dalam tahap perencanaan, perangkat lunak ini memungkinkan proyek dipecah menjadi tahapan yang lebih kecil, seperti perencanaan, pengadaan material, hingga pelaksanaan. Melalui diagram Gantt, pengurus dapat membuat jadwal yang jelas, mengatur prioritas, dan mengelola waktu untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Selain itu, fitur pengelolaan sumber daya membantu mengatur dana, tenaga kerja, dan waktu agar digunakan secara optimal. Microsoft Project juga memiliki kemampuan untuk memantau kemajuan proyek melalui fitur pelacakan, sehingga jika ada kendala seperti keterlambatan, solusi dapat segera diambil. Dengan kemampuan membuat laporan yang transparan, pengurus dapat berbagi perkembangan proyek dengan donatur atau jamaah, meningkatkan kepercayaan dan dukungan. Misalnya, aplikasi ini dapat digunakan dalam pembangunan fasilitas seperti aula atau tempat wudhu, penjadwalan kegiatan besar seperti pengajian, atau renovasi masjid. Secara keseluruhan, penerapan Microsoft Project memberikan manfaat berupa pengelolaan proyek yang lebih profesional, efisien, dan terorganisasi, sekaligus meningkatkan kompetensi pengurus masjid untuk menghadapi tantangan di masa depan. Hal ini juga terjadi pada beberapa abdimas sebelumnya. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini melibatkan tiga tahapan utama: Persiapan Tim pelaksana melakukan survei awal kepada pengurus masjid untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik terkait pengelolaan kegiatan. Berdasarkan hasil survei, modul pelatihan disusun dengan fokus pada: Pembuatan jadwal kegiatan . engajian, ceramah, dll. Alokasi sumber daya, termasuk tenaga kerja dan anggaran. Pelacakan progres proyek, seperti renovasi masjid. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2024, pp. 17 - 21 Mohamad Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 17 Ae 21 Pelaksanaan Sesi pelatihan dilakukan secara tatap muka dengan metode Online training. Peserta menggunakan perangkat komputer untuk mencoba langsung fitur Microsoft Project. Contoh kasus nyata, seperti jadwal Ramadan, digunakan sebagai studi kasus. Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan memberikan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, diikuti oleh post-test setelah pelatihan selesai. Selain itu, diskusi kelompok dan feedback tertulis juga dikumpulkan untuk analisis lebih lanjut Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Gambar. Metodologi Pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Kegiatan Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan pengurus masjid. Berikut adalah hasil evaluasi yang dirangkum dalam tabel: Tabel 1. Hasil Evaluasi Pre-test dan Post-test Pre-test (%) Post-test (%) Peningkatan (%) Pemahaman Penjadwalan 45 Alokasi Sumber Daya Pelacakan Progres Indikator Tabel hasil diatas menunjukkan bahwa pemahaman peserta meningkat pesat setelah pelatihan. Peserta menunjukkan kemampuan untuk membuat jadwal yang kompleks, mengalokasikan sumber daya secara efisien, dan melacak progres kegiatan. Selain itu, peserta juga memberikan umpan balik positif, menyatakan bahwa Microsoft Project memberikan kemudahan dalam pengelolaan kegiatan masjid yang sebelumnya dilakukan secara manual. Gambar. Penjelasan Mengenai Manajemen Proyek Pengenalan Microsoft Project Pada Pengurus Masjid Al-Waqifin Islamic Village Tangerang (Mohamad Firdau. Mohamad Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 17 Ae 21 Dalam penjelasan yang ada dalam abdimas ini, dapat dilihat awal mula proyek yang ada dengan pengenalan dari apa itu manajemen dan manajemen proyek. Gambar. Penjelasan Mengenai Microsoft Project Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan bagaimana aplikasi microsoft project berguna untuk mengelola proyek tersebut. Gambar. Evaluasi Abdimas Kemudian diakhir, para pelaksana memberikan evaluasi pada peserta yang menghadiri untuk memberikan input dan masukan pada acara tersebut. 2 Pembahasan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul "Pengenalan Microsoft Project pada Pengurus Masjid Al-Waqifin Islamic Village Tangerang" dilakukan secara terstruktur untuk mencapai hasil yang optimal. Tahap awal dimulai dengan persiapan, di mana tim abdimas melakukan diskusi dengan pengurus masjid untuk mengidentifikasi permasalahan yang sering dihadapi dalam pengelolaan proyek. Hasil diskusi menunjukkan perlunya alat bantu yang dapat mempermudah proses perencanaan, penjadwalan, dan pelacakan proyek. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim menyusun materi pelatihan yang mencakup pengenalan fitur utama Microsoft Project, studi kasus sederhana, dan simulasi penggunaannya untuk proyek masjid. Pelatihan dilaksanakan di aula masjid selama satu hari penuh. Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep dasar manajemen proyek, dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan Microsoft Project. Pengurus masjid diajarkan cara membuat jadwal proyek menggunakan diagram Gantt, mengatur alokasi sumber daya, dan memantau progres proyek. Untuk meningkatkan pemahaman, simulasi JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2024, pp. 17 - 21 Mohamad Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 17 Ae 21 dilakukan menggunakan contoh proyek nyata, seperti renovasi tempat wudhu dan pembangunan aula Setelah simulasi, peserta diberi kesempatan mencoba sendiri aplikasi Microsoft Project dengan bimbingan langsung dari tim abdimas. Pendekatan ini memungkinkan peserta mengaplikasikan materi yang telah dipelajari dan mengajukan pertanyaan terkait kendala yang dihadapi. Pendampingan ini memastikan bahwa pengurus masjid memahami penggunaan Microsoft Project secara praktis, sehingga mereka dapat mengelola proyek masjid secara lebih efisien dan terstruktur. KESIMPULAN DAN SARAN Pelatihan Microsoft Project berhasil meningkatkan keterampilan pengurus Masjid Al-Waqifin dalam pengelolaan kegiatan. Dengan penguasaan perangkat ini, pengurus dapat mengelola waktu, sumber daya, dan progres kegiatan secara lebih efisien. Untuk ke depan, disarankan untuk melanjutkan pelatihan pada fitur-fitur lanjutan seperti analisis biaya dan laporan visual. Selain itu, implementasi teknologi manajemen lainnya, seperti aplikasi keuangan berbasis cloud, dapat dipertimbangkan untuk mendukung pengelolaan keuangan masjid secara lebih transparan dan akuntabel. Saran Untuk meningkatkan efektivitas pengabdian kepada masyarakat ini, disarankan untuk mengadakan pelatihan lanjutan mengenai fitur lanjutan Microsoft Project, seperti pengelolaan anggaran dan manajemen Pendampingan berkala juga penting untuk memastikan pengurus masjid dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari pada proyek nyata. Selain itu, pembuatan panduan praktis, seperti buku petunjuk atau video tutorial, akan membantu peserta dalam mengingat materi pelatihan. Evaluasi dan umpan balik dari peserta juga diperlukan untuk perbaikan pelatihan di masa depan. Terakhir, memastikan infrastruktur teknologi yang memadai di masjid juga akan mendukung penggunaan Microsoft Project secara optimal. DAFTAR PUSTAKA