https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 PENGARUH ANTARA BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KINERJA KARYAWAN DI PT. MASAJI TATANAN KONTAINER INDONESIA Adam Al Ghifari ,Inayah Wibawanti Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji pengaruh antara budaya organisasi dan komitmen organisasi dengan kinerja karyawan di PT. Masaji Tatanan Kontainer Indonesia. Sampel pada penelitian ini berjumlah 97 subjek dengan metode pengambilan data menggunakan Teknik non probability sampling yaitu sampel jenuh. Teknik penentuan sampel bila semua populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus, maksudnya adalah semua populasi dijadikan sampel. Alat ukur yang digunakan adalah skala kinerja . item, = 0,. , skala budaya organisasi . item, = 0,. , skala komitmen organisasi . item, = 0,. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan sebesar 0,762, dan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara komitmen organisasi dengan kinerja karyawan sebesar 0,551. Selanjutnya, hasil analisis data regresi linear ganda menggunakan program komputer SPSS (Statical Product and Service Solutio. 0 for windows diperoleh koefisien korelasi R = 0,773. Kata Kunci : Budaya Organisasi. Komitmen Organisasi. Kinerja Abstract This research is a quantitative study which aims to examine the influence between organizational culture and organizational commitment on employee performance at PT. Masaji Tatanan Container Indonesia. The sample in this study amounted to 97 subjects with data collection methods using non probability sampling, namely saturated sample. Sampling technique when all populations are used as samples. The measuring instrument used is the performance scale . items, = 0. , the organizational culture scale . items, = 0. , the organizational commitment scale . items, = 0. The results of this study indicate that there is a significant positive influence between organizational culture and employee performance of 0. 762, and there is a significant positive effect between organizational commitment and employee performance of 0. Furthermore, the results of multiple linear regression data analysis using the computer program SPSS (Statical Product and Service Solutio. for windows obtained a correlation coefficient of R = 0. Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Keyword : Organizational Culture. Organizational Commitment. Performance Pradhanawati. Reni Shinta Dewi, 2. PENDAHULUAN kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan negara merupakan tujuan dari kegiatan bisnis. kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam Persaingan dalam dunia bisnis semakin lama semakin ketat. Hal ini menuntut pada setiap tanggung jawab yang diberikan kepadanya. perusahaan dalam keberhasilannya di suatu Peranan pegawai yang handal dan profesional organisasi untuk mencapai tujuannya dan dalam usaha meningkatkan kinerja sangat keberhasilan organisasi. Oleh karena itu agar dibutuhkan, karena hal itu akan mempengaruhi Perkembangan Kinerja berkembang maka perusahaan harus terus merupakan suatu hasil kerja yang dicapai meningkatkan kinerjanya. seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas Kinerja yang berkembang salah satunya yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan Sumber daya manusia merupakan serta waktu. Hasibuan . alam Muhammad Ras Muis. Jufrizen. Muhammad Fahmi, 2. kegiatan dalam perusahaan serta berperan aktif Karena Kinerja karyawan yang bagus tidak terlepas dari adanya budaya organisasi yang manusialah yang mengatur dan mengelola sumber daya lainnya. Dengan demikian perusahaan, sehingga karyawan melakukan berhasil atau tidaknya proses pekerjaan yang pekerjaannya dengan ikhlas dan tidak adanya dilakukan tergantung pada sumber daya tekanan dari pihak manapun. Sehebat dan secanggih apapun Setiap organisasi mempunyai peranan teknologi dan peralatan yang digunakan serta yang berbeda sehingga perlu memiliki akar besarnya modal yang dikeluarkan apabila budaya yang kuat dalam kegiatan organisasi, karena menciptakan budaya organisasi yang menggunakannya dengan baik, maka tujuan kuat dapat menjadi dasar untuk mencapai dari perusahaan tidak akan tercapai. Oleh karena itu memiliki sumber daya manusia yang merupakan suatu sistem makna bersamaan berkualitas sangatlah dibutuhkan agar tujuan yang dianut oleh anggota-anggota organisasi dari organisasi dapat tercapai. yang membedakan organisasi itu dengan Untuk Budaya organisasi-organisasi lain. Robbins . alam diinginkan tersebut, maka salah satunya yaitu Triana Kartika Sari dan Andre D. Witjaksono. dengan meningkatkan kinerja sumber daya Budaya organisasi memiliki peranan yang penting dalam menentukan pertumbuhan Menurut Mangkunegara . alam Arif Burhan. Ari organisasi dan setiap organisasi mempunyai Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive suatu budaya yang antara satu organisasi dengan yang lain memiliki sisi unik tersendiri. Peter F. Drucker . alam Ujang Wawan Sam Adinata, 2. , budaya organisasi adalah masalah-masalah eksternal dan internal yang pelaksanaannya kelompok yang kemudian diwariskan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang tepat untuk memahami memikirkan dan merasakan masalah-masalah Budaya organisasi merupakan suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan Selain budaya organisasi, komitmen organisasi juga merupakan salah satu faktor Komitmen organisasi merupakan cerminan sikap dari kesetiaan karyawan terhadap organisasi dan memiliki proses secara terus menerus serta memihak pada satu organisasi dan memberikan segala kemampuan organisasi demi mencapai tujuan organisasi. Menurut Robbins dan Judge . alam Intan Maharani Suryono baik ketimbang pegawai yang mementingkan Efendi. Darmawati. Lina Nur Hidayati. Dyna Herlina 2. , komitmen organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seorang dirinya sebagai anggota sejati organisasi. Sehingga dalam dunia kerja, khususnya pada bidang sumber daya manusia, komitmen menjadi isu yang sangat penting bahkan pemenuhan jabatan atau lowongan pekerjaan. Tuntutan akan kemampuan dan tanggungjawab pada setiap pribadi yang ada di perusahaan, dalam memegang peranan untuk melancarkan pelaksanaan kegiatan usaha. Peranan pegawai yang handal dan profesional dalam usaha meningkatkan kinerja sangat dibutuhkan, kelangsungan hidup organisasi. Pegawai yang memiliki komitmen Apakah organisasi yang tinggi merupakan pegawai organisasi dari pada kepentingan sendiri, penelitian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : dibutuhkannya kinerja pegawai yang baik mempertahankan keanggotaan di perusahaan komitmen tinggi, kemungkinan akan melihat Berdasarkan Seorang individu yang memiliki adalah suatu keadaan ketika seorang pegawai semakin naik. Menurut Griffin . alam Arum Rumusan Masalah meningkatkan kualitas dari perusahaantersebut komitmen pegawai pada suatu organisasi dimasukkan sebagai salah satu syarat dalam norma-norma perilaku organisasi. secara maksimal dan memiliki kinerja yang organisasi terhadap kinerja karyawan? Apakah terdapat pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan? sehingga pegawai tersebut cenderung bekerja Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Apakah tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan Byars dan Rue . alam Kiki Cahaya Setiawan, terhadap kinerja karyawan? diselesaikan karyawan dalam pekerjaannya. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka tujuan yang ingin Soeprihantono . alam Teman Koesmono, 2. , mengatakan bahwa kinerja merupakan hasil pekerjaan seorang karyawan dicapai dari penelitian ini adalah : Untuk pengaruh budaya organisasi terhadap selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standard, target/ sasaran/ kriteria yang telah ditentukan kinerja karyawan. terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Untuk Dari pengertian tersebut, kinerja merupakan hasil kerja dan perilaku kerja seseorang dalam terhadap kinerja karyawan. Untuk suatu periode. Kemudian kinerja mengandung komitmen organisasi terhadap kinerja unsur standar pencapaian harus dipenuhi. Dalam praktiknya, kinerja dibagike dalam dua jenis yaitu kinerja individu dan kinerja organisasi. Kinerja individu merupakan kinerja yang dihasilkan seseorang, sedangkan TINJAUAN PUSTAKA perusahaan secara keseluruhan. Namun kinerja karyawan yang merupakan kinerja individu Kinerja Kinerja mempunyai makna yang luas, bukan hanya hasil kerja, tetapi termasuk Gibson bagaimana proses pekerjaan berlangsung. kinerja individu adalah dasar kinerja organisasi Karyawan yang melaksanakan beban yang yang sangat dipengaruhi oleh karakteristik diberikan, biasanya berusaha untuk mencapai individual, motivasi individu, pengharapan, dan penilaian yang dilakukan oleh manajemen terhadap pencapaian hasil kerja individu. Misalnya (Kasmir, 2019:. Sedangkan sebaik-baiknya. alam mengatakan Performance Authe value of the set Muhammad Fauzi. Moch. Mukeri Warso, dan of employee behaviors that contribute, either Andi Tri Haryono, 2. pengertian kinerja positively or negatively, to organizational goal accomplishmentAy maksudnya kinerja adalah Cokroaminoto Colquitt (Kasmir, diberikan, sehingga harus dilakukan dengan karyawan dalam melaksanakan keseluruhan yang akan mendukung kinerja organisasi. nilai dari seperangkat perilaku karyawan yang Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive berkontribusi, baik secara positif atau negatif Interpersonal Impact (Hubungan antar perseoranga. merupakan kegiatan terhadap pemenuhan tujuan organisasi. dimana seorang karyawan mampu Dimensi Kinerja Menurut Bernardin & Russel . alam Kiki saling menghargai, niat yang baik, dan Cahaya Setiawan, 2. untuk mengukur kerja sama antara karyawan yang satu kinerja karyawan dapat digunakan beberapa dengan karyawan yang lain dan juga dimensi kerja, antara lain: pada bawahan. Quantity (Kuantita. Quality (Kualita. merupakan kegiatan penyelesaian suatu kegiatan mendekati Budaya organisasi sebagai perangkat sistem nilai-nilai . , keyakinan-keyakinan berlaku, disepakati dan diikuti oleh para anggota suatu organisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah-masalah Sutrisno . alam Dewi Sandy Trang. Timeliness (Ketepatan Wakt. merupakan dimana kegiatan tersebut dapat diselesaikan, atau suatu hasil Budaya Organisasi . atau norma-norma yang telah lama kegiatan yang diselesaikan. ditunjukan dalam satuan mata uang, permulaan waktu yang ditetapkan bersamaan koordinasi dengan hasil produk yang lain dan memaksimalkan waktu yang tersedia untuk kegiatan- menyatakan budaya organisasi adalah pola tingkah laku yang dikembangkan oleh suatu mengalami masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal, yang telah terbukti cukup baik untuk disahkan dan diajarkan kepada anggota baru untuk menyadari, berpikir, dan kegiatan lain. Cost Effectiveness (Efektifitas Biay. merupakan tingkatan dimana sumber daya organisasi, seperti manusia, keuangan, teknologi, bahan baku dapat David . alam Nel Arianty. memperoleh keuntungan yang paling tinggi atau mengurangi kerugian yang timbul dari setiap unit atau contoh penggunaan dari suatu sumber daya yang ada. Kreitner dan Kinicki . alam Enrico Maramis. budaya organisasi adalah perekat sosial yang mengingat anggota dari organisasi. Sedangkan Moeljono . alam Dewi Lina. menyatakan bahwa budaya organisasi adalah sistem nilai-nilai yang diyakini semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan serta berfungsi sebagai sistem perekat, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah Orientasi Terhadap Individu (People Orientatio. Selanjutnya Matsumoto (Djokosantoso. nilai-nilai, keyakinan, dan perilaku yang dipegang oleh sekelompok orang dan dikomunikasikan dari Tingkat keputusan manajemen dalam individu yang ada dalam perusahaan. Orientasi Terhadap Tim (Team Orientatio. Tingkat aktifitas pekerjaan yang diatur generasi ke generasi. dalam tim, bukan secara perorangan. Maka dapat disimpulkan bahwa Agresifitas (Aggresivenes. budaya organisasi merupakan nilai-nilai dan Tingkat tuntutan terhadap individu agar norma perilaku yang diterima dan dipahami berlaku agresif dan bersaing . , serta bersama oleh anggota organisasi sebagai dasar tidak bersikap santai. Stabilitas (Stabilit. aturan perilaku didalam organisasi. Tingkat penekanan aktifitas perusahaan Aspek-Aspek Budaya Organisasi dalam mempertahankan status quo berbanding Tujuh hal yang menjadi aspek penting suatu budaya organisasi menurut Robbins . alam Endah Mujiasih dan Ika Zenita Ratnaningsih. Inovasi Komitmen Organisasi Komitmen Pengambilan Resiko (Inovation and Risk Takin. Tingkat daya pendorong karyawan untuk bersikap inovatif, berani mengambil keputusan dan resiko. Perhatian Terhadap Detail (Attention to Detai. Tingkat tuntutan terhadap karyawan untuk mampu memperlihatkan ketepatan, analisis dan perhatian terhadap detail. Orientasi Terhadap Hasil (Outcome Orientatio. Tingkat tuntutan terhadap manajemen untuk lebih memusatkan perhatian pada hasil dibandingkan perhatian pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut. rganizational keadaan dimana seorang karyawan memihak organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Jadi, keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut individu Robbins . alam Titik Rosita dan Tri Yuniati. Mowday . alam Sovyia Desianty. mendefinisikan komitmen organisasi sebagai kekuatan relatif dari identifikasi individu dan keterlibatan dalam organisasi khusus, meliputi kepercayaan, dukungan terhadap tujuan dan nilai-nilai menggunakan upaya yang sungguh-sungguh untuk kepentingan organisasi, dan keinginan Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive yang kuat untuk memelihara keanggotaan Allen & Meyer . alam Anggie Rumondang dalam organisasi. Menurut Sidharta Hatmoko Meily . alam Novita Margaretha. komitmen organisasional adalah loyalitas seorang karyawan terhadap organisasi melalui sasaran-sasaran, nilai-nilai organisasi, kesediaan atau kemauan untuk berusaha menjadi bagian dari organisasi, serta keinginan untuk bertahan didalam organisasi Sedangkan Becker . alam Muhammad Ras Muis. Jufrizen. Muhammad Fahmi, 2. menyatakan bahwa komitmen organisasi adalah kecenderungan untuk terikat dalam garis kegiatan yang konsisten karena Selanjutnya Salancik . alam Miftahun Suseno Sugiyanto. adalah suatu tahap pada saat individu menjadi tindakan-tindakannya dengan tindakan tersebut tumbuh keyakinan untuk tetap mempertahankan aktivitas dan Berdasarkan definisi komitmen organisasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi bukan sekedar loyalitas karyawan yang pasif terhadap organisasi, tetapi juga menggambarkan hubungan karyawan terdapat tiga dimensi dari komitmenorganisasi. Affective Commitment Affective commitment berkaitan dengan organisasinya, identifikasi dengan organisasi, dan keterlibatan anggota dengan kegiatan di Ketika seorang karyawan memiliki affective commitment yang tinggi, maka ia akan tetap bertahan dalam sebuah organisasi karena ia memang menginginkan hal itu. Continuance Commitment Pada dimensi ini anggota organisasi Seorang commitment yang tinggi akan terus bertahan dalam organisasi karena karyawan tersebut memiliki kebutuhan untuk menjadi anggota organisasi tersebut. Normative Commitment Karyawan dengan normative commitment S dan Kristiana Haryanti. menjelaskan memiliki kesadaran bahwa ia akan mengalami kegiatan yang lain . erhenti bekerj. NiAomah Dimensi Komitmen Organisasi ditunjukkan dengan keterlibatannya dalam yang tinggi akan terus menjadi anggota organisasi karena merasa dirinya harus berada dalam organisasi tersebut. Individu dengan normative commitment yang tinggi akan tetap bertahan dalam organisasi karena merasa adanya suatu kewajiban atau tugas. Dari kegiatan organisasi dalam usaha mencapai menyimpulkan aspek-aspek dari komitmen tujuan organisasi. organisasi yaitu keadaan psikologis yang mencirikan hubungan antara karyawan dengan organisasi dan memiliki implikasi bagi Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive kebutuhan dan kewajiban untuk berkomitmen pada organisasi yang merupakan hasil dari pengalaman setiap individu selama ia berada di dalam organisasi tersebut. dipahami bersama oleh anggota organisasi Variabel menggunakan skala budaya organisasi, antara lain: innovation and risk taking, attention to detail, outcome orientation, peopleorientation. Hipotesis Penelitian team orientation, aggressiveness, stability. Hipotesis pada penelitian ini meliputi: organisasi dengan kinerja karyawan pada PT. Masaji Tatanan Kontainer Indonesia. Ha 2: Ada pengaruh antara komitmen Komitmen organisasi bukan sekedar Ada pengaruh antara budaya hubungan karyawan dengan organisasi secara aktif yang ditunjukkan dengan keterlibatannya organisasi dengan kinerja karyawan mencapai tujuan organisasi. Variabel ini pada PT. Masaji Tatanan Kontainer Indonesia. komitmen organisasi, antara lain: affective commitment, continuance commitment, dan Ada pengaruh antara budaya organisasi dan komitmen organisasi normative commitment. dengan kinerja karyawan pada PT. Metode Masaji Tatanan Kontainer Indonesia. digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode skala Likert untuk skala kinerja, skala budaya organisasi dan skala METODE PENELITIAN komitmen organisasi. Populasi atau subjek yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Kinerja merupakan seluruh aktifitas karyawan di PT. Masaji Tatanan Kontainer yang dijalankan oleh seorang karyawan dalam Indonesia, menjalankan tugas dan tanggung jawabnya psikologi yang diberikan, yang berjumlah 67 sehingga mengarah pada tujuan organisasi dalam kurun waktu tertentu. Variabel ini mengambil sampel dengan menggunakan dioperasionalkan menggunakan skala kinerja teknik sampling jenuh . , yaitu metode karyawan, antara lain: quantity, quality, penarikan sampel bila semua anggota populasi timeliness, cost effectiveness, interpersonal dijadikan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan apabila jumlah populasi kecil . alam Budaya organisasi merupakan nilai-nilai Dalam Supriyanto dan Machfudz. Untuk dan norma perilaku yang diterima dan Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive pengujian data penelitian dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana dan komitmen organisasi sebesar 0,655 > 0,1. uji regresi linear ganda dengan bantuan Selanjutnya program komputer SPSS (Statistical Product and Service Solutio. 0 for windows. menunjukkan bahwa terjadi variance residual pada suatu pengamatan, atau hubungan antara nilai yang diprediksi dengan Studentized Deleted Residual nilai tersebut. Pada grafik ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar Pada penelitian ini, pengolahan uji normalitas dilakukan dengan bantuan program computer SPSS (Statistical Product and Service Solutio. 0 for windows, secara acak serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal inidapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini. Shapiro-Wilk dikarenakan jumlah sampel/responden yang Hasil uji kategorisasi dari masing- digunakan kurang dari 100 responden. Jika nilai signifikansi . > 0,05 maka sampel berasal dari populasi berdistribusi normal, komitmen organisasi berada pada kategorisasi AusedangAy. Berdasarkan analisis uji normalitas, diperoleh signifikansi untuk skala kinerja sebesar 0,878 . >0,. nilai signifikasi untuk skala budaya organisasi sebesar 0,431 . > 0,. dan nilai signifikasi untuk skala komitmen organisasi sebesar 0,060 . > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa data penelitian skala kinerja, budaya organisasi, dan Berdasarkan bantuan program computer SPSS (Statistical Product and Service Solutio. 0 for windows, hipotesis pertama diuji dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana diperoleh koefisien korelasi r = 0,762 dengan F = 90,085 dan p = 0,000 (<0,. Hal ini komitmen organisasi berdistribusi normal. membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan. Oleh karena itu. Ho1: AuTidak ada pengaruh antara budaya organisasi dengan tidaknya variabel independent yang memiliki kinerja karyawan di PT. Masaji Tatanan kemiripan dengan variabel independen lain Kontainer IndonesiaAy ditolak dan Ha1: AuAda dalam satu model. Hasil uji menunjukkan tidak pengaruh antara budaya organisasi dengan terjadi multikolinearitas antar variabel bebas. kinerja karyawan di PT. Masaji Tatanan Hal ini dibuktikan dengan nilai VIF (Variance Kontainer Inflation Facto. budaya organisasi dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis kedua komitmen organisasi sebesar 1,526 < 10 dan dengan menggunakan analisis regresi linear Kemudian Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 IndonesiaAy Lalu E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive sederhana diperoleh koefisien korelasi r = 0,551 dengan F = 28,281 dan p = 0,000 (<0,. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan. Oleh karena itu. Ho2: AuTidak organisasi dengan dengan kinerja karyawan di diperoleh nilai F tabel sebesar 5,68. Karena nilai signifikansi uji lebih kecil 0,05 . ,000< 0,. dan F hitung lebih besar F tabel . ,238>5,. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara positif dan signifikan dari gaya kepemimpinan. PT. Masaji Tatanan Kontainer IndonesiaAy kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan ditolak dan Ha2 : AuAda pengaruh antara kompetensi terhadap kinerja Pegawai Negeri komitmen organisasi dengan kinerja karyawan Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah daer ah di PT. Masaji Tatanan Kontainer IndonesiaAy kabupaten Maybrat. KESIMPULAN Kemudian dilanjutkan dengan hipotesis Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ketiga diuji dengan menggunakan analisis regresi linear ganda diperoleh koefisien memberikan implikasi bagi berbagai pihak, korelasi r = 0,773 dengan F = 47,421 dan p = 0,000 (<0,. Hal ini membuktikan bahwa penelitian ini, bahwa kinerja dapat dipengaruhi terdapat pengaruh positif yang signifikan. Oleh karena itu. Ho3 : AuTidak ada pengaruh antara Oleh karena itu, diharapkan agar budaya organisasi dan komitmen organisasi budaya organisasi yang dimiliki perusahaan dengan kinerja karyawan di PT. Masaji tetap tinggi agar kinerja karyawan juga tinggi. Tatanan Kontainer IndonesiaAy ditolak dan Ha3 Hal ini juga berlaku untuk komitmenorganisasi : AuAda pengaruh antara budaya organisasi dan untuk tetap bertahan dengan baik pada komitmen organisasi dengan kinerja karyawan karyawan agar kinerja tetap baik. di PT. Masaji Tatanan Kontainer IndonesiaAy Rumondang dilakukan oleh Frengky Basna yang berjudul Haryanti. analisis gaya kepemimpinan, kepuasan kerja. Komitmen Organisasi dan Kepuasan komitmen organisasi dan kompetensi terhadap Kerja dengan Intensi Turnover pada kinerja pegawaiAy . urvei pada Pegawai Negeri Karyawan Bidang Produksi CV. Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah daerah Psikodimensia Vol. 13 No. Hal ini sesuai dengan penelitian yang kabupaten maybra. pada tahun 2016, hasil uji F diperoleh hasil uji F, dengan F hitung sebesar 47,679 dengan signifikansi uji sebesar 0,000. Diketahui df1= 4 dan df2= 75 sehingga DAFTAR PUSTAKA